Anda di halaman 1dari 32

Filum Echinodermata

Nanda Diniarti
PS. Budidaya Perairan
UNRAM
 Berasal dari bahasa Yunani echinus = landak
dan derma = kulit.
 Umumnya berukuran besar dan yg terkecil Ø
1cm
 Terdapat 6.750 sp hidup
 Hidup di litoral sampai kedalaman 6000 m
 Hidup bebas dan beberapa komensal. Tidak
ada sebagai parasit.
 Bentuk tubuh simetris radial 5 penjuru.
 Tdk punya kepala, tubuh tersusun dlm sumbu
oral-aboral
 Tubuh tertutup epidermis tipis yang
menyelubungi rangka mesodermal
 Rangka dalam dari Ossicle yang bentuk dan
letaknya khas.
 Rongga tubuh luas dan dilapisi peritoneum
bercilia. Sebagian menjadi sistem pembuluh air.
 Sistem pembuluh air terdiri dari madreporit,
saluran batu, saluran cincin, saluran
radial,saluran lateral, ampula dan kaki tabung.
Sistem pembuluh air
 Sistem pembuluh air berfungsi menggerakkan
kaki tabung dgn cara mengatur keluar
masukkanya air laut mll madreporit.
 Kaki tabung berfungsi utk merayap, berpegang
pada substrat, memegang mangsa atau
membantu pertukaran gas O2 dan CO2.
 Alat respirasi adl insang kulit, merupakan
perluasan rongga tubuh yang keluar dari
lubang-lubang kecil di antara ossicle kapur.
 Cairan tubuh mengandung amebocyte utk
sirkulasi, respirasi dan ekskresi.
 Rongga tubuh jg terdapat kelenjar
pencernaan, saluran pencernaan, gonad dan
ampula.
 Sistem sirkulasi kompleks.
 Sistem saraf menyebar, supepidermal.
Kelas Asteroidea
 bintang laut, mempunyai tangan 5 atau kelipatan 5.
 Ø 10-20 cm, terkecil 1 cm dan terbesar 100 m.
 Seluruh permukaan pisin pusat dan tangan bawah
disebut oraldan bagian atas disebut aboral.
 Tiap lekukan tangan terdapat 2-4 deret kaki tabung.
 Tiap ujung tangan terdapat tentakel dengan bintik
pigmen merah.
 Permukaan tubuh terdapat duri, papula dan pedicelaria.
 Epidermis mengandung sel kelenjar lendir yg berfungsi
untuk melindungi tubuh
Kelas Asteroidea
 Di bawah epidermis jaringan penghubung rangka
dalam.
 Saluran pencernaan terdiri atas mulut, perut
berhubungan dengan pangkal pyloric caecum
pada masing-masing tangan, usus dan anus.
 Karnivora, memakan polip coelenterata,
crustacea, kerang, siput bahkan ikan
 Memiliki daya regenerasi yang besar
 Dioecious, reproduksi aseksual dengan
pembelahan disebut fissiparity.
 Gonad ada di tiap tangan. Telur dan sperma
dilepaskan ke air, pembuahan diluar, 2 hari
kemudian mjd blastula yang berenang
bebas,gastrula dan larva bipinaria
 Larva makan setelah terbentuk saluran
pencernaan. Awalnya larva makan
fitoplankton dan partikel tersuspensi
 Bertahan hidup 10 tahun namun ada sampai
34 tahun.
 6-7 minggu larva turun kesubstrat dan
mengalami metamorfosa mjd radial
Larva bintang laut
Klasifikasi kelas asterodea

1. Ordo platyasterida; primitif, banyak yg sudah


punah, terdapat di dasar perairan yang lembut
2. Ordo paxillosida; kaki tabung tanpa alat
menempel, kebanyakan membuat liang pada
substrat lembut
3. Ordo valvatida
4. Ordo spinulosida; kaki tabung dengan alat
penghisap, pemukaan tubuh tertutup duri-duri
pendek.
5. Ordo forsipulatida;pedicellaria terdiri atas 3
keping ossicle dan mempunyai tangkai.
Acanthaster planci
Kelas Ophiuroidea
 Bintang mengular
 Pisin kecil sedang tangan panjang dan langsing dan ada yg
bercabang.
 Kaki tabung tidak mempunyai alat penghisap maupun ampula,
fungsi sbg alat peraba, membantu pernafasan dan membawa
makanan ke mulut.
 Pemakan partikel suspensi, deposit feeder dan scavenger
 Mulut dibagian oral, berhubung dengan lambung, tidak
mempunyai pyloric caeca dan tidak beranus.
 Nocturnal
 Dioecious, pembuahan luar akan menghasilkan larva ophiopluteus
yang berenang bebas dan simetri bilateral. Beberapa hari
kemudian mjd simetri radial.
 Beberapa jenis punya kantung pengeraman dan larva tdk
berenang bebas
Klasifikasi Kelas Ophiuroidea
1. Ordo oeophiurida; dari zaman palaezoikum
yang telah punah, yg ada dr genus
Ophiocanops
2. Ordo phrynophirida
3. Ordo ophiurida; kebanyakan bintang
mengular termasuk ordo ini.
ophiuroidea
Kelas Echinoidea
 Bulu babi dan sand dollar.
 Tubuh bulat atau pipih, tidak bertangan, mempunyai
duri-duri panjang yg dpt digerakkan.
 Hidup pada substrat batu,lumpur, hamparan
ganggang dari daerah litoral sampai kedalaman 5000
m
 Bergerak dengan kaki tabung dan duri-duri.
 Tempurung terdiri dari 10 keping pelat ganda.
 Kebanyakan bulu babi mempunyai 2 macam duri yaitu
duri panjang (utama) dan duri pendek (sekunder).
 Diantara duri ada pedicelaria dengan 3 gigi. Ada yang
beracun.fungsi utk menghalau atau melumpuhkan
pengganggu atau mengotori.
 Duri rapuh dan ada yang beracun.
Kelas Echinoidea
 Mulut terletak di oral, dilengkapi 5 gigi tajam dan kuat
untuk mengunyah.
 Saluran pencernaan lengkap, terdiri dari mulut,
esofagus, perut, usus panjang, rectum dan anus.
 Anus, genital dan madreporit terletak di aboral
 Pemakan ganggang, bangkai dan hewan sesil,
beberapa pemakan detritus.
 Reproduksi scr seksual, dioecious.
 Larva yg menetas sudah makan, hidup sbg plankton
utk beberapa bulan, kemudian turun ke substrat.
Berukuran 1 mm dan hidup sebagai benthos
 Umur sampai 30 tahun
 Makanan berang-berang, ikan karang dan bintang
laut.
 Jepang sebagai pengimpor gonad bulu babi dan
mempunyai peternakan bulu babi yang luas.
Bagian tubuh bulu babi
Klasifikasi Kelas Echinoidea
1. Ordo cidaroida; tempurung bulat dan
keras, tidak berinsang, duri primer dan
sekunder pada interambulakral tertelak
berjauhan
2. Ordo echinohuroidea; tempurung lentur,
permukaan duri halus dan bag. Dalam
bolong. Genus Echinothuria
3. Ordo diadematoida; tempurung keras/
lentur, permukaan duri terdapat duri
kecil-kecil. Genus Diadema.
4. Ordo salenoida; pelat anal besar. Genus
Acrosalenia
Klasifikasi Kelas Echinoidea
5. Ordo arbacioida; periproct terdiri atas 4-5
pelat. Genus Arbacia.
6. Ordo Echinoida; Echinus dan
Strongylocetrotus sebagai hiasa akuarium
dan diekspor.
7. Ordo Clypeasteroida; sand dollar
8. Ordo spatangoida; bentuk oval agak panjang,
pusat oral bergeser ke anterior. Genus
Spatangus, Meoma dan Echinocardium
Kelas Holothuroidea
 Timun laut
 Tubuh panjang silindris dan lunak, simetri bilateral
 Mulut dikelilingi 10-30 tentakel retraktil.terletak di
anterior dan anus jadi posterior.
 Pada bbrpa jenis bag dorsal ditandai 2 daerah kaki
tabung, berfungsi untuk respirasi dan alat peraba.
Bag ventral terdapat 3 daerah kaki tabung yang
mengandung alat penghisap, berfungsi sbg alat gerak
 Bersembunyi dlm lubang batu, membenamkan diri pd
lumpur atau pasir dan hanya bag posterior saja yg
tampak.
 Nokturnal. Makanannya adl bahan organik di substrat
 Sistem pencernaan terdiri atas mulut, pharynx,
esofagus, lambung, usus melingkar, cloaca dan anus
 Sistem pembuluh air sama dengan echinodermata lain
hanya yg dikeluarkan adl cairan rongga tubuh. Terdiri
dari madreporit, sal batu, sal cincin, 5 sal radial, sal
lateral, ampula dan kaki tabung.pada cincin air
terdapat 4-50 buah polian yg berfungsi mengatur tek
air dlm sistem pembuluh air.
 Permukaan tubuh tdk keras dan tdk berduri. Terdiri
atas lap epitel tertutup kutikula tipis dan dalamnya
menyatu dengan dermis yg terdiri dr jaringan tebal
yang bertabur ossicle kapur mikroskopis
 Ordo Elaspodida dan Apodida yg meliang
menggunakan permukaan tubuh dan yg lain
menggunakan kaki tabung di bag dorsal. Kebanyakan
punya alat pernapasan berupa pohon pernapasan yg
terletak di anterior.
Holothuroidea

ossicle
 Kloaka berjumlah 2 yang memanjang ke posterior.
 Sistem hemal terdiri atas sebuah sinus cincin hemal
dan sinus radial hemal yg sejajar dg sal cincin dan
sal radial pd sistem pembuluh air
 Daya regenerasi tinggi. Untuk menghindari pemangsa
dg eviserasi.dan pembuluh getah yg sangat lengket.
 Dioecious, beberapa hermaprodit protandri.
 Telur kan menetas mjd larva auricularia kemudian
larva doliolaria yg semuanya plakton. Selanjutnya
larva bermetamorfosa turun ke substrat mjg timun
laut muda
 Sebagai bahan pangan.
 Eviserasi ialah pelepasan salah satu atau ke
dua pohon pernapasan, usus atau gonad,
atau semuanya melalui sobekan kloaka.
Pada thyone dan beberapa timun laut lain,
yang dilepaskan justru bagian anterior sepert
tentakel, pharynx
dan sebagian saluran pencernaan.
Klasifikasi Kelas
Holothuroidea
1. Ordo dactylochirota; tubuh terbungkus cangkang
lentur. Genus Sphaerothuria
2. Ordo Aspidochirota; mempunyai pohon pernapasan.
Genus Actinopyga, Stichopus dan Holothuria
3. Ordo Elasipoda; bentuk tubuh berbeda dg timun laut
biasanya. Genus Pelagothuria
4. Ordo Dendrochirota; punya pohon pernapasan.
Genus Cucumaria
5. Ordo Molpadiida; tubuh bag posterior mengecil spt
ekor, punya pohon pernapasan. Genus Molpadia dan
Caudina
6. Ordo Apodida; bentuk tubuh panjang seprti
ular.Genus Chiridota dan Leptosynapta
Metamorfosa larva echinodermata
Kelas concentricycloida
 Satu sp yg temukan pada tahun 1986 di
lepas pantai Selandia Baru pd kedalaman
1000 m dan 2 tahun kemudian di Bahama
kedalaman 2000 m.
 Bentuk bulat pipih dengan diameter , 15 mm
Kelas Crinoidea
 Disebut lely laut dan yg tdk bertangkai disebut
bintang bulu.
 Umumnya berwarna merah ungu.
 Bentuk tubuh tdk mengalami perubahan dari dulu.
 Tubuh terdiri dari calyx, semacam mangkuk kecil
yang tersusun dari pelat-pelat kapur dan 5 buah
tangan yg panjang dan lentur.
 Pada umumnya tangan bercabang 2 pada pangkal.
 Hidup pd laut dalam sampai 4000 m
 Makanan berupa plankton dan detritus.
 Butir makanan dialirkan mll lekuk ambulakral ke
mulut, salanjutnya ke sal pencernaan. Sisa
makanan dibuang mll anus yg terletak pada bag oral
 Sistem pembuluh air sederhana
 Mempunyai daya regenerasi besar.
 Reproduksi secara seksual, dioecious.
 Pembuahan di air laut atau dierami. Telur
menetas mjd larva vitellaria yg tdk makan,
berenang bebas utk beberapa hari.
Selanjutnya turun melekat ke substrat dan
mengalami metamorfosa yg disebut larva
pentacrinoid.
 Lely laut bertangkai genus Ptilocrinus dan
Cenocrinus. Bintang bulu berenang bebas di
daerah litoral, Genus Antedon.
crinoidea

Anda mungkin juga menyukai