Anda di halaman 1dari 10

JURNAL READING

MATERNITAS

“ HIPEREMESIS
GRAVIDARUM “

OLEH
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN
KELOMPOK 4 STIKES HAFSHAWATY
PESANTREN ZAINUL HASAN 2020
ISI

RINGKASAN JURNAL. PENDAHULUAN PEMBAHASAN KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA

BAB 1 BAB 2 BAB 3 BAB 4 BAB 5


BAB 1 RINGKASAN JURNAL
Nama Penulis Judul Jurnal
Aril Cikal Yasa Ar Hubungan Antara Karakteristik Ibu Hamil Dengan Kejadian Hiperemesis Gravidarum Di RSUD Ujung
berung Pada Periode 2010- 2011
Christina Ayu Savitri Asuhan Keperawatan Pada Klien Hiperemesis Gravidarum Dengan Masalah Hipovolemia di Rumah Sakit
Panti Waluya Malang
Sri Rahayu Endang Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hiperemesis Gravidarum Dengan Kekurangan Volume Cairan Di Rumah
P. Sakit Panti Waluya Malang
Evi Susanti Hubungan Gravida Dan Umur Ibu Hamil Terhadap Kejadian Hiperemesis Gravidarum Di Rs Tni-Al Jala Ammari
Makassar Tahun 2019
Alivia Rizki Asuhan Keperawatan Ibu Hamil Hipertensi Gravidarum pada Ny. S dan NY. I dengan masalah keperawatan
Amandita ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh di ruang Teratai RSUD Dr. Haryoto Lumajang
Triana Arisdiani Tingkat Hiperemesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I Di Kabupaten Kendal
Andria Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Hiperemesis Gravidarum di Rumah Sakit Umum Daerah Rokan Hulu
Susilawati, dkk. Hubungan Gravida, Umur dan Pendidikan Ibu dengan Hiperemesis Gravidarum
Siti Rofi’ah, dkk. Studi Fenomenologi Kejadian Hiperemesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I
Miina Nurmi, etc. Recurrence patterns of hyperemesis gravidarum
BAB 2 PENDAHULUAN
INTRODUCTION : KEHAMILAN MERUPAKAN SUATU PROSES DARI KEHIDUPAN SEORANG WANITA. PROSES INI AKAN
MENYEBABKAN TERJADINYA PERUBAHAN FISIK, MENTAL DAN SOCIAL YANG DIPENGARUHI BEBERAPA FACTOR DIANTARANYA
ADALAH FACTOR FISIK, PSIKOLOGIS, LINGKUNGAN, SOCIAL, BUDAYA SERTA EKONOMI (ARGINIA, 2011). PADA MASA KEHAMILAN
DAPAT TERJADI BERBAHAI KOMPLIKASI ATAU MASALAH-MASALAH, SEPERTI HALNYA MUAL DAN MUNTAL ATAU HIPEREMESIS

JUSTIFICATION :
- MENURUT WHO TAHUN 2012, SEBANYAK 536.000 PEREMPUAN MENINGGAL AKIBAT PERSALINAN.
- HIPEREMESIS GRAVIDARUM MENCAPAI 12,5 % DARI JUMLAH SELURUH KEHAMILAN DI DUNIA (WHO, UNICEF, 2015).
- SEDANGKAN ANGKA KEJADIAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI INDONESIA ADALAH MULAI DARI 1-3% DARI SELURUH
KEHAMILAN)
- DI JAWA TENGAH TERDAPAT 56,60% IBU HAMIL DARI 121.000 DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM, DAN DI KABUPATEN
JEPARA TERDAPAT 50,21% IBU HAMIL YANG MENGALAMI HIPEREMESIS GRAVIDARUM DARI JUMLAH IBU HAMIL 26.231
(DEPKES RI, 2018).
- HIPEREMESIS GRAVIDARUM DAPAT DIALAMI MAYORITAS IBU HAMIL. MENURUT ANWAR, DOKTER RUMAH SAKIT BUNDA
JAKARTA SEKITAR 50-70% IBU HAMIL MENGALAMINYA DAN DIKATAKAN WAJAR JIKA DIALAMI PADA USIA KEHAMILAN 8-
12 MINGGU DAN SEMAKIN BERKURANG SECARA BERTAHAP HINGGA AKHIRNYA BERHENTI DI USIA KEHAMILAN 16
MINGGU. NAMUN TIDAK SEDIKIT IBU HAMIL YANG MASIH MENGALAMI MUALMUNTAH SAMPAI TRIMESTER KETIGA
KELUHAN MUAL-MUNTAH INI DIKATAKAN BERAT JIKA SELALU MUNTAH SETIAP MINUM ATAU MAKAN (FADLUN, 2013).
BAB 2 PENDAHULUAN
KRONOLOGI :
- PENYEBAB DARI HIPEREMESIS GRAVIDARUM BELUM DIKETAHUI SECARA PASTI. TIDAK ADA BUKTI BAHWA PENYAKIT INI
DISEBABKAN OLEH FAKTOR TOKSIK, JUGA TIDAK DITEMUKAN KELAINAN BIOKIMIA.PERUBAHAN-PERUBAHAN ANATOMIK
PADA OTAK, JANTUNG, HATI DAN SUSUNAN SARAF, DISEBABKAN OLEH KEKURANGAN VITAMIN SERTA ZAT-ZAT LAIN
AKIBAT INANISI (KHUMAIRA, 2012).

- MENURUT PRAWIROHARDJO (2010), HIPEREMESIS GRAVIDARUM DAPAT MENYEBABKAN KOMPLIKASI BAHKAN


KEMATIAN PADA IBU DAN JANIN JIKA TIDAK TERTANGANI DENGAN BAIK. MUAL DAN MUNTAH SECARA TERUS MENERUS,
MENGAKIBATKAN TURUNNYA BERAT BADAN HINGGA LEBIH DARI 5% BERAT SEBELUM HAMIL, DEHIDRASI DAN
KETIDAKSEIMBANGAN ELEKTROLIT DAPAT MENYEBABKAN KOMPLIKASI MATERNAL BAHKANDAPAT MENIMBULKAN
KEMATIAN. IBU YANG MENDERITA HIPEREMESIS GRAVIDARUM BERKEPANJANGAN DAPAT MENYEBABKAN PENURUNAN
BERAT BADAN YANG KRONIS AKAN MENINGKATKAN KEJADIAN GANGGUAN PERTUMBUHAN JANIN DALAM RAHIM ATAU
INTRA UTERINE GROWTH RETRADATION (IUGR).

SARAN :
• SEBAGAI PERAWAT, PERTOLONGAN KESEHATAN YANG DAPAT DIBERIKAN ADALAH MEMBERIKAN ASUHAN
KEPERAWATAN KEPADA KLIEN DENGAN CARA MEMBERIKAN REHIDRASI CAIRAN DAN PEMBERIAN OBAT ANTI MUAL
MUNTAH.
• PEMBERIAN MINUMAN JAHE HANGAT UNTUK MENGURANGI MUAL MUNTAH (INDRAYANI DKK, 2017). IBU HAMIL YANG
MENGALAMI HIPEREMESIS DERAJAT 2 DENGAN DIBERIKAN INTERVENSI INFUS SELANG SELING ANTARA RINGER
LAKTAT DAN D 5% DAN INJEKSI ONDANSETRON 4 MG/ 8 JAM, RANITIDIN 50 MG/ 12 JAM SERTA NEUROBION 5000 MG/ 24
JAM SECARA INTRA VENA. PASIEN YANG TIDAK DILAKUKAN RAWAT INAP DALAM MENGATASI KELUHAN MUAL
MUNTAHNYA DENGAN MENGGUNAKAN OBAT ORAL ANTI MUNTAH YANG BERBENTUK SYRUP.
BAB 3 PEMBAHASAN
BAB 3 PEMBAHASAN
• HIPEREMESIS GRAVIDARUM ADALAH MUAL DAN MUNTAH BERLEBIHAN YANG TERJADI KIRA-KIRA SAMPAI UMUR 20
MINGGU. KETIKA UMUR KEHAMILAN 14 MINGGU (TRIMESTER I), MUAL DAN MUNTAH YANG DIALAMI IBU BEGITU HEBAT.
SEMUA YANG DIAMAKAN DAN DIMINUM IBU BISA DIMUNTAHKAN SEHINGGA MEMPENGARUHI KEADAAN UMUM DAN
PEKERJAAN SEHARI-HARI IBU (RIZKI, A, 2018).

• MENURUT (SERRI, 2013) DALAM ALIVIA RIZKI R (2018) BEBERAPA FAKTOR YANG MENYEBABKAN TERJADINYA MUAL DAN
MUNTAH YAITU:

1. FAKTOR PREDISPOSISI YANG SERING DIKEMUKAN OLEH PRIMIGRAVIDA, MOLAHIDATIDOSA DAN KEHAMILAN GANDA.
FREKUENSI YANG TINGGI PADA MOLAHIDATIDOSA DAN KEHAMILAN GANDA MENIMBULKAN DUGAAN BAHWA FAKTOR
HORMON MEMEGANG PERANAN, KARENA PADA KEDUA KEADAAN TERSEBUT HORMONE KORIONIK GONADOTROPIN
DIBENTUK BERLEBIHAN.
2. MASUKNYA VILI KORIALIS DALAM SIRKULASI MATERNAL DAN PERUBAHAN METABOLIC AKIBAT HAMIL SERTA RESISTENSI
YANG MENURUN DARI PIHAK IBU.
3. ALERGI, SEBAGI SALAH SATU RESPON DARI JARINGAN IBU TERHADAP ANAK, YANG DISEBUT SEBAGAI SALAH SATU FAKTOR
ORGANIK.
4. FAKTOR PSIKOLOGIS MEMEGANG PERANAN PENTING PADA PENYAKIT INI WALAUPUN HUBUNGAN DENGAN TERJASINYA
HYPEREMESIS GRAVIDARUM BELUM DIKETAHUI PASTI.
LANJUTAN BAB 3

• BERDASARKAN PENELITIAN ANDRIA (2017), DIDAPATKAN HASIL 30 RESPONDEN YAITU BERPENGETAHUAN BAIK
SEBANYAK 4 ORANG (13,3%), BERPENGETAHUAN CUKUP SEBANYAK 11 ORANG (36,6%) DAN BERPENGETAHUAN KURANG
SEBANYAK 15 ORANG (50%). PENGETAHUAN MERUPAKAN HASIL “TAHU” DAN INI TERJADI SETELAH ORANG MELAKUKAN
PENGINDRAAN TERHADAP SUATU OBJEK TERTENTU. PENGINDRAAN TERJADI MELALUI PANCA INDRA MANUSIA, YAKNI :
INDRA PENGLIHATAN, PENDENGARAN, PENCIUMAN,RASA DAN RABA. SEBAGIAN BESAR PENGETAHUAN MANUSIA
DIPEROLEH MELALUI MATA DAN TELINGA (NOVITA,2011).

• DARI HASIL PENELITIAN TENTANG PENGETAHUAN RESPONDEN TENTANG PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG
HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI RSUD ROKAN HULU MAYORITAS BERPENGETAHUAN KURANG. DAPAT DIPENGARUHI
OLEH BEBERAPA FAKTOR YAITU FAKTOR PENDIDIKAN DIMANA PENDIDIKAN AKAN MEMPENGARUHI PROSES
PERTUMBUHAN, DAN PERKEMBANGAN SESEORANG TERHADAP INFORMASI YANG DITERIMANYA. OLEH KARENA ITU
SEMAKIN TINGGINYA PENDIDIKAN SESEORANG MAKA SEMAKIN BAIK PULA PENGETAHUANNYA DARI HASIL PENELITIAN
BERDASARKAN PENDIDIKAN RESPONDEN MAYORITAS PENDIDIKANYA RENDAH YAITU 17 ORANG (56,7%) DENGAN
DEMIKIAN PENGETAHUAN RESPONDEN TENTANG HIPEREMESIS GRAVIDARUM KURANG DAPAT DISEBABKAN OLEH
RENDAHNYA PENDIDIKAN RESPONDEN SEHINGGA PENGETAHUANNYA MENJADI KURANG.
LANJUTAN BAB 3
• SELAIN PENDIDIKAN, USIA JUGA DAPAT MEMPERNGARUHI PENGETAHUAN SESEORANG. BERDASARKAN JURNAL
KEBIDANAN MALAKBI, TRIANA DKK (2020), DIDAPATKAN SEBAGIAN BESAR RESPONDEN MEMPUNYAI UMUR DALAM
KATEGORI RESIKO RENDAH (20 – 35 TAHUN) YAITU SEBANYAK 51 (94,4%) RESPONDEN, SEDANGKAN UNTUK KATEGORI
RESIKO TINGGI (35 TAHUN) YAITU SEBANYAK 3 (5,6%) RESPONDEN. USIA SEORANG WANITA PADA SAAT HAMIL
SEBAIKNYA TIDAK TERLALU MUDA DAN TIDAK TERLALU TUA. UMUR YANG KURANG DARI 20 TAHUN ATAU LEBIH DARI
35 TAHUN, BERISIKO TINGGI UNTUK MELAHIRKAN. KESIAPAN SEORANG PEREMPUAN UNTUK HAMIL HARUS SIAP FISIK,
EMOSI, PSIKOLOGI, SOSIAL DAN EKONOMI (ASRINAH, 2017).

• SUSILAWATI, DKK ( 2017) PADA IBU PRIMIGRAVIDA FAKTOR PSIKOLOGIK MEMEGANG PERANAN PENTING PADA PENYAKIT
INI, TAKUT TERHADAP KEHAMILAN DAN PERSALINAN, TAKUT TERHADAP TANGGUNG JAWAB SEBAGAI SEORANG IBU
DAPAT MENYEBABKAN KONFLIK MENTAL YANG DAPAT MEMPERBERAT MUAL DAN MUNTAH SEBAGAI EKSPRESI TIDAK
SADAR TERHADAP KEENGGANAN MENJADI HAMIL ATAU SEBAGAI PELARIAN KESUKARAN HIDUP.

• BERDASARKAN HASIL PENELITIAN MIINA NURM, ETC (2018), HYPEREMESIS GRAVIDARUM LEBIH BANYAK TERJADI PADA
IBU YANG MENGANDUNG BAYI PEREMPUAN. HAL INI TERJADI AKIBAT JANIN PEREMPUAN MEMPRODUKSI LEBIH BANYAK
HCG DIBANDINGKAN JANIN LAKI-LAKI. MENURUT ROFIAH, DKK (2019), SELAIN FAKTOR HORMON DAN BEBAN
PSIKOLOGIK, IBU HAMIL JUGA MENYEBUTKAN BAHWA HIPEREMESIS GRAVIDARUM DISEBABKAN KARENA FAKTOR
ASUPAN NUTRISI.
BAB 4 KESIMPULAN

1. Penyebab hipemersis gravidarum masih belum pasti, tetapi berdasrkan 10 jurnal penelitian tersebut kemungkinan
penyebabnya itu, faktor predisposisi yang meliputi pengetahuan yang dipengaruhi oleh usia dan Pendidikan,
faktor hormone dan psikologis ibu, kepercayaan yang dianut ibu (mitos), asupan/intake nutrisi ibu, jumlah paritas
serta tingginya kadar HCG dalam tubuh ibu yang kemungkinan disebabkan oleh janin yang dikandung berjenis
kelamin perempuan.

2. Sebagai tenaga Kesehatan, khususnya perawat, bisa bersinergi dengan tenaga Kesehatan lainnya misalnya bidan
desa memberikan penyuluhan secara berkala kepada ibu hamil tentang kehamilan dan cara mengatasi
permasalahan kehamilan. Selain itu, komunikasi yang intens dengan ibu hamil akan membuat psikologi ibu hamil
merasa nyaman dan bisa mengurangi hyperemesis gravidanum tersebut.