TRAUMA
MUSKULOSKELETAL
Kelompok 3
Yuniar
Miliani
Kasmira
Riskawati
St. Aisiyah Zal Zabila
Cristian Ardiansya
Riskayanti
Trauma muskuloskeletal
• Sering terjadi,
jarang
mengancam jiwa
• Bisa merupakan
bagian dari multi
trauma
• Ingat ABC
Mekanisme cedera
• Penting ditanyakan
• Petunjuk akan cedera yang mungkin
diderita pasien
• Kesesuaian cerita dengan berat
ringannya cedera
• Terdapat gaya yang cukup untuk
menyebabkan kerusakan tulang atau
jaringan lunak fraktur atau dislokasi
– Orang tua/osteoporosis
– Ca metastase
Mekanisme cedera
• Jatuh
• KLL
• Trauma olahraga
• Perkelahian
• Luka tusuk
• Luka tembak
• dll
Mekanisme cedera
Mekanisme cedera
MACAM MACAM MEKANISME
CEDERA
• Direct injury
• Indirect injury
• Twisting injury
• Powerfull muscle contraction
• Fatique fracture
• Pathologie fracture
Trauma muskuloskeletal
• Trauma tumpul atau tembus
• Dapat mengenai tulang, sendi,
tendon, otot, ligamen, saraf dan
pembuluh darah
• Dapat disertai kehilangan darah
yang cukup besar
• Dapat disertai lesi neurovaskuler,
lesi sistim urogenital
Perdarahan pada trauma
muskuloskeletal
• Fraktur femur : 1,5 liter darah
• Fraktur tibia/humerus : 750 cc
• Fraktur pelvis : tergantung tipe
fraktur dan stabilitas
• Trauma multiple syok hipovolemik
Perdarahan pada trauma
muskuloskeletal
Mekanisme fisiologis tubuh :
• Mengaktifkan sistim pembekuan
darah untuk mengurangi perdarahan
• Memperbaiki integritas membran sell
dan kapiler untuk meningkatkan
reabsorbsi cairan
• Meningkatkan aliran darah kolateral
untuk merangsang penyembuhan
Lesi neuro-vaskuler
• Pembuluh darah dapat robek atau
tertekan karena fraktur/dislokasi
aliran darah terhambat gangguan
oksigenasi jaringan iskemia dan
kematian sel
• Saraf dapat putus atau tertekan
konduksi saraf terhambat
gangguan motoris dan sensoris
distal dari lesi
Fraktur
Terputusnya kontinuitas korteks tulang
menjadi dua bagian atau lebih
sehingga menimbukan gerakan yang
abnormal disertai krepitasi dan nyeri.
Jenis jenis fraktur
• Fraktur tertutup
kedaan patah tulang tanpa disertai hilangnya
intergritas kulit. Fraktur tertutup dapat menjadi
salah satu pencetus terjadinya pendarahan
internal kekompartemen jaringan dan dapat
menyebabkan kehilangan darah sekitar 500 cc
tiap fraktur.
• Fraktur terbuka
keadaan patah tulang yang disertai Gangguan
intergritas kulit. Hal ini biasanya disebabkan oleh
ujung tulang yang menembus kulit atau akibat
literasi kulit yang tekena benda-benda dari luar
pada saat cedera.
Fraktur
Gambaran klinis:
Gejala yang palimg umum pada fkatrur
adalah rasa nyeri dan terlokalisir pada
bagian fraktur. Biasaya pasien
mengatakan ada yang menggigitnya atau
merasakan ada tulang yang patah.
Penatalaksanaan
fraktur
• Stabilkan jalan napas
• Kontrol pendarahan
• Tutup sucking chest wound (luka terbuka
pada dada)
• Resusitasi cairan
• Jika ada fraktur terbuka lakukan
pembidaian.
Dislokasi
Keluarnya pangkal tulang dari
permukaan articular, kadang-kadang
disertai dengan robeknya ligament yang
seharusnya menahan pangkal tulang
agar tetap berada pada tempatnya.
Persendian yang biasanya terkenal
adalah bahu, siku, panggul dan
pergelangan.
Gambaran klinis
dislokasi
• Nyeri
• Deformitas
• Paralisis
• Hilangnya pulsasi (jika ditekan
nervus dan pembuluh darah)
Cedera sendi
• Sendi dapat dislokasi bila gaya yang
bekerja melebihi ROM normal
• Dislokasi dapat disertai lesi
neurovaskuler atau fraktur
• Keterlambatan reposisi panggul
Avascular necrosis & kecacatan
• Dislokasi lutut : reposisi segera
• Angiografi : bila ada lesi vaskuler
Cedera sendi
Gambaran klinis :
• Nyeri
• Deformitas sendi
• Oedema
• Keterbatasan gerak sendi
• Gangguan neurovaskuler
Sprain
• Injuri dimana sebagian ligament robek
• Sebab: secara mendadak dimana bergerak
meliebihi batas normal
• Organ yang sering terkena: lutut dan
pergelangan kaki
• Nyeri. Bengkak, kebiruan pada daerah injuri
Tanda dan gejala sprain
• Sama dengankeram tetapi lebih parah
• Edema, pendarahan dan perubahan
yang lebih nyata
• Ketidakmampuan untuk
menggunakan sendi, otot, dan tendon.
• Tidak dapat menyangga beban, nyeri
lebih hebat dan konstan.
Penatalaksanaan
• Pembedahan
• Kemoterapi
• Elektromekanis
Strain
Tarikan otot akibat penggunaan
berlebihan, peregangan berlebihan,
atau stress yang berlebihan. Strain
adalah robekan mikroskpik tidak
komplet dengan pendarahan ke dalam
jaringan.
Strain
Gambaran klinis:
•Nyeri
•Spasme otot
•Keterbatasan lingkup gerak sendi
•Strain kronis adlah cedera yang terjadi
secara berkala oleh karena penggunaan
berlebihan atau tekanan berulang-ukang,
menghasilkan tendodinitis (peradangan
pada tendon).
Penatalaksanaan
• Istirahat akan mencegah cedera dan
mempercepat penyembuhan
• Meninggian bagian yang sakit agar
mengontrol pembengkakan.
• Pemberian kompres dingin
• Klemahan biasanya berakhir sekitar 24-
72 jam sedangkan mati rasa mengihilang
dalam 1 jam. Pendarahan biasanya
berlangsung 30 menit atau lebih.
Kontusin
Kontusin adalah cedera jaringan
lunak, akibat kekerasan tumpul
misalnya pukulan, tendangan, atau
jatuh
Gambaran klinis
• Pendarahan pada derah injury
Karen ruptur pembuluh darah kecil,
juga behubungan dengan fraktur
• Nyeri, bengkak dan perubahan
warna
• hiperkalemia
Penatalaksanaan
• Mengurangi atau menhilangkan rasa tidak nyaman
• Tinggikan daerah injury selama 24 jam pertama
(20-30 menit setiap pemberian) untuk
vasokontriksi, menurunkan edema, dan
menurunkan rasa tidak nyaman
• Berikan kompres hangat selama 24 pertaman di
sekitar daerah injury
• Lakukan pembalutan untuk mengontrol
pendarahan dan begkak
• Kaji status neurovaskuler pada daerah ekstermitas
setia 4 jam bila ada indikasi
Cedera jaringan lunak
• Terganggunya integritas kulit tempat
masuknya mikro organisme
• Macam kerusakan jar.lunak :
– Abrasi
– Avulsi
– Degloving
– Kontusi
– Laserasi
– Puncture
Asuhan keperawatan pada
klien trauma muskuloskeletal
Pengkajian:
• Identitas klien
• Keluhan utama
• Riwayat kesehatan
• Riwayat penyakit sekarang
• Riwayat penyakit dahulu
• Riwayat penyakit keluarga
• Pemeriksaan fisik
• Pemeriksaan penunjang
Diagnosa Keperawatan
1. Nyeri akut berhubungan denganperegangan
atau kekoyakan otot, ligament atau tendon
2. Ganguan mobilotas fisik berhubungan
dengan nyeri
3. Defisit perawatan diri berhubungan dengan
ketidakmampuan dalam melaksanakan
aktivitas
4. Kurang pengetahuan berhubungan dengan
kurangnya informasi mengenai penyakit da
program pengobatan.
?
INGAT !!!
Proteksi diri dalam pemeriksaan atau
pelaksanaan tindakan :
• Pemeriksa tidak tahu riwayat penyakit
pasien ??
• Pasien tidak tahu ??
• Proteksi dengan :
– Sarung tangan
– Masker
– Kaca mata
– Penutup kaki, dll