FUNGSI NEUROENDOKRIN
Majestika Septikasari, S.ST
Disampaikan Pada Kuliah Fisiologi
D3 Kebidanan
Stikes Al-irsyad Cilacap
KELENJAR TUBUH
Eksokrin Melepaskan sekresinya ke dalam
duktus pada permukaan tubuh
Melepaskan sekresinya langsung
Endokrin ke dalam darah
SISTEM ENDOKRIN
Hormon Kelenjar
Endokrin
Sekelompok susunan sel yang
ST. Endokrin mempunyai susunan mikroskopis sangat
sederhana disokong oleh jaringan ikat
halus yang banyak mengandung
pembuluh kapiler
Mengkordinasi,
mengatur &
menyesuaikan
fisiologi internal
FUNGSI SISTEM ENDOKRIN
Membedakan sistem saraf
dan sistem reproduktif pd
janin yang sedang berkembang
Menstimulasi urutan
perkembangan
Mengkoordinasi sistem
reproduktif
Memelihara lingkungan
internal optimal
HORMON
Hormon yaitu penghantar (transmitter) kimiawi yang
dilepas dari sel-sel khusus ke dalam aliran darah
Sel-sel target (responsive cells)
Tempat terjadinya efek hormon.
STRUKTUR DASAR HORMON SECARA KIMIAWI
Derivat asam amino dikeluarkan oleh sel kelenjar
buntu yang berasal dari jaringan nervus medulla
supra renal dan neurohipofise, contoh epinefrin dan
norepinefrin
Steroid dibuat oleh kelenjar buntu yang berasal dari
mesotelium, contoh hormon testis, ovarium dan
korteks suprarenal.
PENGATURAN SEKRESI
HORMON
Umpan balik
Sekresi hormon
KELENJAR PADA SISTEM ENDOKRIN
St.
Endokrin
Timus
Pineal Hipofisis
Testis Tiroid
Paratiroi
Ovarium d
Pangkre
Adrenal
as
PERAN HIPOTALAMUS
Aktifitas
Endokrin Hipofise
Hipotalamus anterior
Neuron
St Saraf
Hipofise Realising Hormon
posterior
Inhibiting
Kelenjar ini terletak pada dasar otak besar dan
menghasilkan bermacam- macam hormon yang mengatur
kegiatan kelenjar lainnya = master gland
Hipofisis
anterior
Hipofisis
posterior
HIPOFISIS ANTERIOR
Lobus anterior bagian terbesar dari
hipofise. Lobus anterior ini juga
disebut adenohipofise.
Hormon yang dihasilkan
1. Hormon pertumbuhan (GH)
2. Tyroid stimulating hormone
(TSH)
3. Hormon adrenokortikotropik
(ACTH)
4. Prolaktin
5. Follicle stimulating hormone
(FSH)
6. Luteinizing hormone (LH)
HORMON PERTUMBUHAN (GH)
Fungsi :
1. Meningkatkan kecepatan mitosis
2. Meningkatkan transpor asam amino ke dalam sel
3. Meningkatkan kecepatan sintesis protein
4. Meningkatkan produksi lemak untuk produksi energi
Pengaturan sekresi
• GHRH (hipotalamus) merangsang sekresi
• GHIH (hipotalamus) menghambat sekresi
Hiposekresi dwarfisme hipofisis
Hipersekresi giantisme, akromegali
TYROID STIMULATING HORMONE (TSH)
Fungsi :
Meningkatkan sekresi tiroksin dan T3 oleh kelenjar tiroid
Pengaturan sekresi
TRH (hipatalamus)
HORMON ADRENOKORTIKOTROPIK (ACTH)
Fungsi:
Meningkatkan sekresi kortisol oleh korteks adrenal
Pengaturan sekresi
CRH (hipotalamus)
PROLAKTIN
Fungsi:
Merangsang produksi air susu oleh kelenjar mamae
Pengaturan sekresi
• PRH (hipotalamus) merangsang sekresi
• PIH (hipotalamus) menghambat sekresi
FOLLICLE STIMULATING HORMONE (FSH)
Fungsi:
Pada wanita
1. Memicu pertunbuhan ovum folikel ovarium
2. Meningkatkan sekresi estrogen oleh sel folikel
Pada pria
3. Memicu produksi sperma di testis
Pengaturan sekresi
GnRH (hipotalamus) merangsang sekresi
Inhibin (ovarium atau testis) menghambat sekresi
LUTEINIZING HORMONE (LH)
Fungsi:
Pada wanita
1. Menyebabkan ovulasi
2. Menyebabkan pecahnya follicel ovarium korpus
luteum
3. Meningkatkan sekresi progesteron oleh korpus
Pada pria
Menigkatakn sekresi testosteron oleh sel interstisial di testis
Pengaturan sekresi
GnRH (hipotalamus)
HIPOFISIS POSTERIOR
•Lobus posterior, merupakan 1/3
bagian hipofise dan terdiri dari
jaringan saraf sehingga disebut juga
neurohipofise.
•Hipofise stalk adalah struktur yang
menghubungkan lobus posterior
hipofise dengan hipotalamus. Struktur
ini merupakan jaringan saraf.
• hormon yang dihasilakan
1. Oksitosin
2. Hormon antideuretik (ADH)
OKSITOSIN
Fungsi:
1. Meningkatkan kontraksi miometrium uterus (inpartu)
Impuls saraf dari hipotalamus, hasil regangan serviks,
simulasi putting susu
2. Meningkatkan pelepasan air susu ibu dari kelenjar
mamae sekresi plasenta di akhir kehamilan (stimulus
belum diketahui)
KELENJAR TIROID
Terletak di depan dan samping trakea tepat di bawah
Laring
Hormon ynag dihasilkan:
1. Tiroksin
Folikel tiroid
2. Triindotironin
3. Kasitonin sel parafolikular
TIROKSIN & TRIINDOTIRONIN
Fungsi:
1. Meningkatkan produksi energi dari semua jenis makanan
2. Meningkatkan sintesis protein
3. Perkembangan fisik, mental dan seksual
Pengaturan sekresi TSH (hipofisa anterior)
Abnormalitas sekresi
hipotiroidisme maksedema/kretinisme
Hipertiroidisme goiter eksoftalmik
Gondok
KASITONIN
Fungsi:
1. Menurunkan reabsorpsi kalsium dan fosfat dari tulang ke
darah
2. Menurunkan kadar kalsium darah
Stimulus hiperkalsinema
KELENJAR PARATIROID
Ada empat masing-masing dua buah di bagian
posterior tiap lobus kelenjar tiroid
Hipokalsemia merangsang sekresi
hormon paratiroid
(HPT)
Hiperkalsemia menghambat sekresi
1. Meningkatkan reabsorpsi kasium dan fosfat dari tulang ke
darah
2. Meningkatkan absorpsi kalsium dan fosfat oleh usus halus
3. Meningkatkan reaabsorpsi kalsium dan eksresi fosfat oleh
ginjal aktivasi vit D
KELENJAR ADRENAL
Dua massa triangular pipih berwarna
kuning yang tertanam pada jaringan
adiposa berada di kutub atas ginjal.
Kortek Medula
Norepinefrin Epinefrin Aldosteron Kortisol
NOREPINEFRIN & EPINEFRIN
Fungsi:
1. Vesokontraksi kulit, visera & otot skelet
2. Meningkatkan frekuensi jantung &
kekuatan kontraksi jantung
3. Mendilatasi bronkiolus
Impuls
4. Menurunkan peristaltis
simpatis dari
5. Meningkatkan produksi glukosa dari hipotalamus
glikogen di hati stress
6. Vasodilatasi otot skelet
7. Meningkatkan pemakaian lemak untuk
energi
8. Meningkatkan laju respirasi sel
ALDOSTERON
Fungsi :
1. Meningkatkan reabsorpsi ion Na+ oleh ginjal di dalam
darah
2. Meningkatkan ekskresi ion K+ oleh ginjal di dalam urin
Pengaturan sekresi
Kadar Na+ dalam darah rendah
Volume/tekanan darah rendah
Kadar K+ dalam darah tinggi
ACTH (hipofisis anterior) selama stress fisiologis
KORTISOL
Fungsi:
1. Meningkatkan penggunaan lemak dan kelebihan asam
amino sebagai sumber energi
2. Menurunkan penggunaan glukosa untuk energi (kecuali
otak)
3. Meningkatkan perubahan glukosa menjadi glikogen di
dalam hati
4. Antiinflamamotorik menstabilkan lisosom dan
menghambat efek histamin
Pengaturan sekresi sama dengan hormon aldosteron
KELENJAR PANGKREAS
Alfa Glukagon
Menghubungkan lengkung
duodenum dan limpa
langerhans
Beta Insulin
GLUKAGON
Fungsi:
1. Meningkatkan pengubahan glikogen menjadi
glukosa dalam hati
2. Meningkatkan penggunaan asam amino yang
berlebihan dan lemak sebagai sumber energi
Pengaturan sekresi
Hipoglikema
INSULIN
Fungsi :
1. Meningkatkan transpor glukosa kedalam sel dan
penggunaannya untuk produksi energi
2. Meningkatkan pengubahan glukosa yang berlebihan
menjadi glikogen di hati dan otot
3. Meningkatkan transpor asam amino dan asam lemak ke
dalam sel dan penggunaanya dalam reaksi sintesis
Pengaturan sekresi
hiperglikemia
OVARIUM
Terletak di rongga pelvis di sebelah kanan dan kiri uterus
Folikel
Estrogen ovarium
Progesteron
Korpus
luteum
Inhibin
FUNGSI ESTROGEN & PROGESTERON
Estrogen menimbulkan dan mempertahankan tanda-
tanda kelamin sekunder pada wanita.
stimulus FSH
Progesteron menyiapkan dinding uterus agar dapat
menerima telur yang sudah dibuahi.
stimulus LH
Plasenta membentuk estrogen dan progesteron selama
kehamilan guna mencegah pembentukan FSH dan LH.
Dengan demikian, kedua hormon ini dapat
mempertahankan kehamilan.
Inhibin menghambat sekresi FSH
TESTIS
Berada di dalam skrotum diantara paha bagian atas
Testosteron Inhibin
Sel interstisial Sel subtentakular
TESTOSTERON
Fungsi :
1. Membantu pematangan sperma
2. Merangsang pertumbuhan kelamin sekunder
3. Membantu penutupan epifis pada tulang panjang
Stimulus
LH (hipofise anterior)
INHIBIN
Fungsi:
Menghambat sekresi FSH menjaga kecepatan
produksi sperma tetap stabil
Stimulus
Kenaikan kadar testosteron
KELENJAR PINEAL
Terbentuk dari jaringan syaraf dan terletak
di langit-langit ventrikel ke-3 otak
Hormon yang dihasilkan melatonin
Fungsi :
1. Inhibisi terhadap pelepasan
gonadotropin
2. Menghambat produksi melamin
oleh melanosit kulit
Pengaturan intensitas & durasi cahaya
lingkungan
KELENJAR TIMUS
Terletak dibagian posterior toraks
terhadap sternum dan melapisi bagian
atas jantung
Hormon ynag dihasilakan timosin
fungsi mengendalikan perkembangan
st. imun