Anda di halaman 1dari 3

HORMON OKSITOSIN

OLEH:

DEWI SARTIKA
DWI SYAPUTRI YANTI
RAMADHANY AYUDYA
Dosen Pembimbing

dr. Linda

POLTEKKES KEMENKES RI PADANG


2013/2014

A. Pengertian
Oksitosin

adalah

suatu

hormon

yang

diproduksi

di

hipotalamus dan diangkut lewat aliran aksoplasmik ke hipofisis


posterior yang jika mendapatkan stimulasi yang tepat hormon ini
akan dilepas kedalam darah.

B. Target Organ
Uterus (berkontraksi dan mencetuskan persalinan)
Kelenjar mammae (payudara) merangsang kontraksi dari
otot-otot polos disekitar duktus mammary

C. Dampak Fisiologis

Percepatan proses persalinan dengan merangsang kontraksi


otot-otot

polos

oksitosin

adalah

uterus. Peranan fisiologis lain dari hormon


meningkatkan

ejeksi

ASI

dan

kelenjar

mammae. Pada kelenjar mammae fungsi fisiologik lain yang


dimiliki oleh hormon ini adalah merangsang kontarksi sel
mioepitel yang mengelilingi mammae, fungsi fisiologik ini
meningkatkan gerakan ASI ke dalam duktus alveolaris.

D. Akibat hiposeksresi oksitosin


Dwarfisme
Ciri-ciri: Penderita tampak bertubuh pendek tapi tetap
memiliki proporsi tubuh yang normal

E. Akibat hipersekresi Oksitosin


Gigantisme
Ciri-ciri: Terjadi

pertumbuhan

berlebih

bahkan

dapat

mencapai 8 kaki.
Akromegali
Ciri-ciri: mengalami pembesaran tulang rahang dan wajah.
Kulit bertambah tebal, di ikuti gangguan akibat penekanan
saraf oleh massa tulang yang bertambah.

F. Umpan balik Oksitosin


Meregangkan otot di leher rahim saraf di leher rahim
mengirimkan pesan ke hipofisis ( pesan ini membuat oksitosin rilis
pituitari lebih) otot-otot rahim berkontraksi peregangan di leher

rahim

pituitari

memproduksi

oksitosin

meningkat sampai kontraksi rahim bayi keluar.

tingkat

okstosin