LOGO
PERTEMUAN 9
CAPACITY REQUIREMENT
PLANNING (CRP)/
PERENCANAAN KEBUTUHAN
KAPASITAS
LOGO
Peramalan
Strategic
planning Perencanaan
Agregat Capacity Planning
Rough Cut
Capacity
planning
Jadwal Produksi Induk
Tactical
Planning
(RCCP)
Capacity
Perencanaan Requirement
Material Planning
(CRP)
Execution
planning
Order Jadwal Penjadwalan
Pembelian Produksi Ulang
Out-
sourcing
Pengendalian Aktivitas Produksi di
Lantai Pabrik
LOGO
Tingkat Perencanaan
Tingkatan perencanaan biasanya ada tiga, yaitu:
1. Perencanaan Sumber Daya.
Perencanaan ini meliputi perencanaan sumber daya
jangka panjang dan secara langsung berhubungan
dengan perencanaan produksi.
Secara tipikal, perencanaan ini untuk prioritas
kebutuhan bulanan, kuartalan, atau tahunan.
Perencanaan jenis ini menyangkut perubahan
karyawan, peralatan, desain produk, atau fasilitas
lain yang memerlukan waktu lama baik untuk
memperolehnya atau untuk menghilangkannya.
LOGO
2. Perencanaan Kasar (Rough Cut Capacity Planning)
Perencanaan kasar merupakan perencanaan kapasitas yang
bersumber dari penjadwalan produksi induk (master
production schedule = MPS). Tujuan dari perencanaan ini
ialah mencek kelayakan dari MPS, dan secara dini
memberikan peringatan mengenai kemungkinan
ketidaklancaran, memastikan tersedianya sumber daya, dan
memberitahukan pemasok mengenai kebutuhan kapasitas.
3. Perencanaan Kebutuhan Kapasitas (Capacity Requirement
Planning)
Perencanaan Kebutuhan Kapasitas (CRP) ini berhubungan
langsung dengan perencanaan kebutuhan material (MRP).
Oleh karena itu, perencanaan ini, sebagai mana juga MRP,
menyangkut hal-hal yang sangat terinci.
LOGO
Pengertian CRP
Perencanaan Kebutuhan Kapasitas atau CRP, adalah
perencanaan pada tingkat MRP dan untuk jangka pendek.
Perintah rencana pembelian dan atau pembuatan barang
dalam MRP dikonversikan dalam kebutuhan waktu yang
diperlukan untuk setiap pusat kerja dan setiap periode waktu.
Hal ini perlu memperhitungkan waktu pemesanan untuk
operasi dan memperhitungkan pula operasi yang sudah atau
sedang berlangsung di pusat-pusat kerja.
Dalam mempertimbangkan perintah pembuatan produk, perlu
dimasukkan pekerjaan yang sudah dikerjakan dalam perintah
pembuatan barang (perintah kerja) yang lain.
Oleh karena itu, CRP menyangkut perhitungan yang sangat
terinci, lengkap, dan akurat mengenai teknik perhitungan
kapasitas.
LOGO
Kapasitas
Apa yang dimaksud dengan pengertian ’kapasitas’ ?
Kapasitas adalah kemampuan pekerjaan yang dapat
dilakukan dalam suatu periode waktu tertentu.
Menurut APICS (Association of Purchasing and Inventory
Control Society), kapasitas adalah ‘capacity is the capability
of a worker, machine, work center, plan, or organization to
produce output per period of time’.
Jadi kapasitas adalah kecepatan mengerjakan sesuatu,
bukan jumlah pekerjaan yang diselesaikan.
LOGO
Dua jenis pengertian kapasitas dianggap penting, yaitu:
Kapasitas tersedia adalah kapasitas dari suatu sistem
yang ada untuk memproduksi suatu jumlah keluaran dalam
suatu waktu tertentu.
Kapasitas dibutuhkan adalah kapasitas dari suatu sistem
yang dibutuhkan untuk memproduksi suatu jumlah
keluaran dalam suatu waktu tertentu.
Istilah ketiga yang sangat erat hubungannya dengan
kapasitas dibutuhkan adalah muatan (load). Ini adalah jumlah
pekerjaan yang ditugaskan atau dibebankan pada suatu
fasilitas untuk diselesaikan dalam suatu waktu tertentu.
LOGO
Gambaran Kapasitas
LOGO
Jenis Kapasitas
3 jenis kapasitas dipandang dari sudut cara perhitungan, yaitu :
1. Kapasitas teoritis, adalah maksimum waktu, atau kapasitas
yang mungkin disediakan, dengan mempekerjakan semua
orang dan atau mesin selama jam-jam waktu yang tersedia,
setiap hari dalam minggu, tanpa istirahat baik orang maupun
mesin.
2. Kapasitas aktual/demonstrated capacity, adalah ukuran
pekerjaan yang nyata-nyata terbukti telah dilakukan oleh
pusat pembuatan produk tersebut di masa lalu. Ini biasanya
dilakukan dengan pengukuran keluaran rata-rata dari pusat
pembuat produk bersangkutan selama masa operasi normal.
Pengukuran ini mungkin menyesatkan, karena tidak
memperhitungkan kerusakan mesin, kekurangan pesanan,
kelambatan kedatangan komponen barang, dan sebagainya.
LOGO
3. Kapasitas Kalkulatis/ Calculated Capacity
Kapasitas jenis ini adalah kapasitas yang paling banyak
digunakan dalam perhitungan CRP maupun perhitungan lain.
Kapasitas kalkulatis, terdiri dari tiga faktor, yaitu tersedianya
waktu kerja, utilisasi, dan efisiensi.
Jadi berdasarkan penjelasan tersebut, maka rumus
perhitungan kapasitas kalkulatis tersebut dapat disusun
sebagai berikut.
Kapasitas Kalkulatis = Tersedianya waktu kerja x Utilisasi x
Efisiensi per periode waktu
Sedangkan Tersedianya Waktu Kerja untuk suatu periode
waktu tertentu dapat dihitung seperti berikut:
LOGO
LOGO
Efisiensi dan Utilisasi
Utilisasi dapat berarti untuk pekerja dan untuk mesin atau
perlengkapan atau keduanya, yang menunjukkan rasio
antara jumlah jam kerja penggunaan sesungguhnya dan
jumlah jam yang tersedia, jadi :
Efisiensi adalah ukuran dari produktivitas dari pekerja, pusat
kerja, departemen, pabrik, ukuran ini dihitung sebagai rasio
dari jumlah jam standar diproduksi dan jumlah jam kerja, atau
:
LOGO
Istilah lain
Available Work Time (or Productive or Scheduled Capacity)
adalah jumlah jam kerja yang dijadwalkan, atau tersedia,
pada stasiun selama periode tertentu.
Output adalah jumlah pekerjaan yang dapat dihasilkan.
Output biasanya dinyatakan dalam satuan jam kerja atau
unit produksi.
Backlog (or Queue) adalah jumlah pekerjaan yang
menunggu untuk dikerjakan.
Load adalah jumlah pekerjaan yang dijadwalkan dalam
periode waktu tertentu.
LOGO
Klasifikasi Load (muatan)
Load dapat diklasifikasikan ke dalam tipe berikut:
Planned, terdiri dari seluruh scheduled receipts dan planned order
releases yang dihasilkan dari proses MRP. Tipe load seperti ini
biasanya diketahui duluan dan kapasitas yang dibutuhkan dapat
dipersiapkan jauh sebelum waktunya.
1. Scheduled receipts (released load), antara lain pesanan
yang diberikan oleh perencana MRP. Didalam sistem MRP ini
diketahui sebagai scheduled receipts. Sementara di lantai
produksi dikenal dengan shop order.
2. Planned Order Releases (unreleased load), adalah pesanan
dalam sistem MRP untuk tujuan perencanaan persediaan saja,
hal ini tidak muncul di lantai produksi.
Unplanned, termasuk didalamnya adalah seluruh load yang tidak
dihasilkan dari MRP. Contohnya emergencies, permintaan teknis
(engineering requests), personal work, dan berbagai situasi
lainnya. Unplanned load sebaiknya diminimasi.
LOGO
Identifikasi Load
Untuk mendapatkan gambaran utuh tentang kebutuhan
kapasitas maka baik planned atau unplanned load
harus dapat diidentifikasi sebaik mungkin.
Atas dasar itulah, maka begitu ada unplanned load
diketahui masuk ke dalam sistem, maka dengan segera
harus dipertimbangkan dalam sistem MRP dan CRP.
LOGO
Input & Output CRP
Routing Data
Scheduled
Receipts
Status Capacity
Capacity
Requirement
Requirement
Planning
Planned Planning
Reports
Orders
Work Center
Data
LOGO
Work-Center Data
kapasitas dalam CRP adalah kapasitas dari pusat kerja (work center).
Pusat kerja (work center) adalah suatu rangkaian kesatuan yang terdiri dari satu atau dua
perlengkapan (mesin) dan sejumlah pekerja, yang dapat dianggap sebagai satu unit
satuan kerja untuk kepentingan perhitungan perencanaan kapasitas.
Pusat pembuatan barang ini tidak harus ada mesinnya, tetapi dapat juga berbentuk
tempat tertentu untuk perakitan misalnya.
Sebuah pusat kerja (work center) memiliki berbagai informasi. Informasi utama yang
secara langsung bersinggungan dengan manajemen kapasitas adalah:
o Identification & Description
o Number of machines or work stations
o Number of workdays per period
o Number of shift per workday
o Number of hours per shift
o Utilization factor
o Efficiency factor
o Average queue time
o Average wait & move times
LOGO Scheduled Receipt & Planned Order Releases (Load
Data)
Merupakan sumber utama data load untuk CRP
Sumber lain harus diubah menjadi salah satu tipe (SR
atau PoRel) untuk dapat dilibatkan dalam perhitungan
CRP.
CRP menggunakan data berikut untuk menentukan
beban (load):
o Jumlah order / order quantity
o Order due date
o Waktu selesainya operasi
o Jumlah operasi tersisa
o Tanggal planned order release
LOGO
Data Routing
Routing adalah urutan proses/operasi dari suatu
job/pekerjaan.
Routing merupakan alur yang dilalui job/pekerjaan dari work
center satu ke work center lainnya.
Pada prinsipnya setiap komponen dalam suatu produk
manufaktur memiliki routing masing-masing yang terdiri dari
beberapa operasi.
Untuk kebutuhan CRP informasi yang dibutuhkan dari data
routing adalah:
o Nomor operasi, nama operasi, work center yang
direncanakan, alternatif work center, waktu standar setup,
waktu standar proses per unit, dan kebutuhan alat di
setiap stasiun kerja.
LOGO
Contoh Data Routing
Part Number: 27593 Description: Shaft Drawing no: D 2759
Operation Work Setup Run Time Operation Tooling
Number Center Time per PC Descripti
(Hour) (Hr) on
10 Lathe 1.50 0.20 Turn Shaft Chisel
20 Mill 0.50 0.25 Mill Slot
30 Drill 0.30 0.05 Drill Hole
40 Grind 0.45 0.10 Grind
50 Grind 0.00 0.05 Polish
LOGO
Capacity Requirement Plan Report
Output utama dari proses CRP adalah rencana
kebutuhan kapasitas, atau profil beban stasiun
kerja.
Contoh CRP Report adalah sebagai berikut.
Available Capacity
300
200
100
t
LOGO
Logika dan Mekanisme CRP
Proses CRP dilakukan dengan 5 tahap utama yaitu:
Menentukan kapasitas work center: identifikasi dan menentukan
work center, menghitung kapasitas work center.
Memperoleh informasi pesanan dan routing: informasi scheduled
receipts dan planned order releases, informasi routing untuk setiap
item pesanan.
Menghitung beban (load) untuk setiap work center untuk setiap
periode perencanaan, dengan menggunakan backward scheduling,
dan menggunakan infinite loading. Kemudian kalikan beban untuk
setiap item dengan jumlah item yang dijadwalkan dalam suatu
periode waktu.
Menggambarkan (di kertas atau layar) hasil dalam capacity
requirements plan, yang menunjukkan load vs kapasitas untuk
setiap periode.
Membandingkan beban work center dengan kapasitas tersedia, dan
lakukan action yang tepat.
LOGO
Alur CRP
Menentukan Kapasitas
Work Center
Dapatkan Informasi
Pesanan & Routing
Menghitung Load Setiap
Work Center
Gambarkan Load vs
Capacity
Bandingkan Load &
Capacity, Pertimbangkan
Tindakan
LOGO
1. Menentukan Kapasitas Work Center
Work Center didefinisikan sebagai set dari sebuah atau
beberapa mesin, dan/atau sejumlah operator, yang
dapat dipertimbangkan sebagai sebuah unit untuk tujuan
perencanaan kapasitas dan penjadwalan.
Sebuah work center tidak selalu mesin, bisa juga
sebuah area atau meja kerja, sebagai contoh work
center perakitan.
LOGO
Identifikasi Work Center
Sumber daya dapat dikategorikan sebagai work
center dengan beberapa cara:
A. Dengan kelompok mesin sejenis, secara fisik berdekatan, dengan
rentang kapasitas dan kemampuan yang kurang lebih sama.
B. Seluruh lini perakitan, atau flow line, dapat dinyatakan sebagai
sebuah work center.
C. Pengaturan beberapa mesin tidak sama ke dalam suatu cell produksi
untuk memproduksi suatu produk khusus. Maka cell tersebut
dinyatakan sebagai work center.
D. Didasarkan pada biaya operasi mesin, dibagi berdasarkan mahal
tidaknya biaya setup, untuk menghindari pekerjaan kecil dilakukan
dalam work center dengan biaya setup tinggi.
LOGO
Contoh Identifikasi Work Center
Line 1 /
Work Center
A C
B 1
Line 2 /
Work Center
Work Work Work 2 Perakitan 1
Center 1 Center 2 Center 3 Perakitan 2
Perakitan 3
Cell 1 / Work Mesin Bubut
Center 1 High Cost/
Mesin Freis
Work Center
1 Mesin Drill
C
Cell 2/ Work
Center 2 D Mesin CNC
Low Cost/
Work Center
Cell 3 / Work
1
Center 3
LOGO
Menghitung Kapasitas Work Center
Sebelum menghitung, harus dipastikan dahulu
menggunakan versi kapasitas yang mana.
Theoretical, perhitungan didasarkan pada seluruh waktu
dan sumber daya tersedia dengan mengabaikan mesin
rusak, dan tanpa istirahat di waktu kerja.
Demonstrated, perhitungan didasarkan pada fakta aktual di
masa lalu kemampuan produksinya berapa. Praktisi
biasanya menggunakan demonstrated capacity jika data
yang dibutuhkan untuk menghitung calculated capacity tidak
tersedia.
Calculated, paling sering digunakan dalam CRP. Yaitu
didasarkan pada waktu kerja tersedia dikalikan utilitas dan
efisiensi dari mesin
Available work time, waktu yang dijadwalkan untuk
produksi. Bernilai kurang dari waktu maksimum yang
tersedia.
LOGO 2. Mendapatkan Informasi Pesanan
& Routing
Menentukan jadwal open dan planned order.
o Open order = scheduled receipts dimana di
dalamnya terdapat status terkini, termasuk jumlah
operasi selesai, jumlah jam kerja tersisa, dan jumlah
operasi tersisa.
o Open order yang akan muncul dalam shop,
sementara planned order hanya bersifat informatif
untuk pengadaan persediaan.
Mempersiapkan dan menggunakan routing
o Routing sangat bergantung dari pendefinisian work
center, jika work center sudah jelas, maka routing
akan ditentukan dengan jelas pula.
Memahami dan menggunakan siklus manufaktur
LOGO Memahami dan Menggunakan Siklus
Manufaktur
Sebelum membahas siklus manfaktur, harus dipahami
lebih dahulu load activity. Load activity adalah aktivitas
yang membutuhkan sumber daya atau kapasitas dari suatu
work center.
Queue Setup Run Wait Move
Load activity
Manufacturing Operation Cycle
Setup bisa dibagi menjadi internal setup (setup
menyebabkan mesin berhenti bekerja, mengurangi waktu
kerja mesin), dan external setup (tidak mengurangi waktu
kerja mesin, setup dilakukan pada saat mesin sedang
bekerja)
LOGO 3. Menghitung Load dan Mendistribusikanya
untuk setiap WC pada setiap periode.
Menerapkan backward scheduling.
Hitung load berdasarkan hasil penjadwalan
Plot dan bandingkan load dan kapasitas
LOGO
4. Menyeimbangkan Load dan Kapasitas
Jika load tidak seimbang dan atau kapasitas tidak
memenuhi maka lakukan langkah berikut:
o Meningkatkan kapasitas (Increasing Capacity)
o Mengurangi kapasitas (Reducing capacity)
o Meningkatkan beban (Increasing load)
o Mengurangi beban (Reducing Load)
o Mendistribusikan kembali beban (redistributing Load)
Jika tetap tidak diperoleh kondisi kapasitas ≥ load maka
MPS sebaiknya direvisi.
LOGO
Kasus:
Perusahaan ABC memiliki sebuah work center yang
terdiri dari 4 mesin milling, dan 4 operator, seluruhnya
beroperasi 8 jam kerja, 5 hari kerja seminggu. Selama
4 minggu terakhir diketahui ada 16 jam rata-rata mesin
down per minggu. Diketahui pula efisiensi operator
adalah 95%. Pada saat memproduksi sebuah produk
dibutuhkan 1/5 jam milling, pabrik mampu
menghasilkan 600 unit/mg, 620 unit/mg, 610 unit/mg,
dan 590 unit/mg dalam 4 minggu terakhir. Ditanya:
1. Theoretical Capacity?
2. Demonstrated Capacity?
3. Calculated Capacity?
LOGO