BATA TAHAN API
Bata tahan api merupakan refraktori yang
memiliki bentuk khas. Refraktori itu sendiri adalah
bahan anorganik bukan logam yang sukar leleh pada
temperatur tinggi dan digunakan dalam industri
temperatur tinggi seperti bahan tungku dan sebagainya.
Bata tahan api secara umum tidak
mengkontaminasi bahan-bahan yang bersinggungan
dengannya karena hal tersebut merupakan salah satu
sifat dari refraktori.
Bata tahan api tersusun dari senyawa alumina dan
silica.
Ukuran Batu tahan api standard: 230 x 114 x 65 mm.
Adapun bentuk-bentuk lain seperti Arch, wedge dan key
adalah dimaksudkan untuk membentuk lingkaran.
Macam- macam bata tahan api antara lain:
1. Bata Silika
2. Lempung api
3. Bata alumina tinggi
4. Magnesit Krom
Macam Karakteristik Bahan Penggunaan Di Industri
Bata SIlika 1. Murah , massa jenis rendah Langit2 lengkung dari
2. Kekuatan mekanik tinggi pada kiln umum, dinding
temperatur tinggi bebeban tinggi,
3. Anomali pemuaian setelah perapian tungku kokas,
penggunaan lama pada temp. bata katup pnyalur,
rendah dan temp. tinggi dinding dan langit2
4. Anomali pemuaian pada temp perapian dari tanur
rendah dan koef muai rendah pada perapian terbuka
temp rendah dan temp tinggi
5. Susah terjadi perontokan struktur
6. Bersifat asam kuat, tahan terhadap
slag asam, dan cukup bagi slag basa
Sifat-sifat silica dan alumina silica
brick
Cold crushing strength
Real Bulk
Apparent
density densty Refractorlines 0C
porofity % lb/in2 M.N/m2
gr/cm3 gr/cm3
High-duty
2.3 1.8 20 1730 5000 34.5
silica
Silika 2.3 1.7 25 1710 5000 34.5
Semi-silika 2.5 1.7 20 1450 2000 13.8
Siliceoous
2.7 1.8 30 1500 2000 20.7
firebrick
Firebrick 2.6 1.9 26 1700 3000 20.7
Aluminous
2.5 2.0 1750 5000 34.5
firebrick 24
Macam Karakteristik Penggunaan
Lempung api 1. Murah, mudah didapat Penggunaan luas.
2. Daerah mutu yang luas Besi dan baja: tanur tinggi,
(komponen,sifat2) tanur tiupan panas, tanur
3. Pemuaian termal dan koef konduksi per terbuaka
rendah, massa jenis bulk rendah (regenerator), mixer, untuk
4. Tidak terlalu sensitif terhadap semua pembentuk bata api,
kondisi (pemanasan/ pendinginan cepat, lubang pembuang, kupola,
keausan, kerugian fusi) dapat dipakai tungku pemanas, tungku
untuk kondisi biasa penganil. Lainnya: bagian
5. Bersifat asam dan mudah terkorosi oleh yang yang tidak
slag basa pada temperatur tinggi dipanaskan pada
temperatur tinggi seperti :
cerobong, dst, dari
berbagai tanur pemurnian
logam, nonfero, tungku
kokas (regenerator), tanur
pembuat gas, pencair
gelas, kiln putar semen,
kiln tarikan turun, dll
Macam Karakteristik Penggunaan
Bata •Karakteristik Mekanis: Bagian tungku untuk ladel,
Kekuatan mekanik tinggi ( memiliki kupola dan kiln lain,
alumina tingkat kekerasan tinggi dan tahan ditempat yang tidak
tinggi aus). terpanaskan terlalu
•Berat jenis: 1,90- 2,25 ton/ m3
tinggibagian tungku
•Karakteristik Termal:
Konduktivitas termal sekitar 0,98
pemanas yang
W/m oK sampai dengan 1,13 W/m oK terpanaskan tinggi, ketel
•Perlakuan temperatur: 1100- 1500 oC uap, bagian kiln putar
•Kemampuan Tahan Terhadap Korosi yang terpanaskan lebih
(Corrosion Ressistance) tinggi, juga untuk kiln
memiliki corrosion resistance yang poros, tanur listrik pelebur
cukup baik karena tahan terhadap gelas, dinding dan langit2,
berbagai slag. tanur pemurnian logam
•Karakteristik Lain: nonfero
Memilki kerefraktorian yang tinggi.
•Harga lebih mahal dari jenis bata api
lain
SIFAT DAN KOMPOSISI
ALUMINABRICK
Macam Karakteristik Penggunaan
Magnesit Krom 1. Kerefraktorian tinggi pada beban, Tanur pembuatan baja
tetapi kekuatan mekanik kurang pada basa (langit- langit,
temperatur tinggi. dinding, saluran udara
2. Tahan terhadap slag bassa. Pada masuk, ruang slag,
1600oC atau di atasnya mengabsorbsi perapian). Bagian
oksida besi dan terjadi ledakan. pembakaran pada kiln
3. Lebih tahan terhadap perubahan putar semen- dolomit.
temperatur mendadak daripada bata Dasar lubang buangan,
krom dan magnesia, tetapi menjadi getas dinding, dan perapian
setelah perubahan berulang. Berbahaya daritungku pemanas,
di bawah 1600oC pada saat digunakan tanur pemurnian, dan
pada temperatur tinggi. tanur lebur untuk Al, Cu,
4. Koefisien muai besar, demikian juga dan logam nonfero
konduktivitas termal dan massa jenisnya. lainnya. Perapian untuk
5. Secara relatif mahal. tanur pengambilan
kembali alkali.