NURSING EARLY WARNING SCORE
SYSTEM
APLIKASI PENERAPAN DI KLINIK
Ns. NUR HIDAYAT, S.Kep, M.Kep
APAKAH ANDA
TAHU TENTANG
EWS
EARLY WARNING SCORE
01 DEFINISI UMUM
penilaian bagi perawat untuk memantau pasien dalam penurunan kondisi
dalam perawatan klinis, baik fisik maupun status mental pasien, dengan
parameter dan pedoman yang telah ditetapkan ( NURSALAM,2020 ).
02 PERKEMBANGAN EWS
diperkenalkan oleh Morgan, et al., (1997) sebagai alat sederhana yang dapat
diterapkan oleh staf bangsal untuk mengidentifikasi pasien yang mengalami
penyakit kritis
03 KEBIJAKAN EWS DI INDONESIA
Sistem Nasional Akreditas Rumah Sakit (SNARS) edisi satu telah
memasukkan sistem EWS dalam penilaian akreditasi, sehingga dengan
adanya regulasi ini, rumah sakit di Indonesia dituntut untuk dapat
menerapkan alat deteksi dini ini
PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN PERAWAT
DALAM APLIKASI EWS
2016 2018 2020
KESALAHAN KESALAHAN
PERAWAT MENGALAMI DALAM DALAM
KESULITAN DALAM INSTRUMEN MENAFSIRKAN
PENERAPAN APLIKASI PENGUKURAN INSTRUMEN
EWS EWS EWS
2017 2019
SOSIALISASI PELATIHAN
EWS YANG EWS MINIMAL
MINIMAL
PARAMETER PENGUKURAN EWS
PA
RA 7
M PERNAFASAN SATURASI ALAT BANTU
ET OKSIGEN NAFAS
ER
TEKANAN TINGKAT
SUHU DARAH KESADARAN
SISTOLIK
HEART RATE
NADI
PARAMETER FISIOLOGIS
01 PERNAFASAN Peningkatan laju pernapasan adalah tanda kuat dari penyakit akut dan distres
pernafasan pada semua pasien
Saturasi sel bergantung pada pasokan O2 yang cukup, kekurangan pasokan O2
02 SATURASI O2 dapat menyebabkan dysfungsi organ
SYSTOLIC Tekanan darah yang adekuat sangat penting untuk pengiriman O2
03 BLOOD
dan nutrisi ke seluruh tubuh
04 PULSE RATE Indikator penting dari kondisi klinis pasien dengan gagal
jantung dan gangguan metabolik
PARAMETER FISIOLOGIS
05 KESADARAN Tingkat kesadaran pasien menurun dapat mempengaruhi system saraf pusat
Hipertermi ataupun hipotermia merupakan penanda sensitif yang menunjukan
06 TEMPERATUR kondisi akut dan adanya gangguan fisiologis
ALAT BANTU
07 NAFAS Kegagalan fungsi dan struktur pernafasan
Simple
EWS Your Picture Here Your Picture Here
Your Picture Here Your Picture Here
TINDAK LANJUT INTERVENSI PENGUKURAN EWS
Total Kategori Frekuensi Intervensi
Skor Skoring Observasi
0-1 Normal Setiap 8 jam Observasi dan dokumentasi
(HIjau)
2-3 Rendah Setiap 4 jam Observasi dan dokumentasi
(Kuning)
4-6 Sedang Setiap Jam Perawat melapor ke dokter jaga
(Orange)
Perawat mengobservasi pasien bersama dengan dokter
jaga setiap jam
Perawat mendokumentasi setiap jam
Perawat/dokter jaga melapor ke DPJP
Perawat/dokter jaga mempersiapkan pasien jika mengalami
perburukan kondisi untuk perawatan HCU
≥7 Tinggi Bedside Observasi dilakukan oleh perawat bersama dengan dokter
(Merah) Monitoring jaga/DPJP/intensivis
Pemantauan pasien secara terus menerus dan
didokumentasikan per jam
Aktivitas code blue system bila pasien henti jantung/henti
nafas
Rencanakan transfer pasien ke ruang ICU/CVCU dengan
menggunakan alat bantu nafas
PROSES ASESMEN EWS
Untuk parameter kesadaran digunakan
PROSES PENGKAJIAN TERHADAP PENILAIAN
EWS SANGAT PENTING UNTUK DIPERHATIKAN
05 metode AVPU, pasien sadar (Awakeness)
diberi skor 0. Jika pasien mengalami
OLEH PERAWAT DALAM MENERAPKAN EWS
04 penurunan kesadaran dan harus
menggunakan rangsangan suara (Verbal)
atau nyeri (Pain). Jika pasien sama sekali
03 tidak sadar (Unresponsive) diberi skor 3.
.
PROSEDUR
02 Untuk parameter alat bantu nafas, jika pasien
menggunakan alat bantu nafas diberi skor 2, jika tidak
01 memiliki alat bantu ditulis “tidak” dan diberi skor 0.
Hasil yang telah didapat di nilai sesuai
dengan skor yang telah ditetapkan.
Perawat menulis tanggal dan jam
pengkajian EWS.
.
Perawat melakukan pengkajian EWS
pada semua pasien IGD dan rawat inap
didokumentasikan pada form EWS.
Ragam ews
NEWS (National Early Warning Score)
01
MEOWS (Modified Early Obstetric Warning Scores)
02
PEWS (Pediatrick Warning Scores).
03
GAMA EWS ( KONDISI BENCANA )
04
Keberhasilan implementasi EWS
KEBERHASILAN dalam tatanan pelayanan kesehatan
membutuhkan pengembangan dan
PENERAPAN evaluasi berkelanjutan. Pelaksanan
EWS program pendidikan seperti training
dan simulasi EWS untuk meningkatkan
pengetahuan dan kompetensi perawat
dalam menilai deteksi dini perburukan.
CONCLUSION
Dengan adanya deteksi dini perburukan ini,
diharapkan dapat memberikan manfaat yang positif
bagi pelayanan kesehatan, khususnya perawatan
kesehatan di rumah sakit dalam mencegah dan
mendeteksi lebih awal akan terjadinya perburukan
pada kondisi pasien.
MATUR NUWUN
Fully Editable Shapes