Anda di halaman 1dari 36

APLIKASI INTERFACE PADA PROSES INDUSTRI

Tugas ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknik Antar Muka

Disusun Oleh : Chandra Galista (5215 07 2365)

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 2010

KATA PENGANTAR Puji syukur Penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya sehingga Penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul aplikasi pnuematik dalam industry dengan baik. Teknik produksi industry pnumatik mempunyai peranan yang penting. Perkembangan dunia industry mendorong kemajuan yang pesat dalam teknik industry, mulai dari penggunaan perkakas tangan, mesin konvensional hingga mesin perkakas yang berbasis industry dan yang otomatis. Makalah ini disusun guna membantu peningkatan pengetahuan maupun skill dalam teknik produksi industry mesin baik di dunia pendidikan maupun non pendidikan. Bersama ini Penulis sampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi baik material maupun spiritual dari persiapan hingga terbentuknya buku ini. Meskipun penulis telah berupaya semaksimal mungkin untuk penyempurnaan buku ini, namun tentu masih terdapat kesalahan atau kekurang sempurnaan. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun. Semoga buku ini bermanfaat bagi perkembangan teknik produksi industry pada khususnya dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada umumnya.

Penulis

DAFTAR ISI
Halaman Lembar Judul Makalah ...................................................................... Kata Pengantar ................................................................................ Daftar Isi .......................................................................................... BAB I PENDAHULUAN ..................................................................... BAB II KAJIAN TEORITIK ................................................................... Pengertian Peneumatik ....................................................... Karakteristik Peneumatik..................................................... Aplikasi Penggunaan Peneumatik ........................................ Efektifitas Peneumatik ...................................................... Komponen-komponen Peneumatik .................................... Alasan pemakaian peneumatik .......................................... BAB III PEMBAHASAN ....................................................................... Pintu Bus dengan control Peneumatik ............................... Cara kerja rangkaian pintu bus dengan control peneumatik .........................................................................................................26 BAB IV PENUTUP ............................................................................. Daftar Pustaka .................................................................................................. ......................................................................................................... 34 33 1 2 3 4 5 5 6 6 7 10 11 22 22

BAB I PENDAHULUAN Dalam bidang otomatisasi proses produkasi di industry telah ditemukan mesin yang dapat membantu kitadalam kegiatan proses produksi untuk industri. Mesin tersebut dapat diperintahkan/diprogram sesuai dengan keinginan kita, untuk

mengerjakan suatu pekerjaan dan mesin tersebut dikenal dengan nama ROBOT. Saat ini banyak definisi tentang Robot, sedangkan definisi yang paling populer adalah : Robot merupakan sebuah mesin dengan kemampuan melakukan beberapa jenis gerakan secara mandiri (independent) dan dapat diprogram ulang.

Sampai saat ini penggunaan robot dalam mendukung otomatisasi proses produksi sudah banyak dilakukan. Adanya robot ini dirasakan telah membawa banyak keuntungan, diantaranya adalah peningkatan effisiensi kerja yang pada akhirnya dapat menekan biaya produksi. Untuk itulah perlunya penguasaan teknologi rancang bangun Robotic. Sejalan dengan kemajuan teknologi robotic, maka saat ini telah banyak dikembangkan berbagai macam jenis/type robot. Tentunya untuk setiap jenis mempunyai kesesuaian/kecocokan dengan situasi dan kondisi tertentu. Untuk membangun sebuah robot tentunya tidaklah mudah banyak hal yang perlu dipahami, mengingat robot merupakan perpaduan antara hardware dengan software dimana didalamnya berkaitan dengan berbagaimacam bidang pengetahuan antara lain; mekatronik, kontrol, monitoring, instrumentasi, data aquisition dan program aplikasi perangkat lunak.

BAB II KAJIAN TEORITIK 1. PENGERTIAN PNEUMATIK Istilah pneumatik berasal dari bahasa Yunani, yaitu pneuma yang berarti napas atau udara. Istilah pneumatik selalu berhubungan dengan teknik penggunaan udara bertekanan, baik tekanan di atas 1 atmosfer maupun tekanan di bawah 1 atmosfer (vacum). Sehingga pneumatik merupakan ilmu yang mempelajari teknik pemakaian udara bertekanan (udara kempa). Jaman dahulu kebanyakan orang sering menggunakan udara bertekanan untuk berbagai keperluan yang masih terbatas, antara lain menambah tekanan udara ban mobil/motor, melepaskan ban mobil dari peleknya, membersihkan kotoran, dan sejenisnya. Sekarang, sistem pneumatik memiliki apliaksi yang luas karena udara pneumatik bersih dan mudah didapat. Banyak industri yang menggunakan sistem pneumatik dalam proses produksi seperti industri makanan, industri obat-obatan, industri pengepakan barang maupun industri yang lain. Belajar pneumatik sangat bermanfaat mengingat hampir semua industri sekarang memanfaatkan sistem pneumatik. Pneumatik menggunakan hukum-hukum aeromekanika, yang menentukan keadaan keseimbangan gas dan uap (khususnya udara atmosfir) dengan adanya gaya-gaya luar (aerostatika) dan teori aliran (aerodinamika). Pneumatik dalam pelaksanaan teknik udara mampat dalam industri merupakan ilmu pengetahuan dari semua proses mekanik dimana udara memindahkan suatu gaya atau gerakan. Jadi pneumatik meliputi semua komponen mesin atau peralatan, dalam mana terjadi proses-proses pneumatik. Dalam bidang kejuruan teknik pneumatik dalam pengertian yang lebih sempit lagi adalah teknik udara mampat (udara bertekanan).

2. KARAKTERISTIK PNEUMATIK

Udara dipermukaan bumi ini terdiri atas campuran dari bermacam -macam gas. Komposisi dari macam-macam gas tersebut adalah sebagai berikut : 78 % vol. gas 21 % vol. nitrogen, dan 1 % gas lainnya seperti carbon dioksida, argon, helium, krypton, neon dan xenon. Dalam sistem pneumatik udara difungsikan sebagai media transfer dan sebagai penyimpan tenaga (daya) yaitu dengan cara dikempa atau dimampatkan. Udara termasuk golongan zat fluida karena sifatnya yang selalu mengalir dan bersifat compressible (dapat dikempa). Sifat-sifat udara senantiasa mengikuti hukum-hukum gas. Karakteristik udara dapat diidentifikasikan sebagai berikut : a) Udara mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah, b) Volume udara tidak tetap. c) Udara dapat dikempa (dipadatkan), d) Berat jenis udara 1,3 kg/m, e) Udara tidak berwarna 3. APLIKASI PENGGUNAAN PNEUMATIK Penggunaan udara bertekanan sebenarnya masih dapat dikembangkan untuk berbagai keperluan proses produksi, misalnya untuk melakukan gerakan mekanik yang selama ini dilakukan oleh tenaga manusia, seperti menggeser, mendorong, mengangkat, menekan, dan lain sebagainya. Gerakan mekanik tersebut dapat dilakukan juga oleh komponen pneumatik, seperti silinder pneumatik, motor pneumatik, robot pneumatik translasi, rotasi maupun gabungan keduanya. Perpaduan dari gerakan mekanik oleh aktuator pneumatik dapat dipadu menjadi gerakan mekanik untuk keperluan proses produksi yang terus menerus (continue), dan flexibel. Pemakaian pneumatik dibidang produksi telah mengalami kemajuan yang pesat, terutama pada proses perakitan (manufacturing), elektronika, obat-obatan, makanan, kimia dan lainnya. Pemilihan penggunaan udara bertekanan (pneumatik)

sebagai sistim kontrol dalam proses otomasinya, karena pneumatik mempunyai beberapa keunggulan, antara lain: mudah diperoleh, bersih dari kotoran dan zat kimia yang merusak, mudah didistribusikan melalui saluran (selang) yang kecil, aman dari bahaya ledakan dan hubungan singkat, dapat dibebani lebih, tidak peka terhadap perubahan suhu dan sebagainya. Udara yang digunakan dalam pneumatik sangat mudah didapat/diperoleh di sekitar kita. Udara dapat diperoleh dimana saja kita berada, serta tersedia dalam jumlah banyak. Selain itu udara yang terdapat di sekitar kita cenderung bersih dari kotoran dan zat kimia yang merugikan. Udara juga dapat dibebani lebih tanpa menimbulkan bahaya yang fatal. Karena tahan terhadap perubahan suhu, maka penumatik banyak digunakan pula pada industri pengolahan logam dan sejenisnya. Secara umum udara yang dihisap oleh kompressor, akan disimpan dalam suatu tabung penampung. Sebelum digunakan udara dari kompressor diolah agar menjadi kering, dan mengandung sedikit pelumas. Setelah melalui regulator udara dapat digunakan menggerakkan katub penggerak (aktuator), baik berupa

silinder/stang torak yang bergerak translasi, maupun motor pneumatik yang bergerak rotasi. Gerakan bolak balik (translasi), dan berputar (rotasi) pada aktuator selanjutnya digunakan untuk berbagai keperluan gerakan yang selama ini dilakukan oleh manusia atau peralatan lain.

4.

EFEKTIFITAS PNEUMATIK Sistim gerak dalam pneumatik memiliki optimalisasi/efektifitas bila digunakan

pada batas-batas tertentu. Adapun batas-batas ukuran yang dapat menimbulkan optimalisasi penggunaan pneumatik antara lain: diameter piston antara 6 s/d 320 mm, anjang langkah 1 s/d 2.000 mm, tenaga yang diperlukan 2 s/d 15 bar, untuk

keperluan pendidikan biasanya berkisar antara 4 sampai dengan 8 bar, dapat juga bekerja pada tekanan udara di bawah 1 atmosfer (vacuum), misalnya untuk keperluan mengangkat plat baja dan sejenisnya melalui katup karet hisap flexibel. Adapun efektifitas penggunaan udara bertekanan dapat dilihat pada grafik berikut:

Gambar 1. Efektifitas udara bertekanan (Werner Rohrer,1990)

Penggunaan silinder pneumatik biasanya untuk keperluan antara lain: mencekam benda kerja, menggeser benda kerja, memposisikan benda kerja, mengarahkan aliran material ke berbagai arah. Penggunaan secara nyata pada industri antara lain untuk keperluan: membungkus (verpacken), mengisi material, mengatur distribusi material, penggerak poros, membuka dan menutup pada pintu, transportasi barang, memutar benda kerja, menumpuk/menyusun material, menahan dan menekan benda kerja. Melalui gerakan rotasi pneumatik dapat digunakan untuk, mengebor, memutar mengencangkan dan mengendorkan mur/baut, memotong, membentuk profil plat, menguji, proses finishing (gerinda, pasah, dll.)
8

10

5. Komponen-komponen Pneumatik Komponen pneumatik beroperasi pada tekanan 8 s.d. 10 bar, tetapi dalam praktik dianjurkan beroperasi pada tekanan 5 s.d. 6 bar untuk penggunaan yang ekonomis. Beberapa bidang aplikasi di industri yang menggunakan media pneumatik dalam hal penangan material adalah sebagai berikut : a. Pencekaman benda kerja b. Penggeseran benda kerja c. Pengaturan posisi benda kerja d. Pengaturan arah benda kerja Penerapan pneumatik secara umum : a. Pengemasan (packaging) b. Pemakanan (feeding) c. Pengukuran (metering) d. Pengaturan buka dan tutup (door or chute control) e. Pemindahan material (transfer of materials)

11

f. Pemutaran dan pembalikan benda kerja (turning and inverting of parts) g. Pemilahan bahan (sorting of parts) h. Penyusunan benda kerja (stacking of components) i. Pencetakan benda kerja (stamping and embosing of components) Susunan sistem pneumatik adalah sebagai berikut : a. Catu daya (energi supply) b. Elemen masukan (sensors) c. Elemen pengolah (processors) d. Elemen kerja (actuators)

6. Alasan Pemakaian Pneumatik

Persaingan antara peralatan pneumatik dengan peralatan mekanik, hidrolik atau elektrik makin menjadi besar. Dalam penggunaannya sistem pneumatik diutamakan karena beberapa hal yaitu : a. paling banyak dipertimbangkan untuk beberapa mekanisasi, b. dapat bertahan lebih baik terhadap keadaan-keadaan tertentu

Sering kali suatu proses tertentu dengan cara pneumatik, berjalan lebih rapi (efisien) dibandingkan dengan cara lainnya. Contoh : 1). Palu-palu bor dan keling pneumatik adalah jauh lebih baik dibandingkan dengan perkakas-perkakas elektrik serupa karena lebih ringan, lebih ada kepastian kerja dan lebih sederhana dalam pelayanan. 2). Pesawat-pesawat pneumatik telah mengambil suatu kedudukan monopoli yang penting pada :

12

a). rem-rem udara bertekanan untuk mobil angkutan dan gerbong-gerbong kereta api, alat-alat angkat dan alat-alat angkut. b). pistol-pistol ( alat cat semprot, mesin-mesin peniup kaca, berbagai jenis penyejukan udara, kepala-kepala asah kecepatan tinggi ).

Udara bertekanan memiliki banyak sekali keuntungan, tetapi dengan sendirinya juga terdapat segi-segi yang merugikan atau lebih baik pembatasanpembatasan pada penggunaannya. Hal-hal yang menguntungkan dari pneumatik pada mekanisasi yang sesuai dengan tujuan sudah diakui oleh cabang-cabang industri yang lebih banyak lagi. Pneumatik mulai digunakan untuk pengendalian maupun penggerakan mesin-mesin dan alat-alat.

Keuntungan Pemakaian Pneumatik a. Merupakan media/fluida kerja yang mudah didapat dan mudah diangkut : 1). Udara dimana saja tersedia dalam jumlah yang tak terhingga. 2). Saluran-saluran balik tidak diperlukan karena udara bekas dapat dibuang bebas ke atmosfir, sistem elektrik dan hidrolik memerlukan saluran balik. 3). Udara bertekanan dapat diangkut dengan mudah melalui saluran-saluran dengan jarak yang besar, jadi pembuangan udara bertekanan dapat dipusatkan dan menggunakan saluran melingkar semua pemakai dalam satu perusahaan dapat dilayani udara bertekanan dengan tekanan tetap dan sama besarnya. Melalui saluran-saluran cabang dan pipa-pipa selang, energi udara bertekanan dapat disediakan dimana saja dalam perusahaan. b. Dapat disimpan dengan mudah :

13

1). Sumber udara bertekanan ( kompresor ) hanya menyerahkan udara bertekanan kalau udara bertekanan ini memang digunakan. Jadi kompresor tidak perlu bekerja seperti halnya pada pompa peralatan hidrolik. 2). Pengangkutan ke dan penyimpanan dalam tangki-tangki penampung juga dimungkinkan. 3). Suatu daur kerja yang telah dimulai selalu dapat diselesaikan, demikian pula kalau penyediaan listrik tiba-tiba dihentikan. c. Bersih dan kering : 1). Udara bertekanan adalah bersih. Kalau ada kebocoran pada saluran pipa, benda-benda kerja maupun bahan-bahan disekelilingnya tidak akan menjadi kotor. 2). Udara bertekanan adalah kering. Bila terdapat kerusakan pipa-pipa tidak akan ada pengotoran-pengotoran, bintik minyak dansebagainya. 3). Dalam industri pangan , kayu , kulit dan tenun serta pada mesin-mesin pengepakan hal yang memang penting sekali adalah bahwa peralatan tetap bersih selama bekerja. Sistem pneumatik yang bocor bekerja merugikan dilihat dari sudut ekonomis, tetapi dalam keadaan darurat pekerjaan tetap dapat berlangsung. Tidak terdapat minyak bocoran yang mengganggu seperti pada sistem hidrolik. d. Tidak peka terhadap suhu 1). Udara bersih ( tanpa uap air ) dapat digunakan sepenuhnya pada suhu-suhu yang tinggi atau pada nilai-nilai yang rendah, jauh di bawah titik beku ( masingmasing panas atau dingin ).

14

2). Udara bertekanan juga dapat digunakan pada tempat-tempat yang sangat panas, misalnya untuk pelayanan tempa tekan, pintu-pintu dapur pijar, dapur pengerasan atau dapur lumer. 3). Peralatan-peralatan atau saluran-saluran pipa dapat digunakan secara aman dalam lingkungan yang panas sekali, misalnya pada industri-industri baja atau bengkel-bengkel tuang (cor). e. Aman terhadap kebakaran dan ledakan 1). Keamanan kerja serta produksi besar dari udara bertekanan tidak mengandung bahaya kebakaran maupun ledakan. 2). Dalam ruang-ruang dengan resiko timbulnya kebakaran atau ledakan atau gas-gas yang dapat meledak dapat dibebaskan, alat-alat pneumatik dapat digunakan tanpa dibutuhkan pengamanan yang mahal dan luas. Dalam ruang seperti itu kendali elektrik dalam banyak hal tidak diinginkan. f. Tidak diperlukan pendinginan fluida kerja 1). Pembawa energi (udara bertekanan) tidak perlu diganti sehingga untuk ini tidak dibutuhkan biaya. Minyak setidak-tidaknya harus diganti setelah 100 sampai 125 jam kerja. g. Rasional (menguntungkan) 1). Pneumatik adalah 40 sampai 50 kali lebih murah daripada tenaga otot. Hal ini sangat penting pada mekanisasi dan otomatisasi produksi. 2). Komponen-komponen untuk peralatan pneumatik tanpa pengecualian adalah lebih murah jika dibandingkan dengan komponen-komponen peralatan hidrolik. h. Kesederhanaan (mudah pemeliharaan) 1). Karena konstruksi sederhana, peralatan-peralatan udara bertekanan hampir tidak peka gangguan.

15

2). Gerakan-gerakan lurus dilaksanakan secara sederhana tanpa komponen mekanik, seperti tuas-tuas, eksentrik, cakera bubungan, pegas, poros sekerup dan roda gigi. 3). Konstruksinya yang sederhana menyebabkan waktu montase (pemasangan) menjadi singkat, kerusakan-kerusakan seringkali dapat direparasi sendiri, yaitu oleh ahli teknik, montir atau operator setempat. 4). Komponen-komponennya dengan mudah dapat dipasang dan setelah dibuka dapat digunakan kembali untuk penggunaan-penggunaan lainnya. i. Sifat dapat bergerak 1). Selang-selang elastik memberi kebebasan pindah yang besar sekali dari komponen pneumatik ini.

j. Aman 1). Sama sekali tidak ada bahaya dalam hubungan penggunaan pneumatik, juga tidak jika digunakan dalam ruang-ruang lembab atau di udara luar. Pada alat-alat elektrik ada bahaya hubungan singkat. k. Dapat dibebani lebih ( tahan pembebanan lebih ) Alat-alat udara bertekanan dan komponen-komponen berfungsi dapat ditahan sedemikian rupa hingga berhenti. Dengan cara ini komponen-komponen akan aman terhadap pembebanan lebih. Komponen-komponen ini juga dapat direm sampai keadaan berhenti tanpa kerugian. 1). Pada pembebanan lebih alat-alat udara bertekanan memang akan berhenti, tetapi tidak akan mengalami kerusakan. Alat-alat listrik terbakar pada pembebanan lebih.

16

2). Suatu jaringan udara bertekanan dapat diberi beban lebih tanpa rusak. 3). Silinder-silinder gaya tak peka pembebanan lebih dan dengan menggunakan katup-katup khusus maka kecepatan torak dapat disetel tanpa bertingkat. l. Jaminan bekerja besar Jaminan bekerja besar dapat diperoleh karena : 1). Peralatan serta komponen bangunannya sangat tahan aus. 2). Peralatan serta komponen pada suhu yang relatif tinggi dapat digunakan sepenuhnya dan tetap demikian. 3). Peralatan pada timbulnya naik turun suhu yang singkat tetap dapat berfungsi. 4). Kebocoran-kebocoran yang mungkin ada tidak mempengaruhi ketentuan bekerjanya suatu instalasi.

m. Biaya pemasangan murah 1). Mengembalikan udara bertekanan yang telah digunakan ke sumbernya (kompresor) tidak perlu dilakukan. Udara bekas dengan segera mengalir keluar ke atmosfir, sehingga tidak diperlukan saluran-saluran balik, hanya saluran masuk saja. 2). Suatu peralatan udara bertekanan dengan kapasitas yang tepat, dapat melayani semua pemakai dalam satu industri. Sebaliknya, pengendalianpengendalian hidrolik memerlukan sumber energi untuk setiap instalasi tersendiri (motor dan pompa). n. Pengawasan (kontrol)

17

1). Pengawasan tekanan kerja dan gaya-gaya atas komponen udara bertekanan yang berfungsi dengan mudah dapat dilaksanakan dengan pengukur-pengukur tekanan (manometer). o. Fluida kerja cepat 1). Kecepatan-kecepatan udara yang sangat tinggi menjamin bekerjanya elemen-elemen pneumatik dengan cepat. Oleh sebab itu waktu menghidupkan adalah singkat dan perubahan energi menjadi kerja berjalan cepat. 2). Dengan udara mampat orang dapat melaksanakan jumlah perputaran yang tinggi ( Motor Udara ) dan kecepatan-kecepatan piston besar (silinder-silinder kerja ). 3). Udara bertekanan dapat mencapai kecepatan alir sampai 1000 m/min (dibandingkan dengan energi hidrolik sampai 180 m/min ). 4). Dalam silinder pneumatik kecepatan silinder dari 1 sampai 2 m/detik mungkin saja ( dalam pelaksanaan khusus malah sampai 15 m/detik ).

p. Dapat diatur tanpa bertingkat 1). Dengan katup pengatur aliran, kecepatan dan gaya dapat diatur tanpa bertingkat mulai dari suatu nilai minimum (ditentukan oleh besarnya silinder) sampai maksimum (tergantung katup pengatur yang digunakan). 2). Tekanan udara dengan sederhana dan kalau dibutuhkan dalam keadaan sedang bekerja dapat disesuaikan dengan keadaan. 3). Beda perkakas rentang tenaga jepitnya dapat disetel dengan memvariasikan tekanan udara tanpa bertingkat dari 0 sampai 6 bar.

18

4). Tumpuan-tumpuan dapat disetel guna mengatur panjang langkah silinder kerja yang dapat disetel terus-menerus (panjang langkah ini dapat bervariasi sembarang antara kedua kedudukan akhirnya). 5). Perkakas-perkakas pneumatik yang berputar dapat diatur jumlah putaran dan momen putarnya tanpa bertingkat. q. Ringan sekali Berat alat-alat pneumatik jauh lebih kecil daripada mesin yang digerakkan elektrik dan perkakas-perkakas konstruksi elektrik (hal ini sangat penting pada perkakas tangan atau perkakas tumbuk). Perbandingan berat (dengan daya yang sama) antara : motor pneumatik : motor elektrik = 1 : 8 (sampai 10) motor pneumatik : motor frekuensi tinggi = 1 : 3 (sampai 4) r. Kemungkinan penggunaan lagi (ulang) Komponen-komponen pneumatik dapat digunakan lagi, misalnya kalau

komponen-komponen ini tidak dibutuhkan lagi dalam mesin tua.

s. Konstruksi kokoh Pada umumnya komponen pneumatik ini dikonstruksikan secara kompak dan kokoh, dan oleh karena itu hampir tidak peka terhadap gangguan dan tahan terhadap perlakuan-perlakuan kasar. t. Fluida kerja murah Pengangkut energi (udara) adalah gratis dan dapat diperoleh senantiasa dan dimana saja. Yang harus dipilih adalah suatu kompresor yang tepat untuk

19

keperluan tertentu; jika seandainya kompresor yang dipilih tidak memenuhi syarat, maka segala keuntungan pneumatik tidak ada lagi.

Kerugian / terbatasnya Pneumatik a. Ketermampatan (udara). Udara dapat dimampatkan. Oleh sebab itu adalah tidak mungkin untuk mewujudkan kecepatan-kecepatan piston dan pengisian yang perlahan-lahan dan tetap, tergantung dari bebannya. Pemecahan : kesulitan ini seringkali diberikan dengan mengikutsertakan elemen hidrolik dalam hubungan bersangkutan, tertama pada pengerjaan-pengerjaan cermat ( bor, bubut atau frais ) hal ini merupakan suatu alat bantu yang seringkali digunakan. b. Gangguan Suara (Bising) Udara yang ditiup ke luar menyebabkan kebisingan (desisan) mengalir ke luar, terutama dalam ruang-ruang kerja sangat mengganggu.

Pemecahan : dengan memberi peredam suara (silincer) c. Kegerbakan (volatile) Udara bertekanan sangat gerbak (volatile). Terutama dalam jaringan-jaringan udara bertekanan yang besar dan luas dapat terjadi kebocoran-kebocoran yang banyak, sehingga udara bertekanan mengalir keluar. Oleh karena itu pemakaian udara bertekanan dapat meningkat secara luar biasa dan karenanya harga pokok energi berguna sangat tinggi.

20

Pemecahan : dapat dilakukan dengan menggunakan perapat-perapat berkualitas tinggi. d. Kelembaban udara Kelembaban udara dalam udara bertekanan pada waktu suhu menurun dan tekanan meningkat dipisahkan sebagai tetesan air (air embun).

Pemecahan : penggunaan filter-filter untuk pemisahan air embun (dan juga untuk penyaring kotoran-kotoran). e. Bahaya pembekuan Pada waktu pemuaian tiba-tiba (dibelakang pemakai udara bertekanan) dan penurunan suhu yang bertalian dengan pemuaian tiba-tiba ini, dapat terjadi pembentukan es. Pemecahan : Batasi pemuaian udara bertekanan dalam perkakas-perkakas pneumatic Biarkan udara memuai sepenuhnya pada saat diadakan peniupan ke luar.

f. Kehilangan energi dalam bentuk kalor. Energi kompresi adiabatik dibuang dalam bentuk kalor dalam pendingin antara dan akhir. Kalor ini hilang sama sekali dan kerugian ini hampir tidak dapat dikurangi. g. Pelumasan udara bertekanan Oleh karena tidak adanya sistem pelumasan untuk bagian-bagian yang bergerak, maka bahan pelumas ini dimasukkan bersamaan dengan udara yang

21

mengalir, untuk itu bahan pelumas harus dikabutkan dalam udara bertekanan. h. Gaya tekan terbatas 1). Dengan udara bertekanan hanya dapat dibangkitkan gaya yang terbatas saja. Untuk gaya yang besar, pada tekanan jaringan normal dibutuhkan diameter piston yang besar. 2). Penyerapan energi pada tekanan-tekanan kejutan hidrolik dapat memberi jalan keluar. i. Ketidakteraturan Suatu gerakan teratur hampir tidak dapat diwujudkan : 1). Pada pembebanan berganti-ganti 2). Pada kecepatan-kecepatan kecil (kurang dari 0,25 cm/det) dapat timbul stickslip effect. j. Tidak ada sinkronisasi Menjalankan dua silinder atau lebih paralel sangat sulit dilakukan. k. Biaya energi tinggi Biaya produksi udara bertekanan adalah tinggi. Oleh karena itu untuk produksi dan distribusi dibutuhkan peralatan-peralatan khusus. Setidak-tidaknya biaya ini lebih tinggi dibandingkan dengan penggerak elektrik. Perbandingan biaya ( tergantung dari cara penggerak ) : Elektrik : Pneumatik = 1 : 10 (sampai 12) Elektrik : Hidrolik = 1 : 8 (sampai 10) Elektrik : Tangan = 1 : 400 (sampai 500)

Pemecahan Kerugian Pneumatik

22

Pada umumnya, hal-hal yang merugikan dapat dikurangi atau dikompensasi dengan : a. Peragaman yang cocok dari komponen-komponen maupun alat pneumatik. b. Pemilihan sebaik mungkin sistem pneumatik yang dibutuhkan. c. Kombinasi yang sesuai dengan tujuannya dari berbagai sistem penggerakan dan pengendalian (elektrik, pneumatik dan hidrolik).

BAB III PEMBAHASAN PINTU BUS DENGAN KONTROL PNEUMATIK Silinder pneumatik penggerak ganda diletakkan di sisi dalam salah satu daun pintu lipat bus. Bagian pangkal silinder penggerak ganda diikatkan pada bodi mobil
23

mekakui engsel, demikian pula pada ujung batang torak silinder, sehingga gerakan maju mundur stang torak akan memudahkan pintu bus membuka dan menutup dengan fleksibel. Pintu bus akan menutup bila batang torak silinder pneumatik penggerak ganda bergerak maju (A+), sedangkan pintu bus akan membuka bila batang torak silinder pneumatik penggerak ganda tersebut bergerak mundur (A -).

Agar dapat bekerja seperti di atas, maka rangkaiannya adalah sebagai berikut:
Diagram Rangkaian Kontrol Pintu Bus Otomatis

Diagram Tahap Perpindahan

24

SIMBOL LOGIKA

Tabel Logika Gerakan Pintu Bus

25

1S1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1

1S2 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1

1S3 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1

1S4 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1

1V4 1.2 (X) 1.4 (Y) 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

A 0 0 0 0 0 0 0 1 * * * * * * *

KETERANGAN tidak tentu sil. mundur (pintu membuka) sil. mundur (pintu membuka) sil. mundur (pintu membuka) sil. mundur (pintu membuka) sil. mundur (pintu membuka) sil. mundur (pintu membuka) sil. mundur (pintu membuka) sil. maju (pintu menutup) tidak tentu tidak tentu tidak tentu tidak tentu tidak tentu tidak tentu tidak tentu

Keterangan : = tidak ada tekanan udara pada saluran 1.2 (X) dan saluran 1.4 (Y) * = ada tekanan udara pada kedua saluran 1.2 (X) dan 1.4 (Y)

Untuk Saluran 1.2 (x)

Matematisnya :

Diagram Karnought :

26

Untuk saluran 1.4 (Y) Persamaan matematisnya :

Diagram Karnought

27

Cara Kerja Rangkaian Pintu Bus dengan Kontrol Pneumatik

Pada saat bus sedang menunggu penumpang di terminal, halte ataupun tempat-tempat pemberhentian bus lainnya, maka pintu dikondisikan terbuka terus. Hal ini dimungkinkan dengan mengoperasikan katup S4. Ketika katup S4 dioperasikan, saluran 1 terbuka, saluran 3 tertutup, aliran udara dari saluran 1 ke saluran 2 menuju saluran 1.2 (X) pada katup V4 melalui katup V3. Aliran udara pada katup V4 adalah udara masuk saluran 1 keluar saluran 2 menuju saluran silinder bagian depan melalui katup V6. Udara mendorong silinder ke belakang (A-). Udara dalam silinder bagian belakang didorong keluar menuju saluran 4 dan keluar saluran 5 pada katup V4 melalui katup V5. Dengan gerakan A- (silinder mundur) maka pintu bus akan terbuka. Pada saat kondisi pintu bus terbuka maksimal, akan mengaktifkan katup S1. Sehingga aliran udara pada katup S1 adalah saluran 1 terbuka, saluran 3 tertutup, udara mengalir dari saluran 1 ke saluran 2 dan selanjutnya diteruskan ke katup V1. Aliran udara ini akan mengaktifkan katup V1 sehingga udara dari
28

kompresor akan mengalir ke katup V4 melalui saluran 1.4 (Y). Pada saat yang bersamaan, pada saluran 1.2 (X) masih terdapat udara mampat sehingga kondisi ini tidak akan mempengaruhi posisi katup V4. Posisi silinder masih dalam kondisi awal dan posisi pintu bus masih dalam keadaan terbuka terus. (lihat gambar)

Pada saat bus akan berangkat, sopir/kondektur bus harus menutup pintu bus terlebih dahulu. Untuk itu maka katup S4 harus dikembalikan ke posisi semula. Saluran 1 tertutup dan saluran 3 terbuka. Udara mampat pada saluran 1.2 (X) akan mengalir ke katup V3 menuju saluran 2 dan dibuang melalui saluran 3 pada katup S4. Akibatnya udara pada saluran 1.4 (Y) akan mendorong katup V4 sehingga aliran udara pada katup V4 adalah udara dari kompresor masuk saluran 1 diteruskan ke saluran 4 menuju katup V5 dan kemudian masuk ke saluran silinder bagian belakang. Udara pada bagian depan akan didorong ke luar melewati katup V6
29

menuju saluran 2 dan dibuang melalui saluran 3 pada katup V4. Dengan gerakan maju ini (A+), pintu bus akan segera tertutup (lihat gambar)

Apabila di tengah perjalanan ada penumpang yang akan turun, maka untuk membuka pintu, penumpang tinggal menekan katup S2. Pada waktu katup S2 ditekan maka saluran 1 terbuka dan saluran 3 tertutup. Aliran udara dari saluran 1 menuju saluran 2 untuk selanjutnya diteruskan ke V2 dan V3, kemudian menuju ke katup V4 melalui saluran 1.2 (X). Aliran udara pada katup V4 udara masuk saluran 1 menuju saluran 2 kemudian diteruskan ke katup V6. Selanjutnya diteruskan ke silinder melalui saluran bagian depan. Udara mendorong silinder ke belakang. Udara pada bagian belakang silinder akan didorong ke luar melalui katup V5 menuju saluran 4

30

dan dibuang melalui saluran 5. Silinder bergerak mundur (A-) dan pintu bus terbuka (lihat gambar).

Pada waktu pintu terbuka maksimal maka akan mengaktifkan katup S1. Dengan terbukanya katup S1, maka katup V1 akan mengalirkan udara dari kompresor menuju katup V4 melalui saluran 1.4 (Y). Pada saat udara masuk ke saluran 1.4 (Y), pada saluran 1.2 (X) tidak ada udara mampat karena pada saat katup S2 dilepas maka posisi akan kembali ke posisi awal. Sehingga udara pada saluran 1.2 (X) akan segera dibuang ke udara bebas melalui saluran 3 pada katup S2. Akibatnya silinder akan bergerak maju (A+) dan pintu bus akan segera menutup kembali (lihat gambar).

31

Apabila akan menaikkan penumpang di tengah perjalanan, maka untuk membuka pintu bus, dilakukan oleh sopir atau kondektur bus tersebut yaitu dengan cara menekan katup S3. Ketika katup ditekan, maka saluran 1 terbuka, saluran 3 tertutup, udara mengalir dari saluran 1 ke saluran 2 untuk selanjutnya diteruskan ke saluran 1.2 (X) pada katup V4 melalui katup V2 dan katup V3. Aliran udara ini akan mengubah arah aliran pada katup V4 yaitu udara masuk dari saluran 1 ke saluran 2 menuju katup V6. Selanjutnya masuk ke silinder melalui saluran bagian depan. Silinder bergerak mundur (A-) dan pintu bus akan terbuka (lihat gambar)

32

Pada saat pintu terbuka maksimal maka akan mengaktifkan katup S1 sehingga udara dari kompresor akan mengalir dari saluran 1 ke saluran 2 menuju katup V1. Dengan terbukanya katup V1, maka udara dari kompresor akan masuk ke katup V4 melalui saluran 1.4 (Y). Akibatnya udara dari kompresor akan mengalir dari saluran 1 ke saluran 4 menuju katup V5 menuju silinder bagian belakang. Maka silinder akan bergerak maju (A+) dan pintu akan tertutup kembali (lihat gambar).

33

Fungsi-fungsi katup V5 dan V6 adalah untuk mengatur kecepatan gerak pintu bus pada saat membuka dan menutup. Katup V1 merupakan katup tunda waktu. Katup ini berfungsi untuk memberikan selang waktu pintu bus menutup kembali setelah pintu bus terbuka. Sedangkan katup V2 dan V3 merupakan katup balik fungsi ATAU yang memungkinkan pintu bus dapat dioperasikan dengan menggunakan beberapa jenis katup pneumatic menurut situasi dan kondisi pada saat pintu bus tersebut dioperasikan.

34

BAB IV KESIMPULAN Dalam bidang otomatisasi proses produkasi di industry telah ditemukan mesin yang dapat membantu kitadalam kegiatan proses produksi untuk industri. Mesin tersebut dapat diperintahkan/diprogram sesuai dengan keinginan kita, untuk

mengerjakan suatu pekerjaan atau membantu dan mempermudah suatu pekerjaan manusia. Pneumatic adalah perkembangan teknologi yang sangat membantu pekerjaan manusia dari segi efisien dan mempunyai banyak keuntungan diantaranya: hemat energi listrik, mudah dalam pembangunan kontruksi mekaniknya, serta mudah dikembangkan dan secara umum komponen pneumatic mempunyai live time yang lebih lama.

35

DAFTAR PUSTAKA Aris Munandar, 1997, Penggerak Mula Turbin, ITB, Bandung Cliffs.Karl. 1994. Instandhalttungsmanagement, Mannheim, Deutschdtiflng fur Internationale Entwikcklung. Croser P. 1990. Pneumatik. Festo Didaktik. Esslingen Croser P. 1990. Hydrolik. Festo Didaktik. Esslingen Daryanto, dkk, 1977, Menggambar Teknik Mesin, Depdikbud, Jakarta Dieter, 1991, Jugendlexikan der Tecknik, Verlag, Koln Delman kilian, Modern Control Technology Component And Stystem Handbook, Omega Engineering, Inc, Stamford 1999 Depdikbud, 1995, Mesin Bubut CNC Dasar, Jakarta. Gottfried Nist(1994), Steurn und Regeln im Maschinenbau, Haan-Gruiten, Europah Lehrmittel Groover M.P. dkk, Industrial Robotics Technology, Programming, and Aplication, Mcgraww-Hill Book Co, Singapore, 1986 Harapan Utama. 2000. Materi Pengajaran AutoCAD 2000. Semarang: Lembaga Keterampilan Komputer Harapan Utama. J.J.M. Hollebrandse, Soedjono. 1988. Teknik Pemrograman Dan Aplikasi CNC. Jakarta: PT Rosda Jayaputra. Katsuhiko Ogata : Teknik Kontrol Automatik (Sistem Pengaturan Jilid 1) ; Penerbit Erlangga ; Jakarta Keith Frank, Mechanical Engineering Handbook, CRC Press LLC, New york, 1999 Keller, 1992, Schulungsunterlagen CNC Maho 432, Solingen, CNC Didaktik. Lilih Dwi P., 2001, Buku CNC Milling TU 2A (Mesin Bubut Dasar) , Laboratorium CNC BLPT Surabaya. Lilih Dwi P., 2001, Buku CNC Milling TU 3A (Mesin Freis Dasar) , Laboratorium CNC BLPT Surabaya. Majumdar, 2001, Pneumatic Systems Principles and Maintenance,Tata McGrawHill, New Delhi.

36