Anda di halaman 1dari 57

UMBI-UMBIAN Umbi-umbian adalah bahan nabati yang diperoleh dari dalam tanah, ,isalnya ubi kayu, ubi jalar,

kentang, garut, kunyit, gadung, bawang, jahe, kencur, kimpul, talas, gembili, ganyong, bengkuang dan sebagainya. Pada umumnya umbi-umbian tersebut sebagai sumber karbohidrat terutama pati. A. Jenis Umbi-umbian dapat dibedakan berdasarkan asalnya yaitu umbi akar dan umbi batang. Umbi akar atau batang sebenarnya merupakan bagian akar atau batang yang digunakan seagai tempat penyimpanan makanan cadangan. Yang termasuk umbi akar aadalah ubi kayu, bengkuang sedangkan ubi jalar, kentang dan gadung merupakan umbi batang. B. Morfologi 1. Ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) Di Indonesia ubi kayu atau singkong mempunyai arti ekonomi terpenting dibandingkan dengan jenis umbi-umbian yang lain. Selain dapat dikonsumsi dalam bentuk singkong rebus/goreng, tape dan lain-lain, ubi kayu juga sering diolah menjadi gaplek, tepung gaplek dan tepung tapioca yang merupakan bahan setengah jadi. Ubi kayu biasanya diperdagangkan dalam bentuk masih berkulit. Umbinya memiliki kulit yang terdiri dari 2 lapis yaitu kulit luar dan kulit dalam. Daging umbi berwarna putih atau kuning. 2. Ubi jalar (Ipomea batatas L.) Kulit ubi jalar relatif lebih tipis disbanding kulit ubi kayu. Warna daging,, putih, jingga, ungu, merah, kuning. Warna kulit biasanya putih kekuningan, atau merah ungu dan tidak selalu sama dengan warna daging umbi. Bentuknya juga tidak seragam. 3. Talas (Colocasia esculenta (L.) Schoot) Talas umbinya berbentuk lonjong samoai agak bulat berdiameter sekitar 10 cm. Kulit talas berwarna kemerah-merahan. Kulit talas kasar karena terdapat bekas-bekas pertumbuhan akar. Warna dagig talas putih keruh. 4. Gadung (Dioscorea hispia Dennst) Umbi gadung berbentuk bulat panjang dengansisi hampir sejajar atau melebar terhadap puncak, luasnya semakin menyempit disekeliling alas. Umbi yang sudah masak berwarna kuning kecoklatan, berbulu halus panjang 5-6 cm. Berdasarkan warna daging dikelompokkan menjadi gadung putih dan gadung kuning. Contoh gadung putih : gadung betul, kapur, putihpunel, arintil. Contoh gadung kuning adalah gadung kunyit dan padi. 5. Garut (Marantha arundinacea L.) Umbi garut merupakan rhizoma dari tanaman garut.Umbi garut berwarna putuh dan dibungkus dengan sisik-sisik secara teratur. Sisik berwarna putih sampai coklat pucat. 6. Kimpul (Xanthosoma violaceum Schoott) Bentuk umbi kimpul silinder sampai agak bulat, terdapat ruas dengan beberapa bakal tunas. Jumlah umbi anak dapat mencapai 10 buah atau lebih. Dengan panjang sekitar 12- 25 cm dan diameter 12-15 cm dan umbi yang diohasilkan biasanya memiliki berat 300 1000 gram. 7. Gembili (Dioscorea aculeate L.) Bentuk umbi gembili pada umumnya bulat lonjong, tetapi ada juga bentuk bercabang. Permukaan umbi licin. Warna kulit umbi krem sampai coklat muda, dan warna daging umbi putih bening sampai putih keruh. C. Komposisi Kimia 1. Ubi kayu

Ubi kayu banyak mengandung air dan pati. Ubi kayu mengandung racun yang disebut asam sianida (HCN). Berdasarkan kandungan asam sianidanya, ubi kayu dapat digolongkan menjadi empat yaitu : a. golongan yang tidak beracun, mengandung HCN 50 mg per kg umbi segar yang telah diparut b. beracun sedikit mengandung HCN antara 50 sampai 80 mg per kd c. beracun mengandung HCN antara 80 100 mg per kg dan d. sangat beracun mengandung HCN lebih besar dari 100 mg per kg. Ubi kayu yang tidak beracun dikenal sebagai ubi kayu manis, sedangkan ubi kayu yang beracun dikenal sebagai ubi kayu pahit, 2. Ubi jalar Ubi jalar mengandung beberapa jenis gula oligosakarida yang dapat menyebabkan flatulens, yaitu stakiosa, rafinosa dan verbaskosa. Oligosakarida penyebab flatulens ini tidak dapat dicerna oleh bakteri karena tidak adanya enzim galaktosidase, tetapi dicerna oleh bakteri pada usus bagian bawah. Hal ini mnyebabkan terbentuknya gas dalam usus besar. 3. Talas Talas mengandung banyak senyawa kimia yang dihasilkan sebagai produk sekunder proses metabolisme. Senyawa-senyawa tersebut terdiri dari alkaloid, glikosida, saponin, resin, beberapa gua dan asam organic.Umbi talas mengandung pigmen karotenoid yang berwarna kuning dan anthosianin yang berwarna merah. Umbi talas mengandung kristal kalsium oksalat yang menyebabkan rasa gatal. Rasa gatal dari talas ini dapat dihilangkan dengan perebusan atau pengukusan yang intensif. 4. Gadung Umbi gadung mengandung karbohidrat, lemak, serat kasar dan abu lebih rendah dibandingkan ketela pohon. Kandungan air dan protein umbi gadung lebih tinggi daripada ketela pohon. Umbi gadung memiliki alkaloid dioscorin yang bersifat racun dan dioscorin yang tidak beracun. Disamping itu umbi gadung juga mengandung sejumlah saponin yang sebagian besar berupa dioscin yang bersifat racun. Umbi yang dibiarkan tua akan berubah menjadi hijau dan kadar racunnta akan bertambah. Efek keracunan gadung mula-mula terasa tidak enak di kerongkongan, pening, kemudian muntah darah, terasa tercekik dan kepayahan. 5. Garut Kadar umbi garut berkisar antara 19.4 sampai 21.7% dan merupakan komponen terbanyak setelah air. Kadar karbohidrat umbi garut lebih rendah dibandingkan dengan ubi kayu. 6. Kimpul Umbi kimpul mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Umbi kimpul seringkali memberikan rasa gatal terutama pada umbi induknya. Rasa gatal ini disebabkan karena adanya kristal-kristal kalsium oksalat yang terbentuk seperti jarum. Kalsium oksalat dapat dikurangi dengan pencucian menggunakan air yang cukup banyak. Selain itu rasa gatal juga dapat dihilangkan dengan pengukusan dan perebusan. 7. Gembili Karbohidrat umbi gembili tersusun atas amilosa dan amilopektin. Umbi gembili juga mengandung gula seperti glukosa dan fruktosa sehingga menimbulkan rasa manis. Protein umbi gembili mengandung asam-asam amino sulfur (methionin dan sistin) yang rendah, demikian pula asam-asam amino lisin dan tirosin serta triptophan yang terdapat dalam jumlah yang rendah, tetapi asam-asam amino yang lain cukup besar.

Kentang
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari ? Kentang

Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Plantae Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Upakelas: Asteridae Ordo: Solanales Famili: Solanaceae Genus: Solanum Spesies: S. tuberosum Nama binomial Solanum tuberosum
L.

Kentang (Solanum tuberosum L.) adalah tanaman dari suku Solanaceae yang memiliki umbi batang yang dapat dimakan dan disebut "kentang" pula. Umbi kentang sekarang telah menjadi salah satu makanan pokok penting di Eropa walaupun pada awalnya didatangkan dari Amerika Selatan. Penjelajah Spanyol dan Portugis pertama kali membawa ke Eropa dan mengembangbiakkan tanaman ini pada abad XVI. Dengan cepat menu baru ini tersebar di seluruh bagian Eropa. Dalam sejarah migrasi orang Eropa ke Amerika, tanaman ini pernah menjadi pemicu utama perpindahan bangsa Irlandia ke Amerika pada abad ke-19, di kala terjadi wabah penyakit umbi di daratan Irlandia yang diakibatkan oleh jenis jamur yang disebut ergot.

Biologi

Bunga kentang. Tanaman kentang asalnya dari Amerika Selatan dan telah dibudidayakan oleh penduduk di sana sejak ribuan tahun silam. Tanaman ini merupakan herba (tanaman pendek tidak berkayu) semusim dan menyukai iklim yang sejuk. Di daerah tropis cocok ditanam di dataran tinggi. Bunga sempurna dan tersusun majemuk. Ukuran cukup besar, dengan diameter sekitar 3cm. Warnanya berkisar dari ungu hingga putih.

Kentang di pasaran

Bermacam-macam umbi kentang di pasar.

Singkong
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas (Dialihkan dari Ketela pohon) Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari ? Singkong

Gambar deskriptif singkong dari Koehlers Medizinischepflanzen

Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Plantae Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Ordo: Malpighiales Famili: Euphorbiaceae Upafamili: Crotonoideae Bangsa: Manihoteae Genus: Manihot Spesies: M. esculenta Nama binomial Manihot esculenta
Crantz

Singkong, yang juga dikenal sebagai ketela pohon atau ubi kayu, adalah pohon tahunan tropika dan subtropika dari keluarga Euphorbiaceae. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran.

Daftar isi

1 Deskripsi 2 Sejarah dan pengaruh ekonomi 3 Proses pembuatan 4 Penggunaan 5 Kadar gizi o 5.1 Singkong sebagai makanan babi 6 Bahasa Lokal 7 Produksi sedunia 8 Lihat pula 9 Rujukan o 9.1 Rujukan umum

9.2 Rujukan khusus

10 Pranala luar

Deskripsi
Berkas:Manihot DAN MANICOOL(PEJERET) esculenta dsc07325.jpg Umbi singkong siap dijual. Memiliki nama latin manihot utilissima. Merupakan umbi atau akar pohon yang panjang dengan fisik rata-rata bergaris tengah 2-3 cm dan panjang 50-80 cm, tergantung dari jenis singkong yang ditanam. Daging umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Gejala kerusakan ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat racun bagi manusia. Umbi singkong merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung asam amino metionin.

Sejarah dan pengaruh ekonomi


Jenis singkong Manihot esculenta pertama kali dikenal di Amerika Selatan kemudian dikembangkan pada masa pra-sejarah di Brasil dan Paraguay. Bentuk-bentuk modern dari spesies yang telah dibudidayakan dapat ditemukan bertumbuh liar di Brasil selatan. Meskipun spesies Manihot yang liar ada banyak, semua varitas M. esculenta dapat dibudidayakan. Produksi singkong dunia diperkirakan mencapai 184 juta ton pada tahun 2002. Sebagian besar produksi dihasilkan di Afrika 99,1 juta ton dan 33,2 juta ton di Amerika Latin dan Kepulauan Karibia. Singkong ditanam secara komersial di wilayah Indonesia (waktu itu Hindia Belanda) pada sekitar tahun 1810[1], setelah sebelumnya diperkenalkan orang Portugis pada abad ke-16 ke Nusantara dari Brasil.

Proses pembuatan
Umbi akar singkong banyak mengandung glukosa dan dapat dimakan mentah. Rasanya sedikit manis, ada pula yang pahit tergantung pada kandungan racun glukosida yang dapat membentuk asam sianida. Umbi yang rasanya manis menghasilkan paling sedikit 20 mg HCN per kilogram umbi akar yang masih segar, dan 50 kali lebih banyak pada umbi yang rasanya pahit. Pada jenis singkong yang manis, proses pemasakan sangat diperlukan untuk menurunkan kadar racunnya. Dari umbi ini dapat pula dibuat tepung tapioka. Teks tebal

Penggunaan

Dimasak dengan berbagai cara, singkong banyak digunakan pada berbagai macam masakan. Direbus untuk menggantikan kentang, dan pelengkap masakan. Tepung singkong dapat digunakan untuk mengganti tepung gandum, baik untuk pengidap alergi.

Kadar gizi
Kandungan gizi singkong per 100 gram meliputi:

Kalori 121 kal Air 62,50 gram Fosfor 40,00 gram Karbohidrat 34,00 gram Kalsium 33,00 miligram Vitamin C 30,00 miligram Protein 1,20 gram Besi 0,70 miligram Lemak 0,30 gram Vitamin B1 0,01 miligram[2]

Singkong sebagai makanan babi


Biasa digunakan di negara-negara seperti di Amerika Latin, Karibia, Tiongkok, Nigeria dan Eropa. Sebuah pengalaman pak Emanuel Porat sebagai seorang praktisi peternakan rakyat di daerah Nusa Tenggara Timur dipaparkan sebagai berikut "saya sering sekali menemukan keracunan sianida yang berasal dari daun ubi kayu yang telah di rebus sebagai pakan ternak babi. umumnya masyarakat Manggarai memasak pakan tersebut pada malam hari dan pada pagi harinya dipanaskan sekedarnya saja. dan dari beberapa kasus yang saya temukan perlakuan ini menyebabkan ternak babi dengan berat antara 10 hingga 50 kg dapat mati dalam waktu 2 - 3 jam. hingga sekarang saya belum dapat mengatasi keracunan akibat sianida ini pada ternak babi karena reaksinya yang begitu cepat". Gejalanya dapat terlihat dari keluarnya busa pada mulut ternak, berjalan berputar-putar, dan jika dilakukan pemeriksaan post mortem pada daerah lambung terjadi penimbunan gas yang sangat tinggi. ternyata sianida memang racun yang sangat cepat bekerja pada peredaran darah. tingkat resistensi individu ternak tergantung konsentrasi sianida dalam darah. sebagai tindakan pencegahan sebaiknya tidak memberikan daun ubi kayu sebagai pakan ternak sebelum direbus.[rujukan?]

Bahasa Lokal

Bahasa Sangihe: bungkahe Bahasa Tolitoli: kasubi bahasa Sunda: Sampeu

Jagung
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari ? Jagung

Jagung

Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Plantae (tidak termasuk) Monocots (tidak termasuk) Commelinids Ordo: Poales Famili: Poaceae Genus: Zea Spesies: Z. mays Nama binomial Zea mays ssp. mays
L.

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya), diambil minyaknya (dari bulir), dibuat tepung (dari bulir, dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena), dan bahan baku industri (dari tepung bulir dan tepung tongkolnya). Tongkol jagung kaya akan pentosa, yang dipakai

sebagai bahan baku pembuatan furfural. Jagung yang telah direkayasa genetika juga sekarang ditanam sebagai penghasil bahan farmasi.

Daftar isi

1 Biologi jagung o 1.1 Klasifikasi o 1.2 Deskripsi 2 Biologi jagung o 2.1 Klasifikasi 3 Deskripsi o 3.1 Jagung hibrida di ladang. o 3.2 Kandungan gizi 4 Keanekaragaman 5 Kandungan gizi 6 Pemanfaatan 7 Produksi jagung dan perdagangan dunia 8 Bahasa lokal 9 Referensi 10 Pranala luar

Biologi jagung
Klasifikasi

Tongkol jagung dengan bulir beraneka warna. Berdasarkan temuan-temuan genetik, antropologi, dan arkeologi diketahui bahwa daerah asal jagung adalah Amerika Tengah (Meksiko bagian selatan). Budidaya jagung telah dilakukan di daerah ini 10.000 tahun yang lalu, lalu teknologi ini dibawa ke Amerika Selatan (Ekuador) sekitar 7000 tahun yang lalu, dan mencapai daerah pegunungan di

selatan Peru pada 4.000 tahun yang lalu. [1] Kajian filogenetik menunjukkan bahwa jagung budidaya (Zea mays ssp. mays) merupakan keturunan langsung dari teosinte (Zea mays ssp. parviglumis). Dalam proses domestikasinya, yang berlangsung paling tidak 7.000 tahun oleh penduduk asli setempat, masuk gen-gen dari subspesies lain, terutama Zea mays ssp. mexicana. Istilah teosinte sebenarnya digunakan untuk menggambarkan semua spesies dalam genus Zea, kecuali Zea mays ssp. mays. Proses domestikasi menjadikan jagung merupakan satu-satunya spesies tumbuhan yang tidak dapat hidup secara liar di alam. Hingga kini dikenal 50.000 kultivar jagung, baik yang terbentuk secara alami maupun dirakit melalui pemuliaan tanaman.

Deskripsi
Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif. Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian antara 1m sampai 3m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6m. Tinggi tanaman biasa diukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum bunga jantan. Meskipun beberapa varietas dapat menghasilkan anakan (seperti padi), pada umumnya jagung tidak memiliki kemampuan ini.

Bunga betina jagung berupa "tongkol" yang terbungkus oleh semacam pelepah dengan "rambut". Rambut jagung sebenarnya adalah tangkai putik. Jagung termasuk tanaman bijinya berkeping tunggal monokotil, jagung tergolong berakar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman. Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin.

Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang. Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stoma pada daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki familia Poaceae. Setiap stoma dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas. Struktur ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada sel-sel daun. Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret. Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa karangan bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam tongkol. Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun. Pada umumnya, satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Beberapa varietas unggul dapat menghasilkan lebih dari satu tongkol produktif, dan disebut sebagai varietas prolifik. Bunga jantan jagung cenderung siap untuk penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripada bunga betinanya (protandri). ciri-ciri: 1. panjang 2. berisi 3. ada buahya Klasifikasi ilmiah

Kerajaan: Plantae o (tidak termasuk) Monocots o (tidak termasuk) Commelinids Ordo: Poales Famili: Poaceae Genus: Zea Spesies: Z. mays Nama: binomial

Zea mays ssp. maysL. Jagung (Zea mays L.)merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya), diambil minyaknya (dari bulir), dibuat tepung (dari bulir, dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena), dan bahan baku industri (dari tepung bulir dan tepung tongkolnya). Tongkol jagung kaya akan pentosa, yang dipakai sebagai bahan baku pembuatan furfural. Jagung yang telah direkayasa genetika juga sekarang ditanam sebagai penghasil bahan farmasi. Daftar isi

Biologi jagung
Klasifikasi
Tongkol jagung dengan bulir beraneka warna. Berdasarkan temuan-temuan genetik, antropologi, dan arkeologi diketahui bahwa daerah asal jagung adalah Amerika Tengah (Meksiko bagian selatan). Budidaya jagung telah dilakukan di daerah ini 10.000 tahun yang lalu, lalu teknologi ini dibawa ke Amerika Selatan (Ekuador) sekitar 7000 tahun yang lalu, dan mencapai daerah pegunungan di selatan Peru pada 4.000 tahun yang lalu. [1] Kajian filogenetik menunjukkan bahwa jagung budidaya (Zea mays ssp. mays) merupakan keturunan langsung dari teosinte (Zea mays ssp. parviglumis). Dalam proses domestikasinya, yang berlangsung paling tidak 7.000 tahun oleh penduduk asli setempat, masuk gen-gen dari subspesies lain, terutama Zea mays ssp. mexicana. Istilah teosinte sebenarnya digunakan untuk menggambarkan semua spesies dalam genus Zea, kecuali Zea mays ssp. mays. Proses domestikasi menjadikan jagung merupakan satusatunya spesies tumbuhan yang tidak dapat hidup secara liar di alam. Hingga kini dikenal 50.000 kultivar jagung, baik yang terbentuk secara alami maupun dirakit melalui pemuliaan tanaman.

Deskripsi
Jagung hibrida di ladang.
Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif. Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian antara 1m sampai 3m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6m. Tinggi tanaman biasa diukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum bunga jantan. Meskipun beberapa varietas dapat menghasilkan anakan (seperti padi), pada umumnya jagung tidak memiliki kemampuan ini. Bunga betina jagung berupa "tongkol" yang terbungkus oleh semacam pelepah dengan "rambut". Rambut jagung sebenarnya adalah tangkai putik. Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman. Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin.

Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang. Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stoma pada daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki familia Poaceae. Setiap stoma dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas. Struktur ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada sel-sel daun. Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret. Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa karangan bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam tongkol. Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun. Pada umumnya, satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Beberapa varietas unggul dapat menghasilkan lebih dari satu tongkol produktif, dan disebut sebagai varietas prolifik. Bunga jantan jagung cenderung siap untuk penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripada bunga betinanya (protandri). ciri-ciri: 1. panjang 2. berisi 3. ada buhya

Kandungan gizi
Biji jagung kaya akan karbohidrat. Sebagian besar berada pada endospermium. Kandungan karbohidrat dapat mencapai 80% dari seluruh bahan kering biji. Karbohidrat dalam bentuk pati umumnya berupa campuran amilosa dan amilopektin. Pada jagung ketan, sebagian besar atau seluruh patinya merupakan amilopektin. Perbedaan ini tidak banyak berpengaruh pada kandungan gizi, tetapi lebih berarti dalam pengolahan sebagai bahan pangan. Jagung manis diketahui mengandung amilopektin lebih rendah tetapi mengalami peningkatan fitoglikogen dan sukrosa.[2]. Kandungan gizi Jagung per 100 gram bahan adalah:[3] 1. Kalori : 355 Kalori 2. Protein : 9,2 gr 3. Lemak : 3,9 gr 4. Karbohidrat : 73,7 gr 5. Kalsium : 10 mg 6. Fosfor : 256 mg 7. Ferrum : 2,4 mg 8. Vitamin A : 510 SI 9. Vitamin B1 : 0,38 mg 10. Air : 12 gr Dan bagian yang dapat dimakan 90 %. Untuk ukuran yang sama, meski jagung mempunyai kandungan karbohidrat yang lebih rendah, namum mempunyai kandungan protein yang

lebih banyak. Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Pemanfaatan Selain sebagai bahan pangan dan bahan baku pakan, saat ini jagung juga dijadikan sebagai sumber energi alternatif.[4] Lebih dari itu, saripati jagung dapat diubah menjadi polimer sebagai bahan campuran pengganti fungsi utama plastik. Salah satu perusahaan di Jepang telah mencampur polimer jagung dan plastik menjadi bahan baku casing komputer yang siap dipasarkan. [5] [sunting] Produksi jagung dan perdagangan dunia Provinsi penghasil jagung di Indonesia : Jawa Timur : 5 jt ton; Jawa Tengah : 3,3 jt ton; Lampung : 2 jt ton; Sulawesi Selatan: 1,3 jt ton; Sumatera Utara : 1,2 jt ton; Jawa Barat : 700 800 rb ton, sisa lainnya (NTT, NTB, Jambi dan Gorontalo) dengan rata-rata produksi jagung nasional 16 jt ton per tahun [6] Produsen jagung terbesar saat ini adalah Amerika Serikat (38,85% dari total produksi dunia), diikuti China 20,97%; Brazil 6,45%; Mexico 3,16%; India 2,34%; Afrika Selatan 1,61%; Ukraina 1,44% dan Canada 1,34%. Sedangkan untuk negara-negara Uni Eropa sebanyak 7,92% dan negara-negara lainnya 14,34%. Total produksi jagung pada tahun 2008/2009 adalah sebesar 791,3 juta MT [7] Bahasa lokal 1. Bahasa Sanger/Sangihe: katela 2. Bahasa Tolitoli: binte

Keanekaragaman

Jagung dikelompokkan berdasarkan tipe bulir. Kiri atas adalah jagung gigi-kuda, di kiri latar depan adalah podcorn, sisanya adalah jagung tipe mutiara. Jagung yang dibudidayakan memiliki sifat bulir/biji yang bermacam-macam. Di dunia terdapat enam kelompok kultivar jagung yang dikenal hingga sekarang, berdasarkan karakteristik endosperma yang membentuk bulirnya: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Indentata (Dent, "gigi-kuda") Indurata (Flint, "mutiara") Saccharata (Sweet, "manis") Everta (Popcorn, "berondong") Amylacea (Flour corn, "tepung") Glutinosa (Sticky corn, "ketan")

7. Tunicata (Podcorn, merupakan kultivar yang paling primitif dan anggota subspesies yang berbeda dari jagung budidaya lainnya) Dipandang dari bagaimana suatu kultivar ("varietas") jagung dibuat dikenal berbagai tipe kultivar: 1. galur murni, merupakan hasil seleksi terbaik dari galur-galur terpilih 2. komposit, dibuat dari campuran beberapa populasi jagung unggul yang diseleksi untuk keseragaman dan sifat-sifat unggul 3. sintetik, dibuat dari gabungan beberapa galur jagung yang memiliki keunggulan umum (daya gabung umum) dan seragam 4. hibrida, merupakan keturunan langsung (F1) dari persilangan dua, tiga, atau empat galur yang diketahui menghasilkan efek heterosis. Warna bulir jagung ditentukan oleh warna endosperma dan lapisan terluarnya (aleuron), mulai dari putih, kuning, jingga, merah cerah, merah darah, ungu, hingga ungu kehitaman. Satu tongkol jagung dapat memiliki bermacam-macam bulir dengan warna berbeda-beda, karena setiap bulir terbentuk dari penyerbukan oleh serbuk sari yang berbeda-beda.

Kandungan gizi
Biji jagung kaya akan karbohidrat. Sebagian besar berada pada endospermium. Kandungan karbohidrat dapat mencapai 80% dari seluruh bahan kering biji. Karbohidrat dalam bentuk pati umumnya berupa campuran amilosa dan amilopektin. Pada jagung ketan, sebagian besar atau seluruh patinya merupakan amilopektin. Perbedaan ini tidak banyak berpengaruh pada kandungan gizi, tetapi lebih berarti dalam pengolahan sebagai bahan pangan. Jagung manis diketahui mengandung amilopektin lebih rendah tetapi mengalami peningkatan fitoglikogen dan sukrosa.[2]. Kandungan gizi Jagung per 100 gram bahan adalah:[3]

Kalori : 355 Kalori Protein : 9,2 gr Lemak : 3,9 gr Karbohidrat : 73,7 gr Kalsium : 10 mg Fosfor : 256 mg Ferrum : 2,4 mg Vitamin A : 510 SI Vitamin B1 : 0,38 mg Air : 12 gr

Dan bagian yang dapat dimakan 90 %. Untuk ukuran yang sama, meski jagung mempunyai kandungan karbohidrat yang lebih rendah, namum mempunyai kandungan protein yang lebih banyak. Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80150 hari.

Pemanfaatan
Selain sebagai bahan pangan dan bahan baku pakan, saat ini jagung juga dijadikan sebagai sumber energi alternatif.[4] Lebih dari itu, saripati jagung dapat diubah menjadi polimer sebagai bahan campuran pengganti fungsi utama plastik. Salah satu perusahaan di Jepang telah mencampur polimer jagung dan plastik menjadi bahan baku casing komputer yang siap dipasarkan. [5]

Sorgum
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari ? Sorgum

Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Plantae Divisi: Magnoliophyta Kelas: Liliopsida Ordo: Poales Famili: Poaceae Genus: Sorghum
L.

Spesies Terdiri 30 spesies, lihat teks Sorgum (Sorghum spp.) adalah tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak dan bahan baku industri. Sebagai bahan pangan ke-5, sorgum berada pada urutan ke-5 setelah gandum, jagung, padi, dan jelai. Sorgum merupakan makanan pokok penting di Asia Selatan dan Afrika sub-sahara.

Spesies

Sorghum almum Sorghum amplum Sorghum angustum Sorghum arundinaceum Sorghum bicolor

Sorghum brachypodum Sorghum bulbosum Sorghum burmahicum Sorghum controversum Sorghum drummondii Sorghum ecarinatum Sorghum exstans Sorghum grande Sorghum halepense Sorghum interjectum Sorghum intrans Sorghum laxiflorum Sorghum leiocladum Sorghum macrospermum Sorghum matarankense Sorghum miliaceum Sorghum nitidum Sorghum plumosum Sorghum propinquum Sorghum purpureosericeum Sorghum stipoideum Sorghum timorense Sorghum trichocladum Sorghum versicolor Sorghum virgatum Sorghum vulgare Andropogon sorghum

Beras
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari Ketan beralih ke halaman ini.

Beras

Beras, putih, panjang, biasa


Nilai nurtrisi per 100 g (3.5 oz) Energi 1.527 kJ (365 kcal)

Karbohidrat - Gula - Serat pangan Lemak Protein Air Thiamine (Vit. B1) Riboflavin (Vit. B2) Niacin (Vit. B3) Pantothenic acid (B5) Vitamin B6 Folate (Vit. B9) Calcium Iron Magnesium Manganese Phosphorus Potassium Zinc

79 g 0.12 g 1.3 g 0.66 g 7.13 g 11.62 g 0.070 mg (5%) 0.049 mg (3%) 1.6 mg (11%) 1.014 mg (20%) 0.164 mg (13%) 8 g (2%) 28 mg (3%) 0.80 mg (6%) 25 mg (7%) 1.088 mg (54%) 115 mg (16%) 115 mg (2%) 1.09 mg (11%)
dewasa.

Persentase merujuk kepada rekomendasi Amerika Serikat untuk


Source: Sumberdata Nutrisi USDA

Seorang wanita menumbuk beras di sebuah desa dekat Bandung (foto diambil tahun 1908) Beras adalah bagian bulir padi (gabah) yang telah dipisah dari sekam. Sekam (Jawa merang) secara anatomi disebut 'palea' (bagian yang ditutupi) dan 'lemma' (bagian yang menutupi). Pada salah satu tahap pemrosesan hasil panen padi, gabah ditumbuk dengan lesung atau digiling sehingga bagian luarnya (kulit gabah) terlepas dari isinya. Bagian isi inilah, yang berwarna putih, kemerahan, ungu, atau bahkan hitam, yang disebut beras.

Beras dari padi ketan disebut ketan.

Daftar isi

1 Anatomi beras 2 Kandungan beras 3 Macam dan warna beras 4 Aspek pangan 5 Aspek budaya dan bahasa 6 Produksi padi (gabah kering giling) 10 negara terbesar tahun 2009 (dalam juta metrik ton) 7 Produksi beras indonesia (dalam ribuan ton) 8 Impor beras indonesia (dalam ribuan ton) 9 Galeri gambar 10 Rujukan

Anatomi beras
Beras sendiri secara biologi adalah bagian biji padi yang terdiri dari

aleuron, lapis terluar yang sering kali ikut terbuang dalam proses pemisahan kulit, endosperma, tempat sebagian besar pati dan protein beras berada, dan embrio, yang merupakan calon tanaman baru (dalam beras tidak dapat tumbuh lagi, kecuali dengan bantuan teknik kultur jaringan). Dalam bahasa sehari-hari, embrio disebut sebagai mata beras.

Kandungan beras
Sebagaimana bulir serealia lain, bagian terbesar beras didominasi oleh pati (sekitar 8085%). Beras juga mengandung protein, vitamin (terutama pada bagian aleuron), mineral, dan air. Pati beras tersusun dari dua polimer karbohidrat:

amilosa, pati dengan struktur tidak bercabang amilopektin, pati dengan struktur bercabang dan cenderung bersifat lengket

Perbandingan komposisi kedua golongan pati ini sangat menentukan warna (transparan atau tidak) dan tekstur nasi (lengket, lunak, keras, atau pera). Ketan hampir sepenuhnya didominasi oleh amilopektin sehingga sangat lekat, sementara beras pera memiliki kandungan amilosa melebihi 20% yang membuat butiran nasinya terpencar-pencar (tidak berlekatan) dan keras.

Macam dan warna beras

Berbagai macam beras dan ketan di Indonesia. Warna beras yang berbeda-beda diatur secara genetik, akibat perbedaan gen yang mengatur warna aleuron, warna endospermia, dan komposisi pati pada endospermia. Beras "biasa" yang berwarna putih agak transparan karena hanya memiliki sedikit aleuron, dan kandungan amilosa umumnya sekitar 20%. Beras ini mendominasi pasar beras. Beras merah, akibat aleuronnya mengandung gen yang memproduksi antosianin yang merupakan sumber warna merah atau ungu. Beras hitam, sangat langka, disebabkan aleuron dan endospermia memproduksi antosianin dengan intensitas tinggi sehingga berwarna ungu pekat mendekati hitam. Ketan (atau beras ketan), berwarna putih, tidak transparan, seluruh atau hampir seluruh patinya merupakan amilopektin. Ketan hitam, merupakan versi ketan dari beras hitam. Beberapa jenis beras mengeluarkan aroma wangi bila ditanak (misalnya 'Cianjur Pandanwangi' atau 'Rajalele'). Bau ini disebabkan beras melepaskan senyawa aromatik yang memberikan efek wangi. Sifat ini diatur secara genetik dan menjadi objek rekayasa genetika beras.

Aspek pangan
Beras dimanfaatkan terutama untuk diolah menjadi nasi, makanan pokok terpenting warga dunia. Beras juga digunakan sebagai bahan pembuat berbagai macam penganan dan kuekue, utamanya dari ketan, termasuk pula untuk dijadikan tapai. Selain itu, beras merupakan komponen penting bagi jamu beras kencur dan param. Minuman yang populer dari olahan beras adalah arak dan air tajin. Dalam bidang industri pangan, beras diolah menjadi tepung beras. Sosohan beras (lapisan aleuron), yang memiliki kandungan gizi tinggi, diolah menjadi tepung bekatul (rice bran). Bagian embrio juga diolah menjadi suplemen makanan dengan sebutan tepung mata beras. Untuk kepentingan diet, beras dijadikan sebagai salah satu sumber pangan bebas gluten dalam bentuk berondong. Di antara berbagai jenis beras yang ada di Indonesia, beras yang berwarna merah atau beras merah diyakini memiliki khasiat sebagai obat. Beras merah yang telah dikenal sejak tahun 2.800 SM ini, oleh para tabib saat itu dipercaya memiliki nilai nilai medis yang dapat memulihkan kembali rasa tenang dan damai. Meski, dibandingkan dengan beras putih, kandungan karbohidrat beras merah lebih rendah (78,9 gr : 75,7 gr), tetapi hasil analisis Nio

(1992) menunjukkan nilai energi yang dihasilkan beras merah justru di atas beras putih (349 kal : 353 kal). Selain lebih kaya protein (6,8 gr : 8,2 gr), hal tersebut mungkin disebabkan kandungan tiaminnya yang lebih tinggi (0,12 mg : 0,31 mg). Kekurangan tiamin bisa mengganggu sistem saraf dan jantung, dalam keadaan berat dinamakan beri-beri, dengan gejala awal nafsu makan berkurang, gangguan pencernaan, sembelit, mudah lelah, kesemutan, jantung berdebar, dan refleks berkurang. Unsur gizi lain yang terdapat pada beras merah adalah fosfor (243 mg per 100 gr bahan) dan selenium. Selenium merupakan elemen kelumit (trace element) yang merupakan bagian esensial dari enzim glutation peroksidase. Enzim ini berperan sebagai katalisator dalam pemecahan peroksida menjadi ikatan yang tidak bersifat toksik. Peroksida dapat berubah menjadi radikal bebas yang mampu mengoksidasi asam lemak tidak jenuh dalam membran sel hingga merusak membran tersebut, menyebabkan kanker, dan penyakit degeneratif lainnya. Karena kemampuannya itulah banyak pakar mengatakan bahan ini mempunyai potensi untuk mencegah penyakit kanker dan penyakit degeneratif lain.

Aspek budaya dan bahasa


Beras merupakan bagian integral, dapat dikatakan menjadi penciri dari budaya Austronesia, khususnya Austronesia bagian barat. Istilah Austronesia lebih merupakan istilah yang mengacu pada aspek kebahasaan (linguistik). Pembedaan padi, gabah, merang, jerami, beras, nasi, atau ketan, merupakan salah satu ciri melekatnya "budaya padi" pada masyarakat pengguna keluarga bahasa Austronesia, dan dengan demikian juga bagian dari budaya Austronesia. Sejumlah relief pada candi-candi di Jawa juga memperlihatkan aspek "budaya padi" pada masyarakat setempat pada masa itu. Budaya menanak beras hingga kini masih bisa ditemui sebagai kegiatan sehari-hari, walaupun berbagai cara instan dicoba, misalnya, adanya inovasi makanan berbahan beras seperti rengginang, bahkan hingga beras merah instan, untuk mengadaptasi gaya hidup yang semakin mobil dan dinamis.

Galeri gambar

Beras tumbuk (belum disosoh)

Beras tumbuk (belum disosoh)

Beras sesudah (kiri) dan sebelum disosoh

Beras wangi melati dari Thailand

Beras padi liar (wild rice)

Nasi dari beras liar (wild rice)

Gandum
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari ? Gandum

Triticum aestivum, jenis gandum yang paling umum ditanam.

Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Plantae Divisi: Magnoliophyta Kelas: Liliopsida Ordo: Poales Famili: Poaceae Genus: Triticum
L.

Spesies T. aestivum T. aethiopicum T. araraticum T. boeoticum

T. carthlicum T. compactum T. dicoccoides T. dicoccon T. durum T. ispahanicum T. karamyschevii T. macha T. militinae T. monococcum T. polonicum T. spelta T. sphaerococcum T. timopheevii T. turanicum T. turgidum T. urartu T. vavilovii T. zhukovskyi
Referensi: ITIS 42236 2002-09-22

Gandum (Triticum spp.) adalah sekelompok tanaman serealia dari suku padi-padian yang kaya akan karbohidrat. Gandum biasanya digunakan untuk memproduksi tepung terigu, pakan ternak, ataupun difermentasi untuk menghasilkan alkohol.

Daftar isi

1 Sejarah 2 Klasifikasi o 2.1 T. aestivum (hard wheat) o 2.2 T. compactum (soft wheat) o 2.3 T. durum (durum wheat) 3 Morfologi biji o 3.1 Bran o 3.2 Endosperma o 3.3 Lembaga 4 Tepung terigu o 4.1 Pembuatan tepung terigu o 4.2 Jenis tepung terigu 5 Referensi 6 Pranala luar

Sejarah
Masyarakat prasejarah sudah mengenal sifat-sifat gandum dan tanaman biji-bijian lainnya sebagai sumber makanan. Berdasarkan penggalian arkeolog, diperkirakan gandum berasal

dari daerah sekitar Laut Merah dan Laut Mediterania, yaitu daerah sekitar Turki, Siria, Irak, dan Iran. Sejarah Cina menunjukkan bahwa budidaya gandum telah ada sejak 2700 SM [1].

Klasifikasi
Gandum merupakan makanan pokok manusia, pakan ternak dan bahan industri yang mempergunakan karbohidrat sebagai bahan baku [2]. Gandum dapat diklasifikasikan berdasarkan tekstur biji gandum (kernel), warna kulit biji (bran), dan musim tanam. Berdasarkan tekstur kernel, gandum diklasifikasikan menjadi hard, soft, dan durum. Sementara itu berdasarkan warna bran, gandum diklasifikasikan menjadi red (merah) dan white (putih). Untuk musim tanam, gandum dibagi menjadi winter (musim dingin) dan spring (musim semi). Namun, secara umum gandum diklasifikasikan menjadi hard wheat, soft wheat dan durum wheat.

T. aestivum (hard wheat)


T. aestivum adalah spesies gandum yang paling banyak ditanam di dunia dan banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan roti karena mempunyai kadar protein yang tinggi. Gandum ini mempunyai ciri-ciri kulit luar berwarna coklat, bijinya keras, dan berdaya serap air tinggi. Setiap bulir terdiri dari dua sampai lima butir gabah.

T. compactum (soft wheat)


T. compactum merupakan spesies yang berbeda dan hanya sedikit ditanam. Setiap bulirnya terdiri dari tiga sampai lima buah, berwarna putih sampai merah, bijinya lunak, berdaya serap air rendah dan berkadar protein rendah. Jenis gandum ini biasanya digunakan untuk membuat biskuit dan kadang-kadang membuat roti.

T. durum (durum wheat)


T. durum merupakan jenis gandum yang khusus. Ciri dari gandum ini ialah bagian dalam (endosperma) yang berwarna kuning, bukan putih, seperti jenis gandum pada umumnya dan memiliki biji yang lebih keras, serta memiliki kulit yang berwarna coklat. Gandum jenis ini digunakan untuk membuat produk-produk pasta, seperti makaroni, spageti, dan produk pasta lainnya [3].

Morfologi biji
Pada umumnya, kernel berbentuk ofal dengan panjang 68 mm dan diameter 23 mm. Seperti jenis serealia lainnya, gandum memiliki tekstur yang keras. Biji gandum terdiri dari tiga bagian yaitu bagian kulit (bran), bagian endosperma, dan bagian lembaga (germ) [4]. Bagian kulit dari biji gandum sebenarnya tidak mudah dipisahkan karena merupakan satu kesatuan dari biji gandum tetapi bagian kulit ini biasanya dapat dipisahkan melalui proses penggilingan.

Bran

Bran merupakan kulit luar gandum dan terdapat sebanyak 14,5% dari total keseluruhan gandum. Bran terdiri dari 5 lapisan yaitu epidermis (3,9%), epikarp (0,9%), endokarp (0,9%), testa (0,6%), dan aleuron (9%). Bran memiliki granulasi lebih besar dibanding pollard, serta memiliki kandungan protein dan kadar serat tinggi sehingga baik dikonsumsi ternak besar. Epidermis merupakan bagian terluar biji gandum, mengandung banyak debu yang apabila terkena air akan menjadi liat dan tidak mudah pecah. Fenomena inilah yang dimanfaatkan pada penggilingan gandum menjadi tepung terigu agar lapisan epidermis yang terdapat pada biji gandum tidak hancur dan mengotori tepung terigu yang dihasilkan. Kebanyakan protein yang terkandung dalam bran adalah protein larut (albumin dan globulin).

Endosperma
Endosperma merupakan bagian yang terbesar dari biji gandum (80-83%) yang banyak mengandung protein, pati, dan air. Pada proses penggilingan, bagian inilah yang akan diambil sebanyak-banyaknya untuk diubah menjadi tepung terigu dengan tingkat kehalusan tertentu [5]. Pada bagian ini juga terdapat zat abu yang kandungannya akan semakin kecil jika mendekati inti dan akan semakin besar jika mendekati kulit.

Lembaga
Lembaga terdapat pada biji gandum sebesar 2,5-3%. Lembaga merupakan cadangan makanan yang mengandung banyak lemak dan terdapat bagian yang selnya masih hidup bahkan setelah pemanenan. Di sekeliling bagian yang masih hidup terdapat sedikit molekul glukosa, mineral, protein, dan enzim. Pada kondisi yang baik, akan terjadi perkecambahan yaitu biji gandum akan tumbuh menjadi tanaman gandum yang baru. Perkecambahan merupakan salah satu hal yang harus dihindari pada tahap penyimpanan biji gandum. Perkecambahan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya kondisi kelembapan yang tinggi, suhu yang relatif hangat dan kandungan oksigen yang melimpah.

Tepung terigu
Tepung terigu adalah tepung atau bubuk halus yang berasal dari bulir gandum, dan digunakan sebagai bahan dasar pembuat kue, mi dan roti. Kata terigu dalam bahasa Indonesia diserap dari bahasa Portugis, trigo, yang berarti "gandum". Tepung terigu mengandung banyak zat pati, yaitu karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air. Tepung terigu juga mengandung protein dalam bentuk gluten, yang berperan dalam menentukan kekenyalan makanan yang terbuat dari bahan terigu. Tepung terigu juga berasal dari gandum, bedanya terigu berasal dari biji gandum yang dihaluskan, sedangkan tepung gandum utuh (whole wheat flour) berasal dari gandum beserta kulit arinya yang ditumbuk.

Pembuatan tepung terigu


Tepung terigu diperoleh dari hasil penggilingan biji gandum yang mengalami beberapa tahap pengolahan (Paul & Helen 1972). Beberapa tahap proses pengolahan tersebut adalah tahap persiapan dan tahap penggilingan. Tahap persiapan meliputi proses cleaning (pembersihan), dampening (pelembapan), dan conditioning (pengondisian). Pada tahap

cleaning, gandum dibersihkan dari kotoran-kotoran seperti debu, biji-biji lain selain gandum (seperti biji jagung, kedelai), kulit gandum, batang gandum, batu-batuan, kerikil, logam, dan lain-lain [6]. Kontaminan-kontaminan tersebut harus dipisahkan dari gandum sebelum proses penggilingan. Penggunaan ayakan kasar dan magnet dapat memisahkan benda-benda asing dan substansi logam yang terdapat pada gandum. Kontaminan kecil memerlukan perlakuan khusus untuk memisahkannya dari gandum. Gandum yang telah dibersihkan mengalami proses selanjutnya yaitu proses dampening dan conditioning. Proses dampening adalah proses penambahan air agar campuran gandum memiliki kadar air yang diinginkan [6]. Proses dampening tergantung pada kandungan air dari gandum, kepadatan, dan kekerasan biji gandum. Jumlah air yang ditambahkan dapat dihitung secara matematis dengan menggunakan persamaan:

W adalah jumlah air yang ditambahkan (kg), M2 adalah kadar air yang diinginkan (%), M1 adalah kadar air gandum awal (%), dan Q adalah berat gandum (kg). Setelah melalui proses dampening selanjutnya gandum mengalami conditioning dengan menambahkan air pada gandum dan didiamkan selama waktu tertentu agar air benar-benar meresap. Tahap ini bertujuan untuk membuat kulit gandum menjadi liat sehingga tidak hancur pada saat digiling dan dapat mencapai kadar air tepung terigu yang diinginkan serta memudahkan endosperma terlepas dari kulit dan melunakkan endosperma. Tahap selanjutnya adalah tahap penggilingan yang meliputi proses breaking, reduction, sizing, dan tailing. Prinsip proses penggilingan adalah memisahkan endosperma dari lapisan sel aleuron atau lapisan kulit. Diawali dengan proses breaking, endosperma dihancurkan menjadi partikel-partikel dalam ukuran yang seragam dalam bentuk bubuk seukuran tepung [7] . Tahap penggilingan selanjutnya adalah proses reduction, yaitu endosperma yang sudah dihancurkan diperkecil lagi menjadi tepung terigu, untuk selanjutnya diayak untuk dipisahkan dari bran dan pollard. Selama proses penggilingan dihasilkan produk-produk samping seperti dedak, pollard, pellet, dan tepung industri. Tujuan dari tahap penggilingan ini untuk memperoleh hasil ekstraksi yang tinggi dengan kualitas tepung yang baik. Proses tepung yang baik umumnya menghasilkan 74-84% tepung terigu sedangkan bran dan pollard kira-kira 20-26%. Tepung hasil produksi dianalisis di laboratorium kendali mutu untuk dianalisis kandungan-kandungan dalam tepung terigu yang meliputi penetapan kadar air, kadar abu, kadar protein, dan kadar gluten, uji warna, uji farinograph, ekstensograph, alveograph, amylograph, serta analisis mikrobiologi.

Jenis tepung terigu

Tepung berprotein tinggi (bread flour): tepung terigu yang mengandung kadar protein tinggi, antara 11%-13%, digunakan sebagai bahan pembuat roti, mi, pasta, dan donat. Tepung berprotein sedang/serbaguna (all purpose flour): tepung terigu yang mengandung kadar protein sedang, sekitar 8%-10%, digunakan sebagai bahan pembuat kue cake. Tepung berprotein rendah (pastry flour): mengandung protein sekitar 6%-8%, umumnya digunakan untuk membuat kue yang renyah, seperti biskuit atau kulit gorengan ataupun keripik.

sereallia
BAB I PENDAHULUAN Serealia adalah bijibijian dari family rumput-rumputan (Graminae) yang kaya akan karbohidrat sehingga merupakan makanan pokok manusia, campuran makanan ternak dan bahan baku industri karbohidrat. Jenis biji-bijian yang mengandung lemak relatif tinggi seperti jagung yang merupakan bahan baku industri minyak nabati. Adapun beberapa jenis padi/beras, disini adalah beras siam baru panen, beras siam lama, beras unus baru panen beras unus lama, beras rojolele, beras ketan putih, beras ketan hitam, beras merah, dan jenis-jenis jagung antara lain jagung kering putih, jagung segar kuning biasa, jagung manis segar, dan jagung kering kuning. Pola umum penggunaan serealia adalah sebagai makanan manusia, minuman, fermentasi, makanan ternak, keguaan industri (bukan pangan) dan sebagai benih untuk tanaman selanjutnya. Jika serealia yang dihasilkan dibagikan kepada semua orang didunia masing-masing akan mendapatkan kurang lebih 270 Kg/tahun. Walaupun begitu, kegunaannya untuk industri, makanan ternak, dan pembibitan mengambil bagian yang cukup besar dalam mengkkonsumsi serealia. Dengan demikian, semua serealia memberi hasil yang sama terkecuali jagung, karena hasil jagung telah meningkat secara dramatis dengan adanya usaha para ahli enetik tanaman sehinggga mencapai tingkat yang sekarang. Serealia memang sangat populer di dunia. Bahkan, hingga kini, serealia jadi makanan pokok dunia, khususnya sebagai sumber karbohidrat dan protein. Untungnya, kebanyakan bahan makanan dari serealia yang bisa dikonsumsi anak mengandung banyak manfaat. Serealia juga kaya jenis dan sarat gizi. Sebenarnya, ada begitu banyak jenis serealia. Di Indonesia, yang umum dijumpai adalah beras merah, beras putih, jagung, gandum, serta sorgum . Sementara itu, di negara lain, dikenal juga oats, barley, rye, dan millet. Kandungan zat gizi serealia memang sangat bervariasi, tergantung jenisnya. Tetapi umumnya, serealia kaya karbohidrat, cukup protein, sangat rendah kandungan lemak, serta kaya serat kasar. Juga, serealia merupakan sumber vitamin (vitamin E dan B kompleks), serta mineral (besi, magnesium, dan seng) yang cukup baik. Bahkan, beberapa serealia, yaitu gandum, sorgum, rye dan oats, mengandung protein gluten, yang sangat penting pada

proses pengembangan roti. Tanpa jumlah gluten yang cukup, roti tidak mampu mengembang dengan baik alias bantat.

BAB II ISI DAN PEMBAHASAN A. PENGERTIAN SEREALIA Serealia atau dalam Bahasa Inggris disebut cereal, dikenal juga sebagai sereal atau biji-bijian yang merupakan sekelompok tanaman yang ditanam untuk dipanen biji/bulirnya sebagai sumber karbohidrat/pati. Kebanyakan serealia merupakan anggota dari suku padipadian dan disebut sebagai serealia sejati. Anggota yang paling dikenal dan memiliki nilai ekonomi tinggi, sehingga dikenal sebagai serealia utama adalah padi (Oryza sativa), jagung (Zea mays), gandum(triticum sp),cantem (surgum sp). Beberapa tanaman penghasil bijian yang bukan padi-padian juga sering disebut serealia semu (pseudocereals); mencakup buckwheat, bayam biji (seed amaranth), dan kinoa. Beberapa serealia juga dikenal sebagai pakan burung berkicau, seperti jewawut dan berbagai jenis milet. Walaupun menghasilkan pati, tanaman seperti sagu, ketela pohon, atau kentang tidak digolongkan sebagai serealia karena bukan dipanen bulir/bijinya. Serealia dibudidayakan secara besar-besaran di seluruh dunia, melebihi semua jenis tanaman lain dan menjadi sumber energi bagi manusia dan

ternak. Di sebagian negara berkembang, serealia seringkali merupakan satu-satunya sumber karbohidrat. Serealia berasal dari kata Ceres, nama dewa Yunani untuk pertanian. Dan, istilah ini umumnya digunakan untuk menunjukkan berbagai jenis tanaman famili rumputrumputan atau padi-padian yang menghasilkan biji-bijian yang bisa dimakan. Tidak heran, kalau akhirnya banyak yang mengartikan serealia sebagai biji-bijian. Istilah serealia lalu populer juga sebagai bahan hidangan sarapan di berbagai negara maju, khususnya dengan berkembangnya sereal sarapan (breakfast cereals) . Di Amerika, sereal sarapan ini dikembangkan oleh John Harvey Kellogg pada tahun 1895 sebagai santapan padi siap saji. Serealia siap saji ini dengan mudah bisa di peroleh di pasar swalayan dalam aneka rasa dan bentuk. Awalnya, produk sereal dikembangkan untuk membantu pasien meningkatkan intake serat pada dietnya. Beberapa tahun kemudian, lebih dari 30 jenis produk sereal sarapan dikembangkan. Tidak hanya untuk meningkatkan konsumsi serat, tetapi juga meningkatkan kesehatan dan bahkan- dijanjikan dapat menyembuhkan beberapa gejala penyakit. B. JENIS JENIS SEREALIA Ada begitu banyak jenis serealia. Di Indonesia, yang umum dijumpai adalah beras merah, beras putih, jagung, gandum, serta sorgum . Sementara itu, di negara lain, dikenal juga oats, barley, rye, dan millet. a. Padi

Kebanyakan dari kita lebih menyukai beras yang telah disosoh bersih, sehingga warnanya putih. Padahal, nilai gizi beras pecah kulit (sebelum disosoh) jauh lebih tinggi. Memang, secara alami warna beras ini agak kecokelatan. Sebenarnya, ada perbedaan antara kedua beras itu. Adanya lapisan yang menyelimuti biji beras, yakni dedak atau bekatul padi ( rice bran ). Tapi, kalau tetap ingin beras putih, kikis habis dulu lapisan luar itu. Ironisnya, dedak justru mengandung paling tidak 65% dari zat gizi mikro penting dalam beras. Dalam dedak padi memang banyak dijumpai fitokimia, vitamin (seperti tiamin, niasin, vitamin

B6), mineral (besi, fosfor, magnesium, potasium), asam amino, asam lemak esensial, serta antioksidan. Di samping itu, dedak padi begitu sarat manfaat, seperti: Mengurangi risiko terjangkitnya penyakit dan meningkatkan kesehatan tubuh. Bersifat hipoalergenik (rendah kemungkinan untuk memicu alergi). Sumber serat makan yang baik. Jadi, tidak heran kalau dedak padi banyak digunakan dalam berbagai industri pangan, farmasi dan pangan suplemen (termasuk dietary supplement), diolah jadi berbagai produk sereal sarapan atau produk makanan lainnya, serta jadi bahan dasar produk minuman fungsional yang mengandung vitamin B kompleks, kalsium, potasium, dan sebagainya. Jenis-jenis beras, antara lain : 1. Beras unus baru panen

Beras unus adalah salah satu jenis beras yang berwarna putih agak kusam dengan bentuk panjang kurus serta tekstur yang keras atau tidak rapuh dengan sifat tidak banyak menyerap air. Beras unus lebih ramping bila dibandingkan denngan beras-beras lainnya. Sebagaimana bulir serealia lainnya, bagian terbesar lainnya disominasi oleh pati (80-85%). Beras ini juga mengandung protein, vitamin (terutama pada bagian aleuron),mineral dan air. Beras yang baru dipanen dari penggilingan beras.beras unus ini tidak mudah patah dan berwarna putih bersih. Beras ini dengan kadar amilosa tinggi beras ini dapat menyerap air lebih cepat tetapi dapat melepaskan air dengan cepat pula. Beras ini antara lain warnanya putih bersih,butir nasi terpisah. Kandungan zat gizi yang terkandung adalah kalori 339 kal, protein 7,7 gram, lemak 4,4 gram, karbohidrat 73,0 gram, kalsium 22 mg, fosfor 272 mg, besi 3,7 mg, vitamin B1 dan air 12,0 gram. 2. Beras unus lama Beras yang sudah lama dipanen.Teksturnya keras dan berasnya tidak rapuh atau tidak mudah patah.tidak terlalu lunak dan cepat menjadi keras.Beras ini berkadar amilosa yang lebih tinggi.

Kandungan zat gizi yang terkandung adalah kalori 363 kal, protein 7,6 gram, lemak 1,1 gram, karbohidrat 78,3 gram, kalsium 11 mg, fosfor 221 mg, besi 1,2 mg, vitamin B1 dan air 12,0 gram.

3. Beras siam baru panen

Beras siam baru panen sangat cocok dikonsumsi oleh para penderita diabetes atau sensitif gula darah. Beras siam mempunyai keunggulan tersendiri dari beras lainnya. Kalau beras yang lainnya mempunyai kadar karbohidrat cukup tinggi (80%), beras siam mempunyai kadar karbohidrat sedang (48,88%), oleh karena itu bera siam sangat cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes, karena penyembuhan penyakit diabetes sangat dipengaruhi oleh pola konsumsi karbohidrat. Beras ini berkadar anilosa sangat rendah dengan kadar anilosa 9-20%. Beras ini akan bersifat tetap lunak walaupun dibiarkan satu malam sesudah dimasak. Kandungan zat gizi yang terkandung adalah kalori 360 kal, protein 6,8 gram, lemak 0,7 gram, karbohidrat 78,9 gram, kalsium 6 mg, fosfor 140 mg, besi 0,8 mg, vitamin B1 dan air 13,0 gram. 4. Beras siam lama Beras ini juga berkadar amilosa yana sangat rendah sama dengan siam baru panen hanya saja beras ini sudah lama dipanen dan rasanya agak kurang nyaman. Kandungan zat gizi yang terkandung adalah kalori 178 kal, protein 2,1, lemak 0,1, karbohidrat 40,6 gram, kalsium 5 mg, fosfor 22 mg, besi 0,5 mg, vitamin B1 dan air 57,0 gram. Ternyata didalam beras siam lama, dengan beras siam baru tidak jauh berbeda,dalam hal bentuk maupun struktur fisik, namun ada sedikit perbedaannya yaitu terdapat dalam segi penampilan dan warnanya, misalnya pada siam baru, biji berasnya terlihat sangat putih sedangkan pada beras siam lama warnanya sudah agak berubah sedikit agak kusam dan sudah tidak semenarik beras siam baru.

5. Beras Rojo lele Beras Rojo Lele adalah jenis beras lokal. Bentuk dari beras ini adalah memanjang, dan warna putihnya cerah. Secara fisik mirip dengan beras IR 64. Namun dari sisi rasa dan kualitas, beras Rojo Lele jauh lebih bagus. Beras ini pulen dan wangi. Selain itu, beras organik yang kualitasnya bagus akan tahan jauh lebih lama setelah dimasak. Nasi tidak cepat menjadi bau dan basi. Beras ini merupakan beras yang memiliki kadar amilosa yang lebih besar dari 2%. Beras ini dapat menyerap air lebih cepat tetapi dapat melepaskan air dengan cepat pula dan juga mempunyai daya kembang yang lebih besar apabila dimasak dibandingkan dengan kadar amilosanya yang lebih rendah.dan warna beras ini lebih mengkilap agak lekat dan tetap lunak walau pun dibiarkan beberapa saat sesudah dimasak. Beras rojolele merupakan beras yang pulen ketika dimasak, mengandung cukup banyak karbohidrat, protein, serat dan air. Kandungan zat gizi yang terkandung adalah kalori 364 kal, protein 8,8 gram, lemak 0,6 gram, karbohidrat 80,1 gram, kalsium 5 mg, fosfor 142 mg, besi 0,8 mg, vitamin B1 dan air 12,0 gram. Nama varietas : Rojolele Golongan : Berbulu Bentuk Tanaman : Tegak Warna Kaki : Ungu Warna Batang : Ungu Warna Telinga Daun : Tidak Berwarna Warna Lidah Daun : Tidak Berwarna Warna Daun : Hijau Muka Daun : Kasar Posisi Daun : Terkulai Daun Bendera : Terkulai Warna Gabah : Kuning Kerontokan : Tahan rontok Kerebahan : Sedang Tekstur Nasi : Wangi, Pulen Kadar amilosa : 21 % Ketahanan terhadap hama : Peka terhadap wereng cokelat

6. Beras ketan hitam

Beras ketan hitam merupakan jenis pangan berkhasiat yang belum populer, beras ketan hitam kaya akan vitamin, mineral dan antioksidan, ia merupakan varietas lokal yang mengandung pigmen paling baik dan beras ketan hitam berbeda dengan beras ketan putih. Beras ketan hitam adalah beras yang biasa dipakai untuk membuat bubur ketan hitam yang warnanya hitam pekat dan butirannya utuh mengkilap. Kandungan acinya banyak sehingga ketika direbus lama-lama menjadi bubur kental. Beras ketan hitam merupakan versi ketan dari beras hitam.ketan hitam karbohidratnya lengket dan banyak dikonsumsi oleh para kaisar china. Kandungan zat gizi yang terkandung adalah kalori 326 kal, protein 7,0 gram, lemak 0,7 gram, karbohidrat 78,0 gram, kalsium 10 mg, fosfor 148 mg, besi 0,8 gram, vitamin B1 dan air 13,0 gram. 7. Beras ketan putih

Beras ketan putih adalah sejenis beras yang memiliki amilopektin yang lebih dibandingkan beras pada umumnya. Bera sini memiliki warna putih susu dan memiliki butiran-butiran yang lebih besar daripada beras putih. Pemakaian jenis beras ini tidaklah seumum beras putih di kalangan rakyat ramai. Biasa digunakan pada saat-saat tertentu saja,walau kandungan gizinya tidak jauh berbeda dengan kandungan nilai gizi beras putih. Beras ini dengan kadar amilosa berkisar 1-2%.Hasil pemasakan beras ini mempunyai sifat sangat mengkilap,sangat lekat dan kerapatan antar butir nasi tinggi sehingga volume nasinya sangat kecil. Kandungan zat gizi yang terkandung adalah kalori 362 kal, protein 8,7 gram, lemak 0,7 gram, karbohidrat 70,4 gram, kalsium 12 mg, fosfor 148 mg, besi 0,8 mg, vitmin B1, dan air 2,0.

8. Beras merah

Beras merah adalah sumber protein yang baik, sumber mineral seperti selenium yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan sumber vitamin B yang dapat menyehatkan sel-sel saraf dan sistem pencernaan. Beras merah juga memiliki kandungan serat yang tinggi sehingga dapat mencegah konstipasi. Beras merah mempunyai rasa seprti kacang dan lebih kenyal dari beras putih, meskipun lebih cepat basi beras merah lebih bernutrisi. Warna merah pada beras terbentuk dari pigmen antosianin yang dikandungnya. Menurut hasil penelitian para ilmuwan,beras memiliki beberapa keunggulan antara lain: beras merupakan sumber vitamin B kompleks yang baik sekali.Dimana vitamin B dapat mengubah karbohidrat semaksimal mungkin menjadi energi. Beras merah memiliki kandungan nilai gizi yang mendekati komposisi beras putih,kecuali pada nimendekati komposisi beras putih,kecuali pada nilai kalori setelah matang. Memiliki kandungan gizi, yaitu : kalori 359 kal, protein 7,5 gram, lemak 0,9 gram, karbohidrat 77,6 gram, kalsium 16 mg, fosfor 163 mg, besi 0,3 mg, vitamin B1 dan air 13,0 gram. Kandungan yang dipunyai beras merah adalah sebagai berikut : Mengandung lebih banyak magnesium. Kaya akan asam amino dan GABA ( Gamma-AminoButyric Acid) Merupakan sumber mineral mangan, 100 gram beras merah mengandung 1,1 mg mangan atau mampu mencukupi 55% kebutuhan harian mineral mangan. b. Jagung

Sampai sekarang, jagung masih merupakan pangan pokok untuk benua Amerika, khususnya Amerika Latin. Selain dikonsumsi dalam bentuk kering dan ditepungkan, bisa pula jagung dikonsumsi dengan cara direbus atau dikukus, terutama jagung manis. Sebagai sereal sarapan, jagung sangat populer. Emping jagung ( cornflakes ) dengan aneka rasa dan bentuk banyak ditawarkan di pasar. Jenis emping jagung yang cukup populer adalah Trotila atau lebih dikenal dengan Tortila. 1. Jagung kering putih

Jagung ini berwarna putih.yang pada dasarnya berasal dari jagung biasa hanya saja dikeringkan dan menjadi keras. Ternyata dari beberapa penelitian, terbukti bahwa jagung kering putih hampir sama dengan jagung kering kuning, namun nutrisi yang terkandung didalamnya juga sudah berbeda dan rasanya sudah tidak enak lagi. Kandungan zat gizi yang terkandung adalah kalori 307 kal, protein 7,9 gram, lemak 3,4 gram, karbohidrat 63,6 gram, kalsium 8 mg, fosfor 148 mg, besi 2,1 mg, vitmin B1, dan air 24,0 gram

2.

Jagung kering kuning

Jagung ini pada umumnya sama dengan jagung kering putih.yang sama-sama dikeringkan.hanya saja jagung ini berwarna kuning,bentuknya bulat kecil dan biasanya dijadikan makanan ternak. Pada jagung kuning segar saja tidak bisa menghasilkan protein, karena kadar protein yang rendah (8,9%), bahkan defisien terhadap asam amino penting

terutama lysin dan triptofan. Apalagi setelah jagung kuning ini dikeringkan,maka akan lebih banyak lagi nutrisi-nutrisi yang hilang apalagi zat patinya pun hilang karena menjadi kering, oleh karena itu jelas sekali kalau jagung kuning kering ini sangat tidak pantas untuk dikonsumsi, selain tidak mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh, rasanya pun sudah tidak enak seperti ketika segar karena sudah kering, keras dan tidak ada zat pati yang menambahkan rasa gurih pada biji jagung tersebut. Kandungan zat gizi yang terkandung adalah kalori 355 kal, protein 9,2 gram, lemak 3,9 gram, karbohidrat 73,7 gram, kalsium 10 mg, fosfor 256 mg, besi 2,4 mg, vitamin A, vitamin B1,dan air 12,0 gram. 3. Jagung segar kuning biasa

Jagung ini merupakan jagung yang memiliki warna kuning yang segar dan mengandung karbohidrat.jagung ini memiliki tekstur yang keras dan disela-sela pinggiran jagung terdapat biji putih di dalamnya setelah jagung itu dibelah baik secara melintang maupun membujur.bentuk biji dari jagung ini menyerupai kaca dan warnanya kuning muda,jernih dan bercahaya. Jagung kuning merupakan bahan pakan ternak dan ikan yang populer digunakan di Indonesia dan di beberapa negara lain. Jagung kuning digunakan sebagai bahan baku penghasil energi, tetapi bukan sebagai bahan sumber protein, karena kadar protein yang rendah (8,9%), bahkan defisien terhadap asam amino penting, terutama lysin dan triptofan. Biji jagung kaya akan karbohidrat. Sebagian bersar berada pada endospormium. Kandungan karbohidrat dapat mencapai 80% dari seluru bahan kering biji. Karbohidrat dalam bentuk pati umumnya berupa campuran amilosa dan amilopektin . Kandungan gizi yang terdapat adalah Kalori 140 kal,protein 4.7gram,lemak 1,3 gram,karbohidrat 33,1 gram,kalsium 6 mg,fosfor 118 mg,besi 0,7 mg Vitamin A ,vitamin B 0,24 mg,vitamin C 8 mg ,air 60,0 mg. 4. Jagung segar manis

Jagung manis segar adalah jagung yang masih tersusun dalam tongkol dengan susunan teratur memanjang dan ditutup oleh selubung ( klobot). Jagung manis segar dapat ditaman diatas tanah kering yang kurang subur dan kurang memerlukan air dibandingkan dengan padi. Jagung diberi sosial lebih rendah oleh masyarakat dibanding dengan beras. Selain itu mengolah jagung sampai dapat dikonsumsi deprlikan lebih banyak energi dan upaya. Jagung segar manis juga mengandung karbohidrat hanya saja rasanya lebih manis dibandingkan jagung segar biasa. Jagung segar manis merupakan sumber yang baik lutein yang baik untuk kesehatan mata dan sistim kardiovaskular dan memiliki vitamin a. Kandungan gizi yang terdapat adalah kalori 129 kal, protein 4,1 gram, lemak 1,3 gram, karbohidrat 30,3 gram, kalsium 5 gram, fosfor 108 gram, besi 1,1 gram, vitamin A, Vitamin B1, vitamin C dan air 63,5 gram. c. Gandum Gandum (Triticum spp.) adalah sekelompok tanaman serealia dari suku padipadian yang kaya akan karbohidrat. Gandum biasanya digunakan untuk memproduksi tepung terigu, pakan ternak, ataupun difermentasi untuk menghasilkan alkohol. Gandum adalah serealia yang populer sebagai bahan pangan pokok di berbagai negara. Tersedia dalam berbagai jenis, dan ini adalah hasil upaya budidaya yang banyak menciptakan hasil persilangan-persilangan baru. Biasanya, gandum digunakan sebagai bahan baku pembuatan roti, kue (cake) biskuit, pastri, pasta, serta sereal sarapan. Selain sarat karbohidrat dan protein, dalam setiap 100 g gandum terdapat 3,1 mg zat besi dan 36 mg kalsium. Masyarakat prasejarah sudah mengenal sifat-sifat gandum dan tanaman bijibijian lainnya sebagai sumber makanan. Berdasarkan penggalian arkeolog, diperkirakan gandum berasal dari daerah sekitar Laut Merah dan Laut Mediterania, yaitu daerah sekitar Turki, Siria, Irak, dan Iran. Sejarah Cina menunjukkan bahwa budidaya gandum telah ada sejak 2700 SM. Gandum merupakan makanan pokok manusia, pakan ternak dan bahan industri yang mempergunakan karbohidrat sebagai bahan baku . Gandum dapat diklasifikasikan berdasarkan tekstur biji gandum (kernel), warna kulit biji (bran), dan musim tanam. Berdasarkan tekstur kernel, gandum diklasifikasikan menjadi hard, soft, dan durum.

Sementara itu berdasarkan warna bran, gandum diklasifikasikan menjadi red (merah) dan white (putih). Untuk musim tanam, gandum dibagi menjadi winter (musim dingin) dan spring (musim semi). Namun, secara umum gandum diklasifikasikan menjadi hard wheat, soft wheat dan durum wheat.

T. aestivum (hard wheat)

T. aestivum adalah spesies gandum yang paling banyak ditanam di dunia dan banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan roti karena mempunyai kadar protein yang tinggi. Gandum ini mempunyai ciri-ciri kulit luar berwarna coklat, bijinya keras, dan berdaya serap air tinggi. Setiap bulir terdiri dari dua sampai lima butir gabah.

T. compactum (soft wheat)


T. compactum merupakan spesies yang berbeda dan hanya sedikit ditanam. Setiap bulirnya terdiri dari tiga sampai lima buah, berwarna putih sampai merah, bijinya lunak, berdaya serap air rendah dan berkadar protein rendah. Jenis gandum ini biasanya digunakan untuk membuat biskuit dan kadang-kadang membuat roti.

T. durum (durum wheat)


T. durum merupakan jenis gandum yang khusus. Ciri dari gandum ini ialah bagian dalam (endosperma) yang berwarna kuning, bukan putih, seperti jenis gandum pada umumnya dan memiliki biji yang lebih keras, serta memiliki kulit yang berwarna coklat. Gandum jenis ini digunakan untuk membuat produk-produk pasta, seperti makaroni, spageti, dan produk pasta lainnya. Pada umumnya, kernel berbentuk ofal dengan panjang 68 mm dan diameter 23 mm. Seperti jenis serealia lainnya, gandum memiliki tekstur yang keras. Biji gandum terdiri dari tiga bagian yaitu bagian kulit (bran), bagian endosperma, dan bagian lembaga (germ) . Bagian kulit dari biji gandum sebenarnya tidak mudah dipisahkan karena merupakan satu kesatuan dari biji gandum tetapi bagian kulit ini biasanya dapat dipisahkan melalui proses penggilingan.

Bran
Bran merupakan kulit luar gandum dan terdapat sebanyak 14,5% dari total keseluruhan gandum. Bran terdiri dari 5 lapisan yaitu epidermis (3,9%), epikarp (0,9%), endokarp (0,9%), testa (0,6%), dan aleuron (9%). Bran memiliki granulasi lebih besar dibanding pollard, serta memiliki kandungan protein dan kadar serat tinggi sehingga baik dikonsumsi ternak besar. Epidermis merupakan bagian terluar biji gandum, mengandung banyak debu yang apabila terkena air akan menjadi liat dan tidak mudah pecah. Fenomena inilah yang

dimanfaatkan pada penggilingan gandum menjadi tepung terigu agar lapisan epidermis yang terdapat pada biji gandum tidak hancur dan mengotori tepung terigu yang dihasilkan. Kebanyakan protein yang terkandung dalam bran adalah protein larut (albumin dan globulin).

Endosperma
Endosperma merupakan bagian yang terbesar dari biji gandum (80-83%) yang banyak mengandung protein, pati, dan air. Pada proses penggilingan, bagian inilah yang akan diambil sebanyak-banyaknya untuk diubah menjadi tepung terigu dengan tingkat kehalusan tertentu. Pada bagian ini juga terdapat zat abu yang kandungannya akan semakin kecil jika mendekati inti dan akan semakin besar jika mendekati kulit.

Lembaga
Lembaga terdapat pada biji gandum sebesar 2,5-3%. Lembaga merupakan cadangan makanan yang mengandung banyak lemak dan terdapat bagian yang selnya masih hidup bahkan setelah pemanenan. Di sekeliling bagian yang masih hidup terdapat sedikit molekul glukosa, mineral, protein, dan enzim. Pada kondisi yang baik, akan terjadi perkecambahan yaitu biji gandum akan tumbuh menjadi tanaman gandum yang baru. Perkecambahan merupakan salah satu hal yang harus dihindari pada tahap penyimpanan biji gandum. Perkecambahan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya kondisi kelembapan yang tinggi, suhu yang relatif hangat dan kandungan oksigen yang melimpah

Gandum

d. Barley

Dulu, barley banyak digunakan sebagai


Triticum aestivum, jenis gandum yang paling umum ditanam.

sumber pangan pokok dunia. Namun sekarang, barley lebih banyak dimanfaatkan untuk pakan ternak dan dikecambahkan (disebut malt ). Kecambah ini digunakan sebagai sumber citarasa pada industri bir dan whisky. Barley memproduksi mengandung roti. Selain protein gluten, sehingga tepung barley bisa digunakan untuk mengandung karbohidrat dan protein yang cukup tinggi, dalam 100 g barley juga terdapat berbagai komponen nutrisi mikro yang penting, antara lain 50 mg asam folat, 6 mg besi, dan 50 mg kalsium. Barley mengandung karbohidrat tinggi dan juga memiliki kandungan protein, kalsium, dan fosfor yang sedang serta mengandung sedikit vitamin B. Ternak yang diberi makan barley membuat dagingnya terasa lebih lezat, ia dapat menghasilkan lemak padat pada daging yang kurus yang disebabkan oleh kandungan nutrisi biji-bijian itu. Sebelum cocok untuk dikonsumsi oleh manusia, barley yang dipanen harus diolah

Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Plantae Divisi: Magnoliophyta Kelas: Liliopsida Ordo: Poales Famili: Poaceae Genus: Triticum
L.

Spesies T. aestivum T. aethiopicum T. araraticum T. boeoticum T. carthlicum T. compactum T. dicoccoides T. dicoccon T. durum T. ispahanicum T. karamyschevii T. macha T. militinae T. monococcum T. polonicum T. spelta T. sphaerococcum T. timopheevii T. turanicum T. turgidum T. urartu T. vavilovii T. zhukovskyi
Referensi: ITIS 42236 2002-09-22

menjadi beras belanda, artinya biji-bijian itu digosok beberapa kali dengan alat penggosok. Setiap kali putaran dari mesin saat menggosok atau menyelep disebut pearling, dan diperlukan empat kali putaran sebelum siap. Dalam bentuk tepung, ia dapat dipakai pada makanan bayi, sereal untuk sarapan, atau dicampur dengan tepung terigu untuk dipanggang. Beberapa bumbu dan tanaman herbal yang cocok dicampurkan dengan barley adalah kayu manis, bawang putih, tanaman marjoram, peterseli dan bumbu campuran Itali. Tepung barley dapat membuat kue panggangan punya tekstur seperti halnya kue yang lain, namun perlu dicampur dengan tepung serbaguna untuk roti beragi. Yang terbaik adalah menggunakan gelas tepung barley ditambahkan gelas tepung serbaguna untuk menggantikan 1 gelas tepung serbaguna untuk resep beragi. Satu gelas beras Belanda mentah sama dengan 3-1/2 hingga 4 gelas barley masak dan dapat disajikan untuk 6 porsi, tergantung jenis masakannya. e. Cantel (Sorgum sp.) Sorgum atau dalam bahasa daerah disebut cantel atau canthel ini sudah dikembangkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Isotop dan Radiasi Badan Tenaga Atom dan Nuklir Nasional (P3TIR-Batan). Sorgum memang belum terlalu familier bagi sebagian masyarakat Indonesia. Namun, melihat ketahanannya terhadap panas bahkan tetap mampu menghasilkan panen yang melimpah meski di lahan kering, sorgum bisa menjadi sumber pangan potensial. Terutama jika melihat kandungan proteinnya yang lebih tinggi jika dibandingkan padi. Nilai gizi sorgum jauh lebih unggul ketimbang beras. Lihat saja kandungan protein satu gram sorgum ternyata 1,6 kali lipat ketimbang beras. Sorgum juga memiliki kandungan besi 5,5 kali lipat ketimbang beras, 2,05 kali lipat fosfor, 3,1 kali lipat vitamin B1, 4,7 kali lipat lemak dan 4,6 kali lipat kalsium. Sebagai perbandingan, kandungan protein pada sorgum per 100 gram mengandung kalori 332 dan protein 11,0, sedangkan 100 gram padi hanya mengandung protein 6,8 dan kalori 360 . Bahkan telah dikembangkan pula beberapa benih varietas unggul sorgum, baik yang biasa maupun yang manis.

Benih sorgum itu tahan panas maupun air. Dengan usia tanam lebih pendek dibandingkan sorgum biasa. Pengembangan sorgum itu bisa menjadi salah satu alternatif sumber pangan Indonesia yang potensial. Sebab, Indonesia saat ini terancam krisis pangan akibat produksi pangan dalam negeri yang tidak mampu mengimbangi kebutuhan pangan

masyarakat. Selain itu, biji dari tanaman mirip jagung itu bisa dimanfaatkan sebagai campuran tepung gandum atau dimakan langsung. Batangnya juga bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi layaknya batang jagung. Sorgum biasanya dijadikan penganan atau makanan pokok pengganti beras di beberapa daerah. Biasanya, sorgum itu disajikan dengan direbus layaknya nasi, kemudian dicampur kelapa muda. Bagi yang tidak biasa, bahan pangan yang lengket ini memang belum bisa menggantikan beras sebagai makanan pokok. Namun, pada masyarakat di beberapa daerah, sorgum sangat dikenal dan bisa menjadi bahan makanan pokok mereka.

Sorgum bisa dimanfaatkan untuk substitusi gandum. Pertama-tama, secara perlahan, sorgum dicampur biji gandum terlebih dahulu. Setelah terbiasa, baru tepung biji sorgum murni bisa diperkenalkan kepada masyarakat. Sorgum penting dalam rangka diversifikasi tanaman pangan terutama untuk mengurangi ketergantungan terhadap gandum. Salah satu industri di Jakarta sudah ada yang memanfaatkan tepung sorgum untuk membuat crackers dan hasilnya terbukti lebih renyah dibandingkan yang dari gandum. Bahkan, berdasarkan penelitian, tepung sorgum sangat cocok untuk memenuhi konsumsi nutrisi anak-anak yang hiperaktif.

C. FUNGSI SEREALIA Didalam tubuh karbohidrat merupakan salah satu sumber utama energi, dari tiga sumber energi yaitu karbohidrat, lemak dan protein. Karbohidrat merupakan sumber utama yang paling murah. Karbohidrat yang tidak dapat dicerna memberikan volume pada usus

D. KOMPOSISI KIMIA Karbohidrat Bagian terbanyak dari serealia Terdiri atas pati, pentosan*), selulosa, hemiselulosa dan gula

Pada beras pecah: pati 85-95%, pentosan 2-25% dan gula 0,6-1,1% Amilosa**) penentu rasa dan mutu nasi Kadar amilosa makin tinggi, makin pera. Amilosa merupakan polisakarida, polimer yang tersusun dari glukosa sebagai monomernya. Tiap-tiap monomer terhubung dengan ikatan 1,6-glikosidik. Amilosa merupakan polimer tidak bercabang yang bersama-sama dengan amilopektin menjadi komponen penyusun pati. Dalam masakan, amilosa memberi efek keras atau pera bagi pati atau tepung.

Protein Protein dalam biji: Albumin (larut dalam air) Globulin (larut dalam garam) Prolamin (larut dalam alkohol) Blutelin (larut dalam alkali dan asam) Serealia: utama prolamin dan globulin Lemak Lemak tertinggi pada lembaga dan aleuron 80% lemak dalam beras pecah kulit ada di dedak, bekatul.

Mineral Jumlah banyak: K, S P, Mg, Cl, Na, Ca, Si Jumlah kecil: Fe, Zn, Mn, Cu

Vitamin Kandungan vitamin utama pada serealia adalah asam pantotenat (B5), biotin (B7), inositol, vitamin B12 (cyanocobalamin), dan vitamin E (tokoferol). Vitamin ini banyak terdapat pada lapisan aleuron dan selama penggilingan vitamin ini banyak yang hilang.

Khusus untuk inositol, sebetulnya bukan vitamin, tapi ada yang menggolongkan sebagai vitamin B.

E. STANDAR PERSYARATAN MUTU Serealia (beras) yang dijual dipasaran bermacam-macam jenisnya dan berbeda-beda pula mutunya. Serealia (beras) yang baik adalah beras yang jika dimasak akan menghasilkan nasi yang empuk (pulen) dan memberikan aroma yang harum. Beberapa hal yang dapat diperhatikan dalam memilih beras yang baik: Warna beras keputih-putihan dan mengkilat Butiran-butiran biji beras tampak utuh atau tidak banyak patah Beras tidak mengeluarkan bau yang tidak wajar, seperti bau apek Beras tampak bersih dari berbagai kotoran seperti debu, ulat atau kutu beras dan pasir. Mutu pasar Mutu pasar ini ditentukan oleh bentuk, ukuran, rupa biji serta mutu giling. Mutu pasar menentukan harga beras dan selalu mempengaruhi mutu masak dan mutu rasa. Berdasarkan ukuran beras dalam standarisasi mutu beras dikenal 4 tipe yaitu : biji sangat panjang (extra long grain) biji panjang (long gran) biji sedang biji pendek

Berdasarkan bentuk dan rasio panjang/lebar, beras dibedakan menjadi 4 yaitu : beras biji lonjong beras biji sedang beras biji agak bulat beras biji bulat Mutu giling tidak dipengaruhi oleh ukuran dan bentuk biji, tetapi lebih ditentukan oleh varietas padi dan kadar air beras. Mutu masak ditentukan oleh suhu gelatinisasi rendah : kurang dari 70OC Sedang : 70 74OC

Tinggi : >74OC Beras yang mempunyai suhu gelatinisasi lebih tinggi apabila dimasak membutuhkan air dan waktu lebih banyak pada proses pemasakannya. Beras yang mempunyai suhu gelatinisasi tinggi mutunya rendah.

Mutu rasa antara lain yaitu : Mutu rasa ditentukan oleh rasio antar amilosa dan amilopektin. Kandungan amilosa mempunyai korelasi negatif terhadap nilai taste panel dari kelekatan, kelunakan, warna dan kilap nasi. Kilap amilosa mempunyai korelasi negatif terhadap jumlah air yang diserap dan pengembangan volume nasi.

Mutu rasa yang baik bagi penduduk Indonesia adalah beras dengan kadar amilosa rendah sampai sedang, yaitu 17 23%.

F. HASIL OLAHAN Tepung beras Tepung gandum Tepung trigu Tepung Garut (tepung anowroot) Tepung beras Tepung jagung kuning Tepung jagung putih Tepung maizena Nasi Hevermuot Makaroni Mi basah Mi kering Misoa Bubur beras Popcorn Jagung bakar

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Serealia merupakan biji-bijian dari family rumput-rumputan (graminae) yang kaya akan karbohidrat sehinggga merupakan makanan pokok manusia, campuran makanan ternak dan bahan baku industri yang merupakan sumber karbohidrat. Serealia mengandung berbagai nutrisi yang diperlukan tubuh yang berfungsi sebagai zat pembangun, penyuplai energi, dll. Serealia juga mengandung asam amino essensial, asam amino semi essensial dan asam amino non esensial serta zat-zat toksis pun terkandung di dalamnya yang menguntungkan tubuh meskipun bisa dikatakan serealia sarat akan kandungan nutrisi yang sangat diperlukan oleh tubuh, namun kita perlu memperhatikan keadaannya, misalnya beras lama dan beras yang baru dipanen akan berbeda zat gizinya karena adanya perubahan waktu, banyaknya mengikat kadar oksigen, banyaknya debu yang menempel dan sebagainya.

DAFTAR PUSTAKA http://www.pustaka-deptan.go.id www.google.com http://kuliahpangan77.wordpress.com/wp-login.php http://faostat.fao.org Nurmala T. 1980. Budidaya Tanaman Gandum. Bandung: PT Karya Nusantara Jakarta. Muchtadi TR, Sugiyono. 1992. Petunjuk Laboratorium Ilmu Pengetahuan Bahan Pangan. Bogor: Institut Pertanian Bogor. Fabriani G, Lintas C. 1988. Durum Wheat: Chemistry and Technology. Minnesota: American Association of Cereal Chemists, Inc. Kent NL. 1975. Technology of Cereals with Special References to Wheat. Oxford: Pergamon Pr. Jones DWK, Amos AJ. 1967. Composition of Wheat and Products of Milling in Modern Cereal Chemistry. London: Food Trade Press Ltd. [Bogasari]. 1997. Quality Control of Raw Material Wheat Flour and By Product. Jakarta: PT ISM Bogasari Flour Mills. Buckle KA et al. 1985. Ilmu Pangan. Purnomo AH, penerjemah. Jakarta: UI-Press. Terjemahan dari: Food Science.

Bahan makanan pokok A. Sereal

1. Beras

Beras adalah bagian bulir padi (gabah) yang telah dipisah dari sekam. Sekam (Jawa merang) secara anatomi disebut 'palea' (bagian yang ditutupi) dan 'lemma' (bagian yang menutupi). Pada salah satu tahap pemrosesan hasil panen padi, gabah ditumbuk dengan lesung atau digiling sehingga bagian luarnya (kulit gabah) terlepas dari isinya. Bagian isi inilah, yang berwarna putih, kemerahan, ungu, atau bahkan hitam, yang disebut beras. a. Kandungan beras Pati beras tersusun dari dua polimer karbohidrat yaitu:

Amilosa yaitu pati dengan struktur tidak bercabang Amilopektin yaitu pati dengan struktur bercabang dan cenderung bersifat lengket

Perbandingan komposisi kedua golongan pati ini sangat menentukan warna (transparan atau tidak) dan tekstur nasi (lengket, lunak, keras, atau pera). Ketan hampir sepenuhnya didominasi oleh amilopektin sehingga sangat lekat, sementara beras pera memiliki kandungan amilosa melebihi 20% yang membuat butiran nasinya terpencar-pencar (tidak berlekatan) dan keras. b. Macam-macam beras Beras putih Beras putih merupakan jenis beras yang paling umum digunakan masyarakat Indonesia. Kebanyakan dihasilkan dari padi yang digiling dengan mesin. Hasilnya berwarna putih bersih karena bagian kulit arinya sudah terpisah dengan sempurna. Beras varietas ini umumnya hanya

mengadung 28% mineral dan 50% vitamin B kompleks yang masih tersisa. Beras merah Beras merah menghasilkan energi yang lebih tinggi daripada beras putih. Beras jenis ini masih memiliki kulit ari (aleuron) dan inti biji beras (germ). Aleuron sangat kaya vitamin dan mineral, terutama vitamin B kompleks, mineral fosfor, dan magnesium. Cita rasanya mirip kacang, kenyal, dengan tekstur yang lebih keras. Kandungan serat dan lemaknya pun lebih tinggi sehingga beras merah tidak dapat disimpan dalam jangka waktu lama karena mudah teroksidasi dan berbau tengik. Beras ketan Ciri beras ketan adalah nasinya terlihat mengilap, saling melekat, dan kerapatan setiap butirnya tinggi. Beras ini hanya digunakan sebagai makanan selingan atau bahan baku kudapan karena lebih sulit dicerna dibanding jenis beras lainnya, Kandungan kalorinya lebih rendah dan kadar amilopektinnya sangat tinggi.

2. Jagung

Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif. Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian antara 1m sampai 3m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6m. Tinggi tanaman biasa diukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum bunga jantan.

Jagung termasuk tanaman bijinya berkeping tunggal monokotil, jagung tergolong berakar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman. 3. Cantel

4. Barley

5. Oats

Oats adalah salah satu serealia yang agak sulit untuk diproses dan diolah menjadi bahan makanan. Untuk memproses oat sebagai makanan yang dapat dikonsumsi manusia, sekam oat harus dihilangkan terlebih dahulu sehingga diperoleh groat yang siap diproses. Groat tersebut memiliki serat atau rambut yang harus dihilangkan, karena rasanya yang pahit. Selain itu groat harus distabilkan dengan proses pemanasan dalam rangka menginaktifasi enzim. Jika

enzim dalam groat tidak dinonaktifkan akan menyebabkan groat menjadi tengik. Oats groat memiliki kandungan protein yang paling tinggi serta kualitas protein yang lebih beragam bila dibandingkan serealia lain. Oat groat juga memiliki kandungan karbohidrat yang mudah dicerna, kecuali beberapa serat dan memiliki ciri fisiologi yang cukup bermanfaat. Kandungan lemak yang dimiliki juga cukup tinggi bila dibandingkan serealia lain. Selain itu oat juga kaya akan mineral dan vitamin pada bran (kulit) dan bakal bijinya. 6. Sorgum

B. Umbi-umbian 1. Ubi kayu

Ubi kayu (manihot esculenta) termaasuk tumbuhan berbatang pohon lunak atau getas (mudah patah). Ubi kayu berbatang bulat dan bergerigi yang terjadi dari bekas pangkal tangkai daun, bagian tengahnya bergabus dan termasuk tumbuhan yang tinggi. Ubi kayu bisa mencapai ketinggian 1-4 meter. Pemeliharaannya mudah dan produktif. Ubi kayu dapat tumbuh subur di daerah yang berketinggian 1200 meter di atas permukaan air laut. Daun ubi kayu memiliki tangkai panjang dan helaian daunnya menyerupai telapak tangan, dan

tiap tangkai mempunyai daun sekitar 3-8 lembar. Tangkai daun tersebut berwarna kuning, hijau atau merah.

2. Ubi jalar

Ubi jalar adalah sejenis tanaman budidaya. Bagian yang dimanfaatkan adalah akarnya yang membentuk umbi dengan kadar gizi (karbohidrat) yang tinggi. Ada 4 jenis ubi jalar yaitu a. Ubi putih Ubi putih mempunyai tekstur yang rapuh, dengan rasa yang lebih manis dari ubi merah b. Ubi merah Ubi merah cocok dibuat keripik, karena tidak mudah gosong pada saat digoreng. c. Ubi ungu Ubi ungu kulitnya berwarna ungu merupakan ubi yang paling manis. Ubi ini memberi kesan eksotik pada cake, es krim dan pudding, tetapi dengan direbus saja rasanya sudah cukup enak.

d.

Ubi madu Ubi madu mempunyai aroma mirip madu, sangat harum dan mempunyai tekstur yang lembut. Ubi ini biasanya diolah dengan dipanggang di dalam oven atau dibakar di dalam bara api, tapi tidak cocok untuk digoreng (kandungan gulanya yang tinggi membuat ubi ini sangat mudah gosong) dan direbus (aroma dari madu nya akan berkurang bahkan hilang).

3. Kentang

Kentang (Solanum tuberosum L.) adalah tanaman dari suku Solanaceae yang memiliki umbi batang yang dapat dimakan dan disebut "kentang" pula. Umbi kentang sekarang telah menjadi salah satu makanan pokok penting di Eropa walaupun pada awalnya didatangkan dari Amerika Selatan.

4. Talas

Talas merupakan tanaman pangan berupa herba menahun. Talas termasuk dalam suku talas-talasan (Araceae), berperawakan tegak, tingginya 1 cm atau lebih dan merupakan tanaman semusim atau sepanjang tahun. Talas mempunyai beberapa nama umum yaitu Taro, Old cocoyam, Dash(e)en dan Eddo (e). Di beberapa negara dikenal dengan nama lain, seperti: Abalong (Philipina), Taioba (Brazil), Arvi (India), Keladi (Malaya), Satoimo (Japan), Tayoba (Spanyol) dan Yu-tao (China). Asal mula tanaman ini berasal dari daerah Asia Tenggara, menyebar ke China dalam abad pertama, ke Jepang, ke daerah Asia Tenggara lainnya dan ke beberapa pulau di Samudra Pasifik, terbawa oleh migrasi penduduk. Di Indonesia talas bisa di jumpai hampir di seluruh kepulauan dan tersebar dari tepi pantai sampai pegunungan di atas 1000 m dpl., baik liar maupun di tanam. a. Manfaat talas Di Indonesia, talas dikonsumsi sebagai makanan pokok dan makanan tambahan. Talas mengandung karbohidrat yang tinggi, protein, lemak dan vitamin. Talas mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi. Umbi, pelepah daunnya banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan, obat maupun pembungkus. Daun, sisa umbi dan kulit umbi dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan ikan secara langsung maupun setelah difermentasi. Tanaman ini mempunyai keterkaitan dengan pemanfaatan lingkungan dan penghijauan karena mampu tumbuh di lahan yang agak berair sampai lahan kering. b. Jenis talas ada 2 yaitu : Talas putih Talas ungu 5. Uwi

Uwi adalah tumbuhan merambat yang dapat mencapai panjang 10m. Daun berbentuk mata panah. Tumbuhan memiliki bunga tersusun majemuk, tumbuh

dari ketiak daun, berumah satu. Bunga jantan tersusun rapat 1-3cm; bunga betina tersusun jarang, lebih panjang, 15-20cm; mahkota berwarna ungu dengan panjang 2mm. Ia dapat diperbanyak secara vegetatif menggunakan umbi akar (akar yang membesar) atau umbi udara (umbi yang keluar dari ruas batang). Umbi akarnya dapat berukuran sangat besar, dengan panjang lebih dari satu meter.

6. Suweg

7. Gembili

Gembili adalah jenis umbi yang tumbuh merambat dengan daun berwarna hijau dan batang agak berduri. Buahnya menyerupai ubi jalar dengan ukuran sebesar kepalan tangan orang dewasa. Berwarna coklat muda dengan kulit tipis.

Umbi gembili biasanya dimasak dengan cara direbus. Kulit gembili yang sudah direbus akan menjadi kering. Umbinya berwarna putih bersih dengan tekstur menyerupai ubi jalar dan rasa yang khas. Menurut informasi Wikipedia, gembili mengandung etanol yang dapat digunakan sebagai bahan baku bio-etanol atau minuman beralkohol.

Daftar pustaka http://dc435.com/2011/12/27/karakteristik-beras-dan-pengolahannya/ Sumber: umbi/#ixzz25rAGL1Mk http://id.shvoong.com/exact-sciences/1806341-mengenal-karakter-