Anda di halaman 1dari 21

ANALISIS RISIKO TOOLS BRAINSTORMING , DELPHI, dan HAZOP

Disusun Untuk Memenuhi Tugas II Mata Kuliah Analisis Resiko MR4103


Oleh CINDY VENISIA PARADISE 13409030 NABILA LYSTIANINGTYAS 13409139

MANAJEMEN REKAYASA INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG BANDUNG 2012

METODE BRAINSTORMING
1. Pendefinisian Metode Brainstorming
Metode brainstorming adalah sebuah metode popular yang membantu orang untuk menghasilkan solusi kreatif dari permasalahan yang dihadapi. Metode ini dipopulerkan oleh seorang eksekutif periklanan Madesov Avenue yang bernama Alex Faickney Osborn pada tahun 1953 yang dalam bukunya Ia mengatakan bahwa kelompok dapat menggandakan hasil kreatif (solusi) dari permasalahan dengan menggunakan metode brainstorming. Metode brainstorming berguna ketika seorang individu ingin keluar dari pola pikir yang statis, tidak dapat mengembangkan cara baru dalam memandang sesuatu. Metode brainstorming juga membantu kelompok terhindar dari pemecahan masalah dengan proses yang tidak menyenangkan dan solusi yang tidak memuaskan. Metode brainstorming membuat setiap individu yang beragam dalam kelompok mengungkapkan ide-idenya masing-masing berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang mereka miliki sehingga meningkatkan kekayaan ide yang dieksplorasi sehingga seseorang dapat menemukan solusi yang baik untuk masalah yang dihadapi. Metode brainstorming juga membantu dalam pemilihan solusi masalah dan pengembangan dari solusi tersebut dilakukan oleh seluruh anggota tim. Metode brainstorming adalah metode menyenangkan yang juga membantu anggota tim terikat satu sama lain dalam memecahkan masalah di lingkungannya dan menghasilkan manfaat yang positif.
Kelompok konvensional yang bertindak sebagai pihak yang memecahkan masalah biasanya memiliki masalah yang banyak dan bervariasi.

Individu dalam kelompok pemecah masalah biasanya memiliki rasa percaya diri dan ego yang besar, hal ini dapat membuat individu lainnya akan merasa terintimidasi dan tidak mengeluarkan pendapat. Alasan Menggunakan Metode Brainstorming Individu dari kelompok yang bertindak untuk memecahkan masalah biasanya ada yang memiliki rasa kurang percaya diri dan takut apabila ide mereka mendapat tanggapan negatif atau ejekan dari individu lain.

Ada orang yang merasa tertekan untuk menyesuaikan dengan tampilan grup atau tertahan oleh rasa hormat yang berlebihan terhadap otoritas.

2
Figure 1 Alasan Menggunakan Metode Brainstorming

Dengan adanya alasan-alasan di atas, kelompok yang bertindak untuk memecahkan masalah seringkali tidak efektif dan tidak steril di mana solusi yang nantinya dipilih untuk menyelesaikan permasalahan akan bersifat kurang memuaskan. Sebaliknya, dengan menggunakan metode brainstorming akan membuat lingkungan bersifat bebas di mana setiap individu akan termotivasi untuk berpartisipasi menyatakan pendapatnya karena ide-ide yang unik dan beragam dari setiap individu akan disambut dengan baik oleh individu yang lain sehingga kelompok dapat memecahhkan masalah dengan solusi yang baik. Pada metode ini, semua individu peserta brainstorming diminta berkontribusi penuh dan adil serta membebaskan individu yang lain untuk mengembangkan pandangan mereka dan menciptakan solusi kreatif dari permasalahan yang dihadapi. Metode brainstorming menggabungkan pendekatan proses pemecahan masalah dalam situasi yang santai dan informal untuk memecahkan masalah dengan berpikir secara lateral. Metode ini meminta individu-individu yang datang dengan ide dan pemikiran beragam yang pada awalnya mungkin tampak tidak masuk di akal. Pada intinya, ide-ide yang beragam tersebut tentunya dapat dibuat menjadi ide nyata, solusi kreatif, yang digunakan untuk memecahkan masalah, sementara individu lain dapat memicu ide-ide lainnya. Pendekatan ini membuat seorang individu keluar dari cara mereka berpikir normal. Selama sesi brainstorming ini diperlukan sebuah kritik ide di mana pemimpin kelompok mungkin membuka dan memecah anggapan yang keliru apabila terjadi pembahasan yang di luar batasan masalah. Pada akhir brainstorming tentunya ide harus dievaluasi untuk menentukan solusi lebih lanjut dengan pendekatan konvensional. Metode brainstorming dapat dilakukan secara individu maupun secara kelompok. Penelitian telah menunjukkan bahwa seseorang yang melakukan brainstorming sendiri akan datang dengan ide yang lebih berkualitas dibandingkan melakukan brainstorming secara berkelompok karena kelompok cenderung tidak mengikuti peraturan brainstorming secara ketat. Namun, brainstorming secara berkelompok juga diperlukan karena ada beberapa individu yang memiliki begitu banyak ide tetapi tidak dapat mengeluarkan ide tersebut anpa bantuan orang lain, jadi orang lain disini bertindak sebagai pemicu ide. Pada saat melakukan brainstorming secara individu perlu dipertimbangkan untuk menggunakan peta pikiran untuk mengatur dan mengembangkan ide. Pada brainstorming secara berkelompok akan efektif untuk memberikan pengetahuan, pengalaman, dan kreativitas masing-masing anggota kelompok dalam memecahkan permasalahan. Brainstorming secara berkelompok ini dapat mengembangkan ide-ide secara lebih mendalam dibandingkan brainstorming secara individu.

2. Langkah-Langkah Penggunaan Metode Brainstorming


Langkah-langkah penggunaan metode brainstorming adalah sebagai berikut : 1. Cari lingkungan pertemuan yang nyaman dan persiapkan sebelum sesi brainstorming dimulai. 2. Tunjuk satu orang untuk merekam ide-ide yang datang dari anggota kelompok pada setiap sesi. Ide-ide tersebut harus direkam dengan pencatatan di papan tulis atau di computer yang mana semua orang harus dapat melihatnya. 3. Jika ada anggota kelompok yang belum terbiasa bekerja sama, pertimbangkan untuk menggunakan latihan pemanasan yang sesuai. 4. Definisikan masalah yang ingin dipecahkan dengan jelas dan rancang setiap kriteria yang harus dipenuhi. Buat dengan jelas bahwa tujuan dari pertemuan ini adalah untuk menghasilkan ide sebanyak mungkin. 5. Berikan setiap anggota kelompok waktu untuk sendiri pada awal sesi untuk menghasilkan ide sebanyak mungkin. 6. Minta orang-orang tersebut untuk memberikan ide-ide mereka dan memastikan bahwa setiap anggota kelompok memiliki kesempatan yang adil untuk berkontribusi. 7. Dorong orang untuk mengembangkan ide-ide orang lain atau menggunakan ide lain untuk membuat ide yang baru. 8. Dorong sikap, antusias, dan rasa kritis di antara anggota kelompok. Coba untuk memperoleh orang-orang yang berkontribusi penuh dan dapat mengembangkan ide termasuk anggota yang pendiam dari kelompok. 9. Pastikan bahwa tidak ada yang mengkritik atau mengevaluasi ide selama sesi berlangsung. Kritik memperkenalkan unsur risiko bagi anggota kelompok ketika mengajukan ide yang dapat menghambat kreativitas dan melumpuhkan kebebasan menyatakan pendapat. 10. Biarkan orang menikmati dan senang dengan brainstorming. Dorong mereka untuk datang dengan ide sebanyak mungkin baik itu dari orang yang memiliki pemikiran kaku sampai dengan orang yang memiliki pemikiran tidak kaku. 11. Pastikan bahwa tidak ada pemikiran yang diikuti terlalu lama selama sesi berlangsung agar dapat menghasilkan banyak ide yang berbeda dan mengeksplorasi ide-ide individual secara rinci. 12. Dalam sesi yang lama, luangkan waktu untuk beristirahat sehingga setiap anggota kelompok dapat tetap berkonsentrasi.

Jika dengan melakukan brainstorming masih belum mendapatkan ide yang diinginkan dapat menggunakan pendekatan-pendekatan berikut untuk meningkatkan jumlah ide yang dihasilkan :

The Stepladder Technique

Teknik ini meningkatkan kontribusi pada anggota kelompok yang pendiam dengan memperkenalkan ide-ide pada satu orang di satu waktu.

Brainwriting

Teknik ini menggunakan pendekatan tertulis kepada brainstorming untuk menghasilkan dan mengembangkan ide-ide yang akan membantu Anda mendapatkan ide dari semua individu dan mengembangkan ide-ide tersebut secara mendalam.

Brain-netting

Teknik ini mirip dengan brainwriting tetapi menggunakan dokumen elektronik yang disimpan pada server pusat.

The Crawford's Slip Approach

Pendekatan ini membantu Anda untuk menciptakan banyak ide dari semua peserta dalam setiap sesi dan memberikan pandangan tentang setiap ide.

Apabila memungkinkan peserta dalam proses brainstorming harus berasal dari berbagai disiplin ilmu sehingga akan mendapatkan ide-ide yang unik dan beragam sehingga solusi yang dihasilkan untuk menjawab permasalahan akan lebih kreatif. Adapun kelompok yang efektif untuk metode brainstorming terdiri dari 5-7 orang.

3. Kelebihan dan Kekurangan dari Metode Brainstorming

Figure 2 Kelebihan dan Kekurangan Metode Brainstorming

4. Contoh Aplikasi Metode Brainstorming


Contoh permasalahan yang dapat diselesaikan dengan menggunakan metode brainstorming adalah sebagai berikut: 1. Identifikasi risiko kredit pada PT Bank Ekspor Indonesia. 2. Penentuan solusi terbaik untuk mengatasi ketersediaan bahan baku industri di suatu perusahaan. 3. Identifikasi risiko pada Proyek Pengembangan Sabin Inactivated Polio Vaccine. 4. Identifikasi risiko pada Proyek Pembangunan Jembatan Suramadu dan tindakan preventif yang mungkin dilakukan. Misalkan kita ambil sebuah permasalahan di atas yaitu identifikasi risiko pada Proyek Pembangunan Jembatan Suramadu, kita melakukan brainstorming dengan 5 orang dalam 1 kelompok maka akan dihasilkan bermacam-macam risiko, yaitu risiko proyek, risiko konstruksi, risiko finansial, risiko force majeure, risiko politik, dan sebagainya. Kemudian bahasan brainstorming yang kedua adalah tindakan preventif yang mungkin dilakukan, dengan menggunakan brainstorming akan muncul ide-ide tindakan preventif yang kreatif dan bagus untuk dipilih beberapa yang terbaik. Misalnya ide untuk tindakan preventif dalam menghindari risiko konstruksi yang tidak baik adalah pembangunan jembatan dilakukan dengan menggunakan perhitungan science dan matematis serta dalam pembangunannya dilakukan kontrol apakah setiap bagiannya sudah baik atau belum, kemudian ide yang lain adalah pembelian material dari supplier yang telah memiliki nama, lalu ide yang lain adalah mempekerjakan orang-orang yang berkualitas saja dalam pengerjaan bangun jembatan. Masing-masing ide tentunya berpengaruh dalam aspek yang lain misalnya sisi finansial, maka setelah banyak ide yang terkumpulkan dari metode brainstorming tersebut dilakukan evaluasi manakah ide yang terbaik untuk tindakan preventif pada risiko-risiko proyek yang telah teridentifikasi.

METODE DELPHI
1. Pendefinisian Metode Delphi
Foley (1972) menyatakan bahwa metode delphi adalah metode sistematis dalam mengumpulkan pendapat dari sekelompok pakar melalui serangkaian kuesioner, di mana ada mekanisme feedback melalui putaran atau ronde pertanyaan yang diadakan dengan menjaga anonimitas tanggapan responden, yaitu para ahli. Pada umumnya para ahli menjawab kuesioner dalam 2 putaran atau lebih dan fasilitator menyediakan ringkasan dari peramalan para ahli dari putaran sebelumnya dan alasan yang mereka berikan untuk penilaian mereka. Dengan adanya ringkasan tersebut, para ahli disarankan untuk melakukan revisi dari jawaban sebelumnya dan melakukan penyempurnaan jawaban sehingga jawaban nantinya akan mengerucut dan menghasilkan jawaban yang benar. Proses ini berhenti apabila kriteria yang telah disepakati sebelumnya meliputi jumlah putaran, pencapaian consensus, dan kestabilan hasil tercapai. Metode Delphi memiliki prinsip yaitu peramalan atau keputusan dari grup yang terstruktur akan lebih akurat daripada grup yang tidak terstruktur. Metode Delphi ini juga dapat digunakan melalui pertemuan tatap muka yang disebut dengan Mini Delphi / ETE.

Sistemik

Kuesioner

Fitur Kunci Metode Delphi

Pendapat Para Ahli

Proses Iterasi (Putaran atau Ronde)

Figure 4 Estimasi Aktivitas dalam Metode Delphi

Feedback - Pendapat Individu yang dimoderasi oleh grup

Figure 3 Fitur kunci Metode Delphi

Penelitian kualitatif teknik tetapi dengan unsur kuantitatif

Bergantung kepada penilaian dari sejumlah ahli Fleksibel Proses iteratif yang terjadi selama beberapa putaran

Bagus untuk mendapatkan isu/insight yang belum muncul (di bawah permukaan)

Poin positif Karakteristik Metode Delphi (Garrot 2007) Bagus dalam menemukan pertanyaan yang sulit atau expert

Lebih terstruktur daripada wawancara konvensional

Sering disebut mendiskreditkan

Penyebab dikritisi

Diduga anti demokrasi

Belakangan ini eksekusi sering ceroboh sehingga agak merusak reputasi dari metode ini

Figure 5 Karakteristik Metode Delphi (Garrod 2007)

2. Langkah-Langkah Penggunaan Metode Delphi


Berikut di bawah ini adalah langkah-langkah yang digunakan dalam Metode Delphi :

Figure 6 Langkah-Langkah yang digunakan dalam Metode Delphi

Langkah pertama adalah identifikasi masalah dan penspesifikasian. Peneliti melakukan identifikasi dari masalah yang sedang berkembang di lingkungan yang ada dalam bidang si
10

peneliti, latar belakang dari permasalahan tersebut, dan permasalahan yang harus segera diselesaikan. Langkah kedua adalah identifikasi personal dan penyeleksian. Setelah peneliti melakukan identifikasi masalah pada langkah pertama, peneliti melakukan penentuan dan pemilihan orangorang yang ahli, memiliki perhatian, dan tertarik dengan bidang dari permasalahan yang dihadapi sehingga diharapkan tujuan yang diinginkan akan tercapai. Penentuan jumlah responden dilakukan berdasarkan ukuran kerumitan permasalahan, tingkat kepakaran responden, dan kebijakan atasan. Langkah ketiga adalah perancangan kuesioner. Dengan melihat kepada variable yang diamati oleh peneliti dan permasalahan yang akan diselesaikan, peneliti menyusun butir-butir pertanyaan yang diharapkan isinya akan memenuhi validitas. Pertanyaan yang disusun sebaiknya pertanyaan yang dapat dijawab oleh responden dengan bahasanya sendiri di mana jawaban responden bersifat terbuka. Langkah keempat adalah pengiriman kuesioner kepada responden dan analisis respon / tanggapan pada putaran pertama. Peneliti mengirimkan kuesioner yang telah dirancang kepada responden kemudian melakukan peninjauan ulang dan pembuatan analisis dari jawaban-jawaban yang telah responden isikan pada kuesioner. Analisis dilakukan melalui proses pengelompokkan jawaban yang serupa dan dengan hasil analisis tersebut dilakukan perevisian kuesioner yang dibuat pada putaran pertama. Langkah kelima adalah pengembangan dari kuesioner yang telah ada sebelumnya. Peneliti melakukan perbaikan kuesioner pada putaran pertama dan mengembangkan kuesioner tersebut berdasarkan jawaban responden pada kuesioner putaran pertama. Proses perbaikan dan pengembangan ini dilanjutkan sampai dengan putaran-putaran selanjutnya. Peneliti dapat meminta bantuan klarifikasi dari responden apabila peneliti mendapatkan kesulitan ketika mencoba memahami jawaban responden dan merangkumnya sebagai bahan revisi. Pada umumnya, Metode Delphi ini berlangsung 3-5 putaran sampai dengan mendapatkan jawaban yang benar, banyaknya putaran bergantung kepada tingkat keluasan dan kerumitan dari permasalahan yang dihadapi hingga tercapainya consensus. Langkah keenam adalah pengorganisasian pada rapat kelompok. Peneliti mengundang seluruh responden untuk melakukan diskusi panel dengan pembahasan klarifikasi atas jawaban yang telah diberikan oleh responden. Pada diskusi panel ini argumentasi responden pun terkuak dan terjadi debat antara peneliti dengan responden untuk mencapai consensus dalam memberikan jawaban tentang rancangan suatu produk / ide / instrument penelitian sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Melalui diskusi panel ini terjadi komunikasi dua arah secara langsung antara masing-masing responden dengan peneliti sehingga peneliti dapat memperoleh tanggapan dari responden secara lengkap. Keputusan akhir dari diskusi panel ini adalah apabila telah diperoleh 70% consensus. Langkah terakhir adalah peneliti mempersiapkan laporan akhir meliputi persiapan, proses, dan hasil dari penelitian yang telah diperoleh dengan menggunakan Metode Delphi kemudian melakukan uji coba di lapangan dengan jumlah responden yang lebih besar.
11

Ada beberapa panduan dalam pemakaian Metode Delphi yaitu sebagai berikut : (Garrod 2007) 1. Metode Delphi hendaknya tidak dilihat sebagai tool utama dalam investigasi melainkan sebagai sebuah tool pendukung. 2. Topik yang diambil harus sesuai, tidak boleh ada bias antara pertanyaan dan jawaban. 3. Pertanyaan pada kuesioner harus diuji coba terlebih dahulu untuk menghindari ambiguitas. 4. Panelis harus benar-benar ahli di bidangnya. 5. Panelis sebaiknya terdiri dari kombinasi yang baik antar disiplin ilmu dan bidang keahlian. 6. Sebaiknya ada alokasi waktu yang diberikan untuk memikirkan secara mendalam pertanyaan yang diajukan oleh peneliti pada kuesioner. 7. Apabila ada ahli yang terlambat memberikan jawaban pada putaran pertama maka ahli tersebut harus segera mengerjakan putaran selanjutnya. 8. Pemilihan para ahli yang memiliki minat yang kuat pada proyek dapat meminimalkan pelemahan panel. 9. Direkomendasikan untuk menggunakan kompensasi finansial dan ajakan moral sebagai alat untuk memastikan para ahli tetap komit terhadap proyek. 10. Para ahli harus yakin bahwa metode ini merupakan metode yang valid untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

12

3. Kelebihan dan Kekurangan dari Metode Delphi

Figure 7 Kelebihan dan Kekurangan dari Metode Delphi (Garrod 2007)

13

4. Contoh Aplikasi Metode Delphi


Contoh permasalahan yang penyelesaiannya dapat dilakukan dengan menggunakan Metode Delphi adalah sebagai berikut : 1. Peramalan demand Pariwisata Hawai pada tahun 2000. 2. Teknologi peramalan perngobatan pada tahun 1990. 3. Peramalan perubahan manajemen hotel di Hongkong pada tahun 1997. 4. Assesment dampak lingkungan dan pengembangan Salts Mill. 5. Pendefinisian Ekotourism. 6. Inovasi teknologi : kebijakan asosiasi pengembangan professional dan praktik untuk bergeser dari kertas menuju komunikasi dengan media elektronik. Pada permasalahan ini yang akan menjadi pembahasan dari peneliti kepada para ahli adalah sebagai berikut : a. Apa konteks untuk integrasi ? b. Apakah integrasi bertujuan untuk memperoleh keuntungan ? c. Apa yang diintegrasikan ? Siapa yang melakukan integrasi ? Bagaimana melakukannya ? d. Opini para ahli tentang manfaat dan hambatan komunikasi dengan menggunakan media elektronik. e. Setuju atau tidaknya para ahli tentang komunikasi dengan menggunakan media elektronik. f. Diskusikan jawaban yang ada. g. Pada putaran kedua, komunikasikan dengan para ahli hambatan-hambatan komunikasi dengan menggunakan media elektronik yang diperoleh dari putaran pertama. h. Para ahli diminta untuk memberikan 10 buah hambatan yang paling bermasalah. i. Analisis untuk menentukan solusi terbaik. j. Tentukan hasil dari integrasi.

14

METODE HAZOP
1. Pendefinisian Metode HAZOP
The Hazard and Operability Study yang dikenal sebagai HAZOP adalah teknik analisa untuk mengidentifikasi potensi bahaya yang berkaitan dengan keoperasionalan (operability), keselamatan (safety) dan bahaya melalui pendekatan olah pikir yang terstruktur dan sistematis. Karakteristik Hazop yang utama adala sistematik, menggunakan struktur atau susunan yang tinggi dangan mengandalkan guide words dan gagasan tim untuk melanjutkan serta memastikan safeguards sesuai atau tidak dengan tempat dan obek yang sedang diuji. Dalam melakukan HAZOP pada suatu industri lama, terdapat dokumen-dokumen yang diperlukan, antara lain: Process Flow Diagram (PFD) Process & Instrumentation Diagram (P&ID) Facility layout drawing Operating Instructions Procedure documents/Description of operation Material Safety Data Sheet (MSDS) Dokumen lain yang relevan Data-data ini diperlukan untuk membantu tim HAZOP bekerja, ketidak adaannya dokumendokumen diatas maka metode HAZOP sulit untuk dilaksanakan.

15

Figure 8 Waktu yang Tepat untuk Menggunakan Metode HAZOP

HAZOP Team HAZOP dilakukan dengan cara pengujian dan peninjauan yang dilakukan oleh spesialis grup, dalam sebuah sistem baik organisasi maupun perusahaan, untuk menentukan apakah proses penyimpangan dapat mendorong kearah kejadian atau kecelakaan yang tidak diijinkan. Anggota tim dipilih dengan latar belakang yang berbeda-beda berdasarkan keahlian teknis dan/atau pengalaman dalam bidang keoperasian - seperti engineering disciplines, management, dan operating staff - hal ini dimaksudkan agar informasi dan pengetahuan yang dimiliki setiap anggota dapat saling melengkapi dan solusi yang didapatkan sesuai dengan aspek-aspek yang diteliti. Selain itu dengan anggota tim yang memiliki berbagai ketrampilan yang relevan dengan objek, maka dapat mencegah terjadinya peristiwa penting yang mungkin diabaikan karena kurang seorang expertisi. Ketua yang dipilih haruslah seseorang yang berpengalaman dalam metode HAZOP Berikut tujuan yang ingin dicapai dengan melakukan HAZOP. Memperkirakan bahaya dan masalah keoperasian yang akan timbul bila proses menyimpang dari intensi rancangan. Menghasilkan identifikasi dan analisis bahaya serta masalah keoperasian serta alat pengamannya (safeguards). Menganalisa bahaya melalui metode yang realistis dan efisien dengan pendekatan kelompok agar terjadi keterlebitan pihak yang berkompeten dengan masukan-masukan Individu dari latar-belakang yang berbeda dan mencakup disiplin terkait Agar efektif, komposisi team sekitar 4 hingga 7 orang (tergantung cakupan studi)

16

2. Langkah-Langkah Penggunaan Metode HAZOP


1) Tentukan proses yang ingin dikaji dan jelaskan prosesnya. 2) Pilih satu bagian Simpul Studi (Node). 3) Pilih PARAMETER yang memberikan karakter intensi rancangan dari NODE yang dipilih (misalnya: Flow, Pressure, Temperature, dll). 4) Pilih Kata Pandu (GUIDE WORD) yang meng-kualifikasikan Parameter yang telah ditentukan (misalnya: No, More, Less, dll). 5) Gabungkan Kata Pandu dengan Parameter untuk membentuk penyimpangan intensi rancangan (misalnya: No Flow). 6) Identifikasi sebab-sebab yang kredibel. 7) Nilai konsekuensinya. 8) Catat pengaman (safeguards) yang ada. 9) Urutkan tingkat keparahan dari akibat yang terburuk. 10) Urutkan kemungkinan kejadian dengan akibat terburuk berdasarkan sebab-sebab dan pengaman yang ada. 11) Rekomendasikan perbaikan, tentukan kapan perbaikan tersebut akan dilaksanakan. 12) Cek apakah kata pandu lainnya sesuai. Jika Ya, maka ulangi dari proses nomor 4. Jika Tidak, cek parameter lainnya. 13) Parameter lainnya dilakukan pengecekan sesuai atau tidak. Jika Ya, maka ulangi dari proses nomor 3. Jika Tidak, cek Node lainnya. 14) Node lainnya dilakukan pengecekan sesuai atau tidak. Jika Ya, maka ulangi dari proses nomor 2. Jika Tidak, Studi Selesai.

17

Berikut di bawah ini adalah flowchart langkah-langkah penggunaan Metode HAZOP :

Figure 9 Flowchart Diagram dari Metode HAZOP

18

3. Kelebihan dan Kekurangan dari Metode HAZOP

Figure 10 Kelebihan dan Kekurangan dari Metode HAZOP

19

4. Contoh Aplikasi Metode HAZOP


Contoh permasalahan yang penyelesaiannya dapat dilakukan dengan menggunakan Metode HAZOP adalah sebagai berikut : 1. Implementasi Metode HAZOP dalam proses Identifikasi Bahaya dan Analisis Risiko pada Pabrik Rokok. 2. Implementasi Metode HAZOP dalam proses Identifikasi Bahaya dan Analisis Risiko pada Feedwater System di Unit Pembangkitan Paiton, PT PJB (oleh : Anda Iviana Juniani, Lukman Handoko, dan Cahya Ardie Firmansyah). Pengolahan Data : (oleh : Anda Iviana Juniani, Lukman Handoko, dan Cahya Ardie Firmansyah) a. Penelitian diawali dengan mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko pada setiap komponen di Feedwater System. b. Mulai dengan penentuan node atau titik studi, pemilihan guide word, dan deviation untuk memperoleh data-data node kegagalan yang terjadi pada sistem terkait. c. Penentuan nilai consequences dengan menggunakan metode kualitatif sedangkan nilai likelihood peneliti menggunakan data time to failure yang dikumpulkan dan memiliki interval selama 4 tahun. d. Data diolah untuk mencari distribusi yang tepat untuk setiap komponen.

20

Referensi :
Garrod. B. 2007. The Delphi Technique. University of Wales Aberystwyth. Wales : Institute of Rural Science. http://brainstorming-ct.blogspot.com/ (diakses pada 23 September 2012 pukul 09:00 am). http://www.docstoc.com/docs/67958265/Identifikasi-Risiko (diakses pada 23 September 2012 pukul 09:15 am). http://toboedart.blogspot.com/2010/05/brainstorming-media-kertasa4.html?showComment=1348531142006#c4503930589531322166 (diakses pada 23 September 2012 pukul 09:30 am). http://angga.blog.esaunggul.ac.id/2012/04/05/sekilas-tentang-manajemen-resiko/ (diakses pada 23 September 2012 pukul 09:40 am). http://papers.gunadarma.ac.id/index.php/mmanagement/article/viewFile/14891/14158 (diakses pada 23 September 2012 pukul 09:50 am). http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2189159-pengertian-metode-brainstorming/ (diakses pada 23 September 2012 pukul 09:55 am). http://www.scribd.com/doc/61053598/Teknik-Delphi (diakses pada 24 September 2012 pukul 08:00 am). http://dimasarioarumbinang.blogspot.com/2010/06/metode-delphi.html (diakses pada 24 September 2012 pukul 09:00 am). http://ningrumke.blogspot.com/2012/05/metode-delphi-merupakan-suatu-teknik.html (diakses pada 24 September 2012 pukul 09:15 am). http://winita.staff.mipa.uns.ac.id/files/2011/08/METODE-DELPHI.pdf (diakses pada 24 September 2012 pukul 09:30 am). http://aprisa.web.ugm.ac.id/2009/11/metode-delphi/ (diakses pada 24 September 2012 pukul 09:45 am). http://epress.anu.edu.au/dialogue_methods/mobile_devices/ch03s04.html (diakses pada 24 September 2012 pukul 10:05 am). http://mtsujarwadi.blogspot.com/2011/12/hazard-and-operability-study-hazops.html (diakses pada 25 September 2012 pukul 10:00 am). http://www.che.itb.ac.id/safety/Presentation%20of%20HAZOP.pdf (diakses pada 25 September 2012 pukul 11:00 am). http://andaiviana.files.wordpress.com/2008/02/proceding-hazop.pdf (diakses pada 25 September 2012 pukul 12:00 am).

21