Petunjuk Teknis

Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh
Tahun 2012

Petunjuk Teknis (JUKNIS)

2012

KATA PENGANTAR
peranan strategis dalam penerimaan devisa negara, peningkatan pendapatan konservasi lingkungan dan pengembangan wilayah. pemerintah untuk meningkatkan produksi, produktivitas dan mutu tanaman teh Untuk mendukung perencanaan pembangunan agar memiliki arah yang tepat, diperlukan informasi potensi sumberdaya berdasarkan hasil identifikasi data di tingkat kabupaten dan lapangan. potensi sumberdaya alam, operasional pelaksanaan identifikasi, analisis data dan rencana pengembangan sumberdaya teknologi dan sumberdaya sosial ekonomi. penyusunan petunjuk teknis ini mengacu kepada berbagai literatur yang ada. bahan dalam pengumpulan data di lapangan. sumberdaya modal, sumberdaya Tanaman teh merupakan usaha perkebunan rakyat yang memiliki nilai dan

petani, penyediaan kesempatan kerja, penyediaan bahan baku industri, melalui kebijakan, program dan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan. Petunjuk teknis ini disusun dalam rangka menyamakan kerangka manusia, Berbagai upaya telah dilakukan, baik secara swadaya maupun oleh instansi

dan indikator, teknik analisis serta teknik pembuatan peta. Di dalam petunjuk

teknis ini juga dilengkapi dengan format isian yang akan digunakan sebagai membantu dalam penyusunan petunjuk teknis ini. Selain itu saran dan kritik kami untuk penyusunan petunjuk teknis lainnya pada masa yang akan datang. Garut, KABUPATEN GARUT, Oktober 2012 yang membangun sangat kami harapkan sebagai dasar penyempurnaan bagi KEPALA DINAS PERKEBUNAN Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah

Petunjuk ini memuat latar belakang, pengertian, ruang lingkup, kriteria

Adapun sumber

NIP. 19580924 198203 2 008 Hj. INDRIANA SOEMARTO
i Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh

Petunjuk Teknis (JUKNIS)

2012

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................................................... DAFTAR TABEL ........................................................................................................................... PENDAHULUAN........................................................................................................................... DAFTAR ISI..................................................................................................................................... DAFTAR GAMBAR....................................................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN................................................................................................................... B. Tujuan Kegiatan..................................................................................................................... D. Sumber Anggaran ................................................................................................................. ii v i

iv vi 1 1 3 3 3 5 5 10 10 10 12 14 14 16 17 19 19 6 8

A. Latar Belakang........................................................................................................................ C. Sasaran Lokasi........................................................................................................................ ORGANISASI PELAKSANAAN................................................................................................. A. Dasar Hukum Pelaksanaan ..............................................................................................

B. Alur Kerja.................................................................................................................................. C. Jadwal Pelaksanaan ............................................................................................................. PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP ............................................................................... A. Pengertian Istilah.................................................................................................................. B. Ruang Lingkup .......................................................................................................................

KRITERIA PENETAPAN SENTRA PENGEMBANGAN .................................................. METODE PELAKSANAAN IDENTIFIKASI ......................................................................... B. Jenis dan Sumber Perolehan Data ................................................................................. A. Metode Analisis dan Pengolahan Data ........................................................................

C. Target Kinerja.........................................................................................................................

MONITORING, EVALUASI DAN PELAPORAN.................................................................. A. Sistem Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan .............................................................
ii Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh

B. Kerangka Penulisan Laporan........................................................................................... PENUTUP ....................................................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................................... LAMPIRAN

Petunjuk Teknis (JUKNIS)

2012

19 21 22

iii Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh

........................................................ Tanaman Teh.. Rincian penggunaan dana Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Uraian Target Kinerja kegiatan Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Hal........... 16 17 iv Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh ........... 1........................................................... Jadwal Pelaksanaan Kegiatan.................. 3........................... 2 9 Sumberdaya Tanaman Teh di Kabupaten Garut ............Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 DAFTAR TABEL No................... Jenis dan Teknik Pengumpulan Data serta Sumber Perolehan ................................. 2.... 4.......

................. v Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh ...... 7 2 Bagan alur kerja identifikasi pengembangan kebutuhan tanaman teh ..................................................... 1... Uraian Hal......Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 DAFTAR GAMBAR No...... Perkembangan luas tanaman teh di Kabupaten Garut ......................................... 2......................................

.................... vi Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh .............. 23 28 35 38 Tanaman Teh Tingkat Kecamatan/Kabupaten............ 2... Form Rencana Pengembangan Tanaman Teh Jangka Lima Tahun . 3... Form Kuesioner Data Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Uraian Hal.... Form Perhitungan Data Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh Tingkat Kecamatan/Kabupaten............................. 1..Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 DAFTAR LAMPIRAN No. 4........... Form Rencana Pengembangan Tanaman Teh Jangka Satu Tahun ...............

khususnya jenis Assamica. berasal dari 25 negara. pengembangan teh terbukti mampu memperbaiki kondisi hidroorologis setempat. merupakan jenis tanaman berkayu dan berkembang biak secara generatif Secara genetik tanaman ini termasuk kedalam famili Theaceae. Barat dan 9. Jenis 1 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh dilakukan melalui pembangunan perkebunan Waspada yang dipimpin oleh teh yang pertama kali ditanam di Indonesia berasal dari Cina. yang terdiri dari 56.6 %) Perkebunan Besar Swasta (PBS). meningkatkan infiltrasi dan mengurangi volume aliran (CO2) sebanyak 2.36%) berada di Kabupaten Garut.5 ton CO2 per hektar/tahun (Rosyadi. curah hujan tinggi serta kondisi kelembaban yang cukup basah. perkebunan teh dapat mereduksi erosi serta menyerap gas rumah kaca Fungsi lainnya adalah.17 %) Perkebunan 28. air dan mempertahankan kelembaban udara.Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 PENDAHULUAN A. 40. Hal tersebut menunjukkan tanaman ini memerlukan kondisi suhu yang relatif sejuk. genus Selain itu tanaman ini melalui biji serta mampu tumbuh besar hingga mencapai 12 – 20 meter. namun sejak .573 hektar. Ditjenbun.264 hektar (45.990 hektar (77. 95.)O. Komoditas teh berfungsi sebagai sumber penciptaan lapangan kerja di Selain itu. 2007).06%) tanaman teh berada di Provinsi Jawa Penanaman teh di Kabupaten Garut dimulai sejak 1827 melalui Dari luasan pembangunan kebun percobaan di Cisurupan. Saat ini terdapat 1. Camelia dan spesies Camelia sinensis (L. Perkembangan selanjutnya keluarga Holle dengan administratur bernama Karel Frederick Holle.158 hektar (32.000 meter di atas permukaan laut (m dpl).173 hektar (7. Luas tanaman teh secara nasional berdasarkan data tahun 2010 seluas Rakyat (PR).151 hektar (22.24 %) Perkebunan Besar Negara (PBN) dan tersebut. 2001 dalam 124.500 jenis tanaman teh yang pedesaan dan mendorong agribisnis dan agroindustri yang secara langsung maupun tidak langsung juga menciptakan lapangan kerja di sektor jasa. Latar Belakang Tanaman teh umumnya banyak ditanam pada wilayah dengan ketinggian 400 – 2.K.

tanaman teh.tahun 1877 jenis ini digantikan oleh teh Assam yang berasal dari Srilanka dan ditanam di kebun Gambung (Jawa Barat) oleh R.000 7. 8.000 4.000 2.000 6.000 5. Kondisi ini menyebabkan perlunya merumuskan kembali Gambar 1 menunjukkan bahwa sejak tahun 2009.000 1. secara kuantitatif mengalami tren penurunan yang diperkirakan akan terus berlanjut pada kebijakan kebutuhan pengembangan tanaman teh sesuai dengan kondisi dan potensi yang ada saat ini. dari tahun ke tahun menunjukkan adanya penurunan luasan tanam.000 3.000 - Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 Berdasarkan statistik penurunan terjadi sejak tahun 2009 ketika banyak tanaman teh yang telah memasuki usia tua digantikan dengan komoditas Perkembangan penanaman teh di Kabupaten Garut. Perkembangan luas tanaman teh di Kabupaten Garut TBM TM TT/R pengembangan sumberdaya tanaman rempah dan penyegar khususnya Perumusan kebijakan tersebut memerlukan data dan informasi yang 2 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh .E. akurat sehingga perlu dilaksanakan kegiatan identifikasi kebutuhan tahun berikutnya. Kerkhoven. luasan tanaman teh Gambar 1. tanaman semusim sebagaimana terlihat pada Gambar 1.

Tujuan Kegiatan Pengembangan Sumberdaya Tanaman Rempah dan Penyegar adalah untuk kegiatan ini.Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 B. D. berdasarkan yang statistik memang nyata kebutuhan menjadi wilayah pengamatan antara lain: (1) Talegong.000. pada komoditi teh sebagai salah satu kelompok komoditi tanaman rempah dan penyegar. Mengumpulkan pengembangan sumberdaya tanaman teh. (2) Cisewu.- digunakan untuk melaksanakan kegiatan ini 3 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh . (5) Cikajang. C. Sasaran Lokasi Garut yang merupakan sentra produksi teh rakyat. (8) Sasaran lokasi identifikasi adalah wilayah kecamatan di Kabupaten Kecamatan yang produktif Wilayah bersumber dari dana Tugas Pembantuan Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan pada Satuan Kerja Dinas Perkebunan Kabupaten dilihat pada Tabel 1. difokuskan penyusunan Petunjuk Teknis Identifikasi Kebutuhan 2. (9) Singajaya. Jumlah anggaran yang disediakan adalah sebesar Rp. Merumuskan arahan pengembangan secara spasial maupun tabular. 1. tersebut. (10) Peundeuy dan (11) Cilawu. Sumber Anggaran Anggaran cukup Pakenjeng.000. menghasilkan pucuk teh. 53. Adapun rincian penggunaan dana dapat Garut. (7) Cigedug. (Lima Puluh Tiga Juta Rupiah). (6) Cisurupan. (4) Pamulihan. Menyusun rencana kebutuhan pengembangan berdasarkan data yang 3. dan Adapun tujuan khusus pelaksanaan kegiatan ini adalah: data lapangan yang terkait dengan memberikan acuan pelaksanaan bagi pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Tujuan Khusus dalam pelaksanaan di Kabupaten Garut. (3) Banjarwangi. dikumpulkan.

O 1 3 Paket Jenis Eksemplar OJ o 1.000 50.000 3.000 1.000 3.000.000 o d.500.000.000 250.000 1. Honor Narasumber o Belanja Jasa Profesi o a. ATK dan Bahan Komputer Belanja Bahan o Harga Satuan (Rp/Satuan) 2.000 1.000.000 6.000 1.600.100.000 2.500.000.000 2.000 O Belanja Barang Non Operasional Lainnya o o a.000 O 3.000.Tabel 1. o Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 Sumberdaya Tanaman Rempah dan Penyegar di Kabupaten Garut.000. 1. Dokumentasi c.000 12. Administrasi.750.000 6. Rapat persiapan dan penyusunan JUKNIS d.000 1.500.000 1.000 250.400. Rincian Penggunaan Dana Identifikasi Kebutuhan Pengembangan No.000 1. Perjalanan narasumber OH OT OT o o o Jumlah Total o OH 1.000 6. Pengumpulan data o Belanja Perjalanan Lainnya b.000 4 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh .000 o 150. penggandaan.000 O 53. Penyusunan dan Pembahasan Draft f.000 100.000 4.000. Uraian Kegiatan Volume Satuan 1 1 Paket o 2. pelaporan dll b.000 g.500.000. Penyusunan dan Pembahasan Laporan 3.000.000. Pengadaan Peta Kabupaten h.) 2.500. Pengawalan ke lokasi o 4 8 6 4 50.000 o 22. Pembahasan final e.000 Jumlah Biaya (Rp. Konsultasi ke provinsi c.000 150.000.400.000.500. Penggandaan laporan o 30 45 45 32 10 12 Tahun OH OH OH OH o 25.750.000 4.500.000 2. fotocopy.000 850.

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125 Tambahan Lembaran Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. dan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 14 Tahun 2008 tentang Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 28 Tahun 2008 tentang dan Tata Kerja Dinas Perkebunan Kabupaten Garut. Dasar Hukum Kegiatan a. a. Pembentukan dan Susunan Organisasi Dinas Daerah Kabupaten Garut Peraturan Bupati Nomor 411 Tahun 2008 tentang Tugas Pokok. f.Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 ORGANISASI PELAKSANAAN A. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4816). Aspek Penganggaran: b. Pemerintah Daerah Provinsi 2007 Nomor 82 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737). e. Aspek Perencanaan: b. Fungsi Rencana Strategis Pembangunan Perkebunan Tahun 2009 – 2014. dan Rencana Strategis Dinas Perkebunan Tahun 2009 – 2014. Aspek Kewenangan: b. Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 20 d. dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun Urusan Pemerintah Daerah Kabupaten Garut (Lembaran Daerah Tahun (Lembaran Daerah Tahun 2008 Nomor 39). Undang-undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan. c. dan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan 2012 Nomor 92 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4660). Negara Nomor 4421). a. 2008 Nomor 27). dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012 (Lembaran Negara Tahun Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan 5 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh .

c. Alur Kerja yang akan digunakan sebagai sumber data awal. Produktivitas dan Mutu Tanaman Perkebunan Berkelanjutan Nomor: 5846/018-05. Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian B. Potensi Desa serta Garut dalam Angka pada tahun terakhir. Direktorat Tanaman Rempah dan Penyegar Direktorat Jenderal Perkebunan Tahun 2011 Rempah dan Penyegar. Aspek Pelaksanaan: b. Dokumen Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tugas Pembantuan 09 Desember 2011. Jenis blanko kuesioner yang disusun mengacu kepada pedoman yang disusun oleh Direktorat Tanaman Rempah Penyegar.01/12/2012 tanggal Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) program Peningkatan Produksi. Produktivitas dan Mutu Tanaman Perkebunan Berlanjutan Tahun Pertanian Tahun 2011. Bentuk kuesioner yang akan digunakan dapat dlihat pada Lampiran 1 dan Lampiran 2. Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 program Peningkatan Produksi. (2) Kegiatan yang sebagai bahan penyusunan arahan pengembangan. Sedangkan jenis data sekunder kerja dapat dilihat sebagaimana tertuang pada Gambar 2. c. Secara umum bagan alur 6 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh . dan Pedoman Teknis Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Pedoman Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Sumberdaya Tanaman Rempah dan Penyegar. Jenis bahan yang dikumpulkan terutama data Data ini digunakan Tahap awal pelaksanaan kegiatan. dilaksanakan pada tahap ini meliputi: peta digital yang diperoleh dari berbagai sumber.4. Anggaran 2012 a. Penyusunan dan penggandaan blanko kuesioner dan (3) Pengumpulan data sekunder dan studi literatur. yaitu pengumpulan bahan dan alat (1) Pengadaan bahan. yang dikumpulkan meliputi Statistik Perkebunan Tahun 2011.

kelembagaan. permodalan dan aspek 7 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh Rapat persiapan dilaksanakan setelah kegiatan pengumpulan bahan kecamatan. Peserta yang diundang dalam kegiatan ini adalah para petugas di tingkat lapangan yang wilayahnya yang meliputi aspek sumberdaya alam. Bahan yang dikumpulkan adalah data pada tingkat kelompok Tahapan pengumpulan data primer dilaksanakan oleh petugas . Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah membahas persiapan yang telah dilaksanakan serta penjelasan umum terkait teknik dan metode terdapat tanaman teh. pengambilan data yang akan dilaksanakan. Bagan Alur Kerja Identifikasi Pengembangan Kebutuhan Sumberdaya Tanaman Rempah dan Penyegar dilaksanakan.Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 Gambar 2.

Alat yang digunakan adalah form kuesioner yang telah disusun dan digandakan pada tahap sebelumnya sebagaimana terdapat pada Lampiran 1 dan Lampiran 2. Pada tahap pembahasan melibatkan unsur lain (narasumber) yang berasal dari luar dinas. Jadwal Pelaksanaan Draf naskah identifikasi yang telah direvisi merupakan naskah laporan selain melibatkan unsur Dinas Perkebunan Kabupaten Garut juga Peserta yang diundang dalam rapat lainnya adalah peta kabupaten yang berisi gambaran spasial kondisi tanaman teh di Kabupaten Garut beserta arahan pengembangan yang akan Jadwal pelaksanaan kegiatan secara rinci dapat dilihat pada Tabel 2.lain sebagai pendukung. final kegiatan identifikasi kebutuhan pengembangan sumberdaya tanaman dilaksanakan pada tahun mendatang. mempermudah dalam pengolahan dan analisis. Direktorat Tanaman Rempah dan Penyegar. C. Metode analisis yang Data yang telah dikumpulkan. kemudian dikelompokkan agar Hasil analisis dan pengolahan data dijadikan sebagai bahan dalam Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 digunakan mengacu kepada analisis yang tertuang dalam pedoman rapat pembahasan untuk mempertajam hasil analisis dan pengolahan yang Hasil pembahasan yang dilaksanakan dijadikan sebagai bahan pembahasan ini adalah pegawai Dinas Perkebunan Kabupaten Garut pada penyusunan draf naskah identifikasi beserta dengan kelengakapan peta yang telah diverifikasi pada tingkat lapangan. telah dilaksanakan sebelumnya. rempah dan penyegar. Selain naskah laporan yang bersifat teks. hasil 8 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh . tingkat lapangan.

Tabel 2. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 9 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh .

Diversifikasi adalah penganekaragaman usaha tani secara terintegrasi antara tanaman pokok dengan tanaman lain maupun dengan ternak. pemupukan. seperti Pengendalian dan Penyegar adalah proses kegiatan pengumpulan. Pengertian Istilah lain: Beberapa pengertian yang digunakan dalam pedoman teknis ini antara 1. dan penyajian data sumberdaya serta rencana pengembangan tanaman 3. 7. 8. sanitasi. fisik tanah dan kondisi agroklimat untuk usaha tani tertentu. pucuk dan lain-lain). pemangkasan (OPT) dan 4. pengolahan.Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP A. Ruang Lingkup Ruang lingkup identifikasi kebutuhan pengembangan sumberdaya tanaman rempah dan penyegar meliputi: 10 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh . Rehabilitasi adalah perbaikan tanaman melalui penyulaman tanaman dan penerapan inovasi teknologi (seperti sambung samping. Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Sumberdaya Tanaman Rempah 2. Perluasan adalah penanaman baru pada lahan dan iklim yang sesuai 6. Organisme Pengganggu Tanaman dengan 5. sambung penyiangan. Produktifitas adalah tingkat produksi yang dihasilkan per satuan luas kriteria teknis dengan menerapkan inovasi teknologi. Intensifikasi adalah perbaikan tanaman melalui penerapan prinsipprinsip praktek budidaya yang baik/Good Agriculture Practices (GAP) menerapkan inovasi teknologi. Kesesuaian Lahan adalah kecocokan suatu lahan ditinjau dari sifat-sifat B. analisis rempah dan penyegar. per tahun. Peremajaan adalah penggantian tanaman yang tidak produktif (tua/rusak) dengan tanaman baru secara keseluruhan atau bertahap dan menerapkan inovasi teknologi.

LSM 6. petugas lapangan. Aspek sumberdaya yang diamati meliputi: dll. lokal dll. Sumberdaya dll. pengolahan dan analisis data disajikan dalam bentuk potensi dan peluang serta rencana pengembangan tanaman teh jangka pendek. Cisewu. asosiasi komoditas. Pakenjeng. yaitu Kecamatan Talegong. yaitu: iklim. terintegrasi dan berkelanjutan. Hal pengumpulan. menengah dan jangka panjang secara partisipatif. teknik budidaya. kelembagaan adat. tanah. 11 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh . b. Pamulihan. Pelaksana kegiatan adalah Dinas Perkebunan Kabupaten Garut 5. air. yaitu: sarana produksi. profil/data base sumberdaya saat ini. motivator e. Cigedug. permasalahan yang dihadapi. Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 4. Sumberdaya alam. Sumberdaya teknologi. yaitu: kelembagaan petani. d. sistematik. Cisurupan. metode pengendalian OPT dll.1. Pembiayaan bersumber dari dana Tugas Pembantuan Kementerian Pertanian pada Direktorat Jenderal Perkebunan Tahun Anggaran 2012 kelembagaan ekonomi. Kegiatan identifikasi difokuskan pada komoditi teh sebagai prioritas 2. Sumberdaya modal. pengamatan di Kabupaten Garut. Lokasi kegiatan diutamakan pada daerah sentra produksi tanaman teh. sosial ekonomi. Banjarwangi. Singajaya dan Cilawu. yaitu: benih unggul. akses pasar c. 3. modal kerja. diversifikasi. Sumberdaya manusia. Peundeuy. Cikajang. keragaman hayati dll. yaitu: petani. a.

Penetapan daerah pengembangan potensial. Analisis yang dapat digunakan antara Analytic Hierarchy kabupaten/kota yang memiliki potensi sumberdaya dan minat serta komitmen pemerintah daerah beserta masyarakatnya dalam pengembangan tanaman teh. adalah wilayah diluar daerah memenuhi skala ekonomi serta faktor pendukung lainnya. Penetapan daerah sentra produksi dilakukan dengan Agar hasil analisis yang diperoleh dapat optimal. jika akumulasi jumlah luas areal untuk setiap komoditas utama dukungan maupun rempah dan penyegar hingga mencapai 80% dari luas nasional maupun provinsi. Rencana Strategis Pembangunan Perkebunan dan produksi adalah wilayah baik provinsi Penetapan wilayah sentra pengembangan. Wilayah sentra pengembangan. Daerah sentra produksi tanaman teh. yaitu: (1) Daerah Sentra Produksi. secara umum terbagi atas 3 (tiga) kriteria. Process (AHP) serta Location Quotient (LQ). dimana 48. juga mempertimbangkan dukungan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah pengembangan potensial adalah wilayah provinsi maupun Pemerintah Daerah. dan (3) Daerah Perluasan Areal Baru. secara umum mengacu kepada kabupaten/kota yang pada saat ini sudah diakui secara luas menjadi sentra ketentuan.79% luas teh rakyat secara nasional ada di wilayah ini. sentra produksi tetapi memiliki produktifitas tanaman yang tinggi (10% diatas rata-rata nasional) dan cadangan lahan untuk pengembangan setiap komoditas tanaman rempah dan penyegar serta mempunyai potensi untuk mampu kesesuaian lahan dan agroekologi tergolong sesuai (kelas S1.Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 KRITERIA PENETAPAN SENTRA PENGEMBANGAN dengan Direktorat Tanaman Rempah dan Penyegar disepakati bahwa khusus teh atau setara dengan 86. (2) Daerah Pengembangan Potensial. Sesuai dengan hasil pertemuan antara Dinas Perkebunan Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. fokus komoditas yang akan diidentifikasi adalah tanaman teh sebagai provinsi penghasil terbesar. S2 atau S3) untuk 12 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh tanaman teh serta menjadi program pembangunan daerah yang didukung oleh Daerah perluasan baru adalah daerah baru yang memiliki tingkat . penetapan kriteria ini perlu (RTRW).832 hektar areal tanaman pedoman yang dikeluarkan oleh Direktorat Tanaman Rempah dan Penyegar.

RTRW dan memiliki cadangan lahan dengan luasan memenuhi skala ekonomi wilayah disamping faktor pendukung lainnya. ketepatan hasil analisis sangat tergantung kepada ketersediaan dan keakuratan yang serius dari semua pelaksana. data yang digunakan. tahapan pengumpulan data serta studi literatur merupakan tahapan yang sangat kritis dan perlu mendapat perhatian Hal yang paling penting dalam penetapan daerah tersebut adalah. Oleh sebab itu. Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 13 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh .

. total aktifitas tersebut dalam total aktifitas wilayah. Metode Analisis dan Pengolahan Data Penetapan Wilayah Sentra luas menjadi sentra produksi tanaman teh sebagai komoditas utama.j X. ⁄ . Nilai LQ < 1.. Analisis LQ merupakan nilai indeks untuk 1. : total aktifitas ke-j di semua wilayah Analisis Spasial melakukan pengolahan dan atau analisis terhadap suatu kumpulan data 14 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh Analisis spasial merupakan suatu metode yang digunakan untuk . : derajat aktifitas ke-j di wilayah ke-i : total aktiftas di wilayah ke-i : derajat aktifitas total wilayah LQ = Xij ⁄Xi. Nilai LQ = 1. menunjukkan sub wilayah ke-i mempunyai pangsa relatif Dimana: Xij Xi. Location Quotient (LQ). diinterpretasikan sebagai berikut: Hasil analisis LQ Daerah sentra produksi merupakan wilayah yang sudah diakui secara Penetapan daerah sentra produksi secara tabular menggunakan alat membandingkan pangsa sub wilayah dalam aktifitas tertentu dengan pangsa wilayah ke-i secara relatif dibandingkan dengan total wilayah atau dengan kata lain terjadi pemusatan aktifitas di sub wilayah ke-i. X. wilayah ke-i sama dengan rata-rata total wilayah. menunjukkan sub wilayah ke-i mempunyai pangsa aktifitas 3.Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 METODE PELAKSANAAN IDENTIFIKASI A. menunjukkan terjadinya konsentrasi suatu aktifitas di sub setara dengan pangsa total atau dengan kata lain konsentrasi aktifitas di lebih kecil dibandingkan dengan aktifitas secara umum yang ditemukan Persamaan yang digunakan untuk perhitungan LQ adalah: 2. Nilai LQ > 1. . diseluruh wilayah.

Secara umum teknis pelaksanaan dilakukan melalui penyebaran lembar kuesioner pada tingkat (1) Sumberdaya Alam. Hal ini sangat bergantung kepada jenis data serta tujuan yang ingin dicapai melalui pengolahan data atau proses yang melibatkan sejumlah hitungan dan evaluasi logika (matematis) yang dilakukan dalam rangka mencari atau menemukan dengan batas-batas wilayah studi tertentu). (4) masing aspek memiliki indikator penilai yang menentukan dalam penilaian. dijadikan sebagai dasar pertimbangan. tingkat/persentase capaian masing-masing aspek terhadap kondisi ideal. Metode ini umum digunakan sebagai dasar dalam penetapan suatu kebijakan. tersebut. 15 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh Analisis profil wilayah. Semakin banyak data yang digunakan. Sumberdaya Teknologi dan (5) Sumberdaya Sosial Ekonomi. analisis spasial merupakan suatu teknik Jenis metode yang sehingga (potensi) hubungan (relationship) atau pola-pola yang (mungkin) terdapat diantara unsur-unsur geografis (yang terkandung di dalam data dijital interpretasinya akan menjadi lebih sulit dan rumit (Barus dan Wiradisastra 2000). Dalam prakteknya proses analisis spasial biasanya dilakukan dengan menggunakan alat bantu perangkat lunak sistem informasi geografis (SIG). dalam pelaksanaan pengolahan data spasial Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 menghasilkan suatu informasi baru yang dapat diaplikasikan atau dijadikan digunakan dalam analisis spasial sangat beragam. Analisis Profil Wilayah Sentra Selain itu hasil analisis dan gambaran profil sumberdaya yang dapat dijadikan sebagai dasar dalam lapangan. (2) Sumberdaya Modal. pengolahan dan analisis data serta interpretasi hasil analisis.yang memiliki referensi geografis/keruangan (spasial). (3) Sumberdaya Manusia. penyusunan kebutuhan pengembangan tanaman teh. secara fisik prosesnya akan Menurut Prahasta (2009). semakin rumit untuk dilaksanakan. dilaksanakan dengan tujuan memperoleh Jenis data dan informasi sangat terkait dengan 5 (lima) aspek yang Aspek tersebut meliputi: Penilaian dilakukan melalui pembobotan secara bertahap terhadap masingmasing indikator yang dalam hasil penilaian akan diperoleh hasil Masing- .

1.Peta-peta Jenis Data Metode Analisis Location Quotient (LQ) Dijitasi layar Analisis Spasial Dinas Perkebunan Kabupaten Garut Seijin PUSDATIN Kementerian Pertanian RI Groundcheck Dinas Perkebunan Kab. 2.Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 B. studi pustakan melalui proses penggalian langsung terhadap fenomena yang ada dan terjadi Jenis data primer biasanya diperoleh melalui survei langsung. yaitu: dilapangan. sekunder dikumpulkan melalui metode studi literatur. Jenis data yang diperlukan akan (1) Data Primer dan (2) Data Sekunder. lain. Querry. Jenis data secara umum digolongkan menjadi 2 (dua). Garut Sumber Perolehan . Sedangkan data ataupun analisis terhadap hasil-hasil pendataan yang dilakukan oleh pihak tanaman teh ini. sekumpulan data sebagai bahan analisis. Penetapan Wilayah Sentra Produksi Tanaman Perkebunan . Jenis dan Teknik Pengumpulan Data serta Sumber Perolehan No. Kegiatan identifikasi kebutuhan pada prinsipnya merupakan metode Hal ini memerlukan berdampak terhadap teknik pengumpulan serta dimana data tersebut didapatkan.Citra Satelit Resolusi Tinggi . Spatial Join Pengambilan Titik Koordinat dengan GPS 16 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh .Sebaran UPH Teh Tumpang tindih. jenis dan teknik pengumpulan data serta sumber perolehan data dapat dilihat pada Tabel 3. Data primer biasanya diperoleh hasil penggalian data yang dilakukan oleh pihak lain. Sedangkan data sekunder merupakan data yang diperoleh dari penelitian ataupun wawancara terhadap responden. Jenis dan Sumber Perolehan Data analisis untuk mengetahui sejauhmana potensi dan kebutuhan sumberdaya untuk tujuan pengembangan suatu komoditas. Jenis Analisis Pada kegiatan identifikasi kebutuhan pengembangan sumberdaya Tabel 3.

Dinas Perkebunan Kab. modal. ATK dan Bahan Komputer 3.3 0.) A 600. Rapat persiapan dan penyusunan JUKNIS Pelaksanaan 1. A A.21 1.Pemerintahan Desa . manusia.500.Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 No.3 30 A Satuan Jumlah Biaya (Rp.500. 3.000 65.000 1. fotocopy.00 15.Kantor Kecamatan . dilihat pada Tabel 4. ATK dan Bahan Komputer A Volume 2. Target Kinerja kegiatan Identifikasi Kebutuhan Pengembangan No.000 3.500. Target Kinerja sebagai tolok dilaksanakan oleh instansi pemerintah wajib menyampaikan target kinerja Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). penggandaan.01 1.000. Garut Sumber Perolehan Tabel 4.3 0.000 4. Konsultasi ke provinsi A A 3 Tahun 2. Pengumpulan data 0. pelaporan dll 4.08 5.Kelompok tani .05 A A A 2.08 2.000 600. 3. penggandaan.58 5.00 4.BPS .000 600.63 A 17 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh .68 7. Profil Wilayah Sentra Jenis Analisis Sumberdaya alam. Pengadaan Peta Kabupaten 5.01 1. Administrasi.000 4. Uraian Kegiatan A Persiapan 1. Administrasi. kinerja kegiatan Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh dapat Tanaman Teh ukur capaian kinerja dalam penyusunan Sesuai dengan peraturan yang berlaku. pelaporan dll A B.000 Target Kinerja (%) Paket OH OT 25.3 12 1 3 Paket Paket Jenis OH Tahun 1.000 600.000. setiap kegiatan yang Adapun tolok ukur Laporan . Dokumentasi 0. teknologi dan sosial ekonomi Jenis Data Survey dan wawancara menggunakan kuesioner Metode Analisis C. fotocopy.

000. Konsultasi ke provinsi o 0.000 6. Pengawalan ke lokasi 7. pelaporan dll o o 3. Penggandaan laporan JUMLAH 5.000 100.11 1.11 2.500. Administrasi.600. penggandaan.00 Eksemplar O 53.000 A 6.000 10.4 0.37 2.73 7.000 6.53 5.000 4.000 3.400.) 2012 Target Kinerja (%) No.750. Penyusunan dan Pembahasan Laporan 4.000. Pembahasan final Pelaporan 1.17 A A C. Honor Narasumber 9.000 800.10 11.22 1. ATK dan Bahan Komputer 8.500. 11. A A Uraian Kegiatan 6. Konsultasi ke provinsi A A A A A 2.00 18 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh .58 1.000 1.39 4.37 10.000 3. Penyusunan dan Pembahasan Draft 10. Perjalanan narasumber A Volume 6 4 4 3 45 45 A Satuan OH OH OJ OT OT OH 1.Petunjuk Teknis (JUKNIS) Jumlah Biaya (Rp.000.000 1. fotocopy.000 11.750.4 32 10 2 Paket OH OT o Tahun 800.000.

keuangan maupun teknis pada suatu titik kegiatan sebagai yang telah ditetapkan disetiap tingkatan pelaksana kegiatan (Pusat. evaluasi dan pelaporan secara berkala dan berkelanjutan. B. Monitoring. Evaluasi dan Pelaporan Kegiatan monitoring bertujuan mengetahui perkembangan pelaksanaan kegiatan melalui pemantauan. Kerangka Pemikiran C. Maksud dan Tujuan C. Dasar Pelaksanaan II. EVALUASI DAN PELAPORAN A. Penyusunan laporan mengikuti kerangka penulisan sebagaimana B. PENDAHULUAN suatu alat untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan kegiatan pada telah ditetapkan. Rumusan Masalah A. Sistem monitoring. evaluasi dan pelaporan merupakan wilayah tertentu dan pada kurun waktu yang dasar untuk menindaklanjutinya. Latar Belakang kedepan. Kerangka Penulisan Laporan rencana pengembangan. Organisasi Pelaksana 19 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh . evaluasi dan pelaporan dilaksanakan pada kurun waktu dilengkapi dengan peta sebagai gambaran spasial kondisi aktual serta rencana pengembangan untuk jangka waktu satu sampai dengan lima tahun A. evaluasi dan pelaporan menggunakan format baku yang dibuat oleh Direktorat Jenderal Perkebunan serta institusi Hasil kegiatan merupakan laporan yang berbentuk narasi dan Laporan memuat kondisi aktual. Sistem Monitoring. berikut: I. profil serta Monitoring. ini dan Kabupaten).Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 MONITORING. Provinsi lainnya berdasarkan ketentuan yang berlaku. digunakan pula untuk memantau kendala yang dihadapi baik oleh pelaksana administrasi. PENYELENGGARA KEGIATAN B.

VIII. Aspek Sumberdaya Manusia V. Sumber Permasalahan C. Aspek Sumberdaya Modal E. Rencana Satu Tahun PENUTUP B. Rencana Lima Tahun D. Penggunaan Lahan Aktual Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 III. Letak Wilayah B. IX. Identifikasi Permasalahan B. PROFIL SUMBERDAYA C. Kependudukan IV. Pemanfaatan Ruang F. Aspek Sumberdaya Teknologi E. VI. Saran A. Alternatif Pemecahan Masalah RENCANA PENGEMBANGAN A. Komoditas Prioritas B. GAMBARAN UMUM LOKASI KEGIATAN A. Aspek Sumberdaya Sosial Ekonomi VII. Kondisi Iklim C. Wilayah Sentra Utama Pengembangan A.III. SENTRA PRODUKSI DAN SENTRA UTAMA PENGEMBANGAN A. PENETAPAN KOMODITAS PRIORITAS. Wilayah Sentra Produksi C. Aspek Sumberdaya Alam B. Kesimpulan LAMPIRAN B. POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN DAFTAR PUSTAKA 20 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh . X. Jenis Tanah D. PERMASALAHAN YANG DIHADAPI A.

Oleh sebab itu diperlukan rasa tanggungjawab yang tinggi dari semua pihak.Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 PENUTUP disusun sebagai dasar pedoman bagi para pelaksana kegiatan di tingkat pelaksanaan mengacu kepada petunjuk teknis ini. pengambilan data di lapangan maupun sumber data lain yang digunakan. Hal-hal yang berkaitan dengan teknis Adapun hal lain yang hasil laporan yang disusun dapat dijadikan sebagai salah satu bahan kebijakan Hasil analisis yang diperoleh sangat tergantung kepada keakuratan 21 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh . bagi penentu kebijakan untuk merumuskan dapat mengacu kepada pedoman yang dikeluarkan oleh pedoman Direktorat Petunjuk Teknis Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh ini kabupaten maupun tingkat lapangan. sehingga pertimbangan pengembangan tanaman teh pada masa yang akan datang. ditemukan dalam pelaksanaan kegiatan. dan belum diatur dalam petunjuk ini Tanaman Rempah dan Penyegar maupun Direktur Jenderal Perkebunan.

Direktorat Tanaman Rempah dan Penyegar. Dinas Perkebunan Kabupaten Garut. Jakarta: DITJENBUN Kementerian Pertanian RI. Prahasta E. Pedoman Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Sumberdaya Tanaman Rempah dan Penyegar. 2012. Konsep-konsep Dasar Sistem Informasi Geografis. Fakultas Pertanian. Monitoring dan Evaluasi Dinas Perkebunan Kabupaten Garut. Jurusan Tanah.Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 DAFTAR PUSTAKA Barus B. 22 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh . 2011. Sistem Informasi Geografi. Laboratorium Penginderaan Jauh dan Kartografi. 2005.S. DITJENBUN Kementerian Pertanian RI. Bandung: Penerbit Informatika. Garut: Sub Bagian Perencanaan. Statistik Perkebunan Semester II Tahun 2011. dan Wiradisastra U. 2000. Dinas Perkebunan Kabupaten Garut. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 LAMPIRAN 23 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh .

S3(50-75).(40005000). S2(1800-2500). ketebalan gambut <60 dan >140. Genangan F0. Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 KODE A 1ALAM 11SAIKM 111SAIG 112SAIT 113SAIC 114SAIL HASIL IDENTIFIKASI SUMBER DATA A dinas dinas dinas SKOR (%) A 100 80 80 80 70 90 80 90 90 80 80 0 0 A SUMBERDAYA ALAM Iklim a Garis Lintang b Tinggi tempat c Curah hujan (mm) d e f Lama bulan kering A ADA 600-800 s2 S2 s3 S2 113SAIA 114SAIS 12SATAN 121SATJ 122SATK 123SATD 124SATT 125SATS 114SAIK 113SAIT g Kecepatan angin h Saat angin besar Tanah a Jenis tanah b Kemiringan tanah c d e Temperatur rata-rata (0C) Kelembaban udara (%) dinas TA TA S1 S2 S1 Kedalaman tanah efektif (cm) Tektur tanah Sifat tanah dinas dinas dinas 23 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh . S2(75-100).(50006000). alkalinitas/ESP >8%. S2(6070).N(>4) S1(19 .5 C-organik (%) 0. S2 (21-24).8-4.(1417).seda ng) S2 (-) S3(aga kasar) N(kasar. KTT liat (cmol) ≥ 16. (17-19) S3 (24-27).21).agahalus. Lereng <8%. alkalinitas/ESP 8-10%. Batuan di permukaan <5%. pH H2O 3.8-1. S3(13001800).5% Salinitas (dS/m) 2-3.Lampiran 1. S3(34). N (>17 .N(<1300 dan >6000) S1(0-2).sangat halus) S1(Bahan kasar <15%.Kematangan Saprik hemik. Kejenuhan basa 20-35%. Bahaya erosi sangat rendah.5% Salinitas (dS/m) >2. ketebalan gambut(cm) 60140.5 Corganik (%) >1.S3(50-60). Saprik. Form Kuesioner Data Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh Tingkat Kecamatan/Kabupaten ASPEK/JENIS DATA STANDAR IDEAL A 400-2000 m dpl S1(2500-4000).N(<50) Konsolik Rata-rata Kurang dari 45% S1(>100). singkapan batuan >5% S2(Bahan kasar <15%35%. N(<50) S1(halus. Kejenuhan basa >20%.5-5. KTT liat (cmol) >16. pH H2O 4. >14) S1(≤ 70). S2(2-3).

Kejenuhan basa >35%. Bahaya erosi rendah sedang. Genangan F1.8-1. APBD ini dan tahun lalu Provinsi.8 C-organik (%) 0.8-5. pH H2O 3. Batuan di permukaan 15-40%.5% Salinitas (dS/m) 2-3. ketebalan gambut(cm) 140200. singkapan batuan 515% S3(Bahan kasar <35%55%. singkapan batuan 1525% STANDAR IDEAL HASIL IDENTIFIKASI SUMBER DATA SKOR (%) 13SAAIR 131SAAD 132SAAS 133SAAM 14SAKHY 141SAHY 142SAHY 143SAHY 15SAPPT 151SAPA 154SAPH A 2MODAL 21SMBUN 211SMAG 22SMRT 221SMRM 222SMRK 223SMRA 224SMRS 155SAPK 156SAPS 152SAPG 153SAPL Air a Kedalaman air tanah b Air sungai c Mata air Keragaman hayati a Keragaman flora b Keragaman fauna c Flora dan fauna spesifik Peta dan status kepemilikan lahan petani a Peta administrasi wilayah b Peta penggunaan lahan c Peta kelas lereng wilayah d Peta tata guna hutan kesepakatan e Peta sebaran komoditas Rempah dan Penyegar f Status kepemilikan lahan sertifikat petani A A A SUMBERDAYA MODAL (INVESTASI) Program pembangunan perkebunan Tahun yang lalu dan yang kegaitan daerah tahun sedang berjalan (APBN. KTT liat (cmol) ---. Batuan di permukaan 5-15%.Kematangan hemikfebrik. Bahaya erosi berat.Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 KODE ASPEK/JENIS DATA Lereng 8-16%. APBN Kabupaten/Kota) Rencana tata ruang wilayah a Minimal untuk 10 tahun renstra b Kriteria kawasan perkebunan c Arahan lokasi untuk perkebunan d Statitk Provinsi/Kabupaten lapangan lapangan lapangan lapangan survey dinas dinas GIRIK A dinas dinas A dinas dinas dinas dinas dinas kehutanan 30 25 50 40 40 0 80 80 80 80 60 50 80 70 80 80 A 100 24 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh . alkalinitas/ESP 8-10%. Lereng 8-16%. Genangan F2.

2 . dinas pertanian 3) Granulator. GMB 10.3 4 GMB 9. ZA. 5) JEKSEN.4 kali. GMB 8. 2-3 kali Kieserit (MgO) 30-75 gram. BOLTI. b Pupuk Urea. GMB 4. 250dinas 350 gram 3 .(N) TSP. 2-3 kali Seng Sulfat (ZnO) 5-10 gram. alat dan mesin pertanian a Benih unggul Varietas GMB 1.Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 KODE 23SMPAP 231SMPB 232SMPP ASPEK/JENIS DATA STANDAR IDEAL HASIL IDENTIFIKASI SUMBER DATA SKOR (%) 90 50 233SMPD 234SMPA 24SMKBS 241SMKK 242SMKB 243SMKE 244SMKP 262SMUP 27SMATP 271SMAP 28SMMUS 281SMMU A 31SDM 31SDMD 311SDMJ 312SDMU 313SDMP 32SDMJA 321SDMP 323SDMF 322SDMS 252SMPG 253SMPP 26SMUPH 261SMUG 25SMPRA 251SMPJ Ketersediaan dan kebutuhan sarana produksi. GMB 11. 6) Mixer dll Ketersediaan dan kebutuhan sumber benih unggul bersertifikat a Kebun benih Sk Dirjen (udah dinas dimurnikan belum) b Blok penghasil tinggi Sk Disbun Kab. 1. (bibit dinas penangkaran sertifikat) Ketersediaan dan kebutuhan prasarana pendukung a Jalan dan Jembatan Kondisional dinas pu Menuju Sentra produksi b Pergudangan Kondisional dinas c Pelabuhan Kondisional dinas Ketersediaan dan kebutuhan Unit Pengolahan Hasil a Tingkat Kelompok Kondisional dinas Tani/Gapoktan produksi b Tingkat pabrikan Kondisional Akses terhadap pasar Akses terhadap pasar Kondisional dinas Akses terhadap modal usaha Akses terhadap modal usaha dinas A A A A SUMBERDAYA MANUSIA Data demografi a Jumlah penduduk dan pemda komposisi jender b Sebaran umur pemda c Sebaran pendidikkan pdk Data ketenagakerjaan a Jumlah angkatan kerja pemda produktif b Sebaran tenaga kerja di pemda sektor pertanian c Sebaran profesi pemda 20 70 0 0 0 50 50 30 0 50 50 90 0 A 90 85 90 80 70 70 25 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh . Mesin Pengolah Biji Kopi. 2) Dryer. 4) SORTASE.) c Kebun entres Sk Dirjen (disertifikasi) d Pusat-pusat Sk Disbun Kab. GMB 2. GMB 7. 2025. tri 2024 dinas bersertifikat GMB 3. GMB 5. dinas (sebaran tk prov. Kompor Biomassa.ZK (K2O) 60-180 gram. GMB GMB 6. 7-10 kali c Pestisida lapangan d Alat dan mesin 1) Composter. PARP (P2O5) 60-120 gram(adosol/regosol) 1-2 kali 15-40 (latosol/podzolik) 1-2 kali MOP.

Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 KODE 323SDMM 324SDMB A 41TEKNO 41STBUS 411STBU 42STGAP 421STKS 423STAN 424STPH 424STTA 421STOR 325SDML 326SDMT d e ASPEK/JENIS DATA STANDAR IDEAL 43STOPT 431STOM 432STOK 433STOI 434STOL 44STATP 441STAT 442STAI 443STAL 45STLIM 451STPL A 5SSEKO 51SSEKP 511SSEK 513SSEA 512SSEG 52SSEKE 521SSEK 5212SSEU 523SSEA 524SSEE 525SSEP Tenaga kerja migran Petugas dibidang perkebunan f Petugas lapangan g Tenaga sukarela/motivator lokal A A A SUMBERDAYA TEKNOLOGI Penggunaan benih unggul bersertifikat Penggunaan benih unggul berapa presen bersertifikat Tingkat aplikasi budidaya yang baik dan benar (GAP) a Tingkat penyiangan dan berapa presen pemangkasan b Tingkat aplikasi berapa presen pemupukan organik c Tingkat aplikasi berapa presen pemupukan anorganik d Tingkat aplikasi berapa presen pemupukan hayati e Tingkat aplikasi berapa presen konservasi tanah dan air Tingkat aplikasi teknologi pengendalian OPT a Teknologi manual berapa presen b Teknologi kimiawi berapa presen c Teknologi inovasi berapa presen d Teknologi lainnya berapa presen Tingkat aplikasi teknologi pasca panen (%) a Teknologi tradisional berapa presen b Teknologi inovasi berapa presen c Teknologi lainnya berapa presen Tingkat aplikasi pengelolaan limbah Tingkat aplikasi pengelolaan limbah A A SUMBERDAYA SOSIAL EKONOMI Kelembagaan petani a Kelompok Tani (jumlah. kegiatannya) b Kelompok usaha bersama c Asosiasi pedagang d Asosiasi eksportir e Perbankan (bank yang ada. kegiatan) Kelembagaan ekonomi a Koperasi (jumlah koperasi yang ada. tahun pembentukan. koperasi yang bergerak dibidang perkebunan. kegiatan) c Asosiasi Petani (jumlah. tahun pembentukan. kegiatan) b Gapoktan (jumlah. tahun pembentukan. dukungan bagi usaha perkebunan tanaman HASIL IDENTIFIKASI pemda dinas dinas dinas A dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas SUMBER DATA SKOR (%) 0 60 60 60 90 60 80 20 80 30 80 10 70 0 90 0 0 30 80 80 90 50 20 0 0 0 A A A A dinas A dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas 26 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh .

Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG). Unit Pelaksana Teknis (UPT). Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG). Unit Pelaksna Teknis (UPT). dll Kelembagaan berbasis komoditas (dewan komoditas. dll Lembaga Pemerintah (Dinas dinas Teknis. dll Kelembagaan berbasis dinas komoditas (dewan komoditas. asosiasi komoditas. suku. lembaga komoditas. UPTD. UPTD.Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 KODE 53SSKAD 521 SSKA 522SSKS 54SSLSM 541SSLM 542SSDL 55SSDIN 551SSDN 561SSKK 56SSKBK rempah dan penyegar) Kelembagaan sosial kemasyarakatan/adat/ kearifan lokal (subak abian. dll) a Kelembagaan adat dinas b Kelembagaan sosial dinas Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Terkait dengan pengembangan perkebunan a LSM yang ada dinas b Dukungan LSM terhadap pengembangan Tanaman Rempah dan penyegar Lembaga Pemerintah (Dinas Teknis. asosiasi komoditas. dll ASPEK/JENIS DATA STANDAR IDEAL HASIL IDENTIFIKASI SUMBER DATA SKOR (%) 0 50 30 0 20 0 27 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh . lembaga komoditas.

Bahaya erosi rendah sedang.Kematangan Saprik hemik. Lereng 8-16%.8-4. S3(1300-1800). alkalinitas/ESP 8-10%.5 C-organik (%) >1.sangat halus) S1(Bahan kasar <15%.S3(50-60). S2(60-70). alkalinitas/ESP >8%. (17-19) S3 (24-27). ketebalan gambut(cm) 140-200. KTT liat (cmol) >16. Bahaya erosi sangat rendah. Batuan di permukaan 515%. singkapan batuan 5-15%--------S3(Bahan kasar <35%-55%. ketebalan gambut(cm) 60-140.8-5. alkalinitas/ESP 810%.sedang) S2 (-) S3(aga kasar) N(kasar.agahalus.(4000-5000).5% Salinitas (dS/m) >2. N (>17 . Genangan F1.5-5.Kematangan hemikfebrik.8-1. Batuan di permukaan 15-40%. S2(2-3).8-1.(5000-6000). Saprik. singkapan batuan S1 S2 S1 80 90 90 80 80 28 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh . pH H2O 3. KTT liat (cmol) ≥ 16. S2(75-100). S3(50-75).(14-17). SUMBERDAYA ALAM Iklim a c f b e Garis Lintang Curah hujan 0 Skor Ideal/Teknis/Bobot (%) Nilai Ril (%) d g a c Tinggi tempat Lama bulan kering Kecepatan angin Saat angin besar Jenis tanah 400-2000 m dpl Temperatur rata-rata S1(2500-4000). Lereng 816%. Genangan F2. Batuan di permukaan <5%. singkapan batuan >5%--------S2(Bahan kasar <15%-35%. pH H2O 4. S2(1800-2500). pH H2O 3. Kejenuhan basa 2035%.N(<50) ADA s2 s3 S2 S2 600-800 dinas dinas dinas dinas dinas dinas 0 0 0 dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas 100 80 80 80 70 90 0 0 0 h b e Kelembaban Udara (%) TA TA Tanah d Kemiringan tanah Tektur tanah Sifat tanah Kedalaman tanah efektif Konsolik Rata-rata Kurang dari 45% S1(>100). Kejenuhan basa >20%.N(>4) 0 0 0 S1(19 .8 C-organik (%) 0. Genangan F0. N(<50) S1(halus.5% Salinitas (dS/m) 2-3. Lereng <8%.5 C-organik (%) 0. S2 (21-24). S3(3-4).N(<1300 dan >6000) S1(0-2).21). Kejenuhan basa >35%. Bahaya erosi berat. >14) S1(≤ 70). ketebalan gambut <60 dan >140.5% Salinitas (dS/m) 2-3.Lampiran 2. KTT liat (cmol) ---. Form Perhitungan Data Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh Tingkat Kecamatan/Kabupaten SETANDAR IDEAL Uraian /Isian Sumber Data Penilaian Kualitas Data (%) Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 ASPEK/JENIS DATA 1.

Petunjuk Teknis (JUKNIS) Penilaian Kualitas Data (%) 30 25 50 40 40 100 80 80 80 80 60 0 0 0 50 80 70 0 0 0 0 2012 Nilai Ril (%) ASPEK/JENIS DATA Air a c b a c Kedalaman air tanah Air sungai Mata air 15-25% 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 sertifikat SETANDAR IDEAL Uraian /Isian Sumber Data Skor Ideal/Teknis/Bobot (%) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 GIRIK 0 0 0 0 0 0 0 0 dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas Keragaman hayati b a c f Keragaman flora Keragaman fauna Peta dan setatus kepemilikan lahan petani b e Peta administrasi wilayah Peta penggunaan lahan Peta kelas lereng wilayah Frora dan fauna spesifik d Peta tata guna hutan kesepakatan Peta sebaran komoditas Rempah dan Penyegar Status kepemilikan lahan petani 2. APBN Kabupaten/Kota) Minimal untuk 10 tahun Kriteria kawasan perkebunan kegaitan daerah tahun ini dan tahun lalu renstra Rencana tata ruang wilayah a b 29 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh .SUMBERDAYA MODAL (INVESTASI) Program pembangunan perkebunan Tahun yang lalu dan yang sedang berjalan (APBN. APBD Provinsi.

GMB 3. PARP (P2O5) 60-120 gram(adosol/regosol) 1-2 kali 15-40 (latosol/podzolik) 1-2 kali MOP. 7-10 kali tri 2024 . GMB 11. GMB 9. GMB 5. 3) Granulator. (sebaran tk prov. GMB 7.4 kali. GMB 8. 4) Kompor Biomassa.) Sk Dirjen (disertifikasi) 0 Kondisional Kondisional kondisional 0 Kondisional Kondisional Sk Disbun Kab. 2-3 kali Seng Sulfat (ZnO) 5-10 gram.2 . 2) Dryer. GMB 10. 5) Mesin Pengolah Biji Kopi. GMB 4.2025.Petunjuk Teknis (JUKNIS) Penilaian Kualitas Data (%) 80 80 90 50 20 70 0 0 50 50 30 50 50 0 0 0 0 0 0 2012 Nilai Ril (%) c d a c Arahan lokasi untuk perkebunan Statitk Provinsi/Kabupaten Benih unggul bersertifikat Pupuk Pestisida ASPEK/JENIS DATA 0 0 0 SETANDAR IDEAL Uraian /Isian 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas Sumber Data Skor Ideal/Teknis/Bobot (%) Ketersediaan dan kebutuhan sarana produksi. ZA. GMB 2. JEKSEN. alat dan mesin pertanian b d a c Varietas GMB 1.3 4 1) Composter.ZK (K2O) 60-180 gram. 250-350 gram 3 .(N) TSP. 0 0 Ketersediaan dan kebutuhan sumber benih unggul bersertifikat b Kebun benih Blok penghasil tinggi Kebun entres Alat dan mesin pertanian Urea. d a c Ketersediaan dan kebutuhan prasarana pendukung b a Pergudangan Pelabuhan Pusat-pusat penangkaran Jalan dan Jembatan Menuju Sentra produksi Ketersediaan dan kebutuhan Unit Pengolahan Hasil b Tingkat pabrikan Tingkat Kelompok Tani/Gapoktan produksi 30 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh . 2-3 kali Kieserit (MgO) 30-75 gram. (bibit sertifikat) BOLTI. GMB 1. 6) Mixer dll Sk Dirjen (udah dimurnikan belum) Sk Disbun Kab. SORTASE. GMB 6.

SUMBERDAYA TEKNOLOGI Penggunaan benih unggul bersertifikat Penggunaan benih unggul bersertifikat Tingkat penyiangan dan Tenaga sukarela/motivator lokal Tingkat aplikasi budidaya yang baik dan benar (GAP) a berapa presen berapa presen 31 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh .Petunjuk Teknis (JUKNIS) Penilaian Kualitas Data (%) 90 0 0 0 0 2012 Nilai Ril (%) ASPEK/JENIS DATA Akses terhadap pasar Akses terhadap pasar 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 SETANDAR IDEAL Uraian /Isian Akses terhadap modal usaha Akses terhadap modal usaha 3. SUMBERDAYA MANUSIA Data demografi a c b a c f Kondisional 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas Sumber Data Skor Ideal/Teknis/Bobot (%) 0 90 85 90 80 70 70 60 60 60 0 0 0 90 60 0 0 Jumlah penduduk dan komposisi jender Sebaran umur Sebaran pendidikkan Data ketenagakerjaan b e Jumlah angkatan kerja produktif Sebaran tenaga kerja di sektor pertanian Sebaran profesi Tenaga kerja migran Petugas lapangan Petugas dibidang perkebunan d g 4.

tahun pembentukan. kegiatan) Gapoktan (jumlah.Petunjuk Teknis (JUKNIS) Penilaian Kualitas Data (%) 80 20 80 30 80 10 70 90 0 0 0 0 0 0 0 2012 Nilai Ril (%) b c d e pemangkasan ASPEK/JENIS DATA berapa presen berapa presen berapa presen berapa presen 0 berapa presen berapa presen berapa presen berapa presen 0 berapa presen berapa presen berapa presen 0 0 0 0 0 0 0 SETANDAR IDEAL Uraian /Isian 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Sumber Data dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas dinas Skor Ideal/Teknis/Bobot (%) Tingkat aplikasi pemupukan organik Tingkat aplikasi pemupukan anorganik Tingkat aplikasi pemupukan hayati Tingkat aplikasi konservasi tanah dan air Teknologi manual Teknologi inovasi Teknologi lainnya Teknologi inovasi Teknologi kimiawi Tingkat aplikasi teknologi pengendalian OPT a c b d a c b Tingkat aplikasi teknologi pasca panen (%) Teknologi tradisional Teknologi lainnya Tingkat aplikasi pengelolaan limbah 5. tahun pembentukan. tahun Tingkat aplikasi pengelolaan limbah 30 80 80 90 32 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh . kegiatan) Asosiasi Petani (jumlah. SUMBERDAYA SOSIAL EKONOMI Kelembagaan petani a c b Kelompok Tani (jumlah.

UPTD. kegiatan) ASPEK/JENIS DATA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 SETANDAR IDEAL Uraian /Isian 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Sumber Data Skor Ideal/Teknis/Bobot (%) b e Koperasi (jumlah koperasi yang ada. lembaga komoditas. dll Kelembagaan berbasis komoditas (dewan komoditas. dukungan bagi usaha perkebunan tanaman rempah dan penyegar) dinas dinas dinas dinas dinas Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Terkait dengan pengembangan perkebunan b Dukungan LSM terhadap pengembangan Tanaman Rempah dan penyegar Lembaga Pemerintah (Dinas Teknis.Petunjuk Teknis (JUKNIS) Penilaian Kualitas Data (%) 50 20 0 0 0 0 50 30 0 0 0 0 0 0 2012 Nilai Ril (%) Kelembagaan ekonomi a c pembentukan. Unit Pelaksna Teknis (UPT). koperasi yang bergerak dibidang perkebunan. dll Lembaga Pemerintah (Dinas Teknis. dll) a b a Kelembagaan adat Kelembagaan sosial LSM yang ada Perbankan (bank yang ada. UPTD. dll 20 33 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh . Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG). suku. Unit Pelaksana Teknis (UPT). asosiasi komoditas. kegiatannya) Kelompok usaha bersama Asosiasi pedagang Asosiasi eksportir dinas dinas dinas dinas dinas d Kelembagaan sosial kemasyarakatan/adat/ kearifan lokal (subak abian.

dll ASPEK/JENIS DATA 0 SETANDAR IDEAL Uraian /Isian 0 dinas Sumber Data Skor Ideal/Teknis/Bobot (%) 34 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh . lembaga komoditas. Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG). asosiasi komoditas.Petunjuk Teknis (JUKNIS) Penilaian Kualitas Data (%) 0 2012 Nilai Ril (%) Kelembagaan berbasis komoditas (dewan komoditas.

alat dan mesin pertanian Ketersediaan dan kebutuhan prasarana pendukung Ketersediaan dan kebutuhan Unit Ketersediaan dan kebutuhan sumber benih unggul bersertifikat * * * * * * * 35 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh . 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 Form Rencana Pengembangan Tanaman Teh Jangka Satu Tahun Bobot HI HIDT (%) Tahun 1 (Rp.Juta) Biaya * Target % APBN Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 PEMBIAYAAN ALOKLASI BIAYA (%) APBD I * APBD II Masyarakat * Lainya ASPEK/FAKTOR Iklim Air Intansi/Lembaga/ Sektor/Sub.Sektor/ dll yang membiayai SUMBERDAYA ALAM Tanah Keragaman hayati Peta dan setatus kepemilikan lahan petani SUMBERDAYA MODAL (INVESTASI) Program pembangunan perkebunan Rencana tata ruang wilayah Ketersediaan dan kebutuhan sarana produksi. NO.Lampiran 3.

Petunjuk Teknis (JUKNIS) PEMBIAYAAN NO.Juta) Target % Biaya APBN ALOKLASI BIAYA (%) APBD I * * * * * * * * * * APBD II Masyarakat * * Lainya 2012 Intansi/Lembaga/ Sektor/Sub.Sektor/ dll yang membiayai Akses terhadap modal usaha Data ketenagakerjaan Penggunaan benih unggul bersertifikat Tingkat aplikasi budidaya yang baik dan benar (GAP) Tingkat aplikasi teknologi pengendalian OPT Tingkat aplikasi teknologi pasca panen Tingkat aplikasi pengelolaan limbah Kelembagaan petani * * * * * * SUMBERDAYA SOSIAL EKONOMI Kelembagaan ekonomi 36 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh . 7 8 1 2 1 2 3 4 5 1 2 ASPEK/FAKTOR Pengolahan Hasil Akses terhadap pasar SUMBERDAYA MANUSIA Data demografi SUMBERDAYA TEKNOLOGI Bobot HI HIDT (%) Tahun 1 (Rp.

dll Bobot HI HIDT (%) Tahun 1 (Rp. dll) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Terkait dengan pengembangan perkebunan Lembaga Pemerintah (Dinas Teknis. lembaga komoditas. asosiasi komoditas. 3 4 5 6 ASPEK/FAKTOR Kelembagaan sosial kemasyarakatan/adat/ kearifan lokal (subak abian.Juta) Target % Biaya APBN * ALOKLASI BIAYA (%) APBD I APBD II Masyarakat * Lainya 2012 Intansi/Lembaga/ Sektor/Sub. UPTD. suku.Sektor/ dll yang membiayai Kelembagaan berbasis komoditas (dewan komoditas. dll * * * JUMLAH * * * 37 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh . Unit Pelaksna Teknis (UPT). Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG).Petunjuk Teknis (JUKNIS) PEMBIAYAAN NO.

Lampiran 4. NO. alat dan mesin pertanian Ketersediaan dan kebutuhan prasarana Ketersediaan dan kebutuhan sumber benih unggul bersertifikat * * * * * 38 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh . Form Rencana Pengembangan Tanaman Teh Jangka Lima Tahun BOBOT HI HIDT(%) Tahun 1 Target % Biaya Tahun 2 Target % Biaya Petunjuk Teknis (JUKNIS) 2012 COST TABLE (Rp.Juta) Tahun 3 Target % Biaya Tahun 4 Target % Biaya Tahun 5 Target % Biaya ASPEK/FAKTOR 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Iklim Air SUMBERDAYA ALAM Tanah - - - - Keragaman hayati * * * Peta dan setatus kepemilikan lahan petani SUMBERDAYA MODAL (INVESTASI) Program pembangunan perkebunan Rencana tata ruang wilayah - - Ketersediaan dan kebutuhan sarana produksi.

Petunjuk Teknis (JUKNIS) COST TABLE (Rp. ASPEK/FAKTOR pendukung BOBOT HI HIDT(%) Tahun 1 Target % Biaya Tahun 2 Target % Biaya Tahun 3 Target % Biaya Tahun 4 Target % Biaya 2012 Tahun 5 Target % Biaya 6 7 8 1 2 1 2 3 4 5 Ketersediaan dan kebutuhan Unit Pengolahan Hasil Akses terhadap pasar Data demografi SUMBERDAYA TEKNOLOGI Akses terhadap modal usaha Data ketenagakerjaan - * * * * * * * * * * * * * SUMBERDAYA MANUSIA * Penggunaan benih unggul bersertifikat - - Tingkat aplikasi budidaya yang baik dan benar (GAP) Tingkat aplikasi teknologi pengendalian OPT Tingkat aplikasi teknologi pasca panen Tingkat aplikasi pengelolaan limbah SUMBERDAYA SOSIAL * * * * * 39 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh .Juta) NO.

ASPEK/FAKTOR BOBOT HI HIDT(%) Tahun 1 Target % Biaya Tahun 2 Target % Biaya * * * Tahun 3 Target % Biaya Tahun 4 Target % Biaya 2012 Tahun 5 Target % Biaya 1 2 3 4 5 6 Kelembagaan petani EKONOMI Kelembagaan ekonomi Kelembagaan sosial kemasyarakatan/adat/ kearifan lokal (subak abian.Petunjuk Teknis (JUKNIS) COST TABLE (Rp. asosiasi komoditas. dll) Lembaga Pemerintah (Dinas Teknis. lembaga komoditas.Juta) NO. Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG). Unit Pelaksna Teknis (UPT). suku. dll * * JUMLAH - - * * * * * * 40 Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Tanaman Teh . UPTD. dll - - * * Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Terkait dengan pengembangan perkebunan Kelembagaan berbasis komoditas (dewan komoditas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful