Anda di halaman 1dari 34
SERI BUKU SAKU TIPS &TRIK Mengkritisi APBD Panduan Praktis untuk Analisis APBD Susana Dewi R
SERI BUKU SAKU TIPS &TRIK Mengkritisi APBD Panduan Praktis untuk Analisis APBD Susana Dewi R
SERI BUKU SAKU TIPS &TRIK Mengkritisi APBD Panduan Praktis untuk Analisis APBD Susana Dewi R
SERI BUKU SAKU TIPS &TRIK Mengkritisi APBD Panduan Praktis untuk Analisis APBD Susana Dewi R
SERI BUKU SAKU TIPS &TRIK Mengkritisi APBD Panduan Praktis untuk Analisis APBD Susana Dewi R
SERI BUKU SAKU TIPS &TRIK Mengkritisi APBD Panduan Praktis untuk Analisis APBD Susana Dewi R
SERI BUKU SAKU TIPS &TRIK Mengkritisi APBD Panduan Praktis untuk Analisis APBD Susana Dewi R
SERI BUKU SAKU TIPS &TRIK Mengkritisi APBD Panduan Praktis untuk Analisis APBD Susana Dewi R
SERI BUKU SAKU TIPS &TRIK Mengkritisi APBD Panduan Praktis untuk Analisis APBD Susana Dewi R
SERI BUKU SAKU TIPS &TRIK Mengkritisi APBD Panduan Praktis untuk Analisis APBD Susana Dewi R
SERI BUKU SAKU TIPS &TRIK Mengkritisi APBD Panduan Praktis untuk Analisis APBD Susana Dewi R
SERI BUKU SAKU TIPS &TRIK Mengkritisi APBD Panduan Praktis untuk Analisis APBD Susana Dewi R

SERI BUKU SAKU

SERI BUKU SAKU TIPS &TRIK Mengkritisi APBD Panduan Praktis untuk Analisis APBD Susana Dewi R
SERI BUKU SAKU TIPS &TRIK Mengkritisi APBD Panduan Praktis untuk Analisis APBD Susana Dewi R
SERI BUKU SAKU TIPS &TRIK Mengkritisi APBD Panduan Praktis untuk Analisis APBD Susana Dewi R

TIPS &TRIK Mengkritisi APBD

Panduan Praktis untuk Analisis APBD

Susana Dewi R

SERI BUKU SAKU TIPS &TRIK Mengkritisi APBD Panduan Praktis untuk Analisis APBD Susana Dewi R
TIPS & TRIK Mengkritisi APBD Panduan Praktis untuk Analisis APBD ISBN 978-979-25-7394-7 Penulis: Susana Dewi
TIPS & TRIK Mengkritisi APBD Panduan Praktis untuk Analisis APBD ISBN 978-979-25-7394-7 Penulis: Susana Dewi
TIPS & TRIK Mengkritisi APBD Panduan Praktis untuk Analisis APBD ISBN 978-979-25-7394-7 Penulis: Susana Dewi
TIPS & TRIK Mengkritisi APBD Panduan Praktis untuk Analisis APBD ISBN 978-979-25-7394-7 Penulis: Susana Dewi
TIPS & TRIK Mengkritisi APBD Panduan Praktis untuk Analisis APBD ISBN 978-979-25-7394-7 Penulis: Susana Dewi
TIPS & TRIK Mengkritisi APBD Panduan Praktis untuk Analisis APBD ISBN 978-979-25-7394-7 Penulis: Susana Dewi

TIPS & TRIK Mengkritisi APBD Panduan Praktis untuk Analisis APBD

ISBN 978-979-25-7394-7

Penulis: Susana Dewi R

Diterbitkan oleh PusatTelaah dan Informasi Regional bekerja sama dengan European Initiative Democracy and Human Rights (EIDHR) Uni Eropa

Cetakan Pertama, Desember 2006

Diperbolehkan memperbanyak tulisan dalam buku ini, sebagian atau seluruhnya, dengan mencantumkan sumber aslinya

Penerbit PusatTelaah dan Informasi Regional (PATTIRO)

Jl. Tebet Utara I F No. 6 Jakarta Selatan 12820 Telp. : (62-21) 8379 0541, 7098 6724

Fax

E-mail : pattiro@cbn.net.id sekretariat@pattiro.org

: (62-21) 8379 0541

DAFTAR ISI Kata Pengantar 4 TIPS & TRIK Mengkritisi APBD: Panduan Praktis untuk Analisis APBD
DAFTAR ISI Kata Pengantar 4 TIPS & TRIK Mengkritisi APBD: Panduan Praktis untuk Analisis APBD
DAFTAR ISI Kata Pengantar 4 TIPS & TRIK Mengkritisi APBD: Panduan Praktis untuk Analisis APBD
DAFTAR ISI Kata Pengantar 4 TIPS & TRIK Mengkritisi APBD: Panduan Praktis untuk Analisis APBD
DAFTAR ISI Kata Pengantar 4 TIPS & TRIK Mengkritisi APBD: Panduan Praktis untuk Analisis APBD

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

4

TIPS & TRIK Mengkritisi APBD:

Panduan Praktis untuk Analisis APBD

6

I

.

Tahap Penyiapan Tim Analisis

8

II. Tahap Penyiapan Dokumen dan Alat Analisis APBD

9

III. Tahap Analisis Dokumen Perencanaan dan Penganggaran

12

IV. Tahap Analisis Alokasi Anggaran

19

Lampiran I

 

26

Lampiran II

28

KATA PENGANTAR B uku saku analisis APBD ini kami persembahkan untuk para pendekar anggaran dalam
KATA PENGANTAR B uku saku analisis APBD ini kami persembahkan untuk para pendekar anggaran dalam
KATA PENGANTAR B uku saku analisis APBD ini kami persembahkan untuk para pendekar anggaran dalam
KATA PENGANTAR B uku saku analisis APBD ini kami persembahkan untuk para pendekar anggaran dalam
KATA PENGANTAR B uku saku analisis APBD ini kami persembahkan untuk para pendekar anggaran dalam
KATA PENGANTAR B uku saku analisis APBD ini kami persembahkan untuk para pendekar anggaran dalam

KATA PENGANTAR

B uku saku analisis APBD ini kami persembahkan untuk para pendekar anggaran dalam peran

apapun. Peran dalam ruang lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, pemerintah daerah dan juga teman- teman gerakan CSO yang sedang memperjuangkan kepentingan rakyat. Buku kecil ini berasal dari perasan perjalanan PATTIRO yang hampir selama lima tahun lebih berkecimpung dalam kerja advokasi anggaran. Salah satunya adalah assistensi teknis kepada DPRD dan pemerintah kota/ kabupaten di beberapa wilayah Indonesia. Karenanya, beberapa contoh kasus dalam buku ini mencuplik temuan di beberapa daerah itu. Sebagai panduan praktis, kami berharap tips dan trik dalam buku ini bisa secara mudah diterapkan. Kami berharap buku ini bisa menjadi sarana dalam mewujudkan komitmen bersama yaitu selalu berbuat yang terbaik bagi Indonesia maju. Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada mbak Tanty, mas Alam Saragih, Alam SP, Ari Purbono dan

Agung BM dari DPRD kota Semarang atas seluruh ide dan masukan atas buku ini. Tentu
Agung BM dari DPRD kota Semarang atas seluruh ide dan masukan atas buku ini. Tentu
Agung BM dari DPRD kota Semarang atas seluruh ide dan masukan atas buku ini. Tentu
Agung BM dari DPRD kota Semarang atas seluruh ide dan masukan atas buku ini. Tentu
Agung BM dari DPRD kota Semarang atas seluruh ide dan masukan atas buku ini. Tentu

Agung BM dari DPRD kota Semarang atas seluruh ide dan masukan atas buku ini. Tentu saja, kritik dan saran untuk perbaikan buku ini ke depan selalu kami nantikan.

Jakarta, Desember 2006

Penulis

TIPS DAN TRIK MENGKRITISI APBD PANDUAN PRAKTIS UNTUK ANALISIS APBD S iklus APBD, yang menjadi
TIPS DAN TRIK MENGKRITISI APBD PANDUAN PRAKTIS UNTUK ANALISIS APBD S iklus APBD, yang menjadi
TIPS DAN TRIK MENGKRITISI APBD PANDUAN PRAKTIS UNTUK ANALISIS APBD S iklus APBD, yang menjadi
TIPS DAN TRIK MENGKRITISI APBD PANDUAN PRAKTIS UNTUK ANALISIS APBD S iklus APBD, yang menjadi
TIPS DAN TRIK MENGKRITISI APBD PANDUAN PRAKTIS UNTUK ANALISIS APBD S iklus APBD, yang menjadi
TIPS DAN TRIK MENGKRITISI APBD PANDUAN PRAKTIS UNTUK ANALISIS APBD S iklus APBD, yang menjadi

TIPS DAN TRIK MENGKRITISI APBD

PANDUAN PRAKTIS UNTUK ANALISIS APBD

S iklus APBD, yang menjadi ritual tahunan daerah, terdiri dari perencanaan, pembahasan dan pene-

tapan APBD, pelaksanaan dan pertanggungjawaban. Dalam siklus APBD diperlukan pengawalan dan pengkritisan yang jeli. Hal ini dikarenakan banyak permasalahan masyarakat yang perlu diselesaikan dalam bentuk kebijakan (program) yang didukung oleh anggaran yang memadai. Padahal, anggaran yang ada hanya terbatas. Di sinilah pentingnya rasa keberpihakan dari pemerintah daerah dan DPRD pada kepentingan rakyat. Peran aktif semua pihak, berdasarkan peran masing- masing, dibutuhkan untuk mengawal agar alokasi anggaran dilakukan dengan tepat. Dalam UU No 17 tahun 2006 dan juga Permendagri No 13 tahun 2006 (pasal 4) telah jelas disebutkan tentang Azas Umum Pengelolaan Keuangan Daerah.

Ada sepuluh asas umum pengelolaan keuangan daerah, yakni: 1. Tertib 2. Taat 3. Efektif 4.
Ada sepuluh asas umum pengelolaan keuangan daerah, yakni: 1. Tertib 2. Taat 3. Efektif 4.
Ada sepuluh asas umum pengelolaan keuangan daerah, yakni: 1. Tertib 2. Taat 3. Efektif 4.
Ada sepuluh asas umum pengelolaan keuangan daerah, yakni: 1. Tertib 2. Taat 3. Efektif 4.
Ada sepuluh asas umum pengelolaan keuangan daerah, yakni: 1. Tertib 2. Taat 3. Efektif 4.

Ada sepuluh asas umum pengelolaan keuangan daerah, yakni:

1. Tertib

2. Taat

3. Efektif

4. Efisien

5. Ekonomis

6. Transparan

7. Bertanggung jawab

8. Keadilan

9. Kepatutan

10. Manfaat untuk masyarakat

Analisis APBD dilakukan untuk memastikan muncul- nya kebijakan anggaran yang berpihak ke rakyat. Dan juga, harapannya adalah diterapkannya azas umum pengelolaan keuangan ini agar anggaran yang sejatinya adalah uang rakyat, digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat ( pasal 23 UUD 45 hasil amandemen ke 4). Mekanisme pembahasan dan penetapan APBD, berdasarkan PP Nomor 1 tahun 2001 dan juga peraturan tata tertib DPRD meliputi:

1. Penyampaian Nota Keuangan dari kepala daerah kepada DPRD ; 2. Penyampaian Pandangan Umum Fraksi
1. Penyampaian Nota Keuangan dari kepala daerah kepada DPRD ; 2. Penyampaian Pandangan Umum Fraksi
1. Penyampaian Nota Keuangan dari kepala daerah kepada DPRD ; 2. Penyampaian Pandangan Umum Fraksi
1. Penyampaian Nota Keuangan dari kepala daerah kepada DPRD ; 2. Penyampaian Pandangan Umum Fraksi
1. Penyampaian Nota Keuangan dari kepala daerah kepada DPRD ; 2. Penyampaian Pandangan Umum Fraksi
1. Penyampaian Nota Keuangan dari kepala daerah kepada DPRD ; 2. Penyampaian Pandangan Umum Fraksi

1. Penyampaian Nota Keuangan dari kepala daerah kepada DPRD ;

2. Penyampaian Pandangan Umum Fraksi atas Nota Keuangan dan RAPBD ;

3. Penyampaian Jawaban gubernur/walikota/ bupati atas pandangan fraksi ;

4. Pembahasan RAPBD di masing-masing komisi dengan SKPD terkait ;

5. Pandangan akhir fraksi atas RAPBD ;

6. Pengesahan RAPBD menjadi peraturan daerah ; dan

7. Pengundangan Perda APBD dalam Lembaran Daerah oleh Pemerintrah Daerah agar semua warga masyarakat mengetahuinya.

Langkah-langkah dalam melakukan analisis APBD yakni:

I TAHAP PENYIAPAN TIM ANALISIS

1. Buatlah tim yang akan melakukan analisis RAPBD. Tim ini dapat berasal dari partai, staff ahli DPRD, NGO atau ormas.

2. Bagilah peran di masing-masing tim analisis.

Misalnya peran untuk melakukan analisis koneksitas perencanaan dan penganggaran, peran untuk menilai kesesuaian item
Misalnya peran untuk melakukan analisis koneksitas perencanaan dan penganggaran, peran untuk menilai kesesuaian item
Misalnya peran untuk melakukan analisis koneksitas perencanaan dan penganggaran, peran untuk menilai kesesuaian item
Misalnya peran untuk melakukan analisis koneksitas perencanaan dan penganggaran, peran untuk menilai kesesuaian item
Misalnya peran untuk melakukan analisis koneksitas perencanaan dan penganggaran, peran untuk menilai kesesuaian item

Misalnya peran untuk melakukan analisis koneksitas perencanaan dan penganggaran, peran untuk menilai kesesuaian item belanja dan biaya dengan peraturan perundangan (uji efektivitas dan efisiensi) di dokumen RKA SKPD, atau peran lain sesuai dengan kebutuhan.

3. Buatlah time frame untuk tiap target tahapan analisis. Misalnya, minggu pertama adalah analisis korelasi perencanaan dan pengang- garan, efisiensi dan efektifitas program. Minggu kedua adalah tahap realokasi dan tahap ketiga adalah pengusulan program alternatif yang pro rakyat, dengan mendasarkan pada usulan program di musrenbang dan saat penyerapan aspirasi oleh DPRD ketika masa reses.

II. TAHAP PENYIAPAN DOKUMEN DAN ALAT ANALISIS APBD

a. Pastikan seluruh dokumen perencanaan dan penganggaran telah diserahkan secara lengkap. Adapun checklistnya adalah:

NO DOKUMEN ADA/TIDAK 1 Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)   2 Rencana Pembangunan
NO DOKUMEN ADA/TIDAK 1 Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)   2 Rencana Pembangunan
NO DOKUMEN ADA/TIDAK 1 Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)   2 Rencana Pembangunan
NO DOKUMEN ADA/TIDAK 1 Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)   2 Rencana Pembangunan
NO DOKUMEN ADA/TIDAK 1 Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)   2 Rencana Pembangunan
NO DOKUMEN ADA/TIDAK 1 Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)   2 Rencana Pembangunan

NO

DOKUMEN

ADA/TIDAK

1

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)

 

2

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)

 

3

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)

 

4

Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran (PPA)

 

5

Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD)

 

6

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dua tahun sebelumnya

 

7

Rencana Strategis SKPD Renstra SKPD)

 

8

Dokumen Hasil Musrawarah Perencanaan Pembangunan (tingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota)

 

9

Dokumen hasil reses

 

10

Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA SKPD).

 

11

Dokumen jumlah aset daerah (bergerak dan tidak bergerak)

 

b.

Siapkan peraturan perundangan yang akan di- gunakan sebagai dasar argumen dalam melaku- kan pengkritisan. Adapun checklistnya adalah:

 
NO PERATURAN PERUNDANGAN ADA/TIDAK 1 Undang-Undang No 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara   2
NO PERATURAN PERUNDANGAN ADA/TIDAK 1 Undang-Undang No 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara   2
NO PERATURAN PERUNDANGAN ADA/TIDAK 1 Undang-Undang No 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara   2
NO PERATURAN PERUNDANGAN ADA/TIDAK 1 Undang-Undang No 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara   2
NO PERATURAN PERUNDANGAN ADA/TIDAK 1 Undang-Undang No 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara   2

NO

PERATURAN PERUNDANGAN

ADA/TIDAK

1

Undang-Undang No 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara

 

2

Undang-Undang No 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara

 

3

Undang-Undang No 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional

 

4

Undang-Undang No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah

 

5

Undang-Undang No 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah

 

6

Undang-Undang No 11 tahun 2005 tentang Rativikasi hak ECOSOC

 

7

Undang-Undang Nomor 12 tahun 2005 tentang Rativikasi hak SIPOL

 

8

Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan

 

9

Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2005 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah

 

10

Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah

 

11

Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan

 
12 Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah 13 Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun
12 Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah 13 Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun
12 Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah 13 Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun
12 Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah 13 Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun
12 Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah 13 Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun
12 Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah 13 Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun

12

Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah

13

Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah

14

Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang PedomanPenyusunan dan penerapan Standar Pelayanan Minimal

15

Permendagri No 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaa Keuangan Daerah

16

Peraturan Daerah tentang retribusi dan pajak, pinjaman daerah, pengelolaan keuangan daerah dll

17

Surat Keputusan Gubernur / Walikota/ Bupati tentang standarisasi harga barang dan jasa serta kegiatan

18

Penyiapan dokumen peraturan perundangan terkait sektor/ SKPD

19

Penyiapan dokumen SPM sektor terkait/SKPD

III. TAHAP ANALISIS DOKUMEN PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN

1. Pelajari apakah terjadi konsistensi dan relevansi antara perencanaan dan penganggaran. Artinya, program-program yang menjadi prioritas dalam dokumen perencanaan, harus muncul dalam

program/kegiatan dalam dokumen APBD (pasal 15 Permendagri No 13 tahun 2006). Adapun checklist- nya adalah:
program/kegiatan dalam dokumen APBD (pasal 15 Permendagri No 13 tahun 2006). Adapun checklist- nya adalah:
program/kegiatan dalam dokumen APBD (pasal 15 Permendagri No 13 tahun 2006). Adapun checklist- nya adalah:
program/kegiatan dalam dokumen APBD (pasal 15 Permendagri No 13 tahun 2006). Adapun checklist- nya adalah:
program/kegiatan dalam dokumen APBD (pasal 15 Permendagri No 13 tahun 2006). Adapun checklist- nya adalah:

program/kegiatan dalam dokumen APBD (pasal 15 Permendagri No 13 tahun 2006). Adapun checklist- nya adalah:

NO

DOKUMEN

ADA/TIDAK

SKPD (MERU-

(DALAM

JUK SKPD

RAPBD)

DI MANA

PROGRAM-

NYA ADA)

1

Usulan Program hasil

ada

BAPPEDA

musrenbang

2

Usulan program

   

hasil reses

3

Usulan program

   

di

RKPD

4

Usulan program

   

di

KUA dan PPA

Contoh: NO DOKUMEN ADA/TIDAK SKPD (MERUJUK SKPD DI MANA PROGRAMNYA ADA) (DALAM RAPBD) 1 Usulan
Contoh: NO DOKUMEN ADA/TIDAK SKPD (MERUJUK SKPD DI MANA PROGRAMNYA ADA) (DALAM RAPBD) 1 Usulan
Contoh: NO DOKUMEN ADA/TIDAK SKPD (MERUJUK SKPD DI MANA PROGRAMNYA ADA) (DALAM RAPBD) 1 Usulan
Contoh: NO DOKUMEN ADA/TIDAK SKPD (MERUJUK SKPD DI MANA PROGRAMNYA ADA) (DALAM RAPBD) 1 Usulan
Contoh: NO DOKUMEN ADA/TIDAK SKPD (MERUJUK SKPD DI MANA PROGRAMNYA ADA) (DALAM RAPBD) 1 Usulan
Contoh: NO DOKUMEN ADA/TIDAK SKPD (MERUJUK SKPD DI MANA PROGRAMNYA ADA) (DALAM RAPBD) 1 Usulan

Contoh:

NO

DOKUMEN

ADA/TIDAK

SKPD (MERUJUK SKPD DI MANA PROGRAMNYA ADA)

(DALAM

RAPBD)

1

Usulan program musrenbang- des Desa Sukamaju 2007:

   

1. Lokalatih perangkat desa untuk pelaksanaan musrenbang yang partisipatif

ada

BAPPEDA

2. Pastikan adanya koneksitas alokasi anggaran dengan prioritasprogram. Program yang menjadi prioritas, juga harus mendapatkan alokasi yang prioritas. Alokasi APBD diprioritaskan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dalam upaya memenuhi kewajiban daerah. Perwujudan kewajiban itu dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan, fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak serta mengembangkan sistem jaminan sosial (pasal 31 Permendagri No 13 tahun 2006). Adapun cheklistnya adalah:

NO USULAN PROGRAM USULAN USULAN ANGGARAN ANGGARAN DI RAPBD 1 Usulan Program    
NO USULAN PROGRAM USULAN USULAN ANGGARAN ANGGARAN DI RAPBD 1 Usulan Program    
NO USULAN PROGRAM USULAN USULAN ANGGARAN ANGGARAN DI RAPBD 1 Usulan Program    
NO USULAN PROGRAM USULAN USULAN ANGGARAN ANGGARAN DI RAPBD 1 Usulan Program    
NO USULAN PROGRAM USULAN USULAN ANGGARAN ANGGARAN DI RAPBD 1 Usulan Program    

NO

USULAN PROGRAM

USULAN

USULAN

ANGGARAN

ANGGARAN

DI

RAPBD

1

Usulan Program

   

hasil musrenbang

2

Usulan program

   

hasil reses

3

Usulan program di RKPD

   

4

Usulan program di KUA dan PPA

   
 

Contoh:

   

NO

USULAN PROGRAM

USULAN

USULAN

ANGGARAN

ANGGARAN

DI

RAPBD

1

Usulan Program hasil musrenbangdes

   

Sukamaju

2007:

1.Pembangunan

sarana prasarana air bersih di Desa Sukamaju

Rp.20.000.000

Rp.15.000.000

*

Keterkaitan antara dokumen perencanaan dengan dokumen penganggaran bisa dilihat dalam diagram lampiran I.

3. Cermati apakah ada program/kegiatan yang samaatauberulangdariAPBDtahunsebelumnya. Apabila ada, analisislah alokasi
3. Cermati apakah ada program/kegiatan yang samaatauberulangdariAPBDtahunsebelumnya. Apabila ada, analisislah alokasi
3. Cermati apakah ada program/kegiatan yang samaatauberulangdariAPBDtahunsebelumnya. Apabila ada, analisislah alokasi
3. Cermati apakah ada program/kegiatan yang samaatauberulangdariAPBDtahunsebelumnya. Apabila ada, analisislah alokasi
3. Cermati apakah ada program/kegiatan yang samaatauberulangdariAPBDtahunsebelumnya. Apabila ada, analisislah alokasi
3. Cermati apakah ada program/kegiatan yang samaatauberulangdariAPBDtahunsebelumnya. Apabila ada, analisislah alokasi

3. Cermati apakah ada program/kegiatan yang samaatauberulangdariAPBDtahunsebelumnya. Apabila ada, analisislah alokasi anggaran yang ada dengan melakukan pencermatan tingkat kema- juannya dari tahun ke tahun. Ini bisa dilihat dalam formulir RKA SKPD 2.2.1. Bila outputnya sama, ini berarti, anggaran yang ada hanya berulang tanpa ada pencapaian kinerja. Adapun cheklistnya adalah:

NO

USULAN PROGRAM YANG SAMA (N-1 DAN N)

HASIL/OUTCOME

HASIL/

PROGRAM

OUTCOME

N-1

TAHUN N

 

Nama program yang ada di tahun lalu, dan muncul lagi di tahun sekarang

Hasil yang tercapai dalam program di tahun lalu

Hasil yang akan dicapai di tahun sekarang

Contoh:

NO USULAN PROGRAM YANG SAMA (N-1 DAN N) HASIL/ OUTCOME HASIL/ PROGRAM OUTCOME N-1 TAHUN
NO USULAN PROGRAM YANG SAMA (N-1 DAN N) HASIL/ OUTCOME HASIL/ PROGRAM OUTCOME N-1 TAHUN
NO USULAN PROGRAM YANG SAMA (N-1 DAN N) HASIL/ OUTCOME HASIL/ PROGRAM OUTCOME N-1 TAHUN
NO USULAN PROGRAM YANG SAMA (N-1 DAN N) HASIL/ OUTCOME HASIL/ PROGRAM OUTCOME N-1 TAHUN
NO USULAN PROGRAM YANG SAMA (N-1 DAN N) HASIL/ OUTCOME HASIL/ PROGRAM OUTCOME N-1 TAHUN

NO

USULAN PROGRAM YANG SAMA (N-1 DAN N)

HASIL/OUTCOME

HASIL/

PROGRAM

OUTCOME

N-1

TAHUN N

1

Misal:

1.Meningkatkan hasil

1.Meningkatkan hasil produksi pada 200 pengusaha kecil penganyam bambu 2. Meningkatnya kesejahteraan pengusaha penganyam bambu tradisional sebanyak 150 orang

Pendampingan pengusaha kecil penganyam bambu tradisional

produksi pada100

pengusaha kecil

penganyam bambu

 

2.Meningkatnya

kesejahteraan pengu-

saha penganyam

bambu sebanyak

60 orang

4. Pastikan bahwa RKA SKPD memuat indikator kinerja secara lengkap. RKA SKPD harus dapat memberikan gambaran atas program/kegiatan. Hal ini terdiri dari: rencana pendapatan, rencana belanja, rencana pembiayaan untuk tahun yang direncanakan dirinci sampai dengan rincian objek pendapatan, belanja, dan pembiayaan serta prakiraan maju untuk tahun berikutnya. RKA-SKPD juga harus memberikan informasi tentang urusan pemerintahan daerah, organisasi, standar biaya, prestasi kerja yang akan dicapai.

3. Pelajari dengan cermat target pencapaian kiner- ja, indikator kinerja, kelompok sasaran kegiatan, standar analisis
3. Pelajari dengan cermat target pencapaian kiner- ja, indikator kinerja, kelompok sasaran kegiatan, standar analisis
3. Pelajari dengan cermat target pencapaian kiner- ja, indikator kinerja, kelompok sasaran kegiatan, standar analisis
3. Pelajari dengan cermat target pencapaian kiner- ja, indikator kinerja, kelompok sasaran kegiatan, standar analisis
3. Pelajari dengan cermat target pencapaian kiner- ja, indikator kinerja, kelompok sasaran kegiatan, standar analisis
3. Pelajari dengan cermat target pencapaian kiner- ja, indikator kinerja, kelompok sasaran kegiatan, standar analisis

3. Pelajari dengan cermat target pencapaian kiner- ja, indikator kinerja, kelompok sasaran kegiatan, standar analisis belanja, standar satuan harga, standar pelayanan minimal, serta sinkronisasi program dan kegiatan antar SKPD (pasal 90 ayat 2 Permendagri No 13 tahun 2006) Yang harus diperhatikan:

1.

Cermati input,output dan hasil/impact dari kegiatan/program yang ada. Jangan sampai data

yang tersaji hanya bersifat fisikal dan administratif semata.

2.

Cermati apakah indikator output dan hasilnya telah menunjukkan indikator capaian yang jelas dan terukur.

3.

Rumuskan solusi alternatif atas input,output dan hasil/impact sesuai dengan fungsi program, yakni kesejahteraan rakyat.

Contoh: proyek pembangunan 1 gedung puskes- mas. Output dan outcomenya bukan sekadar terbangunnya 1 gedung puskesmas. Namun menurunnya angka kesakitan masyarakat (jumlah orang sakit). Harus pula dihitung berapa jumlah target capaian penurunan angka kesakitan di sekitar puskesmas itu. Contoh lain: peningkatan produkti-

vitas perikanan. Output dan outcome nya bukan sekadar berapa banyak peningkatan produksi perikanan namun sejauh
vitas perikanan. Output dan outcome nya bukan sekadar berapa banyak peningkatan produksi perikanan namun sejauh
vitas perikanan. Output dan outcome nya bukan sekadar berapa banyak peningkatan produksi perikanan namun sejauh
vitas perikanan. Output dan outcome nya bukan sekadar berapa banyak peningkatan produksi perikanan namun sejauh
vitas perikanan. Output dan outcome nya bukan sekadar berapa banyak peningkatan produksi perikanan namun sejauh

vitas perikanan. Output dan outcomenya bukan sekadar berapa banyak peningkatan produksi perikanan namun sejauh mana produksi perikanan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejah- teraan nelayan. Berapa target kenaikan pendapatan dan kesejahteraan nelayan. Hasil akhirnya adalah menurunnya angka kemiskinan di wilayah nelayan itu.

* Diagram alur penyusunan RKA SKPD bisa dilihat dalam lampiran II

IV. TAHAP ANALISIS ALOKASI ANGGARAN

a. Analisis Pendapatan:

1. Buatlah komparasi (perbandingan) penerimaan. Hal ini dilakukan dengan membandingkan jumlah total penerimaan daerah antar tahun (jumlah penerimaan daerah pada 2006 dengan 2007, juga antar sumber penerimaan (jumlah pendapatan Asli Daerah dengan jumlah Dana

Alokasi Umum/Dana Alokasi Khusus).

NO PENERIMAAN JUMLAH POTENSI/ JUMLAH KETERANGAN PENERIMAAN ASUMSI PENERIMAAN (BERTAMBAH TAHUN
NO PENERIMAAN JUMLAH POTENSI/ JUMLAH KETERANGAN PENERIMAAN ASUMSI PENERIMAAN (BERTAMBAH TAHUN
NO PENERIMAAN JUMLAH POTENSI/ JUMLAH KETERANGAN PENERIMAAN ASUMSI PENERIMAAN (BERTAMBAH TAHUN
NO PENERIMAAN JUMLAH POTENSI/ JUMLAH KETERANGAN PENERIMAAN ASUMSI PENERIMAAN (BERTAMBAH TAHUN
NO PENERIMAAN JUMLAH POTENSI/ JUMLAH KETERANGAN PENERIMAAN ASUMSI PENERIMAAN (BERTAMBAH TAHUN
NO PENERIMAAN JUMLAH POTENSI/ JUMLAH KETERANGAN PENERIMAAN ASUMSI PENERIMAAN (BERTAMBAH TAHUN

NO PENERIMAAN

JUMLAH

POTENSI/

JUMLAH

KETERANGAN

PENERIMAAN

ASUMSI

PENERIMAAN

(BERTAMBAH

TAHUN N-1

JUMLAH

TAHUN N

/BERKU-

PENDAPATAN

RANG) SERTA

ALASANNYA

1 Pajak Daerah

       

2 Retribusi Daerah

       

3 Hasil Pengelolaan

       

Kekayaan Daerah

yang Dipisahkan

4 Lain-Lain Penda- patan Asli Daerah yang Sah

       

5 Dana Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak

       

Dana Alokasi

       

Umum

Dana Alokasi

       

Khusus

PendapatanHibah

       

Dana Darurat

       

Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya

       
2. Telaah sumber pendapatan terbesar pada penerimaan asli daerah. 3. Cermati apakah terjadi rasionalisasi penerimaan.
2. Telaah sumber pendapatan terbesar pada penerimaan asli daerah. 3. Cermati apakah terjadi rasionalisasi penerimaan.
2. Telaah sumber pendapatan terbesar pada penerimaan asli daerah. 3. Cermati apakah terjadi rasionalisasi penerimaan.
2. Telaah sumber pendapatan terbesar pada penerimaan asli daerah. 3. Cermati apakah terjadi rasionalisasi penerimaan.
2. Telaah sumber pendapatan terbesar pada penerimaan asli daerah. 3. Cermati apakah terjadi rasionalisasi penerimaan.

2. Telaah sumber pendapatan terbesar pada penerimaan asli daerah.

3. Cermati apakah terjadi rasionalisasi penerimaan. Ini bisa dilakukan dengan membandingkan antara nilai estimasi penerimaan dengan asumsi potensi pendapatan dari sumber itu.

4. Cermati apakah ada SKPD yang yang belum menjalankan fungsinya untuk melakukan penggalian pendapatan secara maksimal. Hal ini dilakukan dengan melakukan penilaian kinerja SKPD. Misalnya BUMD. Hal ini bisa dilihat dari laporan kinerja tahunan dari BUMD itu.

5. Cermati apakah ada penggalian pendapatan yang justru secara sosial ekonomi memberatkan masyarakat miskin. Misalnya retribusi kesehatan yang terlalu tinggi dengan kualitas layanan yang masih kurang. Retribusi pasar yang tinggi namun kualitas pelayanan rendah (bisa dilihat dari hasil reses, pengaduan masyarakat, atau berita di media)

b. Analisis Belanja

1. Cermati apakah besaran alokasi tiap item belanja

sesuai dengan SK Walikota/Bupati tentang

Standardisasi harga, barang dan jasa serta kegiatan. 2. Buatlah komparasi (perbandingan) alokasi anggaran per SKPD
Standardisasi harga, barang dan jasa serta kegiatan. 2. Buatlah komparasi (perbandingan) alokasi anggaran per SKPD
Standardisasi harga, barang dan jasa serta kegiatan. 2. Buatlah komparasi (perbandingan) alokasi anggaran per SKPD
Standardisasi harga, barang dan jasa serta kegiatan. 2. Buatlah komparasi (perbandingan) alokasi anggaran per SKPD
Standardisasi harga, barang dan jasa serta kegiatan. 2. Buatlah komparasi (perbandingan) alokasi anggaran per SKPD
Standardisasi harga, barang dan jasa serta kegiatan. 2. Buatlah komparasi (perbandingan) alokasi anggaran per SKPD

Standardisasi harga, barang dan jasa serta kegiatan.

2. Buatlah komparasi (perbandingan) alokasi

anggaran per SKPD atau per unit program untuk melihat prioritas alokasi anggaran.

3. Cermati apakah alokasi yang ada mencerminkan adanya efisiensi dan efektivitas anggaran.

Check listnya adalah:

NAMA

HARGA ITEM

HARGA BERDASAR- KAN SK BUPATI/ WALIKOTA TEN- TANG STANDARI- SASI HARGA, BARANG DAN JASA SERTA KEGIATAN

KEBUTUHAN

KESESUAI-

KETE-

ITEM

BARANG

BERDASAR-

AN DENGAN

RANGAN

BARANG

/JASA

KAN KON-

PERATURAN

/JASA

DALAM

DISI/FAKTA

PERUN-

RKA SKPD

DANGAN

Contoh:

1. Belanja modal pembelian komputer. Berapa harga komputer tipe x, kemudian diperbanding- kan harganya (di RKA SKPD dan SK Bupati/ Walikota). Selain itu harus dilihat berapa banyak kebutuhan di lapangan, artinya harus sesuai dengan kebutuhan. Apakah kebutuhan kom-

puter harus dengan membeli atau cukup mereparasi. Harus dicek juga berapa besar biaya perawatannya. Selanjutnya,
puter harus dengan membeli atau cukup mereparasi. Harus dicek juga berapa besar biaya perawatannya. Selanjutnya,
puter harus dengan membeli atau cukup mereparasi. Harus dicek juga berapa besar biaya perawatannya. Selanjutnya,
puter harus dengan membeli atau cukup mereparasi. Harus dicek juga berapa besar biaya perawatannya. Selanjutnya,
puter harus dengan membeli atau cukup mereparasi. Harus dicek juga berapa besar biaya perawatannya. Selanjutnya,

puter harus dengan membeli atau cukup mereparasi. Harus dicek juga berapa besar biaya perawatannya. Selanjutnya, dicek apakah belanja modal itu sesuai dengan peraturan perundangan, misalnya PP No 7 tahun 2006 tentang Pedoman Pengadaan Sarana dan Prasarana Pemerintah. 2. Belanja tunjangan atau tambahan penghasilan Pegawai negeri Sipil. Selain harus sesuai dengan SK bupati/walikota, belanja tunjangan atau tambahan penghasilan itu juga harus sesuai dengan Permendagri 13/2006 tentang Pedo- man Pengelolaan Keuangan Daerah pasal 39.

c. Analisis Pembiayaan

1. Cermati dan buatlah analisis atas dokumen yang memuat informasi akurat dan rinci tentang Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya.

2. Cermati posisi aset daerah. Bagaimana kontribusi

aset yang ada bagi pendapatan daerah, bagai- mana mekanisme dan proses atas pemindahan hak/penjualan aset daerah.

3. Telaah tingkat kemanfaatan penyertaan modal

(investasi) pemerintah daerah. Hal itu jangan sampai justru membebani APBD secara terus menerus. Modus penyimpangan
(investasi) pemerintah daerah. Hal itu jangan sampai justru membebani APBD secara terus menerus. Modus penyimpangan
(investasi) pemerintah daerah. Hal itu jangan sampai justru membebani APBD secara terus menerus. Modus penyimpangan
(investasi) pemerintah daerah. Hal itu jangan sampai justru membebani APBD secara terus menerus. Modus penyimpangan
(investasi) pemerintah daerah. Hal itu jangan sampai justru membebani APBD secara terus menerus. Modus penyimpangan
(investasi) pemerintah daerah. Hal itu jangan sampai justru membebani APBD secara terus menerus. Modus penyimpangan

(investasi) pemerintah daerah. Hal itu jangan sampai justru membebani APBD secara terus menerus.

Modus penyimpangan yang kerap terjadi dalam proses penetapan dan pembahasan APBD:

1.

Mark up (Penulisan item belanja yang melebihi harga yang tertera dalam SK gubernur/walikota/ bupati tentang standardisasi harga barang dan jasa serta kegiatan).

2.

Mark Down (Pembuatan estimasi penerimaan pendapatan yang tidak sesuai dengan potensi yang ada sehingga terjadi potential loss).

3.

Alokasi anggaran yang bertentangan dengan Undang-Undang atau peraturan yang berlaku (Pembelian mobil dinas yang tidak sesuai dengan PP 7 tahun 2006).

4.

Pemborosan anggaran atau inefisiensi (Pem- berianTambahan penghasilan kepada Pegawai Negeri Sipil tanpa didasarkanok pada kriteria/ tunjangan atau gaji buta).

5.

Duplikasi proyek (antara tahun sebelumnya dan tahun sekarang).

6.

Adanya proyek ganda (proyek yang target dan

kelompok sasarannya sama, namun dilakukan oleh dua/lebih SKPD). 7. Duplikasi alokasi anggaran (ada alokasi yang
kelompok sasarannya sama, namun dilakukan oleh dua/lebih SKPD). 7. Duplikasi alokasi anggaran (ada alokasi yang
kelompok sasarannya sama, namun dilakukan oleh dua/lebih SKPD). 7. Duplikasi alokasi anggaran (ada alokasi yang
kelompok sasarannya sama, namun dilakukan oleh dua/lebih SKPD). 7. Duplikasi alokasi anggaran (ada alokasi yang
kelompok sasarannya sama, namun dilakukan oleh dua/lebih SKPD). 7. Duplikasi alokasi anggaran (ada alokasi yang

kelompok sasarannya sama, namun dilakukan oleh dua/lebih SKPD).

7. Duplikasi alokasi anggaran (ada alokasi yang sama di belanja langsung dan belanja tidak langsung).

8. Melanggar asas umum pengelolaan APBD yakni manfaat yang sebesar-besarnya untuk rakyat (misal pengadaan buku paket/ajar Rp 90.000.000 sedang untuk rehab kantor bupati yang masih berdiri megah, alokasinya Rp 1.500.000.000).

9. Honor atau tunjangan ganda karena rangkap jabatan (honor yang diberikan kepada satu pejabat karena jabatannya— misalnya sebagai sekda, sebagai pembina, sebagai pemimpin pelaksana dsb).

LAMPIRAN I RENCANA PEMBANGUNAN JANGKAPANJANG DAERAH (RPJPD) Visi, Misi da Program KDH Rencana Pembangunan Jangka
LAMPIRAN I RENCANA PEMBANGUNAN JANGKAPANJANG DAERAH (RPJPD) Visi, Misi da Program KDH Rencana Pembangunan Jangka
LAMPIRAN I RENCANA PEMBANGUNAN JANGKAPANJANG DAERAH (RPJPD) Visi, Misi da Program KDH Rencana Pembangunan Jangka
LAMPIRAN I RENCANA PEMBANGUNAN JANGKAPANJANG DAERAH (RPJPD) Visi, Misi da Program KDH Rencana Pembangunan Jangka
LAMPIRAN I RENCANA PEMBANGUNAN JANGKAPANJANG DAERAH (RPJPD) Visi, Misi da Program KDH Rencana Pembangunan Jangka
LAMPIRAN I RENCANA PEMBANGUNAN JANGKAPANJANG DAERAH (RPJPD) Visi, Misi da Program KDH Rencana Pembangunan Jangka

LAMPIRAN I

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKAPANJANG DAERAH (RPJPD) Visi, Misi da Program KDH
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKAPANJANG DAERAH
(RPJPD)
Visi, Misi da Program KDH
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) RKPD RKPD RKPD RKPD RKPD Indikatif Indikatif Indikatif
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD)
RKPD
RKPD
RKPD
RKPD
RKPD
Indikatif
Indikatif
Indikatif
Indikatif
Indikatif
1
2
3
4
5
MUSRENBANG
EVALUASI TAHUNAN
1. Analisis Kebijakan Nasional
MUSRENBANGDES/
2. Analisis Ekonomi Daerah
MUSRENBANGKEL
3. Proyeksi Estimasi Pendapaan
4. Survey Kepuasan Masyarakat
5. Survey Penjaringan Aspirasi
MUSRENBANG
6. Evaluasi Program/Proyek
KECAMATAN
MUSRENBANG
RANCANGANAWAL
KABUPATEN/KOTA
RKPD
RANCANGAN AKHIR
RKPD
KEBIJAKAN UMUM
APBD
DPRD
PRIRITAS DAN
PLAFON ANGGARAN
SEMENTARA

R/APBD

TahunAngaran

yang Direncanakan

PROFIL DAERAH (Data & Informasi) Rancangan Awal RENSTRA SKPD/RENSTRA DINAS RENJA RENJA RENJA RENJA RENJA
PROFIL DAERAH (Data & Informasi) Rancangan Awal RENSTRA SKPD/RENSTRA DINAS RENJA RENJA RENJA RENJA RENJA
PROFIL DAERAH (Data & Informasi) Rancangan Awal RENSTRA SKPD/RENSTRA DINAS RENJA RENJA RENJA RENJA RENJA
PROFIL DAERAH (Data & Informasi) Rancangan Awal RENSTRA SKPD/RENSTRA DINAS RENJA RENJA RENJA RENJA RENJA
PROFIL DAERAH (Data & Informasi) Rancangan Awal RENSTRA SKPD/RENSTRA DINAS RENJA RENJA RENJA RENJA RENJA
PROFIL DAERAH (Data & Informasi) Rancangan Awal RENSTRA SKPD/RENSTRA DINAS RENJA RENJA RENJA RENJA RENJA
PROFIL DAERAH
(Data & Informasi)
Rancangan Awal
RENSTRA SKPD/RENSTRA DINAS
RENJA
RENJA
RENJA
RENJA
RENJA
SKPD-1
SKPD-2
SKPD-3
SKPD-4
SKPD-5
RANCANGAN AWAL RKPD
APBD (TAHUN BERJALAN)
DOKUMEN PELAKSANAAN
ANGGARAN
Rancangan Akhir
RANCANGAN
MONITORING
IMPLEMENTASI PROGRAM
AWAL RENJA
& EVALUASI
(TAHUN BERJALAN)
SKPD
(MONEV)
AWAL RENJA & EVALUASI (TAHUN BERJALAN) SKPD (MONEV) RANCANGAN AKHIR RENJA-SKPD RKA SKPD (TAHUN BERIKUTNYA)

RANCANGAN AKHIR

RENJA-SKPD

(TAHUN BERJALAN) SKPD (MONEV) RANCANGAN AKHIR RENJA-SKPD RKA SKPD (TAHUN BERIKUTNYA) PEMDA DOKUMEN PELAKSANAAN APBD

RKA SKPD

(TAHUN BERIKUTNYA)

PEMDA

BERJALAN) SKPD (MONEV) RANCANGAN AKHIR RENJA-SKPD RKA SKPD (TAHUN BERIKUTNYA) PEMDA DOKUMEN PELAKSANAAN APBD 27
BERJALAN) SKPD (MONEV) RANCANGAN AKHIR RENJA-SKPD RKA SKPD (TAHUN BERIKUTNYA) PEMDA DOKUMEN PELAKSANAAN APBD 27
BERJALAN) SKPD (MONEV) RANCANGAN AKHIR RENJA-SKPD RKA SKPD (TAHUN BERIKUTNYA) PEMDA DOKUMEN PELAKSANAAN APBD 27

DOKUMEN PELAKSANAAN APBD

LAMPIRAN II

LAMPIRAN II 28
LAMPIRAN II 28
LAMPIRAN II 28
LAMPIRAN II 28
LAMPIRAN II 28
LAMPIRAN II 28
LAMPIRAN II 28
LAMPIRAN II 28
29
29
29
29
29
29
29
29
29
29
29
29
29
29
30
30
30
30
30
30