cara pembagian jasa pelayanan di rumah sakit pemerintah

Pembagian jasa pelayanan di rumah sakit atau biasa disebut dengan INSENTIF adalah kebijakan pimpinan RS dalam hal pemberian insentif kepada seluruh karyawan RS, sebenarnya bukan hal mudah tetapi juga bukan hal yang amat sangat sulit. Memang benar kalau dikatakan sangat kompleks dan berpotensi menimbulkan konflik antar karyawan, juga penurunan kinerja serta ketidakpuasan antara kayawan dengan pimpinan RS. Kondisi ini sebenarnya sudah banyak dialami di beberapa RS di Indonesia khusunya di rumah sakit Pemerintah. Bisa dikatakan bahwa setiap kali membagi jasa pelayanan selalu membuat galau para karyawan bahkan dianggap kurang berpihak pada karyawan kecil. Untuk itu perlu dilakukan penyempurnaan terus menerus sampai pada tahap yang aman artinya bagaimana mengurangi kesenjangan pendapatan antar karyawan itu sendiri. Melalui upaya dan kebijakan yang mencerdaskan, selalu mencari solusi terbaik dan tidak berlindung pada alasan klasik (tersedianya regulasi pemerintah) mungkin akan lebih baik. Melalui artikel pendek ini izinkan saya memberikan sedikit tips/pengalaman saya membagi jasa pelayanan di RS Pemerintah tetapi hanya sebatas garis besarnya saja. A. ATURAN MAIN DALAM PEMBAGIAN JASA PELAYANAN : Adanya perturan Bupati (perbup) yang mengaju pada PP.25 Thn 2003, KEPMEN, Pola Tata Kelola RS dan peraturan lainnya Adanya pedoman pembagian jasa pelayanan di rumah sakit yang ditetapkan direktur Adanya prosedur tetap (protap) tentang teknis pembagian jasa pelayanan Adanya Tim yang ditunjuk untuk mengelola tugas tersebut, terdiri satu orang ketua, Sekretaris, dan beberapa anggota yg mewakili komposisi tenaga di RS (secara proporsional) B. PEMBAGIAN TUGAS PADA TIM YANG DITUNJUK, terdiri : Penilaian indeks point 5. Perumusan Kebijakan Pengolahan data Informasi dan lintas fungsi Inventarisasi sumber-sumber pendapatan C. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN : Pelajari model pola tarif umum, askes, jamkesmas dan tarif lainnya Konversi nilai jasa pelayanan antara tarif umum dgn tarif askes, jamkesmas dan tarif lainnya Tentukan rumus pengabungan antara pendapatan perorangan/kelompok dengan nilai sebagai aset RS dan dengan hasil Penilaian indeks poin Bentuk kelompok-kelompok penerima jasa (misal Direktur, wakil direktur, Kabid/Kasie, Ka.Subid/ka.Subsie, staf utama, staf madya, staf muda, kepala instalasi, kepala

1. 2. 3. 4.

1. 2. 3. 4.

1. 2. 3. 4.

Prosedur Penatalaksanaan. Prosedur Tetap (Protap) lazim digunakan di RS. aplikasinya diatur untuk bahan penjumlahan dan atau bahan perkalian (lakukan kajian seperlunya bila berhasil akan selaras dgn huruf C angka 3). profesi. Dewan Pengawas. dst) 5. buat nilai gradasi tsb. perawat. beban kerja. Perlu menetapkan jumlah parameter yang akan dipakai (mis. risiko pekerjaan. dokter tamu. Standar Prosedur Operasional (SPO) STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO) Standar Operating Procedure (SOP) islitah ini lazim digunakan namun bukan merupakan istilah baku di Indonesia. penunjuang medik. Bagaimana cara menetapkan indeks poin? Jawab : semua parameter dianggap sebagai pertanyaan atau statement yang harus dijawab misalnya dengan pilihan-pilihan yang tersedia. jabatan. staf administrasi. indeks pajak. tingkat keaktivan. Penetapan bobot 1 (satu) sampai bobot tertinggi dan peruntukannya 6. Prosedur Tindakan. Bobot penilaian indkes point diusahakan seimbang. 3. masa kerja.bangsal. 2. 29 tahun 2004 tentang praktek kedokteran. contoh parameter pendidikan : terdapat SD sampai dgn paska sarjana. Tentukan rumus menuju standar rata-rata dari pendapatan masing masing profesi dan kebijakan lainnya D. Petunjuk Tekhnis. Pengertian SPO adalah suatu perangkat instruksi/langkah-langkah yang berurutan yang dibakukan untuk menyelesaikan suatu proses kerja rutin tertentu. status kepegawaian. PENILAIAN INDEKS POIN : 1. pendidikan. berapa istilah lainnya diantaranya adalah : Prosedur Kerja. atau urutan langkahlangkah yang benar berdasarkan konsesus bersama untuk melaksanakan berbagai kegiatan . Standar Prosedur Operasional (SPO) ini digunakan di UU No. golongan dst) masing masing parameter diikuti dengan nilai indeks poin sesuai dengan pilihan kesesuaian posisi karyawan.

dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan melalui pemenuhan standar yang berlaku. untuk menjamin penggunaan tenaga dan sumber daya lain secara efiseien. efektif. wewenang dan tanggung jawab dari petugas terkait. SPO Sebagai dokumen yang akan menjelaskan dan menilai pelaksanaan proses kerja bila terjadi suatu kesalahan atau dugaan malpraktek dan kesalahan administratif lainnya. untuk menjaga konsistensi tingkat penampilan kinerja atau kondisi tertentu dan menjaga keamanan petugas dan lingkungan dalam melaksanakan pekerjaan. . Persiapan organisasi Sebaiknya dibentuk Panitia Akreditasi. untuk menjelaskan alur tugas. Ketua Pokja bisa Ketua Unit / StafSenior. Ketua Pokja sebaiknya merupakan penanggung jawab QA unit tsb. Persiapan Akreditasi Rumah sakit 1. dan sebagai dokumen yang digunakan untuk pelatihan atau orientasi pegawai. Pokja bertugas jangka panjang. duplikasi atau pemborosan dalam pelaksanaan kegiatan. sehingga membantu mengurangi kesalahan dan pelayanan sub standar. untuk menghindari kesalahan. dan atau urutan langkah-langkah yang sudah diuji dan disetujui dalam melaksanakan berbagai kegiatan. bertanggung jawab keDirektur Bentuk Pokja untuk masing2 Bidang Pelayanan (5/12/16 bidang) Pokja berasal dari unit terkait. Penyusunan SPO secara umum bertujuan agar berbagai proses kerja rutin terlaksana dengan efisien. konsisten dan aman.dan fungsi pelayanan. Tujuan khusus SPO sebagai acuan (check list) dalam melaksanakan kegiatan tertentu bagi tenaga administrasi dan tenaga profesi di RS. keraguan. sehingga sifatnya melindungi rumah sakit dan petugas. merupakan parameter untuk menilai mutu pelayanan.

Ruang Pertemuan Surveior & Pokja. dpt dimintakan Bimbingan Akreditasi kpd KARS 6. gunakan edisi terakhir Siapkan dokumen2 tentang Standar. SOP dsb Setelah survei akreditasi. Persiapan Hari-H Survei Permintaan tanggal survei kepada KARS. dikelola oleh Panitia Akreditasi / Staf yang ditunjuk 4. Persiapan bahan Siapkan instrumen akreditasi. Perbaikan Struktur Proses Hasil (Outcome) Pembenahan & perbaikan struktur / proses / hasil dilakukan olehPokja & unit ybs sesuai dengan pemahaman atas standar.2. hari I survei agar dimulai sesudah hari Senin. sesuai Bidang Pelayanan masing2 Panitia & Pokja mempelajari. kegiatan ini tetap berjalan secara kontinu & adekuat sesuai dengan kekurangan & kelemahan yang ada. sesuatu Pokja menilai Bidang Pelayanan Pokja yang lain Bila Skor & Nilai tdk mencapai target. Dokumen standar & dokumen2 penting lainnya. Pada hari H-1 (Senin) dilakukan Gladi Bersih secara teliti Persiapkan ruangan : . 1 surveior 1 ruangan . memahami & menguasai secara rinci Instrumen Akreditasi. Self Assessment Pembenahan & perbaikan yg dilakukan dievaluasi secara periodik secara self assessment Penilaian dilakukan dengan menggunakan Instrumen Akreditasi Hasil : Skor dan Nilai ( % ) dilaporkan secara periodik kepada Direktur dan Self Assessment final dilaporkan ke KARS Penilaian dilakukan oleh Pokja ybs dengan supervisi Panitia Akreditasi Cara lain : dilakukan penilaian secara silang. Penyusunan SOP Bentuk Tim Inti ( 1 3 orang) sebagai Penyusun SOP Penyusunan SOP dilakukan oleh Tim Inti dibantu Staf Pokja/Unit terkait Gunakan format SOP yg standar Penomoran SOP sebaiknya sentral Sebaiknya dibuat daftar SOP secara sentral. serta sesuai dengan rekomendasi surveior 5. agar selalu ada kesamaan persepsi 3. instrumen akreditasi.

kumpulkan semua Pokja Tiap Pokja melaporkan : . untuk Rapat Tim Surveior . menerangkan.Ruang Pertemuan Pleno. diajukan kpd Ketua Tim Surveior pada hari H survei Persiapan Pokja : .Petugas Presentan : 1 2 orang bertugas menjawab. + alat Audiovisual Persiapkan usulan Jadwal Survei selama 3 hari / 4 hari. Petugas ini harus menguasai seluruh konteks Bidang Pelayanan ybs 7. mempresentasi hal2 yang diminta Surveior.Ruang Surveior.Nefro. kekurangan2 yg ditemukan Surveior . Nico A. dll .PR-PR yang harus diselesaikan : data2 yg hrs dilengkapi. K. yg dipuji dsb Sore / Malam hari itu juga selesaikan hal2 yg didiskusikan pd RapatKoordinasi tsb Hal ini dilakukan tiap hari dikutip dari Artikel (Dr.Hasil suvei. MM) Surveyor Akreditasi Rumah sakit . Kegiatan 3-4 hari Survei Setiap hari : segera sesudah survei selesai. lakukan rapat Koordinasi.Gambaran tentang Surveior : apa yg dikritik..Ruangan2 / lokasi di unit2 pelayanan dan siapkan para staf /petugasnya . Lumenta.