Anda di halaman 1dari 4

SIMPLISIA KUNYIT PUTIH

Nama simplisia Nama lain Keluarga Zat bekhasiat/isi

: Zedoariae Rhizoma : Kunyit Putih atau Temu Putih : Zingiberaceae : Minyak atsiri Zingiberene, D-champhor , 1,8 Cineol, D-camphene, procurcumenol, D-borneol, Curcumeneol, Isofuranogermakrena, curcumadiol, Alpha-pinene, Curcumol, Curculone, Furonodienone, Aerugidiol, Zederona (Zederone), Isofuranodienone, Zat Pati (Starch), Furanodienone, Minyak lemak, Curcumin, Desmethoxycurcumin, Bisdesmethoxycurcumin, Pyrocucuzerenone, Zedoarondiol, Curzerenone (Zedoarone), Curcumenone, Isocurcumenol, Germacrone, Curdione, Dehydrocurdione, Neocurdione.

Nama tanaman asal : Curcuma Zedoaria

Penggunaan

: Koleretik, spasmolitik, antitumor, stomakik, karminatif, antineoplastik, stomakik, antiflogostik, antipiretik, antibakteri, antitrombotik, antiinflamasi, sitotoksik, hepatoprotektif, antikanker dan anti HIV

Pemerian

: Berwarna putih, Rasa sangat pahit.

Bagian yg digunakan: Rimpang


.

1.

Pengumpulan Bahan/Panen
Bagian yg digunakan : Rimpang Ukuran tanaman Lingkungan : Tinggi sampai 1,6 meter : Pada tanah jenis latosol, aluvial dan regosol, ketinggian tempat 240 1200 m di atas permukaan laut (dpl), dengan curah hujan 2000 4000 ml/tahun Waktu panen Periode panen : Umur 10 12 bulan. : Panen kunyit dilakukan di musim kemarau karena pada saat itu sari/zat yang terkandung didalamnya mengumpul. Selain itu kandungan air dalam rimpang sudah sedikit sehingga memudahkan proses pengeringannya.

2.

Sortasi Basah
Sortasi pada bahan segar dilakukan untuk memisahkan rimpang dari kotoran berupa tanah, sisa tanaman, dan gulma. Setelah selesai, timbang jumlah bahan hasil penyortiran dan tempatkan dalam wadah plastik untuk pencucian.

3.

Pencucian
Pencucian dilakukan dengan air bersih, jika perlu disemprot dengan air bertekanan tinggi. Amati air bilasannya dan jika masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi. Hindari pencucian yang terlau lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung di dalamnya tidak larut dalam air. Setelah pencucian selesai, tiriskan dalam tray/wadah yang berlubang lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan, setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember.

4.

Perajangan
Proses perajangan dilakukan dengan pisau stainless steel dan alasi bahan yang akan dirajang dengan talenan. Perajangan rimpang dilakukan melintang dengan ketebalan kira-kira 5 mm 7 mm. Setelah perajangan, timbang hasilnya dan taruh

dalam wadah plastik/ember. Perajangan dapat dilakukan secara manual atau dengan mesin pemotong.

5.

Pengeringan
Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas/oven. pengeringan rimpang dilakukan selama 3 - 5 hari, atau setelah kadar airnya dibawah 8%. Dengan sinar matahari : pengeringan dengan sinar matahari dilakukan diatas tikar atau rangka pengering, pastikan rimpang tidak saling menumpuk. Selama pengeringan harus dibolakbalik kira-kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata. Lindungi rimpang tersebut dari air, udara yang lembab dan dari bahan-bahan disekitarnya yang bisa mengkontaminasi Dengan oven : Pengeringan dengan oven dilakukan pada suhu 50oC 60oC. Rimpang yang akan dikeringkan ditaruh di atas tray oven dan pastikan bahwa rimpang tidak saling menumpuk. Setelah pengeringan, timbang jumlah rimpang yang dihasilkan.

6.

Sortasi Kering
Sortasi kering pada kunyit putih dilakukan dengan cara memisahkan bahan-bahan dari benda-benda asing seperti kerikil, tanah atau kotoran-kotoran lain. Lalu timbang jumlah rimpang hasil penyortiran ini.

7.

Pengepakan
Setelah bersih, rimpang yang kering dikumpulkan dalam wadah kantong plastik atau karung yang bersih dan kedap udara (belum pernah dipakai sebelumnya). Berikan label yang jelas pada wadah tersebut, yang.menjelaskan nama bahan, bagian dari tanaman bahan itu, nomor/kode produksi, nama/alamat penghasil, berat bersih dan metode penyimpanannya.

8.

Penyimpanan

Kondisi tempat penyimpanan harus dijaga agar tidak lembab dan suhu tidak melebihi 30oC dan gudang harus memiliki ventilasi baik dan lancar, tidak bocor, terhindar dari kontaminasi bahan lain yang dapat menurunkan kualitas bahan. Tempat penyimpanan juga harus memiliki penerangan yang cukup (hindari dari sinar matahari langsung), serta bersih dan terbebas dari hama.

9.

Pemeriksaan mutu
Standard mutu temulawak untuk pasaran luar negeri: a. Warna b. Aroma c. Rasa d. Kadar air maks. e. Kadar abu f. Kadar pasir (kotoran) : kuning-jingga sampai coklat kuning-jingga : khas wangi aromatis : mirip rempah dan agak pahit. : 12 % : 3-7 % :1%

g. Kadar minyak atsiri (min): 5 %