Anda di halaman 1dari 26

Penanggulangan Keracunan Merkuri

Kelompok 13 :
Nurma Armi Kiranti Kumayang Apriliana Wulandari Syafitri Junita Pemilia Fatma Nirmala

Pengertian???
Keracunan adalah masuknya suatu zat dalam tubuh dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan reaksi tubuh yang tidak diinginkan bahkan dapat menimbulkan kematian. Keracunan juga bisa dikatakan sebagai reaksi kimia yang merusak jaringan tubuh atau mengganggu fungsi tubuh. Namun keracunan harus dibedakan dengan reaksi obat.

Merkuri??
Merkuri adalah suatu unsur alami yang umumnya ditemukan seperti merkuri sulfide (sinabar, HgS), tidak dapat larut dan stabil. Merkuri berwarna putih-silver (logam cair), putih (merkuri padat), tidak berbau, tidak mudah terbakar. Mudah menguap pada suhu ruangan. Memadat pada tekanan 7640 Atm. Merkuri (Hg) dapat larut dalam asam sulfat atau asam nitrit, tetapi tahan terhadap basa. Dapat melarutkan berbagai macam logam/alloy

Kegunaan Merkuri
Alat2 kedokteran : Pengukur tekanan darah ; termometer Farmasi : antiseptik, diuretik, katartik Alat2 listrik: lampu fluoresens Sebagai katalis dlm proses kimia Fungisida; bakterida, jeli spermasidal, cat kuku, baterai tahan lama, pemadam api

Bentuk bentuk merkuri : Metalik merkuri


merupakan bentuk merkuri murni (tidak bercampur dengan unsur lain). Termasuk logam merkuri Uap logam merkuri paling berbahaya, krn tdk terlihat dan sangat mudah terhisap pernafasan Logam ini paling banyak terakumulasi di otak, selanjutnya pd ginjal dan hati Wkt paruh di ginjal berkisar 1 bulan sedangkan di dlm otak mencapai bertahun-tahun.

Lanjutan..
Merkuri anorganik Merkuri anorganik (Hg+, Hg2+) merupakan senyawa merkuri dalam bentuk garam. Contohnya merkuri nitrat (Hg(NO3)2), merkuri klorida (HgCl2) dan merkuri oksida (HgO). Jenis merkuri ini banyak digunakan pada kosmetika, obat pencahar, pemutih gigi, obat diuretik dan antiseptik. Merkuri anorganik juga dapat terbentuk dari metabolisme merkuri metalik atau organomerkuri.

Lanjutan..

Merkuri organik (RHg, R2Hg, ArHg) merupakan bentuk senyawa merkuri yang paling berbahaya. Senyawa alkil merkuri, metil merkuri klorida (CH3HgCl),etil klorida (C2H5HgCl) Banyak digunakan sebagai pestisida Senyawa ini mpy rantai pendek dan mudah menguap, shg dpt menyebabkan keracunan mll jalur pernafasan Waktu paruh dlm tubuh adalah 70 hari

Lanjutan..
Contoh Merkuri organik : Merkuri disiano diamida (CH3-Hg-NHCNHNHCN), metil merkuri nitril (CH3-Hg-CN), metil merkuri asetat (CH3-Hg-COOH) dan senyawa etil merkuri klorida (C2H5-Hg-Cl) digunakan sebagai penghalang pertumbuhan jamur pada produk pertanian dan digunakan sebagai insektisida, pemakaiannya dilakukan dengan cara penyemprotan pada areal yang luas. Fenil merkuri asetat (FMA) digunakan dalam industri pulp dan kertas. Penggunaan FMA bertujuan untuk mencegah pembentukan kapur dan anti bakteri/jamur pada pulp dan kertas basah selama proses penyimpanan. Hal ini sangat berbahaya karena kertas seringkali digunakan sebagai pembungkus makanan.

BAHAYA UTAMA TERHADAP KESEHATAN


Metalik merkuri Uap merkuri yang terhirup paling sering menyebabkan keracunan, sedangkan unsur Merkuri yang tertelan ternyata tidak menyebabkan efek toksik karena absorpsinya yang rendah kecuali jika ada fistula atau penyakit inflamasi gastrointestinal atau jika merkuri tersimpan untuk waktu lama di saluran gastrointestinal. Merkuri yang masuk kedalam tubuh melalui Intravena dapat menyebabkan emboli paru.

Lanjutan
Karena bersifat larut dalam lemak, merkuri elemental ini mudah melalui sawar otak dan plasenta. Di otak ia akan berakumulasi di korteks cerebrum dan cerebellum dimana ia akan teroksidasi menjadi bentuk merkurik (Hg++ ) ion merkurik ini akan berikatan dengan sulfhidril dari protein enzim dan protein seluler sehingga menggangu fungsi enzim dan transport sel. Pemanasan logam merkuri membentuk uap merkuri oksida yang bersifat korosif pada kulit, selaput mukosa mata, mulut, dan saluran pernafasan.

Merkuri anorganik Sering diabsorpsi melalui gastrointestinal, paruparu dan kulit. Pemaparan dalam jangka pendek dengan kadar yang tinggi dapat menyebabkan gagal ginjal sedangkan pada pemaparan jangka panjang dengan dosis yang rendah dapat menyebabkan proteinuri, sindroma nefrotik dan nefropati yang berhubungan dengan gangguan imunologis.

Merkuri organik Bentuk rantai pendek alkil (metil merkuri) dapat menimbulkan degenerasi neuron di korteks cerebri dan cerebellum dan mengakibatkan parestesi distal (kesemutan), ataksia (ketidakmampuan koordinasi gerakan oto) , disartria (gangguan bicara), tuli dan penyempitan lapang pandang. Metil merkuri mudah pula melalui plasenta dan berakumulasi dalam fetus yang mengakibatkan kematian dalam kandungan dan cerebral palsy.

Jenis Keracunan Merkuri

Keracunan akut
Timbul dari inhalasi dalam konsentrasi tinggi uap merkuri dan debu Umumnya terjadi pada pekerja industri pertambangan, pertanian, yang menggunakan merkuri sebagai bahan baku, katalis, pembentuk amalgam/pestisida Kasus akut pajanan dapat terjadi pada konsentrasi 1,2 8,5 mg/m3

Gejala Keracunan Akut

Keracunan Kronis
Keracunan yang terjadi perlahan dan berlangsung dlm waktu yg cukup panjang. Penderita tidak menyadari bahwa tubuhnya telah menumpuk sejumlah racun. Pengobatan akan menjadi sulit dilakukan. Masuknya merkuri berlangsung terus-menerus, mengendap, melebihi batas toleransi sehingg agejala keracunan mulai terlihat.

Gejala Keracunan Kronis


Perasaan mual yang kronis, nafsu makan menurun dan nyeri kolik pada abdomen. Gusi mengalami peradangan, membengkak dan nyeri. Pembentukan air liur meningkat. Garis berwarna coklat kebiruan tampak diantara gusi dengan gigi. Sering ditemukan erupsi kulit. Tremor (gemetar). Jika sudah berlangsung lama, maka pembicaraan juga menjadi kaku dan tidak lancar. Otot-otot untuk fungsi berbicara akan mengalami paralisis.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Riwayat pejanan terhadap Merkuri sangat menolong dalam diagnosis keracunan Merkuri. Tanpa adanya riwayat tersebut analisis Laboratorium sangat diperlukan, misalnya kadar Merkuri dalam darah atau urin. Secara normal kadar merkuri dalam darah adalah < 4 ug/dl. Beratnya gejala keracunan bentuk alkil rantai pendek berhubungan dengan kadar dalam darah. Pada kadar 20-50 ug/dl biasanya menimbulkan gejala dan pada 150 ug/dl berdampak fatal. Sedangkan dalam urin secara normal kadar merkuri (kecuali merkuri alkyl rantai pendek) dibawah 10 ug/L , jika kadar urin melebihi 100 ug / L maka tubuh jelas terpapar oleh merkuri sedangkan pada kadar melebihi 300 ug / L akan menimbulkan adanya gejala simptomatik.

PENGOBATAN KERACUNAN MERKURI


A. Keracunan akut Untuk keracunan uap Merkuri segeralah membawa korban ketempat berudara segar dan pemberian bantuan napas mungkin diperlukan. Untuk keracunan akibat penelanan merkuri tindakan pengosongan lambung mungkin diperlukan serta pemberian karbon aktif dan larutan katartik juga mungkin bermanfaat dan pada pasien yang keracunan Merkuri yang simptomatik kecuali alkyl rantai pendek segera lakukan terapi Kelasi. (untuk pertolongan pertama dapat diberikan telur mentah atau susu segar, diharapkan logam berat tersebut dapat diikat oleh protein yang ada dalam susu atau telur).

Lanjutan..
Selanjutnya dapat diberikan antidot berupa sodium formaldehyde sulfoxilate. Antidot ini mengurangi unsur ion merkuri bivalen sehingga mengurangi penyerapannya. Dapat juga diberikan suntikan intramuskular dimerkaprol atau penisilamin untuk menginaktifkan merkuri yang sudah diabsorpsi. Pengobatan dengan dimerkaprol efektif dilakukan pada kasus keracunan akut yang kurang dari 5 jam. Tergantung dari jumlah dan lamanya keracunan yang terjadi, hemodialisis harus dipertimbangkan guna menghindari kerusakan ginjal lebih lanjut.

Lanjutan
D-PENICILLAMINE., diberikan pada kasus keracunan gas merkuri dan merkuri anorganik yang tidak berat, keracunan merkuri elemental kronis dan neuropati akibat merkuri anorganik. Kontra indikasi: pasien yang alergi penicillin. Terapi dihentikan jika terjadi: febris, rash, leukopeni dan trombositopenia. Efek merugikan lainnya: nausea, vomitus, neuritis optikus dan sindroma lupus.

Lanjutan
BAL ( Dimercaprol) , diberikan pada kasus keracunan merkuri anorganik yang berat, pasien simtomatik, adanya kerusakan ginjal atau alergi penisilin. Pemberian suntikan BAL (British anti-lewisite) yaitu senyawa yg mengandung 2,3-merkapto propanol Kontra indikasi: pasien keracunan metil merkuri (merkuri organik) karena BAL meningkatkan kadar merkuri pada sistim syaraf pusat.

Lanjutan
Dosis pemberian dimerkaprol atau penisilamin sangat bervariasi secara individual. Pada umumnya diberikan dengan dosis dimerkaprol 5-6 mg/KgBB intramuskular 2 kali sehari, diberikan selama 10 hari. Penisilamin diberikan secara oral dengan dosis 250 mg setiap 6 jam sehari, dapat dikombinasi dengan dimerkaprol atau sendiri-sendiri. Chelator oral misalnya meso-2,3, dimercaptosuccinic acid dan sodium 2,3 dimercapto-1-propanesulfonat lebih menguntungkan dibandingkan dengan dimerkaprol, termasuk juga toksisitasnya rendah.

Lanjutan
Pada keracunan merkuri anorganik penggunaan dimerkaprol merupakan kontraindikasi, sedangkan meso-2,3-dimmercaptosuccinic acid dan sodium 2,3-dimercapto-1-propanesulfonat dapat digunakan pada semua jenis keracunan merkuri Cara lain yaitu dg pemberian Ca-EDTA (kalsium etilendiamin tetra asetat)

Terapi khelasi dengan DMSA (2,3-dimercaptosuccinic acid ) DMSA dapat digunakan bersamaan dengan khelator lain seperti ALA (Alpha Lipoic Acid). DMSA juga dapat digunakan bersamaan dengan antioksidan, seperti vitamin E dan vitamin C, dalam upaya mengurangi gangguan kesehatan sebagai akibat pembentukan radikal bebas oleh merkuri

B. Keracunan Kronik Pengobatan keracunan kronis pada umumnya bersifat simtomatis. Penderita harus dihindarkan dari pemajanan yang lebih lanjut. Karena umumnya keracunan kronis ini terjadi pada industri-industri, maka pekerja yang keracunan merkuri harus dipindahkan ke tempat lain yang bebas dari pencemaran. Respon keracunan kronis terhadap pengobatan sangat lambat. Pada umumnya sampai bertahun-tahun masih menyisakan gejala.

Pustaka
http://www.chem-istry.org/materi_kimia/kimia_anorganik1/khelas i-merkuri/terapi-khelasi-merkuri-dengandmsa/

Beri Nilai