P. 1
Periodisasi Sastra Indonesia

Periodisasi Sastra Indonesia

4.67

|Views: 11,686|Likes:
Dipublikasikan oleh prasteeuw

More info:

Published by: prasteeuw on Apr 22, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/11/2013

pdf

text

original

PERIODISASI SASTRA INDONESIA No 1.

Nama Periode Sastra Nusantara Lama Latar Belakang Munculnya Pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha - Pengaruh kebudayaan Islam Sastra Indonesia Modern Angkatan awal abad ke-20 Angkatan 20-an (Balai Pustaka) Munculnya penerbit Balai Pustaka pada tahun 1917 yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda Ciri-Ciri Pengarangnya anonim Tema istana sentris Terikat oleh aturan-aturan Sastrawan yang Terkenal Karya Sastra yang Dihasilkan Hikayat Hang Tuah, Hikayat Mahabarata, Hikayat Seribu Satu Malam, Cerita-cerita Panji, Tajussalatin, Bustanus Salatin. - Nyai Dasima - Nyai Permana Salah Pilih, Hulubalang Raja, Katak Hendak Jadi Lembu Salah Pilih, Pertemuan Jodoh, Surapati, Robert Anak Surapati Sitti Nurbaya, Memang Jodoh Sengsara Membawa Nikmat Azab dan Sengsara Layar Terkembang, Dian yang Tak Kunjung Padam Nyanyi Sunyi Belenggu Pancaran Cinta, Airlangga Tanah Air, Ken Arok dan Ken Dedes Rindu Dendam Bebasari Di Bawah Lindungan Kabah Deru Campur Debu Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma Atheis Zahra MAJOI, Tirani, Benteng Perlawanan Blus untuk Bonie, Balada OrangOrang Tercinta Jalan Tak Ada Ujung, HarimauHarimau

2. a. b.

c.

Angkatan 30-an (Pujangga Baru)

Munculnya majalah sastra Pujangga Baru (Juli 1933)

Dalam prosa, karya-karya berbentuk riwayat (biografi dan autobiografi) - Bahasa yang digunakan masih kemelayu-melayuan. - Mengambil tema pertentangan antara kaum muda dengan kaum tua. - Bersifat didaktis (harus memberikan pendidikan budi pekerti). - Unsur nasionalitas belum jelas. - Masalah yang diangkat ialah kehidupan modern - Nafas nasionalisme sudah jelas - Bahasa yang digunakan adalah “kata-kata pujangga” atau katakata indah dan cenderung romantik Mengutamakan penggambaran kehidupan secara nyata (aliran realisme

- G. Prancis - Boesono Nur Sutan Iskandar Abdul Kuis Marah Roesli Talis Sutan Sati Merari Siregar Sutan Takdir Alisjahbana Amir Hamzah Armyn Pane Sanusi Pane Muhammad Yamin J.E. Tatengkeng Rustam Effendi Hamka Chairil Anwar Idrus Achdiat Kartamihardja Aoh Kartahadimaja Taufik Ismail Mansur Samin W.S. Rendra Mochtar Lubis

-

d.

Angkatan ‘45

Munculnya respons terhadap Angkatan Pujangga Baru yang cenderung romantik Peristiwa aksi yang dilancarkan para pemuda dan seniman pada tahun 1966 yang memprotes kesewenangwenangan penguasa.

e.

Angkatan ‘66

Berbentuk puisi yang bernada protes terhadap pemerintah

1

f.

Angkatan 70-an (Kontemporer)

Gejala untuk kembali ke akar budaya namun dengan melakukan pembaharuan.

-

Karya puisi berbentuk puisi mbeling, puisi konkret, mantra Tema yang diangkat beraroma spiritualisme

-

Sutardji Calzoum Bachri Danarto Putu Wijaya Arifi C. Noor Iwan Simatupang Emha Ainun Nadjib Mustofa Bisri Budi Darma Goenawan Muhammad Umar Kayam Seno Gumira Ajidarma Sapardi Djoko Damono Suminto A. Sayuti Ahmad Tohari Y.B. Mangunwijaya Agus R. Sardjono Dorothea Rosa Herliani Oka Rusmini Joni Ariadinata Joko Pinurbo Abdul Wachid B.S. Pemusuk Eneste Ayu Utami Fira Basuki Dewi Lestari Abidah El Khaliqi Habiburrahman El Shirazy Andrea Hirata

-

g.

Angkatan 80-an

Adanya pengaruh benturan budaya Barat dan Timur yang kian hebat.

-

Beberapa karya bercorak bahasa romantisme Memuat kritik sosial, politik, dan budaya

O, Amuk, Kapak Adam Ma’rifat, Godlob Wah, Gerr, Lho, Blok Sumur Tanpa Dasar Merahnya Merah 99 untuk Tuhanku Negeri Daging, Wek Wek Wek Olenka, Kritikus Adinan Parikesit Para Priyayi, Seribu Kunang-Kunang di Manhattan Saksi Mata, Mengapa Kau Culik Anak Kami, Wisanggeni Nocturno, Pengarang Telah Mati Malam Tamansari, Syair-Syair Cinta Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Burung-Burung Manyar Kenduri Airmata Nikah Ilalang, Kill The Radio Sagra Kalimati, Kastil Angin Menderu Celana Rumah Cahaya Tuan Generik Saman. Larung Biru, Jendela, Pintu Supernova 1, 2, 3 Geni Jora, Perempuan Berkalung Sorban, Atas Singgasana Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Di Atas Sajadah Cinta Tetralogi Laskar Pelangi

h.

Angkatan 90-an

Adanya keinginan untuk memberikan napas lain dalam karya sastra dengan pembongkaran bahasa

-

-

Bercorak surealisme (mementingkan aspek bawah sadar dan nonrasional dalam citraan) Bersikap nihil (hampa) Memunculkan masalah gender Ada pula yang bercorak vulgar

-

I

Angkatan 2000

Dipengaruhi oleh reformasi di Indonesia. Dicetuskan oleh sastrawan dan kritikus Korrie Layun Rampan

-

muncul tema-tema sastra science dan futuristik muncul juga karya-karya sastra bertema religius

2

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->