Anda di halaman 1dari 14

PTM

wd-1

PERALATAN PENGANGKUT (TRUK)


Truk adalah alat yang khusus digunakan sebagai alat angkut karena kemampuannya, misalnya dapat bergerak cepat, kapasitas besar dan biaya operasinya relatif murah. Alasan lain penggunaan truk sebagai alat angkut ialah karena kebutuhan truk mudah diatur dengan produksi alat-alat gali, sehingga truk sangat luwes dalam pengorganisasian dengan alat-alat yang lain. Hal ini sangat bermanfaat bagi penghematan biaya operasi pelaksanaan proyek. Salah satu syarat yang perlu dipenuhi agar truk dapat digunakan dengan baik dan efektif adalah adanya jalan angkut yang rata dan cukup kuat atau keras. Khusus untuk jalan angkut yang kurang baik dapat menggunakan truk yang disebut dengan cross country ability yang harga dan biaya operasinya lebih tinggi dan pada truk biasa. Beberapa hal yang membedakan macam truk adalah : ukuran dan bahan bakar yang digunakan, banyaknya gigi perseneling (gear), banyaknya roda gerak, misalnya dua, empat dan enam, susunan roda-roda dan banyaknya sumbu (gandar), kemampuan angkut, dalam ton atau m3, cara membuang muatan, misalnya rear dump, side dump dan bottom dump. Untuk pekerjaan konstruksi sipil umumnya digunakan truk yang dapat membuang muatan dari bak secara otomatis. Truk semacam ini disebut dengan dump truck atau tipping truck. Penumpahan muatan (dumping) dilakukan dengan cara hidrolis yang menyebabkan bak terangkat pada satu sisi, sedang sisi lain yang berhadapan berputar sebagai engsel. Dengan membedakan arah muatan ditumpahkan dump truck dibedakan dalam 3 macam ialah : 1. rear dump truck yang membuang muatan ke belakang, 2. side dump truck yang membuang muatan ke samping, 3. bottom dump truck yang membuang muatan melalm bawah bak. Dump truck yang ada terdiri dari berbagai ukuran dengan kapasitas angkut 3 ton sampai 20 ton, yang pemilihannya dapat disesuaikan dengan kondisi pekerjaannya. Kemampuan truk untuk memuat dinyatakan dalam berat muatan, misalnya ton, atau dalam kapasitas bak, misalnya m3. Untuk menyatakan kapasitas dibedakan dalam kapasitas peres (struck) atau kapasitas munjung ( heaped). Kapasitas

PTM

wd-2

munjung sangat dipengaruhi oleh keadaan jalan angkut yang dilewati, karena bahan yang diangkut akan mudah tercecer jika jalan angkut kurang baik, sehingga kapasitas munjung akan menjadi lain.

Ukuran Truk
Besamya truk yang dipilih diusahakan agar imbang dengan kemampuan atau produksi alat gali atau alat pemuatnya. Ini untuk menghindari jangan sampai terjadi salah satu alat ada yang menganggur sewaktu organisasi alat-alat tersebut bekerja sehingga biaya produksi menjadi besar. Beberapa pertimbangan untuk menentukan pemilihan truk besar atau truk kecil yang akan digunakan dijelaskan sebagai berikut. Truck Kecil Keuntungan Truk Kecil Fleksibel (luwes) dalam jarak angkut dekat dan mudah mengemudikannya, Kecepatannya tinggi, Berkurangnya produksi tidak begitu terasa bila salah satu truk ada yang mogok atau rusak, Mudah menyesuaikan banyaknya truk dengan produksi alat gali atau alat pemuatnya Truck Besar Keuntungan Truk Besar Jumlah sedildt sehingga biaya investasi dan pemeliharaan kecil. Pengemudi atau operator sedildt. Baik untuk angkut jarak jauh, bahaya berkumpulnya truk di satu tempat dapat Kerugian Truk Besar Biaya angkut besar, waktu muat lama (bila alat gali ukurannya kecil), Muatan yang besar akan cepat merusak jalan angkut, sehingga pemeliharaan jalan angkut besar. Kerugian Truk Kecil Alat gali sulit mengisikan muatan. Waktu hilang banyak, karena banyaknya truk yang digunakan. Pengemudi atau operator banyak. Menimbulkan bahaya yang besar bila truk banyak menunggu di tempat gali dan jalan angkut untuk menunggu giliran. Biaya investasi dan pemeliharaan besar.

PTM

wd-3

dihindari. Pemuatan dari alat gali lebih mudah sehingga waktu hilang kecil. Bahan bakar biasanya relatif sedikit. Memperkecil frekwensi menunggu pada tempat gali.

Sulit untuk menentukan keadaan yang imbang antara jumlah truk dengan produksi alat gali. Suku cadang mungkin sulit didapatkan di pasaran. Ukuran yang besar mungkin akan kesulitan untuk melewati jalan umum.

Contoh Perhitungan Produksi Truck :


Tabel Rimpull Gigi 1 2 3 4 5 Kecepatan (mph) 3,2 6,3 11.9 20.8 32.7 Rimpull lb 19.900 10.100 5.350 3.060 1.945

Sebuah truck dengan specifikasi sebagai berikut: rimpull seperti table di atas, berat kosong 37.000 Ib, kapasitas muatan = 40.000 Ib, berat total kendaraan = 77.000 Ib = 34.900 kg. Dengan pembagian beban pada roda adalah sebagai berikut: poros depan = 2.000 Ib, poros kerja = 32.500 Ib, poros belakang = 32.500 Ib. Digunakan power shovel 3 cuyd dengan produksi 312 cuyd/jam. Memindahkan tanah berat 2.700 Ib/bcy. swell 25% jarak angkut 1 mile, grade rata-rata 2,5% terhadap horizontal. Tahanan gelinding 70 Ib/ton, koefisien traksi 0,6. Hitung: Tahanan gelinding Tahanan kelandaian Ib/ton Tahanan total = 6.0 Ib/ton = 2.5 x 20 Ib/ton = = 110 Ib/ton 50

Rimpull yang diperlukan = 110 Ib/ton x 34,9 ton = 3839 Ib. Pada waktu mengangkut beban kec. maks. truck hanya bisa mencapai 11.9 mph Tahanan gelinding = 6.0 Ib/ton

PTM

wd-4

Tahanan kelandaian Ib/ton Tahanan total

= 2.5 x 20 Ib/ton = = 10 Ib/ton

-50

Berat kosong truck = 37.000 lb x 0,4536 kg/lb = 16.780 kg. Rimpull yang diperlukan = 10 Ib/ton x 16,78 ton =167,81b Pada waktu kosong, kecepatan maksimum truck bisa mencapai 32,7 mph. Cycle time Loading = 312 cuyd/jam
1 mile 15 cuyd

= 0.0482 jam = 11 mph


1 mile

Mengangkut Kembali

= 0.084 jam

= 32.7 mph = 0.0306 jam Fixed time 2 menit = 0.0330 jam Membuang dan mengatur posisi 1 menit = 0.0165 jam Total cycle time = 0.2123 jam = 12.8 menit 60 Jumlah trip/jam = = 4.68 trip 4 trip 12.8 Faktor koreksi Waktu kerja 50 menit/jam = 0.83 Manajemen baik dan kondisi medan kerja baik = 0.75 Total produksi = 0.83 * 0.75 * 60 = 37.2 Bcy/jam dilayani oleh shovel dengan produksi 312 Bcy/jam 312 Truck yang dibutuhkan = = 8.4 8 buah truck 37.2

ALAT PAMPAT TANAH (COMPACTOR)

Untuk pekerjaan-pekerjaan landasan pesawat terbang, jalan raya, tanggul-tanggul stabilitas tanah mutlak diperlukan. Berbagai cara dilakukan dalam usaha pemampatan tanah secara mekanis yaitu dengan cara penggilasan menggunakan roller (penggilas). Klasifikasi roller yang banyak dikenal antara lain: 1. Berdasar cara bergeraknya, ada yang bergerak sendiri (self propelled) dan ada yang ditarik traktor (towed).

PTM

wd-5

2.

Berdasar bahan roda-roda penggilasnya, ada yang terbuat dari baja (steel wheel) dan ada yang terbuat dari karet (pneumatic). 3. Dilihat dari bentuk permukaan roda, ada yang bentuk permukaannya halus (plain), segment, grid, sheepfoot (kaki domba) dan lain-lain. 4. Dilihat dari susunan roda-roda gilas, ada yang beroda tiga (three wheel), tandem roller (roda dua) dan three axle tandem roller. 5. Alat penggilas khusus, misalnya vibrating roller bekerja menggunakan getaran sebagai unsur utama dalam usaha pemampatan tanah. Pemampatan adalah usaha untuk mengurangi ronggarongga udara dan air yang semula ada di antara butir-butir sehingga dihilangkan atau dibatasi pada proporsi dan syaratsyarat yang ditentukan dalam percobaan-percobaan laboratorium tanah.

Penggilas Roda Tiga


Penggilas roda tiga (three sheet roller) merupakan alat penggilas yang tertua dan sampai sekarang masih digunakan dalam pekerjaan-pekerjaan pemampatan. Three wheel roller ini digunakan untuk usaha-usaha pemampatan lapisan yang terdiri dari bahan-bahan yang berbutir kasar, misalnya untuk pembuatan jalan macadam (sering disebut sebagai macadam roller).

Three Sheet Roller


Three wheel roller mempunyai berat antara 6-12 ton, apabila diinginkan untuk pemampatan yang besar, roda

PTM

wd-6

silindemya dapat diisi dengan zat cair (minyak atau air) atau dapat juga diisi pasir. Usaha penambahan berat dengan zat cair atau pasir dapat meningkatkan berat alat 15% sampai 35%.

Tandem Roller
Alat ini biasanya digunakan untuk penggilasan akhir, misalnya untuk pekerjaan penggilasan aspal beton agar diperoleh hasil akhir permukaan yang rata. Jenis dari tandem roller ada dua macam yaitu two axle tandem roller (dengan dua as) dan three axle tandem roller (tiga as). Tandem ini memberikan lintasan yang sama pada masing-masing rodanya. dan beratnya antara 8-14 ton. dan bila diinginkan dapat diisi dengan air. sehingga akan menambah berat 25 60%.

Tandem Roller
Three axle tandem roller digunakan untuk pekerjaanpekerjaan yang berat seperti mengerjakan landasan pesawat terbang dan lain-lainnya. Konstruksi dari three axle tandem apabila ditambah satu roda depan ( guide roll) yang dipasang pada perpanjangan overhead frame disebut walking beam, yang dapat bergerak bebas naik turun mengikuti ketidakrataaan permukaan jalan, sehingga satuan tekanan per satuan lebar rol dapat dipertahankan besamya. Walking beam dapat juga dikunci, sehingga dapat bergerak ke atas saja apabila permukaan jalan tidak rata. Penguncian walking beam dapat dilakukan penuh, sehingga walking beam tidak dapat bergerak sama sekali ke atas maupun ke bawah.

PTM

wd-7

Pengaruh penguncian walking beam ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Walking beam tidak terkunci

Walking beam setengah dikunci

Walking beam dikunci penuh

Vibration Roller
Vibration roller adalah termasuk tandem roller, yang cara pemampatannya menggunakan efek getaran, dan sangat cocok digunakan pada jenis tanah pasir atau kerildl berpasir. Efisiensi pemampatan yang dihasilkan sangat baik, karena adanya gaya dinamis terhadap tanah. Butir-butir tanah cenderung akan mengisi bagian-bagian yang kosong yang terdapat di antara butir-butimya. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pemampatan dengan vibration roller ialah frekwensi getaran, amplitude dan gaya sentrifugal.

PTM

wd-8

Vibration Roller (Wacker) Meshgrid Roller


Pengaruh plain wheel roller, terhadap kemampatan yang dihasilkan adalah dan atas ke bawah. yang artinya bagian atas akan mencapai kemampatan terlebih dahulu dan pada bagian bawah. Hal ini karena penampang melintang pengaruh tekanan roda gilas ke dalam lapisan tanah berbentuk trapesium (gambar di bawah), sehingga tekanan per satuan luas di bagian atas lebih besar dari pada bagian bawah. Jika tebal lapisan vang harus dipampatkan besar, maka tekanan per satuan luas ini untuk bagian bawah sudah tidak cukup besar untuk mencapai kepampatan yang diharapkan (gambar di bawah).

Diagram tekanan pada lapisan tanah Untuk usaha pemampatan tanah dengan butiran yang banyak mengandung butiran kasar lebih baik digunakan meshgrid roller. Alat ini di samping memperbesar tekanan per satuan luas permukaan, juga bidang-bidang rodanya dapat masuk ke dalam lapiran tanah, sehingga terjadi pemampatan

PTM

wd-9

dari bawah. Mesh grid roller adalah mesin gilas yang rodarodanya berbentuk anyam-anyaman.

Segment Roller
Untuk tanah yang banyak mengandung lempung (tanah liat), terutama tanah yang basah, grid roller kurang memberi hasil yang baik, karena tanah akan tertinggal di antara batang-batang besi anyaman roda. Untuk menghindari hal tersebut dapat digunakan segment roller yang rodanya tersusun dari lempengan-lempengan baja kecil-kecil. yang akan memberi tekanan per satuan luas cukup besar dan dapat masuk ke dalam tanah, sehingga terjadi pemampatan langsung dari bawah.

Sheepfoot Roller

Segment Roller

Sheepfoot roller ini termasuk adalah alat pampat yang melindas dari bawah. Bagian utama roller ini berupa drum yang sekelilingnya diberi kaki-kaki, sehingga tekanan roller dapat terpusat pada kepala kaki yang merupakan bidangbidang kecil dan memberikan tekanan per satuan luas yang besar. Sheepfoot roller ini merupakan alat pampat yang ditarik, dan pada waktu ditarik kaki-kaki domba akan masuk ke dalam lapisan tanah, dan dinding drum yang ada pada permukaan lapisan akan memberikan kemampatan sementara. Sehingga tebal lapisan yang efektif untuk pemampatan dengan sheepfoot roller ini antara 20 -25

PTM

wd-10

sentimeter, dan bahan tanah yang cocok untuk sheepfoot roller ini adalah tanah yang banyak mengandung lempung.

Sheepfoot Roller Pneumatic Tired Roller


Roller jenis ini mempunyai roda-roda dari ban karet (pneumatic) dengan permukaan yang dibuat rata. Susunan rodanya dibuat sedemikian rupa sehingga Jalur yang dilewati jatuh di antara jalur-jalur roda belakang, dengan demikian gilasan dapat merata pada satu lintasan roller. Jumlah rodaroda gilas selalu gasal, misalnya 9 (4 roda depan, 5 roda belakang), 11 (5 roda depan, 6 roda belakang) atau 13 (6 roda depan. 7 roda belakang). Berat roller jenis ini juga dapat ditambah dengan mengisi air atau pasir dalam bak-bak yang disediakan dalam dinding mesin, sehingga berat satu roller dinyatakan dalam dua angka, misalnya antara 9 sampai 16 ton. Tekanan roda pada permukaan tanah dapat diatur dengan tekanan udara dalam ban (inflation pressure), makin keras ban dipompa, makin besar tekanan per satuan luas permukaan tanah. Penggilasan dengan ban ini mempunyai ciri khusus dengan adanya kneading effect, ialah air dan udara dapat ditekan ke luar (pada tepi-tepi ban) yang segera akan menguap pada keadaan udara yang kering. Kneading effect ini sangat membantu dalam usaha pemampatan bahan-bahan yang banyak mengandung lempung atau tanah liat Kneading effect ini juga diperbesar pengaruhnya dengan membuat sumbu roda yang dapat bergoyang mengikuti ketidakrataan permukaan tanah Roda yang dapat bergoyang denukian ini disebut whole wheel, yang sangat berguna

PTM

wd-11

dalam mempertahankan tekanan yang sama dan semua roda roller, karena tidak ada roda-roda yang menggantung bebas. Bergoyangnya roda ini menyebabkan roller baik sekali untuk digunakan pada penggilasan pasir atau bahan-bahan dengan butir kasar, karena gerakan ban akan membantu dalam mengatur kedudukan butir untuk mencapai kemampatan yang optimal. Perlu diperhatikan pada penggilasan bahan dengan butir kasar yang tajam ban-ban penggilas akan cepat rusak, sehingga pneumatic tired roller banyak digunakan dalam pekejraan pengaspalan jalan, misalnya pada hot mix asphalt concrete, di samping juga baik untuk penggilasan lapisan-lapisan tanah yang tipis.

Pneumatic Tired Roller Portable Roller Dan Trench Roller


Portable roller adalah roller jenis kecil dengan berat hanya 4 sampai 6 ton saja yang dilengkapi dengan roda karet yang dapat dinaik-turunkan. Waktu bekerja roda karet digantung, sehingga yang menyentuh permukaan tanah adalah rodaroda bajanya, apabila ingin dipindahkan (dibawa), roda karet diturunkan kemudian roller ditarik dengan traktor atau truk. Trench roller adalah penggilas khusus parit atau lubang galian, sehingga konstruksinya dibuat khusus sedemikian rupa agar sesuai untuk pekerjaan tersebut (gambar). Roda yang sebelah dibuat dan baja halus dengan diameter roda lebih besar, yang digunakan sebagai pemampat, sedang roda yang sebelahnya lagi dan juga roda kemudi ( guide roll) dibuat dan ban karet dengan diameter roda lebih kecil. Kemampuan

PTM

wd-12

roller ini untuk memampatkan parit sedalam antara 16 sampai 23 inci.

Trench Roller

Cara Kerja Compactor


Pada kebanyakan roller, susunan roda adalah dengan guide roll berada di depan dan drive roll di belakang, sehingga operator menghadap ke guide roll di depan, tetapi mudahnya kita anggap bahwa roller bergerak maju bila beijalan ke arah guide roll. Untuk menjaga kemiringan pada potongan melintang badan jalan, maka pekerjaan dimulai dengan jalur-jalur tepi yang terendah. Hal ini karena bahan yang digilas mempunyai kecenderungan untuk menggeser (melorot) ke tepi bawah. Dengan memampatkan lebih dahulu bagian bawah, penggeseran tanah akan tertahan oleh jalur-jalur yang sudah dipampatkan. Untuk berpindah jalur, sangat dianjurkan pada waktu roller berjalan maju, hal ini untuk menghindari agar guide roll tidak tertarik menggeser ke arah jalannya drive roll dan merusak permukaan lapisan-lapisan yang sudah dibentuk permukaannya. Pada gambar (a) di bawah seluruh lebar jalan dapat dijalani dalam 8 pass (lintasan), pass ke 9 roller kembali menuju ke jalur yang pertama. Pengulangan ini dilakukan terus menerus sampai jumlah pass yang diperlukan untuk mencapai pemampatan yang dikehendaki tiap jalur sudah terpenuhi. Overlap dalam arah memanjang (A) juga perlu diberikan, karena dalam arah belok, roller ini jumlah pass yang diberikan lebih sedikit dan pada yang di bagian lurus, gambar (b) di bawah adalah pola penggilasan pada tikungan jalan, pass pertama dimulai dan bagian bawah (bagian lintasan yang dalam) menuju ke bagian atas (bagian lintasan luar). Untuk lintasan-lintasan berikutnya diulang mulai dan lintasan pertama lagi.

PTM

wd-13

1 2 3 4 8 7 6 5 A A

A. Jalan Lurus

B. Jalan Membelok

Produksi Compactor
Produksi compactor biasanya dinyatakan dalam luasan (m ) yang dapat dipampatkan oleh penggilas sampai kepampatan yang dikehendaki per satuan waktu. Untuk menghitung dapat digunakan rumus berikut: L * V * JM F= N dimana: F : luas permukaan lapisan yang dipadatkan (m 2) L : lebar efektif roda gilas (m) V : kecepatan compactor (m/jam) JM : kondisi manajemen dan medan kerja N : jumlah lintasan (pass) yang diperlukan untuk mencapai kemampatan yang dikehendaki
2

Yang dimaksud satu pass adalah satu lintasan dengan roda gilas melewati satu jalur tertentu. Agar dicapai hasil penggilasan dengan permukaan yang rata, maka tiap pass

PTM

wd-14

dengan pass yang berikutnya harus saling menindih ( overlap) antara 15-30 cm. Contoh: Sebuah compactor three wheel roller dengan berat 8 ton digunakan untuk memampatkan suatu lapisan makadam setebal 10 cm (sesudah jadi). Jumlah pass yang diperlukan 10 kali, lebar efektif compactor 60 cm, kecepatan operasi 2 km/jam. Kondisi manajemen baik dan kondisi medan baik. Berapakah produksi compactor per jamnya ? Hitungan: L * V * JM 0.60 * 2000 * 0.75 F= = 90 m 2 /lapis/jam = 10 N Ketebalan per lapis 10 cm, maka produksi compactor = 0.10 * 90 = 9 m3 jam (CM)