Anda di halaman 1dari 7

dr.

Acitta Raras Wimala Portofolio Kasus 2

SUBJEKTIF Tn. H, 75th, datang ke RSUD dengan keluhan perut buncit. Sejak 4 bulan sebelum masuk rumah sakit, pasien mengeluhkan perut yang semakin lama dirasa semakin membesar. Pembesarannya terasa perlahan namun tidak berhenti membesar. Keluhan perut membesar seperti ini baru pertama kali pasien rasakan. Pasien juga mengeluhkan perut begah atau seperti penuh ketika makan, sehingga tidak dapat makan dalam jumlah banyak. Pasien mengeluh nyeri perut dan mual, adanya muntah disangkal. BAB dan BAK normal. Sejak 2 bulan sebelum masuk rumah sakit pasien mengeluhkan perut yang semakin membesar diikuti kaki yang membengkak. Nyeri pada kaki disangkal. Pasien mengeluhkan demam yang dirasakan naik turun, demam dirasakan terutama saat malam hari. Keluhan Keringat dingin, batuk , pilek, mual , muntah, dan sesak disangkal oleh pasien. BAK lancar, warna seperti air teh, BAB normal. Pasien menyangkal adanya riwayat sakit kuning sebelumnya, menyangkal adanya riwayat BAB hitam, menyangkal menderita sakit menderita liver. Pasien mengeluhkan susah tidur. Riwayat kebiasaan mengkonumsi alkohol disangkal. Riwayat mengunakan obat-obatan terlarang disankal. Riwayat sex bebas disangkal. Riwayat transfusi darah sebelumnya disangkal. OBJEKTIF Kesadaran Tanda Vital Tekanan Darah Nadi Suhu : 100/80 mmHg : 72 x/menit : 36.7C
1

: Compos Mentis

Pernapasan Kepala Mata Leher Thorax Inspeksi

: 24x/menit : normocephali, distribusi rambut merata : konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik : tidak terdapat pembesaran KGB, JVP 52

: bentuk simetris, gerak nafas simetris, tiidak tampak efluoresensi, tidak tampak spier nevi

Perkusi Palpasi Auskultasi

: sonor pada kedua lapang paru, batas jantung dalam batas normal : vocal fremitus simetris pada kedua lapang paru : Jantung Paru : BJ I-II reguler, murmur(-), gallop(-) : suara nafas vesikuler, Rh -/-, Wh /-

Abdomen Inspeksi Auskultasi Palpasi Perkusi Ekstremitas Atas Bawah : akral hangat, oedem -/: akral hangat, oedem +/+ : buncit, venektasi (+), caput medusae (-) : bising usus (+) normal : distensi (+), turgor baik, hepar dan lien sulit dinilai, undulasi (+). : shifting dullness (+)

Hasil Laboratorium

Hb Ht Leukosit

10.9 gr/dL 35% 6700 /uL

Trombosit 314.000/uL SGOT SGPT HbsAg TAR TAR (-)

ASSESMENT Ascites ec Suspek Sirrosis Hepatis

PLAN IVFD RL 5 tpm Lasix 1 x 1 amp IV Cefotaxime 2 x 1 gram IV Parasentesis Ascites

Definisi
3

Paracentesis adalah prosedur untuk mengambil cairan yang terkumpul dalam perut (ascites). Cairan diambil dengan menggunakan jarum, panjang dan tipis dimasukkan melalui perut. Cairan ini dikirim ke laboratorium untuk menemukan penyebab penumpukan cairan. Paracentesis juga dapat dilakukan untuk meringankan tekanan pada perut atau nyeri pada pasien dengan kanker atau sirosis.

Indikasi o Diagnostik: untuk memastikan penyebab ascites atau menentukan ascites yang terinfeksi seperti SBP pada pasien sirosis hati. o Untuk mengatasi distensi abdomen tau sesak nafas akibat tekanan ascites. Persiapan Bahan dan alat: o Handscoen steril o Betadine, alkohol o Kasa steril o Duk steril o Lidokain 1% (10cc) o Spuit disposable 10 cc (2 buah), 50 cc (2 buah) o IV catheter no. 14 atau 16 o Blood set o Tabung steril

Pasien: o Periksa darah perifer lengkap, masa prdarahan, masa pembekuan, masa protrombin (paling lama 48 jam terakhir) o Surat persetujuan tindakan

Prosedur Tindakan 1. Vesika urinaria harus dikosongkan terlebih dahulu 2. Pasien tidur berbaring dengan posisi kepala 45-90 3. Identifikasi tempat aspirasi: Hindari vena-vena colateral, pembuluh darah epigastrika inferior, lokasi bekas operasi dan limpa yag membesar. 4. Pakai handscoen steril 5. Lakukan aseptik antiseptik 6. Pasang duk steril 7. Lakukan anesthesi lokal dengan lidokain 1% sampai denga peritoneum 8. Pasang IV-cath no. 14 atau 16 secara zigzag, sedot cairan dengan spuit 10cc dan 50cc untuk pemeriksaan. 9. Untuk tujuan terapi, pasang set infus, lalu alirkan keluar

Tidak ada batas pasti jumlah maksimal yang boleh dikeluarkan, ratarata 3-4 liter masih cukup aman. Pada pasien sirosis hati, sebaiknya ditambahkan 6-8 gram albumin intravena untuk setiap liter ascites yang dikeluarkan.

Prognosis

Quo ad Vitam Quo ad fungtionam Quo ad sanationam

: dubia ad bonam : ad malam : ad malam

DAFTAR PUSTAKA

1. 441-2 2.

Rani AA, Soegondo S, Nasir AUZ, et al. Panduan Pelayanan Medik PAPDI. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. 2008;

Suyono, Slamet, Prof. Dr. SpPD,KE ,dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi Ketiga Jilid II. Jakarta : Balai Penerbit FKUI ; 2001

3.

Sudoyo, AW , dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi Keempat Jilid I. Jakarta : Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam ; 2006

4.

Mansjoer A, dkk. Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga Jilid I. Jakarta : Media Aesculapius ; 1999

5.

McPhee,

Papadakis,

Tierney.

Lange,

Current

Medical

Diagnosis & Treatment 46 Edition. Mc Graw Hill ; 2007