Anda di halaman 1dari 2

BAB III KESIMPULAN - Sejarah Singkat Perkembangan Bahasa Indonesia 1.

Berdasarkan prasasti Amoghapasa lokasi Negeri Melayu terletak di Jambi (Sumatera). Pemakaian bahasa Melayu tertua diketahui dari prasasti raja-raja abad ke-7. .2. Prasasti kedukan Bukit 683 M, prasasti Talang Tuo 684 M, prasasti Kota Kapur 686 M dan prasasti Karang Brahi 692 M Lima tujuan lahirnya bahasa Indonesia

1. Bahasa Indonesia lahir tahun 1908 (Budi Utomo) karena tahun itu lahir rasa nasionalisme Indonesia. 2. Bahasa Indonesia lahir tahun 1918 tanggal 25 Juni karena bahasa Melayu mendapat pengakuan secara resmi dari Dewan rakyat pemerintah kolonial (Volksraad), sebagai lanjutan ketetapan ratu Belanda agar bahasa Melayu digunakan dalam perundingan. 3. Bahasa Indonesia lahir sejak tahun 1920 karena pada tahun 1921 banyak terdapat sastra modern seperti Siti Nurabaya karya Marah Rusli. 4 Bahasa Indonesia resmi lahir sejak 28 Oktober 1928 (peristiwa Sumpah Pemuda), ini diperkuat dengan isi sumpah pemuda butir ke-3 kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. 5. Bahasa Indonesia lahir tanggal 17 Agustus 1945 (Proklamasi Kemerdekaan) karena negara Indonesia merdeka dan berdaulat ditahun tersebut. - Sumber bahasa Indonesia berkembang dari bahasa Melayu, yang sejak dulu sudah dipakai sebagai bahasa perantara (lingua franca), bukan saja di Kepulauan Nusantara, melainkan juga hampir di seluruh Asia Tenggara. Peresmian Bahasa Indonesia adalah pada tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda kita mengikrarkan Sumpah pemuda. Naskah Putusan Kongres Pemuda Indonesia Tahun 19298 itu berisi tiga butir kebulatan tekad.

Empat faktor yang menjadi penyebab diangkatnya bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia, yaitu sebagai berikut. 1) bahasa Melayu sudah merupakan lingua franca di Indonesia, bahasa perhubungan dan bahasa perdagangan. 2) Sistem bahasa Melayu sederhana, mudah dipelajari karena dalam bahasa ini tidak dikenal tingaktan bahasa, seperti dalam bahasa Jawa (ngoko, kromo) atau perbedaan bahasa kasar dan halus seperti dalam bahasa Sunda (kasar, lemes) . 3) Suku Jawa, suku Sunda, dan suku-suku yang lain dengan sukarela

menerima bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. 4) Bahasa Melayu mempunyai kesanggupan untuk dipakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti luas. Tahun-tahun penting mengandung arti sangat menentukan dalam sejarah perkembangan bahasa Melayu/Indonesia dapat diperinci. Ada dua macam kedudukan bahasa Indonesia. Pertama, bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional sesuai dengan Sumpah Pemuda 1928; kedua, bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa negara sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai (1) lambang kebanggaan kebangsaan, (2) lambang identitas nasional, (3) alat perhubungan antar warga, antardaerah, antarbudaya, dan (4) alat yang memungkinkan penyatuan berbagai-bagai suku bangsa denagn latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing-masing ke dalam kesatuan kebangsaan Indonesia. Sikap positif terhadap bahasa Indonesia ada tiga yakni setia bahasa, bangga bahasa dan sadar bahasa

10