Anda di halaman 1dari 40

Assalamualaikum, Salam penjahit Indonesia, Di tahun ini banyak sekali model busana keluaran terbaru beredar.

Namun bukan itu yang menjadi pokok bahasan saya kali ini. Sedikit informasi dan pengetahuan bagi kita semua, apapun model fashion busana yang keluar dan beredar pada para pecinta fashion, semuanya hanyalah inovasi dan variasi model yang didapatkan dari cara desain dan menjahit yang berdasarkan pada pola dasar busana yang sudah dipakai sejak lama. Jadi, apapun bentuk dan model busana yang dibuat, semuanya merupakan ekstensi dari pola dasar yang notabene sama, hal ini berdasarkan pengalaman saya ketika membuat pola dasar busana waktu kursus dulu. Rekan-rekan penjahit sekalian jangan pernah berkecil hati dan merasa ketinggalan trend, selama kita mau berusaha dan terus berkarya, kita pasti akan menemukan jalan terbaik bagi kita untuk bisa maju dan berkembang. Jika kita mau lebih berinteraksi dengan dunia fashion, lebih mengenal dan memperbarui informasi tentang trend model busana kita akan bisa melihat, bahwa sebenarnya model busana dari tahun ke tahun tidak jauh berbeda, hanya mengalami sedikit perubahan dan variasi bentuk dan model saja. Jika membahas tentang fashion busana, maka tidak akan pernah ada habisnya. Karena trend fashion khususnya busana selalu berubah setiap saat. Bagi rekan sekalian yang sudah memiliki pengalaman membuat pola busana dan menjahit, tentu sudah mengerti akan hal ini. Jadi, tidak perlu kuatir kita ketinggalan informasi atau trend yang ada, tinggal kita sendiri mau berusaha atau tidak. Pengetahuan yang kita miliki adalah kekayaan yang tidak akan pernah habis, selama kita mengamalkannya dengan benar dan ikhlas. Bagi rekan-rekan yang ingin memiliki usaha konveksi, tailor, atau butik jagan menyerah meski belum memiliki keahlian menjahit pakaian. Yang penting niatan kita tulus, disertai dengan usaha dan kerja keras, pasti kita akan menemukan jalan. Di blog ini, saya akan bantu Anda sekalian mempelajari cara menjahit busana sesuai dengan pengalaman saya pribadi, dan bagi yang sudah ahli jangan sayang untuk membagikan pengetahuannya pada yang lain, toh jalan rezeqi setiap orang sudah ada yang mengatur. Dengan berbagi, kita sudah mengeluarkan zakat untuk ilmu kita. Jadi, tetap semangat dalam belajar menjahit dan semoga bermanfaat. Keterampilan menjahit, mempunyai manfaat yang sangat besar dan menguntungkan jika kita mampu menggunakannya dengan benar dan maksimal. Jika kita bisa menjahit busana, apapun model busana yang kita buat bisa kita manfaatkan untuk mencari penghasilan dengan cara membuat usaha konveksi. Konveksi kebaya, kemeja, kaos, seragam sekolah, celana olahraga, baju pengantin, busana muslim, dan banyak lagi yang lain. Bukan berarti kita harus bisa membuat semua model busana yang ada, namun satu model busana saja yang bisa kita buat dengan baik, sudah bisa kita gunakan memulai usaha konveksi kita. Sedikit berbagi cerita, sekitar tahun 2008 silam saya pernah mencoba membuat usaha konveksi celana 3/4, karena waktu itu pas saya menemukan kain sortir dari pabrik dengan harga yang lumayan murah. Dan itupun hanya 1 warna saja, yaitu hitam. Pertama kali saya mendapatkan kain itu, saya tidak tahu akan saya jadikan apa nantinya. Terus, saya tunjukkan kain yang saya beli tadi ke ayah saya, katanya "buat celana 3/4 saja, nanti motifnya disablon, atau buat celana boxer yang lagi ngetrend sekarang".

Ah, benar juga kata Ayah saya, tanpa pikir panjang saya buat pola celana 3/4 dan celana pendek boxer, terus langsung saya potong semua kain sesuai pola yang saya buat. Setelah semua potongan kain sudah selesai, saya bawa ke tukang sablon dekat rumah, saya browsing pola dan motif dari internet, dan saya sablonkan untuk motif celana 3/4 dan boxer. Setelah menunggu 3 hari, akhirnya proses sablon motif selesai, dan langsung saya kerjakan. Dengan waktu kurang lebih 15 hari saya selesaikan menjahit celana 3/4 dan boxer, dan hasilnya saya memiliki 2 lusin celana 3/4 dan 3,5 lusin celana boxer yang sudah siap jual. Dengan modal kurang dari 1 juta rupiah untuk modal membeli bahan dan perlengkapannya, dalam waktu 1,5 bulan saja saya sudah bisa kembali modal, bahkan masih untung 500ribuan, untuk pemasaran saya titipkan pada teman saya yang berjualan barang konveksian di pasar tradisional, dan sebagian saya titipkan saudara untuk ditawarkan pada teman dan tetangga di kampung. Untuk harga celana 3/4 saya patok Rp. 17500,- per potong dan celana boxer Rp. 12000,- per potong. Memang dalam 1,5 bulan itu belum terjual semuanya, tapi paling tidak sudah bisa kembali modal, lumayan. Itu tadi sedikit cerita yang saya harap bisa Anda sekalian jadikan inspirasi untuk memulai usaha konveksi Anda. Jadi nggak harus modal besar khan? Yang terpenting harus ada kemauan dan kerja keras. Semua materi dalam blog menjahit ini disusun dari pengalaman penyusun sendiri dari hasil kursus menjahit. Artikel-artikel dalam blog ini bukanlah hasil copy paste dari situs lain, namun berasal dari pengalaman penyusun sendiri dan dari beberapa buku teori panduan menjahit. Tidak ada maksud untuk menggurui siapapun, karena saya pribadi juga menyadari kekurangan dan keterbatasan saya, seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya semua pengetahuan menjahit disini ditujukan untuk saling berbagi pengetahuan. Apabila ada kekurangan dan kesalahan maka saya harapkan adanya koreksi dari Anda semua. Saya ucapkan selamat belajar bagi Anda semua yang ingin memiliki keterampilan menjahit busana, dan jangan segan untuk menyampaikan kepada kerabat dan teman-teman tentang blog saya ini. Terima Kasih. Salam. http://kursusmenjahithazanah.blogspot.com

Untuk mempelajari sesuatu tidak lepas dari tersedianya kelengkapan sarana dan prasarana yang mendukung kesuksesan belajar. Begitu juga untuk mempelajari keterampilan menjahit, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan lebih dahulu agar proses belajar bisa berjalan lancar dan memperoleh hasil yang maksimal. Untuk bisa melakukan pekerjaan menjahit busana, maka diperlukan perlengkapan dan peralatan jahit - menjahit. Di bawah ini adalah beberapa peralatan yang harus ada untuk bisa melakukan proses belajar menjahit busana. Peralatan menjahit : 1. Mesin jahit. Melakukan pekerjaan menjahit pada saat ini, sebagian besar sudah dikerjakan dengan menggunakan mesin jahit. Baik mesin jahit klasik yang masih menggunakan pedal kaki, maupun mesin jahit portable yang sudah menggunakan listrik. Ada banyak sekali merk dan jenis mesin jahit yang beredar di pasaran yang bisa dipakai untuk kebutuhan menjahit busana. Mesin jahit pedal yang ada di pasaran biasanya ber-merk Butterfly dan Standards, sedangkan untuk yang portable banyak sekali merk seperti Juki, Janome, Yamata, Typical dan lain-lain. Bisa kita pilih sesuai dengan budget yang kita miliki. 2. Gunting. Untuk memotong bahan atau kain yang akan kita buat sebagai busana, kita harus memiliki gunting khusus kain dengan kualitas logam baja yang bagus, dan untuk menjaga keawetan dan ketajamannya usahakan memakainya hanya untuk memotong kain saja. Sedangkan untuk pekerjaan merapikan dan memotong benang usahakan menyediakan gunting lain. 3. Dedelan (Seam Reaper). Alat dedelan ini sangat berperan ketika digunakan untuk mendedel jahitan atau setikan yang salah secara mudah dan aman. Alat ini sangat praktis digunakan, bahkan saya sendiri selalu menyiapkan alat dedelan ini di samping saya ketika melakukan pekerjaan menjahit di rumah. 4. Penggaris. Bisa menggunakan penggaris mika, tapi untuk lebih baiknya kita pakai penggaris dari logam. Tujuannya agar tidak mudah rusak. Penggaris digunakan untuk menggambar pola busana yang akan kita jahit sesuai dengan ukuran. 5. Pita ukur. Adalah alat ukur berupa meteran berbentuk pita, dengan panjang biasanya 150 cm. Digunakan untuk melakukan pengukuran busana pada orangnya, karena bisa mengikuti bentuk lekuk tubuh yang kita ukur. Usahakan memiliki pita ukur yang tidak mudah mulur, agar pengukuran yang kita lakukan selalu akurat, dan busana yang kita jahit sesuai dengan permintaan. Kelima item di atas mungkin sudah mencukupi untuk menunjang proses b elajar keterampilan menjahit.Sebenarnya masih banyak peralatan menjahit yang belum saya sebutkan, tapi untuk sementara sebagai tahap awal pembelajaran keterampilan menjahit kelima peralatan di atas sudah mencukupi. Apabila ada kekurangan masih bisa kita ganti dengan alat seadanya, yang penting bisa digunakan. Hal ini bertujuan untuk menghemat biaya belajar. Sedangkan untuk kelengkapan menjahit, nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan model busana yang akan dibuat. Untuk praktek menjahit pertama kali carilah bahan kain dari kain perca, pakaian bekas yang sudah tidak dipakai, atau jika memungkinkan kita beli kain kiloan yang harganya relatif murah. Usahakan jangan menggunakan kain kaos, karena kain kaos biasanya relatif sulit dijahit dengan menggunakan mesin jahit biasa. Untuk bisa berhasil menyelesaikan suatu pekerjaan dengan baik, sangat diperlukan adanya alat dan sarana yang lengkap. Begitu juga dalam menjahit busana, hasil yang baik juga turut

ditentukan oleh sarana yang ada, semakin lengkap semakin baik. Berikut di bawah ini adalah beberapa alat menjahit yang sering digunakan dalam konveksi dan tailor : ALAT UKUR. 1. Penggaris siku, digunakan untuk menggambar garis lurus pada pola busana, dan mengukur tinggi batas rok dari lantai. 2. Penggaris kurva, digunakan untuk menggambar pola busana yang berbentuk kurva atau lengkung, seperti lingkar leher, kerung lengan, lingkar panggul, dan lain-lain. 3. Penggaris lurus, untuk menggambar garis lurus pada pola busana. Kalau bisa sediakan yang ada ukuran milimeternya. 4. Pita ukur, alat ukur berupa meteran berbentuk pita, dengan panjang biasanya 150 cm. Digunakan untuk melakukan pengukuran busana , karena bisa mengikuti bentuk lekuk tubuh yang kita ukur. Usahakan memiliki pita ukur yang tidak mudah mulur, agar pengukuran yang kita lakukan selalu akurat, dan busana yang kita jahit hasilnya bisa sempurna. GUNTING. 5. Gunting panjang, sediakan gunting panjang dengan kualitas logam baja yang baik dan gunakan khusus hanya untuk memotong bahan atau kain saja. 6. Gunting kecil, biasa digunakan untuk memotong benang saat pengerjaan busana dengan menggunakan mesin jahit. PERLENGKAPAN JARUM. 7. Jarum mesin dan jarum tangan. Sediakan selengkap mungkin sesuai dengan kebutuhan menjahit kita. Pastikan persediaan jarum sesuai dengan bahan kain yang akan dijahit. 8. Jarum pentul atau pin. Akan sangat berguna untuk membantu pembuatan pola busana, menyatukan bagian-bagian yang akan dijahit, dan juga menyatukan pola busana dengan kain yang akan dipotong. 9. Bantalan jarum, digunakan untuk menancapkan jarum-jarum jahit agar tidak berserakan. Sebelum belajar menggunakan mesin jahit maka kita perlu mengenal bagian-bagiannya lebih dahulu. Di bawah ini akan dijelaskan secara singkat tentang bagian-bagian dari mesin jahit. 1. Roda bagian atas berfungsi untuk menjalankan mesin beserta jarumnya. 2. Pemati roda berfungsi mematikan tekanan jarum.

3. Spasi jarum berfungsi untuk mengatur rapat renggang lompatan jarum atau hasil setikan pada kain.

4. Penyepul berfungsi untuk menggulung benang pada sepul.

5. Pengatur gigi kerja berfungsi untuk menaik turunkan gigi kerja.

6. Kop benang atas berfungsi untuk mengatur kendor dan kencangnya benang bagian atas.

7. Pelatuk mesin berfungsi menarik benang bagian atas.

8. Panderpart zig-zag berfungsi untuk menaik turunkan sepatu mesin dan menjahit zig-zag.

9. Sepatu mesin dipasang pada mesin sesuai dengan kebutuhan menjahit dan digunakan untuk menekan kain yang akan dijahit. 10. Stang sepatu mesin adalah tempat untuk memasang sepatu mesin.

11. Rumah sekoci mesin adalah tempat sekoci dan sepul benang bagian bawah berada.

sumber foto: mesin jahit portable merk Janome Di atas adalah merupakan beberapa bagian penting dari mesin jahit, dimana hal ini perlu menjadi pengetahuan bagi kita yang akan belajar mengoperasikan mesin jahit, agar hasil belajar bisa maksimal. Bagian-bagian yang telah disebutkan di atas hanyalah bagian-bagian penting saja, dan pasti ada pada setiap mesin jahit. Untuk bagian yang lain disesuaikan dengan jenis mesin dan merk masing - masing. Setelah kita mengenal bagian - bagian dari mesin jahit secara garis besar, selanjutnya akan saya bahas beberapa masalah yang sering muncul ketika kita mengoperasikan mesin jahit. Hal ini sangat diperlukan , karena akan sangat membantu jika kita bisa mengatasi sendiri, dan tidak perlu menghabiskan biaya untuk memanggil tukang servis mesin jahit.

Pada dasarnya semua mesin jahit baik yang standard maupun yang portable memiliki bagian dan sistem kerja yang hampir sama. Perbedaannya sedikit, biasanya pada penambahan fungsi operasionalnya saja, hal ini berbeda di tiap tipe dan merek mesin jahit yang ada di pasaran. Menurut pengalaman saya, beberapa masalah yang sering timbul pada saat mengoperasikan mesin jahit adalah : 1. Jarum mesin sering patah. Hal ini biasanya disebabkan oleh beberapa hal, antara lain, Pemasangan jarum mesin yang terlalu rendah. Baut pengencang jarum tidak tepat posisinya atau kurang rapat. Posisi jarum mesin pada setang tidak tepat. Putaran roda atas terbalik saat menjahit. Jarum mesin yang digunakan ukurannya tidak sesuai dengan bahan kain untuk busana yang dijahit. Yang sering terjadi adalah kain yang dijahit tebal dan ukuran jarum mesin yang digunakan terlalu kecil sehingga menyebabkan jarum mesin patah. 2. Hasil jahitan / setikan mesin ruwet (jawa: nyusur). Hasil jahitan / setikan mesin yang ruwet atau nyusur, biasanya disebabkan oleh beberapa hal, Kop benang bagian atas lepas, terlalu kendor, atau mungkin setelannya kurang rapat. Gulungan benang pada sepul yang tidak rata. Benang sepul tidak masuk dengan sempurna pada sekoci. Setang atau tangkai jarum mesin yang terlalu tinggi. Sepatu mesin tidak diturunkan ketika menjahit. 3. Benang atas sering putus. Penyebabnya adalah, Setelan kop benang atas yang terlalu rapat. Pemasangan jarum mesin pada setang terbalik. Pemasangan benang pada jarum mesin tidak tepat posisinya. Ujung jarum mesin yang sudah tumpul. Lobang jarum pada dek mesin jahit sudah mengalami keausan. Benang terjepit pada tempatnya. Posisi jarum mesin yang tidak center / jarum mesin yang sudah bengkok. 4. Hasil jahitan kendor / setikan mesin jahit pada kain terlihat tidak rapat. Seringkali ketika kita menjahit, hasil jahitan pada kain terlihat tidak rapat atau kendor, sehingga busana yang dijahit hasilnya juga kurang baik. Kejadian sepereti ini biasanya disebabkan oleh, Jika jahitan atas yang terlihat kendor, berarti penyebabnya adalah benang pada sepul dalam sekoci kurang rapat. Dengan kata lain jika jahitan atas yang terlihat kendor berarti benang yang bagian bawah yang bermasalah. Solusinya adalah dengan mengencangkan baut sekoci. Dan sebaliknya, jika jahitan bawah yang kendor maka benang bagian atas yang bermasalah. Solusinya adalah dengan mengencangkan setelan pada kop benang bagian atas. Tidak menutup kemungkinan, banyak masalah - masalah teknis lain yang berkenaan dengan pengoperasian mesin jahit. Semoga apa yang telah saya sampaikan ini bisa sedikit membantu dan menambah pengetahuan kita. Saran , kritik, dan komentar akan sangat membantu kita semua untuk lebih menguasai keterampilan dalam menjahit dan membuat busana.

TIPS : Sebelum melakukan pekerjaan menjahit busana, ada baiknya mencoba hasil setikan mesin jahit pada kain perca. Jika dirasa hasil setikan sudah baik, baru kita mulai kegiatan menjahit kita.

Cara Menggunakan Mesin Jahit


1. Belajar menggenjot mesin 1. Sekoci dan jarum dilepas 2. Kedua kaki berada di atas pijakan kaki 3. Tangan kanan memutar roda mesin ke badan 4. Roda mesin berputar, kedua kaki bergerak mengikuti gerak yang semestinya 5. Kita mulai menggenjot injakan pelan-pelan ke depan dan ke belakang bolak-balik dan tangan pada roda dilepaskan 6. Belajar terus hingga putaran roda mesin teratur dan tidak bolak-balik. 2. Belajar menjahit 1. Pasang jarum pada kaki pemegang jarum 2. Tanpa menggunakan benang,mulai belajar menjahit di kertas. Mula-mula menjahit lurus, kemudian belajar menjahit belok dan menyudut. Elajarlah terus sampai lancar. 3. Pasang benang pada jarum dan pasang sekoci berisi palet pada wadah sekoci. 4. Cari potong-potongan kain. Mulailah praktik menjahit. Mula-mula menjahit lurus kemudian menjahit belok dan menyudut. Berlatihlah terus sampai lancar 5. Setelah dapat menggunakan mesin dengan baik, kamu dapat belajar menjahit kainkainkecil seperti lap, kantong tempat koran, dan lain-lain Sebelum belajar menjahit, alangkah sebaiknya belajar: 1. Cara menggulung benang pada palet untuk memudahkan menggulung benang pada palet, biasanya terdapat alat khusus yang terdapat pada badan mesin jahit dekat roda putar mesin jahit 2. Roda penekan pada mesin jahit dikendurkan supaya jarumnya tidak bergerak 3. Benang pada kelosan dililitkan pada palet, memasukkan palet pada alat untuk menggulung benang 4. Alat untuk menggulung benang diketatkan injakkan digenjot sambil memperhatikan arah menggulung benang 5. Isi palet dengan benang tidak terlalu penuh 6. Jangan lupa setelah mengisi palet roda penekan dikencangkan kembali 7. Cara memasang palet pada sekoci Palet yang berisi benang dimasukkan dalam sekoci Ujung benang ditarik melalui bawah per penekan benang pada sekoci. 8. Cara memasang dan mengeluarkan sekoci 9. Sekoci yang telah berisi palet ditarik bagian bawahnya Pegang sekoci di antara ibu jari dan telunjuk kemudian mesukkan sekoci pada tempat sekoci, sampai pas Untuk mengeluarkan sekoci dari tempatnya, yaitu dengan cara: o Jarum berada di atas o Klep pada palet dibuka, kemudian dipegang antara ibu jari dan telunjuk, sekoci ditarik keluar dari tempatny Pasang benang atas dengan cara: 1) Benang dalam kelos disimpan pada tiang tempat benang. Tarik benang tersebut dan masukkan pada penyangkut benang yang pertama 2) Dari penyangkut benang pertama, benang dimasukkan pada bulatan penekan benang (3,4,5) 3) Kemudian benang tersebut ditarik ke atas dan dimasukkan pada lubang penyangkut benang kedua (pelat benang) (6) 4) Dari penyangkut benang kedua benang dimasukkan ke lubang benang yang menempel pada pengyangkut benang ketiga (7)

5) Selanjutnya, sebelum dimasukkan ke lubang jarum, benang disangkutkan dulu pada kawatyang terletak pada bagian atas tempat jarum jahit 6) Terakhir, masukkan benang ke lubang jarum mesin jahit Untuk mengeluarkan benang bawah ke atasnya: 1) tiang untuk menaikkan dan menurunkan sepatu diturunkan ke bawah 2) benang atas yang telah dimasukkan ke lubang jarum, dipegang kuat. Injakan mesin digerakkan sehingga jarum ke bawah. Gerakkan lagi injakan mesin sampai jarum tadi naik lagi ke atas sambil membawa benang ke bawah. Referensi: Affandi, Lisyani. 2006. Piranti Menjahit. Jakarta: azka Press. Cara Mengatasi Benang Mesin Jahit Yang Sering Putus Banyak sekali dari kita para penjahit yang menemui berbagai masalah ketika menggunakan mesin jahit. Salah satunya adalah masalah benang yang sering putus, entah itu benang bagian atas maupun bagian bawah. Menurut pengalaman saya, masalah ini bisa disebabkan oleh beberapa hal antara lain, 1. Setelan pengatur kerapatan benang bagian atas yang terlalu rapat, solusinya harus dicek ulang dan dikendorkan setelannya pada mesin jahit. 2. Pemasangan benang pada mesin jahit kurang tepat, atau ada posisi benang yang terjepit atau tidak pada tempatnya. Coba periksa penempatan benang bagian atas apakah sudah pada jalur dan tempatnya atau belum. 3. Posisi jarum mesin jahit yang tidak tepat/terbalik. Jika posisi jarum mesin tidak tepat atau terbalik bisa menyebabkan benang bagian atas putus ketika digunakan menjahit. Solusinya adalah mengecek apakah posisi jarum mesin pada tangkainya sudah tepat atau belum, jika tidak tepat atau terbalik maka lepas jarum mesin dari tangkainya dan pasang kembali sesuai dengan posisinya yang benar. jarum mesin memiliki kepala jarum dengan bentuk setengah lingkaran di bagian depan, dan datar pada bagian belakang. Biasanya penempatan jarum mesin yang benar adalah bagian depan menghadap ke kita saat pemasangan atau berada dibagian luar, dan bagian belakang yang datar menempel pada jalur yang ada pada tangkai jarum atau berada di dalam. 4. Jika benang pada sekoci yang sering putus, berarti setelan kerapatan pada sekoci terlalu rapat, jadi harus dikendorkan. 5. Yang terakhir, menurut pengalaman saya adalah karena kualitas benang yang kurang bagus, memang hal ini sangat jarang terjadi, namun hal ini mungkin saja terjadi. Bisa saja ketika kita membeli benang, yang kita beli itu ternyata benang stok lama dan kualitas serta kekuatan benangnya sudah menurun. Itu tadi beberapa hal yang menyebabkan masalah benang yang sering putus saat kita menggunakan mesin jahit. Menggunakan atau mengoperasikan mesin jahit tidak dibutuhkan keahlian khusus, yang diperlukan adalah kemauan dan fokus dalam belajar. Sebenarnya belajar menggunakan mesin jahit, apapun merknya prinsipnya sama saja. Suatu contoh, ingat nggak ketika waktu kecil dulu kita belajar naik sepeda? Nah, prinsipnya sama, yang penting harus ada kemauan yang keras dari diri kita. Untuk belajar menggunakan mesin jahit yang harus kita lakukan adalah : 1. Mengenali merk mesin jahit yang kita miliki, tujuannya agar memudahkan kita dalam mencari informasi panduan manual dari mesin jahit kita. 2. Belajar mengenali bagian-bagian dari mesin jahit yang kita miliki. Pada dasarnya semua merk mesin jahit memiliki bagian-bagian utama yang sama, hanya berbeda letak dan penempatannya. Untuk contoh nama bagian-bagian mesin jahit anda bisa baca dan pelajari di postingan Mengenal Mesin Jahit

3. Setelah akrab dan kenal dengan mesin jahit, maka kita coba menjalankan mesin jahit kita. Untuk belajar mengoperasikan mesin jahit, jarum mesin jangan dipasang dulu. 4. Kalau mesin jahit yang kita miliki adalah mesin jahit kayuh atau yang ada pedalnya, maka pastikan kayuh atau pedal mesin sudah terpasang dengan baik. Jika sudah, anda bisa coba menggerakkan mesin jahit atau mengayuh dengan menggunakan kaki anda. Lakukan hal ini sampai anda merasa lancar dan terbiasa. 5. Kalau mesin jahit anda termasuk yang portable, atau menggunakan motor listrik (dinamo) maka pastikan semua sambungan kabel dan pedal saklar terpasang dengan baik. Jika sudah, silakan anda coba menekan pedal saklar perlahan-lahan dulu, jangan diinjak penuh. Bayangkan saja pedal mesin jahit ini seperti pedal gas pada mobil. Jadi kita bisa mengatur kecepatan mesin jahit sesuai keinginan kita. Lakukan hal ini terusmenerus sampai anda terbiasa dan mahir. Untuk saat ini cukup itu dulu, selanjutnya tentang belajar menggunakan mesin jahit akan saya postingkan sekalian dengan praktek menggunakan bahan. Sukses buat anda semua. Praktek Mengoperasikan Mesin Jahit Untuk kali ini, saya akan coba jelaskan cara praktek dasar mengoperasikan mesin jahit. Jika kita ingin menjahit busana menggunakan mesin jahit tentunya kita harus terbiasa dengan mesin jahit yang kita miliki. Bukan hanya mengoperasikan, namun mengenali bagian-bagiannya juga penting sekali, untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu terjadi masalah kita bisa mengatasinya. Pada postingan Lancar Menjahit dengan Mesin Jahit telah saya jelaskan praktek awalnya. Nah, sekarang kita coba praktek mengoperasikan mesin jahit menggunakan bahan, maksudnya menjahit diatas kain... : ) Sebelum praktek, kita siapkan dulu alat dan bahannya : 1. Siapkan kain, motif dan ukuran terserah selera masing-masing. Tidak usah menggunakan kain yang baru, jika ada bahan yang tidak dipakai bisa kita gunakan. Atau bisa juga pakaian bekas, asal bukan pakaian tetangga, he he he he.... 2. Sediakan gunting, kalau bisa 2 pasang, gunting kecil satu pasang dan gunting besar 1 pasang. 3. Siapkan jarum mesin no. 11 atau no. 12, usahakan kain yang dipakai praktek jangan terlalu tebal. Jadi, kita sesuaikan dengan jarum mesin yang kita gunakan. 4. Benang, warna sesuai selera, jika bisa samakan dengan warna bahan/kain. Ok, jika sudah kita pasang dulu jarum mesin dan benangnya, jangan lupa mengisi benang sekoci dan pasang pada rumahnya dengan tepat, untuk cara pemasangan bisa dilihat di bawah. Cara memasang jarum mesin : 1. Ambil jarum mesin yang akan dipasang. 2. Buka pengunci jarum mesin pada mesin jahit. 3. Masukkan jarum mesin pada tangkai jarum pada mesin jahit. 4. Masukkan pengunci jarum lewat bawah, dan pasang kemudian rapatkan baut penguncinya. Cara memasang benang, bisa dilihat pada gambar di bawah ini : Cara pemasangan benang pada mesin jahit mungkin agak berbeda pada tiap tipe mesin jahit, namun pada dasarnya semuanya sama, tinggal bagaimana kretifitas kita gunakan semaksimal mungkin. Biasanya untuk instruksi pemasangan benang sudah ada pada buku manual mesin jahit. Selanjutnya, kita akan langsung praktek menjahit pada kain, dengan mengikuti lagkah-langkah di bawah ini :

1. Siapkan kain, potong menjadi bentuk kotak atau persegi panjang, atau lebih baik lagi persegi. Usahakan memotong kain serapi mungkin. 2. Siapkan gunting untuk keperluan memotong benang, letakkan dekat dengan posisi kita menjahit. 3. Periksa kelengkapan mesin jahit sebelum digunakan, pastikan semuanya sudah terpasang dengan baik. Mulai dari benang, jarum mesin, sekoci, sambungan listrik, jika menggunakan mesin jahit portable, dan pedal jika menggunakan mesin jahit kayuh. 4. Letakkan kain yang akan dijahit di bawah tangkai mesin dan turunkan tangkai mesin untuk menjepit kain pada meja mesin. 5. Jalankan mesin perlahan-lahan, sambil memegangi kain. Lakukan jahitan lurus terlebih dahulu. Ulangi lagkah ini sampai kita bisa menjahit lurus pada kain. 6. Jika sudah terbiasa, kita bisa berlatih menjahit kurva, lingkaran, segitiga, berbelok, dan lain-lain. Latiha dapat kita lakukan sendiri sesuai dengan keinginan kita, dan harus kita lakukan sampai kita benar-benar bisa. Nah, sedikit yang saya sampaikan ini saya harap mampu membantu anda semua mempelajari keterampilan menjahit. Sesuai dengan amanat mendiang ibu saya, ringankan tanganmu untuk membatu orang lain, dan amalkan apa yang kamu bisa walaupun itu hanya satu huruf. Semoga apa yang saya sampaikan di blog ini membawa manfaat bagi kita semua. Membuat busana yang baik Untuk menjahit busana yang baik diperlukan keterampilan dan pengetahuan menjahit yang baik pula. Dalam belajar menjahit busana, ada empat hal penting yang harus diperhatikan untuk menghasilkan busana atau pakaian yang baik dan sempurna. Keempat hal ini antara lain : 1. Model busana. Model busana yang dipilih, biasanya disesuaikan dengan warna kulit pemakainya, waktu dan kondisi atau dalam hal ini disesuaikan dengan event yang akan dihadiri. Biasanya pemilihan model busana juga berdasarkan pada trend yang berlaku saat itu. 2. Bahan / Kain yang akan dijadikan pakaian. Pemilihan dan penggunaan bahan dapat membuat perbedaan besar dalam setiap pakaian yang akan dijahit. Pemilihan warna dan corak yang tepat akan menentukan juga pada keindahan dan kesempurnaan busana atau pakaian kita. 3. Cara pengukuran. Kesempurnaan pakaian atau busana yang akan dijahit juga sangat ditentukan oleh metode pengukuran badan yang akurat. Dimana nantinya akan menentukan hasil gambar pola konstruksi busana yang akurat, dan pada akhirnya busana atau pakaian yang jadi sesuai dengan keinginan kita. 4. Cara memotong bahan dan menjahit. Jika akan memotong dan melakukan pekerjaan menjahit kain untuk busana yang akan dibuat, perhatikan panjang dan lebar kain, lajur dan corak kain.Sedangkan cara menjahit yang benar harus selalu diterapkan dalam setiap pengerjaan busana. Untuk cara menjahit yang baik tentunya tidak dapat dijelaskan hanya dengan tulisan atau teori saja, tetapi akan lebih baik lagi dengan melakukan lebih banyak praktek . Keempat hal di atas sangat berpengaruh dalam proses menjahit pakaian. Dengan menerapkan keempat hal di atas diharapkan mendapatkan hasil busana yang sempurna. Para penjahit dan perancang busana di seluruh dunia pun pasti tidak akan meninggalkan keempat poin di atas. Dan bagi pemula seperti kita empat hal ini harus selalu kita ingat dan menjadi perhatian kita dalam belajar menjahit, agar memperoleh hasil yang memuaskan. Dasar Pengetahuan Pola Busana

Konstruksi pola busana terutama wanita, adalah satu mata pelajaran di bidang studi Tata Busana yang merupakan inti dari pengetahuan tentang pembuatan pola. Karena tanpa pola, pembuatan busana tidak akan menjadi sempurna. Menurut sejarah pakaian, asal mulanya manusia mengenakan pakaian berupa sehelai kain berbentuk segi empat. Pada tengahnya diberi lubang untuk kepala, sehingga sehelai kain itu dapat jatuh ke badan. Peninggalan dari bentuk pakaian tersebut sekarang dinamakan baju kurung, tetapi bagian sisi dibentuk jahitan memanjang ke lengan dengan bentuk ketiak membulat. Kemudian berkembang menjadi baju kaftan, yakni bagian tengah muka terbuka, karena baju kurung dibelah dari leher terus ke bawah. Yang sekarang dikenal di Indonesia dengan nama baju Kebaya, hanya pada kaftan mempunyai lengan setali, sedangkan kebaya tidak; kebaya bayi mempunyai lengan setali tetapi memakai gir. Bentuk pakaian yang sederhana sekali ialah sehelai kain yang panjang dan dibelitkan ke badan, sehingga menjadi pakaian bungkus. Pada masa kini masih terlihat pakaian semacam itu seperti pakaian sari dari India dan kain panjang dari Indonesia. Kemajuan zaman menuntut suatu bentuk yang lebih feminin yang harus ditonjolkan dari kaum hawa, dan untuk itu maka mode-mode kaum bangsawan zaman dulu diambil guna menciptakan mode garis empire dan garis prinses, dimana lipit kup dapat dimasukkan, sehingga bentuk buah dada yang merupakan keistimewaan kaum wanita bisa lebih menonjol. Untuk mewujudkan hal ini maka diperlukan pembuatan pola yang akurat dan sesuai ukuran.Pada saat seperti itulah kegunaan 'pola busana' sangat diperlukan. Pattern atau Pola, dalam bidang jahit-menjahit adalah suatu potongan kain atau kertas, yang dipakai sebagai contoh untuk membuat baju, ketika bahan atau kain dipotong. Potongan kain atau kertas tersebut mengikuti ukuran bentuk badan tertentu. Fungsi pola busana ini sangat penting bagi seseorang yang ingin menjahit pakaian dengan bentuk serasi mengikuti lekuklekuk tubuh, serta membuat potongan-potongan lain, dengan bermacam-macam model yang dikehendaki. TERWUJUDNYA POLA BUSANA Bila sehelai kain muslin atau kertas dilangsaikan pada boneka-jahit, kita perlu membuat beberapa lipit agar bahan yang datar itu bisa mengikuti bentuk badan. Lipit bentuk yang terjadi disebut lipit kup atau lipit pantas. Kemudian pada tempat-tempat seperti kerung lengan, kerung leher, dan garis pinggang, digunting tepat menurut bentuknya. Sambungan pada bahu dan sisi disebut juga garis bahu dan garis sisi. Jiplakan bentuk badan ini menjadi pola dasar pakaian, cara memperoleh pola yang demikian disebut juga memulir dan atau drapping. POLA KONSTRUKSI Selanjutnya timbul pemikiran orang untuk menggambar pola dengan konstruksi. Badan seseorang diukur dengan menggunakan pita ukur. Ukuran-ukuran diperhitungkan secara matematis dan digambar pada kertas sehingga tergambar bentuk badan muka, belakang, lengan, rok, kerah dan sebagainya. Kedua cara mewujudkan pola tersebut di atas adalah dasar dari pembuatan pola-pola busana. Untuk mengambil ukuran dari berbagai ahli konstruksi ada bermacam-macam,begitupun jumlah ukuran yang diambil tidak sama. Demikian sedikit keterangan untuk membantu kita memahami dasar-dasar dari pembuatan pola busana.

Ukuran dan cara mengambil ukuran = FASHION BUSANA WANITA = Sampai saat ini belum ada penjelasan yang mendetail mengenai teknik pembuatan busana. Dalam menjahit busana sebenarnya yang terpenting adalah menemukan metode sendiri yang bisa kita gunakan untuk mempermudah pekerjaan kita dalam menjahit busana, dengan harapan memperoleh hasil yang terbaik. Semua busana berasal dari pembuatan pola yang sempurna, dan begitu juga pola yang sempurna diawali dengan pengukuran yang akurat. Untuk menggambar pola konstruksi memerlukan berbagai macam ukuran badan. Jenis ukuran yang diperlukan serta cara mengambilnya. Yang biasanya digunakan adalah metode pola konstruksi DRESSMAKING, karena biasanya metode ini mudah dipahami oleh pemula. Pola konstruksi busanapola konstruksi dan busana nantinya bisa berhasil dengan baik. Berikut adalah cara mengambil ukuran badan wanita, kebanyakan dan hampir seluruhnya adalah ukuran dari badan wanita, kenapa ? Karena badan wanita mempunyai bagian-bagian yang sangat kompleks dan memerlukan pengukuran yang akurat agar pembuatan pakaian atau busana bisa berhasil dengan sempurna. Ikatlah seutas tali ban (tali pita) atau ban elastik kecil melingkar pada pinggang sebagai batas badan atas dan bawah. Cara Pengukuran : Lingkar Leher (LL) Caranya adalah dengan mengukur sekeliling pada batas leher, dengan meletakkan jari telunjuk di lekuk leher. Lingkar Badan (LB) Diukur pada sekeliling badan atas yang terbesar , melalui puncak dada, ketiak, dan punggung. Posisi pita ukur atau meteran pada badan belakang atau punggung harus datar dari ketiak sampai ketiak. Diukur pas dahulu, kemudian ditambah 4 cm, atau diselakan 4 jari. Lingkar Pinggang (LP) Diukur pas mengelilingi pinggang, kemudian ditambah 1 cm, atau diselakan 1 jari. Untuk pinggang ban rok dan slack biasanya dikurangi 1 cm. Lingkar Panggul (LPG) Diukur mengelilingi badan bawah terbesar , ditambah 2 cm sebelah atas puncak pantat/ bokong dengan posisi meteran datar. Diukur pas dahulu, kemudian ditambah 4 cm atau diselakan 4 jari. Tinggi Panggul (TPG) Diukur dari bawah ban elastic atau tali pita dibawah pinggang, sampai di bawah ban sentimeter di panggul. Panjang Punggung (PPu) Diukur dari tulang leher yang menonjol di tengah belakang lurus kebawah sampai di bawah ban elastis pada pinggang Lebar Punggung (LPu) Diukur 9 cm di bawah tulang leher yang menonjol atau pertengahan jarak bahu terendah dan ketiak dari batas lengan kiri sampai lengan kanan. Membuat Saku Tempel Kemeja

Kali ini mari kita praktek membuat dan menjahit saku kemeja. Itu lho! saku depan kemeja, sambil kita berlatih agar lebih lancar menjahit dengan mesin jahit. Kedengarannya sih sepele, tapi saku juga sangat menunjang dalam keindahan dan kesempurnaan busana yang kita buat, karena menjahit saku pun ada cara dan trik tersendiri yang harus dilakukan. Sebenarnya, dalam aplikasi busana, saku sangat banyak sekali macam dan bentuknya, namun kali ini kita akan praktek membuat saku tempel depan kemeja. Membuat saku tempel adalah kesukaan saya, selain karena sangat mudah dan simpel, tapi bentuk dan modelnya juga bisa sangat bervariasi sesuai dengan kreatifitas kita masing-masing. Untuk bahan kain membuat saku tempel, kita carikan saja kain perca, jadi nggak harus beli. Tapi, kalu memang tidak ada, kita beli kain kiloan saja. Berikut alat dan bahan yang perlu disiapkan : 1. Siapkan kain saku dengan ukuran 20cm persegi 1 lembar. 2. Siapkan kain aplikasi atau pengganti kemeja, dengan ukuran 30cm-40cm persegi 1 lembar. 3. Benang jahit, warnanya kalu bisa disamakan dan disesuaikan dengan warna kain. 4. Jarum mesin No. 11 atau No. 12. 5. Peralatan lain, seperti gunting, pita ukur, dedelan, pinset dan lain-lain. Langkah kerja : 1. Buat pola saku seperti gambar di bawah ini.

2. Letakkan pola di atas kain, tusuk dengan jarum pentul supaya tidak bergerak, kemudian potong dengan memberikan kampuh, atau kelebihan seperti gambar di bawah ini.

3. Ukuran yang tertera di atas adalah lebar kampuh, dan instruksi pengguntingan pada garis putus-putus seperti tampak pada gambar di atas. 4. Setelah kain dipotong sesuai dengan pola saku, kemudian lipat tepat pada garis kampuh kemudian press dengan seterika, sehingga berbentuk sama persis dengan pola saku. 5. Jika sudah dipress dengan seterika, sekarang letakkan di atas kain aplikasi atau pengganti kemeja, tusuk dengan jarum pentul agar tidak bergerak. 6. Jika sudah, sekarang tinggal menjahitnya saja. Cara menjahitnya, letakkan potongan kain yang sesuai dengan pola saku pada kain aplikasi/kemeja.Pertama jahit membujur bagian atas saku dengan kampuh lebar/jahitan lurus, kemudian jahit mengikuti bentuk pola saku tepat pada pinggiran kain saku. Lihat gambar di bawah ini.

Nah, rekan-rekan sekalian itu tadi sekilas tentang cara membuat dan menjahit saku depan pada kemeja. Hal ini nantinya akan sangat membantu ketika kita sudah sampai pada pelajaran menjahit kemeja pria. Jadi, silahkan dicoba sampai anda benar-benar mahir. Mohon maaf jika pelajaran ini kurang lengkap,karena memang untuk saat ini materi pelajaran menjahit hanya bisa saya sampaikan dalam bentuk artikel dan gambar saja. Semoga saja nanti saya bisa memberikan materi yang lengkap dan lebih jelas, saya sih berharap bisa segera memiliki handycam jadi nanti materinya bisa dalam bentuk video juga, bisa lebih mantap. Jika ada yang kurang jelas, tinggalkan komentar saja, nanti Insya Allah akan saya follow-up secepat mungkin. Semoga bermanfaat.

== Busana Kemeja Pria == Metode Pengukuran Pada artikel kali ini akan membahas tentang metode pengukuran busana kemeja pria. Dulu, waktu masih kursus menjahit, kemeja pria adalah materi praktek busana yang pertama kali saya dapatkan. Untuk busana ini termasuk paling mudah dalam pengerjaannya, dibandingkan dengan blous atau kemeja untuk wanita. Hal ini dikarenakan metode pengukuran pada badan pria lebih simpel daripada pengukuran untuk badan wanita. Bagi penjahit sekalian yang masih belajar cara menjahit, bisa mulai praktek dengan materi ini. Untuk bahan kain kemeja silahkan dipilih sesuai selera masing-masing, dan tidak perlu membeli bahan kain yang terlalu mahal harganya, karena toh ini masih dalam tahap belajar. Pengukuran badan nantinya akan digunakan untuk pedoman menggambar pola kemeja yang akan kita jahit. Dengan melakukan praktek pengukuran kita bisa lebih mengerti dan memahami bagaimana busana yang baik dibuat. Metode pengukuran yang saya sampaikan ini, hanyalah berdasarkan pengalaman saya selama ini. Jika pembaca sekalian memiliki metode lain dalam pengukuran akan lebih baik lagi. Saya kira untuk metode pengukuran pada prinsipnya sama, jadi tinggal bagaimana kreatifitas membimbing kita. I. Persiapan. Siapkan alat ukur yang akan digunakan, dalam hal ini pita ukur standard dengan panjang 150 cm. Cari subjek / orang yang akan kita ukur badannya, bisa teman, saudara, tetangga, atau orang lain. Putuskan terlebih dahulu model kemeja yang akan kita buat. Apakah itu kemeja lengan pendek, atau kemeja lengan panjang. Hal ini bisa kita lakukan dengan mencari referensi baik lewat media cetak dan elektronik, atau model kemeja yang trend yang pernah kita lihat di toko-toko di tempat kita. Untuk pedoman ukuran bisa kita gunakan tabel di bawah ini. Poin Pengukuran S M L XL Panjang kemeja 62 67 75 80 AB 25 27 30 33 Pundak 42 44 48 50 Bahu 13 15 17 19 Lengan 24 26 27 28 Lingkar Ujung Lengan 32 36 40 42 Leher 40 42 45 48 Lingkar Badan 80 86 90 94 Catatan: - Ukuran di atas berdasarkan pada standard ukuran badan pria dewasa. - Ukuran lengan adalah untuk kemeja lengan pendek. - Ukuran dalam cm. Tips : untuk ukuran yang lebih akurat, saya sarankan kita lakukan pengukuran sendiri pada badan orang yang akan kita buatkan kemeja, ini bertujuan agar kita lebih handal dalam melakukan pengukuran dan bisa menentukan hasil akhir dari busana yang akan kita jahit. II. Cara Pengukuran Kemeja Pria. Berikut adalah item dan urutan, serta langkah - langkah pengukuran kemeja pria. 1. Panjang kemeja : di ukur pada pangkal leher samping ke bawah sampai dengan panjang yang dikehendaki.

2. Lingkar badan : diukur melingkar pada badan yang terbesar melewati bawah ketiak. 3. Lebar pundak : diukur dari batas bahu belakang kiri sampai dengan bahu belakang kanan dengan turun dari pangkal leher belakang kurang lebih 8 cm. 4. Lebar bahu : diukur dari batas leher samping sampai dengan batas bahu. 5. Panjang lengan (untuk kemeja lengan pendek) : diukur dari batas bahu sampai dengan panjang yang dikehendaki (kurang lebih 4-5 cm di atas siku). 6. Panjang lengan (untuk kemeja lengan panjang) : diukur dari batas bahu sampai dengan panjang yang dikehendaki. 7. Lingkar ujung lengan : - diukur melingkar pada batas ujung lengan kemeja, untuk lengan pendek. - diukur melingkar pada batas ujung lengan kemeja + 2 cm. 8. Lingkar leher : diukur melingkar pada leher dengan turun pada lekuk leher depan + 6 cm. Untuk lebih memudahkan kita, bisa kita lihat gambar pengukuran badan pria di bawah ini.

Nah, demikian metode pengukuran busana kemeja pria. MENGGAMBAR POLA BUSANA Pada posting sebelumnya telah kita bahas cara mengambil ukuran badan pria dewasa, dan saya harapkan penjahit sekalian sudah mempraktekkannya. Dalam menjahit busana, untuk menghasilkan busana yang sesuai dengan keinginan maka setiap proses harus dilakukan dengan seksama dan berurutan. Metode apapun yang kita gunakan dalam menjahit busana, bukanlah suatu masalah namun hanya perbedaan cara saja. Yang terpenting, adalah hasil akhir yang kita peroleh sesuai dengan harapan dan keinginan. Dalam pekerjaan menjahit metode apapun boleh digunakan, yang penting kita bisa menghasilkan busana yang sempurna sesuai keinginan kita. Setelah kita bisa melakukan pengukuran untuk busana kemeja pria, selanjutnya mari kita pelajari cara menggambar pola busana dari hasil pengukuran yang telah kita lakukan. Untuk menggambar pola busana yang baik, diperlukan kesabaran dan pemahaman yang mendalam. Jika menemukan kesulitan dalam menggambar pola busana, silahkan penjahit sekalian meninggalkan komentar di blog ini, saya janji aka saya bantu sebisa mungkin. Toh, adanya blog ini memang bertujuan untuk berbagi ilmu, dan saling mengajarkan, jadi jangan khawatir, saya yakin pasti akan ada banyak orang yang mau membantu. Sebelum mulai menggambar pola busana, harus kita persiapkan alat dan bahan yang akan

digunakan untuk menggambar. Berikut di bawah ini adalah alat dan bahan yang biasa saya gunakan untuk menggambar pola busana : 1. Pensil dua warna, biasanya berwarna biru dan merah. Pensil ini bisa kita beli di toko peralatan menjahit maupun di toko alat-alat tulis. 2. Kertas karton atau manila warna putih, namun jika kita ingin berhemat bisa kita gunakan kertas koran bekas. 3. Spidol atau ballpoint. 4. Penggaris lurus, saya biasa menggunakan penggaris dengan panjang 60 cm. 5. Gunting, untuk menggunting pola busana yang sudah jadi. 6. Lem kertas / isolasi, untuk menyambung kertas pola busana, jika kurang besar / panjang. Jika semua alat dan bahan sudah kita siapkan, maka saatnya bagi kita mulai menggambar pola busana kemeja pria yang akan kita jahit nantinya. Berikut di bawah ini akan saya jelaskan cara menggambar pola kemeja pria. Untuk pedoman ukuran yang saya pakai adalah kemeja dengan ukuran M. Ukuran : 1. Panjang kemeja : 67 cm. 2. Lingkar badan : 86 cm. 3. Lebar pundak : 44 cm. 4. Lebar bahu : 15 cm. 5. Panjang lengan : 26 cm. 6. Lingkar ujung lengan: 36 cm. 7. Lingkar leher : 42 cm. A. Pola Dasar Semua pola busana digambar dari pola dasar. Pola dasar sendiri adalah gambar pola dari ukuran asli badan si pemakai busana. Dari pola dasar ini, nantinya akan kita kembangkan menjadi pola depan dan pola belakang busana yang akan kita jahit. Di bawah ini adalah urutan cara menggambar pola dasar busana kemeja pria. 1. A-C : Panjang kemeja = 67 cm. 2. A-B = C-D : Lingkar badan + kelonggaran + 1,5 cm (untuk tempat kancing). : 86/4 + (+ 5 cm) + 1,5 cm = 28 cm. 3. A-E = B-F = pundak + kelonggaran (+ 3 cm) = 44/2 + 3 = 25 cm. 4. A-A1 = B-B1 = turun bahu = + 4 cm. 5. E-G = F-H = E-C naik 3 cm. 6. A-I : ke kanan 1,5 cm untuk garis kancing. B. Pola Muka Dari pola dasar di atas, kita lanjutkan menggambar pola depan kemeja sesuai dengan urutan di bawah ini. - A-1 = A-2 = 1/6 lingkar leher + 1,5 cm = 8,5 cm. - Hubungkan titik 2 dengan garis kancing lurus titik 1 (titik x di tengah-tengahnya). - Gambar titik x1 dari titik x dengan jarak 1 cm. - 2-3 = lebar bahu = 15 cm, gambar melewati garis A1-B1. - 3-4 tegak lurus dengan E-F. - Titik S di tengah-tengah 3-4 lalu turun 1 cm. - S-S1 ke arah kiri kurang lebih 1 cm. - E-E1 naik kurang lebih 4,5 cm untuk garis saku. Catatan : bagian kiri saku agak dinaikkan sedikit kurang lebih 2 mm bertujuan untuk menghasilkan kesan lurus pada saku. C. Pola Belakang

Jika pola depan kemeja sudah selesai, maka selanjutnya kita gambar pola belakang kemeja sesuai urutan di bawah ini. - I-K naik kurang lebih 5 cm. - Gambar titik L di tengah-tengah I K. - K-5 = 1/6 lingkar leher = 42/6 = 7 cm. - 5 6 sejajar dengan 2 3 = lebar bahu = 15 cm. Supaya lebih jelas, di bawah ini saya beri contoh gambar pola busana sesuai dengan ukuran pola busana di atas.

Nah, itu tadi cara menggambar pola depan dan pola belakang pada busana kemeja pria, pada artikel selanjutnya kita akan coba bahas cara menggambar pola lengan dan pola kerah pada kemeja. Cara Menggambar Pola lengan Sesuai dengan janji saya pada artikel sebelumnya, maka setelah selesai menggambar pola depan dan pola belakang kemeja, kita lanjutkan dengan menggambar pola lengan dan kerah kemeja. Artikel ini sengaja saya pisahkan dengan artikel sebelumnya, hal ini untuk memudahkan kita dalam belajar dan memahami cara menggambar pola busana dengan baik. Pola lengan kemeja pada busana pria ada dua macam, yaitu pola lengan pendek dan lengan panjang. Dalam bahasan kali ini yang akan saya bahas adalah cara menggambar pola lengan pendek pada busana kemeja pria. Sedangkan untuk pola lengan panjang akan kita bahas pada kesempatan yang lain. Nah, untuk kali ini kemeja lengan pendek akan menjadi bahan praktek kita selanjutnya. Sebagai persiapan bahan dan alat menggambar pola lengan pendek adalah sama dengan artikel sebelumnya, jadi yang kita perlu lakukan tinggal menggambar polanya saja. Di bawah ini adalah contoh ukuran dan urutan cara menggambar yang saya ambil untuk pola lengan pendek pada kemeja. Pola Lengan Pendek. 1. A - B = panjang lengan = 26 cm. 2. A - C = B - D = (A - E atau B - F pada kemeja) - 1,5 cm = 23,5 cm.

3. 4. 5. 6. 7. 8.

C - 1 = 1/3 A - C + 2 cm. B - 2 = 1/2 lingkar ujung lengan. Hubungka titik A dengan titik 1. A - 1 dibagi 3 sama panjang. Y - 1 dibagi 3 sama panjang. x - x1 ke arah luar 1,75 cm.

Silahkan gambar pola lengan sesuai petunjuk di atas, dan nanti akan kita lanjutkan dengan menggambar pola kerah pada artikel selanjutnya. Selamat belajar. Cara Menggambar pola kerah Melanjutkan bahasan kemeja pria, kita sudah sampai pada tahap menggambar pola kerah kemeja. Memang saya sengaja memberikan cara menggambar dulu, sebagai dasar agar kita bisa lebih memahami bentuk dan model busana yang akan kita buat. Seperti yang pernah saya sampaikan, bahwa kemeja pria ini menurut saya adalah model busana yang paling mudah dalam pengerjaannya, menurut saya sih. Hehehe...... kalo ada yang berpendapat lain juga tidak apa-apa, kan pendapat setiap orang juga berbeda-beda. Nah, sudah siap rekan sekalian? Kita mulai...! Kerah kemeja sebenarnya banyak macam dan namanya, namun disini saya hanya akan membahas satu saja. Kerah kemeja biasanya dijahit dengan cara menyambung bagian atas dan bawah. Berikut contoh kerah kemeja pria:

Kerah kemeja pria yang biasa saya buat menggunakan sistem sambungan, jadi ada dua bagian yang harus dijahit. Sebelum kita menggambar pola kerah kemeja kita siapkan dulu alat dan bahannya:

Kertas gambar, atau bisa juga kertas draft. Jika ingin lebih murah bisa menggunakan kertas koran. Ukuran kertas yang diperlukan adalah A4 atau lebih besar. Pensil 2B, atau pensil warna. Penggaris. Gunting / Cutter.

Cara menggambar pola kerah kemeja pria. Contoh ukuran yang saya gunakan di sini adalah ukuran Lingkar Leher = 42 cm. Keterangan gambar :

A-B = 1/2 lingkar leher = 42/2=21 cm. A-C = + 8 cm. A-E = 5 cm. E-C = 3 cm. B-G = 2,5 cm. C-I = H-I. D-1 = + 1,5 cm. C-2 = E-3 = 1/3 cm. E-4 = A-5 = 3/4 cm. 7 dari tepi = 3/4 cm. G-6 = + 1,5 cm.

Di bawah ini gambar pola kerah kemeja pria.

Untuk cara menggambar pola kerah kemeja tinggal melihat gambar di atas dan keterangannya. Untuk cara membuat dan menjahit kerah kemeja nanti akan saya berikan jika semua gambar pola sudah terselesaikan. Selamat belajar. Pemotongan Bahan / Kain Setelah semua pola kemeja sudah selesai kita buat, saatnya kita lakukan pemotongan bahan atau kain yang akan kita buat sebagai kemeja. Sebelum itu, jangan lupa siapkan Gunting khusus untuk kain, jarum pentul, kapur jahit, rader, dan karbon jahit. Jika semua alat sudah siap, selanjutnya kita lakukan penataan pola kemeja yang sudah dibuat pada kain. Layout pola pada kain bisa dilihat pada gambar di bawah ini,

Berikut langkah-langkah pemotongan kain : 1. Letakkan setiap pola kemeja yang sudah dibuat sesuai dengan gambar di atas. 2. Agar pola tidak bergeser pada saat pemotongan, maka gunakan jarum pentul untuk mengunci posisi pola pada kain.

3. gambarlah garis batas pola pada kain dengan menggunakan rader dan karbon jahit. 4. Pada saat pemotongan, berikan kampuh (kelebihan) sebesar 1-1,5 cm. 5. Gunakan gunting baja yang tajam dan gunakan hanya untuk melakukan pemotongan kain saja, agar hasilnya rapi. Sisa potonghan kain bisa digunakan untuk pola saku atau variasi pada kemeja. Demikian cara pemotongan kain sesuai dengan pola kemeja yang sudah kita buat, semoga bermanfaat. Jika ada yang kurang jelas, silakan tinggalkan komentar dan akan saya bantu semaksimal mungkin. Cara Menjahit Kemeja Pria Setelah semua pola kemeja sudah selesai kita kerjakan, semoga kita dapatkan manfaat dari pembelajaran tentang cara membuat pola busana kemeja pria. Jika kita sudah paham dengan pola busana yang sudah kita buat, maka saatnya kita melakukan praktek menjahit. Pada postingan saya yang terakhir, kita sudah membahas tentang tata cara pemotongan bahan/kain sesuai dengan pola yang sudah kita buat. Berikutnya, siapkan kain yang sudah kita potong sesuai dengan pola busana kemeja pria, lakukan penyetrikaan dan siapkan dengan rapi di dekat tempat kita menjahit. Sebelum melakukan pekerjaan menjahit, ada beberapa hal yang perlu kita siapkan dahulu, antara lain adalah:

Gunting, untuk memotong sisa benang pada jahitan. Kain kapas, untuk melapisi bagian-bagian pola busana tertentu. Untuk kemeja tentunya kita harus siapkan kancing kemeja. Setrika, untuk merapikan kain pola busana yang kusut, dan berguna juga untuk menempelkan kain kapas, serta untuk menyetrika busana kemeja pria yang sudah selesai kita buat.

Oke, sudah siap semuanya ! Berikut langkah-langkah kerja menjahit busana kemeja pria :

1. Melapisi lipatan tempat kancing dengan kain kapas - kain kapas digunakan sebagai lapisan penguat pada kain pola depan kemeja agar tidak mudah sobek. - kain kapas bisa didapatkan di toko alat jahit menjahit. - potong kain kapas sesuai dengan lebar tempat kancing pada pola depan kemeja (1,5 cm s/d 2 cm). - cara memasang kain kapas, bagian yang kelihatan mengkilap ditempel pada garis lipatan tempat kancing pada kain pola depan kemeja dan kemudian disetrika, maka kain kapas akan menempel dengan sendirinya. 2. memasang saku pada bagian depan sebelah kiri - siapkan kain saku - jahit kain saku sesuai dengan gambar, atau silahkan lihat postingan Praktek Menjahit | Membuat Saku Tempel Kemeja

3. menjahit pecahan badan belakang Untuk menjahit pecahan pola badan belakang dengan pola depan, silahkan lihat petunjuk pada gambar di bawah ini.

4. menggandeng bahu depan dengan bahu belakang dengan jahitan diputar atau dibalik. Jahitan diputar atau dibalik biasa disebut setik balik dalam istilah jahit - menjahit. namun dalam hal ini bukan menjadi suatu keharusan , karena bagi penjahit pemula mungkin belum mengetahui dan memahami bagaimana cara menjahit dengan setik balik. Jadi, untuk rekan - rekan yang masih belum bisa membuat setik balik cukup dengan jahitan biasa saja.

5. menjahit tipis keliling lingkar leher dan pundak samping (masuk 1/2 cm). Adalah jahitan di sekeliling lingkar leher sampai pundak. Untuk fungsinya saya sendiri kurang paham betul, mungkin untuk menandai batas jahitan krah. Soalnya dulu waktu kursus diajari gitu sih, saya juga lupa tanya sama instrukturnya.

6. Persiapan membuat krah dan dilanjutkan memasang pada kerung leher. Untuk tata cara membuat krah sambungan, silahkan download e-book cara menjahit krah. 7. menyetrika dan menjahit lipatan ujung lengan dengan kampuh pipih. Tujuannya untuk memudahkan kita dalam menjahit lipatan ini, dan tentunya agar hasil jahitannya lebih rapi. 8. memasang lengan pada kerung lengan dengan mengunci pada titik puncak lengan (diobras) 9. menjahit sisi depan dan belakang dari ujung lengan sampai bawah kemeja (diobras) 10. menjahit lipatan bawah kemeja dengan kampuh pipih (diobras) 11. membuat lubang kancing dan memasang kancingnya dengan jarak 7cm - 8cm - 8cm dst 12. mensetrika kemeja yang sudah selesai

Artikel kali ini membahas tentang celana pendek, yang lagi nge-trend di tahun 2013 ini. Jangan salah, walaupun hanya celana pendek, namun model yang ada sangat banyak dan bervariasi. Dan kenyataannya banyak sekali kaum muda sekarang yang gandrung dengan model busana ini. Beberapa model celana pendek yang lagi nge-trend sekarang antara lain, celana 3/4, boxer, jeans, cargo, hotpants, dll. Memang dalam dunia fashion banyak sekali ragam busana yang ada, dan semuanya bisa menjadi lahan bisnis yang sangat menguntungkan. Nah bagi penjahit sekalian yang ingin memulai usaha menjahit busana atau membuat konveksi, sepertinya model busana yang satu ini layak dipertimbangkan.

Tentunya disini yang akan saya bahas adalah bagaimana cara menjahit celana pendek, mulai dari pengukuran, pemotongan bahan, sampai cara menjahitnya. Sebenarnya pola dasar dari celana pendek tidak jauh berbeda dengan pola celana panjang. Yang jelas , bedanya ya panjang sama pendek itu, Ok, untuk prakteknya kita akan coba mulai dengan pengukurannya dulu. Di bawah ini adalah beberapa poin pengukuran untuk membuat pola celana pendek: 1. PANJANG CELANA : biasanya diukur dari batas ban pinggang samping terus ke bawah sampai dengan panjang yang dikehendaki. 2. LINGKAR PINGGANG : caranya diukur pas melingkar pada pinggang. 3. LINGKAR PINGGUL : diukur melingkar pada pinggul yang terbesar 4. TINGGI PESAK : diukur dari batas ban pinggang depan , tegak ke bawah sampai batas selangkangan 5. LINGKAR UJUNG CELANA : diukur mellingkar pada batas ujung celana yang dikehendaki. Di bawah ini adalah contoh ukuran pola celana pendek model 3/4 yang sudah jadi : 1. 2. 3. 4. 5. PANJANG CELANA : 60 cm LINGKAR PINGGANG : 78 cm LINGKAR PINGGUL : 90 cm TINGGI PESAK : 26 cm LINGKAR UJUNG CELANA : 56 cm

Dari ukuran diatas , maka sekarang saatnya kita menggambar polanya, perhatikan gambar dan keterangan di bawah ini :

Petunjuk Manual Penggunaan Mesin Jahit singer yamata dll


Penting Petunjuk Keselamatan Penggunaan Mesin Jahit Bila menggunakan mesin jahit listrik, keselamatan dasar dan tindakan pencegahan harus selalu diikuti, seperti berikut. Baca semua instruksi sebelum menggunakan mesin jahit. Mesin jahit dirancang untuk penggunaan rumah tangga. Bahaya Untuk Mengurangi Resiko Sengatan Mesin Jahit Listrik Sebuah mesin jahit tidak boleh ditinggalkan ketika ditancapkan masuk, selalu cabut mesin jahit dari outlet listrik segera setelah menggunakan Dan sebelum dibersihkan. Peringatan Untuk Mengurangi Resiko, Kebakaran, Sengatan Listrik Atau Orang Cedera Ketika Menggunakan Mesin Jahit 1. Jangan biarkan untuk digunakan sebagai mainan, perhatian diperlukan ketika mesin jahit digunakan oleh atau dekat anak-anak. 2. Gunakan mesin jahit hanya untuk penggunaan yang dimaksudkan seperti yang dijelaskan dalam manual ini. Gunakan sesuai dengan yang direkomendasikan oleh produsen sebagaimana tercantum dalam manual ini. 3. Jangan pernah mengoperasikan mesin jahit jika telah merusak kabel atau colokannya. Jika tidak bekerja dengan benar, jika sudah terjatuh atau rusak, atau jatuh ke dalam air, mesin jahit dibawa ke dealer resmi terdekat atau pusat layanan untuk pemeriksaan, perbaikan, elec rical atau penyesuaian mekanis. 4. Jangan pernah mengoperasikan mesin jahit dengan lubang udara tertutup, tetap buka ventilasi mesin jahit dan periksa bagian bawah dari tumpukan serat, debu, dan kain perca. 5. Jangan pernah menjatuhkan atau memasukkan benda apapun ke dalam setiap bagian yang terbuka 6. Jangan gunakan di luar ruangan 7. Jangan menggunakan aerosol (semprot) atau semua produk yang menggunakan oksigen. 8. Untuk memutuskan sambungan, ubah semua kontrol ke off (0) posisi, kemudian lepaskan steker dari stop kontak 9. Jangan cabut dengan menarik kabel, untuk mencabut, pegang konektor. 10. Jauhkan jari dari semua bagian yang bergerak, perawatan khusus diperlukan disekitar jarum mesin jahit 11. Selalu gunakan pelat jarum yang tepat. Pelat yang salah dapat menyebabkan jarum cepat diganti/rusak. 12. Jangan gunakan jarum bengkok 13. Jangan menarik atau mendorong kain ketika menjahit, bisa membelokkan jarum, menyebabkan cepat rusak. 14. Matikan mesin jahit (0) saat melakukan penyesuaian di daerah jarum, seperti benang jarum, jarum berubah, gulungan benang, atau kaki Presser berubah dan sejenisnya 15. Selalu cabut mesin jahit dari stop kontak listrik ketika melepas penutup, pelumas, atau ketika membuat penyesuaian lain mengenai cara penggunaan disebutkan di manual instruksi. 16. Selalu cabut sebelum penggantian, ganti bohlam dengan watt yang sama sebesar 15 watts Apakah dan Larangan Dalam pemakaian mesin jahit 1. Selalu waspada terhadap gerakan atas dan bawah jarum dan tidak mengalihkan perhatian Anda dari mesin ketika sedang berjalan. 2. Saat mengganti jarum, kaki Presser, kumparan atau bagian lain, selalu lepaskan mesin dengan menarik steker dari stop kontak.

3. Jangan meletakkan apapun pada pengontrol kecepatan, jika mesin hidup secara tidak sengaja, controller atau motor bisa terbakar. 4. Kekuatan maksimum yang diizinkan untuk bola lampu mesin jahit adalah 15 watt. 5. Bila menggunakan mesin jahit Anda untuk pertama kalinya, tempatkan sepotong kain bekas di bawah kaki Presser dan menjalankan mesin dengan benang keluar untuk beberapa menit, menghapus setiap minyak yang mungkin muncul Keterangan bagian2 mesin jahit: 1. tekanan regulator (patch-O-matic) 2. benang panduan 3. tuas pengait benang 4. Petunjuk penggulung kumparan benang 5. penutup atas 6. Tombol pemilih pola 7. Tanda gulungan 8. Penutup alat penggulung benang 9. Poros alat penggulung benang 10. roda keseimbangan 11. Pengatur panjang jahitan 12. Tombol membalikkan jahitan 13. sabuk penutup 14. saklar 15. Pengatur ketegangan benang 16. Batang jarum 17. penjepit jarum dan sekrup 18. jarum 19. Lempengan/plat jarum 20. Penutup mesin 21. Umpan/tempat memasukkan anjing (umpan anjing) 22. Kaki penekan 23. Jempol Sekrup kaki penekan 24. Batang penekan 25. benang pemandu pelat muka 26. pelat depan Cara Menghubungkan Mesin Jahit Dengan Power Supply Listrik 1. sesuaikan colokkan dengan mesin ke mesin tersebut 2. pasang mesin ke power supply catatan: sebelum memasang mesin, pastikan bahwa tegangan dan jumlah siklus yang ditunjukkan, adalah sesuai dengan catu daya listrik Anda. Cara Menggunakan Speed Controller / Pengatur Kecepatan Mesin Jahit Listrik kecepatan menjahit dapat divariasikan oleh pengontrol kecepatan, semakin keras Anda menekan pada controller, semakin cepat mesin berjalan. catatan: - dengan melepaskan controller, mesin berhenti berjalan secara otomatis - sebelum menggunakan, uji kecepatan mesin pengontrol dengan benang keluar Cara Memasang Lampu Mesin Jahit lampu mesin jahit terletak di belakang pelat depan bohlam tipe (A): - untuk mengangkat melepaskan - Untuk menggantikan sekrup .

bohlam tipe (B): - untuk mengangkat .dorong dan putar berlawanan arah jarum jam - Untuk menggantikan dorong dan putar searah jarum jam catatan: - sebelum mengganti bohlam, lepaskan mesin dari sumber listrik - lampu yang tersedia dari pengecer mesin jahit. (Menggunakan bohlam 15 watt) PERINGATAN sebelum meninggalkan mesin, mengubah bagian atau melakukan pekerjaan lain di atasnya, selalu lepaskan steker dari stopkontak, jangan pernah malakukan apapun pada kontroler kecepatan, jika mesin berjalan secara tidak sengaja atau controller atau motor bisa terbakar Benang dan Bagan Jarum kain crepe de chine, voile rumput, organdi, georgette, triko linen, katun, kekesalan, Serge ganda rajutan, percale benang baik sutra, katun halus, baik sintetis, katun polyester halus tertutup 50 sutra, 50 sampai 80 katun, 50 sampai 60 sintetis, katun polyester tertutup ukuran jarum 9 or 11

berat ringan berat menengah

11 or 14

denim, wol, gabardin, pelapisan, 50 sutra, 40 to 50 katun, 40 to 50 berat 14 or 16 gorden dan kain pelapis sintetis, katun polyester tertutup sangat Catatan : Pada umumnya, benang halus dan jarum yang digunakan untuk menjahit kain tipis, dan benang lebih tebal dan jarum yang digunakan untuk menjahit kain berat, selalu menguji benang dan ukuran jarum pada sepotong kain kecil yang akan digunakan untuk menjahit sebenarnya. menggunakan benang yang sama untuk jarum dan penggulung saat menjahit regangan/koyak, kain sangat halus dan sintetis, gunakan jarum berujung BIRU, jarum berujung biru efektif mencegah jahitan terlewati saat menjahit kain yang sangat halus, jahit di atas sehelai kertas untuk mencegah distorsi benang CARA MENGGANTI JARUM MESIN JAHIT 1. putar roda keseimbangan ke arah Anda sampai jarum berada pada posisi tertinggi 2. kendurkan sekrup klem jarum dengan memutar bagian atas ke arah Anda, keluarkan jarum dari klem 3. masukkan jarum baru ke penjepit jarum dengan sisi datar menghadap jauh dari Anda. dorong jarum ke dalam penjepit jarum sejauh mungkin 4. kencangkan sekrup klem jarum dengan kuat CARA MEMILIH JARUM YANG SESUAI 1. Sebuah angka yang menunjukkan ukuran jarum ditandai pada batang, semakin tinggi angka, semakin tebal jarum tersebut 2. Sebuah jarum berujung biru disertakan dengan mesin. 3. Jangan menggunakan jarum yang bengkok atau tumpul CARA Meningkatkan atau menurunkan Kaki Penekan 1. Dengan menaikkan atau menurunkan alat pengangkat kaki Presser, kaki Presser masing masing naik dan turun. 2. Untuk pembersihan tambahan, alat pengangkat kaki bisa dinaikkan lebih tinggi untuk menjahit kain yang berat CARA Mengatur TEKANAN Presser FOOT (patch-o-matic)

Untuk melepaskan tekanan, tekan cincin (A) ke bawah. ini menyebabkan regulator akan naik ke posisi tertinggi. bahan ini sekarang bebas dari segala tekanan Presser dari kaki Presser. Untuk menjahit bahan yang tipis atau ringan, tekan regulator (B) turun sedikit untuk memberikan tekanan ringan yang dibutuhkan. Jika Anda menjahit bahan tebal atau berat, tekan regulator (B) jauh ke bawah untuk meningkatkan tekanan pada material CARA MELEPAS DAN MEMASANG FOOT Presser Untuk melepas : 1. Putar roda keseimbangan ke arah Anda sampai jarum pada posisi tertinggi. menaikkan kaki Presser dengan mengangkat alat pengangkat kaki Presser. 2. Dengan mengangkat tuas di belakang penahan kaki, kaki Presser akan turun (lepas). Catatan : *Jangan memaksa untuk melepas kaki Presser . Untuk memasang : 1. Tempatkan kaki Presser sehingga titik pada kaki terletak tepat di bawah alur penahan kaki. turunkan dudukan kaki. 2. Ketika pengangkat kaki Presser dinaikkan Anda akan menemukan kaki Presser terkunci di tempatnya. CARA MEMASANG ATAU MELEPAS DUDUKAN KAKI Tidak perlu untuk melepas dudukan kaki kecuali jika Anda menggunakan panduan menjahit ujung buta atau untuk memungkinkan pembersihan ketika Anda membersihkan umpan anjing Untuk melepas : Angkat jarum ke posisi tertinggi dengan memutar roda keseimbangan ke arah Anda, dan kaki Presser akan terangkat melepas kaki dari dudukan kaki dan melonggarkan sekrup dudukan kaki dengan obeng Untuk memasang : Angkat jarum ke posisi tertinggi dengan memutar roda keseimbangan ke arah Anda, lalu angkat kaki pengangkat Presser Ketika memasang dudukan kaki ke batang penekan, dorong kembali ke atas sejauh mungkin dan kencangkan sekrup dengan obeng MENGATUR KETEGANGAN BENANG Umumnya. ketegangan benang harus dikontrol oleh tombol ketegangan benang. ketegangan benang gelendong telah disesuaikan di pabrik dan penyesuaian yang diperlukan kecuali untuk pemakaian khusus, benang jahitan dan kain. ketegangan benang gelendong adalah tepat bila Anda dapat menarik benang dari kumparan dengan mudah atau dengan sedikit perlawanan. ketegangan benang ini dapat disesuaikan dengan mengencangkan atau melonggarkan tombol pengatur ketegangan, jika perlu. *cara untuk menyesuaikan ketegangan benang gelendong Untuk meningkatkan ketegangan sekrup diputar searah jarum jam Untuk mengurangi ketegangan putar berlawanan arah jarum jam TOMBOL PENGATUR PANJANG JAHITAN MENURUNKAN DAN MENGEMBALIKAN KE ATAS Untuk mengubah panjang jahitan lanjutkan sebagai berikut: putar tombol sehingga nomor jahitan panjang yang dibutuhkan adalah di tandai pengaturan. angka menunjukkan perkiraan panjang jahitan dalam mm. semakin rendah nomor, semakin pendek jahitan. membalikkan jahitan : Tekan tombol tengah panjang jahitan (membalikkan tombol) dan tahan untuk jahitan terbalik. kain akan segera mulai jalan mundur. lepaskan tombol dan mesin akan melanjutkan menjahit jahit maju kembali. sangat berguna untuk ikat ujung jahitan dan panah tanpa harus mengikat benang, dan untuk memperkuat jahitan. Menurunkan Tombol Feed Dog : Menyulam dan penjerumat yang terbaik dilakukan dengan mekanisme umpan terlepas. hal ini dilakukan dengan pengaturan tombol panjang jahitan di #, yang menjatuhkan feed dan memungkinkan material yang akan bergerak bebas di bawah jarum.

Umpan fungsi normal mulai kembali segera setelah Anda putar tombol panjang jahitan untuk 0 atau di luar itu. PILIHAN POLA Pola yang diinginkan dapat dipilih dengan memutar tombol pola, tanda pada dial sesuai dengan pola ditampilkan pada masing-masing panel, sebagai berikut : A (.) tusukan lurus, posisi jarum ditengah B (.) tusukan lurus, posisi jarum di kiri C-G (.) tusukan zigzag dengan variasi lebar H (.) tusukan triko I (.) tusukan regangan buta J (.) kebalikan tusukan buta () () tombol otomatis pembuat lubang Memilih tusukan renggang saat menjahit tusukan regangan, atur tombol panjang tusukan di SS. ketika Anda melepas S.S pada posisi dial, mekanisme tusukan regangan akan dimatikan secara otomatis. A () tusukan regangan lurus tiga, posisi jarum tengah. B ()tusukan regangan lurus tiga, posisi jarum di kiri. C-G ()Tiga tusukan zigzag regangan atau tusukan ric-rac H () tusukan bulu I () tusukan regangan indah atau tusukan selimut J () tusukan overlock *catatan : naikkan jarum ke posisi tertinggi sebelum memutar pola pemilih. MELEPAS MASALAH GULUNGAN GULUNGAN 1. Naikkan kaki Presser dan putar roda keseimbangan ke arah Anda sampai tuas pada posisi tertinggi. 2. buka penutup antar-jemput. 3. Buka gerendel berengsel pada gulungan yang bermasalah dan tarik gulungan tersebut keluar dari mesin. lepas kait dan gulungan akan rontok. selama gerendel gelendong Anda terus terbuka, gulungan tidak bisa keluar. GULUNGAN BERLIKU 1. Lepaskan kopling dengan memutar tombol kopling ke arah Anda 2. Tarik benang dari kumparan melalui piringan ketegangan penggulung alat penggulung benang sebagai petunjuk. 3. tarik ujung benang melalui lubang di alat penggulung benang seperti yang ditunjukkan. 4. Tempatkan alat penggulung benang ke alat penggulung benang, gulung poros dengan ujung benang yang berasal dari bagian atas alat penggulung benang. Dorong poros alat penggulung benang, gulung ke kanan sampai klik. pegang ujung benang, hidupkan mesin. saat alat penggulung benang sedikit berisi, potong ujung benang. 5. angin penggulung benang sampai berhenti. keluarkan benang pada alat penggulung benang klip. 6. kencangkan pegangan kopling KASUS MASALAH GULUNGAN BENANG Pegang alat penggulung benang antara ibu jari dan jari telunjuk tangan kanan dan tarik dari sekitar 15 cm (6 inci). Benang 1. Pegang alat penggulung benang yang bermasalah di tangan kiri seperti yang ditunjukkan dan tempat di dalam alat penggulung benang yang penuh. 2. tarik benang ke dalam slot di tepi alat penggulung benang yang bermasalah. 3. sekarang tarik benang mata air ketegangan dan ke Lubang benang. Untuk menyisipkan alat penggulung benang yang bermasalah dan alat penggulung benang pastikan bahwa sekitar 15 cm (6 inci) dari benang meluas keluar dari alat penggulung benang. terus alat penggulung benang yang bermasalah sehingga panjan jari tangan sampai pada titik ini. buka gerendel alat penggulung benang yang bermasalah. Selipkan alat penggulung benang yang bermasalah

pada pusat pin kail dan tekan di tempat sampai panjang jari alat penggulung benang yang bermasalah memasuki takik. lepas kait dan tekan ke bawah. CARA MEMASANG BENANG PADA JARUM Tempatkan spul di kumparan pin seperti yang ditunjukkan, sedikit benang yang berasal dari belakang spul. Tarik benang melalui panduan benang atas, memegang kumparan stasioner dengan tangan kanan, tarik ujung benang antara cakram ketegangan seperti yang ditunjukkan di atas (3) tarik ujung benang yang dengan tangan kiri. ini akan menarik kawat pegas dan melewati ujung kail. benang kemudian akan masuk ke hook ketika pegas dilepaskan seperti dalam (4) rilis segulung benang dan mesin benang melalui tuas pengambil (5) dan benang panduan (6) seperti yang ditunjukkan di atas. benang kemudian melewati panduan (7) dan (8) jarum benang (9) dari depan ke belakang CARA MENYUSUN GULUNGAN BENANG 1. Pegang ujung benang jarum dengan tangan kiri Anda 2. Putar roda keseimbangan perlahan-lahan menuju Anda dengan tangan kanan Anda sampai jarum turun dan datang. kemudian roda keseimbangan berhenti ketika mengambil tuas pada posisi tertinggi. Susun benang jarum dengan lembut membentuk lingkaran dengan alat penggulung benang 3. Tarik benang sekitar 15 cm (6 inci) menjauh dari Anda di bawah kaki Presser JAHITAN LURUS DAN JAHITAN ZIG ZAG Kaki presser .. kaki zigzag Pemilih pola .. A (..) or B () (untuk jahit lurus) C-G (..) (untuk jahit zigzag) Tombol panjang jahitan 0.3 ~4 Mulai menjahit : 1. Pastikan kedua benang ditarik kembali di bawah kaki Presser 2. sambil memegang benang dengan tangan kiri Anda, putar roda keseimbangan ke arah Anda untuk membawa jarum ke kain di mana Anda ingin mulai menjahit. 3. menurunkan kaki Presser, dan tekan pengendali kecepatan perlahan, kemudian mulai menjahit perlahan. *jahit beberapa jahitan sebaliknya dengan menekan tombol mundur untuk memperkuat akhir jahitan *Angkat jarum ke posisi tertinggi sebelum memutar tombol pemilih dan memutar pola jahitan lebar Mengubah arah menjahit 1. Mengubah mesin, dan putar roda keseimbangan ke arah Anda untuk membawa jarum ke dalam kain, angkat kaki Presser. 2. putar kain di sekitar jarum untuk mengubah arah yang diinginkan. 3. Turunkan kaki Presser dan terus menjahit pengikatan jahitan 1. untuk mengiikat ujung jahitannya, tekan tombol membalikkan dan menjahit beberapa jahitan mundur. 2. untuk mengangkat kain, angkat kaki dan tarik kain Presser menjauh dari Anda. 3. memutuskan benang pada pemotong benang di bagian belakang batangan Presser atau dengan gunting. tinggalkan sekitar 15 cm (6 inches) benang tergantung dari mata jarum CARA MENJAHIT DENGAN DUA JARUM Pola cantik berwarna dapat dibuat oleh mesin jahit dengan jarum dan benang ganda dengan warna yang berbeda. Kaki presser . Kaki zigzag Pemilih pola B.C.D (zigzag lebar kurang dari ..) Pemilih panjang jahitan . 0.5 sampai 1 1. Atur pola pemilih di kisaran , jika jarum dapat memukul pelat jarum 2. masukkan jarum kembar dengan cara yang sama sebagai satu pun (sisi datar jauh dari Anda). 3. Lewati kedua benang benang ke muka piring sebagai panduan untuk jahitan jarum tunggal. 4. Pisahkan benang pada jarum benang panduan batang dan mata jarum.

Note : *Pastikan untuk menempatkan dua putaran kempa disediakan di atas pin aksesoris spul. untuk mengubah sudut dengan jarum kembar, Anda harus mengambil jarum dari kain, jika jarum kembar akan patah atau menekuk. JAHITAN TRIPLE UNTUK PEREGANGAN jika Anda ingin menjahit kain peregangan, ini adalah jahitan yang tepat untuk menghindari melanggar benang. ini juga sangat cocok untuk jahitannya membutuhkan kekuatan besar, misalnya selangkangan atau jahitan jahitan saku. peregangan tiga jahitan lurus : Kaki penekan .. kaki zigzag Pemilih pola A (.) Pemilih panjang jahitan .. S.S Peregangan tiga jahitan zigzag : Kaki penekan .. kaki zigzag Pemilih pola G Pemilih panjang jahitan . S.S Catatan : *menggunakan jarum berujung biru. jarum berujung biru efektif mencegah jahitan dilewati TRIKO JAHITAN ZIGZAG jahitan ini sangat cocok untuk penjerumat air mata. itu juga dapat digunakan untuk memperkuat bahan peregangan dan menjahit pada bagian-bagian kain. Kaki penekan .. kaki zigzag Pemilih pola . H () Pemilih panjang jahitan .. 0.3 sampai 4 JAHITAN BULU dengan menjahit, lapisan yang elastis dan kain dapat bergabung tegas. menggunakan jahitan bulu untuk menjahit pakaian renang, memperbaiki korset dan bra dan sebagai jahitan atas dekoratif. Kaki penekan . Kaki zigzag Pemilih pola . H () Pemilih panjang jahitan S.S Catatan : *menggunakan jarum berujung biru. jarum berujung biru efektif mencegah jahitan dilewati JAHITAN OVERLOCK dengan cara yang sama adalah mungkin untuk memberikan pinggiran baku, terutama pada kain yang mudah berjumbai, sedikit penguncian yang baik akan menyelesaikan jahitan pinggiran selamanya. Kaki penekan . Zigzag foot Pemilih pola .. J (..) Pemilih panjang jahitan .. S.S tempatkan kain di bawah kaki Presser sehingga jahitan yang dibuat berada di pinggir. Turunkan kaki Presser dan mulai menjahit. panduan materi ringan seperti yang ditunjukkan. jahit sepotong kain limbah untuk memeriksa pengaturan mesin. jahitan overlock terbentuk dengan benar ketika jarum menjahit ke kanan dan hanya meleset pinggir kain. Catatan : *menggunakan jarum berujung biru. jarum berujung biru efektif mencegah dilewati jahitan. CARA MENJAHIT LUBANG KANCING mekanisme lubang kancing dibuat di mesin ini memungkinkan untuk menjahit lubang tombol dalam waktu singkat tanpa mengubah materi. Kaki penekan kaki lubang kancing Pemilih pola .. () Pemilih pajang jahitan 0.3 sampai 1 Angkat kaki dan jarum ke posisi tertinggi. ganti kaki dengan kaki lubang kancing tombol transparan untuk menjahit.

menandai lokasi dan panjang yang diinginkan dari kancing pada kain dengan menggunakan pensil atau kapur jahit. Catatan : *untuk menemukan panjang jahitan paling cocok, lebih baik untuk menjahit kancing sampel pada sepotong kain limbah. *saat menjahit kain sangat halus dan sintetis, menurunkan tekanan kaki dan menjahit atas sehelai kertas untuk mencegah distorsi benang. *tanda pada tombol panjang jahitan menunjukkan berbagai cara menjahit kancing. penyesuaian dapat dibuat dengan menetapkan tanda, seperti yang ditunjukkan. CARA MENJAHIT LUBANG KANCING (LANJUTAN) 1. Atur pola pemilih di . Kemudian melewati jarum benang melalui lubang di kaki kancing dan tarik jarum dan benang kumparan ke sisi kiri. Putar roda keseimbangan ke arah Anda sampai jarum datang ke titik (1) 2. Turunkan kaki dan jahit perlahan-lahan sampai panjang yang diinginkan dijahit, kemudian mesin berhenti di (2) 3. Naikkan jarum dan atur pemilih di . kemudian jahit beberapa jahitan paku bar sampai jarum di titik (3) 4. Naikkan jarum dan atur pemilih di . , terus jahit kancing sisi kanan sama dengan panjang yang sisi kiri kancing. Hentikan mesin di (4) 5. Naikkan jarum dan atur pemilih di ., jahit jahitan dalam beberapa paku akhir baris, hentikan mesin dengan jarum di titik (5). Untuk mengunci benang, atur pola pemilih di B (nol titik lebar zigzag) dan jahit beberapa jahitan. 6. Potong lubang kancing, buka hati-hati menggunakan ripper jahitan, berusaha tidak merusak baris paku. Catatan : *Untuk membuat lubang kancing yang lebih berat, jahit dua kali dengan mengulangi prosedur yang sama. CARA MENJAHIT RESLETING Kaki penekan .. kaki resleting Pemilih pola . A () Pemilih panjang jahitan .. 1 ke 4 Naikkan kaki dan jarum ke posisi tertinggi dengan memutar roda keseimbangan ke arah Anda. ganti kaki dengan kaki resleting. 1. pin atau jelujur pita resleting pada kain dan tempatkan benda kerja pada posisi di bawah kaki. pasang snap pada kaki resleting sehingga jarum melewati di sisi kiri *ketika mulai menjahit, baik jarum dan benang alat penggulung benang ujungnya harus diletakkan di bawah kaki. 2. Jahit di sisi kanan ritsleting dengan mengarahkan gigi resleting sedekat mungkin untuk menurunankan jarum. sebelum kaki mencapai panel geser pada pita ritsleting, naikkan kaki dan buka resleting dengan menjaga jarum tetap berada di kain. rendahkan kaki dan jahit pada remaider dari jahitan. 3. Untuk menjahit sisi resleting perubahan posisi kaki kiri untuk membawa kaki ke sisi kiri jarum. jahit dengan cara yang sama seperti yang Anda lakukan di sisi kanan dari ritsleting. CARA MENGELIM Kaki penekan . Kaki mengelim Pemilih pola . A (.) Pemilih panjang jahitan .. 1 ke 4 Angkat kaki dan jarum ke posisi tertinggi. ganti kaki dengan kaki martil. lipat tepi kain sekitar 3 mm (1 / 8 inci) dan taruh di bawah kaki. Untuk mengamankan tepi lipat dengan beberapa jahitan. ambil benda kerja dan tarik ujung ke kaki martil dengan cara menarik benang. Turunkan kaki dan jahit tepinya. selama menjahit, lipat kain ke kiri sedikit sehingga memungkinkan untuk berjalan ke kaki martil.

Pastikan bahwa kain tersebut tidak bergerak ke bawah kanan setengah dari kaki. kain harus dimasukkan ke dalam gulungan martil, sehingga ujung benda kerja berjalan bebas melalui alur di bawah kaki. CARA MENJAHIT keliman BUTA Kaki penekan kaki keliman buta Pemilih pola . I (.) Pemilih panjang jahitan 1 ke 3 1. Pinggiran muncul dengan lebar yang diinginkan dan tekan. (Fig 1) 2. Lipat kembali pinggiran melawan sisi kanan pakaian dengan tepi atas Pinggiran diperluas sekitar 4 mm (1 / 6 inci) ke sisi kanan, kemudian baju itu dilipat. (Gbr.2) 3. Tempatkan pakaian di bawah kaki sehingga ujung bias dilipat dua kali jalankan di sepanjang panduan Pinggiran kemudian turunkan kaki. Jahit perlahan untuk kontrol yang lebih baik, tandai jahitan zigzag yang sempit di tepi Pinggiran dan jahitan zigzag yang luas hanya akan menangkap satu benang dari tepi dilipat (Gbr.3) 4. Bentangkan kain dan Anda akan memiliki Pinggiran jahitan buta (Gambar 4). CARA MEMBUAT SULAMAN Lepaskan kaki penekan Pemilih pola . A (.) Pemilih panjang jahitan .. tempatkan kain bordir di lingkaran, atur tombol panjang jahitan di , turunkan saringan kaki Presser. terus lingkaran bordir pegang kuat dengan tangan Anda. saat menjahit pola yang diinginkan, memindahkan lingkaran bordir perlahan dan tidak memungkinkan jari-jari Anda bisa dekat dengan jarum. * mengatur tegangan benang jarum sedikit longgar sehingga benang gelendong tidak ditarik melalui ke sisi kanan kain. * dianjurkan untuk menandai pola bordir yang diperlukan di sisi kanan kain dengan pensil atau kapur jahit. CARA MINYAKI MESIN JAHIT meminyaki titik ditandai dengan panah di ilustrasi. sebelum meminyaki mereka harus dibersihkan. Terapkan satu atau dua tetes minyak mesin jahit yang berkualitas baik. jika mesin sedang digunakan konstan. ini harus dilakukan setiap dua atau tiga hari, jika mesin tidak boleh menjalankan baik setelah berada di luar digunakan untuk jangka waktu lama. oleskan beberapa tetes minyak ke tempat meminyaki dan jalankan mesin dengan cepat semua penutup selama sekitar satu menit. sebelum menggunakan mesin lagi minyaki itu seperti biasa. * jangan lupa untuk menjahit pertama pada kain limbah, dalam rangka untuk menyerap setiap sisa minyak. CARA MEMBERSIHKAN UMPAN ANJING perlu untuk menjaga gigi pakan anjing selalu dibersihkan untuk memastikan jahitan halus. lepaskan jarum dan kaki Presser. Lepaskan pelat jarum pengatur sekrup dengan obeng untuk melepas jarum dari pelat mesin. dengan kuas, bersihkan debu dan serat tersumbat pada gigi pakan anjing. reparasi pelat jarum. CARA MEMBERSIHKAN PESAWAT BALAPAN Cabut mesin dari power listrik : Melepas Pesawat : Naikkan jarum ke posisi tertinggi dan lepaskan alat penggulung benang. giliran pengungkit jauhkan dari pesawat dan angkat keluar cincin penahan dan antar-jemput, dengan memegang pusat pin. Bersihkan bagian belakang pakan anjing dengan sikat kecil. keluarkan benang dan benang dari semua bagian dari pesawat dan lap dengan kain dan sedikit diminyaki. Untuk memasang kembali : tahan pesawat dengan pusat pin dan sesuaikan dengan hati-hati kembali ke ras antar-jemput, membentuk tepat dengan pengemudi antar-jemput.

ganti cincin penahan sisi digosok keluar, pastikan pin bawah cocok menjadi kedudukan sempurna. kunci cincin penahan dengan memutar tuas kembali ke posisi. diperbaiki dan dipersiapkan alat penggulung benang dengan alat penggulung benang. PANDUAN MENJAHIT LENGAN Mesin jahit ini dapat digunakan seperti mesin tempat tidur datar, tetapi dengan mudah mengkonversi ke mesin lengannya yang bebas dengan menghilangkan meja perpanjangan. Lengan Panduan memungkinkan Anda untuk menjahit potongan jenis tubular lebih mudah. Hanya slip lengan atau kaki celana di lengan Panduan seperti yang ditunjukkan di atas. Anda akan menemukan banyak kegunaan untuk fitur ini lengan gratis seperti : 1. memperbaiki siku dan lutut pakaian lebih mudah 2. menjahit di lengan lebih mudah. ini terutama benar ketika jahitan pakaian kecil 3. applikasi, bordir atau Pinggiran sekitar tepi manset atau kaki celana. 4. jahitan di casing elastis dalam rok atau celana di pinggang. Pemecahan masalah penyebab jarum tidak benar berulir benang terlalu kencang, tegang ada yang salah dengan jarum benang terlalu tebal untuk jarum periksa benang pegas yang rusak jarum tidak benar terpasang Penyebab dan solusi jarum benang rusak solusi benang baik melonggarkan tegangan ganti jarum ubah ada benang pegas yang baru/cocok memasukkan jarumdengan benar alat penggulung benang rusak alat penggulung benang kusut karena pemakaian yang tidak benar dan bisa melukai alat penggulung benang alat penggulung benang tidak berada di bawah ketegangan pegas atas kasus alat penggulung benang jarum tidak benar dipasang pada panel jarum jarum bengkok atau tumpul jarum aus jarum rusak jarum bengkok jarum tidak benar dipasang kain terlalu berat atau terlalu keras Anda menarik di atas kain Tekanan benang tidak benar diatur ganti pasang jarum dengan benar gunakan jarum dengan ukuran yang sesuai jangan ditarik benang membentuk lingkaran baca petunjuk mengatur jarum benang alat penggulung benang dan ketegangan urai alat penggulung benang dgn benar pasang alat penggulung benang dengan benar

pelat jarum, sekoci dan kaki penjahit mengalami kerusakan ganti

jahitan yang tersisa pasang jarum dengan benar ganti Ganti

benang jarum tidak benar berulir /alat penggulung benang pasang benang mesin dengan benar dan / atau tidak benar dan terlukai urai alat penggulung benang dengan benar

ukuran benang tidak sesuai dengan kain benang pegas tidak berfungsi sebagaimana mestinya tekanan terlalu ketat

lihat ukuran darijarum dan benang ganti dengan yang baru

penyusutan atau kerutan dari jahitan baca petunjuk untuk mengatur ketegangan benang jarum dan alat penggulung benang jahitan tidak teratur jarum dan benang gelendong berkualitas buruk secara tidak merata melukai alat penggulung benang perlu meminyaki mesin benang berdebu berulangkali minyak yang salah digunakan, kini telah menyumbat mesin dorongan tekanan ikatan terlalu ketat menggunakan benangkualitas terbaik urai kembali alat penggulung benang

jahitan menekan kaki terlalu keras baca petunjuk mengatur tekanan penjahitan kaki

mesin tidak berjalan bebas dan membuat suara berisik baca instruksi tentang bagaimana untuk meminyaki baca petunjuk tentang cara membersihkan terminal bersihkan mesin dengan hati-hati dan kembali minyak dengan minyak kualitas terbaik melonggarkan dorongan tekanan ikatan \ ISTILAH Bisban Fiston Kelim Klok Krielzoom Kop Maat kontrol Matroos Naad Plooi Pof Reglen Rimpel Smok Reference:

kain serong yang berfungsi sebagai garnitur busana salah satu dari nama tusuk hias semacam penyelesaian akhir kain dengan dijahit tangan model pakaian yang menyerupai lingkaran semacam penyelesaian akhir kain dengan bentuk silinder kecil lengan yang bermodel kerut di bagian atasnya ukuran untuk mengontrol pola agar sesuai dengan bentuk tubuh, terutama tinggi dan rendahnya bahu. diukur dari ujung bahu sampai tengah pinggang depan kerah kelasi yang mempunyai bentuk segi empat lebar di bagian belakang dan segitiga di depan ketepatan tempat atau posisi sambungan lipit searah lengan bermodel kerut di bagian pangkal dan ujungnya bentuk sebuah model pakaian tanpa garis bahu dan garis kerung lengan kerut di bagian bawah perut semacam hiasan dengan paduan motif dan kerut yang beraturan

Mengukur Menggambar Memotong dan Menjahit Pakaian 2 By Ny. Njoo Hong Hwie. Semarang. PT.Mandira