Anda di halaman 1dari 23

FAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA Jl. Terusan Arjuna No. 6, Kebon Jeruk.

Jakarta-Barat

Status Psikiatri Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran UKRIDA Panti Bina Insan-Jakarta Barat

Nama Tanda Tangan Nim

: NorHazirah Binti Mohd Rashid : 11-2011-256

Dr. pembimbing : Dr. Hubertus, Sp.KJ

Nama Pasien Masuk RS tanggal Riwayat Perawatan Rujukan/Datang sendiri/Keluarga

: Ny. D : sudah sebulan : Dibawa oleh Petugas :-

============================================ ======================= IDENTITAS PASIEN ============================================ =================== Nama Jenis kelamin Suku bangsa Agama : Ny. D : Perempuan : Melayu : Islam

Tempat & tanggal lahir : Belitung/ 27 Agustus 1965

Pendidikan Pekerjaan Status Perkawinan Alamat

: Tamat 3 SMP : Tidak bekerja : Sudah Menikah : Belitung

============================================ ======================= RIWAYAT PSIKIATRIK ============================================ =================== Autoanamnesis : Rabu, 31 Juli 2013, Jam 1530 WIB, di lapangan Valley Panti Bina Insan A. Keluhan Utama : Mau pulang karena sering mendengar suara bisikan meminta dia ikut pergi. B. Riwayat Gangguan Sekarang : Pasien mengatakan dia dibawa ke tempat ini oleh satpam sewaktu dia sedang menggulung rokok di stasiun terminal bis Kota Tua. sudah tinggal di stasiun sejak november tahun lalu. Pasien mengaku sering mendengar suara bisikan untuk menyuruh dia melalukan banyak hal tetapi pasien tidak mahu mengikut apa yang diperkatakan suara tersebut. Suara bisikan tersebut tidak disertai dengan sosok tubuh manusia. Pasien pertama kali mendengar bisikan pada tahun 1990. Pasien juga mengaku mempunyai kelebihan supernatural dimana dia bisa melihat makhluk halus. Pasien

C. Riwayat Gangguan Sebelumnya 1. Riwayat gangguan psikiatrik Pasien pernah dirawat di rumah sakit jiwa sebanyak 7 kali. Kali pertama pada tahun 1990 sewaktu belum menikah di Rehabilitasi Mental Semplak Bogor. Pasien dibawa ke rumah sakit oleh ayahnya
2

karena mengamuk ketakutan. Pasien mengatakan bahwa dia melihat seperti jelmaan ibunya yang sewaktu itu tidak ada di rumah. Pasien juga kali pertama mendengar suara bisikan menyuruh dia melakukan banyak hal seperti mengikut ke suatu tempat dan pasien mengikut suara bisikan tersebut. Pasien dirawat selama sebulan. Pada tahun 2007 pasien dirawat di rumah sakit jiwa di Bangka selama sebulan. Pasien dibawa oleh ayahnya karena mengamuk kepada ibu tirinya. Pasien mengatakan dia merasa seram akan ibu tirinya. Pasien juga kesal kepada ibu tirinya yang ingin menjual tanah peninggalan arwah ibunya yang ingin diwakafkan buat tempat pengajian. Setelah keluar dari rumah sakit tersebut, pasien lari ke Surabaya. Pasien kemudian dibawa ke rumah sakit jiwa di Surabaya karena tidur di jalanan. Pasien masih mendengar suara bisikan yang sama. Pasien dirawat selama kurang lebih dua minggu. Kemudian pasien pernah dirawat di rumah sakit jiwa di Keputih Surabaya sebanyak dua kali dan rumah sakit di Malang karena keluhan yang sama. Pasien mengaku pernah mengalami perasaan sedih yang mendalam dan saat merasa gembira tanpa sebab yang jelas. Pasien sering merasa sedih karena suami suka membagi uang pada saudara suaminya walaupun mereka sudah menikah dan bekerja. Suaminya juga lebih suka melebihkan ibu mertuanya berbanding dia. Pasien juga mengaku suka membagi-bagi uang kepada orang dan pesantren setiap bulan. Pasien juga agak boros dimana suka beli-beli, cicilan kereta, tanah. Pasien pernah menjahit pakaian sehingga tidak tidur dan tidak lelah ketika melakukan semua tugas rumah semuanya sendiri. Pasien juga suka mengenakan pakaian yang berwarna cerah dan membeli asesoris yang banyak. 2. Riwayat gangguan medik Hipertensi (-), Diabetes Melitus (-), Kecelakaan (-), operasi

sebelumnya (+) sinusitis pada tahun 1986, asma (+). Riwayat


3

minum obat sewaktu di rumah sakit jiwa tapi tidak mengenal jenis obat tersebut. 3. Riwayat penggunaan zat psikoaktif Pasien mengatakan dia sering mengambil rokok yang dibuang orang di stasiun dan pernah minum alcohol tapi tidak sampai mabuk bersama anak-anak yang berkumpul di stasiun Kota Tua sebanyak satu kali. Pasien menyangkal ada minum obat terlarang. D. Riwayat Kehidupan Pribadi 1. Riwayat perkembangan fisik : Pasien tidak ingat kondisi ibunya saat mengandungkan pasien, tapi pasien mengatakan dia dilahirkan secara normal di rumah sakit dan cukup bulan. Pasien mendapat ASI sampai umur 2 tahun. Selama masa bayi, pra sekolah dan sampai tamat 3 SMP tidak ada kelainan dalam perkembangan fisik.

2. Riwayat perkembangan kepribadian a) Masa kanak-kanak: Data perkembangan psikomotor, psikososial, kognitif, dan moral tidak didapatkan. Pasien tumbuh dan berkembang seperti anakanak seusiannya dan diasuh oleh ibu dan ayah kandung. Pasien tumbuh normal tidak pernah menderita sakit berat. Menurut pasien, dia mampu untuk berkomunikasi dan

berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Sering bermain dengan teman-teman yang lain. b) Masa remaja: Pasien mengatakan komunikasi dan hubungan dengan orangtua dan saudara kandung yang lain baik. Pasien memiliki beberapa teman. Pasien dapat mengikuti pelajaran di sekolah dengan baik
4

dan rajin beribadah. Pasien menempuh pendidikan hingga 3 SMA. Selama masa sekolah, pasien tergolong siswa yang baik dan mampu menyelesaikan setiap tahapan sekolah. Pasien tidak pernah tinggal kelas.

c) Masa dewasa: Pasien tidak ada masalah di tempat kerjanya dulu dan mempunyai beberapa orang teman. Pasien mulai timbul keluhan kejiwaan. 3. Riwayat pendidikan SD : pasien bersekolah di SD X, prestasi cukup baik SMP : pasien bersekolah di SMP Y, prestasi cukup baik

4. Riwayat pekerjaan Pasien mengatakan dia pernah bekerja sebagai asisten dosen Fakultas Hukum di Jakarta Utara selama satu setengah tahun. Setelah itu pasien tidak bekerja lagi. 5. Kehidupan beragama Pasien beragama Islam dan sering sholat 5 waktu. Sekarang pasien tidak berpuasa sudah 4 hari. 6. Kehidupan sosial dan perkawinan Pasien mengaku sudah berpisah dengan suaminya sejak 8 tahun yang lalu karena tidak tahan dengan sikap suaminya yang suka membagi-bagi uang kepada saudara suaminya walaupun mereka sudah bekerja.
5

E. Riwayat Keluarga Pasien merupakan anak ke-2 dari empat orang bersaudara. Menurut pasien, ibunya sudah meninggal dunia karena stroke sementara ayahnya masih hidup. Ayahnya menikah dengan ibu tiri. Hubungan pasien dengan keluarga baik-baik saja kecuali dengan ibu tirinya sering berantem. Selama di sini belum ada anggota keluarga yang datang menjenguknya.

Pohon Keluarga :

Laki-laki

perempuan

Pasien

meninggal

10

11

1. 2. 3. 4. 5. 7. 8.

Tn. M : ayah, 77 tahun, sehat Ny. B : Ibu, 62 tahun, meninggal Ny. S : kakak perempuan, 50 tahun, sehat Ny. D : pasien, 48 tahun Tn A : mantan suami, 49 tahun, sehat Tn D : adik laki-laki, 45 tahun, sehat Tn H : adik laki-laki, 40 tahun, sehat

F. Status Kehidupan Sosial Sekarang Pasien tidak mempunyai rumah dan sendiri tidur di stasiun terminal bis Kota Tua sejak november 2012.
6

============================================ ======================= STATUS MENTAL ============================================ =================== A. Deskripsi Umum 1. Penampilan Pasien, perempuan usia sekitar 48 tahun, penampilan dan kebersihan diri baik, sesuai umur, kulit sowo matang, rambut pendek. Pasien bersikap cukup kooperatif. Saat wawancara, pasien mengenakan pakaian berwarna cerah yaitu dress paras bawah lutut berwarna orange, kemeja putih lengan panjang bercorak lintang, anting-anting berwarna biru dan memakai sandal. 2. Kesadaran Kesadaran sensorium/neurologik Kesadaran psikiatrik : compos mentis : tidak terganggu

3. Perilaku dan aktivitas psikomotor Sebelum wawancara : Pasien berada di ruang barak 2, sedang duduk membaca akhbar ,dan saat dipanggil untuk wawancara pasien kelihatan bersemangat dan siap untuk diwawancara. Selama wawancara : Selama wawancara, sikap pasien bersemangat, ada kontak mata, cukup kooperatif dan mampu menjawab pertanyaan dengan baik. Sesudah wawancara : Pasien bersalaman dan
7

mengakhiri

percakapan

dengan

pewawancara lalu berjalan tenang kembali keruangannya. 4. Sikap terhadap pemeriksa Cukup kooperatif dan terbuka. 5. Pembicaraan : Cara berbicara : spontan, cepat, volume suara jelas

Gangguan berbicara : artikulasi jelas.

B. Alam Perasaan (Emosional) 1. Suasana perasaan (mood) : hipertim 2. Afek ekspresi afektif a. Arus b. Stabilisasi c. Kedalaman d. Skala diferensiasi e. Keserasian g. Ekspresi h. Dramatisasi i. Empati C. Gangguan Persepsi Halusinasi Halusinasi auditorik Halusinasi visual pelbagai rupa Olfaktorik Taktil Gustatorik : tidak ada : tidak ada : tidak ada : mendengar suara bisikan menyuruh : Ada : dapat dirasakan : cepat : Stabil : normal : normal : Serasi : Ada

f. Pengendalian impuls: Cukup

pasien melakukan banyak hal : pasien mengatakan melihat makhlus halus

Ilusi Depersonalisasi Derealisasi .

: tidak ada : tidak ada : tidak ada

D. Sensorium dan Kognitif (Fungsi Intelektual) 1. Taraf pendidikan : Hanya sampai 3 SMP 2. Pengetahuan umum 3. Kecerdasan 4. Konsentrasi 5. Orientasi a. Waktu berapa b. Tempat c. Orang muda d. Situasi 6. Daya ingat : a. Tingkat : Jangka panjang : baik, pasien dapat mengingat nama teman-teman masa kecilnya Jangka pendek : baik (Pasien ingat apakah dia sudah makan tadi siang dan menyebutkan menunya) Segera :pasien bisa mengulang angka yang telah disebutkan pewawancara b. Gangguan : tidak ada 7. Pikiran abstraktif : pasien tahu makna dari peribahasa ada gula ada semut 8. Visuospasial 9. Bakat kreatif : pasien dapat menggambar jam 1.00 : Tidak ada
9

Pasien

mengetahui

Susilo

Bambang

Yudhoyono adalah presiden Indonesia : Rata-rata (dapat menghitung perkalian) : baik

: pasien tahu sekarang hari, bulan, dan tahun : pasien tahu dimana dia berada sekarang : pasien sadar sedang diwawancara oleh dokter : pasien sadar sedang diwawancara

10. Kemampuan menolong diri sendiri : pasien makan dan minum sendiri E. Proses Pikir 1. Arus pikir : Produktifitas Kontinuitas : berfikir cepat, banyak bicara : flight of ideas, asosiasi baik : tidak ada

Hendaya bahasa

2. Isi pikir : Preokupasi Waham Waham kebesaran : pasien mengatakan dia mempunyai kelebihan supernatural yaitu melihat bayangan makhluk halus pelbagai rupa. Obsesi Fobia Waham dikendalikan : tidak ada : tidak ada : tidak ada : pasien sering mengikut suara bisikan yang menyuruh dia ikut pergi : tidak ada

Gagasan rujukan

Gagasan pengaruh: tidak ada

F. Pengendalian Impuls Baik, selama wawancara pasien bersemangat dan tidak menunjukkan gejala yang agresif

G. Daya Nilai 1. Daya nilai sosial : Baik (Pasien mengatakan perbuatannya minum alkohol adalah salah)

10

2. Uji daya nilai

: Baik (pasien mengatakan kalau terjumpa

dompet berisi duit dan ada alamat serta nomor telefon, pasien akan mengembalikannya ke polisi) 3. Daya nilai reabilitas H. Tilikan Derajat 2: mempunyai sedikit pemahaman terhadap penyakit tetapi : Buruk

juga sekaligus menyangkal pada waktu yang bersamaan (pasien mengaku bahwa dirinya tidak sakit dan pada masa yang sama mengatakan suara bisikan yang dialaminya bukan sesuatu yang normal) I. Reliabilitas Dapat dipercayai

============================================ ======================= PEMERIKSAAN FISIK ============================================ =================== A. Status Internus 1. Keadaan umum 2. Kesadaran 3. Tensi 4. Nadi 5. Suhu badan 7. Bentuk tubuh 9. Sistem respiratorius Wheezing -/10. Sistem gastro-intestinal
11

: Baik : Compos Mentis : 120/70mmHg : 80x/menit : data tidak didapatkan : atletikus : Suara napas Vesikuler, Ronki -/- , : data tidak didapatkan

6. Frekuensi pernapasan : 24x/menit 8. Sistem kardiovaskular : S1-S2 reguler, murmur - , gallop -

11. 12.

Sistem musculo-sceletal Sistem urogenital

: data tidak didapatkan : data tidak didapatkan

B. Status Neurologikus 1. Saraf kranial 2. Gejala rangsang meningeal 3. Mata 4. Pupil 5. Opthalmoscopy 6. Motorik 7. Sensibilitas 9. Fungsi luhur 10. Gangguan khusus : tidak dilakukan : tidak dilakukan : Conjungtiva anemis -/-, Sklera ikterik -/: Isokor : tidak dilakukan : lengan 5+/5+, tungkai 5+/5+ : +/+ : tidak dilakukan : tidak ada

8. Sistem saraf vegetatif : tidak dilakukan

============================================ ======================= PEMERIKSAAN PENUNJANG ============================================ =================== Data hasil pemeriksaan penunjang tidak didapatkan ============================================ ======================= IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA ============================================ =================== Seorang pasien wanita berusia 48 tahun, sudah menikah dan tidak

bekerja, pendidikan terakhir 3 SMP. Dihantar oleh petugas ke panti tapi tidak tahu sebabnya. Saat wawancara pasien memberikan kerjasama yang baik, bicara cepat, flight of ideas dan mood yang hipertim. Halusinasi auditorik menonjol. Selain itu terdapat juga halusinasi visual, waham kebesaran dan waham dikendalikan. Halusinasi dan waham sudah terjadi sejak beberapa tahun.
12

Pasien seorang perokok

dan pernah minum

minuman beralkohol.

Kemampuan menolong diri sendiri baik terlihat dari penampilan diri pasien yang terurus. Daya nilai baik, tilikan derajat 2, dan reabilitas dapat dipercaya. ============================================ ======================= FORMULASI DIAGNOSTIK PASIEN ============================================ ===================
AKSIS I

Berdasarkan ikhtisar penemuan bermakna, maka kasus ini: i. Termasuk gangguan jiwa karena adanya hendaya dan disfungsi disertai gejala kejiwaan berupa: Halusinasi auditorik Halusina visual Waham kebesaran Waham dikendalikan ii. Gangguan ini sebagai Gangguan Mental Non Organik (GMNO) karena tidak adanya: Gangguan kesadaran Gangguan defisit kognitif Faktor organik spesifik iii. GMNO ini termasuk psikosis karena adanya gejala psikosis berupa: Adanya waham : Waham kebesaran Waham dikendalikan

Adanya halusinasi : Halusinasi auditorik Halusinasi visual


13

Menurut PPDGJ III, GMNO psikosis ini termasuk gangguan afektif bipolar episode kini manik dengan psikotik karena memenuhi kriteria seperti: 1. Episode sekarang harus memenuhi kriteria mania dengan gejala psikotik (F30.2), waham atau halusinasi dapat ditentukan sebagai serasi atau tidak serasi dengan mood. 2. Harus ada sekurangnya satu episode afektif lain (hipomanik, manik, depresif atau campuran) di masa lalu
AKSIS II

Tidak ada gangguan kepribadian karena tidak terdapat ciri patologik dari kepribadian. Tidak ada retardasi mental karena pasien mampu menempuh sekolah sampai 3 SMP

AKSIS III

Tidak ada kelainan fisik dan cacat bawaan yang ditemukan.

AKSIS IV

Masalah dengan keluarga (merasa tidak dipedulikan)

AKSIS V

Global Assessment of Function (GAF) Scale 40-31: beberapa gangguan dalam uji realitas atau komunikasi, atau gangguan mayor dalam hubungan keluarga, daya nilai, berpikir, atau mood.

14

============================================ ======================= EVALUASI MULTIAKSIAL ============================================ =================== AKSIS I AKSIS II AKSIS III AKSIS IV AKSIS V : F.31.2 (Gangguan afektif bipolar, episode kini manik : Tidak ada diagnosis : Tidak ada diagnosis aksis III : Masalah dengan primary support group(keluarga) : Global Assessment of Function (GAF) Scale = 40-31

dengan gejala psikotik)

============================================ ======================= PROGNOSIS ============================================ =================== Prognosis ad vitam : dubia ad bonam Prognosis ad sanationam : dubia ad bonam Prognosis ad fungsionam : dubia ad malam

============================================ ======================= DAFTAR PROBLEM ============================================ =================== Organobiologik Psikologi/psikiatrik Sosial/keluarga baik : Tidak ada : waham kebesaran, waham dikendalikan, : Hubungan sosial dengan keluarga kurang

halusinasi auditorik, halusinasi visual.

15

============================================ ======================= TERAPI ============================================ =================== Terapi Farmakologis Haloperidol Efek terapi : merupakan obat antipsikosis untuk gejala negatif (menarik diri,pasien suka menyendiri) dan gejala positif( waham,halusinasi, bicara kacau) Dosis : diberikan sesuai dosis anti psikosis yaitu 2x5mg Efek samping: 1. sedasi dan inhibisi psikomotor ( rasa mengantuk, kewaspadaan berkurang, kinerja psikomotor menurun, kemampuan kognitif menurun) 2. gangguan otonomik( hipotensi, mulut kering, sulit miksi, hidung tersumbat) 3. gangguan Ekstrapiramidal: distonia, akatisia, sindrom Parkinson : rigiditas, tremor, bradikinesia) 4. efek samping irreversible: gerakan involunter berulang: lidah, mulut, rahang, anggota gerak) Efek terapi : untuk mencegah efek samping dari obat anti-psikosisnya (seperti Parkinson, akathisia, diskinesia). Antikolinergik, mencegah munculnya efek samping extrapiramidal akibat pemakaian anti psikosis high potensial Dosis : Diberikan 2x2mg Chlorpromazin Efek
efek farmakologinya adalah sebagai psikotropik dan ia juga mempunyai efek sedatif dan antiemetik. Chlorpromazine mempunyai efek anti-adrenergik

Triheksilpheni dil

terapi

kuat dan antikolinergik perifer lemah, serta efek penghambatan ganglion yang relatif lemah. Ia juga mempunyai efek antihistamin dan antiserotonin lemah. Dosis : 1x100mg Intervensi Psikososial Terapi ini diberikan kepada pasien apabila kondisi pasien tenang dan cukup kooperatif untuk berkomunikasi.
16

Antara bentuk terapi yang dijalankan adalah seperti berikut:


a.

Psikoterapi suportif Ventilasi : pasien diberikan kesempatan untuk meluahkan isi hatinya. Sugesti :menanamkan kepada pasien bahwa gejala-gejala

gangguannya akan hilang. Reassurance: meyakinkan pasien bahwa dia sanggup mengatasi masalahnya.

b.

Psikoterapi edukatif Memotivasi pasien untuk berobat teratur Menasihati pasien supaya lebih banyak mendekati lingkungan secara perlahan-lahan Memberi edukasi untuk membantu pasien agar dapat mengerti keadaan yang sekarang dan mengatasi permasalahan yang ada dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya

Sosioterapi Memberi kesempatan kepada pasien untuk melibatkan diri dalam kegiatan panti

Lampiran Cuplikan Wawancara

Pasien dan dokter muda (pewawancara) duduk di pinggir lapangan volley di Panti Bina Insan Kedoya, Jakarta Barat Dokter muda : selamat siang ibu, saya dokter muda Hazirah, kita

ngobrol-ongobrol sebentar bisa? Pasien : selamat siang dok, bisa-bisa (sambil tersenyum)
17

Dokter muda Pasien Dokter muda Pasien Dokter muda Pasien Dokter muda Pasien

: kalau bisa tau nama ibu siapa ya? : nama saya D dok. : ohhh.. Ibu D. Bagaimana kabarnya hari ini? : baik-baik aja dok : Ibu sudah lama di sini? : sudah lama dok : kira-kira berapa lama ya pak? Sudah berbulan-bulan? : berapa lama ya dok?..saya tidak ingat (sambil

menggaru kepala) Dokter muda Pasien Dokter muda Pasien : ibu aslinya dari mana? : dari Bangka, Belitung dok : ibu sekarang tinggal dimana? : di stasiun terminal bis Kota Tua Jakarta Utara dok.

Saya sudah tinggal disitu sejak november 2012. Dokter muda Pasien Dokter muda Pasien Dokter muda sini? Pasien : saya waktu itu sedang menggulung rokok di stasiun terminal bis Kota Tua. Tiba-tiba datang satpam datang menangkap saya dan dibawa ke rumah sakit ini. Saya tidak mengerti kenapa saya dibawa kesini dok. : ohh.. ibu ingat tanggal lahir ibu tidak? : tanggal 27 Agustus 1965 dok. : kalau usia ibu sekarang berapa? : saya sudah 48 tahun dok : bapak bisa ceritakan kenapa bapak bisa dibawa ke

18

Dokter muda

: ohhh..begitu ya bu. Keluarga ibu sekarang dimana? ibu

sudah menikah dan punya anak? Pasien : keluarga di Bangka dok. Saya sudah berpisah dengan

suami sejak 8 tahun yang lalu. Saya punya 4 orang anak dan anak kedua saya meninggal karena keracunan. Dokter muda Pasien Dokter muda : ibu anak yang keberapa? : anak ke 2 dari empat saudara dok. : bagaimana hubungan ibu dengan orang tua dan

saudara yang lain? Pasien : baik-baik aja dok tapi saya merasa kesal karena

mereka tidak pernah menjenguk saya disini. Ibu saya sudah meninggal karena strok dan bapak masih hidup. Hubungan dengan bapa dan saudara baik-baik aja dulunya cuma saya tidak suka ibu tiri saya. Kami sering berantem bicara. Dokter muda Pasien Dokter muda Pasien : maaf bu, kalo bisa tau ibu agamanya apa ya? : islam dok : ibu sering solat? : oh saya sering solat dok. 5 waktu cukup semua tapi 4

hari ini saya tidak berpuasa. Dulu sering saya ikut pengajian agama. Di bangka itu orang islam tidak ramai dan jika ada juga tidak begitu alim. Di sana bapa saya jadi bapa imam..yaa tidak ada pilihan lah..sudah tidak ada calon yang boleh jadi imam selain bapa saya. Dokter muda Pasien : ibu pernah kerja tidak sebelumnya? : saya pernah bekerja sebagai asisten dosen Fakultas

Hukum selama satu setengah tahun dan setelah itu tidak bekerja lagi. Soalnya waktu itu bapa saya sedang sakit. Saya menjaga dia dan menjadi ibu rumah tangga saya menguruskan anak-anak saya.

19

Dokter muda pernah ranking? Pasien empat. Dokter muda

: ibu dulu sekolahnya sampai tingkat berapa? Di sekolah

: saya sekolah sampai 3 SMP. Pernah sekali saya ranking

: selama disini ibu pernah mendengar suara-suara

bisikan atau bayangan ga? Pasien : kalau bisikan gitu sudah lama dok. Dari saya belum

menikah lagi saya pernah dirawat di rumah sakit jiwa beberapa kali. Tahun 1990 di rehabilitasi mental semplok bogor. Terus ke rumah sakit jiwa di bangka, rumah sakit jiwa di surabaya, di Keputih sempat dua kali, kemudian ke rumah sakit Malang dan sekarang disini. Sering di rumah sakit saya mendengar bisikan gitu dok. Dokter muda Pasien : tau tidak bisikan dari siapa? Laki-laki atau perempuan? : saya tidak pasti laki atau perempuan dok. Tapi dia

sering bisik saya suruh saya ikut dia. Kalau dulu saya sering ikut katakatanya tapi sekarang saya sudah rajin solat, doa supaya suara itu pergi. Saya tidak mau ikut kata-katanya dok. Dokter muda Pasien : Terus ibu ada melihat bayangan juga? : saya ada kelebihan supernatural dok. Saya bisa lihat

makhluk halus begitu. Pernah saya berdua sama teman saya. Terus saya melihat ada bayangan di depan kami. Saya tidak kasi tahu teman saya supaya dia tidak takut. Sewaktu saya tinggal di Citayem saya keluarga, saya juga pernah lihat sesuatu di pokok depan rumah saya itu. Pokoknya sering juga saya melihat makhluk halus begitu. Dokter muda Dokter muda : suara bisikan itu pernah menampakkan dirinya tidak ? : baiklah..ibu pernah tidak selama hidup bapak merasa

sedih yang berlebihan sampai mahu bunuh diri?

20

Pasien

: saya pernah sedih sewaktu anak saya meninggal saat

melahirkan itu dok. Terus saya juga sedih sebelum tahu diri saya hamil anak saya yang meninggal itu, baru saya tahu saya sebenarnya isteri ketiga suami saya. Dokter muda Pasien Dokter muda : kalau rasa gembira tanpa ada sebabnya? : sering juga dok. : ibu pernah suka tidak membagi-bagi uang atau barang

pada orang lain dan ibu boros atau tidak? Pasien : dulu saya suka bagi-bagi pakaian saya pada orang dok.

Terus kalau bisa jahit. Kadang saya bagi hasil jahit itu pada tetangga saya. Sering juga tiap bulan saya bagi uang pada pesantren. Hm..saya sering juga beli-beli gitu. Cicilan kereta, cicilan tanah. Dokter muda : waktu ibu jahit pernah tidak sampai tidak tidur? Atau

beraktivitas semangat dan tidak pernah lelah? Pasien : oh dulu pernah juga sampai satu malam saya tidak

tidur jahir kaos begitu dok. Kalau dirumah semua saya yang kerjain. Mencuci, memasak. Semuanya saya dok. Dokter muda : ibu suka ya pakaian yang warna cerah begini? Suka

pakai makeup ga? Pasien : suka dok. Saya suka tu pakai make up di mata. Warna

bagus-bagus. Terus sering juga beli asesoris gitu. Dokter muda : oh..begitu ya..ibu pernah tidak mulai merokok, minum

alkohol atau minum obat-obat selain yang dikasi doktor. Pasien : iya dok..saya sering ambil rokok yang ditinggal orang

di stasiun itu. Terus pernah juga sekali minum alkohol tapi tidak sampai mabuk gitu dok. Dikasi anak-anak yang di stasiun. Obat-obatan tidak pernah coba. Dokter muda : menurut ibu minum alcohol baik tidak?
21

Paien

: tidak baik dok : kalau ibu ketemu dompet isinya uang dan KTP di

Dokter muda

stasiun atau dimana, ibu mau ngapain? Pasien Dokter muda Pasien Dokter muda Pasien Dokter muda Pasien disitu. Dokter muda Pasien Dokter muda Pasien Dokter muda Pasien Dokter muda Pasien Dokter muda Pasien Dokter muda Pasien : tau sekarang hari apa pak? : tanggal 30 Juli 2013 dok. : bapak tau sekarang bapak ada dimana? : di rumah sakit jiwa dok. : bisa tunjukkan saya dimana kamar bu? : disitu dok (sambil menunjukkan kamarnya benar) : ibu tau sekarang kita lagi apa? : lagi ngobrl-ngobrol sama dokter mudahehehe : ibu bisa bantu saya menggambar jam tidak? Jam 1.00. : (pasien melukis dengan benar) : bapak pernah kecelakaan tidak? : tidak pernah dok : saya kasi ke polisi. kasian orangnya dok. : ibu tau tidak presiden Indonesia sekarang siapa? : presiden SBY dok. : bapak sudah makan belum? : sudah dok. Tadi makannya nasi, tempe. : ohhh.. ibu tahu tidak peribahasa ada gula ada semut. : tahu dok. Dimana ada kenikmatan ada ramai orang

22

Dokter muda dibawa ke sini? Pasien dok. Dokter muda tidak? Pasien Dokter muda Pasien

: bapak pernah dirawat di tempat lain tidak pak sebelum

: saya pernah dirawat sewaktu mau melahirkan anak

saya meninggal itu. Kata sepupu saya yang lagi magang itu preeklamsi

: menurut ibu sekarang sakit dan perlu bantuan dokter

: tidak dok, saya sehat-sehat aja. : menurut ibu sehat itu gimana ya? : sehat itu kalau badan tidak demam, tidak seperti

mereka di sini dok. Menari, menyanyi gitu dok. Tapi kadang saya tertanya kenapa ya saya sering dengar suara bisikan sama lihat makhluk halus. Dokter muda : oh ya..baik bu, sebelum kita akhiri wawancara kita ada

yang ibu mau Tanya? Pasien Dokter muda : tidak ada dok : kalau begitu sampai disini dulu yabu kita ngobrol-

ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi Pasien Dokter muda Pasien : iya dok : terima kasih ya bu : sama-sama dok (bersalam)

23