Anda di halaman 1dari 23

KELAINAN PERTUMBUHAN PROLIFERASI & DIFERENSIASI SEL

Bagian Patologi Anatomi

KELAINAN PERTUMBUHAN PROLIFERASI & DIFERENSIASI SEL


Memahami berbagai kelainan pertumbuhan: PROLIFERASI berlebihan, berkurang, KELAINAN DIFERENSIASI Memahami pertumbuhan sel normal, Siklus Sel dan Siklin, Memahami pertumbuhan sel neoplastik Memahami Perbedaan Sifat Neoplasma Jinak vs. Ganas Memahami Ciri Sel Ganas vs. Jinak Memahami Deferensiasi Neoplasma Ganas Memahami Grading & Staging untuk terapi dan peramalan prognosis

KELAINAN PERTUMBUHAN
BERKURANG PEMBENTUKAN ORGAN: Hipoplasia, Agenesis SETELAH TERBENTUK KMD. BERKURANG: Aplasia, Atrofia. PERTUMBUHAN BERLEBIHAN: HIPERPLASIA: Ukuran Organ / Jaringan bertambah besar o.k. jumlah sel bertambah banyak

HIPERPLASIA
Terjadi akibat rangsang tertentu, apabila rangsang hilang dapat normal kembali Fungsi Organ tsb. Bertambah, misal kelenjar Contoh Hiperplasia Fisiologi: Prostat, Endometrium, Uterus, Sumsum tulang, Mamma Hiperplasia Patologik: Epitel Serviks Uterus, Pseudoepitheliomatosa

HIPERTROFIA
Ukuran Organ bertambah besar o.k. bertambahnya ukuran sel-sel yg membentuknya Contoh Hiperplasia Fisiologik: Otot Hipertrofia Patologik: Ventrikel Jantung akibat Hipertensi

KELAINAN DIFERENSIASI SEL

METAPLASIA: Perubhan bentk suatu jaringan dewasa menjadi jar dewasa lain.

Metaplasia Epitel Skuamosa: endoserviks, trachea bronchus, vesika felea, pelvis renis. Metaplasia Epitel Kolumner: Esofagus, trachea,bronchus Metaplasia Mesenchym

DISPLASIA: Jumlah sel meningkat,Atipik (Praganas)

PERTUMBUHAN SEL NORMAL


Tubuh Manusia tersusun oleh Sel, Jaringan, membentuk Organ (paru, hati, ginjal) Pertumbuhan Manusia (Organ) akibat sel memperbanyak diri melalui pembelahan sel (Mitosis) shg manusia tumbuh menjadi besar. Proses Pembelahan Sel (Mitosis): terkendali, mengikuti aturan & kaidah normal Siklus Sel normal.

SIKLUS SEL

Fase MITOSIS (M): dpt dilihat dg mikroskop cahaya. Pembelahan Sel (Mitosis), pembelahan sitoplasma (Sitokinesis) Profase, Anafase, Metafase, Telofase Fase INTERFASE: Terbagi menjadi fase G1, S, dan G2. Howard & Pelc (1953) membuktikan terdapatnya replikasi DNA (Sintesis DNA)= Fase S. Ternyata fase S berlangsung cepat, dan tdk berlangsung pd seluruh INTERFASE. Kemudian terdapat pula fase G0.

PERTUMBUHAN SEL NEOPLASTIK


Sel-sel membelah diri tanpa mengikuti aturan normal,tdk terkendali, tdk terkoordinasi, tumbuh terus menerus (immortal) BENJOLAN (TUMOR). Outlaw cells ini dipicu oleh onkoprotein. Terdpt Neoplasma Benigna vs. Maligna (Kanker).

NEOPLASMA BENIGNA
TUMOR: Istilah klinik yg menggambarkan suatu benjolan (Oedem, perdarahan, Neoplasma) NEOPLASMA BENIGNA: Tumbuh perlahan, berkapsul, ekspansif, tdk metastasis, dioperasi tidak kambuh, gambaran mikroskopik masih seperti sel asalnya.

NEOPLASMA MALIGNA

Tumbuh cepat, tdk berkapsul, infiltratif diantara jaringan ikat sekitar, METASTASIS secara limfogen dan hematogen, walau dioperasi sering kambuh (residif). Secara mikroskopik menunjukkan bentuk sel ganas (perhatikan ciri sel ganas) Metastasis adl pertumbuhan implantasi sekunder yg tdk mempunyai hub langsung dg tumor primer. Tidak semua kanker mampu bermetastasis, mis KSB, SSP invasif akan tetapi jarang metastasis.

PERKEMBANGAN SEL NEOPLASTIK

SEL NORMAL SEL DISPLASIA: Sel epitel menunjukkan loss in the uniformity of individual cells, loss in their architectural orientation atypical cells KARSINOMA INSITU; bila belum menembus membr basalis SEL NEOPLASTIK: akan mengadakan invasi ke jaringan well differentiated, intermediet, poor differentiated

DEFINISI NEOPLASMA

An abnormal mass of tissue, the growth of which exceeds and is uncoordinated with that of normal tissues and persists in the same excessive manner after the cessation of the stimuli which evoked the change (Willis)

NOMENKLATUR
Hrs selalu ingat: pertumbuhan berlebihlebihan suatu sel (sel asal) Komponen tubuh: sel parenchym dan stroma penyokong (jar ikat, p drh, p limfe) Benigna: nama sel asal + OMA Maligna: nama sel asal + KARSINOMA / SARKOMA

BENIGNA

Nama sel asal + OMA Jar ikat fibros Fibroma Jar tl rawan Chondroma

PENAMAAN LAIN: Seperti jari-jari Papiloma Bentuk kista Kistadenoma Asal kelenjar Adenoma

MALIGNA
Asal sel epitel: + KARSINOMA Asal jaringan mesenchym: + SARKOMA Epitel tubuh manusia berasal dari 3 germ layers: Ektoderm (epitel kulit), mesoderm, endoderm (epitel Usus)

Mixed Tumor
TUMOR CAMPUR (Mixed tumor): stem cell yg mengalami diferensiasi divergent, mis kel liur (komponen epitel tersebar diantara stroma fibromiksoid pulaupulau kartilago/tulang. Contoh mixed tumor kelenjar parotis monomorfik/pleiomorfik adenoma yang berasal dari epitel duktus

Teratoma
Berasal dari sel tutipoten di ovarium, testes, midline embryonic rest Sel ini mampu berdiferensiasi menjadi semua jenis sel di dalam tubuh (tulang, otot, lemak, syaraf) Apabila komponennya matur Benigna Komponennya imatur Maligna

Hamartoma & Choristoma


Hamartoma: Suatu malformasi berupa masa matur yg berasal dari jaringan endogen yg disorganisasi pd suatu organ, misal nodul di paru berupa jaringan kartilago Choristoma: Suatu heterotopic rest of cell menyebabkan anomali kongenital, misal pankreas norma well developed terdapat pada mukosa gaster

CIRI SEL GANAS


Bentuk sel pleiomorfik, anisositosis, anisokaryosis, Bizzare, Giant cell NC ratio meningkat Hiperkromatik, penebalan membran inti tdk merata Mitosis, EM: Ribosom bebas banyak; RER sdkt., bentuk mitokondria bervariasi Perbhn urutan DNA, onkogen yg mengekspresi onkoprotein

DIFERENSIASI & ANAPLASIA


Diferensiasi sel-sel pd Neoplasma Maligna sangat bervariasi (well differentiated, intermed, poor differentiated/ anaplasia) Sel anaplasi sangat pleiomorf (variasi ukuran & bentuk), nukleus besar hiperkromatik, NC Ratio dari 1:4 atau 1:6 menjadi 1:1, kromatin kasar menggumpal, nukleoli banyak, mitosis, giant cell, bizzare

Grading & staging


Penting untuk penentuan terapi (protokol) dan peramalan prognosis. Terapi berdasar protokol professi, umumnya terapi Bedah, Sitostatika, Radiasi dan akhir-akhir ini terapi biologik Prognosis dalam 5 year survival rate atau 10 year survival rate

Grading & Staging


Grading Berdasarkan diferensiasi histopatologik, diferensiasi baik, moderat, jelek., Broders Staging Berdasarkan Keadaan Klinik: sistim TNM (Tumor Nodus Metastasis), FIGO dll.