Anda di halaman 1dari 14

BAHAN DAN ALAT PENANGKAPAN IKAN

FAKULTAS PERIKANAN dan ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PEMBAHASAN
Definisi Bahan & alat Penangkapan Ikan Faktor faktor yang mempengaruhi Usaha Penagkapan Ikan

Bahan

Alat Penangkapan Ikan

DEFINISI
Bahan Penangkapan Ikan (Fishing Gear Material )adalah segala macam bahan yang digunaka untuk membentuk suatu kesatuan alat penangkapan ikan Alat Penangkapan ikan (fishing gear) adalah segala macam alat yang di pergunakan dalam usaha penangkapan ikan, trmasuk alat tangkap, kapal dan alat bantu lainnya. Bahan / Alat penangkapan Ikan adalahsegala macam bahan/alat yang di pergunakan untuk menangkap ikan di perairan

Faktor faktor yang Mempengaruhi


Kontruksi Alat Penangkapan Ikan yang cocok Ketrampilan Bahan yang di gunakan untuk membuat alat tangkap

Bahan
Berasal dari serat alami Bahan Textil Jenis bahan Bahan non textil (Sebagai Pelampung , pemberat, jangkar, dll) Berasal dari serat buatan

Serat tumbuhan (Serat,buah,biji , batang,daun) Serat hewan (Sutera,woll) Natural Polimer


Sintetic Polimer 1. Polyamide 2. Polivinil alkohol 3. Polivinil Klorida 4. Poliester 5. Polietylene 6. Polyacri Lonitline 7. Copoluner

Sifat sifat Bahan


Serat Alami Mudah Membusuk Terdiri dari staple fiber Tidak dipengaruhi oleh sinar ultra violet Tidak seberapa kuat Menyerap air Tidak mencair Serat Buatan Tidak mudah membusuk Kebanyakan terdiri Continous filament fibers Beberapa ada yang di pengaruhi sinar ultra violet Kebnyakan kuat Sedikit menyerap air/ sama sekali tidak menyerap air Mencair pada temperatur tertentu

Syarat syarat bahan

1. 2. 3.

Dalam pemilihan bahan untuk pembuatan suatu alat penangkapan ikan, diusahakan menggunakan bahan yang memenuhi tiga persyaratan umum, yaitu : Murah Harganya Cocok sifat sifatnya Mudah diperoleh

Konstruksi Benang dan Tali


Secara Umum Proses Pembuatan Tali adalah dengan Cara melakukan pemintalan beberapa kali dari bahan baku sehingga menjadi tali yang siap untuk digunakan. Beberapa istilah yang berasal dari bahan asing yang saat ini digunakan dalam istilah perikanan adalah : Netting twinning (Twine) : tali / benang untuk pembuatan jaring Rope : Tali yang mempunyai ukuran besar Thread : tali / benang berukuran kecil

Untuk membuat tali dari bahan baku diperlukan beberapa kali pemintalan . Mula- mula sejumlah fibres dipintal twist mwnjadi yarn, beberapa yarn dipintal menjadi strand dan selanjutnya beberapa strand dipintal lagi menjadi thread/twine/rope sehingga dengan demikian dari bahan baku fibres menjadi thread/twine/rope setidaknya diperlukan 3 kali pemintalan

1. Pemintalan dari fibres menjadi yarn biasanya disebut dengan lower twist 2. Pemintalan yarn menjadi strand disebut dengan middle twist 3. pemintalan Strand menjadi thread/twine/rope biasanya disebut dengan upper twist

Syarat syarat Pemintalan Tali


Pada proses pembuatan Tali ada beberapa syarat arah pintalan yang harus diperhatikan agar tali dapat bebrbentuk dengan baik dan sesuai dengan yang diharapakan. Pada dasarnya membuat tali dengan arah pintalan kanan (S) maka arah pintalan (Strand/ middle twist) haruslah dengan arah yang berlawanan (Z) sedangkan arah pintalan pada lower twist adalah bebas (boleh S boeh Z)
No 1 2 3 4 Lower S S Z Z Middle S Z Z S Upper Z S S Z

Klasifikasi Alat Penangkapan Ikan


Menururt FAO, 1971 1. Jaring Lingkar (Purse seine, payang, dll) 2. Pukat (Doggol, beach seine, dll) 3. Pukat harimau (trawl, ) (Bottom trawl, Mid water trawl, dsb ) 4. Penggaruk (Penggaruk berperahu dan biasa) 5.Tangkul (Portable Lifnet, bagan perahu) 6. Alat yang dijatuhkan (Jala dan lainnya) 7. Jaring Insang dan Jaring Puntal (Gillnet, Trawl net, dsb)

Menurut Statistik Perikanan Indonesia (1987)


1. Pukat udang 2. Pukat kantong (Payang, Dogol, Pukat Pantai) 3. Pukat Cincin (Pure seine) 4. Jaring Insang (Gill Net) (jaring hanyut, lingkar, tetap) 5. Jaring Angkat (Lift net) (Bagan Perahu,Bagan Tancap, dll) 6. Pancing (Hook and Line) (Rawai Tuna, Pancing Tonda, dll) 7. Penangkap (trap) (Sero, jermal, bubu, dll) 8. Alat pengumpul Kerang dan Rumput laut. 9. Muroami 10. Lain lain (jala, tombak, dll)

Terminologi
Mesh : bentuk bukaan mata pancing Point : sudut pada mata pancing Bar : jarak antara dua simpul yang di ukur dari pusat simpul yang bersangkutan Panjang mesh : jarak antara pusat dan dua buah simpul yang berlawanan dalam mesh yang sama bila mesh tersebut dibentangkan dengan penuh (Strecht Mesh)