Anda di halaman 1dari 12

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Endapan Sedimenter

Sedimentasi adalah suatu proses pengendapan material yang ditransportasi oleh media air, angin, es atau gletser di suatu cekungan. Delta yang terdapat di mulut-mulut sungai adalah hasil dan proses pengendapan material-material yang diangkut oleh air sungai, sedangkan bukit pasir (sand dunes) yang terdapat di gurun dan di tepi pantai adalah pengendapan dari material-material yang diangkut oleh angin. Endapan sedimen (sedimentary deposit) adalah tubuh material padat yang terakumulasi di permukaan bumi atau di dekat permukaan bumi, pada kondisi tekanan dan temperatur yang rendah. Sedimen umumnya (namun tidak selalu) diendapkan dari fluida dimana material penyusun sedimen itu sebelumnya berada, baik sebagai larutan maupun sebagai suspensi. Definisi ini sebenarnya tidak dapat diterapkan untuk semua jenis batuan sedimen karena ada beberapa jenis endapan yang telah disepakati oleh para ahli sebagai endapan sedimen: Di endapkan dari udara sebagai benda padat di bawah temperatur yang relatif tinggi, misalnya material fragmental yang dilepaskan dari gunung api Di endapkan di bawah tekanan yang relatif tinggi, misalnya Mineral bijih dapat diklasifikasikan berdasarkan proses terbentuknya yaitu insitu dan alluvial.

2.2 Endapan Konsentrasi Mekanik Proses ini terjadi secara alamiah yaitu proses berupa pemisahan gravitasi antara mineral berat dan mineral ringan oleh aliran air atau oleh angin. Mineral berat akan terpisah dan diendapkan lebih dahulu, sedang mineral yang ringan akan diangkut yang pada suatu saat akan diendapkan apabila energi pengangkutan sudah melemah. Agar mineral berharga dapat terkumpul sehingga mempunyai nilai ekonomi beberapa persyaratan harus terpenuhi : Mempunyai berat jenis yang tinggi Resisten atau tahan terhadap pelapukan kimia Keras dan tahan terhadap tumbukan, gesekan, selama pengangkutan Beberapa mineral placer yang mempunyai sifat-sifat tersebut antara lain : emas, perak, platina, kasiterit, magnetit, khromit, rutile, tembaga, zircon, monazite, fosfat, dan korundum. Mekanisme proses konsentrasi tergantung kepada faktor-faktor seperti berat jenis, ukuran dan bentuk fragmen. Untuk itu perlu dipahami adanya 3 macam prinsip yaitu : Pertama, didalam air dua mineral yang berukuran sama, mineral yang berat jenis lebih tinggi akan mengendap lebih cepat dibandingkan berat jenis yang lebih rendah. Kedua, kecepatan pengendapan mineral dipengaruhi oelh permukaan mineral tersebut. Dua mineral bentuk dan berat jenis sama, tetapi ukurannya tidak sama. Di dalam air mineral yang mempunyai luas permukaan lebih kecil berarti mempunyai nilai geser air lebih kecil, dan akan mengendap lebih cepat dari pada yang berukuran besar.

Ketiga, bentuk butiran mempengaruhi pengendapannya. Butiran yang berbentuk bulat, permukaan jenisnya lebih kecil bila dibandingkan dengan butiran yang pipih. Butiran pipih akan mengendap lebih cepat walaupun mempunyai berat yang sama. Kecepatan arus dilain pihak akan berpengaruh juga terhadap pengendapan,

bila kecepatan arus lipat dua, daya angkut akan berlipat empat kali. Untuk mendapatkan konsentrasi endapan placer kecepatan harus sesuai. Apabila terlalu lemah, pemisahan antara mineral berat dan yang ringan tidak begitu baik dan apabila terlalu cepat maka mineral berat akan terbawa arus. Arus sungai akan menagalami perlambatan bila ada halangan, misalnya dasar sungai menjadi landai, sungai bermeander, sungai mendadak lebar. Disamping hal-hal tersebut, faktor waktu, sumber asal mineral placer, dan relief topografi ikut menentukan terjadinya pengendapan dan pengumpulan mineral di suatu tempat.

2.3 Lingkungan Pengendapan Placer Placer adalah jenis spesifik aluvium yang dibentuk oleh proses sedimentasi selama periode waktu panjang dan mengandung konsentrasi pasir, kerikil, mineral-mineral logam dan batu-batu hias. Lingkungan placer dibedakan dari lingkungan sedimen lainnya karena sangat dipengaruhi oleh sumber batuan asal dan kondisi geomorfologi tempat pengendapannya, antara lain: Batuan sebagai sumber geologi, yang menentukan diendapkannya jenis-jenis mineral di dalam placer.

Iklim dan kondisi kimiawi, merupakan gabungan penentu terjadinya tingkat dan bentuk mineral-mineral setelah dibebaskan dari sumbernya.

Kondisi geometris dan batas permukaan,

yang mencerminkan kendala-

kendala fisik pada saat transportasi dan pengendapan. Unsur-unsur perubahan lingkungan, yang mineral. Sedimen pada lereng dan saluran di sekitar hulu sungai telah tersingkap oleh kekuatan subareal yang bersifat merusak hanya dalam waktu singkat, oleh karena itu terdiri atas tipe dan ukuran lanau dan koloida. Sementara endapan sedimen pantai biasanya telah mengalami perjalanan berjarak jauh dan melalui banyak daur pelapukan dan erosi, sehingga partikel sedimen di dalamnya secara garis besar terdiri atas ukuran halus dan terpilah baik yang secara kimiawi berupa mineral-mineral tidak stabil dan partikel-partikel berukuran sangat halus yang telah terpisah, termasuk juga sejumlah variasi fragmen kerang dan bahan-bahan hasil erosi batuan yang dilaluinya. Berdasarkan keterkaitan placer dengan teknis eksplorasi dan mengubah pola penyebaran

penambangannya, Macdonald (1983) membagi lingkungan pengendapan placer atas: benua, transisi dan laut; dimana yang pertama terdiri atas: sublingkungan eluvial, koluvial, fluviatil, gurun, dan glasial. Endapan placer eluvial kadang-kadang disebut residual, di daerah beriklim tropis dapat membentuk laterit yaitu zona pelapukan in situ batuan yang terbentuk melalui proses kimiawi, mekanis, dan biologis.

Pengendapan placer koluvial berkaitan dengan pergerakan massa rombakan batuan pada lereng menjauh dari sumbernya, dikendalikan oleh gravitasi dan pergerakan air permukaan (akibat hujan). Pada beberapa kasus, endapan placer yang bernilai ekonomis terakumulasi di dalam kantong-kantong pada batuan dasar seperti endapan kasiterit di dalam potholes dan sinkholes pada batuan karbonat.

Endapan placer fluviatil mempunyai keterkaitan dengan sistem aliran sungai masa kini, partikel-partikel mineral mengalami perubahan lingkungan berjangka panjang setelah terpisah dari batuan sumbernya.

Endapan

placer gurun terakumulasi di sekitar pelapukan batuan sumber,

terutama oleh gaya gravitasi dan aktifitas angin. Partikel berukuran halus ditransportasi sebagai lapisan tanah loess di daratan dan sebagai oozes/lumpur di lantai samudra. Endapan placer glasial merupakan hasil rombakan batuan sumber oleh pergerakan es di sepan-jang lereng pegunungan bersalju, ditransportasi hingga jarak tertentu yang akhirnya terakumulasi sebagai campuran sedimen heterogen tidak terpilah berukuran tepung hingga bongkah. Pergerakan es bergantung kepada tingkat presipitasi salju dan kemiringan lereng. Sedimen rombakan tersebut dapat mengandung mineral-mineral berharga, tetapi jarang membentuk konsentrasi bernilai ekonomis. Lingkungan pengendapan placer transisi dibagi menjadi tiga

sublingkungan, sebagai berikut:

Garis pantai; endapan placer dibentuk oleh kerja gelombang pasang, arus, dan angin; mineral-mineral utama dengan berat jenis lebih rendah dan resistan yang diendapkan dapat terdiri atas rutil, ilmenit, zirkon, dan monazit; kadangkadang emas, platinum, timah, dan intan; jarang yang lainnya.

Pantai berangin; endapan placer terbentuk di daerah pantai tempat pasir tertiup angin; sistem gosong pasir berkembang dari gosong stasioner dan trasgresif; mineral berjenis endapan pantai tetapi dengan ukuran partikel umumnya lebih halus.

Delta; endapan placer terbentuk di sekitar muara sungai yang membawa banyak sedimen. Ke arah tepi laut terdapat sedimen hasil pengendapan ulang dan pengulangan sekuen partikel berberat jenis lebih rendah.

Pada lingkungan pengendapan laut, placer diendapkan di bawah permukaan air laut dalam kondisi transisi atau benua; terdiri atas sedimen hasil rombakan batuan sumber berasal dari daerah pantai, sungai, lereng dan glasiasi yang telah mengalami perombakan ulang selama periode penenggelaman. Lingkungan ini meluas ke arah laut, dari garis pecahnya ombak pada kedalaman air di bawahnya tempat jatuhnya orbit gelombang. Tempat pengendapan di antara paparan dan lereng benua memiliki kisaran lebar dari beberapa kilometer hingga 100 km dan kedalaman maksimum 500 meter. Di daerah lepas pantai kemungkinan ditemukan endapan placer me-ngandung rutil, zirkon, monazit, dan ilmenit serupa dengan yang dijumpai di daratan.

2.4 Penamaan dan Penyebaran Alluvial Alluvial merupakan satuan batuan yang mengalami proses sedimentasi yaitu pembentukan endapan, pelapukan, transportasi yang dibentuk dari batuan sebelumnya. Berdasarkan kenampakan alluvial memperlihatkan warna putih pada batuan pasir baik ukuran butir yang halus maupun. Berdasarkan penilitian terdahulu biasanya alluvial berumur holosen, dan pada hubungan stratigrafi endapan alluvial yang lebih tua yaitu batuan granit (plutonik). Endapan Alluvial pada proses pembentukannya sangat tergantung dari bahan induk asal tanah dan topografi, punya tingkat kesuburan yang bervariasi dari rendah sampai tinggi, tekstur dari sedang hingga kasar, serta kandungan bahan organic dari rendah sampai tinggi dan pH tanah berkisar masam, netral, sampai alkalin, kejenuhan basa dan kapasitas tukar kation juga bervariasi karena tergantung dari bahan induk. Setelah batuan pembawa unsur mineral terbentuk akibat dari pengaruh cuaca (iklim) menyebabkan terjadinya atau terbentuknya desintegrasi dan terkomposisi. Kejadian akan terus berlanjut hingga terbentuknya endapan hasil dari pelapukan. Jika pelaupukan tertransprtasi maka akan terbentuklah endapan alluvial. Endapan alluvial biasasnya halus itu dikarenakan endapan yang sudah mengalami transportasi, dari hasil terbentuknya endapan alluvial ada proses erosi yang terjadi terhadap material yang sudah mengalami pelapukan. Adapun asal dari pelapukan yaitu terjadi pada bagian sepanjang sungai yang akan tererosi, dari itu dinyatakan lah bahwa endapan alluvial adalah endapan yang terbentuk dari hasil pelapukan yang kemudian tererosi, tertransportasi.

Endapan placer alluvial merupakan endapan tipe endapan yang sangat penting pada emas dan intan dan fraksi umum pada butiran pada mineral-mineral berat yang relatif lebih halus dari mineral-mineral ringan. Mineral-mineral berat relatif terkonsentrasi pada lokasi pada dimana terjadi sesuatu gangguan pada aliran ( irrengular flow ) atau pengurangan energi, seperti natural riffle, lubang dasar sungai atau air terjun pada tubrukan arus sungai (pay streak), meader sungai.

2.5 Endapan Timah pulau bangka Busur pluton yang membentang dari Asia hingga di Kepulauan Bangka dan Belitung membentuk cebakan timah yang terkaya di dunia. Secara genetik, kehadiran timah bermula dengan adanya tubuh intrusi granit yang diperkirakan terjadi lebih dari 200 juta tahun yang lalu. Gas SnF4, dimana akibat proses penumatolitik menerobos dan mengisi celah retakan yang terdapat pada batuan sekitar. Akibat iklim tropis, proses pelapukan baik kimiawi maupun mekanis, Berlanjut dengan proses erosi dan transportasi melalui sungai-sungai kassiterit (BD = 7). Jenis endapan sekunder sangat bervariasi, sejak dari elluvial, colluvial, alluvial dangkal hingga alluvial dalam (lebih dari 120 m) serta kipas alluvial. Penyebaran konsentrasi lapisan pasir bertimah (tin bearing sand) baik vertikal maupun lateral dalam banyak hal sangat dipengaruhi oleh gejala naik turunnya.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Dalam pembelajaran endapan mineral mekanik konsentrasi terdapat

beberapa aspek-aspek keterdapatan, proses pembentukan, komposisi, model (bentuk, ukuran, dimensi), kedudukan, serta faktor-faktor pengendali

pengendapan bahan galian. Endapan mekanik konsentrasi biasanya dalam bentuk aluvium. Sebagian besar aluvium yang mengandung mineral-mineral berat berharga berasal dari wilayah-wilayah paparan benua tempat proses daur ulang mineral-mineral stabil memainkan peran penting dalam transportasi dan pembentukan konsentrasi akhir mineral-mineral dimaksud. Berdasarkan hal-hal tersebut diatas yang melatar belakangi penyusunan makalah ini.

1.2 Tujuan Makalah Adapun tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut: Mengetahui pengertian endapan konsentrasi mekanik Mengetahui pembagian lingkungan endapan konsentrasi mekanik

1.3 Manfaat Makalah Adapun manfaaat dari makalah ini adalah sebagai berikut: Memberikan pemahaman tentang proses, lingkungan pengendapan, ataupun deposit dari tipe endapan konsentrasi mekanik.

Memberikan salah satu contoh daerah yang mengandung endapan konsentrasi mekanik.

BAB III KESIMPULAN

Adapun kesimpulan dari makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Endapan konsentrasi mekanik adalah proses berupa pemisahan gravitasi antara mineral berat dan mineral ringan oleh aliran air atau oleh angin. Mineral berat akan terpisah dan diendapkan lebih dahulu, sedang mineral yang ringan akan diangkut yang pada suatu saat akan diendapkan apabila energi pengangkutan sudah melemah. 2. Macdonald (1983) membagi lingkungan pengendapan placer atas: benua, transisi dan laut; dimana yang pertama terdiri atas: sublingkungan eluvial, koluvial, fluviatil, gurun, dan glasial.

DAFTAR PUSTAKA

Sukandarrumidi.2009.Geologi University.

Mineral

Logam.Jogyakarta:Gadjah

Mada

Herman,Danny Zulkifli.2007. Kemungkinan sebaran zirkon pada endapan placer di Pulau Kalimantan.Bandung:Sumber Daya Geologi.