Anda di halaman 1dari 23

REFERAT ABLASIO RETINA

Pembimbing :

dr. M.Ikhsan, Sp.M


Murti Putri utami

BAGIAN MATA RSUD RADEN MATTAHER JAMBI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JAMBI 2013

BAB I PENDAHULUAN

Latar belakang
Prevalensi kelainan pada retina di Indonesia 0,13% penyebab kebutaan ke 4 setelah katarak, glaukoma dan kelainan refraksi. Survey berbasis populasi angka insidensi ablasio retina di negara berkembang jarang dan sedikit Di Amerika Serikat dan Eropa, insidensi tahunan untuk penyakit retina atau ablasio retina 6 sampai 12 per 100.000 populasi per tahun telah dilaporkan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Anatomi Retina

Lapisan retina dari luar ke dalam

Retina menerima darah dari 2 sumber: Arteri khoriokapilaria memperdarahi 1/3 luar retina lapisan pleksiform luar dan lapisan nukleus luar,fotoreseptor dan lapisan epitel pigmen retina cabang cabang dari arteri retina sentralis yang memperdarahi 2/3 dalam.

Definisi Ablasio Retina


Ablasio retina pemisahan retina sensorik Lapisan fotoreseptor (sel kerucut dan batang) dan jaringan bagian dalam dengan epitel pigmen retina dibawahnya.

ETIOLOGI
A. Primer 1.Umur tua 2.Miopia tinggi 3.Trauma B. Sekunder Tumor koroid

KLASIFIKASI 1.Ablatio retina regmatogeno sa 2.Ablatio retina traksi 3.Ablatio retina eksudatif

PATOFISIOLOGI
1.Ablasi retina regmatogenosa robekan retina cairanmasuk antara sel pigmen epitel dan lapisan sensorik retina pendorongan retina retina lepas pencetus: Usia,miopia,trauma 2. Ablatio retina eksudatif kerusakan pada vena retina dilapisan pigmen epitel retina cairan akan masuk kedalam ruang subretinalakumulasi cairan dibawah lapisan sensoriretinadisebabkan oleh penyakit-penyakit koroid 3.Ablasi retina traksi tarikan pada badan kaca (akibat jar parut)retina lepas penyebab tersering: diabetes retinopati, vitreoretinopatiproliferatif, trauma, perdarahan badan kaca komplikasi dari ablasio retina regmatogenosa

Gambaran klinis
1. Ablasi Retina Regmatogenosa Gejala : gangguan penglihatan yang kadang-kadang terlihat seperti tabir yang menutup. riwayat adanya pijaran api (fotopsia) pada lapangan penglihatan. Berlokalisasi di daerah supratemporal sangat berbahaya karena dapat mengangkat makula Penglihatan akan turun secara akut 2. Ablasio Retina Traksi (tarikan) Ablasio retina ini merupakan komplikasi ablasio retina regmatogenosa terbentuk proliperatif vitreotinopathy (PVR) ditandai penurunan lapangan pandang perlahan dan menetap lama berbulan-bertahun 3. Ablasi retina eksudasi Pada ablasi tipe ini penglihatan dapat berkurang dari ringan sampai berat. Ablasi ini dapat hilang atau menetap bertahun-tahun setelah penyebabnya berkurang atau hilang

Penengakan Diagnosis
Anamnesis
Floaters (terlihatnya benda melayang layang) Photopsi/light flashes (kilatan cahaya) Penurunan tajam penglihatan Selain itu perlu anamnesa faktor predisposisi riwayat trauma, ,riwayat penyakit mata sebelumnya (uveitis, perdarahan vitreus, amblopia, galukoma, dan retinopati diabetik).Riwayat keluarga serta riwayat penyakit sistemik

Pemeriksaan oftalmologi
Pemeriksaan visus

Tekanan intraokuler
Pemeriksaan lapangan pandang Pemeriksaan funduskopi cara terbaik untuk mendiagnosa ablasio retina oftalmoskop indirek binokuler.

Pemeriksaan funduskopi

Gambar 5 :Ablasio retina tipe regmatogenosa, arah panah menunjukkan horseshoe tear tapal Kuda

Gambar 6: Ablasio Retina Eksudatif

Gambar 7: Ablasio retina traksi dengan proliferatif vitreoretinopati

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan laboratorium

Pemeriksaan ultrasonografi gelombang suara dengan frekwensi tinggi (8-10 MHz). B-scan ultrasonografi
Pemeriksaan angiografi fluoresin

Tatalaksana Ablasio retina


Pada pembedahan ablasio retina dapat dilakukan dengan cara : 1.Scleral buckling

2.Retinopeksi pneumatik

3. vitrektomi

Komplikasi Penurunan ketajaman penglihatan dan kebutaan Prognosis tergantung luasnya robekan retina, jarak waktu terjadinya ablasio,diagnosisnya dan tindakan bedah yang dilakukan Terapi yang cepat prognosis lebih baik. Prognosis lebih buruk bila mengenai makula atau jika telah berlangsung lama penglihatan berkurang dan kebutaan

BAB III KESIMPULAN


Ablasio retina Pemisahan retina sensorik, yakni lapisan fotoreseptor (sel kerucut dan batang) dan jaringan bagian dalam, epitel pigmen retina dibawahnya. Sering terjadi pada miopia , pada usia lanjut,trauma Klasifikasi ablasio retina ada 3 macam yaitu: 1. Ablasio Retina Regmatogen 2. Ablasio retina traksi 3. Ablasio Retina eksudatif Diagnosa ablasio retina berdasarkan anamnesis, pemeriksaan oftamologi (pemeriksaan visus, pemeriksaan lapangan pandang, pemeriksaan funduskopi) dan pemeriksaan penunjang

Pentalaksaanaan pembedahan, dilakukan dengan cara scleral buckle, retinopeksi pneumatik dan viterektomi Komplikasi umum penurunan tajam penglihatan dan kebutan Prognosis tergantung luas robekan retina, jarak waktu terjadinya ablasio, diagnosis dan tindakan bedah yang dilakukan

Thank you

Anda mungkin juga menyukai