Anda di halaman 1dari 15

TERAPI SOMATIK

Disusun Oleh: Daniel Akbar Wibowo, S.Kep., Ners.


FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS GALUH CIAMIS PROGRAM STUDI KEPERAWATAN

TERAPI SOMATIK
PENGERTIAN Terapi somatik adalah terapi yang diberikan kepada klien dengan gangguan jiwa, dengan tujuan mengubah perilaku yang maladavtif menjadi perilaku adaptif dengan melakukan tindakan yang ditujukan pada kondisi fisik klien. Walaupun yang diberi perlakuan fisik klien tetapi target terapi adalah perilaku klien

JENIS TERAPI SOMATIK Pengikatan Isolasi Terapi kejang listrik (ECT)

Pengikatan
Definisi Pengikatan adalahterapi dengan menggunakan alat-alat mekanik atau manual untuk membatasi mobilitas fisik klien. Tetapi ini bertujuan untuk melindungi klien dan orang lain seperti pengubahan lingkungan dan strategi perilaku sudah tidak mempan lagi.

Indikasi Beresiko mencederai diri sendiri dan orang lain Mengalami toleransi dan atau tidak lagi responsive terhadap obat-obatan yang menekan perilaku patologisnya Klien mengalami gangguan kesadaran/bingung yang beresiko mengalami cedera atau jatuh Klien yang membutuhkan penurunan stimulus dan istirahat yang tenang Klien membutuhkan bantuan untuk mendapatkan rasa aman dan pengendalian dirinya

Tindakan keperawatan pada klien yang diberikan terapi pengikatan: Hargai hak azasi klien Lindungi klien dari cedera fisik akibat proses pengikatan Sediakan lingkungan yang aman Jaga integritas biologis klien Jaga harga diri klien dengan: Melepaskan ikatan

Isolasi
Definisi Isolasi adalah bentuk terapi dengan menempatkan klien sendiri diruangan tersendiri. Indikasi Terapi ini diindikasikan untuk klien yang tidak mampu mengendalikan perilakunya dan tidak bisa dikendalikan dengan cara lain. Tujuan Tujuan dari terapi isolasi adalah untuk melindungi klien, orang lain dan lingkungan dari bahaya potensial yang mungkin terjadi Kontraindikasi Walaupun isolasi merupakan tindakan yang sangat efektif untuk mengendalikan perilaku klien yang tidak terkendali akan tetapi tidak dianjurkan pada klien yang beresiko bunuh diri, klien yang mengalami agitasi yang disertai dengan gangguan pengaturan suhu tubuh akibat obat, serta klien dengan perilaku sosial yang menyimpang

Prosedur isolasi Tunjuk seorang pemimpin Perlihatkan kepada klien kekuatan yang ada (jumlah perawat yang ada) Buat rancangan yang tepat, siapkan lingkungan ruang yang digunakan untuk mengisolasi klien Komunikasi antar perawat jelas sehingga intruksi jelas juga Tangkap klien tanpa menyakiti Kendalikan perilaku agresif klien Pindahkan klien ke ruangan isolasi Ganti pakaian klien dengan pakaian yang aman dan nyaman Pindahkan benda-benda yang membahayakan dari ruangan klien Buat rencana asuhan keperawatan lanjutan Tetap pertahankan kontak dengan klien

Tindakan keperawatan setelah klien berada dalam ruangan isolasi Bantu klien memenuhi kebutuhan dasarnya (makan, minum, BAK dan BAB, lingkungan yang nyaman) Observasi sesering mungkin Pertahankan komunikasi verbal Catat dan dokumentasikan hasil observasi Beri umpan balik kepada klien tentang perilakunya sehingga klien menyadari alasan dan tujuan dilakukan isolasi Tetap berikan terapi yang lain untuk menenangkan klien Segera melepas klien dari ruangan isolasi jika perilakunya mulai terkendali.

Terapi kejang listrik (ECT)


Definisi Terapi kejang listrik atau electro convulsive therapy (ECT) adalah bentuk terapi kepada klien dengan menimbulkan kejang grand mall, dengan mengalirkan arus listrik melalui elektroda yang ditempelkan pada pelipis klien. Terapi ini pada awalnya untuk menangani skizoprenia tetapi kemudian disadari bahwa terapi ini lebih cocok untuk gangguan efektif.

Indikasi Indikasi terapi kejang listrik terutama adalah untuk gangguan efektif tipe depresi, walaupun sering juga diberikan pada klien dengan skizoprenia. Untuk klien depresi perbaikan yang timbul lebih cepat, hanya memerlukan 6-10 kali terapi, sedangkan untuk skizoprenia membutuhkan 20-30 kali terapi secara terus menerus. Frekuensi terapi yang biasanya dilaksanakan adalah tiap 23 hari sekali (seminggu 2 kali)

Kontra indikasi Tumor intra cranial, karena ECT dapat meningkatkan tekanan intra cranial Kehamilan, karena dapat mengakibatkan keguguran Osteoporosis, karena dengan timbulnya garand mall dapat berakibat terjadinya fraktur tulang Infark miokard, dapat terjadi henti jantung Asthma bronkhial, karena ECT dapat mempercepat penyakit ini

Peran Perawat Persiapan Tangani kecemasan dan kurang pengetahuan klien tentang prosedur UCT Melakukan pemeriksaan fisik, laboratorium untuk mengidentifikasi adanya kelainan yang merupakan kontra indikasi ECT Menyiapkan surat persetujuan tindakan (informed concern) Puasakan klien minimal 6 jam sebelum ECT Menghentikan pemberian obat sebelu ECT Melepaskan gigi palsu, kontak lens, perhiasan atau jepit rambut yang dipakai klien Memakaikan pakaian yang longgar Membantu mengosongkan blass

Pelaksanaan ECT Membaringkan klien dengan posisi terlentang Siapkan alat Pasang bantalan gigi Sementara ECT dilaksanakan, tahan persendian dengan supel (sendi bahu, rahang dan mulut) Setelah selesai bantu napas

Setelah ECT Observasi dan awasi tanda vital sampai kondisi stabil Jaga keamanan Bila sudah sadar bantu orientasi klien dengan menjelaskan apa yang sedang terjadi