Anda di halaman 1dari 40

Oleh : Sela Arini Putri

IDENTITAS PASIEN

Nama : Harkat Umur : 27 tahun Jenis kelamin : Laki-laki Alamat : Kp. Carangpulang RT 02/05, kelurahan Cikarawang, kecamatan Dramaga, kabupaten Bogor, provinsi Jawa Barat. Agama : Islam Pekerjaan : Buruh bangunan Pendidikan : SD Status perkawinan : Belum menikah Tanggal Masuk RS : 9 September 2013

ANAMNESIS
DILAKUKAN SECARA AUTOANAMNESIS PADA TANGGAL 9 SEPTEMBER 2013
KELUHAN UTAMA

Benjolan di buah zakar kiri


KELUHAN TAMBAHAN

Demam

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


Pasien laki-laki umur 27 tahun datang ke poli bedah RS Marzoeki Mahdi pada tanggal 9 September 2013. Benjolan di buah zakar kiri sejak 1 tahun yang lalu. Benjolan tumbuh makin lama makin membesar, menetap, tidak nyeri. Benjolan juga timbul di tempat lain yaitu di punggung dan leher kiri sejak 6 bulan yll. Benjolan di punggung makin lama makin membesar, menetap, dan nyeri. Sedangkan benjolan di leher makin lama makin membesar, menetap, tidak nyeri. Sejak timbul benjolan di buah zakar pasien sering demam tetapi panasnya tidak begitu tinggi. Disertai dengan mual, pusing, lemas, penurunan nafsu makan, dan penurunan berat badan dari 50 kg menjadi 45 kg dalam waktu 1 tahun terakhir. Riwayat BAB normal, feces warna kuning, tidak keras, tidak berdarah, diare (-). BAK normal, kencing warna kuning, volume banyak, tidak nyeri, tidak bedarah.

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


Pasien juga menderita batuk dan mimisan sejak 2 bulan yang lalu. Batuk kering disertai sakit tenggorokan, sakit menelan, dan sesak nafas. Batuk berdarah disangkal, berkeringat malam disangkal. Mimisan sering terjadi saat OS mengorek-ngorek hidung, darah yang keluar sedikit, warna merah segar, namun dapat berhenti sendiri tanpa pengobatan.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU


Riwayat pernah menderita tumor disangkal, riwayat trauma daerah genitalia disangkal, riwayat operasi disangkal, riwayat testis tidak turun di skrotum disangkal, infeksi di daerah skrotum disangkal, riwayat hipertensi disangkal, riwayat kolesterol disangkal, riwayat DM disangkal.

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA


OS menyangkal memiliki keluarga menderita penyakit yang sama. Riwayat tumor dalam keluarga disangkal. Riwayat penyakit hipertensi, kolesterol, dan DM dalam keluarga disangkal.

RIWAYAT KEBIASAAN

Pasien memiliki kebiasaan mengangkat beban berat. Sering mengedan saat buang air besar disangkal. OS sering merokok, 1 bungkus per hari isi 16 batang.
RIWAYAT LINGKUNGAN DAN TEMPAT TINGGAL

Pasien tinggal di lingkungan yang padat.


RIWAYAT PENGOBATAN

Pasien belum pernah mengobati keluhan benjolannya.

PEMERIKSAAN FISIK 1. Keadaan umum


Kesan sakit Kesadaran Kesan gizi Antropometri


: Tampak sakit sedang : Compos mentis : Gizi kurang

BB TB BMI

: 45 kg :160 cm : 17,578 kesan: gizi kurang

2. Tanda Vital

Tekanan darah Nadi Suhu Pernafasan

: 110/70 mmHg : 96 x /menit : 37,8C : 24x/menit

3. Aspek Kejiwaan
Tingkah laku Alam perasaan Cara proses pikir

: wajar, tenang. : biasa : wajar, cepat.

PEMRIKSAAN FISIK
4. Status generalis Kulit : Warna coklat, tidak terdapat efloresensi bermakna, teraba hangat, turgor kulit baik. Kepala : Normocephali Mata : konjungtiva anemis +/+, skelra ikterik -/-, RCL +/+, RCTL +/+, pupil bulat isokor, TIO normal, gerakan bola mata baik, lapang pandangan baik. Telinga : Normotia, sekret (-), perdarahan (-). Hidung : NCH (-), Deformitas (-), krepitasi (-), sekret (-), perdarahan -, kavum nasi lapang, mukosa hiperemis -/-. Mulut : bibir tampak kering, pucat, sianosis (-), oral hygiene baik.

PEMERIKSAAN FISIK
Lidah : tidak ada kelainan Gigi geligi

: Caries (-), calculus (+), oral hygiene baik. 7654321 1234567 7654321 1234567

Tenggorokan

: faring hiperemis (+), granular (+), PND (-). Tonsil: T1-T1, kripta melebar.

Leher Inspeksi : Tampak pembesaran KGB spraklavikular sinistra, hiperemis (-), kulit tidak keriput. Palpasi : Teraba pembesaran KGB supraklavikular sinistra ukuran diameter 3 cm, permukaan rata, batas tegas, konsistensi kenyal, dapat digerakkan. Tiroid tidak teraba membesar. JVP 52cmH2O.

Thorax

Inspeksi : bentuk thorax dalam batas normal, pergerakan dinding dada simetris, retraksi (-). ictus cordis tidak terlihat, buah dada simetris, gynecomastia (-), spider navy (-), roseola spot (-). Efloresensi yang bermakna (). Palpasi : pergerakan dada saat bernafas baik, vokal fremitus simetris kanan dan kiri, ictus cordis teraba di ICS V, 2 cm medial linea midklavikularis sinistra. Perkusi : suara sonor di kedua lapang paru, batas jantung kanan di ICS III-V libea parasternalis dextra, batas jantung kiri ICS III sternalis sinistra-ICS V, 2 cm medial linea midklavikularis sinistra. Auskultasi : suara nafas vesikuler, ronkhi -/-, wheezing -/-. Bunyi jantung I &II reguler, murmur (-), gallop (-).

Punggung

Inspeksi : tampak benjolan pada punggung kiri, kulit tidak keriput, hiperemis (-). Palpasi : teraba massa bulat berukuran diameter 5 cm, berbatas tegas, permukaan rata, konsistensi kenyal, hangat, NT (+).

dapat digerakkan, tidak teraba

Abdomen

Inspeksi : perut tampak datar, tegang, venektasi (+), caput medusae (-). Auskultasi : bising usus 2x/menit Palpasi : perut teraba tegang. Nyeri tekan (+) pada seluruh lapang abdomen, nyeri lepas (-), defans muskular (-). Hepar dan lien sulit diraba karena perut tegang. Perkusi : teraba pekak pada seluruh lapang abdomen.

Ekstremitas

Inspeksi Palpasi

: simetris, palmar eritem (-). : akral teraba hangat +/+/+/+, oedem -/-/-/-, flapping tremmor -.

Genitalia (Status Lokalis) Penis : tampak normal, fimosis (-), parafimosis (-), hipospadi (-), epispadi (-), sekret (-). Scrotum

Inspeksi : tampak pembesaran scrotum sinistra, warna kulit coklat, hiperemis (-), kulit tidak mengkerut. Palpasi : teraba massa bulat pada skrotum sinistra, ukuran d 7 cm, berbatas tegas, konsistensi keras, permukaan rata, tidak dapat digerakkan, tidak teraba hangat. Auskultasi : BU (-) Transiluminasi : (-)

Anus dan rectum : tampak normal, hiperemis (-), benjolan

(-).

Rectal toucher:

Tonus sphincter normotom, nyeri tekan (-), tidak teraba massa.

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Tanggal 2 September 2013
Pemeriksaan Hb Leukosit Trombosit LED Ureum Creatinine SGOT SGPT Total Protein Albumin Gula Darah Sewaktu 10,4 gr/dl 10.090/mm3 430.000/ mm3 94mm/jam 31.6mg/dl 0.93 mg/dl 34U/l 10U/l 7.37 gr/dl 3.68 gr/dl 90 mg/dl Hasil 13-18 gr/dl 4000-10000/ mm3 150000-400000/ mm3 0-20mm/jam 10-50mg/dl 0.67-1.36mg/dl <42 U/l <47U/l 6.2-8.4 gr/dl 3.5-5.3 gr/dl <140 mg/dl Nilai Normal

FOTO RNTGEN THORAX


Foto: Thorax PA
Deskripsi : CTR <50% Tampak lesi opaque bentuk bulat multiple batas tegas, ukuran bervariasi di kedua lapang paru. Kesan : Suspek pulmonal metastase tipe noduler

RESUME Pasien laki-laki umur 27 tahun datang ke poli bedah RS Marzoeki Mahdi
pada tanggal 9 September 2013 dengan keluhan benjolan di skrotum sinistra sejak 1 tahun SMRS. Benjolan makin lama makin membesar, menetap, tidak nyeri. Benjolan juga terdapat di punggung dan colli sinistra sejak 6 bulan yll. Benjolan di punggung makin lama makin lama makin besar, menetap, dan nyeri. Benjolan di colli sinistra makin lama makin membesar, menetap, tidak nyeri. Keluhan tambahan adalah demam, penurunan nafsu makan, penurunan berat badan, mual, pusing, lemas, batuk, sakit tenggorokan, sesak nafas, dan sering mimisan. Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tampak sakit sedang, kesan gizi kurang, BMI gizi kurang, konjungtiva anemis +/+, mulut kering dan pucat. Teraba massa di punggung ukuran diameter 5 cm, permukaan rata, batas tegas, konsistensi kenyal, dapat digerakkan, nyeri tekan (+). Teraba pembesaran KGB supraklavikular sinistra ukuran diameter 5 cm, permukaan rata, batas tegas, konsistensi kenyal, dapat digerakkan, nyeri tekan (-). Abdomen venektasi (+), teraba tegang, nyeri tekan (+) di seluruh lapang abdomen. Status lokalis regio scrotalis, tampak pembesaran scrotum sinistra, warna kulit lebih gelap dari kulit sekitar, hiperemis (-). Palpasi teraba massa padat bulat, berukuran d 10 cm, permukaan rata, konsistensi keras, berbatas tegas, tidak dapat digerakkan, tidak teraba hangat. Auskultasi skrotum BU (-). Transiluminasi (-). Pemeriksaan laboratorium darah, Hb 10,4 gr/dL, LED 120 mm. Pemeriksaan foto rontgen thorax, kesan suspek metastase tumor tipe noduler. Pemeriksaan USG, kesan hidronefrosis ren sinistra.

DIAGNOSIS KERJA
TUMOR TESTIS SINISTRA SUSPEK GANAS

DIAGNOSIS BANDING
HERNIA SCROTALIS SINISTRA
ORCHITIS

PEMERIKSAAN ANJURAN
USG scrotum
USG Abdomen Tumor marker Rontgen Thorax Biopsi jaringan pemeriksaan histopatologi

: AFP, HCG, dan LDH.

USG ABDOMEN

Hepar : ukuran normal, pola echotexture parenchym homogen, tidak tampak lesi fokal, permukaan licin/rata, tepi reguler, sudut tajam, v.porta normal patent) dan v. Hepatica normal tidak tampak pelebaran saluran bilier

intra/extrahepatal. Tidak tampak asites. GB : besar normal, dinding tak tampak menebal, lumen bersih, tak tampak batu/massa. Pankreas : ukuran normal, struktur parenkim normal, mass (-) Lien : besar normal, pola echotexture parenchym homogen normal tak tampak lesi fokal, v. Lienalis tidak melebar. Ren kanan : besar normal, pola echo parenchym normal, batas sinuscortex jelas, ratio cortex-medulla normal, pelviocalyceal system normal, batu (). Ren kiri : besar normal, pola echo parenchym normal, batas sinuscortex jelas, ratio cortex-medulla normal, pelviocalyceal system melebar, batu (-). Vesica urinaria : echo parenkim normal, dinding tak tampak menebal, tak tampak bayangan batu di dalamnya. R Mc Burney : massa (-) appendix tak tervisualisasi. Kesan :
Hidronefrosis sinistra Hepar, GB, lien, pankreas, ren dextra, VU tampak normal. Tak tampak massa/metastase di abdomen.

RENCANA TINDAKAN
1. Medikamentosa : kemoterapi, analgetik-antipiretik. 2. Edukasi
Setelah ini pasien harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut, antara lain

pemeriksaan rontgen, urografi ekskretori, radioimmunoassay untuk human chorionic gonadotropins dan kadar -fetoprotein, serta pemeriksaan nodus limfe untuk mendeteksi malignansi kambuhan. Penjelasan bahwa tumor telah mencapai stadium akhir atau stadium III karena sudah menjalar ke kelenjar getah bening di leher dan paru. Pengobatannya adalah dengan kemoterapi dan pengangkatan tumor testis. Untuk kemungkinan dapat sembuh atau tidaknya, tergantung dari hasil pemeriksaan laboratorium histopatologi. Tetapi, jika melihat kondisi pasien seperti saat ini, kemungkinan sembuh totalnya sangat kecil kemungkinan. Penyakit ini dapat menimbulkan gangguan sexualitas pasien. Pasien harus diet makanan tinggi kalori tinggi protein untuk kebutuhan energi.

3. Operatif

: orkiektomi, limfadenektomi.

TINDAKAN PEMDEHAN YANG TELAH DILAKUKAN


ORKIEKTOMI pada tanggal 13 September 2013

HASIL HISTOPATOLOGI
Makroskopik

: jaringan ukuran 15x10x8 cm, pada pembelahan tampak padat berwarna putih kekuningan dan sebagian tampak massa seperti agaragar warna hitam dari berbagai bagian.
: sediaan berasal dari testis menunjukkan massa tumor tersusun solid, glandularalveolar, papiler, mikrokista, membentuk celah dan seperti schiller-duval body. Sel tumor terbentuk kuboid, poligonal, beberapa sel giant polimorfik, vesikuler, anak inti mencolok, sitoplasma eosinofilik/jernih/bervakuol.

Mikroskopik

Mikroskopik

: tampak sebagian massa tumor telah menginvasi tunika albugenia, funikulus spermatikus dan emboli sel tumor pada pembuluh darah nekrosis luas. Tampak pula globul hialin.

Kesimpulan histopatologi Histologik sesuai dengan tumor sel benih (campuran) karsinoma embrional dan Yolk Sac tumor dengan emboli hematogen. Batas sayatan funikulus spermatikus tidak bebas tumor pT3.

Tanggal / Jam 11 September

Keluhan Pemeriksaan / Intruksi S : Keluhan pasien pagi ini, pasien terasa Paha kiri pasien terasa pegal demam dan BAK - BAB O : Keadaan Umum tampak sakit sedang TV : TD : 120/80 mmHg n : 88 x/menit rr : 18x/ menit s : 36,50c mual, benjolan di buah zakar kiri tidak pusing di tangkal. kesadaran CM terasa sakit, benjolan menetap.

Dokte r / TT

FOLLOW UP

mata CA+ /+, SI -/-, RCL+/+, RCTL+/+. leher tidak terasa pembesaran KGB Thorax : Paru vesikuler +/+, rh -/-, wh -/Jantung : BJ I dan II reguler, murmur -, gallop -. Abdomen tampak tegang, terlihat dilatasi Vena, BU (+) 2x/menit Timpani, shifting dullness (-) undulasi (-) Defense muscular (+) nyeri tekan epigastrium (+), nyeri tekan seluruh lapang abdoren (+) .Hepar tidak teraba. Lien tidak teraba Ekstrimitas : Akral Hangat, oedem -/ Status lokalis regio skrotalis sinistra I : Tampak pembesaran scrotum, hiperemis (-). P : teraba massa diameter 10 cm, permukaan rata, batas tegas, konsistensi keras, Nyeri tekan (-), tidak dapat digerakkan. A : suspek tumor testis P : - Lab darah, foto thorax orkiektomi Infus Transfusi PRC refotaxime 3x1 ketonlac 3x1 ranifian 2x1 ondan 2x1

12 September 2013

S : Benjolan di buah zakar kiri tidak sakit tapi yang yang terasa sakit di dekat pinggang kiri, pasien terasa mual demam dan pusing di sangkal, sesak (-) BAB BAK (N). O : Keadaan umum tampak sakit sedang kesadaran CM. TV : TD : 100/70mmHg n : 80 x/menit rr : 20 x/menit S : 36,30C Mata Ca +/+ RCL +/+ RCTL +/+ Leher tidak terasa pemebesaran KGB Thorax Jantung BJ I-II reguler m (-) g(-) paru vesicular rh -/- wh -/Abdomen tampak tegang, terlihat dilatasi vena BU (+) 3 x/menit Timpani, shifting dullness, defense muscular (+) nyeri tekan epigastrium (+) nyeri tekan seluruh lapang abdomen (+) hepar lien tidak teraba. extremitas : akal hangat +/+ edem -/status skrotalis regio scotalis sinistra I : tampak massa tidak kemerahan P : ukuran 10 cm Nyeri tekan (-) Permukaan rata, tidak dapat digerakan, tanda radang (-) A:suspek tumor testis scrotalis sinistra P : terapi lanjutkan

13 Septembe r 2013

S : terdapat benjolan di rahang bawah kiri sejak 3 bulan yang lalu Awalnya kecil makin lama makin besar. Awalnya tidak sakit sekarang terasa nyeri kadang-kadang sampai ke kepala. Mata melihat ke kanan kiri terasa nyeri di benjolan. Mual (-) nyeri perut (+) Riw. HT (-) dm (-) asam (-) alergi (-) O : Keadaan umum tampak sakit ringan kesadaran : cm TV : TD : 110/70, rhHg N : 64 x/menit rr : 16 x/menit S : 360C Mata CA-/- SI-/- RCL +/+ RCTL +/+ Leher ada pembesaran KGB Thorax jantung BJ I-II regular Paru vesiluler wh -/- rh -/Abdomen tampak tegang, venektasi (+) BU (+) 1x/menit Akral hangat +/+ edem -/Status lokalis angulus mandibula dextra I : Tampak massa Tidak kemerahan P : masa berukuran 5cm x 3cm Konsistensi kenyal, dapat digerakkan, Tidak nyeri, tidak teraba hangat A : suspek tumor testis sinistra + metastasis P : Lab darah rutin Terapi lanjut

PEMERIKSAAN LABORATIUM
TANGGAL 13 SEPTEMBER 2013
Pemeriksaan Hasil Nilai normal

Hemoglobin

11.6 gr/dl

13-18 gr/dl

Leukosit

7.840 gr/dl

4000-10000 gr/dl

Thrombosit

355.000 mm3

150000-400000 mm3

Hematokrit

35 %

40-54%

PEMBAHASAN
No. 1. Masalah Hipotesis Patofisiologi Riwayat kebiasaan merokok 16 batang per hari faktor resiko kanker bahan kimia memicu perubahan sel mutasi DNA mengaktivasi oncogenes dan menginaktivasi tumor supressor gen sel-sel testis membelah dengan cepat gumpalan sel testis abnormal mengikat bersama untuk membentuk suatu massa atau tumor testis infiltratif ke jaringan sekitarnya massa tidak dapat digerakkan. Kerusakan jaringan dan perjalanan penyakit kronik LED meningkat. Benjolan di scrotum sinistra sejak Tumor testis 1 tahun yll. Makin lama makin besar, menetap, tidak nyeri. Riwayat kebiasaan merokok 16 batang per hari. PF : teraba massa bulat ukuran d 7 cm, berbatas tegas, permukaan rata, konsistensi keras, tidak dap at digerakkan, tidak teraba hangat, nyeri tekan (-). Transiluminasi (-). Pemeriksaan lab.: LED meningkat

2.

Demam yang tidak

Tumor

Proliferasi sel tumor yang abnormal pelepasan pirogen endogen terutama IL-2 merangsang hipotalamus untuk meningkatkan produksi prostaglandin panas. Pirogen endogen supresi nafsu makan anorexia berat badan pasien menurun, anemia lemas, letih, lesu, pusing, mual. CA +/+, bibir kering dan pucat, lab. Hb menurun. Peningkatan proliferasi sel kebutuhan energi untuk metabolisme meningkat pemecahan lemak dan protein BB menurun pasien tampak kurus dan gizi kurang.

begitu tinggi. Lemas, testis letih, lesu, mual, pusing. Nafsu makan menurun, berat badan menurun. PF: K.U: TSS, tampak kurus. BMI: kesan gizi kurang Suhu 37,8C. Mata : CA +/+ Bibir : kering, pucat. Hb : 10,4 gr/dl (menurun)

3.

Os sering mimisan, terutama saat sedang Epistaxis anterior


mengorek hidung. Darah merah segar, sedikit, dan berhenti sendiri. karena perjalanan penyakit pada Tumor testis.

4.

Benjolan di punggung yang timbul sejak 6 Pembesaran kelenjar bulan yll. Benjolan di punggung makin lama makin besar, menetap, dan nyeri. PF : tampak benjolan pada punggung kiri, kulit tidak keriput, warna sama dengan kulit sekitar, hiperemis (-). getah bening paraaorta (metastase).

Teraba massa bulat berukuran diameter 5


cm, batas tegas, permukaan rata, konsistensi kenyal, dapat digerakkan, NT (+), tidak teraba hangat.

Benjolan di leher sejak 6 bulan yll. 5. Benjolan makin lama makin besar, menetap, tidak nyeri.

Pembesaran kelenjar getah bening supraklavikular

PF : tampak benjolan pada regio colli (metastase). sinistra, kulit tidak keriput, warna sama dengan kulit sekitar, tidak hiperemis. Teraba massa bulat berukuran d 5 cm pada supraklavikular sinistra, batas tegas, permukaan rata, konsistensi kenyal, dapat digerakkan, NT (-), tidak teraba hangat.

6.

Batuk kering sudah 2 bulan yll, sesak nafas. PF: Thorax : dbn. Rontgen Thorax PA, kesan : suspek pulmonal metastase type noduler.

Metastase tumor testis ke paru.

7.

Mual. PF Abdomen : Perut tampak tegang. Venektasi (+). Perut teraba tegang, NT (+) di seluruh lapang abdomen.

Tumor intraabdomen

metastasis ke organ abdomen hipervaskularisasi

pada organ abdomen


venektasi (+).

8.

Kedua kaki bengkak.

Kelainan ginjal

Penyebaran sel tumor

PF : Pitting oedem pada


ekstremitas tungkai kanan kiri. USG Abdomen : hidronefrosis sinistra.

pada pembuluh darah


di ginjal sumbatan hidronefrosis hipoproteinemia perpindahan cairan ke interstitial oedem.

9.

Benjolan pada paha kiri

TINJAUAN PUSTAKA
TUMOR TESTIS Kanker testis adalah pertumbuhan sel-sel ganas di dalam testis. Paling sering menyerang pria usia 15-35 tahun.
Klasifikasi tumor testis A. Germinal
1. 2.

Seminoma (90%) Non seminoma:

B. Non germinal
-

Sel Leydig Sel Sertoli

Etiologi Tumor testis


Tidak diketahui. Tapi ada faktor resiko: 1. Undesensus testis 2. Trauma testis 3. Infeksi testis

Manifestasi Klinis Testis membesar atau teraba aneh (tidak seperti biasanya) Benjolan atau pembengkakan pada salah satu atau kedua testis Nyeri tumpul di punggung atau perut bagian bawah Ginekomastia Rasa tidak nyaman/rasa nyeri di testis atau skrotum terasa berat.

Pertumbuhan dan Penyebaran


stadium I : tumor testis, terbatas pada testis, tidak ada

bukti penyebaran secara klinis/radiologis. Stadium II : penyebaran ke kelenjar regional (paraaorta) atau nodus limfatikus iliaka. - II A : pembesaran limfonodi paraaorta belum teraba -II B : pembesaran limfonodi paraaorta telah teraba. Stadium III : penyebaran ke keluar kelenjar retroperitoneum atau telah mengadakan metastase ke supradiafragma.

Penatalaksanaan Pembedahan: pengangkatan testis (orkiektomi) dan pengangkatan kelenjar getah bening (limfadenektomi). Terapi penyinaran: menggunakan sinar X dosis tinggi at au sinar energi tinggi lainnya,seringkalidilakukan setela h limfadenektomi pada tumor non-seminoma. Juga digunakan sebagai pengobatan utama pada seminoma, terutama pada stadium awal. Kemoterapi: digunakan obat-obatan (misalnya cisplastin, bleomycin dan etoposid) untuk membunuhse l-sel kanker. Kemoterapi telah meningkatkan angka harapan hidup penderitatumor non-seminoma. Pencangkokan sumsum tulang: dilakukan jika kemoterapi telah menyebabkan kerusakan pada sumsum tulang penderita.

Evaluasi Diagnostik USG skrotum Pemeriksaan darah untuk petanda tumor AFP (alfa fetoprotein), HCG (human chorionicgonadotrophin) dan LDH (lactic dehydrogenase). Hampir 85% kanker nonseminomamenunjukkan peningkatan kadar AFP atau beta HCG. Rontgen dada (untuk mengetahui penyebaran kanker ke paru-paru) CT scan perut (untuk mengetahui penyebaran kanker ke organ perut) Biopsi jaringan

KESIMPULAN
Pasien laki-laki, 27 tahun dengan diagnosis kerja tumor testis suspek ganas stadium III yang sudah bermetastasis ke organ paru. Diagnosis ditegakkan dari hasil anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium darah rutin. Pasien sudah dilakukan orkiektomi dan terapi medikamentosa. Berdasarkan evaluasi, keadaan pasien makin hari makin memburuk, sehingga prognosisnya adalah ad malam. Dan diambil kebijakan dilakukan tindakan paliatif dan edukasi.