Anda di halaman 1dari 24

Telaah Ilmiah

Neuritis Optik Pada Anak


Disusun oleh : Meigi Medika, S.Ked 04081001081 Pembimbing : Dr. Hj. Devi Azri Wahyuni, Sp.M DEPERTEMEN ILMU KESEHATAN MATA RUMAH SAKIT UMUM PUSAT MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG

BAB I PENDAHULUAN

Latar belakang
Mata dibungkus oleh tiga lapisan yaitu
Sklera Koroid Retina

Retina terdiri dari sebuah lapisan berpigmen di

sebelah luar dan sebuah lapisan jaringan saraf di sebelah dalam.


Retina mengandung sel batang dan sel kerucut,

fotoreseptor yang mengubah energi cahaya menjadi impuls saraf.

Neuritis optik adalah suatu peradangan atau

demielinisasi saraf optikus akibat berbagai penyakit seperti infeksi dan penyakit autoimun
Pada anak-anak neuritis optik paling sering

disebabkan oleh
adenovirus measles mumps chicken pox.

Setiap tahun, insiden neuritis optik di Amerika

Serikat adalah lima per 100 000 dengan total prevalensi 115 per 100.000
Pada anak-anak, neuritis optik memiliki onset

rata-rata pada usia 9-12 tahun.


Pada umumnya angka kejadian untuk jenis

kelamin laki-laki dan perempuan adalah sama besar.


Kennedy dan Carroll pertama kali menemukan

gejala unik neuritis optik yang terjadi pada anak yaitu:


Defek penglihatan bilateral

Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk

memberikan informasi tentang gambaran neuritis optik pada anak, baik etiologi, cara mendiagnosis, tatalaksana, dan mengetahui prognosisnya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Anatomi Nervus Optikus


Retina adalah selembar tipis jaringan saraf yang

semi transparan dan multilapis yang melapisi bagian dalam dua pertiga posterior dinding bola mata.
Lapisan terdalam neuron pertama retina

mengandung fotoreseptor dan dua lapisan yang lebih superfisial mengandung neuron bipolar,ganglion sel bipolar sel-sel ganglion retina kemudian menyatu membentuk saraf optikus Saraf keluar dari bagian kanalis optikus rongga tengkorak

Pemeriksaan mata
Pemeriksaan Tajam Penglihatan (Visus)

Pemeriksaan refeks cahaya


Pemeriksaan funduskopi

Epidemiologi dan Etiologi


Neuritis optik adalah suatu peradangan atau

demielinisasi saraf optikus akibat berbagai penyakit seperti infeksi dan penyakit autoimun
Pada anak-anak neuritis optik paling sering

disebabkan oleh adenovirus, measles, mumps, dan chicken pox


Setiap tahun, insiden neuritis optik di Amerika Serikat

adalah lima per 100 000 dengan total prevalensi 115 per 100.000
Pada anak-anak, neuritis optik memiliki onset rata-

rata pada usia 9-12 tahun.

Patofisiologi
Proses Peradangan aktivasi perifer T-limfosit

melewati barier darah di otak reaksi hipersensitifitas tipe lambat hilangnya suatu aksonal.
Pemulihan klinis mencerminkan efek gabungan

dari demielinasi aksonal yang cedera pada satu sisi dengan kompensasi remielinasi perekrutan saraf di sisi lain.

Studi dengan menggunakan Ocular Coherence

Tomography (OCT) menunjukkan bahwa tejadi penipisan pada Retinal Nerve Fibre Layer (RNFL) pada 74% individu pada Fase akut neuritis optik.

Gejala Klinis dan Diagnosis


Demielinasi pada anak menunjukkan keterlibatan

pada dua mata (bilateral) pada 60-70% kasus.


Tiga gejala klasik inflamasi pada neuritis optik
Kehilangan penglihatan Nyeri periokular Dyschromatopsia

Neuritis optik pada anak berbeda dengan yang

terlihat pada orang dewasa.


Penyakit bilateral (simultan atau sekuensial) defek visual lebih cepat memburuk. Terdapat riwayat pernah terinfeksi virus selama 2

minggu terakhir dan vaksinasi

Gambar 4. Papilitis dengan perdarahan peripapillary pada episode akut Neuritis Optik

Retrobulbar neuritis optik pada onset nervus optikus; B). Gambaran nervus optikus yang pucat pada 8 minggu setelah episode Neuritis optik retrobulbar

Penatalaksanaan
Berdasarkan The Optic Neuritis Treatment Trial

(ONTT)
dosis tinggi steroid yang diberikan yaitu

metilprednisolon 250 mg secara intravena setiap 6 jam selama 3 hari yang diikuti prednison oral 1 mg/kgBB selama 11 hari.
Farris dan Pickard menggunakan dosis

metilprednisolon 0.25-6.26 mg/kgBB


Walsh and Hoyts Clinical Neuro-ophthalmology

merekomendasikan penggunaan metilprednisolon 1-2 mg/kgBB selama 3-5 hari diikuti dengan tapering off

Prognosis
Perbaikan tajam penglihatan terjadi secara

spontan dalam waktu 2-3 minggu


Pada anak, risiko terjadi nya multipel sklerosis

pada episode demielinasi neuritis optik lebih rendah dibandingkan orang dewasa.

BAB III KESIMPULAN

Kesimpulan
Neuritis optik adalah suatu peradangan atau

demielinisasi saraf optikus akibat berbagai penyakit seperti infeksi dan penyakit autoimun
Pada anak, neuritis optik biasa nya bersifat

bilateral atau menyerang dua mata dengan prognosis yang baik.

Daftar Pustaka

Sherwood L. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sel. Terjemahan oleh: Pendit BU. Edisi 2. Indonesia: EGC, 2001 Chavis PS, Hoyt WF. Neuro-Oftalmologi. Dalam: Vaughan DG, Asbury T, Eva PR. Oftalmologi Umum. Edisi 14. Indonesia: Widya Medika, 2000 Chu ER, Chen CS. Optic Neuritis More than a loss of vision. Australian Family Physician, 2009; 38(10) http://www.racgp.org.au/afp/200910/200910chu.pdf (diakses pada 3 juni 2012) Chirapapaisan N, Borchert MS. Pediatric Optic Neuritis. J Med Assoc Thai 2008; 91(3): 323-30 http://www.si.mahidol.ac.th/th/publication/2008/Vol91_No.3_323_3957.pdf (diakses pada 3 juni 2012) Ilyas S. Dasar Teknik Pemeriksaan Dalam Ilmu Penyakit Mata. Edisi 2. Indonesia: Balai Penerbit FK UI, 2003 Lumbantobing SM. Neurologi Klinik Pemeriksaan Fisik dan Mental. Indonesia: Balai Penerbit FK UI, 2008 Gilroy Jhon. Abnormalities of Pupillary Light Reflex. In: Basic Neurology. Third edition. New York: Mc Graw-Hill. 2000

Lim SA, et al. Optic Neuritis in Singapore. Singapore Med

J 2008; 49(9) : 667 http://smj.sma.org.sg/4909/4909a1.pdf (diakses pada 4 Juni 2012) Osborne B, Balcer LJ. Optic Neuritis: Pathophysiology, clinical features, and diagnosis. 2012 http://www.uptodate.com/contents/optic-neuritispathophysiology-clinical features-and-diagnosis Peixoto MA, Andrade GC. The Clinical Profile Of Childhood Optic Neuritis. Arq Neuropsiquiatr 2001; 59(2-B): 311-317 http://www.scielo.br/pdf/anp/v59n2B/a01v592b.pdf (diakses pada 4 Juni 2012) Shams PN, Plant GT. Optic Neuritis: A review. The International MS Journal 2009; 16: 82-89 http://www.msforum.net/journal/download/20091682.pdf (diakses pada 5 Juni 2012) Schatz MP, et al. Childhood Optic Neuritis Treatment & Management. 2011 http://emedicine.medscape.com/article/1217290-treatment (diakses pada 8 Juni 2012)

???
Adakah hubungan apabila neuritis optik terjadi

pada anak dan terjadi kembali saat dewasa? Gold standar pemeriksaan neuritis optik? Perbedaan neuritis pada anak dan dewasa? Pd anak tidak bisa terjadi bilateral? Berapa lama penggunaan kortikosteroid ? Dapatkah neuritis optik sembuh sempurna? Kenapa prognosis neuritis optik pada anak lebih baik dibanding dewasa padahal gambaran klinisnya lebih buruk? Kenapa lebih sering terjadi usia 9-12 tahun?