Anda di halaman 1dari 8

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

JL. Kaliurang Km. 14,5 Sleman Yogyakarta 55584 Tel: 0274 - 898444 ext 2097 | Fax: + 2007
http://www.medicine.uii.ac.id/ | Email: humas@fk.uii.ac.id

Elearning Pendidikan Klinik Stase Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM)

PRINSIP- PRINSIP PENGOBATAN
DALAM ISLAM

dr. Titik Kuntari, MPH

_. _!.l _. .>`., _. : < :.. .',> > < _.l `.., .: !',`> < l _, _
`,lL :| , ,.-l :1l < !-,.> < .,.: ,.-l __

Artinya: Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-
tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.
adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. dan jika
seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat
siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan
bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal){Q.S. Al-
baqarah:165}.

AKHIR-AKHIR ini, muncul fenomena yang cukup merisaukan kita berkaitan
dengan maraknya bermunculan klinik-klinik pusat pengobatan alternatif. Sebagian besar
yang dikembangkan justru metode pengobatan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip
aqidah Islamiyah dan tauhid. Dan lebih berbahaya lagi karena para penghusada
tersebut membingkai kegiatannya dengan performance (tampilan fisik) layaknya para
KYAI, lengkap dengan serban dan gamisnya pada saat menyelenggarakan praktek-
praktek penyembuhan tadi sehingga sepintas membedakan mana yang KYAI dan mana
yang DUKUN cukup sulit pada saat ini, karena serbannya relatif mirip.
Menjadi tanda tanya besar juga, jika kita lihat kemudian di daerah-daerah
pedesaan , justru ada tokoh agama...bahkan menggelari dirinya sendiri dengan label
KYAI, tetapi sekaligus menyelenggarakan praktik perdukunan tersebut melalui produk
yang disebut sebagai pengobatan alternatif tadi. Dan praktek ini, terjadi di mana-mana.
KYAI nyambi me-dukun, Ustadz justru mengajarkan bidah dan khurafat. Padahal,
idealnya posisi seorang Ulama di tengah-tengah ummat adalah untuk membersihkan
aqidah ummat dari hal-hal yang salah. Melakukan purifikasi (pemurnian) dalam segala hal
termasuk di dalam ikhtiar mencari kesembuhan terhadap segala macam penyakit yang
ada. Apa yang dikembangkan oleh para ahli pengobatan-pengobatan aternatif ini,
meskipun menggunakan ayat-ayat Al-Quran sesungguhnya, merupakan praktek yang
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
JL. Kaliurang Km. 14,5 Sleman Yogyakarta 55584 Tel: 0274 - 898444 ext 2097 | Fax: + 2007
http://www.medicine.uii.ac.id/ | Email: humas@fk.uii.ac.id

Elearning Pendidikan Klinik Stase Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM)

tidak berdasar yang tidak ditemukan sumbernya di dalam Al-Quran dan tidak pernah
dicontohkan oleh Rasulullah Saw.
Al-Quran itu adalah firman Allah SWT yang berisikan hukum-hukum Allah.
Sebagai pembeda antara perkara yang hak dan perkara yang batil (hudalinnas wa
bayyinati Rabbi minal huda wal furqan). Apa yang kita saksikan sekarang adalah desain
pendangkalan pemaknaan Al-Quran. Kita dapat melihat bahwa Al-Quran tidak pernah
dikaji dan hanya sekedar dijadikan pajangan saja. Trend ini sudah berlangsung sangat
lama. Yang paling mutakhir, ayat-ayat Quran disalah gunakan untuk penyembuhan.
Sehingga kita dapat melihat di televisi, orang-orang yang mengaku dirinya Ustadz
kemudian dengan salah kaprah mengajari penyembuhan dengan menjadikan ayat-ayat
Quran sebagaimana bacaan mantra. Kalo sakit ginjal, baca ayat anu. Kalau sakit
rematik menahun baca ayat anu atau surat itu, kalau sakit gula, baca ayat anu. Kalau
demikian, apa bedanya yang mereka ajarkan dengan apa yang kita temukan di kitab
mujarobat yang ditolak oleh jumhur ulama, atau kitab-kitab primbon tempo dulu.
Al-Quran adalah obat untuk jiwa yang gelisah seperti yang dijelaskan di dalam
Surat: Ar-Rad: 28.
_ `.., _,L. ,l ., < ., < _.L. ,l1l __
Artinya: Mereka itu orang yang beriman, yang berhati tenang karena selalu ingat
kepada Allah. Ketahuilah, dengan Zikir kepada Allah, hati menjadi tenang {QS. Ar-
Rad: 28}
Dan ketika, kita mengalami gangguan sakit fisik maka Nabi Muhammad Saw
mengajarkan kepada kita untuk berobat atau berikhtiar mengupayakan kesembuhannya.
Dan ini adalah prinsip sunnatullah.
Afatanada? Kola: Naam. Yaaibadallahi tadaawaw. Fainnallaha lam yadha
daaan illa wadhaalahu syifaaan ghayra daain wahidin huwal haramu (Mereka
bertanya, Ya Rasulullah, apakah kami berobat? beliau menjawab, Ya, wahai
hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan
pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan
(pikun)).{HR.Ashabussunnah}

Keharaman memberikan jasa pengobatan tanpa kompetensi seperti yang kita
temukan dan lihat dalam banyak praktek pengobatan alternatif kompetensi berarti
memang orang yang dididik secara khusus tentang ilmu kesehatan, seperti dokter,
paramedis ataupun seorang ahli farmasi Adapun praktek seperti yang banyak dilakukan
oleh para Kyai Ustadz yang merangkap menjadi penyembuh alternatif tadi sementara
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
JL. Kaliurang Km. 14,5 Sleman Yogyakarta 55584 Tel: 0274 - 898444 ext 2097 | Fax: + 2007
http://www.medicine.uii.ac.id/ | Email: humas@fk.uii.ac.id

Elearning Pendidikan Klinik Stase Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM)

mereka tidak pernah sekolah atau kuliah dalam bidang kesehatan, kedokteran dan
farmasi, keharamannya dapat kita lihat di dalam hadist berikut ini:
Man tathobbaba wa lam yulam minhu tibbun fahuwa dhaaminun (Barangsiapa
mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia
bertanggung jawab).{HR.Ibnu Majah}

Nah, Jika kita lihat ayat di atas (Q.S:2:165), apa yang diperingatkan Allah SWT
tersebut , ternyata saat ini benar-benar banyak terjadi di mana para murid atau pasien
yang berhasil disembuhkan dengan istidradj
1
,kemudian mengidolakan, bertaqlid bahkan
memuja para dukun-dukun tersebut. Dalam dataran praktis kita bisa melihat betapa
akrabnya mayoritas masyarakat kita ini dengan mistikisme-klenik tersebut. Pilihan lurah,
melibatkan dukun/ paranormal. Pemilihan Kepala Daerah juga sama. Mencari jodoh
karena tidak kunjung laku, juga memanfaatkan jasa dukun. Bahkan para mahasiswa
yang disebut sebagai kaum terpelajar ini, ketika akan menjalani ujian pendadaran skripsi
atau ujian thesis-nya juga pergi kedukun agar lancar padahal dukunnya saja sekolah tidak
tamat SD.
Saat ini, orang yang sakit, bukannya mencari tahu hasil diagnosis medis tetapi
justru meyakini sakit tersebut hasil guna-guna yang dikirim oleh lawan politiknya misalnya.
Bahkan, beberapa teman sejawat (dokter) dan bekerja di institusi dengan setting Islam,
justru ketika anak-anaknya sakit malah sibuk blusukan mencari paranormal hingga ke luar
kota. Atau kalau anaknya menangis terus tanpa henti, orang tuanya (yang dokter tadi)
yang seharusnya berfikir ilmiah dan rasional, malah sibuk membuat atau mencari orang
pintar yang bisa menuliskan rajah agar si anak tidak rewel lagi. Tidak sedikit pula orang-
orang bergelar profesor bahkan memakai kalung-kalung semacam jimat yang diyakini
bisa menetralisir energi negatif pada dirinya sebagai sebab munculnya berbagai keluhan
penyakit. Padahal setiap jenis penggunaan kalung, rajah, mantra-mantra (termasuk
mayoritas metode ruqyah yang dikembangkan pada saat ini) adalah perbuatan syirik. Dan
syirik adalah dosa yang tidak berampun, mesikpun pada sisi yang lain kita melihat mereka
masih mengerjakan sholat, berpuasa, naik haji bolak-balik dan seterusnya.
Nabiullah Muhammad Saw bersabda:
Innarruka wattamaaima wattuwalata syirkun (Sesungguhnya pengobatan dengan
mantra-mantra, kalung gelang penangkal sihir dan guna-guna adalah
syirik).{HR.Ibnu Majah}


1
Seakan-akan mereka memiliki karomah dan bisa membuat keajaiban-keajaiban. Tetapi realitasnya mereka
justru sedang dijauhkan dari kebenaran.
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
JL. Kaliurang Km. 14,5 Sleman Yogyakarta 55584 Tel: 0274 - 898444 ext 2097 | Fax: + 2007
http://www.medicine.uii.ac.id/ | Email: humas@fk.uii.ac.id

Elearning Pendidikan Klinik Stase Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM)

Fakta seperti ini menunjukkan bahwa aqidah mayoritas masyarakat kita belum
lurus sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Islam. Jika kaum terpelajar saja dan
memiliki ruang interaksi harian di tengah-tengah lingkungan yang Islami saja bisa
terkontaminasi oleh pemikiran-pemikiran seperti itu, apalagi masyarakat kita yang masih
sangat awam pengetahuannya tentang Islam.
Adapun sumber aqidah Islam adalah Al-Quran dan sunnah. Ini menunjukkan
bahwa apa saja yang disampaikan Allah SWT dalam Al-Quran dan oleh Rasulullah dalam
sunnahnya wajib kita imani (yakini dan amalkan). Dan apapun yang tidak bersumber
kepada Al-Quran dan sunnah termasuk ke dalam kelompok perbuatan bidah (nambah-
nambahi). Dan setiap yang bidah adalah sesat. Defenisi aqidah yang paling tepat untuk
menjadi panduan bagi ummat Islam modern, seperti yang disampaikan oleh Abu Bakar
Jabir al-Jazairy:
Al-Aqidatu hiya majmuatun min qadhaayaal haqqil badihiyyatil musallamati bilaqli.
Wassami wal fitrath. Yaqidu alayhalinsaanu qolbahu, wayusyna alayhaa shodruhuu
jaaziman bishihatihaa, qaathian bi wujuudihaa watsubuutihaa laa yaraa khilaafahaa
annahuu yashihhu aw yakuunu abadan (Aqidah adalah sejumlah kebenaran yang dapat
diterima secara umum oleh manusia berdasarkan akal, wahyu dan fithrah. (Kebenaran)
itu dipatrikan di dalam hati, diyakini kesahihan dan keberadaannya dan ditolak segala
sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran itu).Sehingga, aqidah di dalam prinsip
kesehatan itu harus selalu bersifat ilmiah dapat diukur (rasional) dan diterima oleh akal
sehat dan segala metode yang bertentangan dengan prinsip kebenaran itu harus ditolak.
Nabi Saw menggariskan hal ini melalui sabdanya:
Inna-asdakal hadiisi kitaabullah. Wa-ahsanal hadyi hadyu muhammadin.
Wasarral-umuri muhdasatuhaa. Wakulla muhdasatin bidath. Wakulla bidatin
dolaalath. Wakulla dolalatin finnaar (Sesungguhnya ucapan yang paling benar
adalah Kitabullah, dan sebaik-baik jalan hidup adalah jalan hidup Muhammad,
sedangkan seburuk-buruk urusan agama ialah yang diada-adakan. Tiap-tiap
yang diada-adakan adalah bidah, dan tiap bidah adalah sesat, dan tiap
kesesatan (menjurus) ke neraka).(H.R.MUSLIM)

Dan bidah itu tidak dapat dipahami secara parsial, sebagaimana masyarakat kita
memahami konteks bidah itu ke dalam klasifikasi bidah hakiki dan bidah khasanah.
Bidah itu semuanya sesat dengan bersumberkan pada hadiest di atas. Dan bidah itu
meliputi setiap amalan, perkataan dan perbuatan seperti yang diatur di dalam hadiest:
Man ahdatsa fii amrina laysa minhum fahuwa raddun
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
JL. Kaliurang Km. 14,5 Sleman Yogyakarta 55584 Tel: 0274 - 898444 ext 2097 | Fax: + 2007
http://www.medicine.uii.ac.id/ | Email: humas@fk.uii.ac.id

Elearning Pendidikan Klinik Stase Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM)

Artinya: (Barangsiapa menimbulkan sesuatu yang baru dalam urusan (agama) kita
yang bukan dari ajarannya maka tertolak).{HR.Bukhari}

Nah, dalam banyak praktik pengobatan alternatif tadi, para dukun, para-normal,
kahin atau kyai gadungan tadi seperti yang sudah sedikit kita ulas, rata-rata mengoplos/
mencampur antara mantra-mantra dan ayat-ayat tertentu dari Al-Quran, sebelum
memulai pengobatannya atau disyaratkan bagi para pasien sebelum mengkonsumsi obat-
obatan yang diberikan kepada mereka. Atau ada juga pasien yang metode
pengobatannya diijazahi dengan mantra-mantra dan rajah dalam bahasa (dan huruf)
arab. Ini salah satu kegiatan bidah yang paling banyak terjadi di tengah-tengah
masyarakat kita. Begitu juga dengan pengobatan menggunakan jimat-jimat , Quran
stambul
2
, batu merah delima, tasbih bertuah dan seterusnya. Sesuatu yang jelas-jelas
tidak ada daliel dan contohnya di dalam penggunaan metode seperti itu bahkan ada
begitu banyak hadiest yang menunjukkan kepada keharaman pengobatan dengan
menggunakan kalung-kalung dan alat-alat lainnya -- sehingga dapat kita simpulkan
secara tegas bahwa setiap metode penggunaan yang menggunakan mantra dan rajah-
rajah itu adalah metode pengobatan bidah.
Adapun kaitannya dengan masalah pengobatan alternatif tadi, ada beberapa
hadist yang mengingatkan kita untuk tidak mendekat kepada model pengobatan seperti
yang dijelaskan di atas. Untuk itu beberapa prinsip pengobatan menurut standar Islam
harus kita ketahui , yakni :
1. Tidak berobat dengan zat yang diharamkan
Nabi Muhammad bersabda:
Innallaha lam yajal sifaaakum fiimaa hurrimaalaykum
(Allah tidak menjadikan penyembuhanmu dengan apa yang diharamkan atas kamu).
{H.R.Al-BAIHAQI}.

Prinsip ini menunjukkan bahwa berobat dengan menggunakan zat-zat yang
diharamkan sementara kondisinya tidak benar-benar darurat
3
maka penggunaan zat
tersebut diharamkan. Misal pengobatan (therapy) dengan meminum air seninya
sendiri, therapy hormon dengan menggunakan lemak babi. Atau mengobati gatal

2
Disebut quran stambul. Bentuknya seperti quran dalam ukuran sangat mini. Jika dibuka akan terlihat kertas
panjang yang di atasnya tertulis huruf-huruf arab dalam ukuran sangat kecil. Jika dibaca isinya sama sekali
berbeda dengan Al-Quran. Quran stambul ini harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Diyakini oleh
para penggemar mistik, memiliki tuah kekebalan dan untuk pengobatan. Digunakan sebagai
jimat.Naudzubillah...
3
masih bisa dan tersedia alternatif obat-obatan lain yang memang boleh digunakan. Jika termasuk
dalam kelompok makanan baru ~ maka pihak MUI sebagai pihak yang paling berkompeten untuk
berfatwa sudah menyatakan HALAL
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
JL. Kaliurang Km. 14,5 Sleman Yogyakarta 55584 Tel: 0274 - 898444 ext 2097 | Fax: + 2007
http://www.medicine.uii.ac.id/ | Email: humas@fk.uii.ac.id

Elearning Pendidikan Klinik Stase Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM)

ditubuh dengan memakan kadal, mengobati mata rabun dengan memakan kelelawar
dan seterusnya. Dan yang paling populer pada saat ini, dan sering kita lihat di acara-
acara kuliner ekstreem adalah memakan daging ular kobra untuk mengobati penyakit
asma. Di dalam pelaksanaan ibadah haji, setiap calon jamaah haji wajib diberi vaksin
meningitis yang di dalamnya ada kandungan unsur enzim babi (porcein). Ketika belum
ditemukan alternatif vaksin lainnya, maka klasifikasi penggunaan vaksin ini bersifat
darurat karena implikasi penyakit ini yang sangat berbahaya. Namun ketika sudah ada
alternatif penggunaan vaksin lainnya, maka penggunaan vaksin tersebut menjadi
diharamkan. Demikian juga bagi orang yang akan berhaji untuk ke-sekian kalinya,
baik sebagai jamaah biasa, tim kesehatan ataupun pemandu haji maka penggunaan
vaksin ini sudah diharamkan karena berhaji untuk yang ke sekian kali menunjukkan
kondisi yang sudah tidak darurat lagi berdasarkan kaidah: keadaan darurat
menyebabkan perkara yang dilarang menjadi boleh (ad-Dharurat tabihu al-
mahzhurat). Sehingga tanpa kondisi yang darurat, maka yang haram atau tidak
diperbolehkan tetap menjadi sesuatu yang diharamkan. Ber-haji wajib bagi setiap
muslim satu kali seumur hidupnya.

2. Berobat kepada ahlinya (ilmiah)
Prinsip ini menunjukkan bahwa pengobatan yang dilakukan harus ilmiah. Yang
dimaksudkan ilmiah dalam hal ini dapat diukur. Seorang dokter dalam
mengembangkan pengobatannya , dapat diukur kebenaran metodologinya oleh dokter
lainnya. Sementara seorang dukun dalam mengobati pasiennya, tidak dapat diukur
metode yang digunakannya oleh dukun yang lain. Sistem yang tidak dapat diukur
disebut tidak ilmiah dan tidak metodologist. Dalilnya adalah hadist yang diriwayatkan
oleh Imam Ibnu Majah di atas.

3. Tidak menggunakan mantra (sihir)
Bagian ini yang harus benar-benar kita hindari dalam mendatangi para penghusada
alternatif tersebut. Butuh memperhatikan dengan seksama, apakah pengobatan yang
dilakukan itu menggunakan sihir atau tidak.
Nabi Muhammad bersabda:
Innarruka wattamaaima wattuwalata syirkun (sesungguhnya pengobatan dengan
mantra-mantra, kalung-gelang penangkal sihir dan guna-guna adalah
syirik).{H.R.IBNU MAJAH}

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
JL. Kaliurang Km. 14,5 Sleman Yogyakarta 55584 Tel: 0274 - 898444 ext 2097 | Fax: + 2007
http://www.medicine.uii.ac.id/ | Email: humas@fk.uii.ac.id

Elearning Pendidikan Klinik Stase Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM)

Nah, jika pengobatan itu kemudian melibatkan unsur-unsur seperti yang dimaksudkan
dalam hadist di atas maka pengobatan tersebut masuk ke dalam kelompok perbuatan
syirik.
Tiga prinsip inilah yang kiranya harus ditransformasikan kepada masyarakat
secara umum. Untuk kaum terpelajar dan berduit (bisa memilih model pengobatan yang
dia kehendaki), mungkin tidak terlalu sulit untuk mengharapkan mereka dapat menerima
konsep ini mengingat mayoritas mereka mengenal konsep di atas yang sudah mereka
dapatkan saat kuliah dulu. Hanya saja paradigma tradisional yang sudah mereka warisi
dari nenek moyang mereka, mempersulit proses penerimaan konsep di atas. Untuk
mereka, yang bisa kita lakukan hanyalah berdoa semoga mereka mendapatkan hidayah
dari Allah .
Tetapi, ada juga sebagian masyarakat kita yang mendatangi model-model
pengobatan seperti itu karena disebabkan tidak memiliki cukup biaya untuk menjalani
pengobatan secara medis. Maka konsep ini butuh ditanamkan erat-erat ke dalam diri
mereka, agar jangan sampai ketidak berdayaan itu membuat mereka mengorbankan
aqidah mereka. Semoga dengan teguhnya kita memegang prinsip-prinsip pengobatan
yang Islami ini dapat menjadi entry-point bagi kita semua untuk ber-Islam secara kaffah.
!,!., _ `.., l>: _ l.l ! `-,.. L> _.L,:l ..| l .s _,,. __

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan
janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh
yang nyata bagimu. {Q.S.Al-BAQARAH:208}

Masyarakat kita harus disadarkan terus dari bahaya bidah ini. Termasuk juga
bidah di dalam bidang kesehatan. Bukankah setiap bidah itu sesat dan setiap yang sesat
itu pasti merugikan sehingga tempatnya adalah di neraka.Seseorang yang mengaku
penghusada alternatif, menyalah gunakan ayat-ayat Al-Quran untuk mendukung
upayanya menyesatkan ummat adalah seorang penipu yang harus diwaspadai.
Sayangnya, industri media kita justru memberi ruang untuk hal-hal bidah seperti ini.
Man ghasya ummati faalayhi lanatullahi wal malaaikatihi wannaasi ajmain. Kila
Ya Rasulullahi, Wamaa ghassyu ummatika? Kola: Ayyabtadia bidatan
yahmilunnaas alayhi
(Barangsiapa menipu umatku maka baginya laknat Allah, para malaikat dan
seluruh manusia. Ditanyakan, Ya Rasulullah, apakah pengertian tipuan ummatmu
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
JL. Kaliurang Km. 14,5 Sleman Yogyakarta 55584 Tel: 0274 - 898444 ext 2097 | Fax: + 2007
http://www.medicine.uii.ac.id/ | Email: humas@fk.uii.ac.id

Elearning Pendidikan Klinik Stase Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM)

itu? Beliau menjawab, mengada-adakan amalan bidah, lalu melibatkan orang-
orang kepadanya.).{HR.Daruqthni dari Anas}
Wallahu Alamu Bishawwab

DAFTAR PUSTAKA

Abdushshamad, M.K. Mukjizat Ilmiah dalam Al Quran. Akbar Media Eka Sarana. 2002
Al Asyhar, T.2004. Fiqih Gaul. Be The New You. P.T. Syaamil Cipta Media. Bandung
Al Bukhary, Al Iman Muhammad. 2010. Shahih Al- Bukhari. Prilaku Kehidupan Rasulullah
SAW. Pustaka Adil. Surabaya
Almath, M.F. Qobasun Min Nuri Muhammad. 1974 (edisi bahasa Indonesia)
Asy syarawi, M.M., 1995. Anda Bertanya Islam Menjawab Jilid 1-5. Gema Insani Press.
Jakarta
Dahlan, A.R,2010. Ushul Fiqh. Edisi 1. Amzah. Jakarta
Kessler, J., Dillon, J. The Demographics of Abortion. The Great Divide Between Abortion
Rhetoric and Abortion Reality. Third Way Issues Brief. August 30,2005
Payande, Abulghasim. 2011. Nahjul Fashahah. Ensiklopedi Hadis Masterpiece
Muhammad SAW (edisi terjemahan). Pustaka Iman. Jakarta
Pernoll,M.L. 2001. Benson & Pernollss Handbook of Obstetrics & Gynecology.10th
edition. McGraw-Hill.
Quran Karim dan Terjemahan Artinya. UII Press
Wilopo, S.A. 2005. Makalah Kunci. Seminar Kita Selamatkan remaja dari Aborsi dalam
Rangka Pemantapan Keluarga Berkualitas 2015. Medan 11 April 2005.
Yasin, N. 2008. Fikih Kedokteran (edisi Terjemahan). Pustaka Al Kautsar. Jakarta