Anda di halaman 1dari 5

Dedi martoni ( DIKLAT KADERISASI DPP PKS) Rab, 12 Januari, 2011 18:13:41

Menjelang mukhoyyam;
'maaf, saya ada agenda keluarga keluar kota.' 'Apa tidak bisa ditunda?' 'Soalnya besuknya juga ada acara lagi.' 'Tapi ini kan mukhoyam sapu jagad akh?' 'iya, habis gimana ya....' tetap tidak bisa kadang2, kita menumukan kondisi diatas. atau saat liqa 'liqa sdh mulai ini. antum dimana?' kali ini sms 'maaf pak, saya masih kecapekan pulang kerja izin dulu.' capek. Bisakah jadi alasan..?

atau saat rapat 'akh, katanya antum kemarin ngga datang saat rapat abis shubuh? katanya cuma DPC kita yg ngga ada wakilnya?' 'afwan akh, kemarin itu hujan deras abis shubuh. makanya saya ngga bisa berangkat.' 'hujan deras? bukannya antum punya jas hujan? antum pernah ngga lihat saya ngga adatang karena hujan. bukankah rumah saya lebih jauh dari antum?' tak ada tanggapan. Hujan. akankah jadi penghalang...?

soal alasan, kita memang suka mencari-carinya. apalagi kalau murabbi atau pembina mudah ngasih izin dan dari pengalaman tak pernah ada masalah dengan izin tak ada iqab atau amarah dari atas

satu kali, datanglah sekumpulan orang islam minta izin kepada Rasulullah untuk tidak ikut dalam perang tabuk dan Rasulullah mengizinkannya maka turunlah firman Allah

kitapun menikmati 'izin' yg diberikannya. Tetapi, apakah dihadapan Allah masalahnya juga 'selesai'?
dalam masalah2 dakwah, tarbiyah, dan akhirat orang-orang beriman tidak semestinya banyak minta izin para pendahulu kita, selalu bersedia memenuhi panggilan mereka tidak minta izin

Semoga Allah mema'afkanmu. Mengapa kamu memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar (dalam keuzurannya) dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta? QS 9:43
itulah maksudnya, andaikan pun kita diizinkan dengan alasan kita belum tentu selesai urusan dengan Allah karena IA Maha Tahu apa yg dalam hati kita apakah kita merasa capek saat hendak berangkat? tiba2 motor mogok? tiba2 anak-anak rewel? tiba2 inget punya PR?

Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk tidak ikut berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa(QS.9:4)

waspadalah, waspadalah ada kalanya karena dari awal azzam kita kurang kuat niat kita kurang bulat maka Allah tidak redho dengan itu dan dijadikanlah kita golongan yg tertinggal Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka. dan dikatakan kepada mereka: "Tinggallah kamu bersama orangorang yang tinggal itu. 9:46 maka jika dari awal kita berniat untuk tidak hadir, biasanya, akan selalu muncul alasan untuk itu.

Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan belaka, dan tentu mereka akan bergegas maju ke muka di celah-celah barisanmu, untuk mengadakan kekacauan di antara kamu; sedang di antara kamu ada orang-orang yang amat suka mendengarkan perkataan mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang zalim. 9:47 karena itu jika al akh, saya maksudnya, berniat tidak hadir karena alasan: hujan lah, capek lah, panas lah, habis bensinlah kendaraan sudah terlanjur dimasukin lah dll lah waspadalah, jangan2 memang niat kita dari awal kurang bulat dan Allah tidak suka dengan itu tetapi ada yg lebih berat dari itu: al akh yg tidak (ingin) hadir dan ia tidak minta izin ia justru menyampaikan alasan2nya ke al akh yg lainsiapa tahu ada yg mengikutinya

sebabnya bisa jadi, karena Allah tidak menghendaki mereka yg niatnya tidak bulat, azzamnya kurang kuat jika mereka ikut, bisa2 malah menambah masalah

dalam shahihain, dari Anas ra Rasulullah SAW bersabda di Madinah ada sekelompok orang, tidaklah kalian melintasi lembah atau menempuh perjalanan, melainkan ia bersama kalian. Shabat bertanya, sekalipun mereka tetap di Madinah? kata Rasulullah, ya, uzur telah menahan mereka jika memang kita punya alasan dan alasan itu layak jika kita menangis saat tidak berangkat seperti Abdullah bin Mughfil jika kita resah karena ketidakikutsertaan kita

Ikhwah Fillah, teganya-teganya-teganya Sementara ikhwah yang lain sibuk mencari binaan Sementara ikhwah yang lain sibuk memburu calon-calon kader baru Sementara ikhwah yang lain sibuk memburu calon-calon mujahid dakwah baru Mengapa kita duduk di rumah uncang-uncang kaki sambil nonton TV? Mengapa kita duduk di kantor dan pulang ke rumah tanpa mampir ke liqo? Mengapa kita memburu rupiah ke sana-ke mari ? Mengapa kita sibuk dg urusan rumah lalu merintih minta dikasihani,syagholatna, amwaluna wa ahluuna faghfirlanaa... AtaghfuruLLahal Azhiim... Teganya-teganyateganya... semoga Allah mencatat kita termasuk dalam kafilah yang ikut berangkat serta wallahu a'alam