BUPATI MAGELANG

Kota Mungkid, 28 Desember 2011

Kepada : Yth. 1. Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah se-Kabupaten Magelang 2. Camat se-Kabupaten Magelang diKAB. MAGELANG

SURAT EDARAN NOMOR 050/ 591 /12/2011 TENTANG PEDOMAN UMUM PENYELENGGARAAN MUSRENBANG TAHUN 2012

Dasar : 1. Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional; 2. Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 3. Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; 5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2007 tentang Perencanaan Pembangunan Desa; 6. Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2009 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah Kabupaten Magelang. 7. Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Magelang 2009-2014. Bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah diwajibkan untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP/D), Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM/D) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP/D) sebagai rencana tahunan. Setiap proses penyusunan dokumen rencana pembangunan tersebut memerlukan koordinasi dan partisipasi seluruh pelaku pembangunan melalui forum

yang disebut Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang. Tema Musrenbang Tahun 2012 adalah Akselerasi Terwujudnya Kabupaten Magelang Yang Lebih Semanah (Sejahtera, Maju dan Amanah). Guna pelaksanaannya pada Tahun 2012, bersama ini disampaikan Pedoman Umum Penyelenggaraan Musrenbang dengan penjelasan sebagai berikut : A. Musrenbang tahun 2012 untuk Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2013 Sebagai landasan penyusunan RAPBD Tahun 2013, Pemerintah Kabupaten wajib menyusun dokumen RKPD. Penyusunan RKPD dilakukan melalui penyelenggaraan Musrenbang pada Tahun 2012, yang dilaksanakan secara berjenjang sesuai jadwal sebagai berikut : 1. Musrenbang Desa/Kelurahan dilaksanakan pada bulan Januari 2012; 2. Musrenbang Kecamatan dilaksanakan pada bulan Februari 2012, sebelum pelaksanaan Rapat Teknis, Forum SKPD dan Forum Rumpun SKPD; 3. Musrenbang Kabupaten dilaksanakan pada bulan Maret 2012, setelah dilaksanakan Forum Rumpun SKPD. B. Fasilitasi dan Pembiayaan Musrenbang tahun 2012 1. Musrenbang Desa/Kelurahan : a. Kepala Desa/Kelurahan bersama lembaga desa/kelurahan dan tokoh masyarakat memfasilitasi penyelenggaraan musyawarah di dusun/lingkungan/RW/kelompok masyarakat; b. Pembiayaan penyelenggaraan tahapan Musrenbang kelurahan dibebankan pada APBD Kabupaten Magelang, sedangkan bagi desa dibebankan pada APBDes dan sumber lain yang sah. 2. Musrenbang Kecamatan : a. Camat bersama Perangkat Kecamatan lainnya memfasilitasi penyelenggaraan Musrenbangdes/kel; b. Pembiayaan penyelenggaraan tahapan Musrenbangkec dibebankan pada anggaran Kecamatan yang bersumber dari APBD Kabupaten Magelang dan sumber lain yang sah; 3. Musrenbang Kabupaten : a. Pemerintah Kabupaten Magelang Up. Bappeda Kabupaten Magelang bersama SKPD lainnya memfasilitasi penyelenggaraan Musrenbangkec; b. Pembiayaan penyelenggaraan Musrenbang kabupaten yang didahului dengan tahapan Rapat Teknis, Forum SKPD dan Forum Rumpun SKPD dibebankan pada anggaran SKPD yang bersumber dari APBD Kabupaten Magelang; C. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian 1. Arah, strategi, kebijakan dan program berpedoman pada Perda Nomor 3 Tahun 2010 tentang RPJMD Kab. Magelang 2009-2014 khususnya pada tahun keempat. 2. Berkenaan dengan terjadinya bencana letusan Gunung Merapi dan bencana lahar dingin agar dipertimbangkan upaya rehabilitasi dan rekonstruksi melalui kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2013.

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. diperlukan masukan dari daerah melalui penyelenggaraan Musrenbang Daerah untuk menyelaraskan RKPD Kabupaten/Kota. baik pada aspek proses dan mekanisme maupun tahapan pelaksanaan Musyawarah perencanaan di tingkat pusat maupun daerah. 1 . 2.BUPATI MAGELANG LAMPIRAN SURAT EDARAN BUPATI MAGELANG NOMOR TANGGAL PERIHAL : : : 050/ 591 /12/2011 28 Desember 2011 PEDOMAN UMUM PENYELENGGARAAN MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2012 I. kecamatan hingga kabupaten. Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). B. Berkaitan dengan penyusunan RKPD 2012. Tata Cara Penyusunan. Dasar Hukum 1. Dalam rangka pelaksanaan amanat peraturan perundang-undangan tersebut. Pengendalian dan Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah. Untuk menyusun RKPD tahun 2012 yang berfungsi sebagai dokumen perencanaan tahunan. RKPD Propinsi dan RKP khususnya yang akan mempengaruhi kegiatan pembangunan yang terkait dengan pendanaan kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di daerah. Pemerintah Daerah diwajibkan menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD). dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. PENDAHULUAN A. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. termasuk penyelenggaraan Forum Satuan Kerja Perangkat Daerah (Forum SKPD) di tingkat Kabupaten. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. telah mengamanatkan adanya penyempurnaan sistem perencanaan dan penganggaran nasional. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Pemerintah Daerah perlu menyelenggarakan forum Musrenbang yang dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat desa/kelurahan. Setiap proses penyusunan dokumen rencana pembangunan tersebut memerlukan koordinasi antar instansi pemerintah dan partisipasi seluruh pelaku pembangunan melalui suatu forum yang disebut sebagai Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang. Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Dalam rangka penyempurnaan sistem perencanaan di daerah telah diterbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. 3.

Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2009 tentang Tahapan. 13. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Tata Cara Perencanaan dan Pelaksanaan Musrenbang. Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah. Tata Cara Penyusunan. Tahun 2013 merupakan tahap akselerasi dari tahapan RPJMD 2009-2014. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. 9. Tata Cara Penyusunan. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. C. Untuk melaksanakan Visi tersebut dijabarkan dalam Misi sebagai berikut : 1. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa. Peraturan Daerah Kabupaten Magelang Nomor 28 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Magelang Tahun 2005-2025. 15. Surat Edaran Bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas dan Menteri Dalam Negeri Nomor 0008/M. 16. Visi Kabupaten Magelang dalam RPJMD Tahun 2009-2014 adalah Terwujudnya Kabupaten Magelang yang lebih Sejahtera. Visi-Misi Kabupaten Magelang Tahun 2013 merupakan tahun keempat RPJMD Tahun 2009 2014. Tata Cara Penyusunan. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 3 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Propinsi Jawa Tengah 2005-2025. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah Kabupaten Magelang. 7. Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah. 17. Peraturan Daerah Kabupaten Magelang Nomor 5 Tahun 2008 tentang Penanggulangan Kemiskinan. Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Magelang Tahun 2009 2014. 5. 11. Mewujudkan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kehidupan beragama. 2 . Tahap akselerasi adalah peningkatan dan percepatan bagi pelaksanaan program-program yang capaian kinerjanya belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Maju dan Amanah (Semanah) .4. Peraturan Daerah Kabupaten Magelang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Mekanisme Konsultasi Publik. 12. 6.PPN/01/2007 050/264A/SJ tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Musrenbang Tahun 2007 tertanggal 12 Januari 2007. 14. 8. 10. Tahap ini mengupayakan penyempurnaan pembangunan daerah sesuai RPJMD Kabupaten Magelang Tahun 2009-2014. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2007 tentang Perencanaan Pembangunan Desa.

pariwisata dan industri kecil/ menengah. 4. Belum memadainya kesiapan dalam menghadapi bencana. 6. maka pokok-pokok prioritas pembangunan Kabupaten Magelang tahun 2013 adalah sebagai berikut : 1 Peningkatan pelayanan dasar. pendidikan. Membangun perekonomian daerah berbasis potensi lokal yang berdaya saing. Kuantitas dan kualitas sarana prasarana pelayanan publik perlu ditingkatkan. 5. 4. 5. yaitu : a. Pemerintah Kabupaten Magelang yang senantiasa menghadapi permasalahan dengan terus meningkatnya jumlah pengangguran sangat berharap pada penyerapan tenaga kerja yang akan berpengaruh pada penurunan jumlah pengangguran. 10. Kemampuan keuangan daerah relatif terbatas. Masih rendahnya kualitas / derajad kesehatan masyarakat. Masih rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia. kesehatan. 2. 6. Penegakan hukum masih perlu dioptimalkan. 3. 2 Peningkatan pengembangan bidang unggulan. 8. Masih banyaknya jumlah rakyat miskin. Pertanian Berkembangnya kegiatan pertanian diharapkan mampu menggerakkan kegiatan ekonomi pedesaan yang akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup keluarga dan rumah tangga petani. 9. Belum optimalnya pengembangan pertanian. Kerusakan lingkungan hidup. Meningkatkan pembangunan prasarana dan sarana daerah. Industri Kecil dan Menengah Peningkatan investasi pada Industri Kecil dan Menengah diharapkan akan mampu menciptakan lapangan kerja baru. Memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam berbasis kelestarian lingkungan hidup. c. Dengan mendasarkan pada isu-isu strategis sebagaimana tersebut diatas. fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak dalam rangka melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Tingkat pendapatan masyarakat masih rendah. 3.2. Menciptakan masyarakat yang aman dan tenteram D. b. Pariwisata Pembangunan sektor pariwisata yang dikembangkan dengan pemberdayaan masyarakat pengampu pariwisata diharapkan akan mampu mengembangkan sektor pariwisata sebagai sumber 3 yang masih . Isu Strategis Isu strategis yang akan dipecahkan dalam pelaksanaan pembangunan tahun 2013 adalah : 1. 7. Menciptakan sistem pemerintahan yang baik dan demokratis.

Pendidikan a) Program Pendidikan Anak Usia Dini b) Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun c) Program Pendidikan Menengah d) Program Pendidikan Non Formal e) Program Pendidikan Luar Biasa f) Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan g) Program Manajemen Pelayanan Pendidikan 2. dalam rangka mendorong pertumbuhan yang mengarah pada rakyat miskin dan peningkatan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar serta perluasan cakupan program pembangunan berbasis masyarakat. Dengan mendasarkan pada isu-isu strategis dan pokok-pokok prioritas pembangunan Kabupaten Magelang diwujudkan dalam program-program prioritas tahun 2013. sarana dan prasarana dalam upaya peningkatan pelayanan kegiatan ekonomi untuk mendukung bidang unggulan. Peningkatan pengelolaan kelestarian lingkungan hidup. pencegahan dan penanggulangan korupsi. Urusan Wajib 1. pelaksanaan urusan wajib sebagai wujud peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Penanggulangan Kemiskinan. sarana dan prasarana aparatur. kualitas pelayanan publik. peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit/rumah sakit jiwa/rumah sakit paru-paru/rumah sakit mata m) Program pemeliharaan sarana dan prasarana rumah sakit/rumah sakit jiwa/rumah sakit paru-paru/rumah sakit mata n) Program Kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan o) Program peningkatan pelayanan kesehatan anak balita 4 . pengawasan aparatur. Kesehatan a) Program Obat dan Perbekalan Kesehatan b) Program Upaya Kesehatan Masyarakat c) Program Pengawasan Obat dan Makanan d) Program Pengembangan Obat Asli Indonesia e) Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan masyarakat f) Program Perbaikan Gizi Masyarakat g) Program Pengembangan Lingkungan Sehat h) Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular i) Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan j) Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin k) Program pengadaan.3 4 5 6 7 8 kesejahteraan masyarakat pariwisata yang akan berdampak pada masyarakat sekitar pariwisata. Peningkatan pembangunan infrastruktur. Rehabilitasi dan Rekontruksi pasca bencana letusan Gunung Merapi. peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas/puskesmas pembantu dan jaringannya l) Program pengadaan. kinerja dan kesejahteraan aparatur. Peningkatan pelayanan ketenagakerjaan. penataan kelembagaan ketatalaksanaan. guna menciptakan suasana kondusif bagi berkembangnya investasi yang dapat membuka lapangan kerja baru dan pembinaan terhadap calon tenaga kerja baru serta melakukan intensifikasi peranan Balai Latihan Kerja Peningkatan Kapasitas Pemerintah Daerah dan Reformasi Birokrasi diarahkan untuk pengembangan dan peningkatan kapasitas secara keseluruhan yang terkoordinir mencakup peningkatan kualitas SDM aparatur. Fokus Implementasi Pembangunan pada tahun 2013 berupa program-program meliputi: a.

h) Program peningkatan kinerja pengelolaan air minum dan sanitasi. p) Program peningkatan pelayanan kesehatan lansia q) Program pengawasan dan pengendalian kesehatan makanan r) Program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak Pekerjaan Umum a) Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan jembatan. 4. d) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan. 7. Rawa dan Jaringan Air lainnya serta air baku. d) Program Pengembangan Kapasitas Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup. c) Program Rehabilitasi dan Pemulihan Cadangan Sumberdaya Alam. 5. c) Program Pembangunan Jalan dan jembatan. g) Program Peingkatan Sarana dan Prasarana Perkotaan dan Perdesaan. b) Program Peningkatan Jalan dan Penggantian Jembatan. Perumahan Rakyat a) Program Pengembangan Perumahan b) Program Lingkungan Sehat Perumahan c) Program Pemberdayaan komunitas Perumahan d) Program perbaikan perumahan akibat bencana alam/sosial e) Program peningkatan kesiagaan dan pencegahan bahaya kebakaran Penataan Ruang a) Program Perencanaan Tata Ruang b) Program Pemanfaatan Ruang c) Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang Perencanaan Pembangunan a) Program Pengembangan data/informasi b) Program Kerjasama Pembangunan c) Program Pengembangan Wilayah Perbatasan d) Program Perencanaan Pengembangan Wilayah Strategis dan cepat tumbuh e) Program peningkatan kapasitas kelembagaan perencanaan pembangunan daerah f) Program perencanaan pembangunan daerah g) Program perencanaan pembangunan ekonomi h) Program perencanaan sosial budaya i) Program perencanaan prasarana wilayah dan sumber daya alam j) Program perencanaan pembangunan daerah rawan bencana Perhubungan a) Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan b) Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas LLAJ c) Program peningkatan pelayanan angkutan d) Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Perhubungan e) Program peningkatan dan pengamanan lalu lintas f) Program peningkatan kelaikan pengoperasian kendaraan bermotor Lingkungan Hidup a) Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan b) Program Perlindungan dan Konservasi Sumberdaya Alam.3. e) Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup. f) Program Pengendalian Banjir. 8. e) Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi. f) Program Pengembangan Jasa Lingkungan di Kawasan kawasan Konservasi Hutan 5 . 6.

pemilikan. 12. 14. Pertanahan a) Program pembangunan sistem pendaftaran tanah b) Program Penataan penguasaan. 13. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. PMS termasuk HIV/ AIDS h) Program pengembangan bahan informasi tentang pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak i) Program penyiapan tenaga pendamping kelompok bina keluarga j) Program pengembangan model operasional BKB-Posyandu-PADU Sosial a) Program Pemberdayaan Fakir Miskin. 11. 15.9. penggunaan dan pemanfaatan tanah c) Program Penyelesaian konflik-konflik pertanahan d) Program Pengembangan Sistem Informasi Pertanahan Kependudukan dan Catatan Sipil a) Program Penataan Administrasi Kependudukan. Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya b) Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial c) Program pembinaan anak terlantar d) Program pembinaan para penyandang cacat dan trauma e) Program pembinaan panti asuhan/ panti jompo f) Program pembinaan eks penyandang penyakit sosial (eks narapidana. bayi dan anak melalui kelompok kegiatan di masyarakat f) Program pengembangan pusat pelayanan informasi dan konseling KRR g) Program peningkatan penanggulangan narkoba. narkoba dan penyakit sosial lainnya) g) Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial Tenaga Kerja a) Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja b) Program Peningkatan Kesempatan Kerja c) Program Perlindungan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan Koperasi dan UKM a) Program penciptaan iklim Usaha Kecil Menengah yang kondusif b) Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil Menengah c) Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi Usaha Mikro Kecil Menengah d) Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi 6 . a) Program keserasian kebijakan peningkatan kualitas Anak dan Perempuan b) Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak c) Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan d) Program Peningkatan peran serta dan kesetaraan jender dalam pembangunan e) Program penguatan kelembagaan pengarusutamaan gender dan anak Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera a) Program Keluarga Berencana b) Program Kesehatan Reproduksi Remaja c) Program pelayanan kontrasepsi d) Program pembinaan peran serta masyarakat dalam pelayanan KB/KR yang mandiri e) Program promosi kesehatan ibu. PSK. 10.

Ketahanan Pangan a) Program Peningkatan Ketahanan Pangan. f) Program Sarana dan Prasarana Aparatur Pemerintahan. c) Program Penyelenggaraan Administrasi Keuangan Daerah. b) Program Penataan Sistem Administrasi Kearsipan. Kebudayaan a) Program Pengembangan Nilai Budaya b) Program Pengelolaan Kekayaan Budaya c) Program Pengelolaan Keragaman Budaya d) Program pengembangan kerjasama pengelolaan kekayaan budaya 18. Penanaman Modal a) Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi b) Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi c) Program Penyiapan potensi sumberdaya. a) Program Peningkatan Pelaksanaan Otonomi Daerah. 24. Pemerintahan umum. Kearsipan a) Program Penyelematan dan pelestarian Dokumen / Arsip Daerah. Informasi dan Media Massa. b) Program Penyelenggaraan Pemerintahan Umum. Administrasi Keuangan Daerah. Kepegawaian dan Persandian. Pemberdayaan Masyarakat Desa a) Program Fasilitasi Pengembangan Masyarakat dan Desa. d) Program Penyelenggaraan Kepegawaian dan Perangkat Daerah. sarana dan prasarana daerah 17. Komunikasi dan Informasi a) Program Pengembangan Komunikasi. b) Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat. Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri a) Program peningkatan keamanan dan kenyamanan lingkungan b) Program pemeliharaan kantrantibmas dan pencegahan tindak kriminal c) Program pengembangan wawasan kebangsaan d) Program kemitraan pengembanganwawasan kebangsaan e) Program pemberdayaan masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan f) Program peningkatan pemberantasan penyakit masyarakat (pekat) g) Program pendidikan politik masyarakat h) Program pencegahan dini dan penanggulangan korban bencana alam 20. c) Program Penguatan Kelembagaan Masyarakat 23. 7 . Pemuda dan Olah Raga a) Program Pengembangan dan Keserasian Kebijakan Pemuda b) Program peningkatan peran serta kepemudaan c) Program peningkatan upaya penumbuhan kewirausahaan dan kecakapan hidup pemuda d) Program upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba e) Program Pengembangan Kebijakan dan Manajemen Olahraga f) Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olahraga g) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Olahraga 19. c) Program Pemeliharaan Rutin / Berkala Sarana dan Prasarana Kearsipan. h) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran. 21. Otonomi Daerah. 25. 22. Statistik a) Program Penyusunan Data / Informasi / Statistik daerah. Perangkat daerah. g) Program Peningkatan Kualitas Sumberdaya Aparatur Pemerintah Daerah.16. e) Program Pengelolaan Aset Daerah.

c) Program Pengembangan kemitraan 5. Perdagangan a) Program Perlindungan Konsumen dan pengamanan perdagangan b) Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor c) Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negri d) Program Pembinaan pedagang kaki lima dan asongan 7. c) Program Penyelamatan dan Pelestarian Koleksi Perpustakaan. 6. Kehutanan a) Program Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Hutan b) Program rehabilitasi hutan dan lahan c) Perlindungan dan konservasi sumber daya hutan 3. d) Program Pengembangan kawasan budidaya laut. Pertanian a) Program Peningkatan Kesejahteraan Petani b) Program Peningkatan Ketahanan Pangan pertanian/perkebunan c) Program peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan d) Program peningkatan penerapan teknologi pertanian/perkebunan e) Program peningkatan produksi pertanian/perkebunan f) Program pemberdayaan penyuluh pertanian/perkebunan lapangan 2. Ketransmigrasian a) Program Pengembangan Wilayah Transmigrasi b) Program Transmigrasi lokal. 8 . b) Program pengawasan dan penertiban kegiatan rakyat yang berpotensi merusak lingkungan c) Program pembinaan dan pengembangan bidang ketenagalistrikan. Pariwisata a) Program Promosi Pariwisata. 4. air payau dan air tawar. Perindustrian a) Program peningkatan Kapasitas Iptek Sistem Produksi b) Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah c) Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri d) Program Penataan Struktur Industri e) Program Pengembangan sentra-sentra industri potensial 8. c) Program Transmigrasi Regional. Perpustakaan a) Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan b) Program Pembinaan dan peningkatan Kapasitas Perpustakaan. Urusan Pilihan 1. Energi dan Sumber Daya Mineral a) Program pembinaan dan pengawasan bidang pertambangan. b. Kelautan dan Perikanan a) Program Pengembangan budidaya perikanan b) Program Pengembangan sistem penyuluhan perikanan c) Program Optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan.b) Program pengkajian dan penelitian bidang komunikasi dan informasi c) Program fasilitasi Peningkatan SDM bidang komunikasi dan informasi d) Program kerjasama informsi dan media massa 26. b) Program Pengembangan Destinasi Pariwisata.

Masukan Hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk penyelenggaraan Musrenbangdes/kel adalah : a. 9 . b. dan program dan program Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa yang selanjutnya disingkat RPJM-Desa adalah dokumen perencanaan untuk periode 5 (lima) tahun yang memuat arah kebijakan pembangunan desa. APBD Provinsi. dll). Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa/ Kelurahan. MEKANISME PENYELENGGARAAN MUSRENBANG TAHUN 2012 UNTUK PENYUSUNAN RKPD TAHUN 2013 A. b. Tujuan Musrenbang Desa/Kelurahan tahun 2012 diselenggarakan dengan tujuan antara lain sebagai berikut : a. Menetapkan kegiatan prioritas yang akan dibiayai melalui APBD Kabupaten. Menampung dan menetapkan kegiatan prioritas sesuai kebutuhan masyarakat yang diperoleh dari musyawarah perencanaan pada tingkat di bawahnya (Musrenbang dusun/lingkungan/RW. Narasumber adalah pihak pemberi informasi yang perlu diketahui oleh peserta Musrenbang untuk proses pengambilan keputusan hasil Musrenbang. dan program prioritas kewilayahan. disertai dengan rencana kerja. APBN atau sumber dana lainnya. FGD Kelompok masyarakat. Musrenbang Desa/Kelurahan Tahun 2012 1. rencana kerja dan pendanaan serta prakiraan prakiraan maju. 3. c. c. 2. Musrenbang Desa/Kelurahan adalah forum musyawarah tahunan yang dilaksanakan secara partisipatif oleh para pemangku kepentingan (stakeholders) desa/kelurahan (pihak yang berkepentingan untuk mengatasi permasalahan desa/kelurahan dan pihak yang akan terkena dampak dari hasil musyawarah) untuk menyepakati RAPB Desa Tahun 2012 dan Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPDes) Tahun 2013. Rencana Kerja Pembangunan Desa yang selanjutnya disingkat RKPDesa adalah dokumen perencanaan untuk periode 1 (satu) tahun merupakan penjabaran dari RPJM-Desa yang memuat rancangan kerangka ekonomi desa. e. Peserta adalah pihak yang memiliki hak pengambilan keputusan dalam Musrenbangdes/kel melalui pembahasan yang disepakati bersama. Menetapkan kegiatan prioritas desa/kelurahan yang akan dibiayai melalui APBDes / Rencana Kerja SKPD Kelurahan. program prioritas pembangunan desa. d. f. dengan pertimbangan kerangka pendanaan yang dimutakhirkan. b. Pengertian a. Daftar prioritas masalah pada satuan wilayah di bawah desa/ kelurahan (dusun atau lingkungan) dan kelompok-kelompok masyarakat. kebijakan umum.II. arah kebijakan keuangan desa. lintas SKPD. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa yang selanjutnya disingkat APB-Desa adaah rencana keuangan tahunan pemerintah desa yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa dan ditetapkan dengan Peraturan Desa. baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah desa maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat dengan mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah Daerah dan RPJM-Desa.

d) Mengumumkan secara terbuka jadwal. dll) melakukan musyawarah. kelompok perempuan. 10 . kelompok perempuan dan lain-lain. Tim Fasilitator Musrenbang Desa/Kelurahan bertugas memfasilitasi pelaksanaan musyawarah di tingkat dusun/RW/kelompok. g. bahan/materi serta notulensi pelaksanaan Musrenbang Desa/Kelurahan. f. Mekanisme Mekanisme pelaksanaan Musrenbang Desa/Kelurahan terdiri dari tahapan: a. e.c. 4. 3) Kepala Desa/Lurah menetapkan Tim Penyelenggara Musrenbang Desa/Kelurahan yang terdiri dari unsur aparat pemerintah desa. b) Gagasan dan atau usulan kegiatan prioritas masing-masing dusun/RW/Kelompok untuk diajukan ke Musrenbangdes/kel. f) Mendaftar calon peserta Musrenbang . kelompok pra KS. Informasi dari Pemerintah Kabupaten tentang indikasi jumlah Alokasi Dana Desa yang akan diberikan kepada desa untuk tahun anggaran berikutnya. Hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan desa/kelurahan tahun sebelumnya. BPD. Keluaran dari musyawarah tersebut adalah : a) Daftar masalah dan kebutuhan. Hasil evaluasi kecamatan dan atau masyarakat terhadap pemanfaatan Alokasi Dana Desa. g) Membantu delegasi desa / kelurahan dalam menjalankan tugasnya di Musrenbang Kecamatan . RW dan tokoh masyarakat lainnya. kelompok pemuda. e) Menyiapkan tempat. agenda dan tempat Musrenbang Desa / Kelurahan . peralatan. b) Bersama-sama Tim Fasilitator Desa memfasilitasi dan memantau pelaksanaan musyawarah dusun / RW dan kelompok masyarakat kurang mampu. c) Wakil/delegasi dusun/RW/kelompok yang akan hadir dalam Musrenbangdes/kel (jumlah wakil/delegasi disesuaikan dengan kondisi setempat dengan jumlah ganjil ). Tahap Persiapan : 1) Kepala Desa/Lurah menetapkan Tim Fasilitator Musrenbang Desa/Kelurahan yang terdiri dari unsur : aparat pemerintah desa. LKMD dan tokoh masyarakat lainnya. Formulir yang memudahkan desa/kelurahan untuk menyampaikan daftar usulan kegiatan prioritas ke tingkat kecamatan. LKMD. Prioritas kegiatan pembangunan daerah untuk tahun mendatang yang dirinci berdasarkan Satuan Kerja Perangkat Daerah pelaksananya beserta rencana pendanaannya di kecamatan tempat desa / kelurahan berada. BPD. 2) Masyarakat di tingkat dusun/RW dan kelompok masyarakat (misalnya kelompok tani. c) Membantu Tim Fasilitator Desa / Kelurahan dalam memfasilitasi proses Musrenbang. h) Menyusun Dokumen Rencana Kerja Pembangunan Desa/Kelurahan . d. serta memfasilitasi pelaksanaan Musrenbang desa/kelurahan. Tim Penyelenggara Musrenbangdes/kel bertugas antara lain : a) Menyusun jadwal dan agenda Musrenbang Desa / Kelurahan .

Dokumen Rencana Kerja Pembangunan Desa/Kelurahan yang berisi : 11 . 4) Pemaparan prioritas program / kegiatan tahun berikutnya yang bersumber dari dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa / Kelurahan oleh Kepala Desa / Lurah. Perwakilan Peserta dan BPD. Semua kondisi ini dicatat oleh notulen dalam Berita Acara Musrenbang Desa / Kelurahan. b) Kegiatan yang akan dibiayai melalui APBD Kabupaten. Camat. Keluaran Keluaran yang dihasilkan dalam Musrenbangdes/kel adalah : a. Catatan : Dalam hal kondisi dokumen penunjang tidak lengkap atau keterbatasan narasumber. APBD Provinsi. j) Menyebarluaskan Dokumen Rencana Kerja Pembangunan Desa/ Kelurahan. Tahap Pelaksanaan 1) Pendaftaran peserta. 5.i) Merangkum berita acara hasil Musrenbang Desa / Kelurahan yang sekurang kurangnya memuat prioritas kegiatan yang disepakati . 6) Pemaparan masalah utama yang dihadapi oleh masyarakat desa / kelurahan oleh perwakilan masyarakat. 2) Pemaparan prioritas kegiatan pembangunan di Kecamatan oleh Camat. 5) Penjelasan Kepala Desa tentang informasi perkiraan jumlah Alokasi Dana Desa. 3) Pemaparan hasil evaluasi pembangunan tahun sebelumnya dengan memuat jumlah usulan yang dihasilkan pada forum sejenis tahun sebelumnya oleh Camat. Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBDes) tahun 2012. Musrenbang Desa / Kelurahan tetap dilaksanakan agar prioritas kegiatan tahunan dapat disusun melalui musyawarah desa/ kelurahan setempat. 11) Penandatanganan Berita Acara Musrenbang Desa/Kelurahan oleh Kepala Desa/Kepala Kelurahan. kemiskinan dan pengangguran. 7) Pemisahan kegiatan berdasarkan : a) Kegiatan yang akan diselesaikan sendiri di tingkat desa/ kelurahan. ketua tim pengelola kegiatan (TPK). 10) Pemilihan dan penetapan perwakilan masyarakat/delegasi desa/kelurahan sejumlah 6 orang (3 diantaranya unsur perempuan) yang terdiri dari unsur kades/lurah. 9) Penetapan prioritas kegiatan pembangunan tahun yang akan datang sesuai dengan potensi serta permasalahan di desa / kelurahan seperti peta kerawanan. APBN atau sumber dana lainnya 8) Perumusan kriteria untuk menyusun kegiatan prioritas sebagai metode untuk menyeleksi kegiatan. dan 4 orang wakil masyarakat untuk menghadiri Musrenbang Kecamatan. b. b.

12 . Ketua dan para Anggota BPD.1 terlampir). pejabat instansi yang ada di desa. Kepala Sekolah. 9. Kepala Puskesmas. 3) Setelah memperoleh kepastian berbagai kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan di desa/kelurahan serta sumber pendanaannya.6. 2) Memaparkan/mengusulkan Daftar Prioritas Kegiatan Pembangunan Desa/Kelurahan pada Forum Musrenbang Kecamatan. APBN atau sumber dana lainnya. Pasca Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa/Kelurahan Kegiatan Perencanaan Paska Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa/Kelurahan meliputi : a) Penetapan Keputusan Kepala Desa tentang Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPDes) Tahun 2013. c. (sebagaimana Formulir F1. kelompok perempuan. seperti RT/RW. Waktu pelaksanaan Pelaksanaan Musrenbang Desa/Kelurahan diselenggarakan selambatlambatnya pada akhir bulan Januari 2012. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD). Lembaga Kemasyarakatan lainnya serta masyarakat yang belum terundang dan ingin berpartisipasi dapat mendaftarkan pada tim penyelenggara Musrenbang Desa. maka Tim Penyelenggara Musrenbang Desa/Kelurahan dan Delegasi Desa/Kelurahan membantu Kepala Desa/Kelurahan mensosialisasikan program-program pembangunan yang akan dilaksanakan dan mendorong masyarakat untuk melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut. 2) Prioritas Kegiatan pembangunan tahun 2013 yang akan diusulkan untuk dibiayai melalui APBD Kabupaten. Daftar Nama Delegasi untuk mengikuti Musrenbang Kecamatan (sebagaimana Formulir F1. LSM yang bekerja di desa yang bersangkutan dan fasilitator/konsultan program-program yang berbasis pemberdayaan masyarakat desa.4 terlampir) Peserta Peserta Musrenbang Desa/Kelurahan adalah unsur Pemerintahan Desa dan seluruh komponen masyarakat yang berada di desa/kelurahan. 7. d) Mendorong masyarakat untuk melakukan pemantauan terhadap kegiatan-kegiatan pembangunan pada tahun 2012.2 terlampir). Berita acara Musrenbang Desa / Kelurahan (sebagaimana Formulir F1. 8. c) Mengumumkan kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun 2012 bersumber dana dari APBDes. kelompok tani. 1) Prioritas Kegiatan pembangunan skala desa/kelurahan yang akan didanai oleh APBDes Tahun 2013 (sebagimana Formulir F1. organisasi masyarakat. APBD Provinsi. komite sekolah. kelompok pemuda. Narasumber Kepala Desa/Kelurahan.3 terlampir) Tugas Delegasi Desa/Kelurahan antara lain : 1) Membantu Tim Penyelenggara menyusun Dokumen Rencana Kerja Pembangunan Desa bagi delegasi Desa dan Rencana Kerja Anggaran ( RKA SKPD ) bagi delegasi Kelurahan. b) Pengawalan prioritas kegiatan desa/kelurahan dalam Musrenbang tingkat Kecamatan. Camat dan atau aparat kecamatan. d.

Biaya Penyelenggaraan Pembiayaan atas seluruh penyelenggaraan kegiatan Musrenbang Desa/Kelurahan dibebankan pada Anggaran Desa/Kelurahan yang bersumber dari APBD Kabupaten Magelang tahun 2012. Pengertian a. B. Peserta adalah pihak yang memiliki hak pengambilan keputusan dalam Musrenbang kecamatan melalui pembahasan yang disepakati bersama. d. menyepakati dan menetapkan nama delegasi Kecamatan untuk Forum SKPD dan Musrenbang Kabupaten. PPAS dan APBD. Musrenbang Kecamatan adalah forum musyawarah stakeholders kecamatan untuk mendapatkan masukan prioritas kegiatan dari desa/kelurahan serta menyepakati kegiatan lintas desa/kelurahan di kecamatan yang bersangkutan sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja Kantor Camat dan Rencana Kerja Tahunan Kecamatan (RPTK) tahun 2013.Kegiatan Pasca Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa/Kelurahan diselenggarakan dengan tujuan : a) Menjamin konsistensi antara hasil Musrenbang desa/kelurahan dengan RPTK. b. Melakukan klasifikasi atas prioritas kegiatan pembangunan kecamatan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi SKPD Kabupaten dalam melaksanakan Bidang Urusan sebagaimana amanat Permendagri Nomor 13 tahun 2006. Menyusun. Narasumber adalah pihak-pihak pemberi informasi yang perlu diketahui peserta Musrenbang untuk proses pengambilan keputusan dalam Musrenbang kecamatan. e. Tujuan Musrenbang Kecamatan diselenggarakan untuk : a. Pemerintah Kabupaten (SKPD) dengan masyarakat. menyepakati dan menetapkan prioritas kegiatan pembangunan di tingkat kecamatan yang belum tercakup dalam prioritas kegiatan pembangunan desa/kelurahan dengan mengacu pada Dokumen Jangka Menengah Kecamatan (Renstra Kantor Camat). Membahas. c) Tersedianya informasi tentang diterima atau ditolaknya sejumlah usulan kegiatan yang sudah diusulkan melalui jenjang Musrenbang. Membahas dan menyepakati hasil-hasil Musrenbang Desa/Kelurahan yang akan menjadi prioritas kegiatan pembangunan di wilayah kecamatan yang bersangkutan. 2. d. Rencana Kerja (Renja) SKPD adalah Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah. 10. Menghasilkan kesepakatan-kesepakatan program dan kegiatan prioritas yang dituangkan ke dalam berita acara hasil Musrenbang Kecamatan. f. 13 . Pemangku kepentingan (Stakeholders) kecamatan adalah pihak yang berkepentingan dengan prioritas kegiatan dari desa/kelurahan untuk mengatasi permasalahan di kecamatan serta pihak pihak yang berkaitan dengan dan atau terkena dampak hasil musyawarah. Musrenbang Kecamatan Tahun 2012 1. c. b. RKPD. KUA. Renja SKPD. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) adalah unit kerja Pemerintah Kabupaten yang mempunyai tugas untuk mengelola anggaran dan barang daerah. e. b) Terciptanya komunikasi yang berkelanjutan dan berkualitas antara delegasi desa. c.

5) Membuka pendaftaran dan atau mengundang calon peserta Musrenbang Kecamatan. LSM yang berkerja dalam wilayah kecamatan. 4) Daftar masalah dan usulan kegiatan prioritas Desa/Kelurahan hasil identifikasi program pembangunan di tingkat desa/kelurahan yang dibiayai oleh Hibah/bantuan Luar Negeri. 3) Menyusun dan mengumumkan secara terbuka jadwal. Dari Desa/Kelurahan: 1) Dokumen Rencana Pembangunan Tahunan Desa/Kelurahan (RPTD/K) dari masing-masing desa / kelurahan yang setidaknya berisi prioritas kegiatan. Mekanisme Mekanisme pelaksanaan Musrenbang Kecamatan terdiri dari : a. 8) Membantu para delegasi kecamatan dalam menjalankan tugasnya di Forum SKPD dan Musrenbang Kabupaten. 9) Merangkum daftar prioritas kegiatan pembangunan di wilayah kecamatan untuk dibahas pada Forum SKPD. dengan kegiatan : Camat menetapkan Tim Penyelenggara Musrenbang Kecamatan yang terdiri dari unsur aparat Kecamatan.3. tempat dan agenda Musrenbang Kecamatan minimal 7 (tujuh) hari sebelum kegiatan dilakukan. 10) Merangkum berita acara hasil Musrenbang Kecamatan sekurangkurangnya memuat prioritas kegiatan yang disepakati dan daftar nama delegasi yang terpilih. b. Tahap Persiapan. 3) Daftar nama para wakil kelompok fungsional/asosiasi warga/organisasi sosial kemasyarakatan. Koperasi. 6) Merekapitulasi hasil dari seluruh Musrenbang Desa/Kelurahan. 4.1 terlampir ). 4) Menyiapkan peralatan dan bahan/materi serta notulen untuk Musrenbang Kecamatan. Masukan Hal-hal yang perlu disiapkan untuk penyelenggaraan Musrenbang Kecamatan antara lain : a. baik wakil dari desa/kelurahan maupun dari kelompok-kelompok masyarakat. Dari Kabupaten: 1) Prioritas kegiatan pembangunan Kabupaten Magelang untuk tahun 2013. 2) Penjelasan nama dan jumlah Forum SKPD dan Forum Rumpun SKPD. Tugas Tim Penyelenggara Musrenbang Kecamatan antara lain : 1) Menyusun jadwal dan agenda Musrenbang Kecamatan. UPTD Kecamatan dan tokoh masyarakat tingkat Kecamatan. 2) Mengkompilasi prioritas kegiatan pembangunan dari desa/kelurahan berdasarkan bidang urusan yang menjadi tanggung jawab SKPD (sebagaimana Form 2. 2) Daftar nama anggota delegasi dari desa/kelurahan untuk mengikuti Musrenbang Kecamatan. 7) Menyusun dan mengumumkan jadwal dan agenda Musrenbang secara terbuka. agar peserta menyiapkan diri dan segera melakukan pendaftaran dan atau diundang. 14 .

dengan kegiatan : 1) Pemaparan prioritas masalah kecamatan seperti kemiskinan. 3) Pemaparan Prioritas kegiatan dari masing-masing desa/kelurahan sesuai bidang urusan dan tupoksi SKPD oleh Ketua Tim Penyelenggara (sebagaimana Formulir F2. 5. 5) Pembagian peserta Musrenbang ke dalam kelompok pembahasan berdasarkan jumlah fungsi / SKPD atau gabungan SKPD yang tercantum. kesehatan. 4) Verifikasi oleh delegasi desa/kelurahan untuk memastikan semua prioritas kegiatan yang diusulkan oleh desa/kelurahannya sudah tercantum menurut masing masing SKPD. Catatan : Dalam kondisi dokumen penunjang tidak lengkap atau keterbatasan narasumber.5) yaitu : 1) Program Kegiatan yang diusulkan untuk dibiayai APBD Kabupaten Magelang tahun 2013 (sebagaimana Form 2. 2) Pemaparan rancangan Draft Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Draft R. Rencana Kerja (Renja) Kantor Camat tahun 2013 (sebagaimana Form 2. 7) Kesepakatan kriteria untuk menentukan prioritas kegiatan pembangunan kecamatan untuk masing masing fungsi/SKPD atau gabungan SKPD. Musrenbang Kecamatan tetap dilaksanakan. Semua kondisi ini dicatat oleh notulen dalam Berita Acara Musrenbang Kecamatan. b. prasarana. Keluaran Keluaran yang dihasilkan dari Musrenbang Kecamatan tahun 2012 adalah : a.5. 10) Pemilihan dan penetapan daftar nama delegasi kecamatan (3-5 orang) untuk mengikuti Forum SKPD dan Musrenbang Kabupaten. 6) Kesepakatan prioritas kegiatan pembangunan kecamatan yang dianggap perlu oleh peserta Musrenbang namun belum diusulkan oleh desa/kelurahan (kegiatan lintas desa/kelurahan yang belum diusulkan desa/kelurahan). 15 . sehingga Camat dapat menyusun gabungan prioritas kegiatan tahunan dari desa / kelurahan menurut SKPD.1 ). pendidikan. 8) Kesepakatan prioritas kegiatan pembangunan kecamatan berdasarkan bidang urusan dan tupoksi SKPD. Hasilnya kemudian disampaikan kepada Forum SKPD dan Forum Rumpun SKPD di tingkat Kabupaten Magelang. RKPD) oleh Tim Pemantau dari Kabupaten Magelang. pariwisata.11) Menyampaikan Berita Acara hasil Musrenbang Kecamatan kepada anggota DPRD dari wilayah pemilihan kecamatan yang bersangkutan sebagai referensi dalam forum pembahasan Panitia Anggaran DPRD. b. Komposisi delegasi tersebut harus terdapat keterwakilan perempuan. Rencana Pembangunan Tahunan Kecamatan (RPTK) tahun 2013 yang sudah dipilah berdasarkan sumber pembiayaannya (sebagaimana Form 2. 9) Pemaparan prioritas pembangunan kecamatan dari tiap tiap kelompok fungsi / SKPD atau gabungan SKPD di hadapan seluruh peserta Musrenbang Kecamatan. Tahap Pelaksanaan. pertanian.1 terlampir). perindustrian dan perdagangan dll oleh Camat. pengangguran.4).

aparat kecamatan. Daftar Nama Delegasi Kecamatan untuk mengikuti Forum SKPD dan Musrenbang Kabupaten Magelang (sebagaimana Form 2.2). b. C. Forum BKM. 8.4 ). organisasi petani. organisasi pengrajin. Waktu pelakanaan Pelaksanaan Musrenbang Kecamatan diselenggarakan selambat-lambatnya akhir bulan Februari 2012. Bappeda. Dari Kabupaten : anggota DPRD dari wilayah pemilihan kecamatan yang bersangkutan. Forum Musyawarah Antar Desa dan lain sebagainya) Narasumber a. Tugas Delegasi Kecamatan adalah : 1) Membantu Tim Penyelenggara menyusun daftar kegiatan prioritas di wilayah kecamatan untuk dibahas pada Forum SKPD dan Musrenbang Kabupaten.3 ). Berita Acara Musrenbang Kecamatan (sebagaimana Form 2. 4) Program Kegiatan yang akan dibiayai dari sumber dana lainnya (sebagaimana Form 2. Rapat Teknis (Ratek) adalah forum musyawarah antara SKPD dengan Kecamatan untuk mendapatkan masukan prioritas kegiatan dari kecamatan sebelum pelaksanaan Forum SKPD yang penyelenggaraan difasilitasi oleh Bappeda. perwakilan SKPD Kabupaten. 4) Setelah memperoleh kepastian mengenai berbagai kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan di Kecamatan oleh masingmasing SKPD (dengan sumber dana dari APBD maupun sumber lainnya).5. Rapat Teknis (Ratek) 1.2 ) 3) Program Kegiatan yang diusulkan untuk dibiayai APBN tahun 2013 (sebagaimana Form 2.5. 16 . 7. LSM yang bekerja di kecamatan yang bersangkutan dan para ahli/profesional yang dibutuhkan. 2) Memperjuangkan kegiatan prioritas pembangunan kecamatan dalam Forum SKPD dan Musrenbang Kabupaten/Kota. Biaya Penyelenggaraan Pembiayaan atas seluruh penyelenggaraan kegiatan Musrenbang Kecamatan dibebankan pada Anggaran Kecamatan yang bersumber dari APBD tahun 2012 Kabupaten Magelang. 9. Pengertian a.5. d. Dari Kecamatan : Camat. c. Kepala-Kepala Unit Pelayanan di kecamatan yang bersangkutan. 3) Mendiskusikan berita acara hasil Musrenbang Kecamatan dengan anggota DPRD dari wilayah pemilihan kecamatan yang bersangkutan. 2) Program kegiatan yang diusulkan untuk dibiayai APBD Provinsi Jawa Tengah tahun 2013 (sebagaimana Form 2.6.3) Peserta Peserta Musrenbang Kecamatan adalah individu atau kelompok yang merupakan delegasi dari desa/kelurahan dan wakil dari kelompok masyarakat yang beroperasi dalam skala kecamatan (misalnya : organisasi sosial kemasyarakatan. maka Tim Penyelenggara Musrenbang Tahunan Kecamatan dan delegasi kecamatan membantu Camat mengumumkan programprogram pembangunan yang akan dilaksanakan dan mendorong masyarakat untuk melakukan pemantauan terhadap kegiatan-kegiatan tersebut. Kepala-Kepala Cabang SKPD di kecamatan yang bersangkutan.

Mekanisme Mekanisme pelaksanaan Rapat Teknis dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: a. 5. kegiatan sektor dan lintas sektor) adalah wadah bersama antar pelaku pembangunan untuk membahas prioritas kegiatan pembangunan hasil Musrenbang Kecamatan dengan SKPD sebagai upaya mengisi Rancangan Rencana Kerja SKPD yang tata cara penyelenggaraannya difasilitasi oleh SKPD terkait. e.2. Pelaksanaan Forum SKPD memperhatikan masukan kegiatan dari kecamatan. Menetapkan prioritas kegiatan dari masing-masing kecamatan yang akan dimuat dalam Renja SKPD Masukan Yang perlu disiapkan dalam Rapat Teknis adalah: a. b. Pada tahap pelaksanaan dilakukan pemaparan prioritas kegiatan pembangunan hasil Musrenbang Kecamatan oleh Camat Keluaran Keluaran dari Rapat Teknis adalah prioritas kegiatan dari kecamatan yang sudah dipilah menurut sumber pendanaan Peserta Peserta Rapat Teknis adalah SKPD dan Kecamatan. Peserta adalah pihak yang memiliki hak pengambilan keputusan dalam Forum SKPD melalui pembahasan yang disepakati bersama. Hasil Ratek adalah prioritas kegiatan dari kecamatan yang akan masuk dalam Renja SKPD. 6. Narasumber adalah pihak pemberi informasi yang perlu diketahui peserta Forum SKPD untuk proses pengambilan keputusan hasil forum. D. d. tempat. rancangan awal RKPD serta Renstra SKPD. Dalam tahap persiapan Kepala Bappeda menetapkan tata cara penyelenggaraan Rapat Teknis (jadwal. kinerja pelaksanaan kegiatan SKPD tahun berjalan. APBD Provinsi Jawa Tengah dan APBN . b. Menjembatani hasil Musrenbang Kecamatan dengan b. Forum SKPD (forum yang berhubungan dengan Urusan. pelaksanaan Forum SKPD tetap dilaksanakan. agenda pembahasan dan keluaran Rapat Teknis) b. Hasil Forum SKPD antara lain adalah Rancangan Rencana Kerja SKPD yang memuat kerangka regulasi dan kerangka anggaran yang dirinci menurut kecamatan dan sudah dibagi untuk pendanaan alokasi APBD Kabupaten Magelang. c. Pengertian a. 4. Dari Kabupaten: 1) Daftar kegiatan prioritas yang bersumber dari hasil Musrenbang Kecamatan 2) Prioritas kegiatan pembangunan/Rancangan RKPD dan plafon/pagu dana indikatif untuk masing-masing SKPD (jika sudah ada) 3) Rancangan Renja SKPD b. Apabila salah satu dokumen tersebut belum tersedia. 17 . peserta. 3. Forum Satuan Kerja Perangkat Daerah (Forum SKPD) Kabupaten Tahun 2012 1. Tujuan a. Dari Kecamatan adalah daftar prioritas kegiatan pembangunan di wilayah kecamatan hasil Musrenbang Kecamatan.

Perguruan Tinggi dan mereka yang memiliki keahlian serta perhatian terhadap fungsi / SKPD yang bersangkutan. Kerangka regulasi adalah rencana kegiatan melalui pengaturan yang mendorong partisipasi masyarakat maupun lembaga terkait lainnya untuk mencapai tujuan pembangunan Kabupaten. Tahap Persiapan 1) Kepala Bappeda menetapkan jumlah dan tata cara penyelenggaraan Forum SKPD (jadwal. Masukan Yang perlu disiapkan dalam Forum SKPD adalah : a. Mensinkronkan prioritas kegiatan pembangunan dari berbagai kecamatan dengan Rancangan Rencana Kerja Satuan Perangkat Daerah (Renja SKPD). c. 4. 18 . 5) Berbagai dokumen perencanaan dan regulasi yang terkait dengan pembangunan. 3) Tim Penyelenggara Forum SKPD melakukan hal-hal : a) Menggabungkan daftar prioritas kegiatan pembangunan dari setiap Kecamatan. 2. b. peserta. Dari Kecamatan antara lain adalah daftar prioritas kegiatan pembangunan di wilayah kecamatan hasil Musrenbang Kecamatan dan daftar delegasi kecamatan yang diutus untuk mengikuti pembahasan pada forum SKPD.f. Menetapkan prioritas kegiatan yang akan dimuat dalam Renja SKPD. agenda pembahasan dan keluaran Forum SKPD). d) Menyusun rincian agenda pembahasan Forum SKPD. c. LSM. Mengidentifikasi keefektifan berbagai regulasi yang berkaitan dengan fungsi SKPD. d. Tujuan a. Kerangka Anggaran adalah rencana kegiatan pengadaan barang maupun jasa yang perlu dibiayai oleh APBD Kab. terutama untuk mendukung terlaksananya Renja SKPD. Dari Kabupaten / Kota: 1) Daftar kegiatan prioritas yang bersumber dari Renstra SKPD. Menyesuaikan prioritas Renja SKPD dengan plafon/pagu dana SKPD yang termuat dalam prioritas pembangunan daerah (Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah). 3. 2) Kepala Bappeda menetapkanTim Penyelenggara Forum SKPD sesuai dengan jumlah dan formasi yang telah ditetapkan dan terdiri dari unsur SKPD dan Bappeda. c) Mengidentifikasi dan memperkirakan biaya prioritas kegiatan pembangunan dari setiap Kecamatan. 4) Daftar individu / organisasi masyarakat skala kabupaten seperti Asosiasi Profesi. Dari Provinsi dan Kementrian Negara: informasi kegiatan dan pendanaannya yang bersumber dari APBN dan APBD Provinsi. APBD Prov dan APBN untuk mencapai tujuan pembangunan Kabupaten. tempat. 3) Rancangan Renja SKPD. g. b. 2) Prioritas kegiatan pembangunan/Rancangan RKPD dan plafon/pagu dana indikatif untuk masing-masing SKPD (jika sudah ada). b) Mengkompilasi daftar perincian kegiatan pembangunan yang berasal dari Rancangan Renja-SKPD. Mekanisme Mekanisme pelaksanaan Forum SKPD Kabupaten dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: a.

d. 5. 5) Pemaparan prioritas kegiatan dari plafon/pagu dana indikatif SKPD yang tersumber dari prioritas pembangunan daerah/rancangan RKPD Kabupaten. Peserta Peserta Forum SKPD Kabupaten terdiri dari para delegasi kecamatan dan delegasi dari kelompok-kelompok masyarakat di tingkat kabupaten yang berkaitan langsung dengan urusan/SKPD yang bersangkutan. penggaubungan regulasi. Provinsi dan Kementrian/Lembaga Negara. dan tempat penyelenggaraan Forum SKPD selambat-lambatnya 7 hari sebelum pelaksanaan. b. g) Mempersiapkan bahan dan peralatan serta notulen untuk Forum SKPD. 9) Menetapkan delegasi masyarakat dari forum SKPD yang berasal dari organisasi kelompok-kelompok masyarakat skala Kabupaten untuk mengikuti Musrenbang Kabupaten (1-3 orang untuk setiap forum SKPD) dengan memperhatikan adanya perwakilan perempuan. Terpilihnya delegasi dari Forum SKPD yang berasal dari organisasi kelompok-kelompok masyarakat skala kabupaten untuk mengikuti Musrenbang Kabupaten. Prioritas kegiatan yang sudah dipilah menurut sumber pendanaan serta disusun menurut kecamatan dan desa/kelurahan. 19 . c. Tahap Pelaksanaan 1) Pendaftaran peserta Forum SKPD oleh masing-masing Tim penyelenggara Forum SKPD. Rancangan Renja SKPD berdasarkan hasil Forum SKPD yang memuat kerangka regulasi dari kerangka anggaran SKPD. Keluaran a. agenda pembahasan. 3) Pemaparan prioritas kegiatan pembangunan yang dihasilkan oleh Musrenbang Kecamatan oleh Tim Penyelenggara Forum SKPD. 2) Pemaparan dan pembahasan prioritas kegiatan pembangunan menurut rancangan Renja SKPD oleh Kepala SKPD. 8) Menyusun rekomendasi untuk kerangka regulasi SKPD dengan cara : a) Mengidentifikasi keefektifan regulasi yang berkaitan dengan fungsi SKPD. 6. 7) Menetapkan prioritas kegiatan pembangunan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Selanjutnya prioritas kegiatan setiap Kecamatan disampaikan kepada masing-masing kecamatan oleh para delegasi Kecamatan. Berita Acara Forum SKPD Kabupaten. atau pembatalan sesuai kebutuhan. f) Membuka pendaftaran dan atau mengundang calon peserta Forum SKPD yang berasal dari delegasi Kecamatan maupun dari kelompok-kelompok masyarakat yang bekerja dalam bidang yang terkait dengan urusan/SKPD tersebut dalam skala Kabupaten. perubahan regulasi. 4) Verifikasi prioritas kegiatan berbagai Kecamatan oleh para delegasi Kecamatan untuk memastikan prioritas kegiatan dari Kecamatan telah tercantum. 6) Merumuskan kriteria untuk menyeleksi prioritas kegiatan pembangunan baik dari Kecamatan maupun dari rancangan Renja SKPD.e) Mengumumkan secara terbuka jadwal. b) Merekomendasikan regulasi yang baru. b.

f. dan tempat pelaksaan Forum SKPD. Forum Rumpun Satuan Kerja Perangkat Daerah (Forum Rumpun SKPD) Kabupaten Magelang Tahun 2012 1. agenda. b. anggota DPRD dan Komisi Pasangan Kerja masing-masing SKPD Kabupaten. Mendaftar peserta Forum SKPD. 8. Bappeda memprioritaskan pembentukan Forum Rumpun SKPD pada : 1) Urusan-urusan wajib pemerintah daerah seperti pendidikan. i. b. Menyusun rincian jadual. ahli/profesional baik yang berasal dari kalangan praktisi maupun akademisi. Kepala dan Para Pejabat Bappeda.7. d. disesuaikan dengan volume kegiatan dan kondisi setempat. Merekapitulasi seluruh hasil Musrenbang Kecamatan. Menyediakan berbagai bahan kelengakapan untuk penyelenggaraan Forum SKPD. Tugas Tim Penyelenggara a. dan dukungan kegiatan ekonomi masyarakat. Pelaksanaan Forum Rumpun SKPD memperhatikan masukan kegiatan dari kecamatan. agenda. Jumlah Forum Rumpun SKPD dan formasi Forum Rumpun SKPD serta jadwal acara pelaksanaannya ditentukan dan dikoordinasikan Bappeda. c. pelaksanaan Forum Rumpun SKPD tetap dilaksanakan. kinerja pelaksanaan kegiatan SKPD tahun berjalan. Merangkum berita acara penyelenggaraan Forum SKPD. Melaporkan kepada Bappeda hasil pemutakhiran rancangan Renja SKPD. dan tempat pelaksaan Forum SKPD. 20 . Forum Rumpun SKPD (forum yang berhubungan dengan urusan. Mendiskusikan berita acara hasil Forum SKPD dengan Komisi DPRD yang terkait. g. c. Memberikan hasil Forum SKPD kepada Komisi Pasangan Kerja di DPRD setempat. Membantu Tim Penyelenggara Forum SKPD dalam memutakhirkan rancangan Renja-SKPD. Disarankan agar langkah persiapan sudah dilakukan sejak bulan Januari sehingga pada bulan Februari sudah jelas diketahui jumlah dan nama Forum Rumpun SKPD. Narasumber Kepala SKPD Kabupaten. b. kesehatan. d. Memperjuangkan kegiatan prioritas Renja-SKPD dalam Musrenbang Kabupaten. Mengumumkan secara terbuka jadual. kegiatan sektor dan lintas sektor) adalah wadah bersama antar pelaku pembangunan untuk membahas prioritas kegiatan pembangunan hasil Musrenbang Kecamatan dengan gabungan SKPD sebagai upaya mengisi Rencana Kerja SKPD penyelenggaraannya dilaksanakan oleh Bappeda. prasarana. e. Pengertian a. rancangan awal RKPD serta Renstra SKPD. h. LSM yang memiliki bidang kerja sesuai dengan urusan SKPD. Tugas Delegasi Forum SKPD a. c. Menyusun hasil pemutakhiran rancangan Renja SKPD berdasarkan hasil Forum SKPD. Apabila salah satu dokumen tersebut belum tersedia. 9. E.

terutama untuk mendukung terlaksananya Renja SKPD. f. Untuk Renja SKPD yang terkait dengan Program Penanggulangan Kemiskinan mengacu dan memprioritaskan kegiatan yang terdapat di dalam Review Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (SPKD) serta Strategi dan Rencana Tindak Penanggulangan Kemiskinan (SRTPK) Kabupaten Magelang Tahun 2007. Peserta adalah pihak yang memiliki hak pengambilan keputusan dalam Forum Rumpun SKPD melalui pembahasan yang disepakati bersama. tempat. b. Forum SKPD Kesehatan. LSM. e. 3) Rancangan Renja SKPD. d. 4) Daftar individu/organisasi masyarakat skala kabupaten seperti Asosiasi Profesi. c. Tujuan a. 2) Kepala Bappeda menetapkanTim Penyelenggara Forum Rumpun SKPD sesuai dengan jumlah dan formasi yang telah ditetapkan dan terdiri dari unsur Bappeda. Mekanisme a. Menetapkan prioritas kegiatan yang akan dimuat dalam Renja SKPD. APBD Provinsi dan APBN. Dari Provinsi dan Kementrian Negara : informasi kegiatan dan pendanaannya yang bersumber dari APBN dan APBD Provinsi . sebagai contoh Forum SKPD Pendidikan. Mensinkronkan prioritas kegiatan pembangunan dari berbagai kecamatan dengan Rancangan Rencana Kerja Satuan Perangkat Daerah (Renja SKPD). c. Menyesuaikan prioritas Renja SKPD dengan plafon/pagu dana SKPD yang termuat dalam prioritas pembangunan daerah (Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah). 5) Berbagai dokumen perencanaan dan regulasi yang terkait dengan pembangunan. Dari Kecamatan antara lain adalah daftar prioritas kegiatan pembangunan di wilayah kecamatan hasil Musrenbang Kecamatan. peserta. 3. Narasumber adalah pihak pemberi informasi yang perlu diketahui peserta Forum Rumpun SKPD untuk proses pengambilan keputusan hasil forum. Masukan Yang perlu disiapkan dalam Forum Rumpun SKPD adalah : a. agenda pembahasan dan keluaran Forum Rumpun SKPD). 3) Tim Penyelenggara Forum Rumpun SKPD melakukan hal-hal : 21 . 4. Mengidentifikasi keefektifan berbagai regulasi yang berkaitan dengan fungsi SKPD. g. Perguruan Tinggi dan mereka yang memiliki keahlian serta perhatian terhadap urusan / SKPD yang bersangkutan. 2. b. Tahap Persiapan 1) Penetapan jumlah dan tata cara penyelenggaraan Forum Rumpun SKPD (jadwal.2) SKPD mengemban urusan yang berkaitan dengan prioritas programprogram pembangunan Kabupaten. Hasil Forum Rumpun SKPD antara lain adalah Renja SKPD yang memuat kerangka regulasi dan kerangka anggaranyang dirinci menurut kecamatan dan sudah dibagi untuk pendanaan alokasi APBD Kabupaten. Dari Kabupaten / Kota 1) Daftar kegiatan prioritas yang bersumber dari Renstra SKPD. 2) Prioritas kegiatan pembangunan/Rancangan RKPD dan plafon/pagu dana indikatif untuk masing-masing SKPD.

Peserta Peserta Forum Rumpun SKPD Kabupaten terdiri dari SKPD dilingkup sesuai nama rumpun SKPD. Narasumber Kepala SKPD Kabupaten. 6. agenda. 5) Menetapkan prioritas kegiatan pembangunan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. 7. f) Mempersiapkan bahan dan peralatan serta notulen untuk Forum Rumpun SKPD. e) Membuka pendaftaran dan atau mengundang calon peserta Forum Rumpun SKPD yang berasal dari delegasi Kecamatan maupun dari kelompok-kelompok masyarakat yang bekerja dalam bidang yang terkait dengan urusan / SKPD tersebut dalam skala kabupaten. b. Rancangan Renja SKPD berdasarkan hasil Forum Rumpun SKPD yang memuat kerangka regulasi dari kerangka anggaran SKPD. Tugas Tim Penyelenggara a. ahli / profesional baik yang berasal dari kalangan praktisi maupun akademisi. a) Mengkompilasi daftar perincian kegiatan pembangunan yang berasal dari Rancangan Renja-SKPD. 4) Merumuskan kriteria untuk menyeleksi prioritas kegiatan pembangunan baik dari Kecamatan maupun dari rancangan Renja SKPD. 22 . b) Merekomendasikan regulasi yang baru. Kepala dan Para Pejabat Bappeda. Keluaran a. dan tempat penyelenggaraan Forum Rumpun SKPD selambatlambatnya 7 hari sebelum pelaksanaan. dan tempat pelaksaan Forum Rumpun SKPD. 6) Menyusun rekomendasi untuk kerangka regulasi SKPD dengan cara : a) Mengidentifikasi keefektifan regulasi yang berkaitan dengan fungsi SKPD. b. Prioritas kegiatan yang sudah dipilah menurut sumber pendanaannya. b. dan tempat pelaksanaan Forum Rumpun SKPD. perubahan regulasi. d) Mengumumkan secara terbuka jadwal. 2) Pemaparan dan pembahasan prioritas kegiatan pembangunan menurut rancangan Renja SKPD oleh Kepala SKPD. Tahap Pelaksanaan 1) Pendaftaran peserta Forum Rumpun SKPD oleh masing-masing Tim penyelenggara Forum Rumpun SKPD. 8. Mengumumkan secara terbuka jadual.5. Berita Acara Forum Rumpun SKPD Kabupaten. agenda. penggabungan regulasi. LSM yang memiliki bidang kerja sesuai dengan urusan SKPD. agenda pembahasan. c. Menyusun rincian jadual. c) Menyusun rincian agenda pembahasan Forum Rumpun SKPD. atau pembatalan sesuai kebutuhan. 3) Pemaparan prioritas kegiatan dari plafon/pagu dana indikatif SKPD yang tersumber dari prioritas pembangunan daerah / rancangan RKPD Kabupaten. b) Mengidentifikasi dan perkiraan biaya prioritas kegiatan pembangunan dari setiap Kecamatan. anggota DPRD dan Komisi Pasangan Kerja masing-masing SKPD Kabupaten.

Hasil Musrenbang Kabupaten adalah prioritas kegiatan yang dipilah menurut sumber pendanaan dari APBD Kabupaten. APBN dan sumber pendanaan lainnya. e. khususnya yang berhubungan denghan pembangunan (Forum SKPD dan Forum Rumpun SKPD). h. 2. c. d. Melaporkan kepada Bappeda hasil pemutakhiran rancangan Renja SKPD. Memberikan hasil Forum Rumpun SKPD kepada Komisi Pasangan Kerja di DPRD. b. Peserta adalah pihak yang memiliki hak untuk pengambilan keputusan dalam Musrenbang melalui pembahasan yang disepakati bersama. Pengertian a. RKPD adalah Rancangan Kerja Pemerintah Daerah. Mendapatkan rincian rancangan awal Renja-SKPD.c. Musrenbang Kabupaten adalah musyawarah stakeholder Kabupaten untuk mematangkan rancangan RKPD Kabupaten berdasarkan RenjaSKPD hasil Forum SKPD atau Forum Rumpun dengan cara meninjau keserasian antara rancangan Renja SKPD yang hasilnya digunakan untuk pemutakhiran Rancangan RKPD. c. Dari Kabupaten : 1) Rancangan RKPD yang disusun oleh Bappeda berdasarkan prioritas pembangunan daerah. Masukan Berbagai hal yang perlu disiapkan dalam pelaksanaan Musrenbang Kabupaten adalah : a. Mendapatkan masukan untuk penyempurnaan rancangan awal RKPD yang memuat prioritas pembangunan daerah. Mendapatkan rincian rancangan awal Kerangka Regulasi menurut SKPD yang berhubungan dengan pembangunan (Forum SKPD dan Forum Rumpun SKPD). 23 . Tujuan a. APBD Provinsi dan APBN sebagai bahan pemutakhiran Rancangan RKPD Kabupaten yang menjadi dasar penyusunan anggaran tahunan. g. f. pagu indikatif pendanaan berdasarkan urusan SKPD. Pelaksanaan Musrenbang Kabupaten memperhatikan hasil pembahasan Forum SKPD dan Forum Rumpun SKPD. e. d. f. Mendaftar peserta Forum Rumpun SKPD. Merangkum berita acara penyelenggaraan Forum Rumpun SKPD. kinerja pembangunan tahun berjalan dan masukan dari para peserta. Menyediakan berbagai bahan kelengakapan untuk penyelenggaraan Forum Rumpun SKPD. Menyusun hasil pemutakhiran rancangan Renja SKPD berdasarkan hasil Forum Rumpun SKPD. b. Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah/Renstra Daerah. F. rancangan alokasi dana desa termasuk dalam pemutakhiran ini adalah informasi mengenai kegiatan yang pendanaannya berasal dari APBD Provinsi. Nara Sumber adalah pihak pemberian informasi yang perlu diketahui peserta Musrenbang untuk proses pengambilan keputusan hasil Musrenbang. Kegiatan prioritas RKPD menjadi rujukan utama penyusunan Rancangan Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (RAPBD). 3. Musrenbang Kabupaten Tahun 2012 1.

b) Menyusun jadwal dan agenda Musrenbang c) Mengumumkan secara terbuka jadwal. Tahap Persiapan. Tahap Pelaksanaan. yang meliputi : a) Isu-isu strategis SKPD yang berasal dari RPJMD dan RenstraSKPD. b) Tujuan. Dari Kecamatan : 1) Daftar prioritas kegiatan pembangunan yang berasal dari Kecamatan 2) Daftar nama delegasi kecamatan yang terpilih untuk mengikuti Forum SKPD dan Musrenbang Kabupaten 3) Daftar Nama delegasi Forum SKPD yang terpilih untuk mengikuti Musrenbang Kabupaten. 4. 4) Daftar nama delegasi Forum SKPD yang terpilih untuk mengikuti Musrenbang Kabupaten. dengan agenda sebagai berikut : 1) Pemaparan Rancangan RKPD dan prioritas kegiatan pembangunan serta plafon anggaran yang dikeluarkan oleh Bupati oleh Kepala Bappeda. dan delegasi Forum SKPD 4) Pemaparan Kepala SKPD Rancangan Renja SKPD (terutama SKPD yang mengemban fungsi pelayanan dasar dan yang menjadi perioritas pembangunan Kabupaten). APBN maupun sumber pendanaan lainnya. d) Membuka pendaftaran dan atau mengundang calon peserta Musrenbang Kabupaten. b. 3) Vertifikasi hasil kompilasi oleh Kepala SKPD. b. e) Menyiapkan peralatan dan bahan/materi serta notulen untuk Musrenbang Kabupaten. agar peserta bisa segera melakukan pendaftaran dan atau diundang. 5) Berbagai dokumen perencanaan dan regulasi yang terkait dengan pembangunan.2) Rancangan Renja-SKPD hasil Forum SKPD dan atau Forum Rumpun SKPD yang memuat kerangka regulasi dan kerangka anggaran yang kegiatannya sudah dipilih berdasarkan sumber pendanaan dari APBD Kabupaten/kota. 2) Pemaparan hasil kompilasi prioritas kegiatan pembangunan dari forum SKPD berikut pendanaannya oleh Ketua Tim Penyelenggara. agenda dan tempat Musrenbang Kabupaten minimal 7 hari sebelum acara Musrenbang dilakukan. baik delegasi dari Kecamatan maupun dari Forum SKPD. Mekanisme Musrenbang Kabupaten dilaksanakan dengan agenda sebagai berikut: a. indikator pencapaian dan prioritas kegiatan pembangunan yang dimuat dalam Renja-SKPD 24 . delegasi kecamatan. dengan kegiatan sebagai berikut : 1) Kepala Bappeda melakukan hal-hal sebagai berikut : a) Menetapkan jadwal penyelenggaraan Musrenbang b) Menetapkan Tim Penyelenggara Musrenbang Kabupaten 2) Tim Penyelenggara melakukan hal-hal sebagai berikut : a) Mengkompilasi prioritas kegiatan pembangunan dari Forum SKPD dan Musrenbang Kecamatan. APBD Provinsi. 3) Prioritas dan plafon anggaran yang dikeluarkan oleh Bupati yang terdiri atas plafon untuk setiap SKPD dan plafon untuk Alokasi Dana Desa.

prioritas pembangunan. Penyusunan Kebijakan Umum Anggaran. dan plafon/pagu dana baik berdasarkan urusan/SKPD a. Program/Kegiatan yang akan dibiayai APBD Kabupaten. 7) Menetapkan prioritas kegiatan sesuai dengan besaran plafon anggaran APBD Kabupaten serta yang akan diusulkan untuk dibiayai dari sumber APBD Provinsi. Perwakilan Bappeda Provinsi. Pasca Musrenbang Kabupaten Tahun 2012 1. Delegasi dari Musrenbang Kecamatan dan Forum SKPD f. DPRD. 6) Membagi peserta ke dalam beberapa kelompok berdasarkan urusan/SKPD.c) Penyampaian perkiraan kemampuan pendanaan terutama dan yang berasal dari APBN Kabupaten. 8. Bappeda Provinsi g. Keluaran Keluaran dari pelaksanaan Musrenbang Kabupaten adalah penetapan arah kebijakan. c. Dewan Pendidikan. 5) Membahas kriteria untuk menentukan prioritas kegiatan pembangunan tahun berikutnya. yakni : a. Program/Kegiatan yang diusulkan dibiayai APBD Provinsi . c. c. LSM yang bekerja dalam skala Kabupaten. maka Pemerintah Kabupaten/Kota menyampaikan hasilnya kepada: a. d. G. Asosiasi Profesi. Strategi. Umum Pada tahap perencanaan. Program/Kegiatan yang diusulkan dibiayai APBN . Tim Penyusun Renja-SKPD Panitia / Tim Anggaran Eksekutif maupun DPRD. 5. Tim Penyusun Program Tahunan Daerah dan RAPBD d. APBN maupun sumber dana lainnya. b. Masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten/Kota. DPRD setempat b. 25 . Tim Penyusun RKPD. b. APBD Provinsi. kegiatan Pasca Mursrenbang terdiri dari sejumlah kegiatan. dan Plafon APBD. Waktu pelaksanaan Pelaksanan Musrenbang Kabupaten diselenggarakan selambat-lambatnya akhir Maret 2012. Penyusunan RKPD. 9. Perguruan Tinggi. Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) SKPD. Program/Kegiatan yang akan dibiayai secara swadaya oleh masyarakat. Penyampaian Hasil Musrenbang Kabupaten Setelah hasil Musrenbang Kabupaten disepakati oleh peserta. Dunia Usaha dan Fasilitator Daerah. Peserta Peserta Musrenbang Kabupaten adalah delegasi dari Musrenbang Kecamatan dan Delegasi dari Forum SKPD. Kecamatan e. SKPD Provinsi. kelompok masyarakat antara lain Ormas. 7. APBN dan sumber dana lainnya. Narasumber Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten. 6.

c. 7) Pelaksanaan. terciptanya komunikasi yang berkelanjutan dan berkualitas antara delegasi masyarakat. Satuan Kerja Pemerintah Daerah. Bappeda. konsistensi antara hasil perencanaan (RKPD) dengan penganggaran (APBD). d. maka Bappeda memberitahukan alasan-alasannya. pemerintah daerah dan DPRD. Informasi ini memuat program/kegiatan berdasarkan Satuan Kerja Perangkat Daerah dan berdasarkan lokasi (kecamatan dan desa/kelurahan).d. Badan Pengelola Keuangan Daerah). 2. baik yang bersumber dari APBD maupun dari sumber non-APBD berikut besaran plafonnya. Penyusunan RKPD. 4) Penyusunan KUA dan PPAS berdasarkan RKPD yang telah ditetapkan. e. dimana Bappeda membantu DPRD untuk menyelenggarakan konsultasi publik tentang RAPBD sesuai ketentuan yang berlaku. 3. f. 4. dengan penjelasan sebagai berikut : a) Bappeda memberikan informasi kepada masyarakat tentang pelaksanaan program/kegiatan. Pelaksanaan Program. para pejabat pemerintah daerah (Sekretariat Daerah. terutama keberatan-keberatan mengenai tidak tertampungnya kegiatan-kegiatan yang berasal dari Musrenbang Kabupaten dalam rancangan RKPD. terutama tentang alasan diterima atau ditolaknya sejumlah kegiatan yang sudah diusulkan melalui rangkaian forum Musrenbang di dalam APBD. dengan penjelasan sebagai berikut: 1) Bappeda menyediakan informasi kepada masyarakat maupun SKPD tentang hasil akhir RKPD. 5) Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) oleh SKPD. 6) Pembahasan dan Penetapan APBD. Delegasi peserta Musrenbang Kabupaten. b. 2) Bappeda menyampaikan aspirasi dari masyarakat maupun SKPD kepada Bupati dan DPRD. monitoring. Kegiatan Berbagai hal yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten pada Pasca Musrenbang adalah sebagai berikut antara lain adalah: a. Monitoring dan evaluasi program. Tujuan Kegiatan Pasca Musrenbang mempunyai tujuan antara lain untuk menjamin: a. Pembahasan dan Penetapan APBD. 3) Bappeda menyampaikan rancangan RKPD kepada Pemerintah Provinsi U/p Bappeda Provinsi sebagai bahan rujukan bagi pelaksanaan Forum SKPD Provinsi dan Musrenbang Provinsi. 26 . b. c. tersedianya informasi untuk masyarakat dan para peserta Musrenbang. Bila terdapat perbedaan antara hasil Musrenbang Tahunan Kabupaten dengan RKPD. konsistensi antara hasil Musrenbang dengan RKPD. DPRD. Pelaku Utama Kegiatan Pelaku utama kegiatan Pasca Musrenbang Kabupaten adalah: a. dan evaluasi program. Bupati/Walikota.

3) Pada Tingkat Forum SKPD Kepala SKPD selaku penanggung jawab. Selanjutnya satu orang Ketua. Tim Penyelenggara Guna mendukung persiapan. Sekretaris dan Anggota ditetapkan oleh Bupati dengan melibatkan unsur SKPD tingkat Kabupaten Magelang dan organisasi masyarakat terkait. d) Bappeda memberikan umpan balik/masukan pada perencanaan selanjutnya. seperti : 1) Pada Tingkat Desa/Kelurahan: Kepala Desa / Kelurahan selaku penanggung jawab. 8) Perubahan APBD. satu orang sekretaris dan anggota (dengan jumlah disesuaikan dengan kebutuhan) Tim Penyelenggara Forum Rumpun SKPD ditetapkan oleh Kepala Bappeda dengan melibatkan unsur SKPD dan organisasi masyarakat terkait. Selanjutnya satu orang Ketua. 5) Pada Tingkat Kabupaten Bupati Magelang selaku penanggung jawab. c) Bappeda menanggapi keluhan mengenai pelaksanaan kegiatan dan melakukan evaluasi mengenai kepuasan masyarakat terhadap kegiatan pembangunan yang sedang dan telah dijalankan. Setiap perubahan anggaran yang mempunyai konsekwensi kegiatan baru maka perlu melibatkan kembali SKPD dan delegasi dari kecamatan serta Forum SKPD dalam perumusan kegiatan dan proses pengalokasian anggarannya. maka perlu dibentuk Tim Penyelenggara Musrenbang dengan alternatif sebagai berikut : a. 4) Pada Tingkat Forum Rumpun SKPD Kepala Bappeda selaku penanggung jawab. 2) Pada Tingkat Kecamatan Camat selaku penanggung jawab. Selanjutnya satu orang Ketua. H. satu orang Sekretaris dan anggota sebanyak-banyaknya 5 orang Tim Penyelenggara ditetapkan oleh Kepala Desa/Kelurahan setelah mendapatkan berbagai masukan dari masyarakat melalui musyawarah desa/kelurahan. Selanjutnya satu orang Ketua. satu orang Sekretaris dan anggota (dengan jumlah disesuaikan dengan kebutuhan) Tim Penyelenggara Forum SKPD ditetapkan oleh Kepala SKPD dengan melibatkan UPTD dari SKPD yang bersangkutan dan organisasi masyarakat terkait. Selanjutnya Kepala Bappeda selaku Ketua. 27 . Susunan Keanggotaan Tim Penyelenggara Keanggotaan Tim penyelenggara dibentuk secara transparan dengan melibatkan unsur Pemerintah dan Non Pemerintah yang memiliki keahlian dalam memfasilitasi proses-proses musyawarah yang partisipatif. pelaksanaan sampai dengan penyusunan hasil Musrenbang. satu orang Sekretaris dan anggota (dengan jumlah disesuaikan dengan kebutuhan) Tim Penyelenggara Musrenbang Kecamatan ditetapkan oleh Camat setelah mendapatkan berbagai masukan dari melalui Rapat Dinas Tingkat Kecamatan. Pengorganisasi Penyelenggaraan Musrenbang Tahun 2012 1.b) Bappeda mengendalikan pelaksanaan kegiatan agar tetap sesuai dengan rencana.