Anda di halaman 1dari 36

TUGAS PENGGANTI PRESENTASI PENYALURAN AIR BUANGAN

OLEH: ANDIKA DIMAS RIZKA FITRIA FADHILAH RAFINI RAHMADINI DHONA WIDIEANA SULTHONY PRADIKA MUCHAMMAD ADI LUTHFY RAMADHAN NUR NOVILINA SETITI MULYA 21080111130033 21080111130038 21080111130039 21080111140103 21080111140104 21080111140106 21080111120022 21080110170002 21080110130047 21080111120027

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS DIPONEGORO 2013

PENYALURAN AIR BUANGAN

BAB 3 ALIRAN AIR LIMBAH DAN PERHITUNGAN

Menentukan tingkat aliran air limbah adalah langkah awal dalam mendesain fasilitas pengolahan dan pemompaan. Data yang terpercaya dalam memproyeksikan aliran harus tersedia jika fasilitas pengolahan ingin didesain dengan baik, dan jika biaya yang terkait ingin seminimal juga. Tujuan dari Bagian ini adalah mengembangkan ilmu untuk merekayasa tingkat aliran air limbah secara benar dari masyarakat. Subjek yang dibahas termasuk : (1) Macam-macam komponen air limbah dari masyarakat, (2) sumber air limbah dan laju alirannya, (3) analisis data aliran, dan (4) menghitung laju aliran dengan Pengukuran Debit langsung dan Area Kecepatan. Banyak materi di bagian ini yang di ambil dari bagian sebelumnya yang menjadi pelengkap buku ini (11), dan, data akurat, desain data dan informasi telah di perbaharui untuk mencerinkan praktek sekarang. 3.1 Komponen-Komponen Air Limbah Komponen yang menjadi air limbah dari masyarakat tergantung dari jenis sistem pengumpulan yang dipakai dan termasuk : Air Limbah Domestik(disebut juga Sanitary), Adalah air limbah yang berasal dari perumahan dan dari Fasilitas Komersil, institusi dan Publik sejenisnya. Air Limbah Industri, Adalah yang berasal dari kawasan Pabrik Aliran Infiltrasi, Air yang berlebih dimana masuk ke sistem drainase bawah tanah dan Air hujan yang di keluarkan oleh Atap rumah, Pondasi Saluran dan saluran hujan Aliran Air Hujan, Limpasan akibat hujan dan melelehnya salju Jenis-jenis sistem pengumpulan untuk setiap komponen menjadi penting untuk dibahas dalam Bagian 4. 3.2 SUMBER AIR LIMBAH DAN DEBIT ALIRAN
2|Page

PENYALURAN AIR BUANGAN

Data untuk memprakirakan rata-rata debit air limbah dari bermacam sumber domestik dan industri dan aliran infiltrasi yang berkontribusi, akan di terangkan dalan bagian ini. Variasi Aliran yang harus di hitung sebelum desain saluran dibuat juga akan dibahas

Sumber dan Debit Aliran Air Limbah Domestik


Sumber yang paling utama dari air limbah domestik di masyarakat adalah berasal dari perumahan dan wilayah perdagangan. Sumber lainnya yaitu termasuk Bangunan institusi dan tempat rekreasi. Metode untuk memproyeksikan debit air limbah domestik di daerah itu, sedang di kembangkan dan dipikirkan di Pembahasan selanjutnya. Wilayah Perumahan. Untuk wilayah kecil, Aliran air limbah biasanya ditentukan berdasarkan kepadatan penduduk dan buangan rata-rata perkapita air limbah, Data di Range dan Aliran Typical di berikan di Table 3-1. Untuk Wilayah perumahan besar, sering direkomendasikan untuk mengembangkan debit aliran berdasarkan guna lahan dan antisipasi pertumbuhan penduduk. Dimungkinkan angka ini menjadi dasar data aliran yang aktual dari jenis perumahan terpilih yang berlokasi di dekat area yang akan di bahas. Jika data tidak ada, angka prakiraan dari 70% air domestik di pakai, dalam banyak kasus, desain aliran sudah ditetapkan oleh Dinas terkait dan pejabat yang berwenang. Tabel 3-1 Aliran rata-rata Air limbah dari sumber perumahan Flow X L/unit X d Sumber Apartemen Hotel,motel Hunian pribadi Rumah Sederhana Rumah Baik Rumah Mewah Rumah Semimodern Villa rekreasi Perorang Perorang Perorang Perorang Perorang 190-350 250-400 300-550 100-250 100-240 280 310 380 200 190 Unit Perorang Penghuni Range 200-300 150-220 Typical 260 190

3|Page

PENYALURAN AIR BUANGAN

Trailer Taman Note : L X 0.2642 = gal

Perorang

120-200

150

Pada Bagian sebelumnya, Persiapan Proyeksi penduduk untuk menghitung debit aliran Air limbah adalah tanggungjawab seorang Sanitary Engineer, Tapi sekarang data-data itu biasanya disediakan oleh Bappeda kecamatan, Kota maupun provinsi. Jika instansi tersebut tidak menyediakan dan harus dipersiapkan, referensi 9,10, dan 12 mungkin membantu. Metode Proyeksi Penduduk yang telah dipakai di gambarkan di Tabel 3-2. Nilai kepadatan penduduk (maximum) yang dibutuhkan untuk menghitung aliran dari wilayah daratan dengan bermacam penggunaan bisa di dapatkan dari Bappeda setempat. Meskipun nilai-nilai tersebut diberikan atau prakiraan, mereka harusnya mengecek dan menilai sebagai kemungkinan di masa depan terjadi perubahan pola tata guna lahan. Wilayah perniagaan, Air limbah perniagaan umumnya di nyatakan dalam

kubikmeter/hektar per hari(gallons per acre per day) berdasarkan keadaan sekarang atau antisipasi dimasa depan pembangunan atau pembandingan data dari area lain. Angka aliran bervariasi dari 14 sampai lebih dari 1500 m3/ha x d(1500 sampai lebih dari 160000 gal/ha x d). perhitungan untuk memastikan sumber perniagaan bisa juga dari data tabel 33. Fasilitas Institusi. Data aktual institusi adalah sumber yang terbaik dari data aliran untuk tujuan desain. Ketika data-data tidak ada, Aliran yang berasal dari fasilitas institusi bisa di hitung dengan data di tabel 3-4. Fasilitas rekreasi. Aliran dari banyak tempat rekreasi sangatlah musiman, beberapa typical data di tunjukan di Table 3-5. Tabel 3-2 Metode Proyeksi Penduduk Metode Grafik Penjelasan Proyeksi Grafik dari kurva pertumbuhan proyeksi lalu dipakai menghitung

4|Page

PENYALURAN AIR BUANGAN

pertumbuhan penduduk masa datang Populasi dihitung dari basis asumsi dimana Penurunan Angka Pertumbuhan suatu kota tumbuh besar, angka pertumbuhan dari tahun ke tahun semakin kecil Populasi tumbuh diasumsikan untuk Matematika atau Logistik mengikuti hubungan logika matematik, dimana populasi tumbuh sesuai waktu Angka Pertumbuhan penduduk untuk Rasio dan Korelasi masyarakat diasumsikan dihubungkan dengan wilayah yang besar, seperti Kota dan Provinsi Populasi di ramalakan dari basis analisa detail dari komponen yang membuat Komponen populasi tumbuh, disebut peningkatan dan migrasi alami, Peningkatan alami mewakili hasil peningkatan dari efek kelahiran dan kematian Populasi meningkat di hitung dari Variasi ramalan pekerja. Aktualnya, hubungan Prakiraan Pekerja dengan populasi dan angka pekerjaan berhubungan dengan menggunakan teknik Rasio dan Korelasi Detail tambahan dan metode proyeksi penduduk lainnya bisa di lihat di Refs.9,10,dan12 Metode diatur dalam keadaan kerumitan meningkat Tabel 3-3 Aliran Air limbah Rata-rata dari Sumber Perniagaan Flow x L/Unit x d Sumber Bandara
5|Page

Unit Penumpang

Range 8-15

Typical 10

PENYALURAN AIR BUANGAN

Tempat Service Mobil Bar Hotel Bangunan Industri (kec.cafetaria) Laundry Motel Motel dengan Dapur Kantor Restoran Penyewaan Kamar Toko

Mobil dilayani Pegawai Pelanggan Pegawai Tamu Pegawai Pegawai Mesin Mencuci Perorang Perorang Pegawai Makanan Tamu Toilet Pegawai Tempat Parkir Pegawai Pegawai

30-50 35-60 5-20 40-60 150-220 30-50 30-65 1800-2600 180-200 90-150 190-220 30-65 8-15 90-190 1600-2400 30-50 2-8 30-50 30-50

40 50 8 50 190 40 55 2200 190 120 200 55 10 150 2000 40 4 40 40

Pusat Perbelanjaan Mengikuti bagian dari Ref.5 Note : L x 0.2642 = gal

Tabel 3-4 Aliran Air limbah Rata-rata dari Sumber Institusi Flow x L/Unit x d Sumber Rumah Sakit, Medis Rumah Sakit, Kejiwaan Unit Ranjang Pegawai Ranjang Pegawai Range 500-950 20-60 300-550 20-60 Typical 650 40 400 40

6|Page

PENYALURAN AIR BUANGAN

Penjara Penginapan Sekolah, Harian Dengan Cafetaria,gym,shower Dengan Cafetaria Tidak ada cafetaria,gym,shower Sekolah, Pondok Mengikuti bagian dari Ref.5 Note : L x 0.2462 = gal

Narapidana Pegawai Pengunjung Pegawai Pelajar Pelajar Pelajar Pelajar

300-600 20-60 200-450 20-60 60-115 40-80 20-65 200-400

450 40 350 40 80 60 40 280

Tabel 3-5 Aliran air limbah rata-rata dari tempat rekreasi Sumber Apartemen/ Resort Kabin, resort Kafetaria Perkemahan (dikembangkan) Cocktail lounge Coffee Shop Country club Camping harian (tanpa makan)
7|Page

Unit Orang Orang Pelanggan Karyawan Orang Tempat duduk Pelanggan Karyawan Anggota yang hadirkaryawan Orang Makanan terlayani Orang

Aliran, L/Unit . d Range 200-280 130-190 4-10 30-50 80-150 50-100 15-30 30-50 250-500 40-60 40-60 15-40 75-175 Tipe 220 160 6 40 120 75 20 40 400 50 50 30 150

PENYALURAN AIR BUANGAN

Ruang makan Asrama, penginapan Hotel, resort Tempat cuci otomatis Tempat belanja, resort Kolam renang Teater Pusat pengunjung Note: L x 0.2462 = gal

Orang Mesin Pelanggan Karyawan Pelanggan Karyawan Tempat duduk pengunjung

150-240 1800-2600 5-20 30-50 20-50 30-50 10-15 15-30

200 2200 10 40 40 40 10 20

Tabel 3.6 Per kapita aliran air limbah dari perangkat domestik konvensional [13] Perangkat Faucet bak mandi Mesin cuci Faucet dapur Faucet lavatory Shower Toilet Total Note: L x 0.2642 = gal Aliran air limbah L/kapita . d 30.3 34.1 26.5 11.4 45.4 94.6 242.3 Presentase 12 14 11 5 19 39 100

Reduksi Aliran Air Limbah Domestik


Karena pentingnya melestarikan sumber daya dan energi, berbagai cara untuk mereduksi air limbah dari sumber domestik telah mendapatkan perhatian yang lebih. Metode prinsip untuk mereduksi air limbah yakni dengan mengurangi pemakaian air.

8|Page

PENYALURAN AIR BUANGAN

Per kapita air limbah dari perangkat domestik konvensional dapat dilihat pada tabel 3.6. prinsip perangkat dan sistem untuk mereduksi air limbah di jelaskan pada tabel 3.7. pereduksian air limbah dan presentase pereduksian yang mungkin dilakukan dengan perangkat dan sistem perangkat tersebut dapat dilihat pada tabel 3.8. Penerimaan masyarakat dan kemudahan Tabel 3.7 Perangkat dan sistem pereduksi aliran Perangkat/sistem Batch-flush valve Batu bata di tangki toilet Tangki masuk dua siklus Toilet dua siklus Faucet aerasi Deskripsi dan/atau aplikasi Digunakan secara ekstensif untuk aplikasi komersial. Dapat diatur dengan aliran antara 1.9 L/siklus untuk urinal dan 15 L/siklus untuk toilet. Batu bata atau perangkat sejenis yang hanya mencapai sedikit penurunan di aliran air limbah Pengkonversi toilet konvensional untuk dua siklus operasi. Dalan instalasi baru, toilet dua siklus lebih efektif biayanya dibanding toilet dengan dua siklus masuk Digunakan 4.75 L/siklus untuk buangan cair dan 9.5 L/siklus untuk buangan padat Meningkatkan daya rinsing dari air dengan menambahkan udara dan konsentrasi aliran, sehingga mengurangi jumlah air Kontrol level untuk mesin cuci Batas aliran shower Valve batas aliran Valve penurun tekanan Sistem sirkulasi yang digunakan. Relatif simpel dan murah untuk digunaka. Menyesuaikan jumlah air yang digunakan dengan jumlah baju yang akan dicuci. Membatasi dan mengkonsentrasi penggunaan air dengan cara melubangi batas tersebut dan mengalihkan aliran shower untuk penggunaan optimum oleh pengguna Membatasi aliran air untuk menetapkan tingkat yang tergantung dari sistem tekanan air pada auatu rumah Mempertahankan tekanan air di rumah pada level yang lebih rendah dari sistem distribusi air. Menurunkan aliran di rumah

9|Page

PENYALURAN AIR BUANGAN

mineral oil toilet

dan menurunkan kemungkinan kebocoran kran Menggunakan mineral oil sebagai media transportasi air dan tanpa membutuhkan air. Beroperasi dalam sebuah loop tertutup dimana limbah toilet dikumpulkan terpisah dari limbah rumah tangga dan disimpan untuk kemudian diambil oleh truk vakum. Dalam tangki penyimpanan, limbah

Perangkat reduced-flush Urinal Sistem toilet vacuum-flush Sistem recycle wash-water untuk penyiraman toilet

dipisahkan dari pengangkut cairan dengan gravitasi. Mineral oil disedot dengan pompa, bersatu, dan disaring sebelum di recycle pada tangki toilet Tangki toilet masuk yang baik untuk mencegah isi tangki meluber selama siklus penyiraman atau menempati porsi dari volume tangki dengan air yang sedikit dari yang diperbolehkan per siklus. Digunakan untuk tipe dinding urinal untuk rumah dan membutuhkan 5.7 L/siklus Menggunakan udara sebagai media transportasi air dan membutuhkan sekitar 1.9 L/siklus Me-recycle bak mandi dan air limbah laundry untuk digunakan dalam penyiraman toilet

Diambil dari Ref.13 Note: L x 0.2462 = gal Tabel 3.8. Pencapaian reduksi dengan perangkat dan sistem penurun aliran Perangkat/sistem Reduksi air limbah L/kapita . d Kontrol level untuk mesin cuci Valve penurun tekanan Sistem sirkulasi mineral oil toilet Shower 4.5 60.6 94.6 Presentase dari total keseluruhan 2 25 39

10 | P a g e

PENYALURAN AIR BUANGAN

Batas aliran valve Batas aliran shower Faucet bak cuci Faucet aerasi Batas aliran valve Toilet Batu bata di tangki toilet Dual-batch-flush valve Tangki masuk dua siklus Toilet dua siklus Perangkat reduced-flush Single-batch-flush valve Toilet dan urinal dengan batch-flushvalve Urinal dengan batch-flush-valve Toilet penyimpan air Sistem toilet vacuum-flush Sistem recycle air untuk penyiram toilet * Diambil dari Ref.13

22.7 28.4 1.9 1.9 3.8 58.7 37.9 66.2 37.9 28.4 54.9 26.5 28.4 85.2 94.6

9 12 1 1 2 24 16 27 16 12 23 11 12 35 39

* Lihat tabel 3.7 untuk deskripsi dan aplikasi dari perangkat dan sistem * Presentase dari total keseluruhan untuk perangkat konvensional dapat dilihat pada tabel 3.6 * Baik untuk rumah tunggal maupun ganda * Catatan: L x 0.2462 = gal

Perangkat yang dapat digunakan telah diterangkan di Ref.13. metode yang lain untuk mencapai reduksi aliran adalah membatasi penggunaan dan menggunakan alat yang cenderung meningkatkan konsumsi air, seperti pencuci piring otomatis dan penggiling sampah.

11 | P a g e

PENYALURAN AIR BUANGAN

Di kalangan masyarakat, penggunaan satu atau lebih dari perangkat pereduksi aliran sekarang lebih banyak di perumahan tempat tinggal yang baru; sedangkan yang lain, penggunaan dari penggiling sampah telah dibatasi di pembangunan peumahan yang baru. Selanjutnya, banyak individu yang risau tentang konservasi perangkat yang digunakan seperti yang tercantum pada tabel 3.8 untuk mereduksi penggunaan air. Mungkin akan ada beberapa waktu sebelum dampak sebenarnya dari perang dan metode ini diketahui.

Sumber dan Tingkat dari Air Limbah Industri


Tingkat air limbah industri berbeda-beda berdasarkan tipe dan besarnya industri, tingkat penggunaan air, dan metode pengolahan air limbah yang digunakan setempat, jika ada. Aliran puncak yang mungkin diturunkan dengan penggunaan tangki penahan dan pemerataan cekungan. Hasil tipe desain untuk memperkirakan aliran dari kawasan industri yang tidak merupakan industri dengan proses yang kering adalah sekitar 30 m2/ha . d (~ 3000 gal/acre . d). Jika kebutuhan air untuk industri diketahui, proyeksi air limbah dapat dihitung berdasarkan proyeksi air. Untuk industri tanpa program reuse internal, sekitar 85-95 persen dari air yang digunakan pada operasi dan proses yang berbeda-beda akan mungkin untuk menjadi air limbah. Untuk industri besar dengan program reuse air internal, pembagian perkiraan harus dibuat. Rata-rata air limbah domestik (sanitasi) diperoleh dari aktivitas industri yang mungkin berbeda-beda dari 30 sampai 95 L/kapita . d (8 sampai 25 gal/kapita . d).

Penurunan Air Limbah Industri


Pada 18 Oktober tahun 1972, terjadi Kongres Federal Water Pollution Control Act Amendments of 1972 (Public Law 92-500). Diantara banyaknya implikasi yang luas dari peraturan ini adalah persyaratan untuk pengolahan sekunder untuk semua buangan yang melebihi kualitas air yang diberlakukan. Seperti semakin banyaknya masyarakat yang protes dengan persyaratan untuk pengolahan sekunder, biaya untuk industri dalam hal retribusi (berdasarkan aliran dan kuantiti bahan organik dan tersuspensi yang dibuang ke selokan), telah terjadi, dalam banyak kasus, mahal.

12 | P a g e

PENYALURAN AIR BUANGAN

Untuk mengurangi retribusi untuk pengolahan air limbah pada fasilitas umum, banyak industri menetapkan program ekstensif untuk menurunkan kuantiti dan kekuatan dari air limbah yang dibuang. Dalam banyak instansi, pembuangan pada selokan telah sepenuhnya ditiadakan. Sebagai contoh, jumlah pengalengan dengan daya tarik dari sitem yang di dukung masyarakat dalam metode alternatif pengolahan dan pembuangan, biasanya dalam beberapa bentuk dari pengolahan tanah. Signifikasi dari penurunan buangan industri adalah kehati-hatian yang harus diambil dalam memperkirakan aliran ketika mengukur selokan yang baru. Dalam banyak kasus, penurunan buangan industri yang di imbangi oleh peningkatan buangan air limbah domestik. Dalam kasus lain, mungkin dibutuhkan analisi terpisah untuk menentukan jika masalah akan berkembang di kemudian hari ketika aliran di selokan menurun.

Infiltrasi/Inflow
Aliran lain di selokan di definisikan sebagai berikut: Infiltrasi: masuknya air ke dalam sistem selokan, termasuk layanan koneksi saluran pembuangan, dari tanah melalui berbagai cara, tetapi tidak terbatas. Pipa yang rusak, sambungan pipa, penghubung, atau dinding manhole. Infiltrasi tidak termasuk, dan berbeda dari inflow. Inflow: air buangan yang di alirkan ke dalam sistem selokan, termasuk servis koneksi, dari beberapa sumber, tapi tidak terbatas untuk atap tertinggi. Gudang, halaman, dan area saluran, pondasi saluran, pembuangan air pendingin, saluran dari mata air dan area rawa, penutup manhole, lintas koneksi dari pembentukan Beberapa program besar tentang evaluasi sistem saluran pembuangan telah dan sedang dilakukan, karena Peraturan Perundang-undangan tentang Pengendalian Pencemaran Air tahun 1972 mengharuskan pelamar pekerjaan untuk membuktikan bahwa sistem saluran pembuangan yang akan diusulkan untuk dilakukan pengolahan tidak menimbulkan infiltrasi/inflow yang berlebihan. Permasalahan tentang infiltrasi dan inflow akan dibahas lebih rinci di Chap. 6.
13 | P a g e

PENYALURAN AIR BUANGAN

Infiltrasi ke Dalam Saluran Pembuangan


Sebagian dari curah hujan di daerah tertentu mengalir dengan cepat ke saluran pembuangan atau saluran drainase lainnya, tingkat resapan ke dalam tanah bergantung kepada karakter permukaan tanah dan pembentukan tanahnya, juga pada tingkat dan distribusi curah hujan menurut musimnya. Setiap penurunan / berkurangnya permeabilitas seperti yang disebabkan oleh bangunan, trotoar, atau pembekuan, mengurangi kesempatan curah hujan untuk menjadi air tanah dan meningkatkan aliran permukaan. Jumlah air tanah yang mengalir dari daerah tertentu mungkin berbeda dari jumlah yang dapat diabaikan untuk sebuah kabupaten yang sangat kedap air atau kabupaten dengan lapisan tanah yang padat, sampai 25% atau 30 % dari curah hujan untuk kabupaten dengan lapisan tanah berpasir yang memungkinkan air dengan cepat mengalir atau meresap ke dalamnya. Perembesan air melalui tanah dari sungai atau badan air lainnya tekadang memiliki pengaruh yang besar terhadap air tanah yang naik dan turun secara terusmenerus. Kehadiran dari hasil kebocoran air tanah yang masuk ke tanah dan peningkatan jumlah air limbah dan biaya untuk membuangnya. Kebocoran dari air tanah ini, atau infiltrasi, berkisar antara 0.01 sampai lebih dari 1.00 m3/dmm-km ( 100 sampai 10,000 gal/ddi-mil ). Jumlah milimeter-kilometer ( inchi-mil ) dalam sistem saluran pembuangan adalah jumlah dari produk yang dihasilkan diameter saluran pembuangan, pada milimeter (inchi) kali panjang, pada kilometer (km) adalah diameter yang sesuai dengan saluran pembuangan. Dengan cara lain, infiltrasi berkisar antara 0.2 sampai 30 m3/had ( 20-3000 gal/acred ). Selama hujan lebat, saat inflow mungkin terjadi melalui penutup manhole dan lubang lain menuju saluran pembuangan, tingkat infiltrasi/inflow dapat melebihi 500 m3/had ( 50,000 gal/acred ). Infiltrasi/inflow adalah bagian variabel dari total aliran air limbah, tergantung pada kualitas bahan material dan pengerjaannya di saluran pembuangan dan sambungan bangunan, karakter pemeliharaan, beda ketinggian air tanah dalam saluran pembuangan.

14 | P a g e

PENYALURAN AIR BUANGAN

Saluran pembuangan yang pertama dibangun di kabupaten biasanya mengikuti anak sungai di daerah bawah lembah, berdekatan dengan ( dan terkadang di bawah ) dasar sungai. Akibatnya, saluran pembuangan yang lama dapat menerima air tanah dalam jumlah besar, sedangkan saluran pembuangan yang kemudian dibangun pada ketinggian yang lebih tinggi akan menerima air tanah dalam jumlah yang relatif lebih kecil. Dengan peningkatan prosentase daerah beraspal di sebuah kabupaten atau yang dibangun diatas aspal, dihasilkan : (1) peningkatan prosentase air hujan yang dilakukan dengan cepat ke saluran pembuangan dan anak sungai, dan (2) penurunan prosentase dari air hujan yang bisa meresap ke dalam tanah dan dapat meresap ke sanitasi saluran pembuangan ( lihat Sec.4-1 ). Perbedaan yang tajam harus dibuat antara kapasitas maksimum dan rata-rata penyerapan ke dalam sistem saluran pembuangan. Kapasitas maksimum diperlukan untuk menentukan kapasitas saluran pembuangan yang dibutuhkan, kapasitas rata-rata diperlukan untuk memperkirakan beberapa faktor, seperti biaya tahunan untuk memompa dan pengolahan air buangan. Kapasitas dan kuantitas dari penyerapan bergantung kepada panjang saluran pembuangan, wilayah atau daerah yang dilayani, kondisi tanah dan topografi, dan kepadatan penduduk ( yang mempengaruhi jumlah dan panjang total sambungan rumah ). Meskipun ketinggian muka air bervariasi dengan curah hujan dan pencairan salju yang meresap ke dalam tanah, kebocoran melalui sendi yang rusak, beton berpori dan keretakan yang sudah cukup besar, dalam banyak kasus, dapat menurunkan muka air tanah pada tingkat di atas atau di bawah saluran pembuangan. Sebagian besar saluran pembuangan yang telah dibangun di paruh pertama abad ini terbuat dari adukan semen atau aspal panas yang dituang. Manhole hampir selalu terbuat dari batu bata. Kerusakan sambungan pipa dan sambungan antara manhole ke saluran pembuangan dan kurangnya daya kedap air pada batu bata yang digunakan dalam konstruksi saluran pembuangan lama ini menghasilkan potensi yang tinggi untuk infiltrasi. Pada desain saluran pembuangan modern, pipa berkualitas tinggi dengan dinding yang padat, pembuatan bagian manhole, dan sambungan dilapisi dengan karet. Penggunaan bahan bahan yang lebih baik telah sangat mengurangi infiltrasi ke saluran pembuangan

15 | P a g e

PENYALURAN AIR BUANGAN

yang baru dibangun, dan peningkatan laju infiltrasi dengan waktu mungkin akan jauh lebih lambat daripada yang terjadi pada saluran pembuangan yang lama.

Pemasukan ke dalam Saluran Pembuangan


Untuk tujuan menganalisis pengukuran aliran saluran pembuangan dan karena teknik pengukuran yang tersedia, inflow biasanya dibagi menjadi dua kategori. Kategori pertama meliputi ruang bawah tanah dan pondasi drainase, pembuangan pendingin air, dan drainase dari mata air dan daerah berawa. Inflow jens ini menyebabkan aliran yang tidak dapat diidentifikasi secara terpisah dan termasuk ke dalam infiltrasi terukur. Kategori kedua terdiri dari inflow yang langsung terhubung dengan limpasan air, dan sebagian akibat dari curah hujan, menyebabkan peningkatan aliran di saluran pembuangan. Kemungkinan disebabkan oleh saluran dari atap, halaman, penutup manhole, koneksi silang dari saluran dan bak penangkap, dan gabungan saluran pembuangan ( lihat Sec.4-1 ).

Desain Infiltrasi untuk Saluran Pembuangan


Ketika merancang daerah yang tidak ada saluran pembuangannya, atau untuk menghilangkan kelemahan saluran pembuangan yang ada, tunjangan harus dibuat untuk menghindari infiltrasi/inflow serta air limbah yang diharapkan. Untuk saluran pebuangan yang ada, tunjangan infiltrasi harus ditentukan berdasarkan pengukuran debit, dengan modifikasi yang sesuai untuk perhitungan kebocoran yang diharapkan di masa depan. Untuk saluran pembuangan yang baru, atau saluran pembuangan yang sudah ada yang datanya tidak tersedia, kapasitas rata-rata dapat ditentukan berdasarkan data yang sama dari saluran pembuangan yang sudah ada, dengan modifikasi yang sesuai untuk perhitungan perbedaan bahan material dan konstruksi serta kondisi yang diharapkan di masa depan. Jika aliran data yang relevan tidak tersedia, tunjangan rata-rata infiltrasi disajikan pada Gambar.3-1, dapat digunakan untuk saluran pembuangan baru atau sistem saluran pembuangan yang baru dibangun memiliki pembuatan manhole dan sambungan pipa yang dibuat dengan gasket atau karet. Dalam semua kasus, tunjangan untuk desain infiltrasi

16 | P a g e

PENYALURAN AIR BUANGAN

harus mencerminkan kondisi saluran pembuangan yang diharapkan pada akhir periode untuk yang sedang dirancang. Debit rata-rata untuk mendesain pengolahan air buangan dan stasiun pompa dapat dihitung dengan menambahkan rata-rata arus aliran domestik dan industri dan tunjangan rata-rata infiltrasi. Kapasitas inflow, karena sifat episodiknya, tidak terlalu mempengaruhi desain aliran rata-rata. Tunjangan desain infiltrasi yang dibahas disini memiliki sedikit atau tidak memiliki hubungan dengan tunjangan untuk penerimaan saluran pembuangan yang baru dibangun. Tunjangan penerimaan dirancang untuk mengukur seberapa baik pekerjaan konstruksi dilakukan, sedangkan tunjangan desain digunakan untuk menjelaskan apa yang pada akhirnya terjadi pada saluran pembuangan, termasuk pembangunan bangunan saluran pembuangan pada tanah milik pribadi.

Variasi dalam Arus Air Buangan


Jangka pendek, musiman, dan variasi industri aliran air buangan akan dibahas secara singkat disini. Analisis data debit berhubungan dengan arus puncak yang diharapkan dibahas di Sec.3-3.

Variasi Jangka Pendek


Variasi arus air buangan cenderung mengikuti pola seperti pada Gambar.3-2. Arus

minimum yang terjadi pada pagi hari saat konsumsi air paling rendah dan ketika aliran dasar terdiri dari kebocoran, infiltrasi, dan air buangan dalam jumlah sedikit. Aliran puncak pertama umumnya terjadi hanya setelah penggunaan air di pagi hari menjelang siang. Aliran puncak kedua umumnya terjadi di sore hari. Ketika arus aliran air minimal, kurva air buangan dekat dengan kurva konsumsi air, tapi perbedaan waktu tergantung pada jarak saluran pembuangan dari awal sumber air buangan. Jika pencucian di rumah tidak dilakukan pada hari biasa, variasi aliran pada hari kerja diabaikan. Arus aliran mingguan untuk basah dan kering diplot pada Gambar.3-3.

17 | P a g e

PENYALURAN AIR BUANGAN

Variasi Musiman
Variasi musiman dalam arus aliran air buangan terjadi di daerah resor, komunitas kecil di kampus, dan di masyarakat dengan kegiatan komersial dan industri musiman. Besarnya variasi yang diharapkan tergantung pada jumlah komunitas dan aktivitas industri. Sebagai contoh ekstrim adalah variasi di kota Modesto, California, yang terjadi karena limbah industri dalam jumlah besar dari pabrik pengalengan dan kegiatan lain yang berkaitan dengan pertanian. Jumlah infiltrasi/inflow sangat bersifat musiman. Air hujan dan air tanah dapat masuk ke sistem melalui retakan, sambungan yang cacat atau rusak, sambungan drainase yang tidak tepat, dan kurangnya sambungan rumah. 3.3 ANALISIS DATA DEBIT AIR LIMBAH Karena desain hidrolik selokan dipengaruhi oleh variasi dalam arus air limbah, nilai dari desain untuk kecepatan aliran yang diharapkan harus dikembangkan.

Faktor Puncak untuk Aliran Air Limbah


Idealnya, factor puncak akan di estimasi untuk masing-masing pembentukan mayor atau masing masing kategori dari aliran pada system. Aliran individual rata-rata adalah perkalian dari factor ini untuk mendapakan debit puncak. Hasil debit puncak dari beberapa area akan di kombinasikan untuk mendapat total aliran puncak yang di harapkan. Sayangnya, factor puncak biasanya harus di estimasi lebih dari satu metode. Ketika air limbah industri, institusi atau komersial membuat porsi arus rata-rata yang signifikan faktor-faktor puncak untuk berbagai aliran kategori harus dirancang secara terpisah. Jika memungkinkan factor puncak untuk industry harus di estimasi dari rata-rata air yang digunakan, berapa shift kerja dalam sehari, dan detail dari lapangan operasi.

18 | P a g e

PENYALURAN AIR BUANGAN

BAB 4 DESAIN SALURAN AIR BUANGAN

Pengumpulan dan pengangkutan air limbah dari berbagai sumber yang dihasilkan adalah langkah pertama dalam manajemen yang efektif. Pipa-pipa yang mengumpulkan dan mengangkut air limbah jauh dari sumber disebut saluran air buangan, dan jaringan pipa saluran pembuangan di masyarakat dikenal sebagai sistem pengumpulan. Karena sistem tersebut harus berfungsi dengan baik dan tanpa adanya gangguan, sangat penting bahwa prinsip-prinsip dasar yang terlibat dalam desain dan implementasi dipahami dengan jelas. Tujuan bab ini adalah 1 . Untuk menggambarkan jenis sistem pengumpulan dan saluran air buangan yang digunakan sekarang 2 . Uyangntuk menggambarkan desain kedua aliran gravitasi saluran sanitasi dan aliran gravitasi air dengan arus besar 3 . Untuk mendiskusikan tekanan dan vakum saluran sanitasi Kelengkapan utama untuk saluran aliran gravitasi dan fungsi mereka dan beberapa struktur khusus dan kelengkapannya sering digunakan dalam desain saluran besar yang digambarkan dalam bab 5 analisis infiltrasi dan inflow ke saluran dan sarana untuk membatasi terjadinya mereka dibahas dalam bab 6 , dan analisis transformasi biogical yang dapat terjadi pada saluran pembuangan dibahas dalam bab 7 . Desain struktural pipa saluran dan kelengkapannya tidak disajikan dalam buku ini . Untuk aspek desain ini mengacu Ref 3 dan standar desain struktural . 4.1 JENIS SISTEM PENGUMPULAN DAN SALURAN AIR BUANGAN

19 | P a g e

PENYALURAN AIR BUANGAN

Selama bertahun-tahun , tiga jenis sistem pengumpulan telah dikembangkan : sanitasi , air , dan kombinasi keduanya . Ketiga istilah yang mengacu pada isi dari saluran air buangan , juga merujuk pada saluran itu sendiri . Karakteristik hidrolik dan aplikasi dari masing-masing sistem ini diidentifikasi dalam tabel 4-1 . Tabel 4-1 Klasifikasi Sistem Pengumpulan Air Limbah Jenis Sistem Sanitary Karakteristik Hidrolik Gravity Kegunaan Mengumpulkan air limbah dari daerah pemukiman, komersil, industry, dan sumber instusional. Tunjangan harus dibuat untuk infiltrasi air tanah dan menghindari inflow. Pressure Mengumpulkan air limbah dari daerah pemukiman yang tidak cocok untuk konstruksi dan atau menggunakan saluran gravitasi. Saluran ini juga digunakan untuk mengumpulkan air limbah dari sumber komersial, tapi hanya air limbah dari industry karena volume yang besar. Vacuum Storm water Gravity Sama seperti sistem tekanan diatas Saluran air hujan digunakan untuk mengumpulkan air

20 | P a g e

PENYALURAN AIR BUANGAN

hujan dari jalan, atap, dan sumber lainnya. Combined Gravity Saluran combined ini berguna untuk mengumpulkan air limbah dari pemukiman, komersial, institusi, dan sumber industry dan juga air hujan. Aliran tambahan dari infiltrasi air tanah dan aliran air hujan. Saluran ini jarang didesain dan dibangun di US sekarang ini.

Saluran sanitasi , yang sering disebut saluran terpisah , awalnya dimaksudkan semata-mata untuk mengumpulkan limbah dari daerah pemukiman sebagai sarana peningkatan sanitasi umum masyarakat . Seperti terlihat pada tabel 4-1 saluran sanitasi merupakan sistem gravitasi konvensional , di mana air limbah yang diangkut oleh gravitasi , atau mungkin tekanan atau sistem vakum di mana air limbah diangkut di bawah tekanan atau vakum . Meskipun saluran tekanan dan vakum yang tidak umum di Amerika Serikat pada saat ini ( 1980), sistem yang lebih dari ini mungkin akan dibangun di masa depan . Saluran air , seperti namanya , dimaksudkan semata-mata untuk mengumpulkan air hujan . Dengan beberapa pengecualian , desain saluran pembuangan air hujan mirip dengan saluran sanitasi , meskipun saluran air hujan umumnya lebih besar . Awalnya , sistem yang terpisah dari saluran pembuangan sanitasi dan saluran pembuangan air hujan dibangun untuk menghindari masalah pencemaran yang terkait dengan pemakaian air limbah yang tidak diobati dari saluran gabungan ke sungai . Sebagai efek dari polusi air hujan menjadi lebih baik dipahami , pembuangan air hujan telah menerima lebih banyak perhatian .

21 | P a g e

PENYALURAN AIR BUANGAN

Saluran Gabungan , seperti yang tercantum dalam tabel 4-1 , digunakan untuk pengumpulan limbah baik dan air hujan . Untuk mengurangi atau menghilangkan permasalahan polusi yang berhubungan dengan melimpah dari saluran gabungan , tren untuk membangun saluran pembuangan terpisah jika saluran baru atau penggantian diperlukan . Jenis , ukuran , dan panjang saluran pembuangan dalam sistem pengumpulan air limbah bervariasi, tergantung pada tata letak masyarakat dan lokasi fasilitas pengolahan . Berbagai jenis saluran ditemukan di sebagian besar sistem pengumpulan air limbah yang digambarkan dengan fungsi dalam tabel 4-2 . Ukuran saluran pembuangan ditentukan oleh kuantitas aliran dan peraturan bangunan lokal yang mengatur ukuran minimal yang diijinkan. Sebuah distribusi khas ukuran saluran di masyarakat , berasal dari analisis 97 komunitas di 21 negara , diberikan dalam tabel 4-3 . Ukuran pipa pada tabel 4-3 dalam satuan metrik . Panjang total saluran pembuangan , terlepas dari ukuran , tergantung pada tata letak masyarakat dan lokasi fasilitas pengolahan . Sebagai contoh , bagi masyarakat dengan populasi antara 25000 dan 50000 , telah diperkirakan bahwa rata-rata lama setia saluran per kapita bervariasi dari 4,3 m sampai 4,9 m . Perlengkapan utama yang berhubungan dengan sebagian besar sistem

pengumpulan air limbah adalah manholes, yang memungkinkan masuk untuk membersihkan saluran pembuangan . Sebuah foto dari lubang yang diinstal ditunjukkan pada gambar . 4-2 . Manholes digunakan pada semua persimpangan pipa utama. Ketika arus di saluran yang sangat besar yang akan bergabung , ruang persimpangan khusus digunakan . Rincian lebih lanjut tentang ini dan lainnya hiasannya disajikan dalam bab 5. Tabel 4-2 Jenis Saluran di Sistem Saluran Pengumpul yang Ditunjukan di Tabel 4-1. Jenis Saluran Building Kegunaan Berguna untuk mengumpulkan plambing di gedung dan membawa air limbah gedung ke

22 | P a g e

PENYALURAN AIR BUANGAN

cabang saluran.Jarak dari dinding pondasi menuju tempat dimana saluran dimulai bergantung pada regulasi bangunan. Lateral or branch Saluran lateral dari elemen pertama sistem pengumpulan air limbah dan biasanya berada di jalan. Berguna untuk mengumpulkan air limbah dari satu atau lebih saluran bangunan dan membawanya ke saluran utama. Main Berguna untuk membawa air limbah dari satu atau lebih saluran lateral menuju batang saluran atau cabang saluran. Trunk Berguna untuk membawa air limbah dari saluran utama menuju pengolahan atau fasilitas pembuangan. Intercepting Berguna untuk mengumpulkan air limbah dari saluran cabang dan membawa air limbah menuju tempat pengolahan atau fasilitas pembuangan.

4-2 Desain dari Sanitasi Saluran Pembuangan Kotoran dengan Aliran Gavitasi Dalam mendesain sistem sanitari dengan aliran gravitasi, desainer haruslah (1) melakukan investigasi pendahuluan; (2) mengecek ulang desain dan memilih data dan kriteria dasar desain; (3) desain saluran pembuangan, yang termasuk di dalamnya persiapan awal untuk desain sistem saluran pembuangan dan desain dari saluran pembuangan individu; (4) mempersiapkan kontrak gambar dan spesifikasinya. Pengetahuan dan pengalaman yang banyak sangat dibutuhkan untuk melakukan tugas ini. Biasanya proyek ini selesai dalam dua tahap: persiapan laporan dari ahli teknik/insinyur atau perencanaan fasilitas yang diikuti desain akhir. Laporan atau perencanaan akan melibatkan banyak aktifitas pada poin

23 | P a g e

PENYALURAN AIR BUANGAN

(1) dan (2) diatas ditambah perbaikan dalam persiapan desain sistem saluran pembuangan. Desain induk akhir membawakan kompletasi dalam lapangan kerja dan persiapan dari dokumen kontrak akhir. Tujuan dari sesi ini adalah untuk menyediakan latar belakang pengetahuan yang dibutuhkan dan untuk mengilustrasikan aplikasi itu sendiri dalam desain sistem sanitasi limbah kolektif. Tabel 4-3 Tipe distribusi ukuran pipa perkotaan di Amerika Serika* Diameter pipa , mm (in) 100, 125, 150 (4, 5, 6) 200 (8) 250 (10) 300 (12) 350,375, 400 (14, 15, 16) 450 (18) 500, 550 (20, 21) Distribusi % 3,6 73,1 5,5 4,5 3,4 2,2 1,6 Diameter pipa, mm (in) 600 (24) 675 (27) 750 (30) 900 (36) 1050 (42) Total Distribusi % 1,7 0,2 1,9 0,9 1,4 100

Diadaptasi dari Ref. 9. Berdasarkan data dari 97 cities in 21 states. Catatan: mm x 0,03937 = in

Investigasi Pendahuluan
Investigasi pendahuluan yang komprehensif terhadap area yang akan dipasang saluran pembuangan sangat dibutuhkan tidak hanya untuk mendapatkan data yang dibutuhkan untuk desain dan konstruksinya tetapi juga untuk menyimpan informasi yang berhubungan dengan kondisi lokal sebelum konstrusi dimulai. Diluar dari kerja para teknisi, seluruh peta yang berhubungan dan gambar tentang area harus diperoleh. Ahli teknik perkotaan dan surveyor , ahli perencanaan tata wilayah, organisasi perencanaan lokal, organisasi penilai, perusahaan asuransi dan kantor keperluan publik sering kali memiliki peta dan izin untuk menduplikasi. Untuk proyek pembangunan saluran yang lebih besar, peta yang berguna dapat diperoleh dari Survei
24 | P a g e

PENYALURAN AIR BUANGAN

Geologi U.S., beberapa perantara negara atau Pelayanan dan Konservasi Tanah U.S. Departemen Pertanian. Bidang Kerja. Jika peta yang memuaskan tidak tersedia, survei harus dibuat. Tingkat ketelitian yang dibutuhkan tergantung dari proyeknya. Survei sebaiknya menunjukan lokasi jalan, gang, rel kereta, taman umum, dan bangunan, kolam, sungai, drainase dan struktur dan keutamaan lainnya yang mungkin mempengaruhi atau terpengaruh oleh pembangunan sistem saluran pembuangan. Dalam beberapa kasus, ini dibutuhkan untuk menunjukkan garis properti. Sistem yang akurat, permanen dan lengkap dari level cabang dibutuhkan seluruh area untuk mencangkup tujuan pembangunan saluran pembuangan. Tanda di cabang perlu dibuat di setiap blok di setiap jalan dimana saluran pembuangan akan terpasang dan detail topografi juga dibutuhkan setelah itu. Profil harus dibuat dari seluruh jalan dan gang yang ada, dan jika keadaan eksisting berbeda dengan yang dibangun maka informasi terakhir harus didapatkan. Jika tidak sesuai, area yang berdekatan dimana saluran buangan dibutuhkan di masa depan harus dipertimbangkan. Dalam beberapa kasus, catatan topografi dapat digunakan untuk memplot peta dengan kontur yang sesuai dengan interval. Untuk menyiapkan desain pendahuluan, elevasi dari jalan dan gang, tinggi dan rendahnya titik, dan perubahan slope permukaan biasanya sudah cukup; sehingga survei kontur tidak diperlukan. Bagaimanapun juga, peta kontur seringkali dapat disiapkan secara ekonomis dengan metode photogrammetric aerial. Informasi penting untuk menentukan termasuk elevasi dasar sungai, selokan,kanal dan urung-urung, dan ekspektasi maksimum dan elevasi permukaan air biasa. Informasi struktur dan utilitas yang tersedia harus mencakup: 1. Elevasi dari ambang gedung dan ketinggian basement mereka. 2. Karakter, umur dan kondisi dari pavement jalanan dimana saluran pembuangan akan diletakkan. 3. Lokasi dari air dan gas, listrik, drainase dan seluruh struktur di bawah tanah.
25 | P a g e

PENYALURAN AIR BUANGAN

Ketika terjadi kekurangan informasi yang baik terkait fasilitas di bawah tanah, maka sangat dianjurkan untuk melakukan penggalian lubang di jalana untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. Data curah hujan dan run off harus dilokasikan atau ketika tidak mencukupi maka pengukuran di lapangan harus dilakukan jika memungkinkan. Informasi bahwa pembangun dan kontraktor dapat mensuplai berkenaan dengan air tanag harus dicatat dan dalam kasus area yang rendah, mungkin diperlukan sekali untuk menggali lubang atau membuat pengeboran untuk mengindikasikan kondisi air tanah. Sangatlah penting untuk mengetahui karakter tanah di tempat akan dibangun saluran pembuangan sehingga biayanya dapat diestimasikan dengan akurat. Untuk tujuan ini, eksplorasi tanah dengan pengeboran dapat dilakukan, dengan sampel yang diambil pada interval 1,5 m (5 ft) dan di tiap perubahan jenis tanah. Pengeboran tanah harus diperpanjang sekurang-kurangnya 1,5 m (5 ft) dibawah estimasi terendah dari penggalian. Penolakan tidak dibutuhkan mengartikan bahwa dasar batu telah dicapai. Oleh karena itu, di lokasi tersebut biasanya dibutuhkan kenaikan 3 m (10 ft) agar diketahui bahwa penolakan bor terjadi karena telah mencapai dasar batu atau karena alasan lainnya. Struktur dimana seperti stasiun pompa , ruang junction yang besar, pengeboran inti harus dilakukan jika penolakan telah terjadi saat mengebor tanah. Perhatian spesial harus diberikan untuk lokasi pengeboran dimana areanya sulit untuk dikembangkan. Contohnya adalah area sekitar sungai, rel kereta dan jalanraya; tempat penggalian yang dalam atau dengan air tanah yang tinggi; dan tempat dimana penggalian dekat dengan struktur yang ada di bawah tanah. Informasi penting lainnya termasuk ke dalam upah tenaga lokal yang tidak ahli dan tenaga ahli, biaya konstruksi material dan suplier, biaya konstruksi dari kerja yang telah selesai sebelumnya, dan tarif angkut dan biaya sewa truk dan peralatan. Informasi ini berguna dalam mempersiapkan perkiraan biaya yang dapat diandalkan. Penyusunan peta dan profil. Bekerja pada peta premliminary dan profil harus dimulai sesegera mungkin selama pekerjaan lapangan, sehingga penelitian lain awal untuk desain
26 | P a g e

PENYALURAN AIR BUANGAN

dapat dimulai sebelum pekerjaan lapangan selesai. Sebagai aturan, peta pada skala 25 m sampai 10 mm (200 ft 1 ) cukup besar untuk memungkinkan data yang akan ditampilkan secara detail yang memadai untuk sistem desain awal, tetapi di mana terdapat banyak bawah permukaan, skala 5 m atau kurang sampai 10 mm (40 ft atau kurang untuk 1) mungkin diperlukan untuk kejelasan. Untuk penggunaan dalam persiapan desain profil, elevasi jalan harus ditunjukan sekurangkurangnya 15 m (50 ft) dan perubahan tiba-tiba dalam slope permukaan. Kontur, jika tersedia, harus diplotkan pada interval 0,5m (2 ft). Puncak elevasi jalan harus ditandai, dan elevasi harus diberikan sejauh seratus meter. Contohnya peta untuk area perumahan, dimana elevasi ditunjukan tetapi tidak pipa atau manholenya, diberikan pada Gambar 4-3. Lembar profil dari permukaan tanah untuk tujuan rute saluran harus disiapkan dengan sistem komputasi yang canggih.

Pertimbangan Desain Dasar


Mendesain saluran sanitasi harus mempertimbangkan: 1. Estimasi debit air buangan untuk watu mendesain dan evaluasi dari kondisi lokal yang mungkin berdampak pada operasi hidrolika sistem 2. Pemilihan persamaan desain hidrolik, bahan dan ukuran minimum pipa saluran alternatif, kecematan aliran minimum dan maksimum, dan slope 3. Evaluasi dan alternatif garis arah atau desain 4. Evaluasi dari pemakaian kurva saluran 5. Pemilihan perlengkapan saluran yang cocok 6. Peninjauan ulang dari kebutuhan ventilasi untuk saluran Detail desain biasanya ditetapkan dengan informasi dari investigasi pendahulu. Desain aliran. Pada kebanyakan situasi, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, total aliran air buangan terdiri dari tiga komponen: air buangan dari perumahan, komersial, dan sumber institusional; air buangan industri; dan infiltrasi. Sehingga, saluran sanitasi yang akan didesain pada waktu pendesainan untuk aliran air buangan berikut:

27 | P a g e

PENYALURAN AIR BUANGAN

1. Debit puncak per-jam dari sumber perumahan, komersial, institusional, dan industri dari seluruh area pelayanan. 2. Infiltrasi puncak dari seluruh area pelayanan

Persamaan Desain-Hidrolika
Seperti yang telah dibahas dalam Chapter 2, persamaan Manning biasanya digunakan untuk mendesain saluran. Direkomendasikan untuk nilai n Manning adalah 0,013 dan digunakan untuk menganalisa saluran yang sudah ada yang telah dirancang dengan baik dan untuk merancang saluran baru. Lalu, nilai n Manning 0,015 dapat digunakan untuk menganalisa saluran yang sudah lama. Nilai n yang lebih tinggi dapat digunakan untuk menganalisa saluran apabila terjadi kemerosotan, kepergian dari garis ke tingkatan, variasi dari dalam dimensi, endapan, atau pengerjaan inferior pada saluran sudah tampak. Nilai n Manning sebesar 0,013 untuk saluran baru dan saluran jadi yang telah dikonstruksi dengan baik berdasarkan pada penggunaan pipa masing-masing, panjang tidak lebih dari 1,5 m (5 ft) dengan permukaan dalam yang lembut dan dalam asumsi bahwa hanya prosedur konstruksi kelas satu yang diperbolehkan. Beberapa pipa yang dibuat dari beragam plastik, awalnya lembut dan kapasitas menahannya lebih panjang daripada pipa yang dibuat dengan bahan tradisional. Standar panjang pipa lebih panjang daripada beberapa jenis pipa lama. Sehingga, beberapa produsen telah menganjurkan nilai n yang lebih kecil untuk pipa plastik (n = 0,011 atau n = 0,010). Tetapi jumlah koneksi bangunan, manhole, dan kelengkapan penyebaran debit lainnya pada saluran yang diberikan tetap sama, tanpa memperhatikan material pipa. Untuk alasan ini, dan mempertimbangkan ketidak-pastian yang melekat pada desain saluran dan konstruksi, nilai dari n untuk desain saluran harus kurang dari 0,013.

Ukuran dan bahan pipa saluran


Prinsip bahan pipa saluran biasanya adalah semen asbes, ductile iron, reinforced concrete, prestressed concrete, polyvinyl chlorida, dan vitrified clay. Jangka ukuran dan informasi pada pembuatan saluran dari bahan-bahan tersebut ditampilkan pada Tabel 4-4. Bahan pipa

28 | P a g e

PENYALURAN AIR BUANGAN

saluran lainnya seperti cast iron, corrugated metal, steel, nonreinforced concrete, dan various plastics, ataupun plain atau reinforced dengan glass fibers. Pada desain saluran, ukuran minimum dari pipa saluran harus baik karena kadang ukuran buangan yang besar memasukin saluran, dan jarang terjadi penyumbatan apabila ukuran pipa tidak lebih kecil daripada 200 mm (8 inchi). Tentu saja, ukuran saluran yang lebih kecil akan lebih besar daripada koneksi saluran bangunan yang biasa digunakan, jadi, benda mungkin bisa melewati jaringan perpipaan bangunan seperti ketika mewati saluran. Ukuran minimum sebesar 200 mm (8 inchi) sangat direkomendasikan untuk saluran sanitasi dengan aliran-gravitasi. Ukuran jaringan perpipaan yang umum pada gedung adalah 150 mm (6 inchi). Tapi ukuran 125 dan 100 mm (5 dan 4 inchi) juga sudah banyak digunakan dengan baik di beberapa area.

Kecepatan Minimum dan Maksimum


Apabila debit air buangan untuk waktu tertentu sangat kecil, padatan mungkin akan mengendap pad saluran. Harus ada debit yang cukup yang harus ada untuk mendorong padatan yang mungkin mengendap selama debit rendah. Praktek yang sering dilakukan adalah dengan mendesain slope saluran untuk menentukan kecepatan minimum yaitu 0,6 m/s (2,0 ft/s) dengan debit pada satu atau setengah kedalaman. Kecepatan yang kurang dari satu atau setengah kedalaman akan lebih besar daripada 0,6 m/s. Seringkali kecematan minimum dan maksimum dispesifikasi dalam standar lokal ataupun nasional. Walaupun kecepatan aliran pada dasar saluran secara signifikan akan berdampak pada seberapa cepat air buangan mengalir, rata-rata kecematan yaitu 0,3 m/s (1,0 ft/s) biasanya cukup untuk menghindari pengendapan padatan organik pada air buangan. Untuk menghindari pengendapan dari benda mineral, seperti pasir atau kerikil, kecepatan ratarata yaitu 0,75 m/s (2,5 ft/s) biasanya cukup memadai untuk saluran sanitasi. Ada angka minimum, pada saluran dengan aliran baik, dimana akses untuk pembersihan sangat sulit, kecepatan minimum harus 1,0 m/s (3,0 ft/s) (Lihat Depressed Sewers Chapter 5, Section 5-3). Slope harus sesuai dengan kecepatan rata-rata minimal 0,5 m/s (1,5 ft/s) yang sudah banyak digunak pada beberapa kasus tertentu. Tetapi saluran dengan slope sedemikan rupa harus lebih sering dirawat dan dibersihkan.

29 | P a g e

PENYALURAN AIR BUANGAN

Mengulangi pembersihan endapan material pada saluran itu sangat mahal dan apabila endapan tidak dibersihkan, maka dapat menyebabkan masalah.... Sehingga setiap kemiringan memiliki aliran yang dapat membersihkan dengan sendirinya walaupun biaya yang dibutuhkan untuk membuat slope yang curam akan lebih besar daripada menambah biaya untuk maintaining saluran dengan slope yang lebih datar. Hal ini sangat direkomendasikan, karena apabila pekerjaan maintaining diabaikan, endapan berupa padatan akan muncul. Sehingga saluran tidak bisa berfungsi dengan baik, dan tidak dapat mengalirkan air buangan dengan laju aliran yang sudah dirancang, sehingga menyebabkan bahaya. Tabel 4-4. Jarak ukuran yang tersedia dan deskripsi dari pipa yang biasa digunakan untuk saluran dengan aliran-gravitasi. Jarak ukuran yang Tipe Pipa Asbestos Cement (AC) tersedia mm (inchi)* 100-900 (4-36) Berat lebih kecil daripada pipa kaku pada umumnya. Rentan terhadap korosif asam dan kerusakan dari hidrogen sulfida, tapi apabila diperbaiki dengan wajar dengan uap pada tekanan yang tinggi (proses autoclave), maka dapat digunakan walaupun pada lingkungan yang air agresif atau tanah dengan konsentrasi sulfat yang tinggi Ductile (DI) Iron 100-1350 (4-54) Sering digunakan untuk melewati sungai dan dimana pipa tidak biasanya harus membawa muatan besar, dimana saluran anti bocor yang tidak biasa dibutuhkan, atau dimana dimana masalah yang tidak biasa harus diatasi. Pipa ductile-iron sangat rentan terhadap korosi dari asam dan kerusakan akibat hidrogen sulfida, Deskripsi

30 | P a g e

PENYALURAN AIR BUANGAN

sehingga tidak bisa digunakan ketika air tanah kondisinya Reinforced 300-3600 payau, kecuali apabila ada perhitungan yang sesuai Pipa ini biasanya dapat digunakan untuk kondisi pada umumnya. Namun sangat rentan korosi pada interior pipa apabila kondisi air buangan mengandung hidrogen sulfida, atau pada bagian luar apabila terbakar dalam asam atau lingkungan yang tinggi kadar sulfidanya Prestressed Concrete (PC) 400-3600 (16-144) Pipa ini cocok untuk transmisi yang panjang tanpa sambungan ke gedung dan ketika pencegahan terhadap kebocoran sangat dibutuhkan. Namun jenis pipa ini sangat rentan terhadap korosi Polyvinyl Chloride (PVC) Vitrified Clay 100-900 (VC) (4-36) 100-375 (4-15) Adalah pipa plastik yang digunakan untuk saluran sebagai alternatif pipa berbahan asbestcement dan vitrivied-clay. Pipa ini sangat ringan namun kuat. Pipa ini juga tahan korosi. Pipa ini digunakan selama bertahun-tahun untuk saluran dengan sistem aliran-gravitasi: masih sering digunakan dalam ukuran yang kecil dan besar. Pipa ini tahan korosi, baik korosi dari asam ataupun alkali. Pipa ini tidak rentan terhadap bahaya dari hidrogen sulfida, tapi sangat rapuh dan rentan rusak. Ukuran yang disebut tersedia tanpa membutuhkan desain khusus atau mesin dan perlengkapan proses produksi khusus. Beberapa ukuran mungkin tidak tersedia untuk seluruh wilayah. Ukuran yang lebih besar daripada yang disebutkan dibuat dengan pemesanan khusus. Sebagai contoh, sebuah instansi dari produsen membuat pipa dengan bahan reinforced concrete berdiameter 5200 mm (17-ft),
31 | P a g e

Concrete (RC) (12-144)

PENYALURAN AIR BUANGAN

lebih dari satu produsen/pabrik sudah memproduksi pipa filament-wound reinforced resin dengan diameter 2759 mm (108-inchi), dan pipa PVC sudah pernah dibuat dalam ukuran 675 mm (27-inchi) di Amerika Serikat dan 1000 mm (39inchi) di Eropa. Note: mm x 0,03937 = inchi Kejadian erosif pada zat yang tersuspensi dalam air buangan, tidak hanya bergantung pada kecepatan air buangan pada saluran, tetapi juga kondisi alami. Karena kejadian erosif ini adalah faktor penting yang harus diperhatikan dalam menjaga kecepatan maksimum yang aman dalam aliran air buangan. Karakter daripada zat tersuspensi harus dipertimbangkan. Secara umum, kecepatan rata-rata maksimum adalah 2,5 sampai 3,0 m/s (8-10 ft/s) pada rancangan kedalaman atau debit yang tidak akan membahayakan saluran. Kecepatan aliran yang tinggi dalam ukuran pipa saluran yang kecil dan kedalaman debit yang sesuai memungkinkan bagi zat yang besar, yang mana ketika zat tersebut memasuki sistem saluran sanitasi dan tertinggal di saluran balik, zat tersebut tidak akan bersarang di saluran tersebut karena aliran air yang datang selanjutnya akan membawa zat tersebut.

Slope minimum
Saluran dengan slope yang datar biasanya perlu penggalian lebih banyak dimana slope permukaan terlalu datar atau perubahan elevasi yang sangat kecil. Dalam beberapa kasus, ukuran saluran dan slope harus dirancang sehingga kecepatan aliran debit akan meningkat secara progresif. Atau, paling tidak aliran akan tetap sepanjang saluran tersebut. Lalu padatan yang terbuang ke dalam saluran dan dibawa oleh aliran debit akan dibawa sepanjang saluran dan tidak akan mengendap di beberapa titik karena penurunan kecepatan. Secara umum, slope minimum dijelaskan dalam Tabel 4-5 untuk pipa saluran berukuran kecil dalam sistem saluran sanitasi yang baik. Dalam jangka tertentu, dalam saluran dengan slope yang datar akan terjadi penumpukan hidrogen sulfida. Ketika dilepaskan ke udara dari air buangan, dapat menyebabkan pencemaran udara yang serius.

32 | P a g e

PENYALURAN AIR BUANGAN

Tabel 4-5. Slope minimum untuk saluran sanitasi dengan aliran secara gravitasi. Ukuran (mm) 200 250 300 375 450 525 600 675 750 900 Ukuran (inchi) (8) (10) (12) (15) (18) (21) (24) (27) (30) (36) Slope, (m/m)* n = 0,013 0,0033 0,0025 0,0019 0,0014 0,0011 0,0009 0,0008 0,0007* 0,0006* 0,0004* n = 0,015 0,0044 0,0033 0,0026 0,0019 0,0015 0,0012 0,0010 0,0009 0,0008* 0,0006*

*Berdasarkan persamaan Manning, dengan kecepatan aliran minimum adalah 0,6 m/s. Dimana slope curam biasa digunakan. *Slope curam minimum untuk konstruksi sekitar 0,0008 m/m. Note: mm x 0,03927 = inchi m x 3,2808 = ft

Ketika merancang selokan besar (terutama batang atau menyadap saluran pembuangan ) , penting untuk mempertimbangkan kondisi yang mungkin berkembang pada aliran minimum selama beberapa tahun pertama setelah kondisinya yang mungkin berkembang di aliran minimum selama beberapa tahun pertama konstruksi . Perlu dipastikan bahwa kecepatan tidak Wiil sangat rendah , untuk jangka waktu yang signifikan , untuk menghasilkan deposito pantas di gorong-gorong , karena penghapusan deposito ini akan melibatkan biaya yang berlebihan . Sebuah alternatif untuk pembangunan saluran pembuangan tunggal yang besar untuk melayani untuk jangka panjang adalah untuk membangun sebuah selokan kecil awalnya dan untuk menambah saluran pembuangan lain ketika wilayah layanan telah dikembangkan lebih lanjut . Meskipun biaya pembangunan
33 | P a g e

PENYALURAN AIR BUANGAN

dua selokan smaler mungkin lebih besar daripada yang dari selokan tunggal yang besar , biaya pembersihan tinggi selokan besar selama tahun-tahun awal operasi mungkin lebih dari mengimbangi peningkatan biaya proses konstruksi dari dua selokan kecil . Konsep baru saja dijelaskan mungkin tidak berlaku untuk selokan kecil karena biaya relatif dari proses konstruksi dan pembersihan tidak sama seperti untuk selokan besar . Misalnya , perbedaan dalam biaya proses konstruksi dari 200 - mm ( 8 -in ) sewe dan 300 - mm ( 12 in ) selokan hanya perbedaan dalam biaya dari pipa itu sendiri , biaya untuk pipa ini ukuran selokan biasanya berkisar dari 5 hingga 8 persen dari biaya selokan selesai. Faktorfaktor lain yang harus dipertimbangkan adalah biaya , baik tangible maupun intangible , dan iritasi publik di ketidaknyamanan dan gangguan yang disebabkan oleh membangun selokan lain di wilayah yang sama setelah hanya beberapa tahun telah berlalu . Keselarasan alternatif dan desain . Sering dua atau lebih rute pipa alternatif dapat dibuat untuk proyek tertentu . Biasanya akan perlu untuk mempersiapkan detail desain untuk setiap alternatif dan untuk membuat estimasi perbandingan biaya sebelum keputusan dapat dicapai . Beberapa rute alternatif jika diinginkan mungkin melibatkan penempatan selokan seberang milik pribadi . Namun, kecuali ada keuntungan yang signifikan dalam biaya atau kondisi lain yang dihasilkan dari penempatan di seluruh milik pribadi , umumnya tidak dianjurkan untuk membangun selokan biasa di luar hak publik dari jalan . Pencegat sering dibangun di casements swasta karena lokasi yang paling menguntungkan bagi intersepsi biasanya di lembah dekat saluran drainase alami . Penggunaan selokan melengkung . Keberpihakan alternatif atau desain mungkin termasuk penggunaan saluran pembuangan melengkung . Secara tradisional , selokan telah ditata dalam garis lurus antara lubang got sehingga thar personil maintenace dapat memeriksa dan membersihkan selokan . Keberpihakan lurus juga dianggap perlu untuk mempertahankan karakteristik aliran yang diinginkan . Namun, melengkung , bukan lurus, keberpihakan selokan di jalan-jalan melengkung kadang-kadang memungkinkan untuk konstruksi nyaman dengan hak publik dari jalan , mengganggu kurang dengan utilitas lain , memerlukan lebih sedikit lubang got , dan mungkin menyediakan layanan saluran pembuangan yang lebih nyaman untuk semua situs bangunan. Banyak masyarakat
34 | P a g e

PENYALURAN AIR BUANGAN

memiliki selokan melengkung untuk waktu yang cukup lama untuk menunjukkan kelayakan penggunaannya . Untuk selokan kecil , kelengkungan biasanya diperoleh dengan meletakkan suksesi pipa lurus dengan sendi dibelokkan sedikit. Hanya sistem jointing paling waterlight harus dispesifikasikan untuk selokan tersebut . Namun, kemungkinan kebocoran berkembang atau akar memasuki saluran pembuangan akan meningkat dengan penggunaan miringpipa akhir, sebaiknya tanpa defleksi bersama. Rincian lain dari desain , includong kecepatan minimum dan persyaratan kemiringan , harus sama seperti untuk saluran pembuangan lurus . Jika keberpihakan selokan melengkung yang dimaksud , para tyipes membersihkan peralatan yang tersedia untuk pemeliharaan saluran pembuangan harus dipelajari . Jet air dan membersihkan bola biasanya beroperasi di selokan melengkung dengan tidak lebih sulit daripada di selokan lurus . Namun, jika deposito grit berat diharapkan dan pembersih ember diperlukan , lekukan harus cukup datar sehingga ember dapat ditarik melalui saluran pembuangan tanpa merusak dinding selokan baik oleh ember atau kabelnya . Beberapa kelemahan yang terkait dengan keberpihakan melengkung adalah: peralatan laser untuk mempertahankan line dan kelas selama konstruksi tidak dapat digunakan : tajam selokan melengkung sulit untuk memeriksa oleh televisi sirkuit tertutup atau masih phoyography , dan kebocoran tidak dapat visual terletak mengharapkan dekat lubang got . Kelengkapan selokan. Para kelengkapannya utama selokan sanitasi lubang got , penurunan inlet ke lubang got , membangun hubungan , dan ruang persimpangan . Selain itu, banyak struktur yg berhubung khusus mungkin diperlukan , tergantung membangun struktur disajikan dalam Bab . 5 . Untuk alasan ini , pembahasan berikut akan terbatas pada pertimbangan desain tertentu beberapa tentang lubang got . Untuk selokan yang 1200 mm ( 48 in) dan lebih kecil , lubang got harus ditempatkan pada perubahan ukuran , lereng atau arah . Untuk selokan yang lebih besar, perubahan ini dapat dilakukan tanpa harus memasang lubang got . Jika memungkinkan, tetes vertikal di mengalir air limbah harus dipasang . Pada titik-titik tersebut , bata tanah liat atau vitrifikasi
35 | P a g e

PENYALURAN AIR BUANGAN

- lapisan aus - tahan lainnya dapat diberikan dalam struktur beton untuk mencegah erosi beton . Jumlah lubang got harus memadai sehingga selokan dapat dengan mudah diperiksa dan dipelihara . Jarak maksimum yang direkomendasikan antara lubang got dibahas dalam Bab . 5 , Sec . 5-1

36 | P a g e