Anda di halaman 1dari 34

Rumus-Rumus Fisika Lengkap/Kalor Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas < Rumus-Rumus Fisika Lengkap

Kalor adalah bentuk energi yang berpindah karena perubahan suhu (t). Daftar isi [sembunyikan] 1 Kalor jenis 2 Kapasitas kalor 3 Kalor lebur 4 Kalor uap 5 Asas Black 6 Literatur Kalor jenis[sunting]

Rumus: Q=m\times c \times\Delta\! t dengan ketentuan: \!Q = Kalor yang diterima suatu zat (Joule, Kilojoule, Kalori, Kilokalori) \!m = Massa zat (Gram, Kilogram) \!c = Kalor jenis (Joule/kilogramC, Joule/gramC, Kalori/gramC) \Delta\!t = Perubahan suhu (C) (t2 - t1) Untuk mencari kalor jenis, rumusnya adalah: \!c=\frac{Q}{\!m\times\Delta\!t} Untuk mencari massa zat, rumusnya adalah: \!m=\frac{Q}{\!c\times\Delta\!t} Kapasitas kalor[sunting]

Kapasitas kalor adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan oleh benda untuk menaikkan suhunya 1C. Rumus kapasitas kalor: \!H=\frac{Q}{\Delta\!t}

\!H=\frac{\!m\times\!c\times\Delta\!t}{\Delta\!t}

\!H=\!m\times\!c dengan syarat: \!Q = Kalor yang diterima suatu zat (Joule, Kilojoule, Kalori, Kilokalori) \!H = Kapasitas kalor (Joule/C) \!m = Massa zat (Gram, Kilogram) \!c = Kalor jenis (Joule/kilogramC, Joule/gramC, Kalori/gramC) \Delta\!t = Perubahan suhu (C) (t2 - t1) Kalor lebur[sunting]

Rumus: \!Q=\!m\times\!L dengan ketentuan: \!Q = Kalor yang diterima suatu zat (Joule, Kilojoule, Kalori, Kilokalori) \!m = Massa zat (Gram, Kilogram) \!L = Kalor lebur zat (Joule/kilogram, Kilojoule/kilogram, Joule/gram) Kalor uap[sunting]

Rumus:

\!Q=\!m\times\!U dengan ketentuan: \!Q = Kalor yang diterima suatu zat (Joule, Kilojoule, Kalori, Kilokalori) \!m = Massa zat (Gram, Kilogram) \!U = Kalor uap zat (Joule/kilogram, Kilojoule/kilogram, Joule/gram) Contoh Soal : Berapa energi kalor yang diperlukan untuk menguapkan 5 Kg air pada titik didihnya, jika kalor uap 2.260.000 Joule/Kilogram ? Jawab : Diketahui : m = 5 Kg U = 2.260.000 J/Kg

Ditanyakan : Q =..... ?

Jawab Q = m x U = 5 Kg x 2.260.000 J/Kg = 11.300.000 J = 11,3 x 106 J Asas Black[sunting]

Rumus: \!Q_{terima}=\!Q_{lepas} Asas Black : Jumlah kalor yang diterima sama dengan jumlah kalor yang dilepas.. Literatur[sunting]

Rumus, dan Pengertian Kalor Jenis

Rumus, dan Perpindahan Kalor Secara Induksi http://id.wikibooks.org/wiki/Rumus-Rumus_Fisika_Lengkap/Kalor

Asas Black

Tahun 1799, Joseph Black, seorang ahli kimia berkebangsaan Inggris melakukan penyelidikan tentang pelepasan dan penerimaan kalor. Hasilnya adalah teori yang disebut Asas Black yang berbunyi: "besarnya kalor yang dilepaskan oleh suatu benda sama dengan besarnya kalor yang diterima oleh benda lain." Dirumuskan:

Qlepas = Qterima m x c x t = m x c x t

http://alljabbar.files.wordpress.com/2008/03/grafik-es.png

Catatan: Kalor jenis suatu benda tidak tergantung dari massa benda tetapi tergantung pada sifat dan jenis benda tersebut. Pada setiap penyelesaian soal Asas Black, lebih mudah jika dibuat diagram alirnya

Kalor dapat dibagi menjadi 2 jenis

Kalor yang digunakan untuk menaikkan suhu Kalor yang digunakan untuk mengubah wujud (kalor laten), persamaan yang digunakan dalam kalor laten ada dua macam Q = m.U dan Q = m.L. Dengan U adalah kalor uap (J/kg) dan L adalah kalor lebur (J/kg)

Konverensi Energi Listrik menjadi Energi Kalor

Asas Black merupakan penerapan dari hukun Kekekalan Energi, yaitu jumlah seluruh energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi bida diubah atau dikonversi menjadi bentuk energi yang lain. Contoh: Dispenser dan Water Hitter Hubungan konversi energi listrik menjadi energi kalor dirumuskan:

W=Q P x t = m x c x t

Keterangan: W = energi listrik (joule) Q = jumlah kalor yang diserap atau dilepaskan (joule) P = daya listrik (watt) t = selang waktu pemakaian listrik (sekon) m = massa benda (kg) c = kalor jenis zat (joule/kg C) http://milka9bp2.blogspot.com/p/asas-black.html

KALOR Kalor menyatakan bentuk energi. Pernyataan ini pertama kali dibuktikan oleh Robert Von Mayer melalui percobaan berikut ini : Botol diisi dengan air dingin, kemudian digonoang-goncangkan selama beberapa menit, Apa yang dapat anda rasakan pada air tersebut? Kalor adalah bentuk energi yang berpindah dari benda yang lebih tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah ketika kedua benda bersentuhan. Hasul percobaan menunjukkan bahwa air terasa hangat.

Hangatnya air dalam botol karena memperoleh kalor (panas) yang berasal dari perubahan energi kinetik (gerak) air tersebut. Energ kalor dapat ditimbulkan dari berbagai bentuk energi, seperti energi kimia, energi listrik, energi kinetik, energi nuklir dan sebagainya. Satuan kalor dalam sistem Internasional (SI) dinyatakan dalam Joule (J). Satuan kalor lainnya adalah kalori. 1 kilo kalori = 1000 kalori = 10 kubik kalori.

Menurut James Prescott Joule: 1 kalori = 4,2 joule atau 1 joule = 0,24 kalori

1 Kkal = 4,2 x 10 joule, angka ini disebut tara kalor mekanik. Tara kalor mekanik adalah bilangan yang menyatakan kesetaran antara satu kalor dan satuan energi. Satu kalori didefinisikan sebagai banyaknya kalor yang diperlukan untuk memanaskan 1 gram air sehingga suhunya naik 10 C."

Kalor Dapat Mengubah Suhu Benda Kalor adalah salah satu bentuk energi yang dapat berpindah karena adanya perbedaan suhu. Kalor dapat menyebabkan perubahan suhu suatu bnda. Dalam Fisika, pengertian kalor berbeda dengan suhu. Kalor sebagai bentuk energi menyatakan jumlah (kuantitas) panas, sedangkan suhu menyatakan ukuran derajat panas. Secara ilmiah, kalor berpindah dari benda yang suhunya tinggi menuju benda yang suhunya rendah bila kedua benda dicampur. Karena kalor sebagai bentuk energi, maka berlaku hukum kekekalan energi untuk kalor. Menurut Joseph Black, kalor yang diterima sama dengan kalor yang dilepas. Pernyataan ini disebut Asas Black.

Kalor yang diterima = kalor yang dilepaskan Qterima = Qlepas (m . c. At)terima = (m . c. At)lepas

Kalor yang diterima/dilepaskan sebanding dengan massa zat, penurunan/kenaikan suhu dan kabr jenis zat. Dirumuskan:

Q = m . c. At

Keterangan: Q = kalor, satuannya Joule (J) m = massa, satuannya kg c = kalorjenis, satuannya J/kgC At = selisih suhu, satuannya C

Kalor jenis suatu zat adalah bilangan yang menunjukkan banyak kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1C dan 1 kg zat. Bila dinyatakan dengan rumus:

C= Q/ m. At

Kapasitas Kalor Kapasitas kalor suatu zat adlah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu zat itu sebesar 1C. Jika dinyatakan dengan rumus dapat di tulis:

H = Q/At

Keterangan:

H = Kapasitas kalor, satuan Joule/C

Hubungan antara kapasitas kalor dan kalorjenis zat dapat ditulis:

H = Q/At = mxcxt/At = m xc

C = H/m

Untuk menentukan kalorjenis zat dapat digunakan alat yang disebut kalorimeter.

Contoh Soal: 1. Berapa energi kalor yang diperlukan oleh 1,5 kg alumunium jika dipanaskan dan 20C sampai 60C dan kalorjenis alumunium 9 x 10 J/kgC?

Penyelesaian : Diketahui : m = 1,5 kg c = 9 x 10kuadrat J/kgC = 900 J/kgC At = 60C - 20C = 40C

Ditanya : Q=....?

Jawab :

Q = m.c.At Q = 1,5x900x40 Q =d54.000 Joule Tanda + berarti memerlukan kalor.

2. Berapa kalor yang dilepaskan oleh alkohol jika suhunya turun dan 75 menjadi 25C. Massa alkohol 8 kg dan kalor alkohol 2300 J/kgC. Penyelesaian: Diketahui : m = 8 kg c = 2300 J/kgC At 25 - 75 = -50C

Ditanya Q =....? Jawab 0 = m . c. At = 8.2300 x -50 = -920.000 Joule

Tanda-berarti melepaskan kalor.

3. Untuk menaikkan suhu benda dan 30C menjadi 80C diperlukan kalor sebanyak 80.000 Joule. Bila massa benda yang dipanaskan 5 kg.

a) Berapa kapasitas kalor benda itu? b) Berapakah kalor jenisnya?

Penyelesaian: Diketahui : Q = 80000 Joule m = 5kg Dt = 80C - 30C = 50C

Ditanya a) H = ........? b) c = ........?

Jawab : a) H = Q/At = 80.000 = 1600 J/C Lt 50 b) c = c/m = 1600/5 = 320 J/kgC

4. Pada 0,5 kg panci alumunium yang bersuhu 15C diberikan kalor sebesar 22.500 J. Berapakah suhu akhir panci alumunium tersebut? (Kalorjenis alumunium = 900 KIkgC)

Penyelesaian: Diketahui : Massa panci alumunium m = 0,5 k9 Suhu awal = 15C Kalor yang diberikan Q = 22.500 J Kalorjenis alumunium c = 900 J/kgC

Ditanya : Suhu akhir panci

Jawab Oleh karena panci alumunium menerima kalor, maka suhunya akan naik. Kenaikan suhu (At) dapat dihitun g dengan persarnaan

Q = m.c.At

At = Q/mxc = 22.500J/(0,5 kg) (900 JIkgC) = 50C

Suhu akhir = suhu awal + kenaikan suhu At = 15C + 50C = 65 http://indonesiaindonesia.com/f/94970-bab-7-kalor-1-a/ Kalor didefinisikan sebagai energi panas yang dimiliki oleh suatu zat. Secara umum untuk mendeteksi adanya kalor yang dimiliki oleh suatu benda yaitu dengan mengukur suhu benda tersebut. Jika suhunya tinggi maka kalor yang dikandung oleh benda sangat besar, begitu juga sebaliknya jika suhunya rendah maka kalor yang dikandung sedikit.

Dari hasil percobaan yang sering dilakukan besar kecilnya kalor yang dibutuhkan suatu benda(zat) bergantung pada 3 faktor

1. massa zat 2. jenis zat (kalor jenis) 3. perubahan suhu

Sehingga secara matematis dapat dirumuskan :

Q = m.c.(t2 t1)

Dimana :

Q adalah kalor yang dibutuhkan (J)

m adalah massa benda (kg)

c adalah kalor jenis (J/kgC)

(t2-t1) adalah perubahan suhu (C)

Kalor dapat dibagi menjadi 2 jenis

* Kalor yang digunakan untuk menaikkan suhu * Kalor yang digunakan untuk mengubah wujud (kalor laten), persamaan yang digunakan dalam kalor laten ada dua macam Q = m.U dan Q = m.L. Dengan U adalah kalor uap (J/kg) dan L adalah kalor lebur (J/kg)

Dalam pembahasan kalor ada dua kosep yang hampir sama tetapi berbeda yaitu kapasitas kalor (H) dan kalor jenis (c)

Kapasitas kalor adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu benda sebesar 1 derajat celcius.

H = Q/(t2-t1)

Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 kg zat sebesar 1 derajat celcius. Alat yang digunakan untuk menentukan besar kalor jenis adalah kalorimeter.

c = Q/m.(t2-t1)

Bila kedua persamaan tersebut dihubungkan maka terbentuk persamaan baru

H = m.c

Analisis grafik perubahan wujud pada es yang dipanaskan sampai menjadi uap. Dalam grafik ini dapat dilihat semua persamaan kalor digunakan.

Grafik Perubahan Wujud Es

Keterangan :

Pada Q1 es mendapat kalor dan digunakan menaikkan suhu es, setelah suhu sampai pada 0 C kalor yang diterima digunakan untuk melebur (Q2), setelah semua menjadi air barulah terjadi kenaikan suhu air (Q3), setelah suhunya mencapai suhu 100 C maka kalor yang diterima digunakan untuk berubah wujud menjadi uap (Q4), kemudian setelah berubah menjadi uap semua maka akan kembali terjadi kenaikan suhu kembali (Q5) http://fisifuka.blogspot.com/p/kalor-didefinisikan-sebagai-energi.html

Definisi dan Pengertian kalorimeter: kalorimeter adalah alat untuk menentukan kalor jenis suatu zat. Prinsip kerja kalorimeter adalah sebagai berikut: Kalorimeter terdiri atas bejana logam yang jenisnya telah diketahui, dinding penyekat dari isolator yang berfungsi untuk mencegah terjadinya perambatan kalor ke lingkungan sekitar, termometer, dan pengaduk. Bejana logam berisi air yang suhu awalnya dapat diketahui dari termometer. Jika sebuah bahan yang belum diketahui kalor jenisnya dipanaskan, kemudian dimasukkan ke dalam kalorimeter dengan cepat, kalor jenis itu dapat dihitung.

Untuk mempercepat terciptanya keseimbangan termal, bersamaan dengan dimasukkannya bahan ke dalam kalorimeter, air dalam bejana diaduk. Keseimbangan termal terjadi jika suhu yang ditunjukkan oleh termometer sudah konstan. Pada saat terjadi keseimbangan termal itulah kalor jenis bahan dapat dihitung berdasarkan asas black.

Pengukuran kalor jenis dengan calorimeter didasarkan pada asas Black, yaitu kalor yang diterima oleh calorimeter sama dengan kalor yang diberikan oleh zat yang dicari kalor jenisnya. Hal ini mengandung pengertian jika dua benda yang berbeda suhunya saling bersentuhan, maka akan menuju kesetimbangan termodinamika. Suhu akhir kedua benda akan sama.

Kalorimeter tidak hanya digunakan untuk mengukur kalor jenis bahan logam, melainkan dapat juga digunakan untuk keperluan lain yang berkaitan dengan kalor (jumlah kalor). Beberapa kegunaan kalorimeter yang lain adalah untuk menunjukkan asas Black, mengukur kesetaraan kalor listrik, mengukur kalor lebur es, mengukur kalor uap, dan mengukur kalor jenis cairan. http://otakpedot.blogspot.com/2012/12/prinsip-kerja-kalorimeter-definisi.html KALOR JENIS ZAT PADAT Posted on Desember 28, 2011 A. Tujuan Menentukan kalor jenis zat padat

B. Dasar Teori Kalor jenis zat adalah bilangan yang menunjukkan berapa kalori yang diperlukan untuk memanaskan satu satuan massa zat dengan kenaikan suhu sebesar 1 C. Untuk pemanasan m gram massa dengan kenaikan suhu sebesar DT diperlukan kalor sebesar:

Q = m c DT

Dengan c = kalor jenis zat

Kalor jenis zat pada dasarnya tidak bergantung pada suhu. Kalor jenis dalam hal ini adalah panas ratarata untuk rentang suhu tersebut. Kalor jenis dapat ditentukan dengan calorimeter, jika tidak ada pertukaran kalor antara calorimeter dengan sekelilingnya maka berlaku:

Q lepas = Q serap

Mb.cb.(Tb T2) = (ma + mk.ck)(T2 T1)

Dengan:

mb = massa benda padat

T2 = suhu akhir campuran

ma = massa zat cair

Tb = suhu benda padat

mk = massa kalorimeter & pengaduk

T1 = suhu awal air

ck = kalor jenis kalorimeter & pengaduk

dalam persamaan di atas, tidak ada suhu yang menyatakan kalor yang diperlukan untuk pengapan air berarti dalam percobaan ini penguapan air dapat diabaikan. http://fisikahappy.wordpress.com/2011/12/28/kalor-jenis-zat-padat/ Kalor jenis (c) adalah banyaknya kalor (Q) yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu (T) satu satuan massa (m) benda sebesar satu derajat. Rumus kalor jenis :

Kalor jenis - 1Satuan Internasional kalor jenis adalah J/Kg K. Kalor jenis benda berubah terhadap suhu. Jika perubahan suhu tidak terlalu besar maka kalor jenis dapat dianggap tetap. Berikut ini kalor jenis beberapa benda pada tekanan 1 atm dan suhu 20 oC (diperoleh melalui percobaan).

Kalor jenis - 2Kalor jenis suatu benda menyatakan kemampuan suatu benda untuk menyerap kalor atau melepaskan kalor. Semakin besar kalor jenis suatu benda, semakin kecil kemampuan benda tersebut menyerap atau melepaskan kalor. Semakin kecil kalor jenis benda, semakin baik kemampuan benda tersebut menyerap atau melepaskan kalor. Emas mempunyai kalor jenis lebih kecil sehingga emas lebih cepat menyerap atau melepaskan kalor. Sebaliknya air mempunyai kalor jenis besar sehingga air lebih lambat menyerap atau melepaskan kalor. http://gurumuda.net/kalor-jenis.htm#more-1205

PANAS JENIS ZAT PADAT(F-1)I.Tujuan PercobaanMenetukan panas janis dari zat padatII.Alat-alat percobaan dan fungsinya1.Kalorimeter dengan pengaduk Berfungsi untuk mengukur kalor pada percobaan ini2.termometer berfungsi untuk mengukur suhu benda dan zat cair 3.Tabung takaranBerfungsi untuk mengambil air dalam jumlah tertentu4.Silinder alumuniumBerfungsi sebagai logam yang akan diukur kalor jenisnya5.balok kuningan berfungsi sebagai logam yang akan diukur kalor jenisnya6.benang berfungsi untuk mengikat logam dan mengikatnya dari air mendidihIII.Tinjauan PustakaDalam suatu eksperimen, jika terdapat sistem A dan sistem B dimanasistem A temperaturnya lebih tinggi dari sistem B. ketika kedua sistem tersebutdisatukan, maka akan diperoleh suatu kesetimbangan termal diman suhu A turundan suhu B naik. Para ahli menyimpulkan bahwa sistem A kehilangan panas yangmengalir ke sistem B. peristiwa ini disebut dengan aliran panas atau perpindahan panas dari A ke B. pada mulanya, yang dianggap berpindah disebut dengankalorik yaitu sesuatu zat alir

yang tidak berbobot dqan tidak dapat dilihat. Setelahabad ke 18 dan 19, teori ini digantikan dengan teori bahwa aliran panas tersebut berupa perpindahan energi.Logam yang dipanaskan akan mengalami kenaikan suhu. Energi panas(kalor) yang diperlukan untuk menaikan suatu massa logam disebut dengan panas jenis yang dilambangkan dengan c z .

Besarnya energi panas dapat diukur dengan kalorimeter dan kalorimeter ideal tidak menyerap panas dari lingkungan. Akan tetapi, pada kenyataannya,kalorimeter menyerap sejumlah energi panas dari lingkungan. Sehingga kapasitaskalorimeter harus diperhitungkan. Apabila kalorimeter diisi air dengan massa m a dan suhu T 1 yang sama dengan suhu kalorimeter. Kemudian di dalamnyadimasukkan logam bermassa m z dengan suhu T 2 , maka akan terjadikesetimbangan termal pada suhu T 3 . Perpindahan panas ke lingkungan bernilaikecil sehingga dapat diabaikan. Dalam kasus ini dianggap T 2 >T 1 , sehingga logammelepaskan kalor ke air dan kalorimeter. Berdasarkan asas black diperoleh persamaan :Q lepas

=Q diterima m z c z (T 2 -T 3 )=m a c(T 3 T 1 )+C(T 3 T 1 )m z c z (T

2 T 3 )=(m a c+C)(T 3 T 1 )c z =(m a c+C)(T 3 T 1 )m z (T 2 T 3 )keterangan :c = Panas jenis zat padat ( Kal / g C )C = Kapasitas panas Kalorimeter ( Kal / C )c z

= Panas jenis zat padat ( Kal / g C )Proses perpindahan panas dapat terjadi dengan 3 cara yaitu ; secarakonduksi, konveksi, dan radiasi.1.KonduksiKonduksi adalah perpindahan panas dari suatu titik ke titik yang lain darisuatu bendaIV.Prosedur Percobaan1.menimbang massa balok alumunium dengan neraca Ohauss2.mengisi kalorimeter dengan 100 cm 3 air dengan menggunakantabung takaran. Biarkan sesaat. Kemudian mengukur suhunya.3.memanaskan balok alumunium dengan mencelupkannya

Besarnya energi panas dapat diukur dengan kalorimeter dan kalorimeter ideal tidak menyerap

panas dari lingkungan. Akan tetapi, pada kenyataannya,kalo rimeter menyerap sejumlah energi panas dari lingkungan. Sehingga

kapasitaskalorime ter harus diperhitungkan. Apabila kalorimeter diisi air dengan massa m
a

dan suhu T

yang sama dengan suhu kalorimeter. Kemudian di dalamnyadimasuk kan logam bermassa m
z

dengan suhu T
2

, maka akan terjadikesetimban gan termal pada suhu T


3

. Perpindahan panas ke lingkungan bernilaikecil

sehingga dapat diabaikan. Dalam kasus ini dianggap T


2

>T
1

, sehingga logammelepaskan

kalor ke air dan kalorimeter. Berdasarkan asas black diperoleh persama an :Q


lepas

=Q
diterima

m
z

c
z

(T
2

-T
3

)=m
a

c(T

T
1

)+C(T
3

T
1

)m
z

c
z

(T
2

T
3

)=(m
a

c+C)(T
3

T
1

)c

=(m
a

c+C)(T
3

T
1

)m
z

(T
2

T
3

)keterangan :c = Panas jenis za t padat ( Kal / g C )C = Kapasitas pa nas Kalorimeter ( Kal / C )c


z

= Panas jenis zat padat ( Kal / g C )Proses perpindahan panas dapat terjadi dengan 3 cara yaitu ; secarakonduksi,

konveksi, dan radiasi.


http://www.scribd.com/doc/36168509/Panas-Jenis-Zat-Padat Panas adalah energi yang diterima oleh benda sehingga suhu benda atau wujudnyaberubah.Ukuran jumlah panas dinyatakan dalam notasi British Thermal Unit (BTU). Air digunakan sebagai standar untuk menghitung jumlah panas karena untuk menaikkantemperature 1o F untuk tiap 1 lb air diperlukan panas 1 BTU. Panas jenis suatu benda artinya jumlah panas yang diperlukan benda itu agar temperaturnya naik 1o F.

Panas sensible adalah panas yang menyebabkan terjadinya kenaikan/penurunan temperatur, tetapi phasa (wujud) tidak berubah.

Panas laten adalah panas yang diperlukan untuk merubah phasa (wujud) benda, tetapi temperaturnya tetap.

Panas laten penguapan(latent heat of vaporization) adalah jumlah panas yang harus ditambahkan kepada zat (cair)pada titik didihnya sampai wujudnya berubah menjadi uap seluruhnya pada suhu yang sama.

Panas laten pengembunan (latent heat of condensation) adalah jumlah panas yang harusdibuang/dikeluarkan oleh zat (gas/uap) pada titik embunnya, untuk mengubah wujud zat darigas menjadi cair pada suhu yang sama.

Panas laten pencairan/peleburan (latent heat of fusion) adalah jumlah panas yangharus ditambahkan kepada zat (padat) pada titik leburnya sampai wujudnya berubah menjadicair semuanya pada suhu yang sama.

Panas laten pembekuan (latent heat of solidification) adalah jumlah panas yang harus dibuang/dikeluarkan oleh zat (cair) pada titik bekunya untuk mengubah wujudnya dari cair menjadi padat pada suhu yang sama.

Tabel Panas Laten

Tabel

berikut menunjukkan besar panas laten dan perubahan suhu fase dari beberapa cairan umum dan gas.