Anda di halaman 1dari 2

1. a. Elektron mengelilingi inti atom yang berada di pusat atom.

b. Radiasi elektromagnetik tidak bersifat kontinu, melainkan bersifat diskontinu.


Artinya suatu benda hanya dapat memancarkan atau menyerap radiasi
elektromagnetik dalam ukuran atau paket-paket kecil dengan nilai tertentu.
c. Elektron dalam atom hanya dapat beredar pada lintasan dengan tingkat
energi tertentu.
Pada lintasan yang diijinkan elektron tidak memancarkan atau menyerap
energi.
Perpindahan elektron dari satu tingkat energi ke tingkat energi lainnya disertai
penyerapan atau pelepasan sejumlah tertentu energi.
d. Jika cahaya memiliki sifat partikel, maka partikel juga memiliki sifat
gelombang.
e. Mengajukan persamaan yang memperhitungkan dualisme sifat elektron yaitu
sebagai partikel sekaligus sebagai gelombang.
f. Tidak mungkin menentukan posisi dan momentum elektron secara bersamaan
dengan ketelitian tinggi.
2. λ= 600 nm= 6.10-7 m; h= 6,63.10-34 J s.
E= hc
λ
E= 6,63.10-34 J s . 3.108 m s-1
6.10-7 m
E= 3,315.1019 J.
3. Gelombang radio, gelombang mikro, inframerah, cahaya tampak, ultra violet,
sinar X, sinnar gama.
4. Elektron dalam atom hanya dapat beredar pada lintasan dengan tingkat
energi tertentu.
Pada lintasan yang diijinkan elektron tidak memancarkan atau menyerap energi.
Perpindahan elektron dari satu tingkat energi ke tingkat energi lainnya disertai
penyerapan atau pelepasan sejumlah tertentu energi.
5. Orbit adalah lintasan berbentuk lingkaran dengan jari-jari tertentu, sementara
orbital menyatakan suatu daerah dalam ruang dengan peluang terbesar
menemukan elektron.
6. Model atom Niels Bohr menggambarkan elektron yang mempunyai lintasan
tertentu dalam bentuk garis, sementara mekanika kuantum menyatakan
bahwa kita tidak dapat mengetahui secara pasti letak elektron sehingga
hanya menggambarkan elektron sebagai awan yang mengelilingi inti yang
menunjukkan kemungkinan menemukan elektron pada daerah itu.
7. Bilangan kuantum utama (n), menyatakan ukuran dan tingkat energi orbital.
Bilangan kuantum azimut (l), menyatakan bentuk orbital.
Bilangan kuantum magnetik (m), menyatakan orientasi ruang orbital.
Bilangan kuantum spin (s), menyatakan arah rotasi elektron.
8. 0, 1, 2, 3.
9. -1, 0, 1.
10. -½ atau ½.
11. 4.
2s  n= 2; l= 0; m= 0; s= ±½.
2p  n= 2; l= 1; m=- 1, 0, 1; s= ±½.
12. a. M; 3s, 3p, 3d.
b. L, M, N; 2p, 3p, 4p.
c. N; 4f.
d. L; 2s, 2p.
13. a. ∑e= 2n2= 8.
b. ∑e= 2 (2l+1)= 2 (2+1)= 6.
c. ∑e= 2.
d. ∑e= 2 (4+1)= 10.
14.
15. a. Pengisian orbital dimulai dari tingkat energi yang lebih rendah kemudian ke
tingkat energi yang lebih tinggi. Dengan demikian, atom berada pada tingkat
energi minimum.
b. Dalam sebuah atom tidak boleh ada dua elektron yang mempunyai keempat
bilangan kuantum (n, l, m, dan s) yang sama.
c. Pengisian orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama, yaitu orbital-orbital
dalam satu subkulit, mula-mula elektron akan menempati orbital secara
sendiri-sendiri dengan spin yang paralel, baru kemudian berpasangan.
16. 4s, 3d, 4p, 5s, 5p, 4f, 5d.
17. a. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1.
K=2; L=8; M=8; N=1.
b. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d1.
K=2; L=8; M=9; N=2.
c. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 3d10.
K=2; L=8; M=18; N=1.
d. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p5.
K=2; L=8; M=18; N=7.
18. a. [Ne]10 3s2 3p2.
b. [Ar]18 4s 3d6.
2

c. [Ar]18 4s2 3d10 4p1.


d. [Kr]36 5s1 4d10.
19. a. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p3.

jumlah kulit  3.
jumlah subkulit 5.
jumlah elektron 15.
b. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 3d5.

jumlah kulit  4.
jumlah subkulit 7.
jumlah elektron 24.
c. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d5.

jumlah kulit  4.
jumlah subkulit 7.
jumlah elektron  25.
20. a. 1s2 2s2 2p6.
b. 1s 2s 2p6 3s2 3p6.
2 2

c. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s0 3d6.


d. 1s2 2s2 2p6.
e. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2.
21. Karena K hanya memiliki subkulit 3s dan 3d sehingga jumlah elektron
maksimum pada kulit ketiga adalah 8.
22. a. KV= 3s, 3p; ev= 5.
b. KV= 4s, 3d; ev= 5.