Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM PERBENGKELAN

PAKU KELING DAN RIVETER

Oleh: Annas Ardiansyah A1H01 0 !

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDA"AAN UNIVER#ITA# $ENDERAL #OEDIRMAN %AKULTA# PERTANIAN PUR&OKERTO 01'

I(

PENDAHULUAN

A( La)ar Bela*an+ Penyambungan ialah menyatukan atau menyambungkan dua bagian komponen, sehingga menjadi satu kesatuan. Ada beberapa cara penyambungan logam yang dapat dikelompokkan dalam permanen, semi permanen, dan non permanen. Sambungan digolongkan sebagai permanen, jika sambungannya tidak bisa dilepas kembali kecuali dengan merusakkan. Cara penyambungannya ialah dengan las. Sambungan dinamakan semi permanen, jika sambungannya sulit dilepas kembali. Cara melepaskan biasanya dengan merusakkan penyambungnya, namun bagian yang disambung tidak rusak. Ada beberapa cara penyambungan yang tergolong semi permanen antara lain: Keling, lem, dan Pemuaian. Sambungan non permanen ialah sambungan yang bisa dilepas kembali tanpa merusakkan. Cara yang dipakai ialah dengan mur-baut dan klem.
Penggunaan paku keling adalah untuk menyambung atau menyatukan bagian logam pipih lainnya dimana ikatan yang terbentuk bukan merupakan ikatan yang dibuka-pasang. Terdapat beberapa jenis paku keling seperti: Paku keling besi, Paku keling tabung, paku keling belah, paku keling tekan, dan paku keling berlubang. Pemasangan paku keling mempergunakan palu khusus hingga terbentuk ikatan yang kuat antara kedua logam pipih yang disatukan dan khusus untuk paku keling berlubang dapat di pasang dengan mempergunakan ri eter!"organ dan Setia#an, $%&'(

B( T,-,an

Praktikum ini bertujuan untuk: $. *. ,. "engetahui )ungsi paku keling sebagai alat penyambung logam pipih. +apat membedakan pasangan paku keling dengan mempergunakan palu dan ri eter. +apat memasang paku keling dengan mempergunakan palu maupun ri eter.

II( TIN$AUAN PU#TAKA

"enyambung dua plat, sering digunakan alat sambung berupa paku keling atau dengan melipat dari kedua plat tersebut, kemudian diperkuat dengan penitik. "acam-macam paku keling adalah sebagai berikut: paku keling kepala bulat, kepala trapesium, kepala benam dan kepala rata. Penggunaan paku keling ini tergantung dari tempat pemasangan plat tersebut, misalnya jika permukaan plat harus rata, maka paku keling digunakan yang berbentuk benam. Alat sambung paku keling, merupakan alat sambung yang kuat dibandingkan dengan alat sambung lainnya. Alat sambung ini digunakan untuk pekerjaan plat yang tidak diairi air, karena akan bocor. Pemilihan paku keling disesuaikan dengan ukuran benda kerja dan strukturnya. -ntuk pekerjaan plat, paku keling yang digunakan berdiameter , . / mm. Paku keling dibuat dari logam lunak, seperti baja lunak, tembagaluminium, kuningan, dan sebagainya, dalam berbagai ukuran dan bentuk kepala. !0ira#an dan Sudirman, *11$(. Pengelingan adalah metode penyambungan yang dilakukan dengan memasukkan pasak yang daktil kedalam lubang pada potongan yang disambung. Pasak ini memiliki kepala di setiap ujung untuk mencegah terpisahnya sambungan. 2aktor utama yang menyebabkan paku keling jarang dipakai adalah kemajuan dalam baut kekuatan tinggi dan perkembangan teknik pengelasan. Selain itu terdapat beberapa kerugian pemakaian paku keling yaitu mempercepat keusangan pengelingan struktural, terutama pengelingan dilapangan. Pemasangan paku keling memerlukan 3 atau / orang yang berpengalaman. Pemasangan paku keling yang berpengalaman tidak mudah dijumpai. Prosedur pemotongan dan penggantian paku keling yang tidak baik mahal biayanya. 4uga pemanasan a#al sesaat sebelum pemasangan sangat mempengaruhi terjadinya keeratan yang diperlukan setelah pendinginan. Penyambungan paku keling dibutuhkan palu untuk memasukkan5menancapkan plat besi. Kesalahan menggunakan palu ini akan mengakibatkan rusak platnya atau palunya. "isalnya untuk meratakan plat menggunakan palu besi, maka lapisan seng akan mengelupas, sehingga hal ini akan mengakibatkan plat tersebut mengelupas, demikian sebaliknya jika ingin memukul besi atau sejenisnya menggunakan palu plastik atau kayu, maka palu tesebut akan rusak. Palu besi mempunyai bentuk

yang bermacam-macam, tergantung dari penggunaannya. Adapun teknik memasang paku keling biasa adalah: a. Ambil paku kelilng yang cocok diameternya dan dengan panjang yang tepat !rumus menentukan panjang paku keling $6 diameter paku keling ditambah dua kali tebal plat(. b. Potonglah tangkai paku keling kalau terlampau panjang. c. "asukkan paku keling dari ba#ah dan tahanlah dengan landasan lalu rapatkan kampuh sambungan dengan besi pembentuk kepala paku. d. Pukul tangkai paku dengan palu, dalam hal pemukulan ini harus lurus betul. e. 7entuklah kepala paku mula-mula dikerjakan dengan palu, lalu dipakai alat pembentuk kepala paku !0ira#an dan Sudirman, *11$(. Pemasangan paku keling hendaknya: a. Tidak terlalu berdekatan dan berjauhan jaraknya. b. 4ika jarak antar paku terlalu besar dapat terjadi buckling. 4arak maksimum biasanya adalah $8 9 tebal plat. c. 4arak dan pusat paku keling dengan sisi plat tidak boleh terlalu kecil, sebab dapat terjadi kegagalan. Teknik dan prosedur pemasangan ri et pada konstruksi sambungan meliputi langkah-langkah sebagai berikut : a. "embuat gambar layout pada pelat yang akan di bor dengan menandai setiap lobang pengeboran menggunakan centerpunch. b. "ata bor yang digunakan harus tajam sesuai dengan ketentuan sudut mata bor untuk setiap jenis bahan yang akan dibor . c. Pengeboran komponen-komponen yang dirakit harus dibor dengan posisi tegak lurus terhadap komponen yang akan diri et. Komponen yang dibor sebaiknya dijepit, untuk menghindari terjadinya pergeseran komponen selama pengeboran. d. Pengeboran a#al dilakukan sebelum pengeboran menurut diameter ri et yang sebenarnya. Pre hole !lobang a#al( yang dikerjakan ukurannya lebih kecil daripada diameter ri et

e.

Teknik pemasangan ri et Pemasangan ri et tipe countersink ini dapat dilakukan dengan machine countersink atau dimpling. Pengerjaan dengan mesin countersink umumnya digunakan untuk pelatpelat yang tebal. +an pengerjaan dimpling digunakan pada pelat-pelat yang relati) tipis. Pemasangan ri et dengan mesin countersink. Pembentukan sisi pelat yang akan disambung pada ri et countersink ini dapat digunakan alat pilot countersink atau dengan contersink drill bit. Kedua alat ini dapat dipasang pada mesin bor atau pada bor tangan. Penggunaan alat countersink ini dilakukan terlebih setelah dahulu, pelat Pelat-pelat yang yang akan tipis disambung dideburring

penggunaan ri et countersink dapat dilakukan dengan cara dimpling. Prosedur a#al pemasangan ri et spesial ini sama halnya dengan pemasangan ri et lainya. Tetapi pada pemasangan ri et spesial ini menggunakan alat yakni tang penembak ri et !gun ri et(.

III( METODOLOGI

B( Ala) dan Bahan Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah: $. Paku keeling *. ,. 3. /. 8. Palu, :i eter 7esi plat ;ergaji besi "esin dan mata bor dan Pemotong plat

B(( Pr.sed,r Pra*)i*,/

$.

"engidenti)ikasi dan menggambar jenis paku keling dan ri eter yang dipergunakan.

*. "enyambung logam pipih dengan paku keling tak berlubang: a. +ua buah besi plat dilubangi5dibor sesuai dengan ukuran diameter paku keling. b. Paku keling dipasangkan pada kedua lubang besi plat !apabila terlalu panjang maka ujung paku keling dapat dipotong mempergunakan gergaji besi(. c. 7agian ujung paku keling dipalu hingga kedua plat pipih bersatu !ujung paku keling setelah dipalu akan terbentuk seperti kepala paku keling(. ,. "enyambung logam pipih dengan paku keling berlubang: a. +ua buah besi plat dilubangi5dibor sesuai dengan ukuran diameter paku keling. b. Paku keling berlubang dipasang5dimasukkan pada ri eter. c. -jung paku keling dimasukkan pada lubang benda kerja, kemudian tekan tuas ri eter. d. Setelah kedua plat besi tersambung kuat, tarik tuas ri eter dan batang paku keling akan patah.

V( KE#IMPULAN DAN #ARAN

A( Kesi/0,lan

Kesimpulan yang didapatkan dari praktikum ini yaitu: Paku keeling digunakan untuk menyatukan bagian logam pipih dengan bagian logam pipih lainnya. <katan tersebut bukan merupakan ikatan yang dapat dibuka pasang. Pemasangan paku keeling dengan menggunakan ri eter. :i eting adalah suatu dari metode penyambungan yang sederhana. Penggunaan metoda penyambungan dengan ri eting ini sangat baik digunakan untuk penyambungan pelatpelat alumnium, dikarenakan plat aluminium ini sangat sulit disolder atau dilas.

B( #aran

Saran untuk praktikum ini yaitu: diharapkan suasana yang kondusi) agar para praktikan dapat menjalankan praktikum ini dengan sangat baik.

DA%TAR PU#TAKA +aryanto.$%&&. Alat Perkakas Bengkel. PT 7ina Akasara: 4akarta. +aryanto. $%%*. Mesin Perkakas Bengkel. :ineka Cipta: 4akarta. <r. Kusen "organ dan <r. 7udi <ndra Setia#an. $%&'5$%&&. Teknologi Perbengkelan. <nstitut Pertanian 7ogor: 7ogor.

Tim Penyusun. *1$1. Pedoman Praktikum Perbengkelan. -=S>?+: Pur#okerto. @an Terheijden, dan Aarun. $%'$. Alat-alat Perkakas 2. 7inacipta: 7andung