Anda di halaman 1dari 28

Foam Sensing and Control

Pembentukan foam (busa) dalam segala fermentasi mikroba mrupakan hal yang dihindari karena dapat masalah yang serius apabilah tidak dikontrol pembentukannya Penambahan antifoam ke fermentor merpakan cara yang umum ketika kultur mulai membentuk foam diatas level yang telah ditetapkan sebelumnya Metode / cara yang digunakan untuk sensor foam dan penambahan antifoam bergantung pada proses dan pertimbangan ekonomi

Foam Sensing and Control


Terbuat dari stainlesssteel yang diletakkan diatas permukaan media fermentasi

Untuk penambahan anttifoam secara perlahan pada laju yang telah ditetapkan sebelumnya

Untuk memastikan antifoam yang ditambahkan telah bercampur ke mediia dan memecah busa

Foam Sensing and Control


Alat penambahan antifoam meliputi disc, baling-baling, brush, dan hollow cone ditempel pada shaft agitator diatas permukaan media Alat penambah antifoam atau pemecah foam yang telah dibuat meliputi horizontal rotating shaft, centrifugal separators dan jets spraying on to deffledtor plates. Sayangnya alat-alat ini harus tersambung dengan antifoam

Weight
Sel beban memberikan metode yang cocok untuk menentukan berat fermentor atau umpan vessel meletakkan pemampat yang elastis di kaki penyangga vessel Cara lain dalam memperkirakan sel beban untuk mengatur laju umpan yaitu dari penampung media, jumlah asam/basa yang digunakan untuk kontrol pH, dan penggunaan antifoam untuk kontrol foam. Perubahan berat dalam interval tertentu dapat digunakan secara tidak langsung untuk mengukur laju alir fluida

Weight
Load cell biasanya silinder baja padat atau berbetuk tabung. Regangan yang terjadi dibawah beban aksial dapat diukur dengan serangkaian pengukur strain gauge listrik yang diletakkan dipermukaan silinder Load cell dikalibrasi dengan mengukur regangan kompresif pada jarak tertentu pembebanan. Perubahan resistensi dengan regangan yang proporsional ditentukan dengan pendekatan alat-alat listrik

Microbial Biomass
Kebanyakan pantauan tidak langsung yang telah dilakukan dengan mengukur sampel berat kering (dengan oven microwave), densitas sel (spektrofotometer), nomer sel, atau dengan gateway sensor
Pengukuran NAD dengan flourimetri atau pengukuran sifat sel yang sebanding dengan konsentrasi sel yang hidup terus, seperti radio frequency capacitance

Microbial Biomass
Dielestric spectroscopy dapat digunakan secara langsung untuk memantau biomass Mikroba bertindak sebagai kapasitor yang akan bermuatan yang disebut efek -dispersion Dapat membedakan antara mikroba, gelembung gas, dan partikel media yang tak larut -dispersion secara linear sebanding dengan membran tertutup terhadap fraksi volume sampai densitas yang tinggi Kapasitansi dielektrik berbanding lurus dengan konsentrasi biomassa Organisme uniseluler yang dihasilkan sebanding dengan rentang rata-rata sel

Measure and Control of Dissolved Oxygen


Mengukur tekanan parsial dissolved oxygen.

P (O2) = tekanan parsial dissolved oxygen yang diterima oleh probe C (O2) = fraksi volume atau fraksi mol oksigen pada fase gas PT = tekanan total

Measure and Control of Dissolved Oxygen


Perubahan tekanan dapat memberi efek yang siknifikan terhadap pembacaan DO

Jika tekanan total bervariasi pada media fermentasi akan menaikkan permeabilitas membran elektroda sehingga akan merubah pembacaan elektroda
Kelarutan O2 dipengaruhi oleh komposisi larutan tersebut, namun output tekanan parsial untuk 02 akan menjadi sama meskipun konsentrasi oksigen akan sangat berbeda Oleh karena itu yang terbaik adalah untuk mengkalibrasi elektroda dalam persentase saturasi oksigen

Measure and Control of Dissolved Oxygen


galvanik
Elektroda yang sering dipakai yaitu elektroda galvanik dengan: Anoda timah Katoda silver Potassium hydroxide, klorida, bikarbonat, atau asetat sebagai elektrolit Ujung sensor pada elektroda ialah membran teflon, polietilen, atau polistirene yang memperbolehkan fase gas melintas sehingga terjadi kesetimbangan antara fase gas didalam dan diluar elektroda

Measure and Control of Dissolved Oxygen


Cocok untuk mengukur perubahan konsentrasi oksigen yang sangat lambat dan dipilih karena bentuknya praktis dan harganya murah Membutuhkan waktu yang lambat untuk mengukur pembacaan DO dengan akurasi tinggi dan biasanya dipakai untuk fermentor kapasitas rendah

Sangat sensitif terhadap kenaikan suhu, yang bisa diatasi dengan menggunakan lintasan termistor
Memiliki batas penggunaan karena terjadinya korosi pada anoda

Measure and Control of Dissolved Oxygen


polarografi Elektroda yang lebih besar daripada elektroda galvanik, dengan: Anoda silver Katoda platinum atau emas Potassium chloride sebagai elektrolit

Measure and Control of Dissolved Oxygen


Memiliki ketepatan yang tinggi dan dapat mengimbangi perubahan tekanan dan suhu Membutuhkan waktu yang lebih cepat untuk mengukur pembacaan DO dengan akurasi tinggi Biaya perawatan lebih rendah karena hanya dibutuhkan pergantian membran Modal awal pada elektroda polarografi lebih banyak daripada elektroda galvanik

Measure and Control of Dissolved Oxygen


Flourometric
Flourometric sterilizable oxygen sensor merupakan penemuan yang sedang dikembangkan

Menggunakan prinsip lama pemadaman pendaran (pijaran) kompleks chromophore, tris(4,7diphenyl-l,lOphenanthroline)ruthenium(II) dalam merespon tekanan parsial oksigen

Measure and Control of Dissolved Oxygen


Kelebihan:
Dapat disterilisasi secara autoklaf Tidak membutuhkan alat pemeliharaan Dapat digunakan dalam jangka waktu yang sangat lama Dapat memberikan kepastian yang tinggi dalam pengukuran oksigen pada tensi rendah dalam kuktur mikroba yang banyak

Kekurangan:
Sensor optik menunjukkan respon yang berlebihan terhadap kalibrasi oksigen JIka dibandingkan dengan elektroda oksigen,sensitivitas sensor optik lebih tinggi ketika oksigen pada tensi tinggi Sedangkan sensitivitas rendah ketika oksigen pada tensi rendah

Measure and Control of Dissolved Oxygen


Alat penguji terdapat koil teflon atau pipa propilen sepanjang fermentor yang dilewati aliran helium/nitrogen Oksigen akan berdifusi dari media melewati pipa menuju aliran gas inert, sehingga konsentrasi oksigen dapat diukur dengan paramagnetic gas analyser

Measure and Control of Dissolved Oxygen


Cara peningkatan konsentrasi dissolved oxygen
Meningkatkan laju alir udara atau kecepatan putar impeller atau kombinasi kedua proses

Meningkatkan rasio oksigen : nitrogen pada gas yang masuk dengan menggunakan katup untuk menjaga laju alir gas tetap konstan

Inlet and Exit Gas Analysis


Dapat menentukan oksigen yang digunakan pada sistem Untuk mengevaluasi laju karbon dioksida dan laju respirasi mikroba
Pengukuran dan pencatatan komposisi gas yang masuk/keluar

Pengamatan konsentrasi CO2 dan O2 pada gas yang masuk dan keluar fermentor
Mengetahui laju alir gas

Inlet and Exit Gas Analysis


Gaya magnetik bekerja pada dumb-bell yang dapat berotasi searah sumbu x (secara axis) Gaya magnetik yang terbentuk disekitar sebanding dengan konsentrasi oksigen Ketika dumb-bell bergerak, dibutuhkan gaya elektrostatik untuk mengembalikan dumb-bell ke posisi semula Gaya elektrostatik ini juga bisa digunakan untuk mengukur konsentrasi oksigen

Inlet and Exit Gas Analysis


Aliran melewati detector yang disebut komponen cincin Bagian paramagnetik oksigen akan tertarik pada medan magnet menuju pusat pipa kaca dan oksigen dipanaskan oleh resistor Resistor dihubungkan dengan sirkuit Wheatstone Bridge untuk mendeteksi berbagai hambatan selama laju alir berubah

Inlet and Exit Gas Analysis


Oksigen yang dipanaskan akan kehilangan banyak kandungan paramagnetiknya, jika alur oksigen pada inlet gas terus berjalan akan terbentuk arus konfeksi Laju alir arus konfeksi = fungsi konsentrasi oksigen dan dapat diukur dengan resistor Banyak aliran gas dingin yang terdapat di A dan gas panas yang di B akan menghasilkan beda temperatur Wheatstone Bridge

Inlet and Exit Gas Analysis

pH Measure and Control


Dibutuhkan untuk mencapai yield dan produk yang maksimum dalam fermentasi, biasanya batch Perubahan pH dapat dicegah dengan perencanaan seksama pada media, khususnya pemilihan sumber karbon dan nitrogen Dapat dikontrol dengan penambahan sejumlah amonia atau NaOH jika terlalu asam, atau H2SO4 jika media berubah ke kondisi basa

pH Measure and Control


Elektroda kaca Menggunakan perak/perak klorida dengan natrium klorida atau formulasi khusus sebagai elektrolit Elektroda dihubungkan dengan pH meter menggunakan timah Harus disterilisasi pada suhu 1210C dan tekanan 138 kN -2 di autoklaf Elektroda Ingold Memiliki pelapis keramik yang berguna untuk mencegah kontaminasi dari jamur dan bakteri Sistem liquid memberi respon yang lebih cepat, lebih stabil dan akurat Jika tekan dinaikkan, maka elektrolit akan mengalir keluar dari selaput keramik dan mencegah fouling, khusunya dari protein di media pada membran setelah kontak dengan elektrolit

pH Measure and Control


ON/OFF contrioller

Nilai pH

Katup terbuka

Asam/basa ditambahkan ke fermentor

Ketika pH dalam ferementor sesuai, controller akan menghentikan aliran asam pada katup Untuk mencegah kelebihan asam/basa yang ditambahkan, katup sebaiknya ditutup sebelum mencapat set point Tindakan pencegahan terlalu sedikit akan menyebabkan beberapa kelebihan sementara terlalu banyak akan menyebabkan penutupan dini katup Penutupan dini ini mungkin hanya untuk waktu yang singkat sebelum katup terbuka lagi untuk memberikan pola respon

pH Measure and Control

(Ghasem, 2007)

Redox
Pengukuran oksidasi-reduksi dari sistem biologi dapat ditentukan sebagai volt (mV), berdasarkan kesetimbangan:

Redox
Kekurangan:
Interpretasi hasil menyajikan kesulitan dan membingungkan Kultur tidak mencapai kesetimbangan redox sampai akhir siklus Potensial redox mikroorganisme dapat berbeda dengan media

Alat penguji mengindikasikan banyak variasi konsentrasi terhadap berbagai macam mikroba, sehingga dinilai tidak ideal