Anda di halaman 1dari 14

LABORATORIUM

KIMIA FISIKA


Percobaan : POTENSIAL SEL

Kelompok : IV A

Nama :
1. Muhammad Muhyiddin Salim NRP. 2313 030 053
2. Danissa Hanum Ardhyni NRP. 2313 030 033
3. Rachmani Amalia NRP. 2313 030 041
4. Calvin Rustanto NRP. 2313 030 063
5. Mokhammad Faridl NRP. 2313 030 087

Tanggal Percobaan : 25 November 2013
Tanggal Penyerahan : 2 Desember 2013
Dosen Pembimbing : Nurlaili Humaidah, ST, MT
Asisten Laboratorium : Dhaniar Rulandri W


PROGRAM STUDI D3 TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2013

i
ABSTRAK

Tujuan percobaan ini adalah untuk mengukur potensial sel pada sel elektrokimia.
Pada kesempatan kali ini kami melakukan percobaan potensial sel menggunakan variabel
larutan CuSO4 dan ZnSO4 dengan konsentrasi , 0,5N ; 0,6N ; 0,7 N ; 0,8 N ; 0,9 N ; 1 N,
elektroda logam Cu, dan jembatan garam NaCl.
Percobaan ini dilakukan dengan prosedur sebagai berikut, Isi beaker glass yang berisi
lempengan logam tembaga dengan larutan CuSO4 konsentrasi x N. Isi beaker glass lain yang
berisi lempengan logam tembaga dengan larutan ZnSO4 konsentrasi x N. Hubungkan kedua
beaker glass dengan jembatan garam. Hubungkan kutub negatif voltmeter dan kutub positif
pada elektroda Cu. Amati voltase yang terjadi. Ulangi percobaan dengan memakai
konsentrasi larutan CuSO4 dan ZnSO4 3x.
Dari percobaan yang kami lakukan, hasil yang kami peroleh adalah pada konsentrasi
larutan 0.5 N diperoleh Vrata-rata 86,67 V. Pada konsentrasi larutan 0.6 N yang dihasilkan
Vrata-rata 71,33 V. Pada konsentrasi larutan 0.7 N yang dihasilkan Vrata-rata 58,33 V. Pada
konsentrasi larutan 0.8 N diperoleh Vrata-rata 34,67 V. Pada konsentrasi larutan 0.9 N
diperoleh Vrata-rata 17,67 V. Pada konsentrasi larutan 1 N diperoleh Vrata-rata 10,67 V.

Kata Kunci :Potensial sel, larutan CuSO4 dan ZnSO4, konsentrasi

ii
DAFTAR ISI

ABSTRAK ................................................................................ ...................................... i
DAFTAR ISI ...................................................................... ............................................. ii
DAFTAR GAMBAR ....................................................................................................... iii
DAFTAR TABEL ........................................................................................................... iv
DAFTAR GRAFIK ......................................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang .................................................................................................... I-1
I.2 Rumusan Masalah ............................................................................................... I-1
I.3 Tujuan Percobaan ................................................................................................ I-1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
II.1 Dasar Teori ........................................................................................................ II-1
BAB III METODOLOGI PERCOBAAN
III.1 Variabel Percobaan ........................................................................................... III-1
III.2 Alat yang digunakan ......................................................................................... III-1
III.3 Bahan yang digunakan ..................................................................................... III-1
III.4 Prosedur Percobaan .......................................................................................... III-1
III.5 Diagram Alir ..................................................................................................... III-3
III.6 Gambar Alat Percobaan .................................................................................... III-4
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN
IV.1 Tabel Hasil Percobaan ...................................................................................... IV-1
IV.2 Tabel Hasil Perhitungan ................................................................................... IV-1
IV.3 Pembahasan ...................................................................................................... IV-1
BAB V KESIMPULAN .................................................................................................. V-1
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................... vi
DAFTAR NOTASI ......................................................................................................... vii
APPENDIKS ................................................................................................................... viii
LAMPIRAN :
Laporan Sementara
Fotokopi Literatur
Lembar Revisi

iii

DAFTAR GAMBAR

Gambar II.1 Susunan Sel Volta.......................................................................... II-1
Gambar III.1 Gambar Alat Praktikum ................................................................ III-4


iv

DAFTAR TABEL

Tabel IV.1 Tabel Hasil Percobaan Potensial Sel....................................................... IV-1


v

DAFTAR GRAFIK

Grafik IV.1 Grafik Hasil Percobaan Potensial Sel ........................................................ II-2


I-1
BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang
Praktikum potensial sel ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses yang terjadi
pada sel volta baik proses dalam anoda maupun katoda. Selain untuk mengetahui harga sel
volta, praktikum ini juga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Diantaranya Sel
Bahan Bakar (Fuel Cell), aki mobil, baterai alkalin, dan proteksi besi oleh Zn terhadap korosi.
Sel volta atau sel galvani adalah suatu elektrokimia yang melibatkan reaksi redoks dan
menghasilkan arus listrik. Sel volta terdiri atas elektroda, tempat berlangsungnya reaksi
oksidasi disebut anoda (elektroda negatif), dan tempat berlangsungnya reaksi reduksi disebut
katoda (elektroda positif). Rangkaian sel volta terdiri atas electrode Cu (Logam Cu) yang
dicelupkan ke dalam larutan ZnSO4 dan dalam larutan CuSO4. Kedua larutan tersebut
dihubungkan dengan jembatan garam yang berbentuk huruf U.
Kebutuhan potensial sel pada proses elektrolisis dipengaruhi oleh 5 faktor, di antaranya
potensial sel teoritis, pengaruh rapat arus, potensial lebih, hambatan dari larutan elektrolit, dan
jarak antar elektroda (Choi P., D.G. Bassarabov, and R. Datta, M. Assano, A. Suzuki, T.
Terrai, and Y. Maekawa, 2008). Pada potensial sel teoritis, dapat ditentukan jika potensial
reduksi standar dari suatu reaksi deketahui. Dalam laboratorium, potensial reduksi standard
pada umumnnya ditentukan secara eksperimen dengan menggunakan elektroda hidrogen (H2)
standar. Dan pada percobaan ini menggunakan elektroda Cu.

I.2 Rumusan Masalah
Berapakah tegangan yang dapat dihasilkan CuSO4 dan ZnSO4 untuk masingmasing
normalitas yakni : 0,5 ; 0,6 N , 0,7 N, 0,8 N dan 0,9 N, dan 1 N pada sistem sel volta ?

I.3 Tujuan Percobaan
Mengukur potensial sel dari larutan zink sulfat (ZnSO4) dan tembaga sulfat (CuSO4)
dengan normalitas 0,5 ; 0,6 N , 0,7 N, 0,8 N dan 0,9 N, dan 1 N.

II-1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Dasar Teori
Metode elektrokimia adalah metode yang didasarkan pada reaksi redoks, yakni
gabungan dari reaksi reduksi dan oksidasi, yang berlangsung pada elektroda yang
sama atau berbeda dalam suatu sistim elektrokimia. Sistem elektrokimia meliputi sel
elektrokimia dan reaksi elektrokimia. Sel elektrokimia yang menghasilkan listrik karena
terjadinya reaksi spontan di dalamnya di sebut sel galvani. Sedangkan sel elektrokimia di
mana reaksi tak-spontan terjadi di dalamnya disebut sel elektrolisis. Peralatan dasar dari sel
elektrokimia adalah dua elektroda umumnya konduktor logam yang dicelupkan ke dalam
elektrolit konduktor ion (yang dapat berupa larutan maupun cairan) dan sumber arus.
Karena didasarkan pada reaksi redoks, pereaksi utama yang berperan dalam metode ini
adalah elektron yang di pasok dari suatu sumber listrik. Sesuai dengan reaksi yang
berlangsung, elektroda dalam suatu sistem elektrokimia dapat dibedakan menjadi katoda,
yakni elektroda di mana reaksi reduksi (reaksi katodik) berlangsung dan anoda di mana
reaksi oksidasi (reaksi anodik) berlangsung(chem-is-try.org 2012).

II.1.1 Pengertian Sel Volta
Sel Galvani atau disebut juga dengan sel volta adalah sel elektrokimia yang dapat
menyebabkan terjadinya energi listrik dari suatu reaksi redoks yang spontan. Reaksi redoks
spontan yang dapat mengakibatkan terjadinya energi listrik ini ditemukan oleh Luigi
Galvani dan Alessandro Guiseppe Volta.









Gambar II.1 Susunan Sel Volta
(wikipedia 2013).

III-1
BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN

III.1 Variabel Percobaan
1. Variabel Bebas
- ZnSO4 : (0,5 ; 0,6N ; 0,7 N ; 0.8 N ; 0,9 N ; 1 N)
- CuSO4 : (0,5 ; 0,6N ; 0,7 N ; 0.8 N ; 0,9 N ; 1 N)
2. Variabel Terikat
- Besarnya voltase
3. Variabel Kontrol
- Volume masing-masing 250 mL

III.2 Alat yang digunakan
1 Beaker glass 250 ml
2 Pipet tetes
3 Labu ukur 250 ml
4 Gelas ukur 100 ml
5 Batang pengaduk
6 Corong
7 Kaca Arloji
8 Voltmeter
9 Selang

III.3 Bahan yang digunakan
1 Aquades
2 Larutan CuSO4
3 Lempeng logam Cu
4 Larutan ZnSO4

III.4 Prosedur Percobaan
1. Menghitung berat CuSO4 dan ZnSO4 dari variabel
2. Menimbang padatan CuSO4 dan ZnSO4
3. Melarutkan padatan CuSO4 dan ZnSO4 dengan aquades 250 mL pada labu ukur
4. Mengencerkan larutan CuSO4 dan ZnSO4 0,5 ; 0,6N ; 0,7 N ; 0.8 N ; 0,9 N ; 1 N

IV-1


BAB IV
HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

IV.I Hasil Percobaan
Tabel IV.1 Tabel hasil Percobaan Potensial Sel

IV.2 Pembahasan
Percobaan potensial sel ini bertujuan untuk mengukur potensial sel pada sel
elektrokimia. Prosedur percobaan pada praktikum ini adalah Isi beaker glass yang berisi
lempengan logam tembaga dengan larutan CuSO4 konsentrasi xN. Isi beaker glass lain yang
berisi lempengan logam tembaga dengan larutan ZnSO4 konsentrasi xN. Hubungkan kedua
beaker glass dengan jembatan garam. Hubungkan kutub negatif voltmeter pada elektroda
tembaga dengan larutan CuSO4 dan kutub positif pada elektroda tembaga dengan larutan
ZnSO4. Amati voltase yang terjadi.

Konsentrasi
Voltase ( Volt )
Rata-rata
I II III
1 N 13 8 11 10,67
0,9 N 17 20 16 17,67
0,8 N 38 33 33 34,67
0,7 N 54 67 54 58,33
0,6 N 83 57 74 71,33
O,5 N 88 94 78 86,67

V-1

BAB V
KESIMPULAN

1. Konsentrasi mempengaruhi nilai potensial sel. Potensial sel hasil perhitungan disetiap
konsentrasi hasilnya sama. Sedangkan potensial sel hasil percobaan besarnya berbeda-beda
setiap konsentrasinya.
2. Reaksi yang berlangsung adalah reaksi spontan, ini sesuai dengan yang dikatakan oleh
Alexander Volta bahwa syarat untuk menghasilkan energi listrik adalah reaksinya harus
reaksi yang berlangsung spontan. Kespontanan reaksi dapat dilihat dari nilai E
0
selnya. Jika
nilai E
0
sel positif, reaksi berlangsung spontan. Sebaliknya, nilai E
0
sel negatif, berarti
reaksi tidak spontan.
3. Hubungan konsentrasi dengan beda potensial yang dihasilkan yaitu tidak berbanding lurus.
4. Nilai energi listrik rata-rata maksimal bernilai 86,666 volt dan nilai energi listrik rata-rata
minimum bernilai 10,666 volt.

vi
DAFTAR PUSTAKA

Budisma. (2012, desember 6). Budisma.web.id. Dipetik desember 17, 2013, dari Budisma web
site: http://budisma.web.id
chem-is-try.org. (2012, april 7). Dipetik desember 8, 2013, dari chem-is-try web site:
www.chem-is-try.org
Maron, S. a. (1974). Fundamental of Physical Chemistry. New York: Mac Millan Publishing.
pujianto, s. (2011, oktober 20). kimiaku.wordpress.com. Dipetik desember 17, 2013, dari
kimiaku web site: http://kimiaku.wordpress.com/2011/10/20/reaksi-oksidasi-dan-
reduksi-redoks/
Sukardjo, P. (2002). Kimia Fisika. Jakarta: PT.Rineka Cipta.
wikipedia. (2013, april 6). Dipetik desember 16, 2013, dari wikipedia web site:
http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_galvani

vii

DAFTAR NOTASI
Notasi Satuan Keterangan
m Gram massa
M Molar Molaritas
N Normal Normalitas
V ml Volume
V Voltmeter
Voltase

viii
APPENDIKS
Membuat larutan ZnSO4 0,5 N dalam 250 ml
N : 0,5 N
Mr : 161
e : 2
=

=
0,5
2
= 0,25
=


1000


0,25 =

161

1000
250

= 10,0625
Membuat larutan CuSO4 0,5 N dalam 250 ml
N : 0,5 N
Mr :159
e : 2
=

=
0,5
2
= 0,25
=


1000


0,25 =

159

1000
250

= 9,9375
Membuat larutan ZnSO4 0,6 N dalam 250 ml
N : 0,6 N
Mr : 161
e : 2
=

=
0,6
2
= 0,3
=


1000


0,3 =

161

1000
250

= 12,075