Anda di halaman 1dari 22

By : Pujiana Endah Lestari Bagian mikrobiologi FKG Unej 31 desember 2010

KARAKTERISTIK Berukuran sangat kecil (10-100 nm)


Rata-rata 1/100 dari bakteri

Genom
terdiri dari DNA saja atau RNA saja, tidak pernah keduanya Single-standed (ss) atau double-standed (ds) Linear atau sirkular

Metabolisme tidak aktif diluar sel host


tidak punya ribosom (aparatus sintesis protein) sehingga

virus hanya dapat multiplikasi didalam sel hidup, disebut obligate intracellular parasite

Partikel Virus disebut virion Virion terdiri dari


bahan genetik yang terbuat dari baik DNA atau RNA ,

molekul panjang yang membawa informasi genetik, protein capsid yang melindungi gen beberapa mempunyai lipid envelope yang mengelilingi capsid.
Capsid terbentuk dari subunit protein identik yang

disebut capsomers.
3

Secara umum ada 4 tipe morfologi virus


1. Helik

2. icosahedral atau mendekati spherical

3. envelope

4. Kompleks

SIKLUS REPLIKASI VIRUS


1.

Adsorption

Ikatan spesifik antara antara protein capsid virus dan reseptor spesifik pada permukaan sel host. virion masuk ke dalam sel host melalui reseptor yang diperantarai endositosis atau fusi membran .

2.

Penetration

3. Uncoating

Uncoating membran lipid dan capsid protein yang mengelilingi inti virus ( asam nukleat) Asam nukleat menjadi free berperan sebagai cetakan (template) untuk sintesis mRNA. Kode mRNA virus untuk sintesis enzim dan tahap awal replikasi virus.

4. Transcription

5. Sintesis komponen virus


Protein virus ada 2: Struktural (protein yang menyusun partikel virus) Non struktural (enzim yang dibutuhkan untuk replikasi virus)

6. Assembly
Penggabungan asam nukleat virus dengan capsomeres

procapsid Assembly dapat terjadi dalam nukleus sel, sitoplasma atau membran plasma.

10

7. Release
Virus dilepas dari sel host melalui ; sel host lisis atau proses exotosis proses budding.

11

12

13

PATOGENESIS INFEKSI VIRUS Virus masuk pada host melalui ;


Inokulasi (kulit dan mukosa) Inhalasi (respiratory tract) Pencernaan (gastrointestinal tract)

Mekanisme penyebaran virus dalam tubuh;


Lokal secara langsung pada permukaan epithel atau

subepithel Limfatik Viraemic Sistem saraf pusat dan saraf tepi.

14

DIAGNOSA LAB PENYAKIT VIRUS


Pemeriksaan sitologi Mikroskop elektron Isolasi virus dan kultur Deteksi protein virus Deteksi material genetik virus Serologi

15

DNA Virus
Papovavirus Herpes simplex virus

Diseases
Oral squamous papillomas Herpes simplex

Varicella-zoster virus Epstein-barr virus

Cytomegalovirus

Varicella, Varicella zoster Glandular fever, Burkitts lymphoma, nasopharyngeal carcinoma, oral hairy leukoplakia Infeksi kelenjar saliva
16

RNA Virus Mumps virus Measles virus


Coxsackievirus

Diseases Mumps (parotitis) Measles Herpangina,


Hand foot and mouth diseases

Human Infeksi HIV dan AIDS Immunodeficiency virus

17

INFEKSI HERPES SIMPLEX VIRUS Acute herpetic gingivostomatitis; Gingiva enlarged


18

INFEKSI HERPES SIMPLEX VIRUS: Acute herpetic gingivostomatitis Ulserasi pada oral mucosa
19

INFEKSI HERPES SIMPLEX VIRUS: Herpes labialis


20

INFEKSI HERPES SIMPLEX VIRUS: Herpes labialis

21

22