Anda di halaman 1dari 16

MIKROORGANISME MENGUNTUNGKAN DAN MERUGIKAN ( Rhizopus oryzae & Escherichia Coli)

Nama NRP Matakuliah

: Nefly Nuryanti : 132.11.5004 : Mikrobiologi Umum

Teknologi Industri Pertanian Institut Teknologi Indonesia 2014

Mikroorganisme Menguntungkan Rhizopus Oryzae


Dalam klasifikasi Rhizopus oryzae masuk kedalam familia mucoraceae yang termasuk dalam kelompok kapang. Rhizopus oryzae merupakan jamur yang sering digunakan dalam pembuatan tempe. Jamur ini aman dikonsumsi karena tidak menghasilkan toksin dan mampu menghasilkan asam laktat. Rhizopus oryzae mempunyai kemampuan mengurai lemak kompleks menjadi trigliserida dan asam amino. Selain itu jamur ini juga mampu menghasilkan protease. Klasifikasi Rhizopus oryzae menurut Germain (2006) adalah sebagai berikut: Kingdom Divisio Class Ordo Familia Genus Species : Fungi : Zygomycota : Zygomycetes : Mucorales : Mucoraceae : Rhizopus : Rhizopus oryzae

Jamur (fungi) banyak kita temukan di lingkungan sekitar kita. Jamur tumbuh subur terutama dimusim hujan karena jamur menyukai habitat yang lembab. Akan tetapi, jamur juga dapat ditemukan hampir di semua tempat dimana ada materi organik. Jika lingkungan di sekitarnya mengering, jamur akanmenjalani tahapan istirahat atau meghasilkan spora. Cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang jamur disebut mikologi. Kebanyakkan jamur termasuk dalam kelompok kapang. Tubuh vegetatif kapang berbentuk filamen panjang bercabang yang seperti benang, yang disebut hifa. Hifa akan memanjang dan menyerap makanan dari permukaan substrat (tempat hidup jamur). Hifa-hifa membentuk jaring-jaring benang kusut, disebut miselium.

Struktur Tubuh
Rhizopus mempunyai tiga tipe hifa, yaitu: a. Stolon, hifa yang membentuk jaringan pada permukaan substrat (misalnya roti)

b. rizoid, hifa yang menembus substrat dan berfungsi sebagai jangkar untuk menyerap makanan c. sporangiofor, hifa yang tumbuh tegak pada permukaan substrat dan memiliki sporangium globuler di ujungnya

Cara Reproduksi
Reproduksi vegetatif dengan cara membentuk spora tak berflagel

(aplanospora) dan generatif dengan cara gametangiogami dari dua hifa yang kompatibel atau konjugasi dengan menghasilkan zigospora. Rhizopus bereproduksi secara aseksual dan seksual. Reproduksi secara aseksual adalah dengan spora nonmotil yang dihasilkan oleh sporangium, sedangkan reproduksi seksualnya dengan konjugasi. Dapat menghasilkan spora seksual dan aseksual. Spora aseksualnya sering disebut sporangiophore dan dihasilkan di dekat sporangium.Secara genetik, sifat spora ini identik dengan induknya. Pada Rhizopus, sporangium didukung oleh sebuah kolumela yang besar. Rhizospora yang berwarna gelap dihasilkan saat terjadi fusi antara dua miselia yang sesuai. Fusi initerjadi saat berlangsungnya reproduksi seksual. Keturunan yang dihasilkan melalui reproduksi seksual dapat memiliki perbedaan sifat dari induknya secara genetik. Bagian tubuh Rhizopus oryzae seperti sporangium yang mengandung spora, sporangiophore atau tangkai spora, kolumela, stolon, dan rhizoid.

Ciri - Ciri
a. Habitat di darat, di tanah yang lembab atau sisa organisme mati b. Hifanya bercabang banyak tidak bersekat saat masih muda dan bersekat setelah menjadi tua c. Miseliumnya mempunyai tiga tipe hifa yaitu : stolon (hifa yang membentuk jaringan dipermukaan substrat seperti roti), rhizoid (hifa yang mnembus substrat dan berfungsi untuk menyerap makanan), sporangiofor (tangkai sporangium) d. Berkembangbiak dengan cara vegetatif yaitu membuat sporangium yang menghasilkan spora. Generatif yaitu dengan konjugasi dua hifa (-) dan hifa (+)

Peranan
Di bawah ini adalah peranan jamur: Rhizopus oryzae untuk membuat tempe. Mucor javanicus terdapat dalam ragi tape

Produk Hasil Kapang Rhizopus oryzae


Tempe adalah makanan hasil fermentasi antara kedelai dengan jamur Rhizopus

oligosporus. Ragi ini pula yang membuat rasa tempe dari berbagai daerah berbeda. Contohnya di Solo jamurnya adalah R. Oryzae dan R. stolonifer, di Jakarta Mucor javanicus, Trichosporum pullulans dan Fusarium sp. Sepotong tempemengandung berbagai unsur bermanfaat, seperti karbohidrat, lemak, protein, serat,vitamin, enzim, daidzein, genisten, serta komponen antibakteri bermanfaat untuk kesehatan. Rasanya yang lezat, harganya murah dan mudah didapat. Pada tempe terjadi peningkatan nilai gizi kurang lebih 2 kali lipat setelah kedelai difermentasi menjadi tempe, seperti kadar vitamin B2, vitam in B12, niasin dan asam pantorenat. Bahkan hasil analisis, gizi tempe menunjukkan kandungan niasin sebesar 1.13 mg/100 gram berat tempe yang dapat dimakan.

Pembuatan Tempe
Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada proses pengolahan tempe agar diperoleh hasil yang baik ialah: 1. Kedelai harus dipilih yang baik (tidak busuk) dan tidak kotor 2. Air harus jernih, tidak berbau dan tidak mengandung kuman penyakit 3. Cara pengerjaannya harus bersih 4. Bibit tempe (ragi tempe) harus dipilih yang masih aktif (bila diremas membentuk butiran halus atau tidak menggumpal). Bahan o Kedelai 10 kg o Ragi tempe 20 gram (10 lempeng) o Air secukupnya Alat o Tampah besar o Ember o Keranjang o Rak bambu o Cetakan o Pengaduk kayu o Dandang o Karung goni o Tungku atau kompor o Daun pisang atau plastik Cara Pembuatan 1. Biji kedelai yang telah dipilih/dibersihkan dari kotoran, dicuci dengan air PDAM atau air sumur yang bersih selama 1 jam. 2. Setelah bersih, kedelai direbus dalam air selama 2 jam. 3. Kedelai kemudian direndam 12 jam dalam air panas atau hangat bekas air perebusan supaya kedelai mengembang. 4. Berikutnya, kedelai direndam dalam air dingin selama 12 jam. 5. Setelah 24 jam direndam seperti pada butir 3 dan butir 4 di atas, kedelai dicuci dan dikuliti (dikupas).

6. Setelah dikupas, kedelai direbus untuk membunuh bakteri yang kemungkinan tumbuh selama perendaman. 7. Kedelai diambil dari dandang, diletakkan di atas tampah dan diratakan tipis-tipis. Selanjutnya, kedelai dibiarkan dingin sampai permukaan keping kedelai kering dan airnya menetes habis. 8. Sesudah itu, kedelai dicampur dengan laru (ragi 2%) guna mempercepat atau merangsang pertumbuhan jamur. Proses mencampur kedelai dengan ragi memakan waktu sekitar 20 menit. Tahap peragian (fermentasi) adalah tahap penentu keberhasilan dalam membuat tempe kedelai. 9. Bila campuran bahan fermentasi kedelai sudah rata, campuran tersebut dicetak pada loyang atau cetakan kayu dengan lapisan plastik atau daun yang akhirnya dipakai sebagai pembungkus. Sebelumnya, plastik dilobangi atau ditusuk-tusuk. Maksudnya ialah untuk memberi udara supaya jamur yang tumbuh berwarna putih. Proses percetakan atau pembungkus memakan waktu 3 jam. Daun yang biasanya buat pembungkus adalah daun pisang atau daun jati. 10. Campuran kedelai yang telah dicetak dan diratakan permukaannya dihamparkan di atas rak dan kemudian ditutup dengan karung goni selama 24 jam. 11. Setelah 24 jam, tutup dibuka dan campuran kedelai didinginkan atau dianginanginkan selama 24 jam lagi. Setelah itu, campuran kedelai telah menjadi tempe siap jual. 12. Supaya tahan lama, tempe yang misalnya akan menjadi produk ekspor dapat dibekukan dan dikirim ke luar negeri di dalam peti kemas pendingin.

Diagram Alir Pembuatan Tempe

Manfaat Tempe
1. Sumber Nutrisi a. Protein Setiap 100 gram tempe segar dapat menyumbangkan 10,9 gram protein bagi tubuh konsumennya. Itu berarti lebih dari 25% kebutuhan protein yang dianjurkan per hari bagi orang dewasa. Keunggulan tempe adalah sekitar 56% dari jumlah protein dikonsumsi dapat dimanfaatkan tubuh. Nitrogen terlarutnya meningkat 0,5 2,5% dan jumlah asam amino bebasnya setelah fermentasi meningkat 1 85 kali lipatdari kadarnya pada kedelai mentah. b. Enzim Tempe juga mengeluarkan enzim protease yang diperlukan dalam prosesmetabolisme protein menjadi asam amino di dalam pencernaan. c. Lemak Kadar lemak tempe cukup tinggi. Dalam 100 gram tempe segar terdapat 8,8gram lemak, dan 19,7 gram lemak pada tempe kering. Keunikannya, tempe juga mengeluarkan enzim lipase yang akan memecah lemak itu menjadi asam lemak. Kadarnya yang terbesar adalah asam lemak esensial linolenat (omega 3 dan omega 6), selain linoleat dan oleat (omega 9). d. Vitamin Tempe merupakan sumber vitamin yang baik, khususnya tiamin, riboflavin, asam folat, vitamin B6 (piridoksin), dan vitamin B12. Selain itu, tempe adalah sumber beberapa mineral penting seperti kalsium, fosfor, zat besi dan seng. e. Mineral Zat besi pada tempe ternyata juga lebih mudah diserap tubuh dibanding pangan nabati lainnya. Sementara mineral kalsiumnya berfungsi ganda, yaitu mencegah osteoporosis dan menurunkan kolesterol darah.

Mikroorganisme Merugikan Escherichia Coli


E. coli adalah bakteri Gram negatif berbentuk batang yang tidak membentuk spora yang merupakan flora normal di usus. Meskipun demikian, beberapa jenis E. coli dapat bersifat patogen, yaitu serotipe-serotipe yang masuk dalam golongan E. coli Enteropatogenik, E.coli Enteroinvasif, E. coli Enterotoksigenik dan E.coli Enterohemoragik . Klasifikasi Ilmiah Escherichia coli Domain Phylum Order Family Genus Spesies : Bacteria : Proteobacteria : Enterobacteriales : Enterobacteriaceae : Eschericha : Escherichia coli

Morfologi Escherichia coli


Escherichia coli umumnya merupakan bakteri pathogen yang banyak ditemukan pada saluran pencernaan manusia sebagai flora normal. Morfologi bakteri ini adalah kuman berbentuk batang pendek (coccobasil), gram negatif, ukuran 0,4 0,7 m x 1-3 m, sebagian besar gerak positif dan beberapa strain mempunyai kapsul.

Struktur Escherichia Coli

Semua sel prokariotik mempunyai membran plasma, nukleoid berupa DNA dan RNA, serta sitoplasma yang mengandung ribosom. Sel prokariotik tidak memiliki membran inti sehingga bahan inti yang berada dalam sel mengadakan kontak langsung dengan protoplasma. Sel prokariotik juga tidak memiliki sistem endomembran (membran dalam), seperti retikulum endoplasma dan kompleks Golgi. Selain itu, sel prokariotik juga tidak memiliki mitokondria dan kloroplas, tetapi mempunyai struktur yang berfungsi sama dengan keduanya, yaitu mesosom dan kromatofor. Contoh sel prokariotik adalah bakteri (Bacteria) dan Sianobakteri (Cyanobacteria). Adapun bagian-bagian sel bakteri sebagai berikut : a. Dinding Sel Dinding sel bakteri dan Archae tersusun atas peptidoglikan, lipid, dan protein. Dinding sel berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk yang tetap. Pada dinding sel terdapat pori-pori sebagai jalan keluar masuknya molekul-molekul. b. Membran Plasma Membran sel atau membran plasma tersusun atas molekul lipid dan protein. Membran plasma berfungsi sebagai pelindung molekular sel terhadap lingkungan di sekitarnya, dengan jalan mengatur lalu lintas molekul dan ion-ion dari dalam. c. Sitoplasma Sitoplasma tersusun atas air, protein, lipid, mineral, dan enzim-enzim. Enzimenzim digunakan untuk mencerna makanan secara ekstraselular dan untuk

melakukan proses metabolisme sel. Metabolisme sel meliputi proses penyusunan (anabolisme) dan penguraian (katabolisme) zat-zat. d. Mesosom Kadang-kadang pada tempat tertentu, membran plasma melekuk ke dalam membentuk bangunan yang disebut mesosom. Mesosom berfungsi sebagai penghasil energi. Biasanya mesosom terletak dekat dinding sel yang baru terbentuk pada saat pembelahan biner sel bakteri. Pada membran mesosom terdapat enzim-enzim pernapasan yang berperan dalam reaksi-reaksi oksidasi untuk menghasilkan energi. e. Ribosom Ribosom merupakan organel tempat berlangsungnya sintesis protein. Ukurannya sangat kecil, berdiameter antara 1520 nm (1 nanometer = 109 meter). Di dalam sel E. coli terkandung 15.000 butir ribosom atau sekitar 25% massa total sel bakteri. f. DNA DNA atau asam deoksiribonukleat merupakan persenyawaan yang tersusun atas gula deoksiribosa, fosfat, dan basa-basa nitrogen. DNA berfungsi sebagai pembawa informasi genetik, yaitu sifat-sifat yang harus diwariskan kepada keturunannya. Oleh sebab itu, DNA disebut pula sebagai materi genetik. g. RNA RNA atau asam ribonukleat merupakan persenyawaan hasil transkripsi DNA. Jadi, bagian tertentu DNA melakukan transkripsi membentuk RNA. RNA membawa kode-kode genetik sesuai pesanan DNA. Selanjutnya, kode-kode genetik itu akan diterjemahkan dalam bentuk urutan asam amino dalam proses sintesis protein.

Manfaat Escherichia Coli


Bakteri E. Coli yang berada di dalam usus besar manusia berfungi untuk menekan pertumbuhan bakteri jahat, dia juga membantu dalam proses pencernaan termasuk pembusukan sisa-sisa makanan dalam usus besar. Fungsi utama yang lain dari E. Coli adalah membantu memproduksi vitamin K melalui proses pembusukan sisa makan. Vitamin K berfungsi untuk pembekuan darah misalkan saat terjadi perdarahan seperti pada luka/mimisan vitamin K bisa membantu menghentikannya.

Bahaya Escherichia Coli


E. coli enteropatogen (EPEC) Merupakan penyebab diare terpenting pada bayi, terutama di negara berkembang. Mekanismenya adalah dengan cara melekatkan dirinya pada sel mukosa usus kecil dan membentuk filamentous actin pedestal sehingga menyebabkan diare cair (Watery diarrheae) yang bisa sembuh dengan sendirinya atau berlanjut menjadi kronis. Distribusi Penyakit ; Sejak akhir tahun 1960-an, EPEC tidak lagi sebagai penyebab utama diare pada bayi di Amerika Utara dan Eropa. Namun EPEC masih sebagai penyebab utama diare pada bayi di beberapa Negara sedang berkembang seperti Amerika Selatan, Afrika bagian Selatan dan Asia. Reservoir : Manusia Cara Penularan : Dari makanan bayi dan makanan tambahan yang

terkontaminasi. Ditempat perawatan bayi, penularan dapat terjadi melalui ala-alat dan tangan yang terkontaminasi jika kebiasaan mencuci tangan yang benar diabaikan. Masa Inkubasi : Berlangsung antara 9 12 jam pada penelitian yang

dilakukan dikalangan dewasa. Tidak diketahui apakah lamanya masa inkubasi juga sama pada bayi yang tertular secara alamiah. Masa Penularan dapat berlangsung lama. Kerentanan dan Kekebalan : Walaupun fakta menunjukkan bahwa mereka yang : Tergantung lamanya ekskresi EPEC melalui tinja dan

rentan terhadap infeksi adalah bayi namun tidak diketahui apakah hal ini disebabkan oleh faktor kekebalan ataukah ada hubungannya dengan faktor umur atau faktor lain yang tidak spesifik. Oleh karena itu diare ini dapat ditimbulkan melalui percobaan pada sukarelawan dewasa maka kekebalan spesifik menjadi penting dalam menentukan tingkat kerentanan. Infeksi EPEC jarang terjadi pada bayi yang menyusui (mendapat ASI). Diare seperti ini dapat disembuhkan dengan pemberian antibiotika. E. coli Enterotoksigenik (ETEC) Merupakan penyebab diare umum pada bayi di negara berkembang seperti Indonesia. Berbeda dengan EPEC, E. coli jenis ini memproduksi beberapa jenis eksotoksin yang tahan maupun tidak tahan panas di bawah kontrol genetis plasmid. Pada umumnya, eksotoksin

yang dihasilkan bekerja dengan cara merangsang sel epitel usus untuk menyekresi banyak cairan sehingga terjadi diare. Identifikasi : Penyebab utama Travelers diarrhea orang-orang dari negara

maju yang berkunjung ke negara berkembang. Penyakit ini juga sebagai penyebab utama dehidrasi pada bayi dan anak di negara berkembang. Strain enterotoksigenik dapat mirip dengan Vibrio cholerae dalam hal menyebabkan diare akut yang berat (profuse watery diarrhea) tanpa darah atau lendir (mucus). Gejala lain berupa kejang perut, muntah, asidosis, lemah dan dehidrasi dapat terjadi, demam ringan dapat/tidak terjadi; gejala biasanya berakhir lebih dari 5 hari. ETEC dapat diidentifikasi dengan membuktikan adanya produksi enterotoksin dengan teknik immunoassays, bioasay atau dengan teknik pemeriksaan probe DNA yang mengidentifikasikan gen LT dan ST (untuk toksin tidak tahan panas dan toksin tahan panas) dalam blot koloni. Penyebab Penyakit : ETEC yang membuat enterotoksin tidak tahan panas (a heat

labile enterotoxin = LT) atau toksin tahan panas ( a heat stable toxin = ST) atau memproduksi kedua toksin tersebut (LT/ST). Distribusi Penyakit : Penyakit yang muncul terutama di negara yang sedang

berkembang. Dalam 3 tahun pertama dari kehidupan, hampir semua anak-anak di negara-negara berkembang mengalami berbagai macam infeksi ETEC yang menimbulkan kekebalan. Oleh karena itu penyakit ini jarang menyerang anak yang lebih tua dan orang dewasa. Infeksi terjadi diantara para pelancong yang berasal dari negara-negara maju yang berkunjung ke negara-negara berkembang. Beberapa KLB ETEC baru-baru ini terjadi di Amerika Serikat. Reservoir Cara Penularan : Manusia. Infeksi ETEC terutama oleh spesies khusus,

manusia merupakan reservoir strain penyebab diare pada manusia. : Melalui makanan yang tercemar dan jarang, air minum yang

tercemar. Khususnya penularan melalui makanan tambahan yang tercemar merupakan cara penularan yang 165 paling penting terjadinya infeksi pada bayi. Penularan melalui kontak langsung tangan yang tercemar tinja jarang terjadi. E. coli Enterohemoragik (EHEC) dan galur yang memproduksi verotoxin (VTEC). Di Negara maju seperti Amerika Serikat dan Kanada, VTEC menyebabkan sejumlah kejadian luar biasa diare dan kolitis hemoragik. Penyakit ini bersifat akut dan bisa sembuh

spontan, penyakit ini ditandai dengan gejala nyeri abdomen, diare disertai darah, gejala seperti ini merupakan komplikasi dari diare ringan. Kategori E. coli penyebab diare ini dikenal pada tahun 1982 ketika terjadi suatu KLB colitis hemoragika di Amerika Serikat yang disebabkan oleh serotipe yang tidak lazim, E. coli O157:H7 yang sebelumnya tidak terbukti sebagai patogen enterik. EHEC menghasilkan verotoksin. Verotoksin memiliki banyak sifat yang serupa dengan toksin. Diare dapat bervariasi mulai dari yang ringan tanpa darah sampai dengan terlihat darah dengan jelas dalam tinja tetapi tidak mengandung lekosit. Yang paling ditakuti dari infeksi EHEC adalah sindroma uremia hemolitik (HUS) dan purpura trombotik trombositopenik (TTP). Kira-kira 2-7% dari diare karena EHEC berkembang lanjut menjadi HUS. EHEC mengeluarkan sitotoksin kuat yang disebut toksin Shiga 1 dan 2. Toksin Shiga 1 identik dengan toksin Shiga yang dikeluarkan oleh Shigella dysentriae 1. Enteroinvasif E coli (EIEC) Menimbulkan penyakit yang sangat mirip shigelosis. Penyakit ini terjadi paling sering pada anak-anak di negara berkembang dan pada pengunjung negara-negara tersebut. Seperti shigela, strain EIEC tidak memfermentasikan laktosa atau memfermestasikan laktosa dengan lambat dan nonmotil. EIEC menimbulkan penyakit dengan menginvasi sel epitel mukosa usus. Enteroagregatif E coli (EAEC) Menyebabkan diare akut dan kronik (durasi > 14 hari) pada masyarakat di negara berkembang. Organisme ini juga menyebabkan penyakit yang ditularkan melalui makanan di negara industri. Organisme ini ditandai oleh pola perlekatannya yang khas pada sel manusia. EAEC menghasilkan toksin mirip-ST dan hemolisin.

DAFTAR PUSTAKA http://befly-fransisca.blogspot.com/2013/04/klasifikasi-morfologidan-patogenesis.htmL

http://perpustakaancyber.blogspot.com/2012/11/struktursel-prokariotik-gambar-fungsi-organel.html http://aguskrisnoblog.wordpress.com/2011/12/27/pemamfaat an-bakteri-rhizopus-oryzae-dalam-industri-tempe/ http://www.scribd.com/doc/61912119/JAMUR-RHIZOPUSSp#download http://www.google.com/imgres?sa=X&biw=1366&bih=643& tbm=isch&tbnid=ayOfKWTO8IZhQM%3A&imgrefurl=htt p%3A%2F%2Fmentarib1ru.blogspot.com%2F2012%2F09 %2Frhizopusoryzae.html&docid=dLrTNeNGAJBFWM&imgurl=http%3 A%2F%2F4.bp.blogspot.com%2FevBjm5iMwQY%2FUFhw89Q0BuI%2FAAAAAAAAAKo %2FEvEtY0pJAJQ%2Fs1600%2Fkuku.jpg&w=752&h=60 0&ei=OLgVU93ECs2CkgWy84GgBA&zoom=1&ved=0CH8 QhBwwDg&iact=rc&dur=956&page=1&start=0&ndsp=18 https://www.google.com/search?q=klasifikasi+rhizopus&biw =1366&bih=643&tbm=isch&imgil=JgV4a7QGGzHwWM% 253A%253Bhttps%253A%252F%252Fencryptedtbn0.gstatic.com%252Fimages%253Fq%253Dtbn%253AA Nd9GcQ5e0bDK1eIJQ2duD6fAwiQSby2DpaXFbisjnzh8MWhZHfEw

tmGg%253B320%253B259%253BOn4OLFUMMUZRGM %253Bhttp%25253A%25252F%25252Fjenizjamure.blogspot.com%25252F2008%25252F11%25252Fja mur-rhizopus-bab-i-pendahuluan1.html&source=iu&usg=__HRCpDepfLQxb9PAKBJ7xKX KomVU%3D&sa=X&ei=47YVUTHHYu7lQWyq4C4BA&sqi=2&ved=0CFUQ9QEwBg#q=r hizopus+oryzae&tbm=isch&facrc=_&imgdii=_&imgrc=s45 FIyRt1wMEwM%253A%3BYensFDgolk15M%3Bhttp%253A%252F%252Fwww.uq.edu.a u%252F_School_Science_Lessons%252F9.196.1.GIF%3Bht tp%253A%252F%252Ftaufikardiyanto.blogspot.com%252F2011%252F11%252Fphycom ycetes-cendawan-berderajat-rendah.html%3B433%3B433 http://jwijayapahlevi.blogspot.com/2013/11/tugasmikrobiologi-pangan-rhyzopus.html