Anda di halaman 1dari 11

Salmonella typhi

Salmonella typhi (S. typhi) disebut juga Salmonella enterica subsp. enterica serovar Typhi. S. typhi adalah strain bakteri yang menyebabkan terjadinya demam tipoid. Demam tipoid atau Typhus abdominalis adalah penyakit infeksi akut pada usus halus yang menunjukkan manifestasi klinis yang sama dengan enteritis akut, oleh karena itu penyakit ini disebut juga penyakit demam enterik. Penyakit ini merupakan penyakit endemis yang serta menjadi
masalah kesehatan global termasuk di Indonesia dan Negara negara !sia Tenggara seperti "alaysia dan Thailand. !ngka kejadian termasuk tertinggi di dunia yaitu antara #$% %&'(&''.''' penduduk setiap tahun. Penyakit ini mempunyai angka kematian yang cukup tinggi, yaitu &$) dari penderita *Punjabi, +'',-. Demam tipoid dapat terjadi pada semua umur, terbanyak pada usia # &. tahun, sekitar //) dengan puncak tertinggi pada usia &'&$ tahun *Simanjuntak,&..#-. Selain itu S.typhi dapat menyebabkan gastroenteritis *keracunan makanan- dan septikemia. Penyakit ini dianggap serius karena dapat disertai berbagai penyakit, kejadian demam typoid telah diperburuk dengan terjadinya peningkatan resistensi bakteri terhadap banyak antibiotik, meningkatnya jumlah individu yang terinfeksi 0I1 serta meningkatnya mobilitas pekerja migran dari daerah dengan insiden yang tinggi * Thong, et al.,+'''-. 2akteri ini masuk melalui mulut bersama makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh bakteri tersebut dan hanyut ke saluran pencernakan, apabila bakteri berhasil mencapai usus halus dan masuk ke dalam tubuh mengakibatkan terjadinya demam tipoid.

S. typhi adalah strain bakteri anggota familia Enterobacteriaceae. "enurut Kauffman-White


Scheme bah3a S. typhi dapat dikelompokkan ke dalam serovar berdasarkan perbedaan formula antigen, yaitu berdasarkan antigen 4*somatik-, antigen 1i *kapsul- dan antigen 0 *flagel-. Sedangkan spesifikasi formula antigen 4 dideterminasi dari komposisi dan struktur polisakariada selain itu formula antigen 4 dapat mengalami perubahan karena terjadinya lysogenik oleh phaga. Subdivisi serovar S. typhi dapat dilakukan berdasarkan biovar yaitu berdasarkan kemampuan untuk memfermentasikan 5ylosa, sehingga dapat dijumpai S.typhi 5ylosa positip dan S.typhi 5ylosa negatip, hal ini dapat digunakan sebagai marker epidemiologi *0olt, et al., &..,6 2renner. Et al., &.%,-. Selain itu subdivisi dari serovar dapat didasarkan pada resistensi terhadap antibiotik.

2erdasarkan uraian diatas maka dalam tulisan ini akan dijelasakan secara rinci tentang bakteri Salmonella typhi. Morfolgi dan fisiologi a Mikroskopis dan makroskopis S. typhi adalah bakteri yang selnya berbentuk batang berukuran ',/ l,$7m, bersifat 8ram
negatip sehingga mempunyai komponen outer layer *lapisan luar- yang tersusun dari 9PS *lipopolisakariada- dan dapat berfungsi sebagai endotoksin, bergerak dengan flagel peritrik, tidak membentuk spora. Pada media "ac:onkey koloni transparan karena bakteri tidak memfermentasikan

laktosa, dengan diameter koloni + , mm. "edia "ac:onkey adalah media yang mengandung garam empedu dan kristal violet yang fiingsinya dapat menghambat pertumbuhan bakteri gram positip. Selain itu media tersebut mengandung laktosa dan indikator neutral red yang dapat untuk menunjukkan terjadinya perubahan p0 pada media sehingga dapat untuk membedakan antara bakteri yang memfermentasikan laktosa secara cepat, lambat atau tidak memfermentasikan laktosa. *;oneman, et all. &..+6 0olt et al., &..,6 Talaro et al.t +''+-. Sealain itu bakteri S. typhi juga memiliki pilli atau fimbriae yang berfungsi untuk adesi pada sel host yang terinfeksi.

Pilli merupakan bentukan batang lurus dengan ukuran lebih pendek dan lebih kaku bila dibandingkan dengan flagella. Pilli tersusun atas unit protein yang disebut pillin, mempunyai struktur yang berbentuk pipa, mempunyai peran dalam proses konjugasi, sebagai reseptor bagi bakteriofag dan berperan pula dalam proses perlekatan *adesi- antara bakteri dengan permukaan sel inang. 4leh karena itu pilli mempunyai peran dalam proses patogenesis bakteri, selain itu pilli mampu menginduksi terbentuknya respon imun pada he3an yang terinfeksi. Suatu bakteri dapat memiliki beberapa tipe pilli yang berbeda dalam panjang dan tebalnya, spesifisitas reseptornya.
Enterobacteriaceae (Enterobacter,Proteus,

2anyak
Providencia,

spesies bakteri dari


morganella, ersinea,

familia Serratia)

mempunyai pilli tipe & dan #. pilli tipe & diklasiflkasikan sebagai mannose-sensitive hemaglutinin *"S0!-, yang mengadakan perlekatan pada sel yang mempunyai reseptor mannose glycoprotein dan pilli tipe # sebagai pilli mannose-resisten hemaglutinin atau "<0! *0ornick, et all, &..+-.

8amabar&dan +. S.typhi

8amabar#. Aji biokimia S. typhi

;et.gambar #. ;anan=;iri > Na > Tumbuh, 8ula gula> ? * g-, , ?, ?, , SI" > 0+S *?-, Indol * -, "otilitas *?-, TSI!> 9ereng( Dasar *"(;-, 8as * -, 0+S *?-, S: > * Klasifikasi Domain> Phylum> :lass> 4rder> 2acteria6 Proteobacteria6 8ammaproteobacteria6 @nterobacteriales6

Bamily> 8enus> Species>

@nterobacteriaceae6 Salmonella Salmonella enterica subsp. enterica serovar Typhi

sumber> http>((333.ncbi.nlm.nih.gov(ta5onomy(CtermDsalmonella?typhi b Sifat fisiologis S. typhi S. typhi adalah bakteri yang berdasarkan kebutuhan oksigen bersifat fakultatif anaerob,
membutuhkan suhu optimal #/E: untuk pertumbuhannya, memfermentasikan D glukosa menghasilkan asam tetapi tidak membentuk gas, oksidase negatip, katalase positip, tidak memproduksi indol karena tidak menghasilkan enFim tryptophanase yang dapat memecah tryptophan menjadi indol, methyl red *"<- positip menunjukkan bah3a fermentasi glukosa menghasilkan sejumlah asam yang terakumulasi di dalam medium sehingga menyebabkan p0 medium menjadi asam *p0D,,+-, dengan penambahan indikator metyl red maka 3arna medium menjadi merah. 1oges Proskauer*1P- negatip, citrat negatip, menghasilkan 0+S yang dapat ditunjukkan pada media TSI! *Triple Sugar Iron !gar-. 2akteri menghasilkan 0+S yang merupakan produk hasil reduksi dari asam amino yang mengandung sulfur, 0+S yang dihasilkan akan bereaksi dengan garam Be dalam media yang kemudian menjadi senya3a BeS ber3arna hitam yang mengendap dalam media. Arease negatip, nitrat direduksi menjadi nitrit, lysin dan ornithin dekarboksilase positip, laktosa, sukrosa, salisin dan inositol tidak difermentasi. Aji 4NP8 negatip karena tidak menghasikan enFim betha galaktosidase sehingga bakteri tidak dapat memfermentasikan laktosa, oleh karena itu strain bakteri S. typhi termasuk anggota familia enterobacteriaceae yang bersifat tidak memfermentasikan laktosa *non lactosa fermenter -, lipase dan deoksiribonuklease tidak diproduksi * 2renner, et al. &.%,6 ;oneman, et al. &..+6 Talaro et al., +''+-.

Patogenitas S. typhi Demam typoid adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh bakteri S. typhi.
Penyakit ini khusus menyerang manusia, bakteri ini ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh kotoran atau tinja dari seseorang pengidap atau penderita demam typo id. 2akteri S. typhi masuk melalui mulut dan hanyut ke saluran pencernaan. !pabila bakteri masuk ke dalam tubuh manusia, tubuh akan berusaha untuk mengeliminasinya. Tetapi bila bakteri dapat bertahan dan jumlah yang masuk cukup banyak, maka bakteri akan berhasil mencapai usus halus dan berusaha masuk ke dalam tubuh yang akhirnya dapat merangsang sel darah putih untuk menghasilkan interleukin dan merangsang terjadinya gejala demam, perasaan lemah, sakit kepala, nafsu makan berkurang, sakit perut, gangguan buang air besar serta gejala lainnya *Darma3ati, +''.-.

8ambar #. "ekanisme S. typhi mnyerang tubuh manusia.

Penularan S. thypi dapat ditularkan melalui berbagai cara, yang dikenal dengan $ B yaitu Bood *makanan-, Bingers *jari tangan ( kuku-, Bomitus *muntah-, Bly *lalat-, dan melalui Beses. S. typhi masuk ketubuh manusia melalui mulut dengan makanan dan air yang tercemar. Sebagian kuman dimusnahkan oleh asam lambung. Sebagian lagi masuk ke usus halus dan mencapai jaringan limfoid plaGue Peyeri di ileum terminalis yang mengalami hipertropi. Ditempat ini komplikasi perdarahan dan perforasi intestinal dapat terjadi. Setelah menyebabkan peradangan dan nekrose setempat, S. typhi kemudian menembus ke lamina propina, masuk aliran limfe dan mencapai kelenjar limfe messenterial yang juga mengalami hipertropi. Setelah mele3ati kelenjar kelenjar limfe ini S. typhi masuk kealiran darah melalui duktus thoracicus. S. typhi lain mencapai hati melalui sirkulasi portal. Dari usus. S. typhi bersarang di plaGue Peyeri, limpa, hati dan bagian bagian lain system retikuloendotial. Ditempat ini kuman difagosit oleh sel sel fagosit <@S dan kuman yang tidak difagosit akan berkembang biak. Pada akhir masa inkubasi Demam tifoid *$ . hari- kuman kembali masuk ke darah kemudian menyebar ke seluruh tubuh dan sebagian S. typhi masuk ke organ tubuh terutama limpa, kandung empedu yang selanjutnya kuman tersebut kembali dikeluarkan dari kandung empedu ke rongga usus dan menyebabkan reinfeksi usus *Darma3ati, +''.-. Semula disangka demam dan gejala gejala toksemia pada demam tifoid disebabkan oleh endotoksemia. Tapi kemudian berdasarkan penelitian eksperimental disimpulkan bah3a endotoksemia bukan merupakan penyebab utama demam dan gejala gejala toksemia pada

demam tifoid. @ndotoksin S. typhi berperan pada patogenesis demam tifoid, karena membantu terjadinya proses inflamasi lokal pada jaringan setempat S. typhi berkembang biak. Demam pada tifoid disebabkan karena S. typhi dan endotoksinnya merangsang sintesis dan pelepasan Fat pirogen oleh leukosit pada jaringan yang meradang.

Setelah melalui asam lambung, Salmonella typhosa menembus ileum ditangkap oleh sel mononuklear, disusul bakteriemi I. Setelah berkembang biak di <@S, terjadilah bakteriemi II. Interaksi Salmonella dengan makrofag memunculkan mediator mediator. 9okal *patch of payer- terjadi
hiperplasi, nekrosis dan ulkus. Sistemik timbul gejala panas, instabilitas vaskuler, inisiasi sistem beku darah, depresi sumsum tulang . Imunulogi. 0umoral lokal, di usus diproduksi Ig! sekretorik yang berfungsi mencegah melekatnya salmonella pada mukosa usus. 0umoral sistemik, diproduksi Ig" dan Ig8 untuk memudahkan fagositosis Salmonella oleh makrofag. Seluler berfungsi untuk membunuh Salmonalla intraseluler.

8ejala klinik penyakit ini adalah demam tinggi pada minggu ke + dan ke #, biasanya dalam , minggu gejala tersebut telah hilang, meskipun kadang kadanjg bertambah lebih lama. 8ejala yang lain yang sering ditemukan adalah anoreksia, malaise, nyeri otot, sakit kepala, batuk, bradikardia (slo! heart rate) dan konstipasi. Selain itu dapat dijumpai adanya pembesaran hati dan
limpa, bintik rose sekitar umbilicus yang kemudian diikuti terjadinya ulserasi pada Peyer patches pada daerah ilium, yang kemudian diikuti terjadinya perdarahan kerena terjadi perforasi. "asa inkubasi demam tipoid umumnya & # minggu, tetapi bisa lebih singkat yaitu # hari atau lebih lama sampai dengan # bulan, 3aktu inkubasi sangat tergantung pada kuantitas bakteri dan host factor serta karakteristik strain bakteri yang menginfeksi. *"aier, et al., +'''6 !nonimous, +''&-. Dosis infektif rata rata bagi manusia cukup &' H organisme untuk menimbulkan infeksi klinik atau sub klinik. Pada manusia S. typhi dapat menimbulkan demam enterik, bakterimia dengan lesi lokal dan enterokolitis. Antuk diagnosis laboratorium antara lain dengan cara bakteriologik, serologi dan molekuler. "enurut 0atta et al. *+''/- polymerase chain reaction *P:<menggunakan satu pasang primer gen flagelin dapat digunakan untuk identifikasi keberadaan S. typhi di dalam darah, urin dan feses, adapun sampel untuk identifikasi bakteri dapat berupa darah, urin, feses, sumsum tulang

belakang. "enurut Talaro et al. *+''+- bah3a untuk identifikasi strain bakteri anggota familia Enterobacteriaceae dapat dilakukan serangkaian uji biokimia I"1i: *indol, metyl red, 1oges Proskauer, citrat-.

8ambar H. Penderita demam tifoid

Struktur antigen S.typhi S. typhi adalah bakteri enterik yang bersifat gram negatip, mempunyai antigen permukaan yang cukup
komplek dan mempunyai peran penting dalam proses patogenitas, selain itu juga berperan dalam proses terjadinya respon imun pada individu yang terinfeksi. !ntigen permukaan tersebut terdiri dari antigen flagel *antigen 0-, antigen somatik *antigen 4- dan antigen kapsul atau antigen ; *antigen 1i-.

!ntigen 4 disebut juga sebagai antigen dinding sel karena antigen tersebut adalah bagian outer layer dari dinding sel bakteri gram negatip. !ntigen 4 tersusun dari 9PS *9ipo Polisakarida- yang berfungsi pula sebagai endotoksin, resisten terhadap pemanasan &''E:, alcohol dan asam, reaksi aglutinasinya berbentuk butir butir pasir *Ioklik et al, &..'-. !ntigen 0 atau antigen flagel, antigen ini terdiri dari suatu protein yang dikode oleh gen fig yang berada pada lokus fli:. !ntigen 0 bersifat termolabil dan dapat rusak oleh alkohol, pemanasan pada suhu di atas H'E: dan asam, dimana pada reaksi aglutinasinya berbentuk butir butir pasir yang hilang bila dikocok. !ntigen 0 terdiri dari + fase yaitu antigen 0 fase & *0I- dan antigen 0 fase + *0+- sehingga dapat dijumpai S.typhi serovar 0I dan S.typhi serovar 0 +. Sedangkan antigen 0I terdiri dari 0l d dan 0l j sehingga dapat dijumpai pula S.typhi
serovar 0l d yang tersebar luas di seluruh dunia dan S.typhi serovar 0 j yang hanya dijumpai di Indonesia. Strain bakteri S.typhi serovar 0 j bersifat kurang motil pada media semi solid agar dan kurang invasive apabila dibandingkan dengan S.typhi serovar 0 d *8rossman, et al. &..$-.

!ntigen 1i atau antigen kapsul, yaitu antigen yang terdiri dari polimer polisakarida dan bersifat asam. !ntigen 1i yang dimiliki oleh bakteri berfungsi sebagai antiopsonik dan antipagositik, ekspresi antigen tersebut dikode oleh gen tvi! yang berada di dalam lokus via 2, tidak semua strain S.typhi mengekspresikan antigen 1i *Jain et al.,+''$-. !ntigen ini mudah rusak oleh pemanasan selama & jam pada suhu H'E:, selain itu pada penambahan fenol dan asam., dimana pada reaksi aglutinasinya berbentuk seperti a3an.

Antuk pencegahan terjadinya infeksi oleh S. typhi dengan mencegah terjadinya kontaminasi
makanan dan air oleh binatang pengerat atau binatang lain, selain itu pencegahan yang paling efektif dengan mencegah terjadinya a3al infeksi yaitu dengan vaksinasi.

Epidemiologi dan Kepekaan S. typhi terhadap Antibiotik

strongly endemic

endemic

sporadic cases

S.typhi tersebar luas di dunia, kasus yang ditimbulkan dapat terjadi secara sporadis pada daerah daerah tertentu namun kebanyakan kasus dapat menggambarkan asal bakteri dari daerah endemik misalnya strain bakteri yang resisten terhadap banyak obat *"D<- tampak di beberapa area di dunia *!nonimous, +''&-. Selain itu asal strain bakteri S. typhi yang menyebabkan kasus demam typhoid di suatu daerah tertentu dan pada 3aktu tertentu pula dapat digambarkan dengan ribotyping dan phage typing. Strain bakteri S. typhi yang diisolasi dari daerah yang mengalami kasus demam typhoid secara sporadis dan yang diisolasi dari daerah endemis menunjukkan perbedaan jumlah rybotype dan phage type nya. 0al ini menunjukkan adanya keanekaragaman genetik pada strain bakteri S. typhi *@steban, et al., &..#6 Ng, et al., &...6 Thong, et al, +'''6 "artins, et al, +''H-. S. typhi rentan terhadap chloramphenicol, ampicilin, amo5illin, T"P S"K, trimethoprim sulfametho5aFole, bahkan jumlah strain yang resisten terhadap banyak antibiotik atau "D< *multi drug resistant- meningkat *!nonimous, .+''&6 Thong, et al, +'''-. <esistensi strain bakteri terhadap antibiotik terjadi karena adanya suatu gen yang terdapat di dalam plasmid, selain itu plasmid juga mengandung gen yang mengkode enterotoksin, kapsul, hemolisin dan fimbriae. Plasmid adalah DN! ekstra kromosom yang

berbentuk sirkuler yang dapat berpindah dari satu sel bakteri ke sel bakteri yang lain melalui pilli *fimbriae- yang disebut konjugasi *Talaro et al, +''+-. Sehingga plasmid dari strain bakteri yang diisolasi dari daerah yang sama dan dilakukan pada 3aktu yang sama pula menunjukkan profil plasmid yang homogen, analisis profil menggunakan pulsed field gel electrophoresis atau PB8@ *Thong, et al, +'''-. Pencegahan Demam Tifoid Pencegahan demam tifoid diupayakan melalui berbagai cara> umum dan khusus atau imunisasi. Termasuk cara umum antara lain adalah peningkatan higiene dan sanitasi karena perbaikan higiene dan sanitasi saja dapat menurunkan insidensi demam tifoid. *Penyediaan air bersih, pembuangan dan pengelolaan sampah-. "enjaga kebersihan pribadi dan menjaga apa yang masuk mulut *diminum atau dimakan- tidak tercemar Salmonella typhi. Pemutusan rantai transmisi juga penting yaitu penga3asan terhadap penjual *keliling- minuman atau makanan. Pada saat ini telah ada di pasaran berbagai vaksin untuk pencegahan demam tifoid. 1aksin chotypa dari kuman dimatikan *3hole cell- tidak digunakan lagi karena efek samping yang terlalu berat dan daya lindungnya pendek. Dua vaksin yang aman dan efektif telah mendapat lisensi dan sudah ada di pasaran. Satu vaksin berdasar subunit antigen tertentu dan yang lain berdasar bakteri *3hole cell- hidup dilemahkan. 1aksin pertama, mengandung 1i polisakarida, diberikan cukup sekali, subcutan atau intramuskular. Diberikan mulai usia L + tahun. <e imunisasi tiap # tahun. ;adar protektif bila mempunyai antibodi anti 1i & 7g(ml. 1aksin Ty+&a hidup dilemahkan diberikan secara oral, bentuk kapsul enterocoated atau sirup. Diberikan # dosis, selang sehari pada perut kosong. Antuk anak usia M $ tahun. <eimunisasi tiap tahun. Tidak boleh diberi antibiotik selama kurun 3aktu & minggu sebelum sampai & minggu sesudah imunisasi. Penderita dinyatakan sembuh 8ejala, tanda sudah hilang dan tidak ada komplikasi.

DAFTAR P STAKA !nonimous. +''&. Salmonella typhi Public health !gency of :anada. 2renner, D.I., ;rieg, N.<., Staley, I.T. &.%,. 2ergeyNs "anualO4f Systematic 2acteriology. Second edition. 2altomor 9ondon. ,&H ,+.. Darma3ati, S. Dan 0aribi, <, +''$. !nalisis Profil Protein Pilli Salmonella typhi Isolat <umah Sakit ;ariadi Semarang. Iurnal 9itbang Aniversitas "uhammadiyah Semarang. 1ol #*+-. Darma3ati, S. +''.. ;eanekaragaman 8enetik Salmonella typhi. Iurnal ;esehatan "aterial Safety Data Sheet Infectious Substances.

Aniversitas "uhammadiyah Semarang. 1ol +*&-. @ri, D"., +''H. @fek !nti 2akteri <IP dari 2iji "omordica charantia Terhadap Salmonella typhi dan @schericia coli . Tesis. Program Studi ;edokteran Tropis. Program Pasca Sarjana. Aniversitas 8adjah "ada Pogyakarta. .

@steban, @., Snipes, ;., 0ird, D., ;asten, <., ;inde, 0. &..#. Ase of, <ibotyping for :haracterFation of Salmonella Serotypes. Iournal of :linical "icrobiology. Beb.&..#. !merican Society for "icrobiology. 8rossman, D ! *D!-6 Jitham, N D *ND-6 2urr, D 0 *D0-6 9esmana, " *"-6 <ubin, B ! *B!-6 Schoolnik, 8 ; *8;-6 Parsonnet, I *I-. &..$. Blagellar serotypes of Salmonella typhi in Indonesia> relationships among motility, invasiveness, and clinical illness. The Iournal of infectious diseases *I Infect Dis-. Anited States. *&/&->+&+ +&H 0atta, "., Smits, 0enk, 9. +''/. Detection of Salmonella typhi by nested polymerase chain reaction in blood, urine, and stool samples. The !merican journal of tropical medicine and hygiene *!m I Trop "ed 0yg-, published in Anited States. 0olt, I.8., Noel, <.;., Peter, 0.!., Iames, T.S., Stanley, T.J. &..,. 2ergeyNs manual of Determinative 2acteriology. Ninth edition. Jilliams and Jilkins. 2allimore, "aryland AS!. &%H,+,+ ;oneman, @.J., !llen, S.D., Ianda, J."., Schreckenberger, P.:., Jin, Ir. &..+. :olor !tlas and Te5book 4f Diagnostic "icrobiology. Bourth edition. I.2.9ippincott :ompany. Philadelphia.

"aier, <"., Pepper, I9., 8erba, :P. +'''. @nvironmental "icrobiology. Printed in the Anited States of !merika. "artins, :08., Santos, 1<., !ttie de :astro, B., fernandes, S!., "artineF, <. +''H. <ibotyping of Salmonella enteridis strains<eveals the spread of single genotype in the 2raFilian city of <iberirao Preto. . I. 2ras Patol. "ed. 9ab 1ol ,+ *&-> &. +#. Punjabi, N.0. +'',. Demam Tifoid dan Imunisasi Terhadap Penyakit ini. A.S. N!"<A +, Iakarta. terh.htm. Simanjuntak, :. &..#. Demam Typoid @pidemiologi dan Perkembangan Penelitian. :ermin Dunia ;edokteran. 1ol. #>$+ $#. Talaro, ;.P. and Talaro, !. +''+. Boundations in "icrobiology. Bourth edition. "c 8ra3 0ill. Thong, ;9.6 2hutta, Q !6 Pang, T., +'''. "ultidrug resistant strains of Salmonella enterica serotype typhi are genetically homogenous and coe5ist 3ith antibiotic sensitive strains as distinct, independent clones. International journal of infectious diseases. :anada *,-> &., &./. Thong, ;9., !lt3egg, "., Pang, T. +'''.:omparative !nalysis of Salmonella typhi by r<N! 8ene <estriction and Phage Typhing.Pakistan Iournal of 2iological Sciences. # *$-> /#% /#.. Jain, I., Deborah, 0., !fia, Q., Stephen, 2.,Satheesh, N., :laire ;R QulfiGar 2., 8ordon,D., and <umina, 0.. +''$.1i !ntigen @5pression in Salmonella enterica Serovar Typhi :linical Isolates from Pakistan. Iournal of :linical "icrobiology p. &&$% &&H$ 1ol.,# *#->&&$%S&&H$. http>((333.papdi.4r.id(Imunisasi(demam typhoid dan imunisasi

MAKA!A" M#KR$ MED#S

Salmonella typhi

$leh% A&D ! #"SA' ()A*)***+

PR$(RAM ST D# &#$!$(# FAK !TAS MATEMAT#KA DA' #!M PE'(ETA" A' A!AM '#,ERS#TAS MATARAM -*).