Anda di halaman 1dari 9

Tugas Perancangan Alat Proses

Reaktor Homogen Multitubular Fixed Bed

Penyusun :
1. Elisabeth S Wau (03101003025) 2. Romian Siska H (03101003077) 3. Debby Theresia S (03101003084)

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2012

1. Judul :
Reaksi kimia (Reaktor) Homogen Fixed Bed Multitubular

2. Deskripsi prinsip proses / Teori :


A. Definisi Operasi teknik kimia melibatkan tiga macam kegiatan, yaitu pencampuran, pemisahan, dan pereaksian. Reaksi kimia merupakan penggabungan atau pemutusan ikatan yang terdapat pada molekul reaktan dan menghasilkan produk yang memiliki sifat fisika dan kimia yang berbeda dengan molekul reaktan. Reaksi merupakan jantung dari proses kimia. Tempat untuk melangsungkan reaksi dinamakan reaktor. Di dalam reaktor terjadi proses pengkonversian bahan baku menjadi produk sehingga perancangan reaktor merupakan proses yang vital dalam keseluruhan proses perancangan. Raktor merupakan unit yang kompleks sehingga dalam perancangannya perlu dipertimbangkan masalah perpindahan panas,

perpindahan massa, difusi dan gesekan yang akan timbul dari suatu reaksi kimia.

B. Prinsip dasar Reaktor merupakan suatu unit operasi disuatu pabrik kimia yang memfasilitasi terjadinya konversi bahan baku menjadi produk yang diinginkan. Dalam perancangan reaktor, pengaturan kondisi operasi merupakan faktor yang cukup vital. Kondisi operasi merupakan faktor yang menentukan konversi reaksi, sejauh mana reaktan terkonversi menjadi produk. Untuk memfasilitasi reaksi yang optimal, umumnya pada reaktor ditambahkan unit perpindahan panas dan pengatur distribusi aliran. Pemilihan reaktor yang tepat bertujuan untuk: Mendapatkan keuntungaan yang besar Biaya produksi yang rendah Modal kecil Operasinya sederhana dan murah Keselamatan kerja terjamin

Klassifikasi unit operasi : Perancangan reaktor dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa karakteristik yang dijelaskan pada uraian di bawah ini:

Proses partaian atau sinambung Pada proses partaian (batch) semua reaktan di tambahkan pada waktu awal reaksi, resi berlangsung, komposisi berubah sesuai waktu, dan reaksi dihentikan dan produk dikeluarkan jika konversi yang diinginkan telah tercapai. Sedangkan pada proses sinambung (kontinyu) reaktan diumpankan ke dalam reaktor dan produk diambil dari reaktor secara sinambung: reaktor beroperasi pada kondisi tunak. Reaksi homogen Reaksi homogen adalah reaksi yang memiliki reaktan, prosuk dan katalis dalam fasa yang sama, misalnya gas atau cairan. Pada reaksi homogen fasa gas operasi selalu berlangsung secara sinambung, sedangkan untuk fasa cair operasi dapat berlangsung secara partaian maupun sinambung.

3. Gambar Alat

a) Penampang Reaktor

b) Penampang Pipa

c) Bagian-bagian Reaktor

4. Tahapan Perancangan Alat (langkah-langkah)


a. Mengetahui definisi kecepatan reaksi, konversi, dan panas reaksi. b. Menjelaskan prinsip dasar perancangan reaktor untuk reaksi homogen. c. Memilih tipe reaktor dan menentukan kondisi operasi. d. Menghitung volume reaktor. e. Membuat perancangan reaktor.

5. Rule of Thumbs dalam perancangan (pertimbangan-pertimbangan ilmiah dan teknis dalam perancangan
Pemilihan reaktor yang tepat untuk suatu reaksi membutuhkan beberapa pertimbangan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan reaktor dijelaskan pada uraian di bawah ini: Faktor kinetika reaksi Kinetika reaksi sintesis produk keluaran reaktor merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam penentuan reaktor. Kinetika reaksi akan menyatakan waktu tinggal umpan di dalam reaktor, dimensi reaktor, konversi umpan, serta menjadi dasar dalam pemilihan jenis reaktor. Faktor perpindahan massa Dalam pelaksanaan reaksi di dalam reaktor, distribusi konsentrasi zat di dalam reaktor perlu mendapat perhatian khusus. Pengadaan instrumen pengaduk, distributor, ataupun bentuk reaktor akan didasarkan pada kebutuhan profil konsentrasi untuk mendapatkan produk yang optimal. Faktor perpindahan panas Di dalam reaktor terdapat tiga jenis kuantitas panas yaitu panas reaksi, panas yang dipindahkan, dan akumulasi panas dalam reaktor. Akumulasi panas dalam reaktor akan menyebabkan terjadinya perubahan temperatur reaktor. Perubahan temperatur ini harus tetap dikendalikan agar tetap berada dalam rentang temperatur yang dapat ditoleransi baik menurut faktor keselamatan, tinjauan material bahan reaktor, serta kualitas produk yang dihasilkan. Faktor keamanan Faktor keamanan reaktor merupakan tinjauan yang memerlukan kajian mengenai seluruh faktor sebelumnya. Suatu reaktor kimia harus di desain

sedemikian rupa sehingga reaktan yang diumpankan dan produk yang dihasilkan berada pada kondisi yang aman. Penyelenggaraan reaksi harus dikendalikan untuk menjaga kondisi operasi pada rentang aman melalui pengendalian proses perpindahan massa, perpindahan kalor serta

pengkondisian awal umpan sebelum masuk reaktor.

Keseluruhan faktor ini merupakan kunci utama perancangan reaktor. Masing-masing reaktor harus dipenuhi tanpa mengabaikan faktor yang lain. Kualitas produk tidak boleh dikorbankan hanya untuk faktor keamanan, begitu pula sebaliknya sehingga didapatkan reaktor dengan kinerja yang terbaik.

6. Perhitungan perhitungan)

Perancangan

(Formulasi/persamaan

dan

contoh

Neraca di elemen Volume Reaktor Reaktor alir pipa selalu bekerja secara steady state kecuali pada saat mulai (start up) dan akhir suatu operasi (shut down), sehingga tidak ada akumulasi. Neraca Massa dan Neraca Panas Asumsi-asumsi yang diambil untuk menyusun persamaan adalah: 1. 2. Keadaan steady state Reaktan mengalir di dalam reaktor dengan kecepatan yang sama dan tetap diseluruh penampang reaktor (plug flow) 3. Difusi dan transfer massa dan panas ke arah radikal diabaikan

Neraca Massa :

Z Z + Z

Elemen volume:

Rate input-Rate output-Rate reaction = Rate accumulation

] (

) ( )

Neraca Panas :

Z Z + Z

Elemen volume: Basis : Entalpi semua unsur stabil pada suhu standar ( nilainya = 0

Tebal pipa dapat dicari dengan:

Daftar Pustaka
Anonim. 2012. Online: http://www.scribd.com/doc/88339585/Handout-Reactor, diakses tanggal 12 Juni 2012. ______Bird, Byron. R.Stewart, Warren E. and Lightfoot, Edwin N. 1960. Transport Phenomena. New York: John Wiley & Sons Coulson, J.M. Richardson, Sinnot, R.K. 1984. Chemical Engineering Volume 6 (SI Units) Design. Oxford: Pergamon Press Ismail, Syariffudin. 1996. Alat Industri Kimia, Cetakan Ketiga. Palembang: Penerbit Unsri. ISBN 979-587-168-4 Paisal, Aidawati. 2011. Pra Rencana Pabrik Pembuatan Acetaldehyde Kapasitas 69.000 Ton/Tahun. Inderalaya: Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia Universitas Sriwijaya