Anda di halaman 1dari 100

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas rahmat dan berkah yang telah diberikan-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini disusun sebagai hasil diskusi kelompok tutor tiga dan untuk memenuhi nilai mata kuliah BHBP 6 semester genap tahun ajaran 2 !". Makalah ini berjudul #Peren$anaan %trategik Praktik &okter 'igi yang berisi mengenai tujuan dan target usaha praktik dokter gigi( studi kelayakan( analisis lingkungan usaha( model praktik dokter gigi( pembiayaan praktik dokter gigi( serta pemasaran praktik dokter gigi. )ami u$apkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah terlibat dalam pembuatan makalah ini( yaitu kepada dosen pembimbing tutorial dan temanteman yang saling mendukung dalam proses pembuatan makalah ini. Terima kasih juga untuk sumber-sumber pembelajaran yang kami gunakan sebagai re*erensi makalah ini. Mohon maa* bila ada kesalahan dan kekurangan pada makalah ini. )ami mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk melengkapi kekurangan pada makalah ini dan untuk menjadikan makalah ini menjadi lebih sempurna. )ami berharap makalah ini berman*aat bagi seluruh pemba$a.

+atinangor( Mei 2 !"

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..............................................................................................i DAFTAR ISI.......................................................................................................... 2 BAB I.................................................................................................................... 4 PENDAHULUAN...................................................................................................4 BAB II................................................................................................................... 5 TINJAUAN PUSTAKA...........................................................................................5 2.1Tujuan dan Targ ! U"a#a Pra$!i$ D%$! r Gigi..............................................5 2.1.1Tujuan P &a'anan K " #a!an................................................................5 2.1.2Targ ! dan Ha"i& 'ang Di#ara($an.........................................................) 2.2S!udi K &a'a$an...........................................................................................* 2.2.1Tujuan S!udi K &a'a$an.........................................................................* 2.2.2+an,aa! S!udi K &a'a$an.......................................................................2.2..A"( $/A"( $ S!udi K &a'a$an.............................................................11 2.2.4+ !%d Ana&i"i" Da!a...........................................................................2) 2.2.5Su01 r Da!a........................................................................................22.2.2Ha"i& 'ang Di#ara($an dari S!udi K &a'a$an........................................1 2..Ana&i"i" Ling$ungan U"a#a.........................................................................2 2...1Ana&i"i" Ling$ungan U"a#a E$"! rna&...................................................2 2...2Ana&i"i" Ling$ungan In! rna&.................................................................4 2....Ana&i"i" S34T......................................................................................2 2.4+%d & Pra$! $ D%$! r Gigi..........................................................................41 2.4.1B rda"ar$an K%d E!i$ K d%$! ran Gigi..............................................41 2.4.2B rda"ar$an P r0 n$ " Ta#un 2511..................................................41 2.4..+%d &/0%d & Pra$!i$ D%$! r Gigi..........................................................42 2.4.4P &a'anan K d%$! ran Gigi K &uarga..................................................45

2.5P 01ia'aan Pra$!i$ D%$! r Gigi.................................................................52 2.5.1P 01ia'aan B r1agai +%d & Pra$! $ D%$! r Gigi...............................52 2.5.2Su01 r P 01ia'aan...........................................................................5* 2.5..S!ru$!ur Hu!ang dan Su01 r P 01ia'aan...........................................52.5.4K 1u!u#an +%da&.................................................................................25 2.5.5Uni! 6%"! Pra$! $ D%$! r Gigi..............................................................22 2.2P 0a"aran Pra$!i$ D%$! r Gigi..................................................................2. 2.2.1Pa"ar...................................................................................................2. 2.2.2S g0 n!a"i Pa"ar................................................................................22.2..S!ra! gi P 0a"aran Pra$! $ D%$! r Gigi 1 rda"ar$an A"( $ +anaj 0 n dan E!i$....................................................................................)) BAB III.................................................................................................................-5 HASIL DISKUSI..................................................................................................-5 ..1S$ nari%.....................................................................................................-5 ..2Id n!i,i$a"i +a"a&a#....................................................................................-2 ...+ $ani"0 .................................................................................................-) ..4K "i0(u&an.................................................................................................-) BAB I7................................................................................................................-* PENUTUP...........................................................................................................-* DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................155

BAB I PENDAHULUAN
&i ,ndonesia( yang merupakan negara berkembang( &okter Praktek %-asta yang juga disebut sebagai &P% dianggap semata-mata hanya memiliki *ungsi sosial dan seringkali mengingkari *ungsi ekonominya. %eiring dengan

perkembangannya( masyarakat semakin menuntut pelayanan kesehatan yang berkualitas dan pelayanan &P% juga semakin terbuka. Hal ini dapat menyediakan bentuk pelayanan kesehatan yang bermutu dalam iklim persaingan yang sehat. Mun$ulnya tuntutan pro*esionalisme dalam pelayanan kesehatan menga$u pada keperluan manajemen yang pro*esional dalam penyelenggaraan jasa pelayanan kesehatan. .leh karena itu( diharapkan &P% dapat menyediakan *asilitas pelayanan kesehatan se$ara menyeluruh. %ehingga &P% dapat membantu masyarakat untuk memperoleh pelayanan( pengobatan( dan rujukan se$ara $epat dan tepat. &alam )ondisi persaingan yang ketat( masalah yang dihadapi &P% adalah bagaimana &P% dapat se$ara e*ekti* dan e*isien dapat merebut hati masyarakat dengan men$iptakan $itra positi* dalam pelayanannya. %ehingga( selain kemampuan medis yang pro*esional( strategi pemasaran atau marketing juga diperlukan. /pabila strategi pemasaran tidak dilakukan se$ara tepat( &P% akan terjebak dalam $itra negati* seperti hanya men$ari keuntungan material semata.

.leh

sebab

itu(

dalam

peren$anaan

pembuatan

praktek

harus

memperhatikan model praktik dokter gigi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. &engan begitu( praktik yang dibuat dapat berkembang.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tujuan dan Target Usa a Pra!t"! D#!ter G"g" Tujuan dan target usaha adalah dua hal yang paling penting yang harus ditetapkan sebelum usaha mulai diren$anakan. &alam penyelenggaraan &P%( bagaimanapun haruslah menonjolkan tujuan pelayanan kesehatan yang diemban P&', sebagai organisasi pro*esi dokter gigi di ,ndonesia sedangkan penetapan target kemajuan pelayanan kesehatan haruslah disesuaikan dengan kondisi objekti* masing-masing daerah.

2.1.1

Tujuan Pe$a%anan Kese atan Tiga kriteria keberhasilan yang dapat digunakan sebagi tolak ukur

ter$apainya tujuan adalah mampu tetap bertahan 0survival1( pertumbuhan 0growth1( dan menghasilkan keuntungan 0profitability1. %ur2i2al adalah

kemampuan organisasi untuk men$ari alternati2e untuk mempelopori bentuk pelayanan kesehatan yang pro*essional. Growth adalah kemampuan organisasi untuk mengembangkan usahanya untuk bertahan dalam persaingan dan peningkatan mutu pelayanan. %edangkan pro*itability adalah kemampuan usaha organisasi mendukung peningkatan kesejahteraan.

Ter$apainya

ketiga tujuan tersebut merupakan suatu ren$ana jangka

panjang yang dapat di$apai dalam -aktu tertentu. %e$ara berturut-turut tujuan yang harus di$apai adalah sur2i2al( gro-th( pro*itability. 'ambar diba-ah ini memberikan $ontoh ter$apainya tujuan berdasarkan *ungsi -aktu. 3ontoh tolok ukur pen$apaian tujuan organisasi 0dalam jangka -aktu enam tahun1 N. ! 2 4. %ur2i2al 'ro-th Pro*itability 'ambar 3ontoh Tolok 7kur Pen$apaian Tujuan .rganisasi &alam +angka 8aktu Enam Tahun 0%umber9 /:is( !;;<1 'oals ! 6 Tahun )erja 2 4 " 5 6 6 6 6 6 6

%ekalipun ketiga tujuan diatas merupakan pendekatan ekonomis( P&', sebagai organisasi pro*esi dokter gigi di ,ndonesia harus mampu mnjadi pelindung dan penyaring agar seluruh pengembangan usaha tersebut tetap mengedepankan prinsip-prinsip etika dan moral yang menjadikan pelayanan kesehatan tetap bernuansa sosial. 7ntuk itu pelayanan kesehatan &P% ini harus mampu menanggulangi masalah-masalah kesehatan primer termasuk pelayanan keluarga beren$ana( dengan diantaranya9 !1 Memberikan pelayanan kesehatan primer se$ara menyeluruh bagi anggota keluarga. 21 Memberikan pelayananpen$egahan( pengobatan dan rujukan.
2

41 Memberikan pelayanan keluarga beren$ana dengan menyediakan pelayanan kontrasepsi yang ber2ariasi.

2.1.2

Target dan Has"$ %ang D" ara&!an Penetapan target pelayanan kesehatan menga$u pada kondisi obyekti*

masing-masing daerah dan kemampuan sumber daya klinik. .leh karena itu penetapan target -aktu pen$apaiannya tidaklah harus sama. Pada $ontoh uraian gambar 2 diatas( -aktu pen$apaiaan tujuan klinik merupakan target organisasi juga. Namun harus dipahami( target yang harus di$apai tidaklah selalu ber-ujud kuantitas( namun juga harus mengandung peningkatan kualitas dari -aktu--aktu. Target dan hasil yang diharapkan dari pelayanan &P% adalah sebagai berikut9 !1 Memasyarakatkan &P% dengan mendayagunakan seluruh sumber daya yang dimiliki dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang pro*essional. 21 Men$apai tingkat sur2i2al( dimana &P% berhasil menempatkan diri sebagai pilihan tempat pelayanan kesehatan pasien sesuai jenis pelayanan yang dibutuhkan. 41 Men$apai tingkat gro-th dalam kondisi persaingan usaha yang terbuka dan sehat( sehingga mampu mandiri dalam mengembangkan usaha pelayanan kesehatan. "1 Men$apai tara* pro*itability dalam jangka -aktu yang ditetapkan berdasarkan kondisi obyekti* dan kemampuan sumber daya masing-masing. yang dimiliki di daerah

2.2 Stud" Ke$a%a!an Merupakan penelitian tentang keberhasilan suatu in2estasi di bidang jasa &P%. &ari studi kelayakan tersebut dapat diramalkan man*aat yang mungkin diraih dan dampak yang mungkin ditimbulkannya 0Cost and Benefit Analysis). &alam bidang pelayanan kesehatan( studi kelayakan menyangkut dua aspek terpenting( meliputi9 a. Man*aat *inansial =aitu apakah &P% dipandang $ukup menguntungkan bila dibandingkan dengan resiko yang dihadapi. b. Man*aat sosial =aitu besarnya man*aat &P% bagi masyarakat yang menjadi sasaran utama dan masyarakat sekitarnya.

2.2.1

Tujuan Stud" Ke$a%a!an Tujuan studi kelayakan adalah mengidenti*ikasi kesempatan berusaha

se$ara luas dan mendalam pada bidang pelayanan kesehatan( sehingga menghindarkan keterlanjuran penanaman modal yang tidak e*isien yang se$ara ekonomis tidak menguntungkan. %tudi kelayakan dibagi dalam beberapa tahap9 !1 Mengidenti*ikasi kesempatan in2estasi yang menguntungkan dan dilakukan terhadap lingkungan &P% disuatu daerah dengan memperkirakan besarnya peluang usaha.

21 Merumuskan seberapa besar peluang in2estasi pendirian &P%( baik dalam jangka pendek( menengah( maupun panjang dengan menelaah berbagai kendala yang mungkin akan menghambat. 41 Melakukan penilaian dan analisis data dengan menelaah *aktor internal dan eksternal( khususnya terhadap aspek pasar dan pemasaran( teknis pelayanan( kemampuan keuangan( manajemen( hukum( dan kondisi sosial ekonomi masyarakat. "1 Menentukan ruang lingkup dan luas pelayanan &P% yang akan didirikan( dengan didasarkan kemampuan sumber daya yang dimiliki( keterbatasan dan kendala yang ada serta tujuan yang hendak di$apai. 51 Menyelenggarakan &P% dengan tetap berpegang pada besar anggaran yang tersedia( pola manajemen dan men$apai target kerja yang telah ditetapkan.

2.2.2

'an(aat Stud" Ke$a%a!an

!1 Pihak in2estor +ika hasil studi kelayakan yang telah di buat ternyata layak direalisasikan( pemenuhan kebutuhan akan pendanaan dapat mulai di$ari misalnya dengan men$ari in2estor atau pemilik modal yang mau turut serta menanamkan modalnya pada proyek yang akan dikerjakan itu. 21 Pihak kreditor Pendanaan proyek dapat juga di pinjam dari bank. Pihak bank( sebelum memutuskan untuk memberikan kredit( perlu mengkaji ulang studi kelayakan

bisnis yang telah dibuat( termasuk mempertimbangkan sisi-sisi lain( misalnya bona*iditas dan tersebianya agunan yang dimiliki perusahaan. 41 Pihak manajemen perusahaan. %tudi kelayakan bisnis dapat dibuat oleh pihak eksternal perusahaan maupun pihak internal perusahaan. Telepas dari siap yang membuat( pembuatan proposal ini merupakan upaya dalam merealissikan ide proyek yang ujungujungnya bermuara pada meningkatkan laba perusahaan. %ebagai pihak yang jadi proje$t leader( sudah tentu pihak manajemen perlu mempelajari studi kelayakan itu( misalnya dalam hal pendanaan( berapa yang dialokasikan dari modal sendiri( ren$ana pendaan dari in2estor dan kreditor. "1 Pihak pemerintah dan masyarakat Penyusunan studi kelayakan bisnis perlu memperhatikan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah karena bagaimanapun dapat se$ara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kebijakan perusahaan. 51 Bagi tujuan pembangunan ekonomi &alam menyusun studi kelayakan bisnis perlu juga dianalisis mam*aat yang akan didapat dan biaya yang akan ditimbulkan oleh prosek terhadap perekonmian nasional. /spek-aspek yang perlu dianalisi untuk mengetahui biaya dam mam*aat tersebut ditinjau antara lain dari aspek ren$ana pembangunan nasional( distribusi nilai tambah pada seluruh masyarakat( nilai in2estasi per-tenaga kerja( pengaruh sosial( serta analisi pemam*aatan dan beban sosial.

15

2.2.)

As&e!*As&e! Stud" Ke$a%a!an

2.2.4.! /spek Pasar dan Pemasaran Meliputi data tentang9 !. Tingkat kebutuhan 0permintaan1 masyarakat terhadap jasa pelayanan kesehatan baik se$ara total maupun diperin$i menurut letak geogra*is( jenis pelayanan( kelompok pasien( dan sebagainya. 2. Tingkat ketersediaan 0pena-aran1 jasa pelayanan &P% yang telah ada sejauh ini di daerah tersebut( pola pertumbuhan di masa lalu dan kemungkinan perkembangannya di masa datang. 4. Besar tari* yang diberlakukan untuk masing-masing jenis pelayanan kesehatan oleh penyelenggara jasa pelayanan yang berbeda( misal rumah sakit pemerintah atau s-asta( klinik atau &P% lain di daerah tersebut. ". %trategi pemasaran yang telah digunakan( apakah masih berpola tradisional atau telah menerapkan prinsip-prinsip pemasaran modern( misalnya

menggunakan metoda bauran pemasaran 0marketing mix1. 5. Pemetaan pangsa pasar yang dimiliki masing-masing &P% yang telah ada( segmen pasar mana yang masih mungkin dimasuki dan seberapa besar pangsa pasar yang mungkin diperoleh.

2.2.4.2 /spek >ingkungan 7saha

/spek lingkungan usaha lebih mengarah pada aspek persaingan dimana bisnis perusahaan berada. /kibatnya( *aktor-*aktor yang mempengaruhi kondisi

11

persaingan. Mi$hael E. Porter mengemukakan konsep 3ompetiti2e %trategy yang menganalisis persaingan bisnis berdasarkan 5 aspek utama yang disebut >ima )ekuatan Bersaing. .leh ?.E. @reeman sebagaimana dikutip oleh 8heelen merekomendasikan 5 aspek yang ke enam untuk melengkapinya( yaitu9 !. /n$aman masuk pendatang baru Masuknya perusahaan sebagai pendatang baru akan menimbulkan sejumlah implikasi bagi perusahaan yang sudah ada( misalnya kapasitas bertambah( terjadinya perebutan pangsa pasar serta perebutan sumber daya produksi yang terbatas. /da beberapa *aktor penghambat pendatang baru masuk ke dalam suatu industri( yang sering disebut dengan Hambatan Masuk( sebagai berikut9 !1 %kala ekonomi. /pabila pendatang baru berproduksi dengan skala ke$il( maka mereka akan dipaksa berproduksi pada biaya per unit yang tinggi padahal perusahaan yang ada tengah berupaya pada skala produksi yang terus diperbesar dan proses produksi yang terus menerus di e*esienkan sehingga harga per unit barang menjadi lebih rendah. 21 &i*erensiasi Produk. &i*erensiasi yang men$iptakan hambatan masuk memaksa pendatang baru untuk mengeluarkan biaya dan usaha yang besar untuk merebut para pelanggan yang loyal kepada perusahaan utama. 41 )e$ukupan modal. +enis usaha yang memerlukan modal besar merupakan hambatan yang besar bagi pemain baru( terutama pada jenis industri yang memerlukan biaya yang besar untuk riset dan pengembangan serta eksplorasi

12

"1 Biaya peralihan. Hambatan masuk akan ter$ipta dengan adanya biaya peralihan pemasok( yaitu biaya yang harus dikeluarkan pembeli bilamana berpindah dari produk pemasok tertentu ke produk pemasok lainnya. 51 /kses ke saluran distribusi. +alur distribusi sangat menentukan penyebaran produk. Perusahaan yang mempunyai jalur distribusi yang luas dan bekerja se$ara baik akan sangat menghambat masuknya produk baru ke dalam pasar. 61 )etidakunggulan biaya independen. )eunggulan biaya yang di punyai oleh perusahaan yang sudah ada sulit di tiru oleh pendatang baru. )eunggulan itu mungkin timbul dari teknologi yang telah dipatenkan perusahaan( konsesi bahan baku( atau subsidi pemerintah. <1 Peraturan pemerintah. Pemerintah biasanya menerbitkan sejumlah aturan yang mengatur bidang-bidang tertentu seperti yang selalu diterbitkan oleh pemerintah indonesia misalnya le-at &a*tar ,2estasi Negati* 0&,N1. 2. Persaingan sesama perusahaan dalam industri Persaingan dalam industri sangat mempengaruhi kebijakan dan kinerja perusahaan. Menurut Porter( tingkat persaingan dipengaruhi oleh beberapa *aktor( yaitu9 !1 +umlah kompetitor. +umlah kompetitor atau pesaing sudah tentu akan mempengaruhi tingkat persaingan. )ompetitor hendaknya dilihat dari beberapa sisi( seperti jumlah( ukuran( dan kekuatannya. 21 Tingkat pertumbuhan industri. Pertumbuhan industri yang besar biasanya menyediakan sejumlah peluang bagiperusahaan untuk tumbuh bersama

1.

industrinya. Pertumbuhan industri yang lambat sebaiknya tidak direspon dengan ekspansi pasar ke$uali perusahaan mampu mengambil pangsa pasar pesaing. )ondisi ini dapat menimbulkan trend penurunan harga atau terjadinya perang harga. 41 )arakteristik produk. Produk hendaknya tidak hanya sekedar menyediakan kebutuhan dasar akan tetapi hendaknya memiliki suatu perbedaan 0di**erentiation1 atau nilai tambah. "1 Biaya tetap yang besar. Pada jenis industri yang mempunyai total biaya tetap yang besar( perusahaan hendaknya beroperasi pada skala ekonomi yang tinggi. 51 )apasitas. )apasitas selalu berkorelasi dengan biaya produksi per unit. Produksi pada kapasitas yang tinggi diperlukan untuk menjaga e*isiensi biaya per unit. 61 Hambatan keluar. Hambatan keluar memaksa perusahaan untuk tidak keluar dari industrihambatan ini dapat berupa aset-aset khusus ataupun kesetiaan manajemen pada bisnis tersebut. 4. /n$aman dari produk pengganti Perusahaan-perusahaan yang berada dalam suatu industri bersaing pula dengan produk pengganti. 8alaupun karakteristiknya berbeda( barang substitusi dapat memberikan *ungsi atau jasa yang sama. /n$aman produk substitusi adalah kuat bilamana konsumen dihadapkan pada sediktinya s-it$hing $ost dan jika produk substitusi itu mempunyai harga yang lebih

14

murah atau kualitasnya sama( bahkan lebih tinggi daripada produk-produk suatu industri. ". )ekuatan ta-ar mena-ar pembeli 0Buyers1 Pembeli mampu mempengaruhi perusahaan untuk memotong harga( meningkatkan mutu dan pelayanan serta mengadu perusahaan dengan kompetitor melalui kekuatan yang mereka miliki. Beberapa kondisi yang mungkin di hadapi perusahaan antara lain9 !1 Pembeli membeli dalam jumlah yang besar. 21 Pembeli mampu memproduksi produk yang diperlukan. 41 %i*at produk tidak terdi*erensiasi dan banyak pemasok. "1 %-it$hing $ost pemasok adalah ke$il. 51 Produk yang mempunyai perusahaan mempunyai andil presentase yang besar bagi biaya produksi pembeli( sehingga pembeli akan mena-arkan insenti* kepada pega-ainya yang mampu menyediakan produk yang sama dengan harga yang lebih murah 61 Pembeli mempunyai tingkat pro*itabilitas yang rendah sehingga sensiti* terhadap harga dan di*erensiasi ser2is. <1 Produk perusahaan tidak terlalu penting bagi pembeli( sehingga pembeli dengan mudah men$ari substitusinya 5. )ekuatan ta-ar mena-ar pemasok 0suppliers1 Pemasok dapat mempengaruhi industri le-at kemampuan mereka menaikan harga atau mengurangi kualitas produk atau ser2is. Pemasok akan kuat apabila beberapa kondisi berikut terpenuhi seperti sebagai berikut9

15

!1 +umlah pemasok sedikit. 21 ProdukApelayanan yang ada adalah unik dan mampu men$iptakan switching cost yang besar. 41 Tidak tersedia produk substitusi. "1 Pemasok mampu melakukan integrasi ke depan dan mengolah produk yang dihasilkan menjadi produk yang sama yang dihasilkan perusahaan. 51 Perusahaan hanya membeli dalam jumlah yang ke$il dari pemasok. 6. Pengaruh kekuatan stakeholder lainnya. )ekuatan ke enam yang ditambahkan leh @reeman yang dikutip 8heelen adalah berupa kekuatan dari luar perusahaan yang mempunyai pengaruh dan kepentingan se$ara langsung kepada perusahaan. %takeholder yang pemasok( dimaksud antara lain adalah pemerintah( serikat pekerja( lingkungan masyarakat( kreditor( pemasok( asosiasi dagang( kelompok yang mempunyai kepentingan lain( dan pemegang saham. Pengaruh dari masing-masing stakeholder adalah ber2ariasi diantara yang satu dengan yang lain.

2.2.4.4 /spek >ingkungan Hidup

&alam

suatu

perusahaan

diperlukan

suatu

penelitian-

penelitianApembelajaran mengenai kelayakan usaha karena hal ini menyangkut kelangsungan perusahaan itu sendiri( apakah dapat bertahan atau tidak. /da berbagai aspek yang dikaji dalam studi kelayakan bisnis salah satunya adalah

12

aspek lingkungan hidup. /spek lingkungan hidup berkaitan erat dengan lingkungan sekitar perusahaan itu sendiri yakni menga$u pada analisis /M&/> 0analisis mengenai dampak lingkungan1. /nalisis &ampak >ingkungan sudah dikembangkan oleh beberapa negara maju sejak tahun !;< dengan nama En2ironmental impa$t analysis atau

en2ironmental impa$t /ssesment yang keduanya disingkat E,/. /M&/> diperlukan untuk melakukan suatu studi kelayakan dengan dua alasan pokok( yaitu9 !. )arena undang-undang dan peraturan pemerintah menghendaki demikian. +a-aban ini $ukup e*ekti* untuk memaksa para pemilik proyek yang kurang memperhatikan kualitas lingkungan dan hanya memikirkan keuntungan proyeknya sebesar mungkin tanpa menghilangkan dampak samping yang timbul. 2. /M&/> harus dilakukan agar kualitas lingkungan tidak rusak dengan beroperasinya proyek-proyek poroduksi. Manusia dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan melakukan akti2itas yang makin lama makin mengubah lingkuangannya. Pada a-alnya perubahan lingkungan itu belum menjadi masalah(tapi seteleh perubahan itu menjadi di luar ambang batas( maka manusia tidak dapat mentolerir lagi perubaahan yang merugikan itu.

2.2.4.4.! )egunaan /M&/>

1)

&engan adanya kegiatan in2estasi atau usaha( maka komponen lingkungan hidup se$ara otomatis akan berubahdengsan menimbulkan berbagai dampak terutama dampak negati* yang sangat tidak diinginkan. /M&/> bukan suatu proses yang berdiri sendiri melainkan bagian dari proses /M&/> yang lebih besar dan penting( mnyeluruh dan utuh dari perusahaan dan lingkungannya dengan menggunakan dokumen yang benar. Beberapa peranan /M&/> bagi perusahaan yaitu9 !. Peranan /M&/> dalam pengelolaan lingkungan. /kti2itas pengelolaan lingkungan baru dapat dilakukan apabila ren$ana pengelolaan lingkungan telah disusun berdasarkan perkiraan dampak lingkungan yang akan timbul akibat dari peroyek ataupun prusahaan yang kita bangun 2. Peran /M&/> dalam peroyekAperusahaan. /M&/> merupakan salah satu studi kelayakan lingkungan yang diisyaratkan untuk mendapatkan peri:inan selain aspek-aspek studi kelayakan yang lain seperti aspek teknis dan ekonomis.%eharusnya /M&/> dilakukan bersama-sama (di mana masingmasing aspek dapat memberikan masukan untuk aspek-aspek lainnya

sehingga penilaian yang optimal terhadap proyek dapat diperoleh.)enyataan yang biasa terjadi adalah bah-a hasil studi kelayakan untuk aspek lingkungan tidak dapat menghasilkan kesesuaian didalam studi kelayakan untuk aspek lainnya.Bagian dari /mdal yang dapat diharapkan oleh aspek teknis dan ekonomis biasanya adalah sejauh mana keadaan lingkungan dapat menunjang per-ujudan proyek(terutama sumber daya yang diperlukan proyek tersebut seperti air(energi(manusia(dan an$aman alam sekitar.

1*

4. /M&/> sebagai dokumen penting. >aporan /M&/> merupakan dokumen penting sumber in*ormasi yang detail mengenai keadaan lingkungan pada -aktu penelitian proyek dan gambaran keadaan lingkungan di masa setelah proyek dibangun.&okumen ini juga penting untuk e2aluasi(untuk membangun proyek yang lokasinya berdekatan dan dapat digunakan sebagai alat legalitas.

2.2.4.2 Peraturan &an Perundang-7ndangan

>angkah a-al tim /M&/> dalam melakukan studi adalah memahami peraturan dan perundangan yang berlaku mengenai lingkungan hidup di lokasi tempat studi /M&/> dilakukan. Peraturan-peraturan yang bersi*at internasional penting diperhatikan terutama oleh mereka yang melakukan studi /M&/> yang dampak proyeknya akan melampaui daerah yang digunakan se$ara internasional( seperti misalnya proyek yang limbahnya akan dibuang ke laut atau limbah yang dapat ditiup angin sampai jatuh ke negara lain( seperti misalnya hujan asam. Peraturan-peraturan yang berlaku se$ara internasional mengenai /M&/> dapat berupa deklarasi( perjanjian-perjanjian bilateral maupun multilateral. %ebagai $ontoh adalah deklarasi %to$kholm yang disebut Declarationof the United ations Conference on the !uman "nvironment yang oleh semua negara anggota PBB tahun !;<2. Berlaku di &alam Negeri.&i indonesia( peraturan dan perundang-undangan dapat dijumpai pada tingkat nasipnal( sektoral maupun regionalAdaerah. Peraturan Pemerintah ?, nomor 5! tahun !;;4 tentang /nalisis mengenai &ampak lingkungan merupakan peraturan baru pengganti dari

1-

Peraturan Pemerintah ?, nomor 26 tahun !;B6. Peraturan pemerintah ini ditindak lanjuti oleh %) Menteri Negara >ingkungan Hidup Nomor ! - !5 tahun !;;". ,si dari peraturan pemerintah ini penulis sajikan ulang untuk hal- hal yang dianggap paling penting dari sisi bisnis.

2.2.4.2.!

)omponen /M&/>

=ang dimaksud dengan /M&/> adalah suatu hasil studi mengenai dampak suatu kegiatan yang diren$anakan dan diperkirakan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan hidup. /nalisis ini meliputi keseluruhan kegiatan pembuatan 5 0lima1 dokumen yang terdiri dari P,> 0penyajian in*ormasi lingkungan1( )/ 0kerangka a$uan1( /N&/> 0analisis dampak lingkungan 1( ?P> 0ren$ana pemantauan lingkungan1( dan ?)> 0ren$ana pengelolaan lingkungan1. /N&/> 0analisis dampak lingkungan1 adalah telaahan se$ara $ermat dan mendalam tentang dampak penting suatu kegiatan yang diren$anakan. /rti dampak penting di sini adalah perubahan lingkungan yang amat mendasar yang di akibatkan oleh suatu kegiatan. =ang perlu digaris ba-ahi dari pengertian diatas adalah tidak semua ren$ana kegiatan harus dilengkapi dengan /N&/> karena ia hanya diterapkan pada kegiatan yang diperkirakan akan mempunyai dampak terhadap lingkungan hidup.

2.2.4.2.2

,si >aporan /M&/>

25

Pada bagian ini akan diberikan kerangka tertulis tiga ma$am dokumen /M&/> yaitu dokunen /M&/>( ?P> dan ?)>. !. &okumen ?en$ana )elola >ingkungan 0?)>1 >ingkup ?en$ana Pengelolaan >ingkungan 0?)>1 merupakan dokumen yang memuat upaya-upaya men$egah( mengendalikan( dan menanggulangi dampak penting lingkungan yang bersi*at negati* dan meningkatkan dampak positi* sebagai akibat dari suatu ren$ana usaha atau kegiatan. &alam pengertian tersebut upaya pengelolaan lingkungan menb$akup empat kelompok akti2itas yaitu9 !1 Pengelolaan lingkungan yang bertujuan untuk menghindari atau men$egah dampak negati* lingkungan melalui pemilihan atas alternati*( tata letak 0tata ruang mikro1 lokasi( dan ran$ang bangun proyek. 21 Pengelolaan lingkungan yang bertujuan menanggulangi( meminimalisasi( atau mengendalikan dampak negati* baik yang timbul di saat usaha atau kegiatan beroperasi( maupun hingga saat usaha atau kegiatan berakhir misalnya rehabilitasi lokasi proyek. 41 Pengelolaan lingkungan yang bersi*at meningkatkan dampak positi* sehingga dampak tersebut dapat memberikan man*aat yang lebih besar baik kepada pemprakarsa maupun pihak lain terutama masyarakat yang turut menikmati dampak positi* tersebut. "1 >ingkungan yang bersi*at memberikan pertimbangan ekonomi lingkungan sebagai dasar untuk memberikan kompensasi atas sumberdaya tidak dapat

21

pulih( hilang atau rusak 0baik dalam arti sosial ekonomi dan atau ekologis1 sebagai akibat usaha atau kegiatan. >atar belakang pengelolaan lingkungan adalah9 !1 Pernyataan tentang latar belakang perlunya dilaksanakan ren$ana pengelolaan lingkungan baik ditinjau dari kepentingan pemprakarsa( pihak-pihak yang berkepentingan( maupun untuk kepentingan yang lebih luas dalam rangka menunjang program pembangunan. 21 7raian se$ara sistematis( singkat( dan jelas tentang tujuan pengelolaan lingkungan yang akan dilaksanakan pemprakarsa sehubungan dengan ren$ana usaha atau kegiatan. 41 7raian tentang man*aat pelaksanaan pengelolaan lingkungan baik bagi pemprakarsa usaha atau kegiatan( pihak Cpihak yang berkepentingan( maupun bagi masyarakat luas. "1 7raikan se$ara singkat -ilayah( kelompok masyarakat( atau ekosistem di sekitar ren$ana usaha atau kegiatan yang sensiti* terhadap perubahan akibat adanya ren$ana usaha atau kegiatan tersebut. 51 )emukakan se$ara jelas dalam peta se$ara jelas dengan skala yang memada 0peta administrati*( peta lokasi( peta topogra*i( dan lain-lain1 yang men$akup in*ormasi tentang yaitu9 0!1 >etak geogra*is ren$ana usaha dan kegiatan. 021 /liran sungai( ra-a( danau. 041 +aringan jalan dan pemukiman penduduk. 0"1 Batas administrati* pemerintah daerah.

22

051 8ilayah( kolompok masyarakat( atau ekosistem disekitar ren$ana usaha atau kegiatan yang sensiti* terhadap perubahan. 2. ?en$ana Pengelolaan >ingkungan Mengingat dokunen /M&/> merupakan bagian dari studi kelayakan( maka dokumen ?)> hanya akan bersi*at memberikan pokok-pokok arahan( prinsipprinsip( atau persyaratan untuk pen$egahanApenanggulanganA pengendalian dampak. Hal ini tidak lain disebabkan karena sebagai berikut9 !1 Pada tara* studi kelayakan( in*ormasi ren$ana usaha atau kegiatan 0proyek1 masih relati* umum( bellum memiliki spesi*ikasi tehnik yang rin$i( dan masih memiliki beberapa alternati* ini tak lain karena taha* ini memang dimaksudkan untuk mengkaji sejauh mana proyek dipandang poatut atau layakuntuk dilaksanakan ditinjau dari segi teknis dan ekonomisD sebelum in2estasi( tenaga( dan -aktu terlanjur di$urahkan lebih banyak. 21 Pokok-pokok arahan( prinsip-prinsip( dan persyaratan pengelolaan lingkungan yang tertuang dalam dokumen ?)> selanjutnya akan diintegrasikan atau menhadi dasar pertimbangan bagi konsultan rekayasa dalam menyusun ran$angan rin$i rekayasa. ?en$ana pengelolaan lingkungan dapat berupa pen$egahan dan

penanggulangan dampak negati*( serta peningkatan dampak positi* yang bersi*at strategis. ?en$ana pengelolaan lingkungan harus diuraikan se$ara jelas( sistematis serta mengandung $iri-$iri pokok sebagai berikut9 !1 ?en$ana pengelolaan lingkungan memuat pokok-pokok arahan( prinsipprinsip( pedoman( atau persyaratan untuk men$egah( menanggulangi(

2.

mengendalikan atau meningkatkan dampak penting baik negati* maupun positi* yang bersi*at strategis( dan bila dipandang perlu( lengkapi pula dengan a$uan literatur tentang ran$ang bangun penanggulangan dampak dimaksud. 21 ?en$ana pengelolaan lingkungan dimaksud perlu dirumuskan sedemikian rupa sehingga dapat dijadikan bahan pertimbanagan untuk pembuatan ran$angan rin$i rekayasa( dan dasar pelaksanaan kegiatan pengeloalaan lingkungan. 41 ?en$ana pengelolaan lingkungan men$akup pula upaya peningkatan kemampuan dan pengetahuan karya-an pemprakarsa kegiatan dsalam pengelolaan lingkungan hidup melalui kursus-kursus dan pelatihan. "1 ?en$ana pengelolaan lingkungan juga men$akup pembentukan unit organisasi yang bertanggung ja-ab dibidang lingkungan untuk

melaksanakan ?)>. Terdapat dampak penting dan sumber-sumber dampak penting yaitu9 !1 7raikan se$ara singkat dan jelas komponen atau parameter lingkungan yang diprakirakan mengalami perubahan mendasar.

21 7raikan se$ara singkat sumber penyebab timbulnya dampak penting. /pabila dampak penting timbul sebagai akibat langsung dari ren$ana usaha atau kegiatan( maka uraikan se$ara singkat jenis usaha atau kegiatan yang merupakan penyebab atau timbulnya dampak penting. +elaskan tolok ukur dampak yang akan digunakan untuk mengukur komponen lingkungan yang akan terkena dampak akibat ren$ana usaha atau kegiatan

24

berdsasarkan baku mutu standar 0ditetapkan oleh peraturan perundangundangan1D keputusan para ahli yang dapat diterima se$ara ilmiah( la:im digunakan( dan atau lebih ditetapkan oleh instansi yang bersangkutan. Tujuan ren$ana pengelolaan >ingkungan adalah sebagai misal( dampak yang se$ara strategis harus dikelola untuk suatu ren$ana industri pulp 0bubur kertas1 dan kertas adalah kualitas air limbah (maka tujuan upaya pengelolaan lingkungan se$ara spesi*ik adalah #Mengendalikan mutu limbah $air yang dibuang ke sungai 6y:( khususnya parameter B.&5( 3.&E Padatan Tersuspensi total( dan PHD agar tidak melampaui baku mutu limbah $air sebagaimana yang ditetapkan pemerintah( tentang Baku Mutu >imbah 3air bagi kegiatan yang sudah BeroperasiF. 7paya pengelolaan lingkungan yang di utarakan juga men$akup upaya pengoperasian unit atau sarana pengendalian dampak 0misal unit pengelolaan limbah1(bila unit atau sarana yang dimaksud dinyatakan sebagai akti2itas dari ren$ana usaha atau kegiatan. 7tarakan ren$ana lokasi kegiatan pengelolaan lingkungan dengan

memperhatikan si*at dampak penting yang dikelola. %edapat mungkin lengkap pula dengan petaAsketsaAgambar. Pengelolaan lingkungan dilaksanakan dengan memperhatikan si*at dampak penting yang dikelola 0lama berlangsung si*at kumulati*( dan berbalik tidaknya dampak1(serta kemampuan pemprakarsa 0tenaga( dana1. Pembiayaan untuk melaksanakan ?)> merupakan tuygas dan tanggung ja-ab dari pemprakarsa ren$ana usaha atau kegiatan yang bersangkutan. Pembiayaan tersebut men$akup yaitu9

25

!1 Biaya in2estasi misalnya pembelian peralatan pengelolaan lingkungan serta biaya untuk kegiatan teknis lainnya. 21 Biaya personal dan biaya operasional. 41 Biaya pendidikan serta latihan keterampilan operasional. Terdapat institusi pengelolaan lingkungan yaitu9 !1 Peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan oleh Menteri Negara >ingkungan Hidup. 21 Peraturan perundangan-undangan yang dikeluarkan oleh Badan

Pengendalian &ampak >ingkungan. 41 Peraturan perundangan-undangan yang dikeluarkan oleh sektor terkait. "1 )eputusan 'ubernur( BupatiA8alikota. 51 Peraturan-peraturan lain yang berkaitan dengan pembentukan institusi pengelolaan lingkungan.

2.2.4.4 /spek )euangan

/spek keuangan 0*inansial1( meliputi data tentang yaitu9 !. &ana yang diperlukan untuk in2estasi( baik dana untuk kebutuhan penyediaan prasarana dan sarana kerja( maupun dana untuk operasional kerja. 2. %umber-sumber pembelanjaan yang akan digunakan( seberapa banyak modal sendiri dan berapa banyak yang merupakan pinjaman baik yang berjangka panjang maupun jangka pendek.

22

4. Perkiraan tingkat penghasilan( biaya yang digunakan dan kondisi laba 0rugi1 pada berbagai tingkat operasi per-satuan -aktu tertentu. Target ketiga aspek ini harus ditetapkan( sehingga dapat diestimasi -aktu di$apainya posisi titik impas 0break event point) &P%.

2.2.4." /spek Hukum /spek hukum( meliputi data tentang yaitu9 !. +aminan-jaminan yang bisa disediakan( jika menggunakan sumber dana ynag merupakan pinjaman. 2. Berbagai akte( serti*ikat( ijin yang diperlukan( surat kontrak kerjasama dan sebagainya.

2.2.+

'et#de Ana$"s"s Data

!1 /nalisis /spek Pasar dan Pemasaran( yang paling mendekati kenyataan pasar adalah melakukan sur2ei khusus untuk bisa memperoleh in*ormasi tentang9 a. Perilaku konsumsi masyarakat 0pasien1 terhadap ma$am pelayanan kesehatan yang tersedia saat ini. b. Pengetahuan pasien terhadap jasa pelayanan kesehatan. $. )einginan dan ren$ana pasien dalam memenuhi kebutuhan jasa pelayanan kesehatan. d. Moti* pasien dalam menggunakan jasa pelayanan kesehatan.

2)

e. )epuasan pasien terhadap jasa pelayanan kesehatan di suatu daerah hingga saat ini. *. )ebutuhan jasa pelayanan kesehatan yang belum terpenuhi. g. %ikap pasien terhadap berbagai jasa pelayanan kesehatan. h. )arakteristik sosial ekonomi masyarakat di daerah tersebut( umumnya meliputi *aktor umur( tingkat penghasilan( pekerjaan( tempat tinggal dan sebagainya.

21 /nalisis /spek Teknis dan Pelayanan( dilakukan dengan menggunakan alat analisis berikut9 a. /nalisis perilaku biaya( yaitu untuk mengidenti*ikasi unsur-unsur dan *ungsi biaya b. /nalisis perbandingan biaya untuk memilih alternati* bentuk pelayanan yang paling e*ekti* dan e*isien. $. Metode skoring untuk menentukan pilihan lokasi dengan analisis perbandingan biaya d. Metode transportasi untuk menentukan biaya pen$apaian lokasi &P% dari tempat tinggal masyarakat. 41 /nalisisi aspek keuangan ( dilakuakn dengan mempergunakan beberapa alat analisis berikut 9 a. Metode penilaian in2estasi( dengan melihat kebutuhan dana( bauik modal kerja maupun akti2a tetap dan memperhitungkan darimana 0sumber dana 1 diperoleh.

2*

b. Metode pemilihan sumber dana( dengan melihat struktur modal dan biaya keseluruhan &P% ( yang juga digunakan untuk analisis rentabilitas modal sendiri dan pertimbangan aspek likuiditas. $. /nalisis break e2ent point yaitu untuk menghitung titik impas usaha( dengan memperhitungkan unsur ketidakpastian usaha dan penilaian pro*itabilitas in2estasi. d. Proyeksi aliran anggaran kas untuk memperkirakan kemapuan memenuhi ke-ajiban *inansial.

2.2.,

Su-.er Data &ari peren$anaan analisis yang disusun ( ditentukan data yang diperlukan

dan diperkirakan dari mna bisa diperoleh( apakah dalam bentuk data skunder ataupun data primer. &ata skunder umumnya berupa bukti( $atatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip 0data dokumenter1 yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan biasanya.berasal dari instansi-instansi pemerintah( yang antara lain berbentuk 9 !1 Publikasi biro pusat statistik 0BP%1 atau kantor statistik daerah( antara lain statistik kependudukan( *asilitas kesehatan(distribusi dan rasio dokter( indikator ekonomi( indikator kesehatan dan lingkungan dan sebagainya. 21 Publikasi yang dikeluarkan oleh asosiaGi industri( perdagangan( kesehatan dan badan-badan lainnya.

2-

41 Publikasi yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga yang bekerja sebagai lembaga penelitian. Pada umunya publikasi mengenai daerah-daerah di indonesia masih jarang. %ehingga lebih baik bila melakukan pengumpulan data sendiri. &ata akan mendekati kondisi sebenarnya bila dilakuakan sur2ei lapangan dengan menggunakan metode -a-an$ara se$ara terstruktur dengan masyarakat yang akan menjadi pasien ataupun -a-an$ara mendalam dengan tokoh-tokoh kun$i yang memilki pengaruh $ukup kut dalam masyarakat. &ata primer merupakan sumber data yang diperoleh langsung dari sumber asli 0tidak melalui media perantara1. &ata primer dapat berupa opini subjek 0orang1 se$ara indi2idual atau kelompok( hasil obser2asi terhadap suatu benda 0*isik1( kejadian atau kegiatan( dan hasil pengujian. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data primer yaitu 9 0!1 metode sur2ei dan 021 metode obser2asi !1 Metode %ur2ei 0%ur2ey Methods1 Metode sur2ei merupakan metode pengumpulan data primer yang menggunakan pertanyaan lisan dan tertulis.. Metode ini memerlukan adanya kontak atau hubungan antara peneliti dengan subjek 0responden1 penelitian untuk memperoleh data yang diperlukan. &ata yang diperoleh sebagian besar merupakan data deskripti*( akan tatapi pengumpulan data dapat diran$ang untuk menjelesakan sebab akibat atau mengungkapkan ide-ide. 7mumnya digunakan untuk mengumpulkan data yang sama dari banyak subjek. Teknik yang digunakan adalah 0!1 -a-an$ara( dan 021 kuesioner.

.5

28 Metode /.ser0as" 1/.ser0at"#n 'et #ds2

Metode obser2asi adalah peroses pen$atatan pola perilaku subyek 0orang1( objek 0benda1 atau kejadian yang sistematik tanpa adanya pertanyaan atau komunikasi dengan indi2idu-indi2idu yang diteliti. )elebihan metode ini dibandingkan metode sur2ei adalah data yang dikumpulkan umumnya tidak terdistorsi( lebih akurat dan bebas dari response bias. Metode ini menghasilkan data yang lebih rin$i mengenai perilaku 0subjek1( benda atau kejadian 0objek1. 2.2.3 Has"$ %ang D" ara&!an dar" Stud" Ke$a%a!an

Hasil yang &iharapkan dari %tudi )elayakan &iperolehnya data mengenai9 !1 ?uang lingkup kerja &P%( meliputi seberapa luas pelayanan yang akan diberikan 0misal9 hanya memberikan pelayanan kesehatan umum atau spesialis1 21 3ara-$ara kegiatan &P% dilakukan( meliputi siapa yang akan mengelola &P% tersebut( apakah dikelola sendiri( bekerja sama atau diserahkan pada pihak lain. 41 E2aluasi terhadap *aktor-*aktor yang menentukan keberhasilan &P%( baik *aktor internal maupun eksternal( sehingga dapat diketahui seberapa besar peluang yang dimiliki untuk mengembangkan usaha tersebut.

.1

"1 %arana dan prasarana yang diperlukan oleh &P%( meliputi kebutuhan *asilitas pendukung seperti lokasi yang baik( ruang praktek( jalan penghubung( dan peralatan medis. 51 %tandar pelayanan kesehatan &P% dan besar biaya yang harus ditanggung pasien untuk memperoleh pelayanan tersebut. 61 >angkah-langkah untuk menyelenggarakan &P%( jad-al kegiatan( dan besar in2estasi yang diperlukan hingga &P% siap beroperasi.

2.) 2.).1 2.4.4

Ana$"s"s L"ng!ungan Usa a Ana$"s"s L"ng!ungan Usa a E!sterna$ Man*aat /nalisis lingkungan eksternal berguna untuk melihat sejauh mana

kekuatan dokter gigi praktik untuk bertahan( bertumbuh( dan memperoleh keuntungan di tengah persaingan jasa pelayanan kesehatan. )ekuatan-kekuatan tersebut meliputi kekuatan makro dan mikro.

2.4."

)ondisi demogra*i( perkembangan ekonomi dan teknologi )ekuatan-kekuatan mikro yang dianalisa meliputi kondisi demogra*i(

perkembangan ekonomi dan teknologi( stabilitas politik( kepastian hukum( dan pengaruh perubahan sosial budaya yang dapat mempengaruhi usaha. %elain kekuatan makro( dalam analisis lingkungan eksternal dimasukkan pula pengamatan terhadap perilaku pelaku-pelaku di lingkungan mikro( termasuk

.2

dalam kelompok ini adalah para pasien( usaha pesaing( saluran pelayanan dan penyediaan kebutuhan obat-obatan( bahan baku dan suku $adang. ,n*ormasi eksternal umumnya meliputi 9 a. )arakteristik pasar dan kelompok pasar sasaran( men$akup perilaku konsumsi masyarakat terhadap jasa pelayanan kesehatan( tingkat kemudahan memasuki pasar( dan kemampuan pasar melakukan penyesuaian terhadap perubahan keadaan. b. %egmen pasar mana yang dianggap paling potensial dan sesuai dengan misi( tujuan( dan target dokter gigi praktik tersebut dan seberapa besar kemampuan pasar. $. &okter praktik s-asta lain yang menjadi pesaing9 men$akup berapa banyaknya pesaing( bagaimana kemampuan sumber daya yang dimilikinya( dan bagaimana strategi pemasaran yang telah dilakukan. d. )ebijakan pemerintah tentang jasa pelayanan kesehatan( misalnya apakah memberlakukan peraturan se$ara ketat( menetapkan standar pelayanan dan tari*. e. Perkembangan teknologi dalam bidang kedokteran dan pelayanan kesehatan( sejauh mana masyarakat memerlukannya serta apakah kemajuan tersebut dianggap mendesak untuk digunakan. *. Pergeseran kependudukan yang mungkin terjadi( misalnya sejauh mana tingkat migrasi mempengaruhi tingkat pertumbuhan penduduk yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

..

g. )ondisi perekonomian daerah( regional( nasional baik se$ara makro maupun mikro( sehingga dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. h. )emudahan untuk memperoleh obat( bahan baku obat-obatan dan suku $adang yang dibutuhkan untuk menjaga kredibilitas dan daya saing dokter praktik tersebut. i. Hambatan lain yang mungkin mengan$am usaha tersebut( misal tingkat pen$emaranA polusi di lokasi sekitar tempat praktik.

2.).2

Ana$"s"s L"ng!ungan Interna$ /nalisis lingkungan internal pada dasarnya adalah penggambaran pro*il

usaha &P% tersebut. Pada analisis ini dijabarkan tentang kuantitas dan kualitas dari sumber daya yang dimiliki &P%. @aktor ,nternal dibagi menjadi dua( yaitu kemampuan manajemen *ungsional yang meliputi lokasi( usaha( strategi pemasaran( kemampuan permodalan 0keuangan1( manajemen operasional( kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia( dan pengembangan sistem in*ormasi. /nalisis lingkungan internal digunakan untuk mengidenti*ikasikan kemampuan &P% untuk mengembangkan diri di masa depan( setelah melihat tingkat pertumbuhan yang telah di$apainya. &engan menghubungkan masingmasing 2ariabel tersebut( akan dengan mudah menetapkan kekuatan dan kelemahan internal &P%( sehingga dapat disusun prioritas dan penjadualan

.4

ren$ana pengembangan atau sebaliknya pembenahan manajemen &P%. ,n*ormasi internal &P% pada umumnya meliputi pemetaan tentang yaitu9 !. >okasi &P% apakah masih dianggap menjadi kekuatan( karena nyaman( dilalui kendaraan umum( dan prasarana jalnnya masih tera-at atau justru menjadi titik lemah karena telah berubah menjadi ka-asan yang poluti* dan bising. 2. %trategi pemasaran &P% yang telah dijalankan apakah mampu men$apai target dan sasaran yang diinginkan( dan apakah diperlukan suatu terobosan baru. 4. )emampuan permodalan yang menggambarkan apakah &P% berada pada tingkat survival( growth( atau profitability# ". Tingkat laba &P% apakah baru men$apai tara* memenuhi ke-ajiban terhadap penyandang dana atau telah $ukup digunakan untuk di2ersi*ikasi pelayanan yang baru. 5. )emampuan operasional &P% apakah telah mampu memberikan kepuasan kepada masyarakat( sehingga pasien menjadikan sebagai &P% pilihan untuk pelayanan kesehatan atau baru menjadi salah satu alternati* saja. 6. )ebijakan usaha yang ditetapkan mampu menja-ab perubahan situasi eksternal( sehingga menempatkannya dalam kondisi yang selalu mampu bertahan dan bertumbuh di tengah iklim persaingan yang sehat dan terbuka.

.5

2.).)

Ana$"s"s S4/T Hasil uraian lingkungan eksternal dan internal diatas( akan digunakan

sebagai analisis lingkungan dengan metode analisis %8.T. /nalisis %8.T tidak hanya digunakan pada a-al usaha &P%( namun se$ara berkala dan berkesinambungan dilakukan untuk memetakan kondisi &P% tersebut setiap kurun -aktu tertentu. .leh karenanya dalam 'ambar !( apabila seluruh tahap telah dilakukan maka pada tahap terakhir( yaitu tahap pemberian umpan balik dan pengendalian juga dilakukan dengan menggunakan analisis %8.T. &engan tersedianya in*ormasi lingkungan eksternal dan internal( maka dapat diketahui9 a. /pa kekuatan (Strength) &P% yang mendukung usaha men$apai sasaran b. /pa kelemahan (Weakness) &P% yang membatasi usaha men$apai sasaran $. /pa peluang (Opportunity) &P% untuk mengembangkan usaha men$apai sasaran d. /pa an$aman (Threat) &P% yang membahayakan usaha men$apai sasaran &P% akan mampu survive jika kekuatan &P% melebihi kelemahan( oleh karena itu strategi yang dikembangkan harus mampu meman*aatkan peluang usaha yang ada dan menghilangkan an$aman usaha yang ada disekitarnya. )ekuatan akan men$iptakan peluang( sebaliknya kelemahan akan men$iptakan an$aman. Penguraian kekuatan dan kelemahan harus didasarkan kondisi obyekti*( sehingga konteksnya adalah yang terjadi sekarang. %edangkan peluang dan an$aman lebih bersi*at kondisi masa depan berdasar prediksi yang dilakukan pada saat pengamatan dilakukan.

.2

+adi ter$apai tidaknya tujuan &P% tergantung dari lingkungan makro dan mikro serta manajemen budaya organisasi &P% tersebut. Empat hal pokok tersebut dapat diuraikan dalam masing-masing unsurnya( untuk kemudian dijadikan a$uan melakukan penjabaran dan $ontoh %8.T seperti pada Tabel 2 berikut. %etelah dilakukan penjabaran kondisi eksternal dan internal apakah hal tersebut merupakan kekuatan atau kelemahan &P%( serta pengaruhnya untuk menjadi peluang atau an$aman &P%( kemudian dilakukan analisis %8.T dengan menempatkan hasil yang telah dijabarkan dalam Tabel ! ke dalam bentuk &iagram /nalisis %8.T sebagaimana terlihat dalam 'ambar 4 diba-ah. Tabel. /nalisis %8.T )linik &P% #HF ,ndikasi >ingkungan %trength 0)ekuatan1 8eakness 0)elemahan1 .pportunities 0Peluang1 Threats 0/n$aman1

Fa!t#r E!sterna$ !. >ingkungan / 7saha )ondisi Pasien / +umlah Pesaing / )ualitas Pelayanan Pasien )elas /tas +umlah sedikit &i2ersi2ikasi 7saha Pemimpin tari* relati* Menjadi standar Penurunan >aba Mengurangi pasien Pasien jadi enggan

)uat dalam Pesaing persaingan Pelayanan Pro*esional banyak Tari* tinggi

.)

2. >ingkungan / Makro )ondisi Ekonomi / Perkembang an Teknologi / %tabilitas Politik %tabilitah terkendali %tabilitah terkendali )onsulidasi in2estasi Pertumbuha n tinggi Teknologi mutahir Teknologi mutahir ,n*lasi tinggi &i2ersi*ikasi usaha Mun$ul pasien baru ,n2entaris mahal +umlah pasien rendah )etidak puasan masa / Pergeseran Penduduk Pertumbuha n $epat Pertumbuhan $epat 3alon pasien Menurunka potensial n $itra

Fa!t#r Interna$ !. Manajemen / @ungsional >okasi 7saha >okasi strategis )enyamanan kurang Mudah dijangkau Pasien meninggalk an / Pemasaran Promosi agresi* )urang e*ekti* Membuat $itra positi* Tidak sampai sasaran / )euangan Permodalan kuat / .perasional Pelayanan e*ekti* Tingkat bunga tinggi )urang komunikati* &i2ersi*ikasi usaha Memudahkan pasien ,n2estasi melemah Pasien kurang puas

.*

%&M

?elati* masih muda

)urang pengalaman

%emangat tinggi

&ianggap remeh pasien

%istem ,n*ormasi

)omputeris asi

Pasien belum Meningkatka memadai n e*isiensi

)urang komunikati*

2. Budaya .rganisasiti / k Misi I Nilai Pelayanan bersama / )ebijakan 7saha pasien %tabilitas tinggi Tidak *leksibel Biaya mahal )epuasan pasien )epastian peraturan >aba berkurang )esulitan berkembang

'ambar. &iagram /nalisis %8.T &P%

'ambar. Proses Peren$anaan %trategi )linik

.-

Posisi akhir dari pemetaan %8.T( akan menempatkan &P% dalam salah satu kotak dari diagram diatas. 'ambaran empat kotak searah jarum jam( menunjukkan kondisi dari memiliki peluang usaha besar( keunggulan kekuatan( penuh tantangan dan kondisi lemah. &alam masing-masing kondisi tersebut( untuk mengembangkan &P% harus digunakan dengan strategi yang sesuai. )etepatan penerapan strategi tersebut( akan sangat menentukan kemajuan atau kemunduran &P%.

45

2.+ '#de$ Pra!te! D#!ter G"g" 2.+.1 Berdasar!an K#de Et"! Ked#!teran G"g"

Model praktik dokter gigi ini ter$antum pada pasal 4 ayat 6( yang berbunyi9 &okter 'igi di ,ndonesia dalam melaksanakan upaya pelayanan kesehatan gigi s-asta dapat melalui beberapa $araD !1 21 41 "1 Praktik perorangan dokter gigi. Praktik perorangan dokter gigi spesialis. Praktik berkelompok dokter gigi. Praktik berkelompok dokter gigi spesialis. 7ntuk praktik berkelompok harus diberi nama tertentu yang diambil dari nama orang yang berjasa dalam bidang kesehatan yang telah meninggal dunia atau nama lain sesuai *ungsinya. &okter 'igi di ,ndonesia yang melakukan praktik berkelompok baik masing-masing maupun sebagai kelompok mempunyai tanggung ja-ab untuk tidak melanggar )ode Etik )edokteran 'igi ,ndonesia.

2.+.2

Berdasar!an Per-en!es Ta un 2511

Pasal " !. %,P &okter dan &okter 'igi diberikan paling banyak untuk 4 0tiga1 tempat praktik( baik pada *asilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah( s-asta( maupun praktik perorangan.

41

2. %,P 4 0tiga1 tempat praktik sebagaimana dimaksud pada ayat 0!1 dapat berada dalam kabupatenAkota yang sama atau berbeda di pro2insi yang sama atau pro2insi lain.

2.+.)

'#de$*-#de$ Pra!t"! D#!ter G"g"

%eiring dengan perkembangan :aman( praktek dokter gigi saat ini telah berkembang menjadi beberapa model( yaitu9 !. Praktek %endiri 2. Praktek bersama dokter gigi lain 4. /sosiasi %etiap bentuk dari praktek dokter gigi ini memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing yang akan dibahas diba-ah.

!. Praktek sendiri Praktek sendiri merupakan suatu model praktek dokter gigi dimana hanya ada satu orang dokter gigi 0single1 yang memberikan pelayanan kesehatan. )euntungan dari praktek sendiri yaitu9 !1 Memegang kendali penuh terhadap kebijakan di tempat praktek dan terhadap orang-orang yang bekerja di sana 0personalia1 21 Menerima seluruh pendapatan dari hasil praktek 41 Memiliki pri2asi lebih besar dibanding praktek bersama "1 )on*lik personal yang terjadi lebih sedikit

42

51 >ebih mudah membuat perubahan( menjual prakteknya( atau jika ingin pindah tempat praktek. %edangkan kerugian dari praktek sendiri yaitu9 !1 Tanggung ja-ab hanya dibebankan ke satu orang 21 Tergantung dari panggilan setiap -aktunya dan tidak ada dokter gigi lain yang bisa menggantikannya saat dokter gigi tersebut pergi 41 Bertanggung ja-ab penuh terhadap semuanya "1 Pengeluaran masih terus berlanjut bahkan ketika dokter gigi tersebut tidak ada dan pemasukannya jadi berkurang 51 %angat terbatas kesempatan untuk berkonsultasi dengan rekan seja-at.

2. Praktek bersama dokter gigi lain Praktek berkelompok adalah penyelenggara pelayanan medik se$ara bersama dengan alat oleh seorang dokter umum( dokter gigi( dokter spesialis dengan atau tanpa menggunakan penunjang medik. )euntungan praktek bersama ini( antara lain9 !1 Biaya pengeluaran bisa dibagi-bagi. 21 Potensi pendapatannya lebih besar. 41 >ebih bebas untuk tidak praktek karena bisa digantikan oleh rekan seja-at yang berada di tempat praktek. "1 )esempatan berkonsultasi lebih besar. 51 >ebih sedikit tanggung ja-ab management. 61 >ebih bisa mengontrol kualitas.

4.

<1 &apat menghimpun para ahli seperti dokter spesialis. B1 Tingkat kuantitas pasien lebih tinggi. %edangkan kerugiannya( antara lain9 !1 %truktur organisasinya lebih kompleks. 21 /da pembagian kontrol pengambilan kebijakan. 41 )on*lik personal bisa terjadi. "1 )emungkinan tejadi ketidakadilan dalam produksi.

4. /sosiasi )etika seorang dokter gigi memutuskan untuk berasosiasi dengan seseorang hal ini bisa disebut sebagai praktek bersama dokter gigi lain( tapi bedanya pada hubungan asosiasi( ada ketentuan-ketentuan pro*essional layaknya seorang pega-ai. )euntungan dari hubungan praktek asosiasi ini( yaitu 9 !1 %edikit atau tidak ada modal a-al yang dikeluarkan. .leh karena itu asosiasi ini dapat membuka kesempatan bagi seorang dokter gigi yag baru lulus dan membutuhkan pengalaman di bidang tertentu untuk mendapatkan serti*ikat spesialisasi yang lagi dikejar. 21 Banyak mendapat pengalaman 41 Bisa langsung mendapat penghasilan "1 %edikit tanggung ja-ab management %edangkan kerugian dari asosiasi ini yaitu 9 !1 Harus mematuhi peraturan orang lain yang telah ditetapkan

44

21 &okter gigi berada dalam aturan pega-ai 41 )emungkinan ada batasan penghasilan "1 )emungkinan ada keterbatasan pasien

2.+.+

Pe$a%anan Ked#!teran G"g" Ke$uarga

2.".".! Pengertian Pelayanan )edokteran 'igi )eluarga Menurut )eputusan Menteri )esehatan No 4;( pelayanan kedokteran gigi kelurga adalah suatu pelayanan kesehatan dasar perorangan paripurna dalam bidang kesehatan gigi dan mulut yang memusatkan layanannya kepada setiap indi2idu dalam keluarga binaan. Pelayanan inrsi*at paripurna 0promoti*( pre2enti*( kurati*( rehabilitati2e1 dan berkesinambungan dengan mempertimbangkan

dinamika keluarga dalam layanannya( sehingga pelayanannya tidak dibatasi oleh golongan umur( jenis kelamin( maupn sistem organ. &okter gigi keluarga adalah dokter gigi yang mempunyai pengetahuan( sikap( dan perilaku pro*essional dalam menjaga dan memelihara kesehatan gigi dari keluarga binaanya dengan menyelenggarakan upaya pemeliharaan kesehatan gigi dasar paripurna dengan pendekatan holistik dan kesisteman serta proakti* dalam antisipasi dan peme$ahan masalah kesehatan yang dihadapi keluarga yang memilihnya sebagai mitra utama pemeliharaan kesehatan gigi.

45

2.".".2 Jisi dan Misi Jisi pelayanan kedokteran gigi jekuarga adalah kemandirian keluarga dalam upaya pemeliharaan kesehatan gigi dan ter$apainya derajat kesehatan gigi dan mulut setinggi-tingginya( melalui pelayanan dokter gigi jeluarga se$ara e*isien( e*ekti*( adil( merata( aman( dan bermutu. Misinya adalah 9 !. Mendorong kemandirian keluarga dalam menjaga dan memelihara kesehatan gigi dan mulut. 2. Mengusahakan tersedianya pelayanan dokter gigi keluarga yang merata( bermutu( dan terjangkau. 4. Memberikan pelayanan( memelihara( meningkatkan kesehatan gigi perorangan serta masyarakat 0keluarga binaan1 sehingga ter$apai kesehatan gigi yang diharapkan. ". Meningkatkan pro*esionalisme dokter gigi keluarga dalam

mengemban peran( tugas( dan *ungsinya. 5. Meningkatkan kemitraan dengan pro*esi( institusi pendidikan( dan pihak-pihak lain.

2.".".4 Tujuan dan %asaran Tujuan utama pelayanan kedokteran gigi keluarga adalah ter$apainya keluarga yang mandiri dalam menjaga dan memelihara kesehatan gigi dan mulut dan terpenuhinya kebutuhan keluarga untuk memperoleh pelayanan kesehatan

42

gigi yang optimal( bermutu( terstruktur dan berkesinambungan. %asaran utamanya adalah perseorangan atau keluarga.

2."."." Prinsip Pelayanan )edokteran 'igi )eluarga !. &okter gigi kontak pertama $first contact)# &okter gigi keluarga adalah pemberi layanan kesehatan 0pro2ider1 yang pertama kali ditemui oleh pasien dalam menyelesaikan masalah kesehatan gigi dan mulut. 7mumnya masalah kesehatan gigi dan mulut yang ada di masyarakat dapat ditangani di strata pelayanan pertama( maka dokter gigi keluarga ber*ungsi sebagai kontak pertama dan penapis rujukan ke strata kedua dan ketiga. 2. >ayanan bersi*at pribadi $personal care)# &okter gigi keluarga memberikan layanan kepada perorangan 0pribadi1 dengan memperhatikan bah-a setiap orang merupakan bagian dari keluarganya. /danya hubungan baik dengan pasien dan seluruh keluarganya memberi peluang kepada seorang dokter gigi keluarga untuk memahami maslaah pasien se$ara lebih luas. &engan demikian( )eputusan medis dibuat tidak hanya dari aspek medis( tetapi juga dengan mempertimbangkan aspek sosial( budaya dan ekonomi pasien beserta keluarganya. 4. Pelayanan paripurna $comperhensive)# &okter gigi keluarga mememberikan pelayanan menyeluruh dengan pendekatan pemeliharaan( peningkatan kesehatan 0promoti*1( pen$egahan

penyakit 0pre2enti*1( penyembuhan 0kurati*1( dan pemulihan 0rehabilitati2e1 sesuai dengan kebutuhan pasien. Namun( dlam memberikan layanannya dokter gigi

4)

keluarga lebih menekankan pada upaya promoti*( perlindungan khusu ; spesi*i$ prote$tion1( deteksi dan tindakan penanganan dini 0early diagnosis dan prompt treatment1. &engan demikian( pelayanan kesehatan gigi keluarga berorienyasi kepada paradigm sehat. ". Paradigma sehat. &okter gigi keluarga mampu mendorong masyarakat untuk bersikap mandiri dalam menjaga kesehatan mereka sendiri melalui kesadaran yang tinggi pada pentingnya pelayanan kesehatan yang bersi*at promoti* dan pre2enti*. 5. Pelayanan berkesinambungan. Pelayanan kedokteran gigi jeluarga berpusat pada pasien. Prinsip ini melandasi hubungan jangka panjang antara dokter gigi keluarga dan pasiennya dengan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang berkesinambungan dalam beberapa tahap kehidupan pasien. 6. )oordinasi dan )olaborasi. &alam upaya mengatasi masalah pasiennya( dokter gigi keluarga perlu berkonsultasi dengan disiplin lain( merujuk ke spesialis dan memberikan in*ormasi yang sejelas-jelasnya kepada pasien. .leh karena itu( dokter gigi keluarrga bertindak sebagai koordinantor yang mengurusi segala hal yang berkaitan dengan esehatan gigi dan mulut pasien. Bila pasien membutuhkan pelayanan yang berada di luar kompetensinya( dokter gigi keluarga seharusnya bkerja sma dan mendelegasikan pengelolahan pasien kepada pihak lain 0dokter gigi spesialis( dokter keluarga( dokter spesialis1 yang lebih kompeten dalam menangani kebutuhan pasien.

4*

%# &amily and community oriented# &alam mengatasi masalah pasiennya( dokter gigi keluarga

mempertimbangkan kondisi si pasien terhadap keluarga tanpa mengesampingkan pengarh lingkungan so$ial dan budaya tempat pasien tinggal dan bekerja. &alam mengatasi masalah pasiennya( dokter gigi keluarga haruslah tetap memperhatikan dampak kondisi pasien terhadap komunitas dan sebaliknya.

2.".".5 )arakteristik &okter 'igi )eluarga Terdapat karakteristik dokter gigi keluarga yaitu9 !. Berorientasi pada pen$egahan penyakit serta pemeliharaan kesehatan. 2. Meman*aatkan pendekatan menyeluruh( berorientasi pada pasien dan keluarganya dalam menyelenggarakan setiap pelayanan kesehatan. 4. Mempunyai kemampuan dan keterampilan diagnosa( serta kemampuan merujuk yang handal disertai pengetahuan epidemiologi untuk menemukan pola penyakit gigi dan mulut yang banyak diderita masyarakat( dan juga dapat mengelola pelbagai penyakit gigi dan mulut se$ara komprehensi*. ". &okter gigi keluarga memiliki pengetahuan tentang hubungan timbal balik *aktor biologis( sosial dan emosional dengan penyakit yang dihadapi( serta menguasai teknik peme$ahan masalah untuk mengatasi pelbagai penyakit gigi dan mulut.

4-

2.".".6 Man*aat Pelayanan )edokteran 'igi )eluarga

Man*aat pelayanan kedokteran gigi keluarga adalah9 !. Terpenuhinya berbagai kebutuhan dan tuntutan layanan kesehatan gigi. Pada pelayanan ini tersedia semua jenis pelayanan kedokteran gigi yang dapat dipenuhi pelbagai kebutuhan dan tuntutan kesehatan pasien beserta segenap anggota keluarganya. &imana setiap anggota keluarga memiliki kebutuhan dan tuntutan kesehatan yang berbeda. 2. Memudahkan peman*aatan pelayanan kesehatan. Pada pelayanan ini tersedia semua jenis pelayanan kedokteran gigi yang menyebabkan peman*aatan pelayanan akan lebih mudah dilakukan. 4. Biaya kesehatan akan lebih terkendali. &iselenggarakan se$ara terpadu( menyebabkan kemungkinan terjadinya tumpang tindih pelayanan kedokteran gigi sengat berkurang. ". Mutu pelayanan akan lebih meningkat. Perhatian utama pelayanan ini adalah pada klien sebagai manusia seutuhnya( serta pendekatan bersi*at holistik( sehingga mampu menyelesaikan berbagai masalah kesehatan yang ditemukan( dengan demikian penerima dan pemberi pelayanan akan merasa lebih puas. 5. Bagi penyelenggara pelayanan( kedokteran gigi keluarga merupakan alternati* lahan praktek dan penghasilan. /da kepastian biaya pelayanan kesehatan gigi

55

sehingga dokter gigi keluarga dapat meren$anakan pelayanan kesehatan pesertanya.

2.".".< Model Pelayanan )edokteran 'igi )eluarga Pelayanan dokter gigi keluarga dapat berkembang dari beberapa model( yaitu9 !. &okter gigi keluarga praktik peroranganApraktek solo. Pelayanan dokter gigi keluarga yang dikembangkan atas inisiati* dokter gigi dan pera-at gigi dan sesuai dengan standar perijinan yang telah ditetapkan( serta memiliki serti*ikat bah-a telah mengikuti melalui Program Pendidikan )edokteran 'igi )eluarga 0P)')1 atau melalui diklat khusus untuk melatih dokter gigi menjadi dokter gigi keluarga sesuai kompetensi yang diharapkan. 2. &okter gigi keluarga praktik berkelompok. &okter gigi keluarga beserta tim yang melaksanakan praktik untuk pelayanan keluarga binaannya sebagai mitra kerja tergabung dalam sistem pelayanan dokter keluargaAdokter gigi keluarga sehingga standar klinik dan asuransi kesehatan yang digunakan sesuai dengan konsep dokter gigi keluarga.

51

2.".".B ?uang >ingkup Pelayanan Pelayanan kedokteran gigi keluarga dilaksanakan dengan pola pelayanan berlapis melalui sitem rujukan berjenjang $'evel of care) dengan pendekatan (rimary !ealth Care. Tujuan pelayanan ini untuk memberikan pelayanan yang menyeluruh dengan tingkat-tingkat pelayanan yang dikaitkan dengan sumber daya yang ada di masyarakat. 7paya ini dimaksudkan untuk menjaga *ungsi gigi dan mulut sebagai bagian dari sistem $erna yang sangat penting untuk kesehatan seseorang( sebagai bagian dari sistem bi$ara( dan sebagai bagian dari pembentukan estetika -ajah. &isamping itu( menjaga kondisi gigi dan mulut agar tidak menjadi sumber penyakit $focal infection) bagi organ lainnya( dan untuk deteksi dini penyakit sistemik yang bermani2estasi di dalam rongga mulut. ?uang lingkup kerja dokter gigi adalah9 !. Pelayanan daruratAbasic emergency care yang terdiri dari yaitu9 !1 Basic life supportApertolongan pertama pada keadaan darurat dan ga-at darurat untuk selanjutnya dilakukan rujukan bila diperlukan. 21 Mengurangi rasa sakit dan atau eliminasi in*eksiApertolongan pertama pada gigiAmulut karena penyakitA$edera. 41 ?eposisi dislokasi sendi rahang. "1 ?eplantasi gigi. 51 Penyesuaian oklusi 0akut1. 2. Pelayanan pen$egahanApreventive care yang terdiri dari yaitu9 !1 Pendidikan kesehatan gigi 0indi2iduAkelompok1. 21 Menghilangkan kebiasaan jelekAburuk.

52

41 Tindakan perlindungan khusus. "1 Tindakan penanganan dini $early detection ) prpmpt treatment)# 51 Memberi ad2okasi untuk menanggulangi kelainan sali2a dan masalah nutrisi gi:iAdiet. 4. Pelayanan medik gigi dasarAsimple care meliputi yaitu9 !1 Tumpatan gigi 0glass ionomerAkomposit resinAtumpatan kombinasi $open*closed sandwich)# 21 Ekstraksi gigi 0gigi sulung persistensiAgigi tetap karena

penyakitAkeperluan orthodontiApen$abutan serial 0gigi sulung1. 41 Pera-atan pulpa 0pulp $appingApulpotomiApera-atan saluran akar gigi anterior1. "1 Pera-atanApengobatan abses. 51 Penanganan dry so$ket. 61 Mengobati ulkus rekuren 0apthosa1. <1 Pengelolaan halitosis. ". Pelayanan medik gigi khususAmoderate care meliputi yaitu9 !1 )onser2asi gigi. 21 Pedodonsi. 41 Periodonsia. "1 Bedah Mulut. 51 .rthodonti. 61 Prostodonsia. <1 .ral Medi$ine.

5.

?uang lingkup pera-at gigi adalah9 !. Pelayanan darurat yaitu mengurangi rasa sakit. 2. Pelayanan pen$egahan( seperti sebagai berikut9 !1 Topikal. 21 %$aling supra gingi2al. 41 /?T. +) &issure sealent# 51 Tumpatan ! bidang untuk usia diba-ah !5 tahun. 61 Pendidikan kesehatan gigi dan konseling 0kunjungan rumah1. <1 %ur2ei kesehatan gigi. 4. Manajemen. !1 Membuat pola hasil sur2eyAmentabulasi data. 21 ?esepsionis. 41 Pen$atatan ?ekam Medik "1 >aporan E2aluasi ". 5. Dental Assistant# %terilisasi.

2.".".; %istem Pembiayaan Bentuk pokok pembiayaan 7)P 07paya )esehatan Perorangan1 sebagaimana ter$antum dalam %istem )esehatan Nasional 0%)N1 adalah sebagai berikut9

54

!. &ana untuk 7)P dari indi2idu dalam kesatuan keluarga melalui +P) 0+aminan Pemeliharaan )esehatan1 -ajib dan +P) sukarela. 2. &ana untuk 7)P masyarakat rentan dan keluarga miskin dari pemerintah melalui +P) -ajib. 4. &ana dari masyarakat 0dana sehat dan dana sosial keagamaan1 digunakan untuk 7)M dan 7)P. &alam %)N dinyatakan pula bah-a jika sistem jaminan kesehatan telah berjalan( se$ara bertahap 7)P strata , akan diselenggarakan dengan penerapan konsep dokter gigi keluarga( ke$uali daerah sangat terpen$il masih akan dilakukan oleh puskesmas. Pada dasarnya pembiayaan pada pelayanan dokter gigi keluarga haruslah $ukup( dikelola se$ara e*isien( adil dan berkelanjutan serta transparan dan akuntabel. )ondisi ini dapat ter$apai jika pelayanan dokter gigi keluarga itu diselenggarakan dimana kepesertaan yang menjadi tanggung ja-abnya terlindungi dalam satu sistem jaminan( sehingga kebutuhan dasar kesehatannya terpenuhi melalui penyelenggaraan kesehatan yang terkendaki( baik mutu maupun biayanya. %isi lain dari jaminan kesehatan ini adalah meningkatkan kemandirian masyarakat dalam memperoleh dan membiayai pemeliharaan kesehatan serta pembentukan budaya perilaku hidup sehat. Pada sistem jaminan kesehatan( dengan pembayaran pra-upaya yang diterima dari badan penyelenggara +P)( dokter gigi keluarga sebagai Pemberi Pelayanan )esehatan 0PP)1 akan menekankan pada upaya promoti* dan pre2enti*( serta pelayanan kurati* dan rehabilitati* yang diberikan sesuai dengan kebutuhan.
55

&okter 'igi )eluarga sangat dihargai( hal ini mengingat dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya dia mampu mendiagnosa dan mengobati penyakit sebagian pesertanya( bertindak sebagai #gate keeperF( manajer( dan koordinator dalam pelayanan rujukan.

2.,

Pe-."a%aan Pra!t"! D#!ter G"g" 2.,.1 Pe-."a%aan Ber.aga" '#de$ Pra!te! D#!ter G"g"

%emua lulusan dokter gigi dihadapkan dengan masalah menetukan kebutuhan biaya untuk membuka praktek. Praktek sendiri akan membutuhkan biaya yang lebih signi*ikan dibandingkan dengan praktek bersama atau bergabung dengan instansi militer maupun pelayanan kesehatan umum. 2.5.!.! Praktek Mandiri 0,olo (ractice) Memasuki praktik sendiri biasanya memun$ulkan berbagai resiko yang besar. &okter-dokter gigi baru dapat memilih untuk mengembangkan praktik mandiri mereka dalam dua $ara yaitu mengembangkan praktik baru di area yang mereka pilih atau dapat membeli tempat praktik yang telah ada. )eputusan kritis dalam mengembangkan praktik baru yaitu9 918 Pemilihan lokasi praktik. Beberapa tahun belakangan ini( banyak institusi peminjaman biaya mengakumulasikan in*ormasi rin$i lokasi praktik yang ada di dalam area peminjaman mereka. %eringkali ketika praktisi baru mengajukan diri( institusi peminjaman akan menyokong lokasi pilihan dokter gigi dengan mem2alidasi data yang telah ada atau merujuk data dari

52

sumber yang lain seperti departemen kesehatan. /ngka tingkat kesuksesan praktik dokter gigi dapat menurun. %alah satu penyebab utamanya yaitu distribusi dokter gigi yang kurang merata dan pilihan lokasi dokter gigi yang buruk. /da lokasi yang terlalu banyak dokter gigi sehingga pemasukan yang didapat per praktisi tidak men$ukupi untuk menyokong tempat praktik. Bank menjadi lebih berhati-hati dalam meminjamkan dana untuk praktisi baru dan membutuhkan in2estigasi lebih lanjut dalam pemilihan lokasi praktisi. Bila lokasi yang dipilih oleh dokter gigi tidak layak( bank dapat menolak peminjaman. 928 Membeli tempat praktik yang sudah ada. %ur2ey yang dilakukan pada tahun !;<4 oleh /meri$an &ental /sso$iaton memperlihatkan 2 K dari lulusan dokter gigi membeli tempat praktik yang telah didirikan. Pembelian tempat praktik ini biasanya ada di area metropoliatan( dengan karakteristik rasio dokter gigi dengan populasi $ukup tinggi. 9.8 Berasosias &alam kasus ini( asumsi resiko dana keuangan lebih ke$il dari membuat praktik sendiri. %eringkali( hasil yang didapat dari asosiasi lebih ke$il dari yang memiliki praktik sendiri karena praktisioner menjadi pekerja dalam suatu tempat praktik. %elain itu keuntungan yang didapat dari pajak juga lebih ke$il dari yang memiliki tempat praktik sendiri. ,nstitusi dana

keuangan biasanya menyediakan dana inisial bagi mereka yang ingin memasuki asso$iateship. ,n*ormasi yang dibutuhkan lebih sedikit jika dibandingkan dengan membuka praktik baru.

5)

(4)

(artnership Praktisioner yang membuat partnership mempunyai resiko *inan$ial yang lebih besar dibandingkan dengan associateship. Terdapat berbagai ma$am 2ariasi dalam partnership( dan institusi peminjaman dana keuangan akan memeriksa potensial partnership se$ara terperin$i. +ika lulusan bari menjalani partnership dengan praktisi yang telah ada( maka partner yang lebih senior mempunyai resiko *inan$ial yang lebih besar. +ika terdapat dua lulusan baru yang menjalani partnership bersama( resiko yang ditanggung sama. )euntungan dari partnership yaitu resiko *inan$ial ditanggung lebih dari satu orang. 2.5.!.2 (ublic (ractice Memasuki praktek umum( baik di area militer atau pelayanan kesehatan

umum biasanya tidak membutuhkan financial yang besar bahkan tidak membutuhkan modal sama sekali. Praktisioner menjadi karya-an dalam suatu organisasi.

2.,.2

Su-.er Pe-."a%aan

Banyak sumber pembiayaan bagi dokter gigi yang baru lulus. )lasi*ikasi ini terbagi menjadi tiga besar yaitu9 !1 %umber Pribadi Pembiayaan yang bersumber dari perorangan dapat berasal dari tabungan perorangan( pinjaman dari keluarga( atau dari pinjaman asuransi. Terkadang ada yang mendapat pinjaman dari orang tua atau bahkan danan

5*

dari keluarga. 8alaupun begitu perjanjian se$ara *ormal harus tetap dibuat untuk menghindari masalah keluarga tentang pinjaman dan untuk memberikan in*ormasi yang jelas tentang pembagian keuntungan. 21 %ponsor dari Pemerintah &i /merika( ada dua alternati2e sponsor pemerintah yaitu %mall Business /dministration dan @ederal Housing /dministration. %mall Business /dministration menyediakan administrasi melalui Bank

)omersial. +ika %mall Business /dministration berlaku baik pada aplikasinya( maka Bank memberitahukan bah-a %mall Business /dministration akan mengasuransikan pinjaman pada kandidat. Bagi praktisi yang tertarik dengan sumber pembiayaan prakteknya dari sponsor pemerintah ini harus meren$anakan dengan matang dan segera mempergunakannya. 41 ,nstitusi Peminjaman )euangan. /da dua tipe institusi keuangan yaitu 0!1 @ull %er2i$e Bank 021 ,nstitusi %impan Pinjam. Praktisi harus mengunjungi beberapa Bank untuk mempelajari pengalaman institusi dengan dokter gigi dalam pembentukan suatu praktek.

2.,.)

Stru!tur Hutang dan Su-.er Pe-."a%aan

&okter gigi yang membayar *asilitas dan perlengkaan se$ara detail baik tipe dan jumlahnya harus dipresentasikan pada institusi peminjaman. )etika praktisi memilih untuk menye-a ataupun membeli( bank akan meminta data

5-

mengenai sumber untuk mengembalikan pinjaman atau hutang. +ika praktisi mempunyai praktik mandiri dan baru berjalan pada tahun pertama( bank membutuhkan jaminan tambahan atau bahkan menolak pinjaman. .leh karena itu( lebih baik untuk menye-a kebutuhan daripada tidak menerima pinjaman. +ika sumber pengembalian hutang dapat diandalkan( maka institusi keuangan pun bisa memperpanjang kredit. Praktisi baiknya jangan men$oba untuk membayar terlalu banyak kebutuhan untuk *asilitas yang besar karena pembayaran pinjaman atau pembayaran penye-aan akan besar dan tidak terkelola. %ebagai praktisi yang baru( sebaiknya memulai praktek ke$il dan melakukan perluasan sebagai praktek yang sedang berkembang.

2.,.+

Ke.utu an '#da$

)ebutuhan modalnya adalah9 !1 /ngsuran pinjaman /ngsuran pinjaman yaitu peminjam membayar kembali uang yang dipinjam beserta bunga( biasanya perbulan. %ebagian besar pinjaman yang dibuat untuk praktisi baru dalam durasi -aktu 5 sampati < tahun. Banyak 2ariasi yang digunakan dalam sistem peminjaman. Biasanya pembayaran bulanan a-al akan lebih ke$il kemudian meningkat seiring pinjaman bertambah lama. 21 )redit komersial Memberikan *leksibilitas dalam pembayaran. Terdapat dalam berbagai 2ariasi bentuk yaitu9

25

918 ,ignature loan- menyediakan dana kepada dokter gigi hanya dengan tanda tangan dokter gigi. Hanya dengan perjanjian yang dibuat oleh dokter gigi untuk membayar kembali semua hutang sesuai jad-al yang telah ditentukan dan tanda tangan dokter gigi dalam kontrak. 928 Collateral loan 0jaminan pinjaman1 yaitu dengan menempatkan sebuah benda atau material yang berharga sebelum pinjaman dikabulkan. 3ontohnya yaitu dokter gigi dapat menjaminkan rumah ataupun mobil sebagai jaminan. 9.8 ".uipment loan- terletak di antara tanda tangan dan jaminan. &alam kasus ini dokter gigi memberikan hak gadai kepada bank atas peralatan yang dibeli dengan uang pinjaman. 7ntuk pembayaran( peralatan dapat dimiliki oleh bank dan dijual untuk membantu pembayaran kembali hutang. 41 %uku bunga Terdapat dua tipe kalkulasi suku bunga yaitu floating interest rate dan annual percentage rate# &loating /nterest rate akan berubah dengan suku bunga peminjaman. %ebagai $ontoh jika suku bunga a-al yaitu <(5K dan dokter gigi harus membayar suku bunga a-al ditambah 2 K( maka suku bunga e*ekti* yaitu ;(5 K. )emudian pada tahun berikutnya suku bunga a-al menjadi ;K maka dokter gigi harus membayar !!K. Annual percentage rate yaitu suku bunga yang tetap konstan selama masa pembayaran. Tipe suku bunga ini biasanya berhubungan

21

dengan angsuran pinjaman( sedangkan *loating rate berhubungan dengan kredit komersial.

2.,.,

Un"t 6#st Pra!te! D#!ter G"g"

>angkah yang harus dilakukan oleh dokter gigi yang praktek perseorangnan adalah harus mengetahui biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi suatu pelayanan dengan melakukan analisis biaya dan harus bisa menetapkan tari* yang rasional berdasarkan perhitungan biaya satuan 0unit cost1. Perhitungan biaya satuan 0unit $ost1 yang perlu di perhitungkan adalah9 !. 7ntuk peralatan9 !1 ! 0satu1 set &ental 7nit L 3hair L %tool L 3ompressor 21 ! 0satu1 set >ight 3uring 41 ! 0satu1 set &ental 3abinet "1 ! 0satu1 set %rerilisasi( hand ,nstruments 51 )elengkapan ?uangan 0kursi( meja( /3( dll1 2. Pegeluaran rutin rata-rata per bulan9 !1 Pera-at gigi 21 >istrik 41 /ir( dll1 4. Perhatikan pula harga se-a tempat bila dokter gigi memilih praktek di tempat lain bukan dirumah.

22

Penetapan tari* yang didasarkan pada analisis biaya dan perhitungan biaya satuan 0unit cost1 akan memberikan daya ta-ar dalam menjalin kerjasama dengan pihak ketiga tersebut sehingga pemberian pelayanan kepada pasien sesuai dengan standar pro*esi dan standar prosedur di bidang )edokteran 'igi untuk men$apai nilai dan mutu yang diharapkan. &okter gigi dapat mengetahui batasan tari* yang masih rasional dengan perhitungan biaya satuan 0unit cost1 suatu produk pelayanan sehingga pasien tidak mengalami kerugian karena tari* yang disepakati dengan pihak ketiga lebih rendah dari biaya satuan suatu produk pelayanan.

2.3

Pe-asaran Pra!t"! D#!ter G"g"

2.3.1 Pasar 2.6.!.! Pengertian Pasar Pasar( menurut para ahli merupakan tempat pertemuan antara penjual dan pembeli( atau saling bertemunya antara kekuatan permintaan dan pena-aran

untuk membentuk suatu harga. Pendapat ahli lain menyatakan bah-a pasar merupakan suatu sekelompok orang yang diorganisasikan untuk melakukan ta-ar-mena-ar( sehingga dengan demikian terbentuk harga. %alah seorang ahli pemasaran( %tanton( mengemukakan pengertian yang lain tentang pasar( yakni merupakan kumpulan orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas( uang untuk belanja( dan kemauan untuk membelanjakannya. +adi ada tiga *aktor utama yang menunjang terjadinya pasar( yaitu orang dengan segala keinginannya( daya belinya( serta tingkah laku dalam pembeliannya.

2.

2.6.!.2 Pengertian Permintaan dan Pena-aran /nalisis permintaan yang menghasilkan prakiraan permintaan terhadap suatu produk merupakan salah satu alat penting bagi manajemen perusahaan. &ari prakiraan penjualan( perusahaan dapat memprakirakan anggaran perusahaan( dan dari anggaran perusahaan dapat ditentukan( misalnya jumlah dan ma$am tenaga kerja yang dibutuhkan( ke$ukupan alat-alat produksi( ketersediaan bahan mentah dan daya tampung gudang. Permintaan dapat diartikan sebagai jumlah barang yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada berbagai tingkat harga. Permintaan yang didukung oleh kekuatan tenaga beli disebut permintaan e*ekti*( sedangkan permintaan yang didasarkan pada kebutuhan saja disebut sebagai permintaan potensial. Hukum permintaan mengatakan bah-a bila harga suatu barang meningkat( maka kuantitas barang yang diminta akan berkurang( begitu pula sebaliknya( bila harga barang yang diminta menurun( maka kuantitas barang yang diminta menaik 0asumsi $eteris paribas1. &i sisi lain( pena-aran diartikan sebagai berbagai kuantitas barang yang dita-arkan di pasar pada berbagai tingkat harga. &alam *ungsi ini( bila harga suatu barang meningkat( maka produsen akan berusaha meningkatkan jumlah barang yang dijualnya. %ampai dimana penjual ingin mena-arkan barangnya pada berbagai tingkat harga ditentukan oleh berbagai *aktor( diantaranya adalah 9 harga barang itu sendiri( harga barang lain( ongkos produksi( tingkat teknologi( dan tujuan-tujuan perusahaan. )onsep permintaan di dalam pasar terbagi menjadi dua

24

bagian( yaitu permintaan konsumen dan permintaan pasar. Permintaan konsumen 0se$ara perseorangan1 terhadap barang dan jasa akan menentukan ma$am serta jumlah barang dan jasa yang harus dihasilkan( berapa biaya yang diperlukan serta berapa harga barang tersebut. Permintaan perseorangan tidak akan mampu mempengaruhi harga dan persediaan barang( akan tetapi bersama-sama akan membentuk sisi permintaan dalam pasar. &alam analisis( perlu di$ari *ungsi permintaan yang menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang diminta dengan semua 2ariabel yang mempengaruhinya untuk dapat dipakai dalam pengambilan keputusan manajemen. +ika jumlah barang yang diminta adalah H( *ungsi permintaan se$ara matematikanya dapat ditulis menjadi H M *0P6( Pa C :( =( %1 dimana P6 adalah harga barang H( Pa-: adalah harga barang lain dari / sampai N( = adalah tingkat pendapatan konsumen dan % adalah selera konsuman yang kesemuanya merupakan 2ariabel-2ariabel bebasnya( sedangkan H adalah 2ariabel tidak bebas. %elanjtnya( beberapa 2ariabel bebas di atas ada yang dapat dikontrol atau dikuasai oleh perusahaan( seperti biaya promosi( distribusi dan kualitas produk( tetapi ada pula yang tidak dapat dikontrol atau dikuasai perusahaan( seperti harga-harga barang lain dan pendapatan konsumen. 7kuran yang dapat dipakai untuk menilai kepekaan permintaan itu disebut dengan elastisitas yang dide*inisikan sebagai persentase perubahan jumlah yang diminta dibandingkan dengan persentase perubahan dan 2ariabel bebas. Telah disebutkan di atas mengenai beberapa *aktor yang mempengaruhi pena-aran( pada bagian ini beberapa *aktor dijelaskan sebagai berikut9
25

!. Harga barang-barang lain Pada permintaan barang( barang-barang yang ada saling bersaing 0jika merupakan barang-barang pengganti1 dalam memenuhi kebutuhan

masyarakat. Barang-barang seperti ini dapat menimbulkan pengaruh yang penting kepada pena-aran suatu barang. 2. Biaya *aktor produksi Pengeluaran untuk sektor ini merupakan hal penting dalam proses produksi. +ika pengeluaran-pengeluarannya tidak e*isien( tindakan ini dapat mengurangi pena-aran di dalam sesuatu kegiatan ekonomi tertentu. 4. Tujuan perusahaan +ika tujuan perusahaan adalah memaksimumkan keuntungan( dapat saja ia tidak berusaha menggunakan kapasitas produksinya se$ara maksimal( tetapi pada tingkat kapasitas yang memaksimumkan keuntungannya. Tujuan perusahaan dapat berma$am-ma$am dan dapat menimbulkan pengaruh yang berbeda pula terhadap penetuan tingkat produksinya. ". Tingkat teknologi Tingkat teknologi mempunyai peran yang penting dalam menentukan jumlah barang yang dita-arkan. )emajuan teknologi dapat mengurangi ongkos produksi( mempertinggi produkti2itas dan mutu( yang $enderung

mengakibatkan terjadinya kenaikan pena-aran.

22

2.6.!.4 Bentuk Pasar Bentuk pasar dapat dilihat dari sisi produsenApenjual dan sisi konsumen. &ari sisi produsenApenjual( pasar dapat dibedakan atas pasar persaingan sempurna( persaingan monopolistis( oligopoli( dan monopoli. Berikut ini dijelaskan se$ara singkat bentuk-bentuk pasar produsen yaitu9 !. Pasar persaingan sempurna Pada jenis pasar persaingan sempurna( akti2itas persaingannya tidaklah nampak karena tidak terbatasnya jumlah produsen 0sehingga pangsa pasar mereka menjadi terkotak-kotak atau ke$il-ke$il1 dan konsumen dapat menjual atau membeli beberapa saja tanpa ada batas asal bersedia membeli atau mejual pada harga pasar. +adi( pada pasar ini justru tidak ada gunanya mengadakan persaingan. 2. Pasar monopoli Pasar monopoli adalah sebuah bentuk pasar yang dikuasai oleh seorang penjual saja. &alam hal ini tidak ada barang substitusi terhadap barang yang dijual oleh penjual tunggal tersebut( serta terdapat hambatan untuk masuknya pesaing dari luar. Penyebab terjadinya monopoli bisa ma$am-ma$am( misalnya karena menguasai bahan mentah( penguasaan teknik produksi tertentu dimiliki( tindakan yuridis dalam perolehan hak paten dan se$ara alamiah karena luas pasar yang tak $ukup besar untuk dilayani oleh lebih dari satu produsen dengan menggunakan skala pabrik yang optimal. 4. Pasar persaingan monopolistik

2)

Pasar ini merupakan bentuk $ampuran antara persaingan sempurna dengan monopoli. &ikatakan mirip persaingan sempurna karena ada kebebasan bagi perusahaan untuk masuk-keluar pasar( selain itu( barang yang dijual pun tidak homogen. .leh karena barang-barang yang heterogen itu dimiliki oleh beberapa perusahaan besar saja( pasar ini mirip dengan pasar monopoli. %etelah dilihat dari sisi produsen( selanjutnya pasar akan dilihat dari sisi konsumen. &ari sisi konsumen( pasar dapat dibedakan atas empat bentuk( yaitu pasar konsumen( pasar industri( pasar penjual kembali 0reseller1( dan pasar pemerintah. Penjelasan singkatnya adalah sebagai berikut9 !. Pasar konsumen Pasar ini merupakan pasar untuk barang dan jasa yang dibeli atau dise-a oleh perorangan atau keluarga dalam rangka penggunaan pribadi 0tidak untuk dibisniskan1. 2. Pasar industri Pasar ini adalah pasar untuk barang dan jasa yang dibeli atau dise-a oleh perorangan atau organisasi untuk digunakan pada produksi barang atau jasa lain( baik untuk dijual maupun untuk dise-akan 0dipakai untuk proses lebih lanjut1. 4. Pasar penjual kembali 0reseller1 Meupakan pasar yang terdiri dari perorangan dan atau organisasi yang biasa disebut para pedagang menengah yang terdiri dari dealer( distributor( grosier(

2*

agent( dan retailer. )e semua reseller ini melakukan penjualan kembali dalam rangka mendapatkan keuntungan ". Pasar pemerintah Merupakan pasar yang terdiri dari unit-unit pemerintah yang membeli atau menye-a barang atau jasa untuk menjalankan tugas-tugas pemerintah( misalnya di sektor pendidikan( perhubungan( kesehatan( dan lain-lain.

2.3.2

Seg-entas" Pasar

2.6.!.2 Pengertian %egmentasi Pasar %egmentasi pasar adalah usaha untuk mengelompokkan pasar dari si*at pasar yang bersi*at heterogen menjadi bagian-bagian pasar yang memiliki si*at homogen. Pengelompokkan ini berman*aat dalam strategi pemasaran( yaitu dapat mengetahui perbedaan segmen-segmen pasar yang berbeda dan mengetahui si*at dari masing-masing segmen. %egmentasi pasar dianggap penting karena pasar terdiri dari para pasien yang berbeda-beda( baik dalam keinginan( daya beli( lokasi geogra*is( sikap( dan perilaku terhadap pelayanan. &ari data yang diperoleh setelah segmentasi tersebut( dapat dilihat segmen mana yang potensinya paling besar sehingga dapat ditentukan segmen pasar mana yang akan dijadikan sasaran. &okter praktek dapat meran$ang suatu pelayanan danAatau program pemasaran yang berbeda bagi setiap pasien. Hasil akhir dari

pemilahanAsegmentasi tersebut adalah pemasaran yang disesuaikan. Berikut ini adalah $ontoh tingkat segmentasi pasar 9 !. Tak ada segmentasi pasar
2-

=aitu pelayanan yang hanya menyediakan satu jenis pelayanan saja. Pada umumnya terjadi dalam masyarakat tradisional( penduduk jarang( dan pelayanan terbatas sehingga pasien $enderung dianggap homogen. 2. %egmentasi penuh =aitu penyediaan jenis pelayanan yang spesi*ik dan berbeda untuk masingmasing pasien. 7mumnya terjadi dalam masyarakat kelas tinggi yang memiliki jaminan kesehatan yang sangat ketat. 4. %egmentasi pasar menurut kelompok pendapatan =aitu penyediaan pelayanan kesehatan berdasarkan pembedaan kelompok tingkat pendapatan masing-masing pasien. ". %egmentasi pasar menurut kelompok umur =aitu penyediaan pelayanan kesehatan berdasarkan pembedaan kelompok umur masing-masing pasien. 5. %egmentasi pasar menurut kelompok pendapatan serta kelompok umur =aitu pasar yang terspesi*ikasi dengan $ukup tajam sekalipun bukan spesi*ikasi penuh. Pada umumnya( pola inilah yang digunakan untuk melakukan segmentasi dalam kondisi persaingan pasar yang $ukup tajam. /dapun segmentasi pasar dibagi ke dalam tiga tahap yang saling berhubungan( yaitu !. Tahap %ur2ei Melalui -a-an$ara in*ormal dalam kelompok *o$us dengan metode *o$us group dis$ussion dari $alon pasien untuk memperoleh gambaran mendalam

)5

tentang moti2asi sikap serta perilaku mereka. &ari hasil ini dapat dipersiapkan suatu kuisioner yang berisikan pertanyaan tentang 9 !1 +enis pelayanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat 21 )emana biasanya masyarakat berobat 41 Pola penggunaan pelayanan kesehatan "1 8aktu pelayanan yang sesuai 51 &emogra*i( psikogra*i( dan mediagra*i pasien 2. Tahap analisis Melalui analisis *a$tor 0*a$tor analysis1 terhadap data yang diperoleh dari kuisioner untuk melihat 2ariable-2ariabel yang tingkat korelasinya tinggi. %etelah itu dilakukan analisi kelompok 0$luster analysis1 untuk men$iptakan sejumlah segmen terbatas yang dibedakan se$ara maksimal. %etiap kelompok adalah homogen se$ara internal dan sangat berbeda dengan kelompok lain. 4. Tahap penggambaran 0(rofiling) =aitu setiap kelompok digambarkan berdasarkan perbedaan sikap( perilaku( demogra*i( psikogra*i( dan kebiasaan penggunaan medianya. %etiap segmen dapat dinamai berdasarkan karakteristik pembedanya yang dominan. %elain tahap-tahap segmentasi di atas( terdapat empat dasar segmentasi yang biasa digunakan untuk melihat tanggapan masing-masing segmen pasar terhadap pelayanan yang berbeda( yaitu 9 !. %egmentasi geogra*is %egmentasi geogra*is merupakan pembagian pasar berdasarkan unit-unit geogra*is yang berbeda seperti bangsa( negara( propinsi( kabupatenAkota(

)1

ke$amata( kelurahan atau antar desa-kota( bahkan antar -ilayah pemukiman. Pengelola praktik dapat memutuskan untuk beroperasi pada tingkat -ilayah geogra*is apa dan seberapa luas jangkauan pelayanannya. )eputusan harus didasarkan oleh apa yang dibutuhkan dan diinginkan pasien dilihat se$ara geogra*is. 2. %egmentasi demogra*is %egmentasi ini terdiri dari pembagian masyarakat ke dalam kelompokkelompok berdasarkan 2ariable-2ariabel seperti umur( jenis kelamin( ukuran keluarga( siklus hidup keluarga( pekerjaan( tempat tinggal( pendidikan( agama( ras( dan kebangsaan. Jariable demogra*is adalah dasar paling populer untuk membedakan segmen-segmen pasien. /lasannya adalah bah-a keinginan( pre*erensi( dan tingkat kegunaan seringkali berkaitan dengan 2ariable-2ariabel demogra*is( di samping lebih mudah diukur disbanding 2ariable lainnya. 4. %egmentasi psikogra*is &alam segmentasi ini( pasien dibagi ke dalam kelompok-kelompok yang berbeda berdasarkan kelas so$ial( gaya hidup( dan karakteristik kepribadian. Pembagian psikogra*is dibedakan berdasarkan kepedulian pasien terhadap trendAmode yang terjadi dalam suatu masyarakat. )arenanya dalam kelompok demogra*is yang sama dapat menampilkan pro*il gambaran psikogra*is yang berbeda. ". %egmentasi perilaku Pada segmentasi ini( pasien dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan pada pengetahuan( sikap penggunaan atau tanggapan terhadap sebuah pelayanan.

)2

Termasuk dalam kelompok ini adalah 2ariable peristi-a( man*aat( status pemakaian( tingkat pemakaian( staus kesetiaan( tahap kesetiaan( dan sikap pada pelayanan. Banyak ahli pemasaran per$aya bah-a 2ariable-2ariabel tersebut adalah titik a-al terbaik untuk membentuk segmen pasar.

2.6.!.4 Penetapan Pasar %asaran 7ntuk memperoleh hasil maksimal dalam penetapan pasar sasaran berdasarrkan segmentasi pasar( maka setiap segmen pasar harus memenuhi empat karakter berikut 9 !. &apat diukur 0measurable1 =aitu harus menunjukkan bah-a besar dan daya beli segmen pasar harus dapat diukur 2. )emampuan substansial 0%ubstantiability1 =aitu besarnya segmen tersebut sehingga $ukup menguntungkan 4. )emampuan untuk dijangkau 0a$$essibility1 =aitu e*ekti*itas sebuah segmen untuk dijangkau dan dilayani oleh dokter praktik s-asta ". )emampuan untuk bertindak 0/$tionability1 =aitu kemampuan dokter praktik s-asta merumuskan program-program yang e*ekti* guna menarik minat dan melayani masing-masing segmen. &engan mempertimbangkan kriteria-kriteria tersebut( segmen yang dipilih seharusnya adalah kelompok homogen terbesar. =ang $ukup berarti untuk suatu program pemasaran yang disesuaikan. &alam kondisi tersebut( segmentasi pasar

).

akan menimbulkan peluang-peluang pasar yang dihadapi dokter praktik s-asta. Masalahnya adalah dokter praktik s-asta tersebut harus mampu menge2aluasi dan memutuskan berapa banyak dan segmen-segmen mana yang akan dilayani.

2.6.!." @aktor-*aktor yang Mempengaruhi /nalisis Pasar &alam menganalisis segmen-segmen pasar yang berbeda( harus dilihat tiga *a$tor berikut 9 a. 7kuran dan pertumbuhan segmen %uatu segmen potensial harus memiliki karakteristik ukuran dan pertumbuhan yang $ukup tinggi. Pengertian ukuran yang tepat adalah pertumbuhan penambahan pasien dan perolehan laba. 7kuran segmen yang terlalu ke$il hanya akan memberikan pertumbuhan jumlah pasien yang ke$il pula. %ebaliknya( segmen pasar yang $ukup besar akan memberikan kemungkinan meningkatnya permintaan dalam jumlah yang $ukup besar. 7kuran segmen otomatis akan sangat berpengaruh dengan kemampuan dokter praktik s-asta untuk menghasilkan laba. b. &aya tarik dari segmen &aya tarik utama dari suatu segmen terletak pada kemampuan menghasilkan laba sehingga memun$ulkan pesaing-pesaing baru. %egmen pasar dengan daya tarik yang $ukup besar akan memun$ulkan para pesaing yang dengan $epat memasuki pasar yang tumbuh dan menakan laba mereka. /n$aman terhadap pasar yang memiliki daya tarik tinggi dapat berasal dari berbagai kemungkinan( misalnya mun$ul pesaing baru( tersedianya bentuk pelayanan pengganti(

)4

meningkatnya posisi ta-ar mena-ar dari pasien dan para penyedia obat dan bahan baku pelayanan kesehatan. $. Tujuan dan sumberdaya &okter Praktik %-asta Tujuan dokter praktik s-asta sangat menentukan moti2asi gerak dari suatu praktik tersebut. adakalanya suatu segmen yang menarik terpaksa dihilangkan karena tidak sesuai dengan tujuan dan target dokter praktik s-asta tersebut. &i samping itu( diperlukan pula dukungan sumberdaya keuangan yang $ukup mantap untuk mampu bertahan dalam suatu persaingan di suatu tingkat segmen tertentu.

!. Pola pemilihan pasar sasaran &engan hasil analisis segmentasi pasar( dokter praktik s-asta dapat memilih satu atau lebih segmen yang dianggap paling potensial untuk dimasukinya. Pasar sasaran 0target market1 adalah suatu pasar sasaran yang terdiri dari kumpulan pasien yang mempunyai kebutuhan kebutuhan atau karakteristik yang sama dan ingin dilayani oleh praktik tersebut. Terdapat empat pola pemilihan pasar sasaran untuk usaha klinik dokter praktik s-asta( diantaranya 9 a. )onsentrasi pada segmen tunggal Pilihan termudah adalah dengan memilih segmen tunggal. =aitu bila dokter prkatik s-asta tersebut memiliki dana yang sangat terbatas dan hanya dapat beroperasi dalam satu segmen. &ipilihnya segmen tersebut karena merupakan segmen yang tidak memiliki pesaing atau yang dapat dijadikan titik tolak logis untuk ekspansi ke segmen lain.

)5

Melalui pemasaran terkonsentrasi pada suatu segmen( dokter praktik s-asta diharapkan men$apai posisi pasar yang kuat pada segmen tersebut karena praktik tersebut akan memiliki pengetahuan yang lebih besar terhadap kebutuhan segmen tersebut di samping reputasi khusus yang telah dibangunnya. )euntungan lainnya adalah praktik tersebut dapat menikmati banyak e*isiensi operasi melalui spesialisasi pelayanan( saluran pelayanan( dan promosi. Bila itu semua berjalan baik( dalam segmen tersebut( dokter praktik s-asta dapat memperoleh penghasilan yang tinggi dari in2estasinya. )elemahan pola ini adalah pada saat yang sama pemasaran yang terkonsentrasi mengandung resiko-resiko yang lebih tinggi daripada resiko normal. ?usaknya segmen pasar ini bisa terjadi( bila sebagian pasien tetap meninggalkan pelayanan tersebut atau pesaing lainnya memasuki segmen yang sama. )arena alasan-alasan tersebut( pola yang dipilih biasanya operasi pada lebih dari satu segmen. b. %pesialisasi terpilih Pada pola ini dokter praktik s-asta memilih beberapa segmen( dimana se$ara objekti* dilihat daya tarik dan kesesuaiannya dengan tujuan serta sumberdaya yang dimiliki. Mungkin hanya sedikit atau sama sekali tidak ada hubungan antar segmen( tetapi setiap segmen berpotensi sebagai penghasil pendapatan. %trategi jangkauan multi-segmen ini memiliki resiko usaha yang lebih ke$il disbanding segmen tunggal. Misalnya bila satu segmen menjadi tidak menarik( praktik tersebut masih bisa memperoleh pendapatan dari segmen-segmen lain.

)2

$. %pesialisasi pelayanan =aitu dikonsentrasikan pada penyediaan pelayanan kesehatan tertentu dan menjualnya ke beberapa segmen. Melalui strategi ini( dokter praktik s-asta membangun reputasi yang tinggi dalam suatu area pelayanan tertentu. ?esikonya adalah bila mun$ul suatu pelayanan dari pesaingnya dengan teknologi baru dan bisa meningkatkan e*isiensi( maka praktik yang lama akan tertinggal dan mungkin kalah dalam persaingan pelayanan. d. %pesialisasi pasien =aitu dikonsentrasikan se$ara penuh untuk melayani berbagai kebutuhan dari satu segmen pasien sehingga men$apai reputasi yang tinggi dalam segmen tersebut. untuk menjaga segmen pasiennya( dokter praktik s-asta tersebut berusaha menyediakan semua jenis pelayanana yang dibutuhkan oleh segmen ini sehingga diharapkan bentuk suatu pelayanan yang eksklusi*. ?esikonya adalah jika karena berbagai alasan pasien tiba-tiba melakukan pemotongan anggaran kesehatannya sehingga terpaksa mengurangi penggunaan pelayanan dokter praktik s-asta.

2.3.)

Strateg" Pe-asaran Pra!te! D#!ter G"g" .erdasar!an As&e! 'anaje-en dan Et"!

%trategi Pemasaran meliputi9 !1 Pengertian Bauran Pemasaran %osial 21 %trategi Pelayanan 41 %trategi Tari*

))

"1 %trategi Promosi 51 %trategi %aluran Pelayanan 61 Etika Pemasaran Praktik &okter 'igi berdasarkan )ode Etik )edokteran 'igi Tahun 2 B

2.6.!.2 %trategi Bauran Pemasaran %osial &okter Praktek %-asta %e$ara umum pemasaran memiliki dua pengertian yaitu sebagai proses ssial dan menejerial( dimana indi2idu dan kelompok mendapat pelayanan yang dibutuhkan dan diinginkan melalui pen$iptaan( pena-aran dan pertukaran. )onsep pemasaran sosial memberikan karakteristik yang lebih sempit bah-a tugas organisasi adalah untuk menentukan kebutuhan( keinginan dan kepentingan dari pasar sasaran( memberikan kepuasan lebih e*ekti* dan e*isien daripada pesaing-pesaing dengan mengtamakan kepentingan pasien dan masyarakat. &engan demikian konsep ketiga pemasaran sosial dalam menghendaki menentukan keinginan &P% untuk

menyeimbangkan pemasarannya(yaitu kepentingan umum.

pertimbagan &P%(

kebijaksanaan pasien dan

keuntungan

pemuasan

Pengertian bauran pemasaran 0marketing mi61 dititikberatkan pada strategi yang digunakannya untuk men$apai kepuasan kepada konsumen. Philip kotler 0!;;41 mende*inisikannya dalam " strategi yang dikenal dengan 6P9 !1 Pelayanan 0ser2i$e1 21 Tari* 0pri$e1 41 Promosi 0promotion1 "1 %alura pelayanan 0pla$ement1

)*

51 )ekuatan politik 0Politi$ po-er1 61 Hubungan kemasyarakatan 0publi$ relation1 &alam manajemen bisnis modern( ke-6 strategi disesuaikan dengan kebutuhan konsumen dengan harapan agar konsumen menggunakan jasa pelayanan yag dita-arkan.%trategi baura pemasara dimaksudkan untuk

mempengaruhi pasien( agar menyenangi pelayanannya( kemudian bersedia melakukan transaksi dan pada gilirannya memberikan kepuasan bagi pasien. %e$ara sistematis ke-6 unsur bauran pemasaran mempunyai tujuan pokok9 !1 %trategi Pelayanan 0ser2i$e1 ditujukan untuk menentukan jenis pelayanan yang dbutuhkan sesuai keinginan pasar( memberikan kepuasan kepada pasien dan memberikan keuntungan *inansial kepada &P% 21 %trategi Tari* 0pri$e1 ditujukan untuk menentuka tingkat tari* yang dianggap layak dan terjangkau oleh pasien. &engan strategi diharapkan &P% dapat mempertahankan diri dalam kondisi persaingan. 41 Promosi 0promotion1 ditujukan untuk men$ari bentuk promosi yang sesuai untuk sasaran yang diren$anakan 0bentuk promosi( bahan( bahasa( -aktu dan pendistribusian1 namun tetap dalam batas kode etik promosi yang diperkenankan. "1 %trategi %aluran pelayanan 0pla$ement1 ditujukan untuk memperoleh suatu pola pengelolaan saluran pemasaran ( sehingga pelaanan yang dita-arkan dapat se$ara e*ekti* dan edisien sampai kepada sasaran. 51 Peman*aatan )ekuatan politik 0Politi$ po-er1 ditujukan untuk

memperoleh dukungan moral( material maupun kepastian hukum( dari

)-

pemerintah maupun organisasi sosial politik yang memliki akses kekuasaan( sehingga diharapkan dapat menjamin kelangsungan usaha. 61 Peman*aatan Hubungan kemasyarakatan 0publi$ relation1 ditujukan untuk menumbuhkan suatu $itra &P% yang baik dengan menjalankan suatu intraksi komunikasi timbal balik baik dengan pasien maupun berbagai lembaga atau organisasi lain diluar &P%.

2.6.4.2 %trategi Pelayanan &alam menejemen modern sepanjang kelangsungan hidupnya( pelayanan &P% harus selalu di*ormulaskan kembali strategi pemesarannya. @ormuasi ulang ini dilakukan bila terjadi perubahan kondisi ekonomi( para pesaing memun$ulkan pelayan keehatan baru serta timbulnya suatu kebutuhan dan minat baru dari pasien. )onskuensinya( &P% harus meren$anakan strategi baru yang sesuai dengan setiap tahap dalam %iklus Hidup Pelayanan 0%er2i$e >i*e 3y$le1. &engan demikian &P% berharap untuk memperpanjang siklus hidup pelayanan dan keuntungannya( meskipun menyadari bah-a pelayanan tersebut tidak akan bertahan selamanya. )otler 0!;;"1 memberikan " asumsi dalam satu siklus hidup suatu pelayanan( yaitu9 a. Pelayanan memiliki masa hidup yang terbatas b. Pemasaran pelayanan mele-ati tahap tahap yang berbeda dan setiap tahap memberikan tantangan yang berbeda bagi &P%

*5

$. )euntungan dapat naik dan turun pada tahap-tahap yang berbeda dari %iklus Hidup Pelayanan 0%HP1 d. Pelayanan membutuhkan strategi pemasaran yang berbeda dalam setiap tahap dalam siklus hidupnya. %iklus Hidup Pelayanan menggambarkan sejarah perkembangan

pemasaran dari suatu tipe pelayanan yang digambarkan dalam kur2a berbentuk %. kur2a ini se$ara umum dibagi dalam " tahap( yaitu9 a. Perkenalan 0introdu$tion1( periode dimana pertumbuhan pemasaran lambat ketika suatu pelayanan diperkenalkan dalam pasar. >aba belum lagi diperoleh dalam tahap ini( karena besarnya biaya untuk memperkenalkan pelayanan tersebut. b. Pertumbuhan 0gro-th1( periode dimana pertumbuhan pasar yang $epat dan peningkatan perolehan laba yang berarti. $. )ede-asaan 0maturity1( periode dimana laju pertumbuhan pemasaran mulai melemah( karena pelayanan telah memperoleh pengakuan dari kebanyakan pasien yang potensial. )euntungan bisa stabil atau menurun disebabkan oleh peningkatan anggaranpemasaran untuk mengatasi persaingan. d. )emunduran 0de$line1( periode dimana pemasaran menunjukan suatu penurunan dan lama kelamaan mengalami erosi. )onsep siklus hidup pelayanan memberikan suatu kerangka yang berguna untuk mem*ormulasikan strategi-strategi dalam tahap yang berbeda dari siklus hidupnya. Pembahasan selanjutnya dilakukan untuk tempat tahap siklus tersebut

*1

dan memperhitungkan strategi-strategi pemasaran yang sesuai untuk masingmasing tahap.

a. Tahap perkenalan !1 &asar teori Pertumbuhan pemasaran lambat disebabkan9 a. Perluasan kapasitas pelayanan berjalan lambat b. Permasalahan teknis yang belum terkuasai dengan merata $. Penyediaan pelayanan pada pasien juga masih berjalan lambat akibat belum terkuasainya saluran pelayanan d. )eengganan pasien untuk mengubah pola kebiasaan yang sudah berjalan &alam tahap ini biasanya &P% membatasi jenis pelayanannya( karena pasar belum siap menerima perbaikan perbaikan dan mengarahkan pemasarannya kepada pasien yang siap menggunakan. &alam kondisi ini tari* lebih mahal karena9 a. .ngkos pelayanan masih tinggi( karena ma$am-ma$am pelayanan belum banyak b. Masalah teknologi belumsepenuhnya dapat diatasi $. Biaya promosi $ukup tinggi 21 %trategi pemasaran a. %trategi pro*il tinggi 0high pro*il strategy1

*2

%trateg pemasaran dengan menerapkan tari* dan promosi tinggi agar memperoleh laba perunit sebanyak mungkin dan memperbesar kemampuan memasuki pasar. b. %trategi penetrasi primiti* Tari* yang dikenakan rendah tetapi tingkat promosinya tinggi. Hal ini merupakan $ara paling $epat menerobos pasar dan memperoleh market share yang besar. $. %trategi penetras selekti* Tari* tinggi dan tingkat promosi rendah agar memperoleh laba kotor perunit sebesar mungkin dan untuk menekan biaya. d. %trategi pro*il rendah Pengenaan tari* dan promosi yang rendah agar pasar $epat menerima pelayanan tersebut dan untuk menekan biaya-biaya sehingga dapat memperoleh laba bersih yang besar. b. Tahap pertumbuhan Tahap ini ditandai dengan 9 a. Pesaing baru b. &P% mulai mengadakan perbaikan perbaikan terhadap pelayanannya $. Tari* pelayanan $endrung tetap( kemungkinan turun karena adanya persaingan d. Promosi dapat dikurangi e. Pemasaran meningkat se$ara $epat %trategi pemasaran9

*.

a. Meningkatkan kualitas pelayanan b. Men$ari segmen pasar baru $. Men$ari saluran pelayanan baru d. Mengadakan bauran promosi $. Tahap kede-asaan &ibagi menjadi tiga tahap9 !1 Tahap kede-asaan yang meningkat 0gro-th maturity1 Pemasaran meningkat dengan lambat( sebagian permintaan dari pasien lama( pasien baru relati* sedikit 21 Tahap kede-asaan yang stabil 0stable maturity1 Tidak ada peningkatan 2olume pemasaran. Permintaan hanya dari pasien lama 41 Tahap kede-asaan menurun 0&e$aying maturity1 Pemasaran mulai menurun( karena beberapa pasien sudah mlai menigalkan pelayanan &P% tersebut dan menggunakan pelayanan yang lain %trategi pemasaran 9 !1 Modi*ikasi pasar a. Men$ari segmen pasien yang belum pernah men$oba pelayanannya b. Memaksimalkan penggunaan *asilitas peralatan pada seluruh pasien 21 Modi*ikasi pelayanan a. Perbaikan kualitas b. Perbaikan segi pelayanan $. Perbaikan $orak

*4

41 Modi*ikasi bauran pemasaran a. Menurunkan tari* untuk menarik segmen-segmen pasar baru b. Promosi lebih menarik dan agresi* $. Mengalihkan ke saluran pelayanan yang lebih menguntungkan d. Tahap )emunduran &itentukan oleh9 !1 )e$epatan perubahan selera pasien 21 Perubahan kegiatan pesaing 41 )ebijakan meninggalkan jenis pelayanan tersebut %trategi pemasaran9 !1 Men$ari pelayanan yang lemah 21 Membangkitkan lagi pelayanan tersebut 41 Meninggalkan pelayanan tersebut

2.6.4.4 %trategi Tari* Tari* merupakan jumlah harga dari pelayanan yang diberikan. Tujuan penentuan tari*9 !. Men$apai target pengendalian in2estasi atau tingkat pemasaran &P% 2. Memperoleh keuntungan se$ara optimal dalalm kondisi tertentu 4. 7ntuk mempertahankan kondisi persaingan ". Menyeimbangkan tari* dengan biaya 5. Menentukan besarnya pangsa pasar @aktor *aktor yang mempengaruhi tingkat tari*9

*5

a. )eadaan perekonomian se$ara makro Tingkat pertumbuhan( tingkat in*lasi dan perubahan-perubahan kebijakan pemerintah b. )ondisi pena-aran dan permintaan pasar $. Elastisitas permintaan d. )ondisi persaingan e. Biaya operasional Prosedur penetapan tari*9 a. Mengestimasikan permintaan untuk pelayanan tersebut !1 Menentukan tari* yang diharapkan dapat diterima pasar 21 Memperkirakan 2olume pemasaran pada setiap tingkat tari* b. Mengetahui lebih dahulu reaksi dalam persaingan %umber-sumber persaingan9 !1 Pelayanan sejenis &P% lain 21 Pelayanan pengganti( misalnya pengobatan tradisional 41 Pelayanan lain yang dibuat &P% pesaing $. Menentukan market share yang diharapkan d. Memilih strategi tari* untuk men$apai target pasar !1 Penetapan tari* setinggi tingginya 0market skimming pri$ing1 7ntuk menutup tingginya baya biaya operasi dll dan membuat $itra pelayanan superior 21 Penetapan tari* serendah rendahnya 0market penetration pri$ing1

*2

Tari* yang rendah mampu merangsang pertumbuhan atau permintaan pasien potensia sebanyak banyaknya. e. Mempertimbangkan taktik pemasaran &P% *. Memilih tari* tertentu Menentukan tari* dasar dan laba yang diharapkan 3ara praktis mempertimbangkan alternati* adalah dengan membuat suatu tabel( dimana masing masing kolom memperlihatkan alternati* tari* tertentu dikaitkan jumlah yang diharapkan dapat dipasarkan berdasarkan estimasi dan analisis permintaan dan reaksi pesaing.

2.6.4." %trategi Promosi !1 >angkah-langkah &alam )omunikasi Pemasaran )egiatan promosi memiliki pengertian dasar komunikasi pemasaran( berbeda dengan kegiatan publi$ relations yang juga mengandung aspek komunikasi yang lebih bersi*at sosial( maka kegiatan promosi lebih bersi*at ekonomis. Etika periklanan memang melarang &P% untuk se$ara terang-terangan melakukan akti2itas promosi dan semata-mata ditujukan untuk meningkatkan permintaan pasar. )omunikasi pemasaran sendiri memiliki arti sebagai berikut9 )omunikasi pemasaran adalah kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh &P% untuk membantu pasien dalam pengambilan keputusan penggunaan pelayanan( serta mengarahkan pertukaran agar lebih memuaskan dengan $ara menyadarkan semua pihak untuk berbuat baik0@.?a$hmadi(!;;41. 3ara kerja komunikasi pemasaran melibatkan unsur-unsur sebagai berikut9

*)

!1 Pengiriman dan penerimaan sebagai unsur utama 21 Pesan dan media sebagai unsur kedua 41 7mpan balik dan tanggapan sebagai unsur ketiga 7ntuk membahas unsur-unsur komunikasi diatas( langkah-langkah yang perlu ditempuh adalah9 a. Mengidenti*ikasi %asaran )halayak0/udien$e1 )halayak sasaran harus jelas apakah itu terdiri dari pasien potensial( pasien lama( pengambil keputusan dan pemberi pengaruh. )halayak dapat berupa perorangan( kelompok atau khalayak umum. )halayak sasaran akan mempengaruhi keputusan tentang apa bentukny( bagaimana *ormatnya( bilamana disampaikannya( dan siapa khalayak yang mampu menjadi moti2ator. b. Menentukan tanggapan yang dikehendaki Tanggapan utama yang diharapkan adalah penggunaan pelayanan( sebagai hasil akhir suatu proses panjang dalam pengambian keputusan oleh pasien. $. Memilih pesan Pengembangan suatu pesan e*ekti* yang idealnya harus menimbulkan /,&/ 0attention( interest( demand( a$tion( d. Memilih media

**

!1 %aluran komunikasi pribadi %aluran penganjuran9 hubungan langsung antara dokter( pera-at dan tenaga kesahatan lainnya dalam interaksi langsung &p% %aluran ahli 9 pernyataan dokter spesialis diluar &P% da umumnya menjadi publi$ *igur dalam memberikan anjuran anjuran tertentu 21 %aluran media massa &apat media $etak maupun elektronik

21%trategi bauran promosi pemasaran sosial &P% Metode dalam strategi pemasaran sosial 0Philip )otler19 PEN3,>% a. Publi$ation &ilakukan melalui media komunikasi setempat( menjadi narasumber atau pengasuh rubrik khusus mengenai bidang kesehatan sehingga akan mendorong keinginan pasien men$oba pelayanan &P% tersebut. b. E2ent Menyelenggarakan akti2itas tertentu yang dihubungkan dengan program penngkatan kesadaran masyarakat akan kesehatan pada momen tertentu. $. Ne-s d. Melibatkan pers dan media masa dalam kegiatan sosial namun tetap dalam batas kode etik yang berlaku.

*-

e. 3ommunity in2ol2ment *. Melibatkan tokoh-tokoh tertentu atau komunitas ditengah masyarakat g. ,dentity media h. Men$antumkan logo &P% pada berbagai media seperti 9 kartu nama( kertas resep( dll i. >obbying Bernegosiasi biasanya dilakukan kepada perusahaan yang memberikan asuransi kesehatan untuk dijadikan mitra kerja. j. %o$ial in2estment Merupakan kegiatan-kegiatan sosial yang ditujukan untuk perbaikan kualitas masyarakat melalui penyelenggaraan program-program tertentu. Bersi*at jangka panjang karena masyarakat biasanya baru menyadari beberapa -aktu kemudian.

2.6.4.5 %trategi %aluran Pelayanan Merupakan jalur yang dilalui oleh arus pelayanan dari &P% melalui perantara hingga akhirnya sampai pada pasien. &iartikan juga sebagai akti2itas kerjasama antara berbagai lembaga untuk men$apai tujuan pelayanan kesehatan. Tujuannya adalah meningkatkan e*ekti*itas pen$apaian kelompok-kelompok pasien tertentu. )euntungan menggunakan saluran pelayanan9 !. Mengurangi beban &P% dalam kegiatan saluran pelayanan untuk men$ari pasien.

-5

2. Perantara dapat membantu penyediaan obat( bahan obat obatan dan suku $adang peralatan yang dibutuhkan untuk beberapa jenis pelayanan tertentu. 4. &apat pula membantu dibidang pengangkutan beban pasien dalam men$apai &P% ". &apat pula membantu di bidang keuangan( seperti memberikan kredit atau asuransi kepada pasien. @aktor-*aktor yang mempengaruhi pemilhan saluran a. Pertimbangan pasar !1 )arakteristik pasien 21 +umlah pasien potensial 41 )onsentrasi pasar se$ara geogra*is "1 )ebiasaan dalam penggunaan pelayanan kesehatan b. Pertimbangan pelayanan !1 )arakteristik pelayanan 21 Nilai perunit pelayanan $. Pertimbangan &P% !1 )etersediaan dana 21 Pengalaman dan kemampuan manajemen 41 Penga-asan saluran d. Pertimbangan perantara !1 Pelayanan yang diberikan perantara 21 %ikap perantara terhadap kebijakan &P% 41 Jolume pemasaran yang diberikan perantara sehingga memudahkan

-1

Menentukan banyaknya perantara a. %aluran pelayanan intensi* Menggunakan perantara sebanyak banyaknya untuk mendekati dan men$apai sasarannya untuk memper$epat pemenuhan kebutuhan pasien( pasien terpenuhi kebutuhannya sehingga memuaskan pasien. b. %aluran pelayanan selekti* Memilih jumlah perantara yang terbatas saja untuk satu -ilayah geogra*i tertentu untuk meniadakan perantara yang tidak menguntungkan. $. %aluran pelayanan eksklusi* Hanya memiliki satu saluran pelayanan dan hanya memasarkan ke lembaga saja sehingga &P% lebih mudah melakukan penga-asan. %trategi saluran pelayanan a. @or-ard distribution Pendekatan saluran pelayanan yang dilakukan se$ara akti* terhadap mitra kerja yang memiliki potensi pasar yang ukup besar. 3ontohnya lobbyng ke perusahaan besar dan memberi jaminan asuransi kesehatan. &apat pula melaukan pendekatan dengan rumah sakit( karena beberapa rumah sakit memiliki kendala kualitas yang belum memadai sehingga dapat diarahkan k &P%. 0akti*1 b. Ba$k-ard distribution Menjalin kerjasama dengan perusahaan yang menjadi pemasar obat-obatan seperti apotik. 0reakti*1

-2

2.6.4.6 Etika Pemasaran Praktik &okter 'igi berdasarkan )ode Etik )edokteran 'igi Tahun 2 B

Pasal 4 &alam menjalankan pro*esinya &okter 'igi di ,ndonesia tidak boleh dipengaruhi oleh pertimbangan untuk men$ari keuntungan pribadi. /yat ! &okter 'igi di ,ndonesia dilarang melakukan promosi dalam bentuk apapun seperti memuji diri( mengiklankan alat dan bahan apapun( memberi imingiming baik langsung maupun tidak langsung dan lain C lain( dengan tujuan agar pasien datang berobat kepadanya. /yat 2 &okter 'igi di ,ndonesia dilarang menggunakan gelar atau sebutan pro*esional yang tidak diakui oleh Pemerintah ,ndonesia. /yat 4 &okter 'igi di ,ndonesia boleh menda*tarkan namanya dalam buku telepon atau direktori lain dengan ketentuan tidak ditulis dengan huru* tebal( -arna lain atau dalam kotak. /yat " ,n*ormasi pro*il &okter 'igi yang dianggap perlu oleh masyarakat dikeluarkan oleh Pemerintah atau Persatuan &okter 'igi ,ndonesia baik melalui media $etak maupun elektronik. /yat 5 &okter 'igi di ,ndonesia( apabila membuat blanko resep( kuitansi( amplop( surat keterangan( $ap dan kartu berobat harus sesuai dengan yang

-.

ter$antum dalam %,P. %eandainya tempat praktik berlainan dengan rumah dapat ditambahkan alamat dan nomor telepon rumah.

-4

BAB III HASIL DISKUSI

).1

S!enar"# &rg. Pradi setelah lulus dokter gigi langsung membuat tempat praktek

dokter gigi dengan model praktik pribadi. %etelah menjalani dokter gigi selama satu tahun( praktek drg. Pradi tidak berkembang. &ental $hair dan instrumen kedokteran gigi dalam kondisi baik( tetapi bahan-bahan kedokteran gigi kurang lengkap. &rg. Pradi praktek di daerah perkotaan dengan jumlah penduduk yang padat( dimana penduduk di -ilayah tersebut rata-rata menengah ke atas dan masih ada penduduk miskin( tetapi jumlah pasien rata-rata ber bulan hanya !5 pasien. Pendapatan yang diterima tidak dapat menutupi biaya kontrakan tempat praktek. &rg. Pradi juga harus membayar $i$ilan pinjaman yang digunakan sebagai modal membuat tempat praktek tersebut. &i -ilayah tersebut terdapat 5 praktek dokter gigi umum yang praktek s-asta pribadi( ! praktek dokter gigi spesialis ortodontik( dan ! puskesmas. &rg. Pradi dalam membuat tempat praktek tidak menentukan tujuan dan target usaha( tidak membuat studi kelayakan dan analisis lingkungan terlebih dahulu( serta tidak melakukan strategi pemasaran sesuai dengan kode etik yang berlaku. /kibatnya( model praktek dokter gigi yang dibuat oleh drg. Pradi kurang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

-5

).2

Ident"("!as" 'asa$a !. Praktek drg. Pradi tidak berkembang. 2. Bahan-bahan kedokteran gigi kurang lengkap. 4. +umlah pasien rata-rata ber bulan sedikit 0hanya !5 pasien1. ". Pendapatan yang diterima tidak dapat menutupi biaya kontrakan tempat praktek. 5. >okasi berada di daerah perkotaan yang sudah banyak terdapat praktek dokter gigi yang lain. 6. &alam membuat tempat praktek tidak menentukan tujuan dan target usaha( tidak membuat studi kelayakan dan analisis lingkungan terlebih dahulu( serta tidak melakukan strategi pemasaran sesuai dengan kode etik yang berlaku. <. Model praktek dokter gigi yang dibuat oleh drg. Pradi kurang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

-2

).)

'e!an"s-e &rg. Pradi membuat praktek pribadi.

Bahan-bahan kedokteran gigi terbatas

lokasi kurang mendukung

+umlah pasien terbatas

Pendapatan kurang karena9 &alam membuat tempat praktek tidak menentukan tujuan dan target usaha( tidak membuat studi kelayakan dan analisis lingkungan terlebih dahulu( serta tidak melakukan strategi pemasaran sesuai dengan kode etik yang berlaku.

model praktek dokter gigi kurang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

).+

Kes"-&u$an Model praktek &rg. Pradi kurang sesuai dengan kebutuhan masyarakat

sehingga praktek &rg. Pradi tidak berkembang

-)

BAB I7 PENUTUP
)eberhasilan praktek dokter gigi mandiri atau sering disebut &okter

Praktek %-asta 0&P%1 dapat diraih dengan suatu peren$anaan( sehingga dapat diperhitungkan segala resiko yang mun$ul. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menetapkan tujuan dan target usaha. &P% harus menetapkan prioritas tujuan usaha dan mengelola usahanya untuk men$apai target yang sudah ditetapkan. %ebelum dilakukan in2estasi dalam usaha pelayanan kessehatan( langkah yang paling bijaksana adalah melakukan studi kelayakan usaha. Hal ini dilakukan untuk melihat keseimbangan antara kelayakan usaha se$ara so$ial sekaligus ekonomis. %ebab &P% haruss memenuhi syarat untuk mampu bertahan 0survive)( untuk kemudian bertumbuh 0growth1( dan menghasilkan keuntungan 0profitability1. >angkah selanjutnya adalah menganalisis lingkungan usaha dengan metode analisis %8.T. %etelah dilakukan analisis lingkungan( dokter gigi melakukan segmentasi pasar( karena &P% dapat memiliki lebih dari satu pangsa sasaran. &P% juga harus menetapkan strategi pemasarannya. Terdapat banyak model praktek dokter gigi( tetapi yang paling umum dilaksanakan di ,ndonesia adalah Praktek sendiri dan Praktek berkelompok. Masing-masing model praktek ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masingmasing. &P% dapat menentukan pilihan sesuai dengan kemampuan dan peluang yang dimiliki.

-*

&okter

gigi

harus

memperhatikan

berbagai

aspek

yang

akan

mempengaruhi berlangsungnya kegiatan ditempat praktik meliputi

kode etik(

aspek kesehatan lingkungan( aspek keselamatan kerja( dan lingkungan kerja yang ergonomi$. /pabila keseluruhan peren$anaan dilaksanakan dengan baik( maka dokter gigi akan berhasil dalam menjalankan praktik s-astanya.

--

DAFTAR PUSTAKA
/:i:( /:hari.!;;<. (edoman 0eknis ,trategi1 (emasaran (elayanan 2linik Dokter (raktek ,wasta. Buku 2. +akarta9 ,katan &okter ,ndonesia. Hal 6-B Burt( Brian /. 2 5. &entistry( &ental Pra$ti$e and The 3ommunity. 7%/ 9

Else2ier %aunders. Hal. !!!-!!4. &omer( >arry. !;B . &ental Pra$ti$e Management( 3on$epts and /ppli$ation. >ondon 9 The 3.J. Mosby 3ompany. Hal. "B-5<( 6 -64( 66-6B( !! -!!;( !6"-!BB( 24<-25<( 4!!-44 . OOOOOO. 2 Hal. !"-!B. OOOOOO. 2 <. Pedoman Penyelenggaraan )edokteran 'igi )eluarga.+akarta 9 6. )ebijakan Pelayanan )edokteran 'igi )eluarga. +akarta 9 &epkes.

&epkes. Hal. ;-!B. >adley( Betty. 2 6. Pra$ti$e Management *or The &ental Team. 3anada 9 Mosby

Else2ier. Hal. "6-54( 44!-4"!( 4"5-45!

155