Anda di halaman 1dari 10

Nama : Intan Rizka Fitria (121610101051)

Fakultas : Fakultas Kedokteran Gigi


Kelompok : 4 Kewarganegaraan 8
1. Mengapa globalisasi bisa menjadi ancaman atau peluang bagi setiap
individu dalam suatu negara?
Globalisasi sebagai modernisasi adalah sebuah dinamika, dimana
struktur-struktur social modernisasi (kapitalisme, rasionalisme,
industrialisme, birokratisme,dan sebagainya) disebarkan ke seluruh penjuruh
dunia, yang dalam prosesnya cenderung merusak budaya setempat yang
telah mapan serat merampas hak identitas rakyat setempat.
Era globalisasi adalah suatu konsep pasar bebas persaingan sempurna (the
perfect market) yang merupakan kondisi yang memungkinkan seluruh
pemain dalam pasar persaingan bebas dapat keluar dan masuk pasar sesuai
dengan pertimbangan rasionalnya masing-masing. Pada pasar tersebut yang
ditawarkan dapat berupa barang dan jasa. Dalam era pasar bebas tersebut
ikatan teritorial kewilayahan sebuah negara menjadi demikian longgar,
terutama negara-negara yang terikat dengan perjanjianperjanjian
multilateral dengan negara-negara lain, baik dalam suatu kawasan atau
antarkawasan
Salah satu ciri penting globalisasi, sebagaimana sering disuarakan oleh
kaum globalis adalah bahwa dunia dan pasar-pasar kini terintegrasi dan
terkoneksi satu sama lain dalam lingkungan global yang tanpa batas.
Akibatnya, suatu wilayah akan berpengaruh terhadap wilayah lain. Hal ini
dapat disimpulkan dari bahwa globalisasi mempunyai banyak wajah dan
tidak dapat dilihat secara sepotong-potong. Globalisasi membawa hal-hal
positif tetapi juga negatif. Dengan perkataan lain, globalisasi adalah peluang
sekaligus ancaman
Fatimah Az-Zahra
Apa dampak positif dan negatif globalisasi terhadap pendidikan di Indonesia?
Positif:
Meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia setingkat dengan kualitas pendidikan
Internasional
Semakin mudahnya akses informasi
Menciptakan manusia yang profesional dan berstandar internasional dalam bidang
pendidikan
Membawa dunia pendidikan Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lain
Menciptakan tenaga kerja yang berkualitas dan mampu bersaing.
Negatif:
Dunia pendidikan Indonesia bisa dikuasai oleh para pemilik modal
Bergantung pada teknologi sehingga akan memunculkan tradisi serba instan
Melonggarnya kekuatan kontrol pendidikan oleh negara.

Nama : Agya Nanda Prasetya
NIM : 121610101064
Fakultas : Kedokteran Gigi
Kelas : KWN 08
Kelompok : IV

Soal :

Jelaskan perkembangan Pers di Indonesia mulai jaman penjajahan Belanda (dalam
keadaan terkekang pemerintah) hingga masa kini (dalam keadaan bebas dan merdeka)
!

J awaban :

a. Pers Indonesia Pada masa Penjajahan Belanda
Menurut pendapan Douwes Dekker surat kabar berbahasa melayu (indonesia) tertua
adalah bintang soerabaja, terbit pada tahun 1861. Isinya selalu menentang pemerintah dan
berpengaruh di kalangan masyarakat cina dari partai modern di jawa timur. Selain itu pada
tahun 1902 di soerabaja terbit surat kabar poewarta soerabaja. Sikap pemerintah penjajah
penjajah saat itusangat waspada dan cenderung curiga terhadap pemberitaan di media massa.
Oleh karena itu pertumbuahn pers diawasi dengan ketat karen dikhawatirkan merugikan
kebajakan politik pemerintah penjajah. Pemerintah penjajah merasa ketuntuan-ketentuan
pidana dalam KUHP ( Kitab Undan-Undang Pidana) belum cukup memadai untuk
mengendalikan pers.

b. Pers Indonesia pada masa Penjajahan Jepang
Pada masa penjajahan Jepang dapat dikatakan pers indonesia tidak mengalami
perkembangan atau kemajuan karena sangan ketatnya penekanan pemerintah militer jepang
kepada media massa waktu itu. Hanya ada satu surat kabar yang terbit secara ilegal yaitu
Berita Indonesia. Pada masa itu, dapat dikatakan pers kurang berkembang.

c. Pers Indonesia pada masa Revolusi Mempertahankan Indonesia
Pada masa revolusi mempertahan kemerdekaan indonesia, konsentrasi perjuangan
bangsa diserahkan untuk mempertahan kemerdekaan dan kedaulatan negara republik
indonesia. Demikian pula insan pers pada masa itu merasa mempunyai tanggung jawab,
berjuang bersama-sama rakyat melalui pers demi mewujudkan negara indonesia yang
merdeka, tegak, dan berdaulat. Pers terutama berfungsi menyebarluaskan berita tentang
proklamasi kemerdekaan dan mengobarkan semangat pejuangan.pemeritah Indonesia pada
masa itu sangat membutuhkan dukungan pers dan hubungan pemerintah dengan pers. Pada
masa itu, seluruh kemampuan dan kekuatan rakyat dikonsterasikan pada pejuagan
kemerdekaan, maka dapat dikatakan pers kurang berkembang.

d. Pers Indonesia Pada Masa Orde Lama
Pada masa orde lama, dengan prinsip demokrasi terpimpin pemerintah menetapkan
asas manipol usdek. Pers atau penerbitan yang tidak mencantumkan manipol usdek dalam
anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya dan tidak mendukung kebijaksanaan
pemerintah akan dilarang terbit atau beredel. Dengan demikian, pers pada masa itu harus
tegas dan jelas menyuarakan aspirasi politik tertentu.

e. Pers Indonesia Pada Masa Orde Baru
Pada masa orde baru, seolah pers menghirup udara segar kebebasan, sehinga
bermunculan penerbitan-penerbitan baru. Namun keadaan ini tidak berlangsung lama. Setelah
pemilu tahun 1971, pemerintah orde baru menunjukkan sifat otoriternya.dengan demikian
pers pada masa itu dimanfaatkan oleh pemerintah untuk memperkuat status politik
pemerintahan orde baru.

f. Pers Indonesia pada Era Reformasi
Pers baru benar-benar merasakan kebabasannya pada masa reformasi dan tidak perlu
takut lagi dengan tindakan pemberedelan atau pencabutan SIUPP oleh pemerintah. Jaminan
kebebasan pers ini dibuktikan pemerintah dengan menyatakan hal-hal sebagai berikut:
1) Tidak akan ada lagi pemberedalan atau pencabutan SIUPP oleh pemerintah.
2) Pemerintah mempermudah untuk mendapatkan SIUPP.
3) Pemerintah mencabut SK Menteri Penerangan No.47/1975 dan SK Menteri Penerangan
No. 48/1975. Dengan demikian, setiap wartawan akan lebih bebas dalam menentukan
sikapnya.
GALIS
1. Apa salah satu dampak positif AFTA di bidang pendidikan?
Jawaban
1. Dampak positf seperti memperluas hubungan lembaga pendidikan dengan negara
tetangga. Contohnya saja tukar antarpelajar itu salah satu wujud dari kerja sama
dibidang pendidikan, penambahan fasilitas modern untuk sarana pendidikan dan juga
tenaga pengajar yang profesional. Peningkatan kualitas setiap bagian pendidikan pun
semakin peningkat. Menghadapi era AFTA 2015 membuat selaku tenaga pendidik
dituntun untuk lebih giat belajar, menambah wawasan dan komunikasi dengan pihak
luar, juga miningkatkan akademis dalam menghadapi persaingan nantinya.
Beberapa dampak positif ini nantinya diharapkan menjadikan tingkat
pendidikan Indonesia menjadi lebih maju. Ketika peningkatan kualitas anak bangsa
terpenuhi hal ini akan membawadamak baik bagi negara. Alat dan sarana luar yang
lebih canggih dapat masuk lebih mudah ke dalam negeri. Proses pertukaran pelajar
yang sebelumnya menjadi sangat sulit untuk dicapai menjadi mudah ketika AFTA
dibuka. Peningkatan pengetahuan baik tenaga pendidik maupun para pencari ilmu
dapat didapatkan dari negara asing yang lebih maju dalam hal pendidikan.
Beberapa pembangunan fasilitas pendidikan pun layaknya akan mudah
terealisasikan. Hal ini diharapkan terjadi pemerataan pendidikan bagi masyarakat
Indonesia. Kemajuan pendidikan akan terlihat dengan adanya peningkatan kualitas
dan kuantitas komponen pendidikan.
Walaupun begitu, adanya AFTA menjadi ancaman tersendiri di bidang
pendidikan. Setiap persiapan sangat dibutuhkan untuk menghadapinya untuk terhindar
dari dampak negatif Asean Free Trade Area ini.
Nama : Rachel Marcelia H.
NIM : 121610101071
PERTANYAAN
APAKAH DAMPAK NEGATIF GLOBALISASI DI BIDANG PENDIDIKAN?
JAWABAN
Globalisasi juga menimbulkan pengaruh negatif di berbagai bidang, tidak terkecuali
di bidang Pendidikan. Beberapa pengaruh negatifnya seperti adanya kerentanan
pendidikan Indonesia bisa dikuasai oleh para pemilik modal. Era globalisasi dimana setiap
sendi kehidupan menjadi dipermudah dengan adanya perkembangan teknologi, sehingga
hal ini akan memfasilitas pada pemilik modal untuk meraih keuntungan sebesar-beasrnya,
tanpa memperdulikan tujuan utama dari suatu pendidikan.
Selain itu adanya perkembangan fasilitas pendidikan yang berbasi modern, akan akan
sangat tergantung pada teknologi, yang berdampak munculnya sehingga muncul tradisi
serba instan dalam pendidikan. Hal ini tidak lagi melihat ke arah konvensional pendidikan
sehingga menimulkan sikap upaya yang lebih rendah terhadap pengembangan kualitas
pendidikan.
Globalisasi akan melahirkan suatu golongan-golongan didalam dunia pendidikan dan
semakin terkikisnya pendidikan budaya intternal dalam negara Indonesia karena masuknya
budaya dan pengaruh yang kuat dari negara asing.
Globalisasi mengakibatkan melonggarnya kekuatan kontrol pendidikan oleh
negara. Dimana setiap hal sudah dapat diakses dan didapat secara bebas. Masyarakat akan
acuh terhadap kebijakan pendidikan. Dalam menghadapinya perlu filter kontrol diri dalam
masyarakat agar terhindar dari dampak negatif globalisasi.
Nama : Vinanti Nur Chumairhoh
Nim : 121610101072
Kelompok K : 4 (empat)

Soal :
Jelaskan geostrategi Indonesia dalam globalisasi?
Jawaban :
Geostrategi adalah suatu strategi dalam memanfaatkan kondisi geografis negara dalam
menentukan kebijakan, tujuan, dan sarana untuk mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan
nasional. Geostrategi Indonesia memberi arahan tentang bagaimana merancang strategi
pembangunan dalam rangka mewujudkan masa depan yang lebih baik, aman, dan sejahtera.
Oleh karena itu, geostrategi Indonesia bukanlah merupakan geopolitik untuk kepentingan
politik dan perang, melainkan untuk kepenting kesejahteraan dan keamanan.
Geostrategi Indonesia berawal dari kesadaran bahwa bangsa dan negara ini
mengandung sekian banyak anasir-anasir pemecah belah yang setiap saat dapat meledak dan
mencabik-cabik persatuan dan kesatuan bangsa dalam Era-Globalisasi ini. Dalam pertemuan
antar budaya global tampak bahwa pihak yang didukung dengan teknologi canggih akan lebih
berfungsi sebagai pengalih nilai-nilai kebudayaan dan norma-norma kemasyarkatan.
Sedangkan bagi pihak yang terbelakang atau tertinggal dalam penguasaan teknologi
cenderung akan menjadi penerima. Jika hal tersebut dibiarkan berlarut-larut bisa jadi akan
mengakibatkan kepunahan terhadap suatu kebudayaan dan dapat memecah belah bangsa
Indonesia.
Pada saat kepemimpinan Habibie dapat disaksikan dengan jelas bagaimana hal itu
terjadi beserta akibatnya. Tidak hanya itu saja, tatkala bangsa kita lemah karena sedang
berada dalam suasana tercabik-cabik maka serentak pulalah harga diri dan kehormatan
dengan mudah menjadi bahan tertawaan di forum internasional. Disitulah ketidakberdayaan
kita menjadi tontonan masyarakat internasional, yang sekaligus, apabila kita sekalian sadar,
seharusnya menjadi pelajaran berharga. Sekali lagi terbukti bahwa pemimpin
yang kuat dan disegani serta mengenal betul watak dari bangsa Indonesia amatlah
diperlukan. Dilain pihak masyarakat perlu menjadi arif serta pandai menahan diri dalam
menghadapi provokasi maupun rongrongan/iming-iming melalu money politics. Atas dasar
adanya ancaman yang laten, terutama dalam bentuk SARA, maka geostrategi Indonesia
sebagai doktrin pembangunan mengandung metode pembentukan keuletan
dan pembentukan ketangguhan bangsa dan Negara. Kedua kualitas yang harus dibangun
dan dimanfaatkan secara konsisten itu tidaklah hanya ditujukan kepada individu warga
bangsa akan tetapi juga kepada sistem, lembaga dan lingkungan. Masyarakat bangsa berikut
segala prasarananya harus terus dibina keuletannya agar mampu memperlihatkan stamina
dalam penangkalan terhadap anasir-anasir pemecah belah bangsa dan negara. Dapat
diantisipasikan bahwa hanya anasir-anasir tersebut bersifat laten atau hadir sepanjang masa,
maka aspek atau kualitas keuletan haruslah dikedepankan. Pembinaannya pun perlu berlanjut
agar setiap generasi yang muncul faham akan pentingnya kedua kualitas tersebut.
Oleh karena itu, Geostrategi hendaknya dipelajari setiap bangsa agar dapat
mempertahankan keamanan bangsa tersebut dari berbagai gangguan baik gangguan yang
berasal dari dalam negeri maupun gangguan yang berasal dari luar negeri. Untuk memperkuat
ketahanan nasional, setiap bangsa hendaknya menegakkan hukum dan menertibkan kekuatan
yang diorganisasikan untuk menjaga pertahanan dan keaamanan negara.

Nama : Wulan Tri Maulinda
NIM : 121610101085
Kelas Kwn 08 Kelompok 4

Soal :
Apa saja pengaruh positif globalisasi media massa terhadap perekonomian masyarakat?
Jawaban :
Dari segi ekonomi sendiri, globalisasi media massa berpengaruh seperti berikut :
Pertumbuhan ekonomi masyarakat semakin cepat
Proses pertukaran barang dan jasa lebih cepat dan mudah
Terjadinya industri dimana-mana
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Kemajuan iptek dapat meningkatkan kemampuan produktifitas dalam skala besar


Retno Widyastuti
121610101066
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember

Pertanyaan :
Mengapa mahasiswa disebut dengan agent of change?
Jawaban :
Mahasiswa disebut sebagai agent of change karena mahasiswa berada di tengah,
maksudnya di tengah yaitu, mahasiswa berada di antara pemerintah, dan masyarakat.
mahasiswa tidak termasuk ke dalam golongan masyarakat atau pemerintah, hal ini tentunya
menjadikan mahasiswa memiliki posisi yang istimewa. Mereka bisa masuk ke dalam
masyarakat, dan dapat berkomunikasi dengan pemerintah. Apa yang mahasiswa suarakan,
dapat merubah kondisi negara. Hampir seluruh masyarakat adalah mahasiswa, dapat
diperkiraka bagaimana kekuatan mahasiswa itu sendiri. Maka dari itu, tugas mahasiswa
adalah menampung dan mendengarkan apa permasalahan yang ada di masyarakat, dan
menyuarakannya pada pemerintah, serta merubah pola masyarakat yang kurang tepat dengan
bidang mereka masing masing.


Contoh :
Pada jaman pemerintahan Presiden Soeharto, terjadi demonstrasi besar besaran oleh
mahasiswa yang akhirnya menggulingkan jabatan Presiden Soeharto, hal ini membuktikan
bahwa mahasiswa memiliki kekuatan yang besar dalam membuat perubahan, yangkan kurang
positifnya mahasiswa jaman dahulu karena menggunakan demonstrasi. Pada jaman sekarang
perubahan yang dapat dilakukan oleh mahasiswa yaitu, misalkan dalam bidang kesehatan,
mahasiswa kesehatan dapat merubah pola hidup masyarakat, yang tadinya hanya menggosok
gigi jika sempat atau pada pagi hari saja, dengan dilakukan penyuluhan dan pendekatan
kesehatan oleh mahasiswa kesehatan, bisa merubah kebiasaan masyarakat menjadi
menggosok gigi 2 kali dalam sehari.



Dewi Anggraini
121610101083
FKG UNEJ

Pertanyaan :
1. Bagaimana cara menghadapi AFTA sebagai warga Indonesia dalam
pesatnya globalisasi beberapa tahun mendatang?

Jawaban :
1. Tenaga profesional dan penguasaan bahasa Inggris menjadi faktor
penting.
2. Meningkatkan pendidikan bahasa asing di sekolah hingga pelatihan
berbahasa asing diluar sekolah.
3. Memperbanyak komunitas positif dalam meningkatkan kemampuan
komunikasi
4. Kemampuan dalam dunia teknologi informasi
5. Peningkatan kemampuan kerja terampil