Anda di halaman 1dari 10

2012

NUR RATNA SARI


DIII ANALIS KIMIA
9/29/2012
PENGENALAN
BAHAN-BAHAN
Kimia
PENGENALAN BAHAN KIMIA
I. Tujuan :
Untuk dapat menjelaskan tentang jenis, sifat serta simbol-simbol
bahaya bahan kimia.
II. Dasar teori:
Di dalam kegiatan pratikum kimia, bahan kimia merupakan bahan
utama, oleh karena itu kita perlu memiliki pengetahuan tentang bahan-
bahan kimia khususnya yang sering digunakan di dalam pratikum.
Pengetahuan tentang bahan kimia yang dimiliki diantaranya dimaksudkan
agar kita mampu menangani bahan kimia secara baik. Dengan demikian
kegiatan pratikum akan berjalan lancar dan kecelakaan karena
ketidaktahuan dapat dihindarkan.

2.1 Bahan-bahan Kimia biasanya dibuat dalam 4 tingkat kemurnian
yaitu:
2.1.1 Tingkat Teknik (Technical Grade)
2.1.2 Tingkat Farmasi (Pharmaceutical Grade)
2.1.3 Tingkat Murni (Chemically Pure/CP)
2.1.4 Tingkat Pereaksi (Analyzed Grade)

2.2 Penggolongan Bahan Kimia berdasarkan sifat kimianya:
2.2.1 Bahan Kimia Mudah terbakar
2.2.2 Bahan pengoksidasi
2.2.3 Bahan mudah Meledak
2.2.4 Bahan Radioaktif
2.2.5 Bahan Korosif
2.2.6 Bahan Toksik

2.3 Pengenalan Simbol Bahaya (Hazard Symbol)
2.3.1. Inflammable substances (bahan mudah terbakar)
2.3.2 Explosive (bersifat mudah meledak)
Huruf kode: E
Bahan dan formulasi yang ditandai dengan
notasi bahaya explosive dapat meledak
dengan pukulan/benturan, gesekan,
pemanasan, api dan sumber nyala lain bahkan
tanpa oksigen atmosferik. Ledakan akan
dipicu oleh suatu reaksi keras dari bahan.
Frase-R untuk bahan mudah meledak : R1, R2 dan R3
Sebagai contoh untuk bahan yang dijelaskan di atas adalah
2,4,6-trinitro toluena (TNT)

2.3.3 Oxidizing (pengoksidasi)
Huruf kode: O
Bahan-bahan dan formulasi yang ditandai
dengan notasi bahaya oxidizing biasanya
tidak mudah terbakar. Tetapi bila kontak
dengan bahan mudah terbakar atau bahan
sangat mudah terbakar mereka dapat
meningkatkan resiko kebakaran secara signifikan
Frase-R untuk bahan pengoksidasi : R7, R8 dan R9
Contoh bahan tersebut adalah kalium klorat dan kalium
permanganat juga asam nitrat pekat.

2.3.4 Extremely flammable (amat sangat mudah terbakar)
Huruf kode:F+
Bahan-bahan dan formulasi yang ditandai
dengan notasi bahaya extremely flammable
merupakan likuid yang memiliki titik nyala
sangat rendah (di bawah 0
o
C) dan titik didih
rendah dengan titik didih awal (di bawah
+35
o
C). Bahan amat sangat mudah terbakar berupa gas
dengan udara dapat membentuk suatu campuran bersifat
mudah meledak di bawah kondisi normal.
Frase-R untuk bahan amat sangat mudah terbakar : R12
Contoh bahan dengan sifat tersebut adalah dietil eter (cairan)
dan propane (gas)

2.3.5 Highly flammable (sangat mudah terbakar)
Huruf kode: F
Bahan dan formulasi ditandai dengan notasi
bahaya highly flammable adalah subyek
untuk self-heating dan penyalaan di bawah
kondisi atmosferik biasa, atau mereka
mempunyai titik nyala rendah (di bawah +21
o
C).
Frase-R untuk bahan sangat mudah terbakar : R11
Contoh bahan dengan sifat tersebut misalnya aseton dan
logam natrium, yang sering digunakan di laboratorium
sebagai solven dan agen pengering.

2.3.6 Flammable (mudah terbakar)
Huruf kode: tidak ada
Tidak ada simbol bahaya diperlukan untuk melabeli bahan
dan formulasi dengan notasi bahaya flammable. Bahan dan
formulasi likuid yang memiliki titik nyala antara +21
o
C dan
+55
o
C dikategorikan sebagai bahan mudah terbakar
(flammable)
Frase-R untuk bahan mudah terbakar : R10
Contoh bahan dengan sifat tersebut misalnya minyak
terpentin.

2.4 Bahan-bahan berbahaya bagi kesehatan
2.4.1 Very toxic (sangat beracun)
Huruf kode: T+
Bahan dan formulasi yang ditandai dengan
notasi bahaya very toxic dapat
menyebabkan kerusakan kesehatan akut atau
kronis dan bahkan kematian pada
konsentrasi sangat rendah jika masuk ke
tubuh melalui inhalasi, melalui mulut (ingestion), atau kontak
dengan kulit.
Frase-R untuk bahan sangat beracun : R26, R27 dan R28
Contoh bahan dengan sifat tersebut misalnya kalium sianida,
hydrogen sulfida, nitrobenzene dan atripin

2.4.2 Toxic (beracun)
Huruf kode: T
Bahan dan formulasi yang ditandai dengan
notasi bahaya toxic dapat menyebabkan
kerusakan kesehatan akut atau kronis dan
bahkan kematian pada konsentrasi sangat
rendah jika masuk ke tubuh melalui inhalasi, melalui mulut
(ingestion), atau kontak dengan kulit.
Bahan karsinogenik dapat menyebabkan kanker atau
meningkatkan timbulnya kanker.
Frase-R untuk bahan beracun : R23, R24 dan R25
Contoh bahan dengan sifat tersebut misalnya solven-solven
seperti metanol (toksik) dan benzene (toksik, karsinogenik).

2.4.3 Harmful (berbahaya)
Huruf kode: Xn
Bahan dan formulasi yang ditandai dengan
notasi bahaya harmful memiliki resiko
merusak kesehatan sedang jika masuk ke
tubuh melalui inhalasi, melalui mulut
(ingestion), atau kontak dengan kulit.
Frase-R untuk bahan berbahaya : R20, R21 dan R22
Contoh bahan yang memiliki sifat tersebut misalnya solven
1,2-etane-1,2-diol atau etilen glikol (berbahaya) dan
diklorometan (berbahaya, dicurigai karsinogenik).

2.5 Bahan-bahan yang merusak jaringan (tissue destroying substances)
2.5.1 Corrosive (korosif)
Huruf kode: C
Bahan dan formulasi dengan notasi corrosive
adalah merusak jaringan hidup.
Frase-R untuk bahan korosif : R34 dan R35.
Contoh bahan dengan sifat tersebut misalnya asam
mineral seperti HCl dan H2SO4 maupun basa
seperti larutan NaOH (>2%).

2.5.2 Irritant (menyebabkan iritasi)
Huruf kode : Xi
Bahan dan formulasi dengan notasi irritant adalah
tidak korosif tetapi dapat menyebabkan inflamasi
jika kontak dengan kulit atau selaput lendir.
Frase-R untuk bahan irritant : R36, R37, R38 dan R41
Contoh bahan dengan sifat tersebut misalnya
isopropilamina, kalsium klorida dan asam dan basa encer.

2.5.3 Bahan berbahaya bagi lingkungan
Huruf kode: N
Bahan dan formulasi dengan notasi dangerous
for environment adalah dapat menyebabkan
efek tiba-tiba atau dalam sela waktu tertentu
pada satu kompartemen lingkungan atau lebih
(air, tanah, udara, tanaman, mikroorganisma)
dan menyebabkan gangguan ekologi.
Frase-R untuk bahan berbahaya bagi lingkungan : R50, R51,
R52 dan R53.
Contoh bahan yang memiliki sifat tersebut misalnya tributil
timah kloroda, tetraklorometan, dan petroleum hidrokarbon
seperti pentana dan petroleum bensin.

III. Alat dan Bahan
3.1 Alat
pada pratikum ini tidak digunakan peralatan khusus
3.2 Bahan
Bahan Kimia p.a beserta kemasannya atau kemasan bahan kimia p.a.

IV. Cara Kerja
1. Amatilah kemasan bahan kimia yang disediakan
2. tulislah informasi mengenai bahan kimia tersebut mengikuti format
isian yang telah disediakan

V. Hasil dan pembahasan

1) Nama : Chloroform Simbol : Berbahaya (harmful)
Rumus molekul : CHCl3
Massa Jenis : 1,47 kg /L
Berat molekul : 119,38 g/mol
Kemurnian : p.a ( 99,0 99,4% )
Fase : Cair
Berat isi : 1 Liter
Kode R :
47 (menyebabkan cacat kelahiran)
20/22 (berbahaya jika terhirup dan terkena kulit)
38 (Iritasi kulit)
40 (kemungkinan risiko dampak yang tak terpulihkan)
48 (berbahaya akibat kerusakan serius bagi kesehatan karena
pemajanan yang berkepanjangan)
Kode S :
53 (hindari pemajanan-dapatkan instruksi khusus sebelum penggunaan)
36/37 (kenakan pakaian pelindung dan sarung tangan yang sesuai )
Produsen : Merck


2) Nama : Xylene Simbol : Berbahaya
Rumus molekul : C8H10
Massa Jenis : 0,86 kg/L
Berat molekul : 106,17 g/mol
Kemurnian : p.a ( 99,8% )
Fase : Cair
Berat isi : 1 Liter
Kode R :
10 (mudah terbakar)
20/21 (berbahaya jika tertiup dan terkena kulit)
38 (iritasi kulit)
Kode S : 25 (hindari kontak dengan mata)
Produsen : Merck


3) Nama : Anilin Simbol : Beracun
Rumus molekul : C6H5NH2
Massa Jenis : 1,03 kg/L
Berat molekul : 93,13 g/mol
Kemurnian : p.a ( 99,5% )
Fase : Cair berbahaya bagi lingkungan
Berat isi : 250 mL
Kode R :
20/21/22 (berbahaya jika tertiup, terkena kulit dan
tertelan)
40 (kemungkinan resiko dampak yang tak
terpulihkan)
48/23/24/25 (Beracun: bahaya kerusakan yang serius bagi kesehatan
dengan pemajanan yang berkepanjangan melalui hirupan, kontak dengan
kulit dan jika tertelan)
50 (sangat beracun bagi organisme air)
Kode S :
28 (setelah terjadi kontak dengan kulit, segera cuci dengan banyak(akan
dirinci oleh pabrik)).
Produsen : Merck


4) Nama : Toluene
Rumus molekul : C6H5CH3
Massa Jenis : 0,87 kg/L
Berat molekul : 92,14 g/mol
Kemurnian : p.a ( 99,5% )
Fase : Cair
Berat isi : 1 Liter
Kode R :
11 (sangat mudah terbakar)
20 (berbahaya apabila tertiup)
Kode S :
16 (jaga agar jauh dari dari sumber penyalaan)
25 (hindari kontak dengan mata)
29 (jangan mengosongkan ke dalam saluran)
33 (lakukan tindakan pencegahan terhadap pembungan statis)
Produsen : Merck
Simbol : berbahaya sangat mudah terbakar






5) Nama : n Hexane
Rumus molekul : CH3(CH2)4CH3
Massa Jenis : 0,66 kg/L
Berat molekul : 86,18 g/mol
Kemurnian : p.a ( 99%)
Fase : Cair
Berat isi : 2,5 L
Kode R :
11(sangat mudah terbakar)
38 (iritasi kulit)
48/20 (berbahaya:bahaya yang serius bagi kesehatan dengan pemajanan
yang Berkepanjangan melalui hirupan)
51/53 (beracun terhadap organisme air, dapat menimbulkan dampak
buruk dalam jangka panjang pada lingkungan air)
62 (kemungkinan resiko gangguan kesuburan)
65-67

Kode S :
9 (jaga agar wadah berada di tempat yang berventilasi yang baik)
6 (jaga agar jauh dari sumber penyalaan-dilarang merokok)
29 (jangan mengosongkan ke dalam saluran)
33 (lakukan tindakan pencegahan terhadap pembuangan statis)
36/37 (kenakan pakaian pelindung dan sarung tangan yang sesuai)
61 (hindari pembuangan ke lingkungan. Mengacu pada instruksi khusus
atau lembar data keselamatan)
62 (jika tertelan jangan dimuntahkan: cari pertolongan medis segera dan
tunjukkan wadah atau label ini)
Produsen : Merck
Simbol :
Sangat mudah terbakar berbahaya berbahaya bagi lingkungan








6) Nama : Benzene
Rumus molekul : C6H6
Massa Jenis : 0,88 kg/L
Berat molekul : 78,11 g/mol
Kemurnian : p.a ( 99,7% )
Fase : Cair
Berat isi : 1Liter
Kode R :
45 (dapat menyebabkan kanker)
11 (sangat mudah terbakar)
23/24 (beracun jika terhirup dan terkena kulit)
Kode S :
9 (jaga agar wadah berada di tempat yang berventilasi baik)
16 (jaga agar jauh dari sumber penyalaan-dilarang merokok)
29 (jangan mengosongkan ke dalam saluran)
Produsen : Merck
Simbol : Sangat mudah terbakar beracun (toxic)



7) Nama : Formaldehyde Simbol : Beracun
Rumus molekul : HCOOH
Massa Jenis : 1,09 kg/L
Kemurnian : p.a ( 37 38% )
Fase : Cair
Berat isi : 2,5 Liter
Kode R :
23/24/25 (beracun jika terhirup, terkena kulit dan tertelan)
34 (menyebabkan luka bakar)
39/23/24/25 (beracun: dampak bahaya sangat serius dan tak terpulihkan
melalui hirupan, kontak dengan kulit dan jika tertelan)
40 (kemungkinan resiko dampak yang terpulihkan)
43 (dapat menimbulkan kepekaan jika terkena kulit)
Kode S :
26 (dalam hal terjadi kontak dengan mata,segera bilas dengan banyak air
dan cari pertolongan medis)
36/37/39 (kenakan pakaian pelindung, sarung tangan dan pelindung mata
atau wajah yang sesuai)
45 (bila terjadi kecelakaan atau jika merasa tidak sehat, cari pertolongan
medis segera (tunjukkan label bilamana memungkinkan))
51 (gunakan hanya di ruangan yang berventilasi baik)
Produsen : Merck


8) Nama : i-Butanol Simbol : Berbahaya
Rumus molekul : CH3(CH2)3OH
Massa Jenis : 0,81 kg/L
Berat molekul : 74,12 g/mol
Kemurnian : p.a ( 99,5% )
Fase : Cair
Berat isi : 1 Liter
Kode R :
10 (mudah terbakar)
20 (berbahaya apabila terhirup)
Kode S :
16 (jaga agar jauh dari sumber penyalaan-dilarang merokok)
Produsen : Merck


9) Nama : n-Amil Alcohol Simbol : Berbahaya
Rumus molekul : CH12O
Massa Jenis : 0,01 kg/L
Berat molekul : 88,15 g/mol
Kemurnian : p.a ( 98,5% )
Fase : Cair
Berat isi : 1 Liter
Kode R :
10 (mudah terbakar)
20 (berbahaya apabila terhirup)
Kode S :
24/25 (hindari kontak dengan kulit dan mata)
Produsen : Merck


10) Nama : Ethanol Absolut Simbol : sangat mudah terbakar
Rumus molekul : C2H5OH
Massa Jenis : 0,79 kg/L
Berat molekul : 46,07 g/mol
Kemurnian : p.a ( 99,8% )
Fase : Cair
Berat isi : 1 Liter
Kode R : 11 (sangat mudah terbakar)
Kode S :
7 (dapat menimbulkan kebakaran)
16 (jaga agar jauh dari sumber penyalaan-dilarang merokok)
Produsen : Merck



VI. Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan dari Pengenalan Bahan-
bahan Kimia dapat disimpulkan bahwa Bahan Kimia yang
digunakan dalam praktikum kimia dasar mempunyai jenis,
sifat serta simbol-simbol bahaya bahan kimia berbeda-beda.

Daftar Pustaka

http://internetcyberwarrior.blogspot.com/2012/02/mengenal-bahan-kimia.html