Anda di halaman 1dari 17

PICKING DATA MICROSEISMIC

M.FAHREZA HARAHAP, 12311019


FAUZIAN IRAWAN, 12311045
AULIA HAKIEM NOERSEDYA, 12311051

LABORATORIUM SEISMOLOGI, PROGRAM STUDI TEKNIK GEOFISIKA ,FAKULTAS TEKNIK PERTAMBANGAN
DAN PERMINYAKAN

ABSTRAK
Mikroseismik merupakan gelombang seismik lemah yang dihasilkan oleh fenomena alam.
Biasanya gelombang ini digolongkan sebagai noise yang konstan ada pada bacaan. Hasil
rekaman mikroseismik mengandung banyak informasi penting, seperti arrival time gelombang P
dan S, fasa gelombang maupun amplitudonya. Seismogram digital memerlukan perangkat halus
(software) khusus untuk mengolah dan mendapatkan informasi-informasi penting tersebut, salah
satunya ialah SeisGram.
Untuk mendapatkan informasi yang diinginkan dari seismogram digital, ada beberapa hal yang
harus diperhatikan, seperti menggunakan filter untuk mengurangi noise, menggunakan fitur
remove mean dan sebagainya. Hal-hal ini dilakukan agar didapatkan informasi yang sebaik-
baiknya. Untuk mencari kebenaran informasi yang didapat, dapat digunakan cara dengan
mencari slope atau kemiringan dari kurva antara selisih waktu tiba gelombang S dan P dengan
waktu tiba gelombang P, yang kemudian dibandingkan dengan hasil referensi.
Nilai amplitude yang didapat dari hasil picking seismogram dapat dihubungkan dengan
magnitudo dan intensitas dari gempa sumbernya. Penentuan nilai amplitudo diambil dari
amplitudo maksimum pada komponen Z di setiap stasiun.
Kata kunci: mikroseismik, seismogram, filter, gelombang seismic, magnitudo
ABSTRACT
Microseismic is a faint seismic waves generated by a natural phenomena. Usually, this type of
waves is considered as a constant background noise in reading. The output of microseismic
recording, also called seismogram, contains some important information, such as P-wave and S-
wave arrival time, wave phases, or the amplitude of the seismic wave. Digital seismogram
required a certain software to process and acquire those important information, for example,
SeisGram.
To get the desired information from this digital seismogram, there are a couple things to consider
using in this software, such as the usage of filter to reduce noise, remove mean feature, and so
on. These things were used to ensure that the information deducted from seismogram is as good
as possible. To find out how well our information is, we can find the slope of curve between the
increment of S-wave arrival time and P-wave arrival time to the P-wave arrival time, which then
compared with a reference result.
We can get seismic waves amplitude by choosing the biggest amplitude from Z-component of
each stations seismogram. This amplitude can be related with the magnitude and intensity of the
sources earthquake.
Keyword: microseismic, seismogram, filter, seismic wave, magnitudes

PENDAHULUAN
Gelombang seismik adalah
gelombang-gelombang yang merambat baik
di dalam maupun di permukaan bumi yang
berasal dari sumber seismik seperti dari
sumber gempa, ledakan, erupsi gunung api,
longsoran, badai, dan sebagainya.
Gelombang ini nantinya dapat direkam
dengan alat penerima di atas permukaan
bumi. Hasil rekaman dari alat tersebut dapat
disebut seismogram. Seismogram
merupakan hasil dari rekaman getaran yang
disebabkan oleh penjalaran gelombang
seismik dari suatu sumber. Setiap
seismogram mengandung informasi yang
penting tentang sumber seismik dan medium
yang dilewati oleh gelombang. Gelombang
yang terekam pada seismogram dapat
berupa gelombang body (P dan S) serta
gelombang permukaan (Love dan Rayleigh).
Dalam penerapannya, gelombang
seismik dapat digunakan dengan dengan
berbagai metode. Umumnya, gelombang
seismik digunakan dalam metode aktif yaitu
metode yang dilakukan dengan membuat
medan gangguan lalu diukurlah respon yang
dilakukan oleh bumi. Tetapi gelombang
seismik dapat pula digunakan dalam metode
pasif. Metode pasif adalah metode yang
dilakukan dengan mengukur medan alami
yang dipancarkan oleh bumi. Salah satu
metodenya ialah mikroseismik.
Mikroseismik adalah sebuah terobosan baru
dalam keilmuan geofisika Prinsipnya adalah
geophone ditanam pada kedalaman tertentu.
Sumber mikroseismik yang paling banyak
adalah dari peristiwa kompaksi yang
diakibatkan adanya overburden. Secara tidak
langsung, metode mikroseismik juga dapat
mendeteksi terjadinya peristiwa overburden
yang penting diperhatikan dalam eksplorasi
geofisika.
Pada pengolahan data mikroseismik
yang perlu dilakukan adalah picking arrival
time gelombang P dan gelombang S untuk
bisa menentukan lokasi hiposenter dari
sumber gelobang tersebut. Selain itu
diperlukan juga picking peak to peak
amplitude gelombang p untuk bisa
menentukan besaran magnitude dari sumber
gempa.

LATAR BELAKANG
Data seismogram mikroseismik dapat
dipakai untuk menginterpretasikan origin
time, travel time dan arrival time dengan
menggunakan software

TEORI DASAR
Ditinjau dari kecepatan gelombangnya,
gelombang P akan terekam paling awal
dibandingkan dengan gelombang yang
lainnya. Hal ini dikarenakan adanya
perbedaan arah gerak gelombang terhadap
arah propagasinya pada gelombang selain
gelombang P.
Picking waktu tiba gelombang dimulai dari
gelombang P (menggunakan data komponen
Z) baru kemudian gelombang S
(menggunakan data komponen NS maupun
EW).
Semakin cepat gelombang P yang terekam
pada seismogram, maka semakin sedikit
pula selisih antara gelombang S dan
gelombang P. Waktu tiba gelombang P yang
lebih cepat menunjukkan bahwa stasiun
tersebut memiliki jarak yang lebih dekat
dengan sumber gelombang daripada stasiun
yang waktu tiba gelombang P nya lebih
lambat. Oleh karena itu, delay antara
gelombang P dan S akan berbanding lurus
dengan jarak antara stasiun dan sumber
gempa atau gelombang seismik.
Amplitudo gelombang P di pick dari
komponen Z seismogram, karena komponen
tersebut me
Kurva yang dibuat dengan menggunakan
data selisih waktu tiba gelombang P dan S
dan data waktu tiba gelombang P merupakan
salah satu teknik grafis untuk menentukan
waktu terjadinya gempa (origin time).
Karena selisih waktu tiba gelombang P dan
S di hiposenter akan menjadi nol, maka titik
potong dalam diagram dengan sumbu waktu
tiba gelombang P adalah pendekatan dari
terjadinya gempa (origin time). Setelah
origin time ditentukan, jarak episenter dari
setiap stasiun dapat dihitung dengan mudah
dengan mengalikan waktu tempuh
gelombang P dengan kecepatan gelombang
rata-ratanya




PENGOLAHAN DATA
Langkah kerja dari pengolahan data praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Tampilkan raw data dari semua stasiun


2. Lakukan filtering data



3. Urutkan berdasarkan kemunculan grup fasa gelombang yang menonjol


4. Pick waktu tiba gelombang P dan S pada setiap stasiun

Note:
Pada umumnya nilai ts-tp gempa akan semakin besar pada stasiun yang waktu
tiba gelombang P lebih lambat
Pada umumnya fasa gelombang P lebih jelas pada komponen vertikal dan S pada
komponen
5. Pick amplitude maximum pada komponen Z di setiap stasiun

Note :
Sebelum melakukan picking harus dilakukan remove mean dan integrate agar
hasil pickingan berupa amplitude displacement
Gunakan 0-p max untuk melakukan picking amplitude maximum

6. Untuk melihat waktu hasil pick akan bisa dibuka pada file *.pick


Dari hasil pickingan diatas didapat hasil data seismogram dari setiap event terekamnya
gelombang seismik oleh stasiun
Event Stasiun tp (s) ts (s) t (s) A (nm)
1 c0A17 60.175 62.585 2.41 -149891.03
nn_e3058 59.036 60.745 1.709 799193.06
nn_e3068 59.427 61.633 2.206 442535.34
nn_e3069 59.249 61.283 2.034 -572251.4
nn_e3071 60.127 62.874 2.747 360243.44
nn_e3147 58.587 59.993 1.406 -761321.5
c0501 58.747 60.294 1.547 47129.594
2 c0A17 6.399 8.897 2.498 93605.164
nn_e3071 6.946 9.288 2.342 4772.7773
nn_e3147 4.977 5.817 0.84 280664.56
nn_e3058 5.464 7.113 1.649 -334606.28
nn_e3068 5.798 7.906 2.108 257129.05
nn_e3069 5.659 7.57 1.911 227514.11
c0501 5.312 6.755 1.443 760644
3 c0A17 6.491 9.15 2.659 2567.697
nn_e3147 4.979 6.43 1.451 7778.0347
nn_e3058 5.329 7.084 1.755 -28245.168
nn_e3068 5.755 7.805 2.05 5953.0083
nn_e3069 5.565 7.605 2.04 77706.35
nn_e3071 6.486 8.939 2.453 2085.255
c0501 5.032 6.778 1.746 13676.934
4 c0A17 28.638 31.356 2.718 2800.9316
nn_e3147 27.223 28.696 1.473 9837.822
nn_e3058 27.674 29.422 1.748 71.126884
nn_e3068 28.108 30.117 2.009 9351.099
nn_e3069 27.878 29.979 2.101 6314.351
nn_e3071 28.786 31.359 2.573 2120.8223
c0501 27.326 28.93 1.604 13066.6
5 c0A17 60.451 62.49 2.039 83754.64
nn_e3147 59.388 60.583 1.195 70468.516
nn_e3068 60.083 62.053 1.97 70142.305
nn_e3058 59.748 61.379 1.631 37386.08
nn_e3069 60.004 62.089 2.085 37948.44
nn_e3071 60.835 63.716 2.881 18330.182
c0501 59.391 61.391 2 88539.05
6 nn_e3058 42.439 53.693 11.254 -64948.08
nn_e3069 42.82 53.8 10.98 81578.58
nn_e3071 42.104 53.634 11.53 -143506.36
nn_e3068 42.295 53.904 11.609 64939.438
nn_e3147 44.393 57.213 12.82 -92040.17
c0501 42.79 54.884 12.094 27333.064
c0A17 41.387 51.954 10.567 126614.9

EVENT 1





Origin Time = 10h 28m 56.6425s

EVENT 2

y = 0.7467x - 42.295
0
1
2
3
58.5 59 59.5 60 60.5
EVENT 1
EVENT 1
Linear (EVENT 1)




Origin Time = 10h 33m 3.416s

EVENT 3

y = 0.7497x - 2.5161
0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
0 2 4 6 8
EVENT 2
EVENT 2
Linear (EVENT 2)





Origin Time = 10h 37m 2.5593s

EVENT 4

y = 0.6516x - 1.6677
0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
0 2 4 6 8
EVENT 3
EVENT 3
Linear (EVENT 3)




Origin Time = 10h 38m 25.27s

EVENT 5

y = 0.7592x - 19.185
0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
27 27.5 28 28.5 29
EVENT 4
EVENT 4
Linear (EVENT 4)




Origin Time = 10h 40m 57.4479s
EVENT 6

y = 0.7778x - 44.683
0
1
2
3
4
59 59.5 60 60.5 61
EVENT 5
EVENT 5
Linear (EVENT 5)




Origin Time = 0h 14m 25.592s


y = 0.679x - 17.377
0
5
10
15
41 42 43 44 45
EVENT 6
EVENT 6
Linear (EVENT 6)
DISKUSI DAN PEMBAHASAN
M. Fahreza Harahap (12311019)
Dari pengolahan data mikroseismik, dapat
diketahui informasi-informasi yang didapat
dari seismogram yaitu origin time, travel
time dan arrival time. Seperti pengolahan
data sebelumnya, data mikroseismik harus
kita picking gelombang P dan gelombang S
nya. Dalam proses picking tersebut,
ketelitian adalah hal yang harus diterapkan
dalam proses picking. Selain itu kita harus
mengikuti prosedur picking gelombang-
gelombang tersebut seperti nilai ts-tp gempa
akan semakin besar pada stasiun yang waktu
tiba gelombang P lebih lambat dan fasa
gelombang P lebih jelas pada komponen
vertikal dan S pada komponen
Fauzian Irawan (12311045)
Dalam pengolahan data ini kita dapat
menentukan origin time, travel time, dan
arrival time dari gelombang yang terekam.
Proses ini berlangsung dengan picking data
gelombang P dan S menggunakan software
SeisGram. Hasil data picking ini dapat kita
interpretasikan menggunakan grafik dengan
melihat nilai kemiringannya. Setelah kita
mengetahui nilai slope nya, kita dapat
mencari nilai origin time yaitu nilai waktu
tiba gelombang yang sesungguhnya.
Aulia Hakiem N (12311051)
Praktikum kali ini merupakan pengolahan
seismogram untuk data mikroseismik.
Dalam seismogram ini kita diharapkan dapat
menentukan arrival time gelombang P dan
S, yang kemudian diolah menjadi metode
grafis untuk menentukan origin time dari
source ini. Dalam penentuan arrival time,
kita harus menggunakan fitur filter dan
remove mean pada software yang ada untuk
memastikan bahwa data yang kita pilih
merupakan data yang sebenar-benarnya.
Perbedaan hasil metode grafis dengan
referensi yang diberikan mungkin dapat
menggambarkan perbedaan kecepatan
gelombang P dan S di bawah permukaan
bumi.

KESIMPULAN
Dari praktikum yang telah dilakukan,
pengolahan data mikroseismik didapatlah
informasi yang berisi tentang data-data dari
gelombang yang diterima oleh seismograf
pada stasiun di permukaan bumi. Data-data
yang terkandung dalam data mikroseismik
ini berisi informasi yang sama dengan data
seismogram sebelumnya yaitu waktu tiba
gelombang, amplitudo dan periode dari
masing-masing gelombang, fasa dan arah
dari gelombang-gelombang tersebut.
Dari data waktu tiba gelombang P dan S
dapat dicari origin time dari sumber
gelombang mikroseismik dengan
menggunakan metode grafis diagram
wadati. Setelah origin time ditentukan, jarak
episenter dari setiap stasiun dapat dihitung
dengan mudah dengan mengalikan waktu
tempuh gelombang P dengan kecepatan
gelombang rata-ratanya

DAFTAR PUSTAKA
Afnimar.2009.Seismologi.Bandung: Penerbit
Institut Teknologi Bandung
Petunjuk Pelaksanaan Praktikum Seismologi
Semester I 2013/2014

UCAPAN TERIMA KASIH
Rasa puji dan syukur kami panjatkan
kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
rahmat dan anugerahnya kami dapat
menyelesaikan penulisan laporan praktikum
yang berjudul Picking Data Microseismic
ini.
Pada kesempatan ini tidak lupa kami
mengucapkan terimakasih kepada pihak-
pihak yang telah membantu kami dalam
penyelesaian laporan ini, di antaranya:
1. Pak Afnimar, Ph.D selaku dosen mata
kuliah Seismologi yang telah
mengajarkan kami mata kuliah
seismologi ini.
2. Riskiray Ryannugroho dan Luthfi Naufal
sebagai asisten praktikum seismologi
pada modul yang berjudul Picking Data
Microseismic, atas bimbingannya selama
praktikum maupun di luar praktikum.
3. Orang Tua kami masing-masing, atas
segala doa dan dukungannya baik moriil
maupun materiil.
4. Rekan-rekan sejurusan, atas
kesediaannya untuk membantu kami
untuk memahami materi menjadi lebih
baik.
Demikianlah Laporan Praktikum ini
kami tutup dengan ucapan syukur dan
terimakasih. Semoga laporan ini bermanfaat.