Anda di halaman 1dari 40

Oleh :

Rosyida Minhatul Maula


Kumpulan sel sejenis yang memiliki
struktur dan fungsi yang sama untuk
membentuk suatu organ
Jaringan epitelium
Jaringan ikat
Jaringan otot
Jaringan saraf
Jaringan epitel adalah jaringan pembatas
dan pelapis yang menyelubungi atau
melapisi permukaan organ, rongga, dan
saluran.
Jaringan epitel yang melapisi lapisan luar
tubuh disebut epidermis.
Jaringan epitel yang melapisi organ dalam
disebut endotelium
Jaringan epitel yang membatasi rongga
disebut mesotelium
Sel-selnya tersusun rapat sehingga
hampir tidak ada ruang antar sel
Tidak mengandung pembuluh darah
tetapi mengandung ujung saraf
Memiliki kemampuan regenerasi yang
cukup tinggi
a. Menutupi dan melapisi permukaan, ex: kulit
b. Absorbsi, ex : usus
c. Sekresi, ex : epitel kelenjar
d. Sensasi, ex : neuroepitel
e. Kontraktilitas, ex : sel mioepitel
a. Polihedral : posisi berhimpitan dalam
lapisan/massa sel
b. Inti bentuknya bervariasi : bulat, lonjong,
memanjang (menyesuaikan diri dengan
bentuk selnya)
ex : sel kuboid : intinya bulat
sel gepeng : intinya gepeng
Berdasarkan bentuk dan jumlah lapisan sel
- Epitel simpleks / selapis
Epitel pipih selapis
Epitel kubus selapis
Epitel silindris selapis
Epitel silindris selapis bersilia
Epitel silindris berlapis semu
- Epitel kompleks / berlapis
Epitel pipih berlapis
Epitel kubus berlapis
Epitel silindris berlapis
Epitel trnsisional
Berdasarkan struktur dan fungsi
- Epitel kelenjar
- Epitel penutup
Tdr dr sel-sel yg sangat
gepeng & tipis
Saling berhimpitan
membentuk suatu lembaran
Cth :
- Tdpt pd lapisan parietal
Kapsula Bawman
- Tdpt pd alveolus paru
- Tdpt pd telinga tengah
dan telinga dalam
Fungsi :
- Absorbsi
- Filtrasi




a. Epitel Pipih Selapis
b. Epitel Kubus Selapis

Sel berbentuk poligonal
Melapisi permukaan
ovarium
Letak :
- Dinding ovarium
- Kelenjar air liur
- Retina mata
Fungsi :
- sekresi
- transportasi di
kelenjar
- filtrasi di ginjal

c. Epitel silindris selapis

Terdiri dari sel-sel yang
tinggi
Inti bulat pd ketinggian
yg sama dan terletak
lebih dekat ke
permukaan basal
daripada permukaan
apikal
Sel ini berhubungan
dgn absorbsi dan
sekresi
Cth : melapisi sebagian
saluran cerna (usus
halus)

d. Epitel silindris selapis
bersilia

Letaknya : trakea,
bronkus, dinding
dalam rongga
hidung, dinding
dalam oviduk
Terdapat sel goblet
sel yang
menghasilkan
lendir atau mukus


Epitel silindris
berlapis semu


Terdapat sel goblet
sel yang menghasilkan
lendir atau mukus
Letaknya : rongga
hidung dan trakhea
Epitel pipih berlapis

Struktur membrannya tebal dan sel lapisan
lbh dlm mempunyai btk kuboid sampai
silindris, lapisan basal tidak rata. Ada 2
jenis, yaitu:
1. Epitel berlapis gepeng tanpa lapisan
tanduk
Melapisi permukaan yg basah, seperti :
mulut, esofagus, vagina.

2. Epitel berlapis gepeng dgn lapisan
tanduk
Khususnya banyak ditemukan di kulit.
Sel-sel permukaan mengalami
transformasi menjadi lapisan mati yg
kuat&awet yg tdr dari bahan-bahan
yaitu keratin yang tahan thd gesekan,
kedap air dan tahan thd invaginasi
bakteri.

Epitel kubus berlapis


Struktur terdiri dari 2
lapis sel kuboid
dimana sel bagian
permukaan lebih kecil
daripada yg terdapat
pada lapisan basal.
Terdapat pada
saluran kelenjar
keringat pada orang
dewasa.
Epitel silindris berlapis


Fungsi :
sebagai tempat sekresi
yakni penghasil mukus
dan ekskresi, misalnya
kelenjar ludah dan
kelenjar susu.
Letak :
terdapat pada beberapa
organ tubuh seperti
bagian mata yang
berwarna putih, faring,
laring, dan uretra.


Epitel transisional

Sel-sel penyusun
jaringan ini selalu
berubah-ubah
bentuknya
Saat relaksasi : sel-sel
akan berbentuk bulat
dan besar
Saat tegang/kontraksi :
sel-sel akan berbentuk
lebih ppih dan panjang
Epitel kelenjar adalah jaringan yang dibentuk
oleh sel-sel untuk menghasilkan sekret.
Fungsi epitel kelenjar dapat menyintesis,
menyimpan dan menyekresi protein (mis :
pankreas), lipid (mis : kelenjar adrenal dan
kelenjar sebasea) atau hanya senyawa
karbohidrat dan protein (mis : kelenjar liur).
Sel kelenjar yang dapat menyekresi ketiga zat
(lipid, protein dan karbohidrat) adalah kel.
payudara
Kelenjar eksokrin memiliki saluran
pengeluaran untuk menyalurkan hasil sekresinya.
Fungsinya : membantu metabolisme dan
komunikasi
Hasil sekretnya : enzim, keringat
Kelenjar endokrin tidak memiliki saluran
pengeluaran , hasil sekretnya langsung masuk ke
peredaran darah untuk diangkut kebagian tubuh
yang memerlukan. Hasil sekret berupa hormon

Epitel penutup berfungsi untuk melapisi
permukaan tubuh dan jaringan

Fungsi :
- Melekatkan suatu jaringan dengan
jaringan lain
- Membungkus organ-organ
- Mengisi rongga diantara organ-organ
- Menghasilkan imunitas
komponen jaringan pengikat
- Matriks
- Sel-sel penyusun jaringan pengikat
Tersusun oleh serabut dan bahan dasar
Serabut dibedakan menjadi :
a. Serat kolagen berwarna putih, sangat liat
dan ulet, paling banyak ditemukan dalam
tubuh .
b. Serat retikuler serabut paling halus dan
bercabang-cabang membentuk jala
c. Serabut elastin berwarna kuning, lebih
halus dari serabut kolgen, dan bersifat
elastis

Bahan dasar matriks asam
mukopolisakarida , komponen utama
asam tersebut adalah asam hialuronat.
Jika semakin banyak maka matriks akan
semakin lentur.
Fibroblas menyintesis dan menyekresikan
protein kedalam serabut
Makrofag berbentuk tidak teratur, umumnya
terletak dekat pembuluh darah.
Sel tiang (sel mast) menghasilkan heparin
untuk mencegah pembekuan darah dan histamin
untuk meningkatkan permeabilitas darah
Sel lemak menyimpan lemak. Jaringan yang
banyak mengandung banyak sel lemak disebut
jaringan adiposa
Sel darah putih (leukosit) untuk melawan
patogen penyebab penyakit
Jaringan pengikat biasa
a. Jaringan pengikat longgar
sel-selnya jarang dan
sebagian jaringannya
tersusun atas matriks yang
mengandung serabut
kolagen dan serabut elastis.
Jaringan ikat longgar
terdapat di sekitar organ-
organ, pembuluh darah,
dan saraf.
Fungsi jaringan ikat longgar
untuk membungkus organ-
organ tubuh, pembuluh
darah, dan saraf.

b. Jaringan pengikat padat
Ciri-ciri : > Di dominasi oleh serat kolagen,
karena itu bersifat tidak elastis.
> Tersusun dari sel-sel fibroblas

Berfungsi sebagai penghubung antara organ-organ tubuh.
Jaringan Ikat Padat terdiri dari 2 jenis yaitu :
a. Jaringan Ikat Padat Teratur
Mis : Ligamen (penghubung tulang dengan tulang).
Tendon ( penghubung otot dengan tulang).
b. Jaringan Ikat Padat Tak Teratur
Mis : pembungkus tulang dan lapisan dermis kulit.

Jaringan Tulang rawan
Ciri ciri :
> Tersusun dari bahan dasar yang disebut kondro mukoid
yaitu bahan dasar yang mengandung protein, dan karbohydrat.
> Tersusun dari sel tulang rawan (Kondrosit) yang berfungsi sbg
penyusun matriks.
> Pada anak-anak tulang rawan terbentuk dari sel-sel mesenkim.
(jaringan ikat embrional). Pada orang dewasa tulang rawan
terbentuk dari selaput tulang rawan (perikondrium).

Macam-Macam Jaringan Tulang Rawan:
a. Tulang Rawan Hialin
b. Tulang Rawan Elastis
c. Tulang Rawan Fibroblas

Berwarna putih kebiruan, transparan, daya elastisitas
tinggi, terbanyak di dalam tubuh, tetapi paling lemah.

Pada tahap embryo berupa rangka sementara,
pada orang dewasa ditemukan pada persendian, ujung
tulang rusuk dan saluran pernafasan

Tersusun dari serat elastin warna kuning dan
perikondrium.
Terdapat pada : embrio, laring, daun telinga, dan
epiglotis.

Tersusun dari serat kolagen, berwarna gelap dan keruh,
jaringan tulang rawan yang paling kuat.
Terdapat pada hubungan antara ruas-ruas tulang
belakang dan tendon.

Jaringan tulang keras
(osteon)
Lamela: Lapisan konsentris
matriks yang terdiri dari
garam mineral (membuat
tulang jadi keras) dan serat
kolagen (membuat tulang
jadi kuat).
Lakuna: Ruang kecil di
antara lamela dan
mengandung sel tulang
(osteosit)
Kanalikuli: Saluran yang
berfungsi menyalurkan
makanan dan
mengeluarkan zat sisa
Saluran Havers: Berisi
pembuluh darah dan saraf


Saluran havers
Lamela
Lakuna
Kanalikuli
Sel darah merah (eritrosit)
Sel darah putih (Leukosit)
Keping darah (trombosit)
Bentuk lempengan
Bikonkaf
Tidak memiliki inti sel
Mengandung Hb untuk
mengikat O2 dan CO2
Memiliki inti sel
Tidak mengandung Hb
Fungsi sbg pertahanan tubuh
Terbagi menjadi:
Granulosit
Memiliki protein granula di
sitoplasmanya
Contoh: Neutrofil, Eosinofil,
Basofil
Agranulosit
Tidak memiliki protein granula
di sitoplasmanya
Contoh: Limfosit dan Monosit
Neutrophil Eosinophil Basophil
Lymphocytes Monocyte
Berbentuk lempengan
Tidak ada inti sel namun banyak
granula
Fungsi membantu penghentian
keluarnya darah akibat kerusakan
pada pembuluh darah
Ciri ciri :
Tersusun dari serat retikuler dan sel-sel limfosit dan
makrofag.
Terdapat pada organ tymus, kel. Limfe, tonsil dan
limpa.
Limfosit cenderung berkelompok. Kelompok limfosit
disebut Nodulus yang bisa kita jumpai di tonsil, limpa,
tymus dan saluran pencernaan.