Anda di halaman 1dari 13

5

BAB II
STUDI PUSTAKA
A. Skydiving
Terjun payung yang juga dikenal dengan skydiving, adalah tindakan akrobat
yang dilakukan selama terjun bebas, Sejarah Skydiving dimulai oleh Andre-
Jacques Garnerin yang membuat parasut dan sukses melompat dari balon udara
pada 1797. Teknologi terjun payung militer dikembangkan sebagai cara untuk
menyelamatkan awak pesawat dari keadaan darurat di atas kapal balon dan
pesawat dalam penerbangan, kemudian sebagai cara mengirimkan tentara ke
medan perang. (Wikipedia).

B. Alat Latih Skydiving
Di Indonesia Alat latih Skydiving telah dikembangkan Oleh PT. Sumber
Daya Primatamanusa dengan nama Skydiving Trainning chamber. Skydiving
Training Chamber adalah sarana latihan terjun bebas di dalam ruangan dengan
menggunakan aliran udara buatan, yang lebih dikenal dengan Indoor Skydiving.
Ruangan utama dari Indoor Skydiving adalah Flying Chamber dan Antechamber.
Flying Chamber adalah ruangan yang memiliki aliran udara dengan kecepatan
tinggi sehingga mampu mengangkat tubuh manusia melayang di udara.
Sedangkan Antechamber adalah ruang tunggu yang tidak memiliki aliran udara.
(indonetwork)






Gambar I.1 Alat Latih Skydiving
6




C. Skala Kecepatan Angin
berdasarkan skala beaufort secara umum angin terdiri dari tiga belas skala
berbeda, yaitu dari skala (0) yang artinya angin tenang (calm) dengan kecepatan
dibawah 1 Km/jam, sampai skala (12) yang artinya skala tertinggi yaitu angin
siklon dengan kecepatan diatas 118 Km/jam. berikut ini adalah tabel tentang skala
angin dan kecepatan yang dihasilkanya :
Tabel I.1 Skala Beaufort

Skala Keadaan Angin
Kecepatan Angn
Knot Ms
-1
Km/jam
0 Tenang <1 0 - 0.2 < 1
1 Udara ringan 1 3 0.3 1.5 1 - 3
2 Sepoi lemah 4 6 1.6 - 3.3 4 7
3 Sepoi lembut 7 10 3.4 5.4 12 19
4 Sepoi sedang \11 16 5.5 7.9 20 28
5 Sepoi segar 17 21 8.0 10.7 29 38
6 Sepoi kuat 22 27 10.8 13.8 39 49
7 Angin rebut lemah 28 33 13.9 17.1 50 61
8 Angin rebut 34 40 17.2 20.7 62 74
9 Angin rebut kuat 41 47 20.8 24.4 75 88
10 Badai 48 55 24.5 284 89 102
11 Badai amuk 56 63 28.5 32.6 103 117
12 Siklon >64 >32.7 >118

(Bayong Tjasyono,2006)

Selain skala beaufort, kecepatan angin juga dikatagorikan berdasarkan
skala kekuatanya. Menurut skala saffir simpson angin dibagi atas lima kelas
katagori yaitu minimal, moderat, ekstensif, ekstrim, katastropik.


7





Tabel I.2 Skala Saffir simpson

Katagori
Kecepatan angin
maksimum (m/s, kt)
Tekanan udara
permukaan
minimum (mb)
Storm surge
(m,ft)
Minimal
33-42 m/s [64-83 kt]
>= 980mb 1.0-1.7 m [3-5
ft]
Moderat 43-49 [84-96] 979-965 1.8-2.6 [6-8]
Ekstensif 50-58 [97-113] 964-945 2.7-3.8 [9-12]
Ekstrim 59-69 [114-135] 944-920 3.9-5.6 [13-
18]
Katastropik > 69 [> 135] < 920 > 5.6 [> 18]

(wien R. Irawan S.Si, 2005)

Berdasarkan skala beaufort dan Saffir simpson, angin yang dihasilkan oleh
alat latih skydiving tergolong angin berkecepatan tinggi karena angin yang
dihasilkan oleh alat latih skydiving yang dibuat oleh PT.Sumber Daya
Primatamanusa menghasilkan kecepatan lebih dari 120 Km/jam .












8




D. Mengukur Kecepatan Angin Dengan Pitot Bernoulli
Hukum Bernoulli adalah suatu hukum yang dapat digunakan untuk
menjelaskan gejala yang berhubungan dengan gerakan zat alir melalui suatu
penampang pipa. Hukum tersebut diturunkan dari Hukum Newton dengan
berpangkal tolak pada teorema kerja-tenaga aliran zat cair dengan beberapa
persyaratan antara lain aliran yang terjadi merupakan aliran steady (mantap,
tunak), tak berolak (laminier, garis alir streamline), tidak kental dan tidak
termampatkan. Persamaan dinyatakan dalam Hukum Bernoulli tersebut
melibatkan hubungan berbagai besaran fisis dalam fluida, yakni kecepatan aliran
yang memiliki satu garis arus, tinggi permukaan air yang mengalir, dan
tekanannya. Bentuk hubungan yang dapat dijelaskan melalui besaran tersebut
adalah besaran usaha tenaga pada zat cair. Tabung pitot memiliki luas penampang
yang sama. Pada tabung pitot, ada bagian dari pipa manometer yang menembus
kedalam tabung. Pipa manometer yang menembus tabung pitot tersebut
dihadapkan ke arah datangnya fluida, dengan demikian fluida yang mengalir akan
menghasilkan tekanan dan menekan permukaan raksa yang menempati pipa
manometer, pada umumnya tabung pitot digunakan untuk mengukur kecepatan
udara atau gas didalam pipa tertutup. Dengan mengukur perbedaan tinggi
permukaan raksa didalam manometer, dapat ditentukan kelajuan fluida di dalam
tabung pitot. Berdasarkan persamaan Bernoulli akan diperoleh,








Gambar I.2 Skema tabung pitot



9





Tabung pitot adalah komponen utama dalam pembuatan alat ukur kecepatan
angin extra tinggi, sebelumnya pengukuran kecepatan angin dilakukan secara
manual oleh PT. Sumber Daya Primatamanusa, dengan melihat ketinggian
permukaan air pada tabung pitot. Tabung pitot berdiameter 6mm dengan panjang
10 meter yang berbentuk seperti huruf U yang memiliki dua sisi, yaitu tabung
dinamis, dan tabung statis. Tabung pitot memiliki tiga bagian utama yaitu :
1) Bagian atas, bagian ini berfungsi sebagai saluran masuknya angin kedalam
tabung pitot, yang memiliki panjang 100mm.
2) Bagian tengah, bagian ini berfungsi sebagai jalur masuknya angin sebelum
mengenai permukaan air yang berada didalam tabung Pitot
3) Bagian utama, pada bagian inilah kecepatan angin dihitung sesuai dengan
ketinggian permukaan air. Air yang masuk dari sisi tabung dinamis yang
kemudian menghasilkan tekanan yang mendorong air lebih rendah,
sebaliknya pada sisi tabung statis permukaan air menjadi naik.














Gambar I.3 Mengukur kecepatan angin berdasarkan ketinggian air



10






Fluida di bagian pipa manometer (1) tidak dapat mengalir karena tertahan oleh
ujung pipa manometer sehingga v
1=
0. Diketahui pula ketinggian tabung (1) dan
tabung (2) sama tinggi (h
1
= h
2
) diukur dari bidang acuan karena tabung
ditempatkan mendatar sehingga persamaan Bernoulli akan menjadi
persamaan (1)
Dengan menggunakan persamaan tekanan hidrostatis, bahwa tekanan di titik P
sama dengan tekanan di titik Q dapat diperoleh
Persamaan (2)
Dengan menggabungkan persamaan (1) dan persamaan (2) akan didapatkan

Jadi secara umum kecepatan aliran fluida di dalam tabung pitot adalah

Dengan keterangan :
= masa jenis fluida di dalam tabung pitot
= masa jenis raksa
= perbedaan tinggi raksa di dalam manometer
V = kecepatan fluida di dalam tabung pitot
(Cerdas Belajar Fisika, Kamajaya)

E. Mikrokontroler ATMEGA 8535
Mikrokontroler dapat dianalogikan dengan sebuah sistem komputer yang
dikemas dalam sebuah chip. Artinya bahwa di dalam sebuah IC mikrokontroler
sebenarnya sudah terdapat kebutuhan minimal agar mikroprosesor dapat bekerja,
yaitu meliputi mikroprosesor, ROM, RAM, I/O dan Clock seperti halnya yang
dimilikioleh sebuah komputer PC.
11




AVR merupakan mikrokontroler dengan arsitektur Harvard dimana antara
koding program dan data disimpan dalam memori secara terpisah. Umumnya
arsitektur Harvard ini menyimpan koding program dalam memori permanen atau
semi-permanen (non-volatile) sedangkan data disimpan dalam memori tidak
permanen (volatile). Sehingga dengan arsitektur seperti ini memori program
mikrokontroler menjadi lebih terlindungi dari tegangan dan factor lingkungan lain
yang dapat merusak koding program.
Salah satu keluarga mikrokontroler keluarga AVR yaitu ATMega8535,
mikrokontroler ATMega8535 memiliki fitur yang cukup lengkap. Mulai dari
kapasitas memori program dan memori data yang cukup besar, interupsi,
timer/counter, PWM, USART, TWI, analog comparator, EEPROM internal ada
juga ADC internal yang semuanya ada di dalam ATMega8535. Selain itu
kecepatan eksekusi yang lebih tinggi menjadi alasan bagi penelitian ini
menggunakan mikrokontroler dari keluarga AVR yaitu ATMega8535 untuk
membuat alat ukur kecepatan angin extra tinggi Berbasis Graphical User
Interface (GUI). (Agus Bejo, 2009)







Gambar I.4 Mikrokontroler ATMega8535

F. Komunikasi Data Serial
Metode transmisi data serial dapat berupa sinkron maupun asinkron. Pada
transmisi sinkron, data dikirim dalam blok dengan kecepatan tetap, dimana awal
dan akhir dari blok diberi tanda berupa byte atau bit tertentu. Sedangkan pada
transmisi asinkron setiap satu byte data terdiri dari 1 bit yang mengidentifikasikan
awal byte data dan 1 atau 2 bit sebagai ahir byte data. Oleh karena setiap byte data
diidentifikasikan sendiri-sendiri maka data dapat dikirim pada setiap saat
(asinkron).
12




Logic 1


Logic 0



+5V


0V


Pada saat tidak ada data dikirim, jalur sinyal akan high atau mark. Awal
byte data ditandai sinyal low atau space selama satu waktu bit(bit time) dan bit
data kemudian dikirim sesudahnya dimulai dari bit order terendah (LSB), dimana
lebar data dapat 5,6,7 atau 8 bit. Setelah data bit adalah parity bit yang dapat
berupa parity ganjil atau genap atau tanpa memakai parity. Fungsi parity bit
adalah untuk memeriksa ada tidaknya kesalahan pada data yang diterima. Bit yang
terakhir adalah stop bit, dimana jalur sinyal diubah menjadi high atau mark paling
sedikit 1 atau 2 bit.

DATA
STOP
Start D0 D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7 PARITY



Gambar I.5 Format bit transmisi serial asinkron

Baud rate atau kecepatan transfer dari data serial didefinisikan sebagai
1/(waktu 1 bit). Jika data bit 3,33 ms, maka baud rate nya 1/3,33 ms atau sebesar
300 baud. Baud rate yang sering digunakan adalah 110,300,1200,2400,4800,9600
dan 19200 baud.( Eko Putra, Agfianto,2002).

G. RS-232
Komunikasi RS-232 bersifat asinkron (Asynchronous), artinya sinyal clock
tidak dikirimkan bersamaan dengan data. Masing-masing word disinkronkan
menggunakan bit start-nya dan clock internal pada masing-masing perangkat.



Gambar I.6 Diagram struktur data 8N1 tingkat TTL

komposisi data RS-232 dalam tingkat TTL (dari UART) yang menggunakan
format 8N1 (8 bit data, tidak ada paritas dan 1 bit stop). Jalur RS-232 , saat diam
(idle) dalam kondisi tertunda (logika 1). Suatu transmisi akan dimulai dengan

DATA
Start 0 1 2 3 4 5 6 7
STOP

13




Mark

Space
10V

+10V


sebuah bit start (logika 0), kemudian masing-masing bit dikirimkan berurutan
diawali dengan LSB-nya dan diakhiri dengan bit stop (logika 1).
Terlihat bahwa bit berikut setelah bit stop adalah logika 0. Ini artinya ada bit
lain yang dikirimkan dan ini merupakan bit start-nya. Jika tidak ada data lagi yang
dikirimkan maka jalur transmisi akan tetap dalam kondisi diam (logika 1). Ada
suatu sinyal yang disebut sebagai sinyal break, yang terjadi saat jalur data
ditahan dalam kondisi 0 untuk jangka waktu yang lebih lama dari saat pengiriman
seluruh word. Dengan demikian, jika tidak mengembalikan lagi jalur ini ke
kondisi diam (idle), maka penerima akan mengartikan sebagai sebagai suatu
sinyal break. Pengiriman data semacam itu dinamakan dengan pengiriman data
dalam frame (kerangka), sebab data ada dalm kerangka bit start dan stop. Jika
bit stop yang diterima sebagai logika 0, maka terjadilah framing error dan hal ini
dapat terjadi jika kedua piranti yang sedang berkomunikasi tidak dalam kecepatan
yang sama.
Tingkat logika RS-232 menggunakan tegangan +3 hingga +25 volt untuk
logika 0 dan -3 hingga -25 volt untuk logika 1. Sembarang tegangan antara +3 dan
-3 volt tidak didefinisikan. Dengan demikian dibutuhkan suatu converter tingkat
RS-232 (RS-232 Level Converter). (Setiawan, Rachmad. 2008)





Gambar I.7 Diagram struktur data 8N1 tingkat RS-232

Standar komunikasi serial RS-232 ditunjang dengan komponen utama
yaitu 8250 UART ( Universal Asynchronous Receiver Transmitter) atau USART
(Universal Synchronous Asynchronous Receiver Transmitter). UART INS 8250
memiliki register-register antara lain :
TX Buffer
Menampung dan menyimpan data yang akan dikirim. Data ini dirikim oleh
CPU ke TX buffer setelah mengecek kepastian tentang diperbolehkannya
melakukan pengiriman.

DATA
Start 0 1 2 3 4 5 6 7
STOP

14




RX Buffer
Menampung dan menyimpan data yang diterima dari luar. Data ini harus
dibaca oleh CPU setelah mengecek kepastian tentang masuknya data.
Baut Rate Divisor LSB
Baud Rate Divisor LSB menampung angka byte rendah untuk pembagi
clock yang dimasukan ke INS 8250, agar diperoleh baud rate yang dipilih.
Interrupt Enable Register
Menampung pemrograman agar jika terjadi sesuatu keadaan khusus dapat
melangsungkan interupsi ke CPU

1) Bit 0 bernilai 1 bila telah menerima data dan mengaktifkan interrupt
pada CPU.
2) Bit 1 bernilai 1 bila Tx Register kosong dan interrupt pada CPU
diaktifkan.
3) Bit2 bernilai 1 bila mengaktifkan interrupt oleh keaddan pada line
status register.
4) Bit 3 bernilai 1 jika mengkhifkan interrupt oleh keadaan pada modem
status register.
5) Bit 4 harus selalu berilai 0.
Bit 7 Bit Bit 5 Bit 4 Bit3 Bit2 Bit1 Bit 0
15




6) .Bit 5 harus selalu berilai 0.
7) Bit 6 harus selalu berilai 0.
8) .Bit 7 harus selalu berilai 0.
Interrupt Identification Register
Menampung pemrograman agar dapat menentukan bagian mana yang
diberi urutan prioritas khusus untuk dapat melangsungkan interupsi ke CPU




1) Bit 0 bernilai 0 Berarti interupsi menunggu.
2) Bit 1 dan bit 2 00; prioritas interupsi oleh line status register.
01; 6 bit data
01; 7 bit data
11; 8 bit data
Bit 7 Bit Bit 5 Bit 4 Bit3 Bit2 Bit1 Bit 0
16




3) Bit 3 bernilai 1 jika mengkhifkan interrupt oleh keadan pada modem
status register.
4) Bit 4 harus selalu berilai 0
5) Bit 5 harus selalu berilai 0
6) Bit 6 harus selalu berilai 0
7) Bit 7 harus selalu berilai 0
Line Control Register
Menampung ketentuan yang dipilih untuk menentukan beberapa jumlah
bit bagi setiap data, beberapa jumlah stop bitnya, apakah menggunakan parity cek
dan apakah akan menentukan baud rate divisor.

Tabel I.3 Fungsi-Fungsi kaki (pena/pin)

Singkatan Keterangan Fungsi
TD Transmit Data Untuk mengirikan data serial (TXD)
RD Receive Data Untuk peneriaan data serial (RXD)
CTS Digunakan untuk meberitahukan bahwa mode siap
untuk melakukan pertukaran
DCD Data Carrier Detect Saat mode endeteksi suatu carrier dari mode lain
(perangkat lain) maka sinyal ini akan diaktifkan
DSR Data Set Ready Memberitahukan UART bahwa modem siap melakukan
hubungan komunikasi
DTR Data Terminal
Ready
Kebalikan dari DSR, untuk memberitahukan bahwa
UART siap melakukan komunikasi
RTS Request To Send Sinyal untuk menginformasikan modem bahwa UART
siap melakukan pertukaran data
17




RI Ring Indicator Akan aktif jika modem mendeteksi adanya sinyal dering
dari saluran telepon