Anda di halaman 1dari 34

DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG

DALAM PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR


Ir. Anak Agung Gede Putra, M.Si
Kepala Bidang Inventarisasi dan
Pengembangan Sistem Informasi
Pusat Pengelolaan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara
Kementerian Lingkungan Hidup
Mei 2014
Peraturan Terkait Daya Dukung dan
Daya Tampung Lingkungan
UU No. 32 Tahun 2009 ttg PPLH
Pasal 1 : pelestarian fungsi lh = upaya memelihara kelangsungan
DD & DT LH
Pasal 12 : pemanfaatan sda berdasarkan DD & DT LH
Pasal 16 : KLHS memuat a.l kajian DD& DT LH
Pasal 19 : RTRW ditetapkan dg memperhatikan DD & DT LH
PP No. 82 Tahun 2001 ttg Pengelolaan Kualitas Air dan
Pengendalian Pencemaran Air
Pasal 20 : Pemerintah dan Pemda berwenang menetapkan Daya
Tampung Beban Pencemaran Air (DTBPA)
Pasal 23 : Penetapan DTBPA dilakukan secara berkala sekurang-
kurangnya 5 tahun sekali.
Peraturan Terkait Daya Dukung dan
Daya Tampung Lingkungan
Kepmen LH No. 110 Tahun 2003 tentang Pedoman Penetapan
Daya Tampung Beban Pencemaran Air pada Sumber Air
berisi metode dan contoh perhitungannya
Permen LH No. 28 Tahun 2009 ttg Status Mutu Air dan DTBP Air
Danau dan Waduk
Permen LH No. 1 Tahun 2010 ttg Tata Laksana Pengendalian
Pencemaran Air memuat pembagian kewenangan, persyaratan
penetapan DTBP, keluaran penetapan DTBP, prioritas sumber air yg
ditetapkan DTBP nya, manfaat penetapan DTBP, penerapan DTBP
dan periode penetapan DTBP.
Tujuan Penetapan DTBP
Pemberian izin lokasi;
Pengelolaan air dan sumber air;
Penetapan rencana tata ruang;
Pemberian izin pembuangan air limbah;
Penetapan mutu air;
Perencanaan program pengendalian
pencemaran air;
Tahapan Penetapan Daya Tampung
Beban Pencemaran Air
Kriteria Status Air
dan Status Trofik
Kajian kelas air
Pemantauan
kualitas air
Data kualitas
air
Penetapan Status Mutu
dan Status Trofik Air
Data Klimatologi, hidrologi,
morfologi badan air, hidrolika
dsb
Inventarisasi dan
identifikasi sumber
pencemar
Penetapan DTBP untuk
parameter tertentu
Metode :
Neraca massa
Pemodelan analitik
Pemodelan numerik
dsb
Melibatkan seluruh
stakeholer
KEPUTUSAN
MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP
NOMOR 110 TAHUN 2003
TENTANG
PEDOMAN PENETAPAN DAYA TAMPUNG BEBAN
PENCEMARAN AIR PADA SUMBER AIR
Daya tampung beban pencemaran air adalah kemampuan air pada
suatu sumber air, untuk menerima masukan beban pencemaran
tanpa mengakibatkan air tersebut menjadi cemar;
Beban pencemaran adalah jumlah suatu unsur pencemar yang
terkandung dalam air atau air limbah;
METODE NERACA MASSA
Langkah-langkah perhitungan :
1. Ukur konsentrasi dan laju aliran pada aliran sungai sebelum bercampur dengan
sumber pencemar;
2. Ukur konsentrasi dan laju alir pada setiap inlet sumber pencemar;
3. Tentukan konsentrasi rata-rata pada aliran akhir setelah aliran bercampur dengan
sumber pecemar.
Contoh Perhitungan
DTBPA dengan Metode Neraca Massa
Simulasi perhitungan daya tampung beban pencemaran air sungai
dengan metode Neraca Massa
METODE STREETER-PHELPS
Kurva karakteristik oxygensag berdasarkan persamaan Streeter phelps
Dt = defisit oksigen pada waktu t, mg/L
Do= defisit oksigen awal pada titik buangan
pada waktu t=o, mg/L
Contoh Perhitungan
DTBPA dengan Metode STREETER-PHELPS
Soal :
Apabila baku mutu DO = 2mg/L, tentukan beban BOD maksimum pada air limbah yang
masih diperbolehkan masuk ke sungai tersebut.
Jawab :
1. Menghitung temperatur, DO dan BOD tercampur :
a. Temperatur campuran = [(1,33*35 + 8,5 * 23)/(1,33 + 8,5)] = 24,62
o
C
b. DO campuran = [(1,33* 0 + 8,5 * 6)/(1,33 + 8,5)] = 5,2 mg/lt
c. BOD campuran = [(1,33*200 + 8,5 * 2)/(1,33 + 8,5)] = 28,8 mg/lt
d. Lo campuran = [28,8 /(1-e
-(5)(0,33)
] = 37,1 mg/lt
Kawasan Industri
sungai
Air limbah
Q = 1,33 m3/dt
T = 35
o
C
BOD = 200 mg/lt
DO = 0 mg/lt
Q = 8,5 m3/dt
T = 23
o
C
BOD = 2 mg/lt
DO = 6 mg/lt
K 20
o
C = 0,3 /hari
K
2
= 0,7 /hari
Lo = BOD ultimate pada saat t=0
2. Menghitung defisit DO setelah percampuran :
DO jenuh pada temperatur campuran = 8,45 mg/lt (diperoleh dari tabel)
Maka defisit DO pada keadaan awal (D
0
) = 8,45 5,2 mg/lt = 3,26 mg/lt
Temperatur campuran = [(1,33*35 + 8,5 * 23)/(1,33 + 8,5)] = 24,62
o
C
3. Koreksi laju reaksi terhadap temperatur 24,6
o
C
= 0,3 * 1,024^(24,6 20) = 0,37 /hari
= 0,7 * 1,016^(24,6 - 20) = 0,75 /hari
4. Menghitung waktu untuk mencapai titik kritis (tc) :
= {1/(0,75 0,37) } ln [0,75)/(0,37) * {1- 3,25 *(0,75 0,37)/(0,37)*(3,71)}]
= 1,60 hari
5. Menghitung posisi kondisi kritis (Xc) :
(1,61 * 3,2 * 24 ) = 123,18 km (kecepatan aliran sungai = 3.2 km/jam)
6. Menghitung defisit okigen kritis (Dc)
= (0,37)/(0,75)*37,1 * e^ (-0,37) * 1,61 = 10,07mg/lt
7. Menghitung konsentrasi DO pada tc
= DO jenuh pd temperatur tercampur - Defisit Oksigen kritis (Dc)
= 8,45 10,07 = - 1,62 mg/lt
karena nilai DO negatif, berarti DO sungai =0 pada jarak 123,18 km.
8. Menghitung konsentrasi DO yang diijinkan = DO jenuh BM DO
= 8,45 2 = 6,45 mg/lt
9. Menghitung beban BOD ultimat maksimum
Hasil perhitungan diperoleh
La = 26,04 mg/lt
10. Menghitung beban BOD maksimum
Hasil perhitungan = 20,23 mg/lt
11. Menghitung BOD pada air limbah yang diijinkan :
20,23 = [(1,33) (x) + (8,5) (2) / (1,33 + 8,5)
X = 186,09 mg/lt
(berarti BOD pada air limbah harus diturunkan menjadi dari 200 mg/lt ,
menjadi 186 mg/lt agar DO air sungai tidak kurang dari 2 mg/lt
Simulasi perhitungan daya tampung beban pencemaran air sungai
dengan metode Streeter Phelps
METODE QUAL2Kw
Data yang dibutuhkan :
Kualitas air di hulu dan hilir
Elevasi sungai dan posisi geografis
Profil hidraulik sungai : panjang, kecepatan aliran, kedalaman, kemiringan dan
lebar sungai
Klimatologi dan meteorologi : temperatur udara, curah hujan, kecepatan
angin, tutupan awan
Lokasi ,debit dan konsentrasi air buangan sumber tertentu (point source) spt
saluran air/drainase, anak sungai
Lokasi ,debit dan konsentrasi air buangan Sumber tak tentu (non point
source) spt limbah rumah tangga, pertanian, peternakan
Lokasi dan debit pengambilan air sungai untuk rumah tangga, industri,
pertanian, air baku air minum, dsb.
Lokasi dan debit resapan air sungai ke air tanah
Kualitas air di beberapa titik di sepanjang sungai
Peta Administrasi, peta Topografi dan Peta penggunaan Lahan
Data jumlah penduduk, tutupan lahan, jumlah dan jenis ternak, lokasi dan jenis
industri
Hasil Kajian Daya Tampung
Beban Pencemaran Air Sungai Ayung (Bali)
Tahun kajian : 2013
DTBP Sungai Ayung (Bali) dihitung menggunakan Metode QUAL2Kw
Total beban pencemaran air eksisting untuk BOD terbesar disumbang
oleh Segmen 4 Kab. Badung (Abiansenmal) dan segmen 5 Kota Denpasar
yang masing-masing menyumbang 31,28% dari seluruh beban pencemar.
Beban pencemaran air eksisting total untuk parameter COD yang masuk ke
Sungai Ayung 13.728 kg/hr. Beban pencemar tertinggi berasal dari
Kota Denpasar yang mencakup 50,35% dari seluruh beban pencemar.
Hal ini kemungkinan disebabkan Kota Denpasar memiliki kegiatan/usaha
terbesar yg menghasilkan bahan pencemar organik yang sulit terdegradasi.
Penurunan beban pencemaran yang diperlukan agar Sungai Ayung
memenuhi daya tampungnya diperkirakan sebesar 83,05% untuk
parameter BOD dan 73,01% untuk COD
Hasil Kajian Daya Tampung
Beban Pencemaran Air Sungai Jangkok (NTB)
Metode : QUAL2Kw
BOD cenderung meningkat dari hulu ke hilir
Konsentrasi BOD di seluruh segmen melebihi DTBP
total harus diturunkan sebesar 78,94%
Konsentrasi COD di seluruh segmen melebihi DTBP
total harus diturunkan sebesar 78,16%
Konsentrasi TSS di seluruh segmen masih dibawah DTBP.
Sungai Jangkok masih mampu menampung beban
pencemaran TSS sampai batas peningkatan TSS sebesar
62,9%
Rekapitulasi Beban Pencemar BOD
Sungai Jangkok (NTB)
Segmen Wilayah
Beban Pencemaran
eksisting
DTBP Penurunan
BP
%
Penurunan BP
Kg/hr Kg/hr Kg/hr
Hulu Narmada & Batuk Liang 268,92 268,92 0,00 0,00
1 Lingsar 717,12 371,52 345,60 7,04
2 Cakranegara & Sandubaya 138,24 25,92 112,32 2,29
3 Selaparang, Ampenan &
Sekarbela
2592,00 349,92 2242,08 45,65
4 Ampenan 2505,60 293,76 2211,84 45,03
Total 6221,88 1310,04 4911,84 100,00
% Total Penurunan BP 78,94
% kontrubusi hulu 4,32
Sumber : Kajian daya Tampun g beban Pencemaran Air Sungai Jangkok, PPE BN ,2012
Rekapitulasi Beban Pencemar COD
Sungai Jangkok (NTB)
Segmen Wilayah
Beban Pencemaran
eksisting
DTBP Penurunan
BP
%
Penurunan BP
Kg/hr Kg/hr Kg/hr
Hulu Narmada & Batuk Liang 2119,09 2119,09 0,00 0,00
1 Lingsar 3542,40 18,15 3524,25 12,93
2 Cakranegara & Sandubaya 345,60 0,00 345,60 1,27
3 Selaparang, Ampenan &
Sekarbela
5184,00 3110,40 2073,60 7,61
4 Ampenan 23673,60 2367,36 21306,24 78,19
Total 34864,09 7615,00 27249,69 100,00
% Total Penurunan BP 78,16
% kontrubusi hulu 6,08
Sumber : Kajian daya Tampun g beban Pencemaran Air Sungai Jangkok, PPE BN ,2012
Rekapitulasi Beban Pencemar TSS
Sungai Jangkok (NTB)
Segmen Wilayah
Beban Pencemaran
eksisting
DTBP Penurunan
BP
%
Penurunan BP
Kg/hr Kg/hr Kg/hr
Hulu Narmada & Batuk Liang 1118,71 1118,71 0,00 0,00
1 Lingsar 2592,00 14990,40 -12398,40 58,81
2 Cakranegara & Sandubaya 345,60 2548,80 -2203,00 10,45
3 Selaparang, Ampenan &
Sekarbela
3888,00 6255,36 -2367,36 11,23
4 Ampenan 4492,80 8605,44 -4112,64 19,51
Total 12437,11 33518,71 -21081,60 100,00
% Total Penurunan BP -62,90
% kontrubusi hulu 1118,71 1118,71 0,00 0,00
Sumber : Kajian daya Tampun g beban Pencemaran Air Sungai Jangkok, PPE BN ,2012
DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMARAN DANAU (DTBP)
Dasar penetapan DTBP danau :
morfologi dan hidrologi;
status mutu air;
status trofik;
pemanfaatan sumber daya air dan persyaratannya atau baku
mutunya;
alokasi beban limbah untuk berbagai sumber dan jenis limbah
yang masuk ke danau dan/atau waduk;
zonasi perairan untuk berbagai pemanfaatan.
Kemampuan
menampung
beban pencemaran
tetap memenuhi syarat atau baku mutu
sesuai dengan status trofik yang disyaratkan.
EKOSISTEM DANAU BATUR
Ekosistem Akuatik
(perairan danau)
Ekosistem Sempadan Danau
Ekosistem Daerah
Tangkapan Air
Danau
Batur
DAERAH TANGKAPAN AIR DANAU BATUR
Penentuan Status Ekosistem Akuatik
a. Penentuan Kelas Air dan Baku Mutu Air
Mengacu PP No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan
Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air
Kelas air adalah peringkat kualitas air yang dinilai masih
layak untuk dimanfaatkan bagi peruntukan tertentu.
Kelas I : air baku air minum
Kelas II : rekreasi air
Kelas III : budidaya ikan, dan peternakan
Kelas IV : pertanian
b. Penentuan Status Mutu Air Danau
Mengacu Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 115
tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air
STATUS TROFIK DANAU
Menunjukkan kondisi tingkat beban limbah dari unsur hara
(Nitrogen, Phosfor) yang masuk ke danau.
Oligotrof : unsur hara dengan kadar rendah (tidak tercemar)
Mesotrof : unsur hara dengan kadar sedang (tercemar ringan)
Eutrof : unsur hara dengan kadar tinggi (tercemar sedang)
Hipertrof : unsur hara dengan kadar sangat tinggi (tercemar
berat)
Status
Trofik
Kadar rata-rata (mg/lt)
Total N Total P Khlorofil-a Kecerahan
Oligotrofik < 650 < 10 < 2,0 >10
Mesotrofik < 750 < 30 < 5,0 >4
Eutrofik < 1900 < 100 < 1,5 >2,5
Hypertrofik > 1900 > 100 > 2,0 <2,5
Sumber : KLH 2009, Modifikasi OECD 1982, MAB 1989; UNEP-ILEC, 2001
Penentuan Status Ekosistem Sempadan
a. Alokasi Beban Pencemaran Air
Identifikasi sumber pencemar dan pengukuran beban
pencemaran dari masing-masing sumber pencemar
(pemukiman, pertanian, perkebunan, hotel/restauran,
peternakan, kehutanan, budidaya perikanan, transportasi air,
pertambangan).
b. Daya Tampung Beban Pencemaran Budidaya
Perikanan Keramba Jaring Apung.
Indikator parameter pencemaran adalah total Phosfor mengingat
dasar perhitungannya adalah status trofik danau.
Penentuan Status Ekosistem
Daerah Tangkapan Air
Indikator Status :
a. Penutupan vegetasi
b. Fluktuasi debit antara debit maksimal paa musim hujan
dan debit minimal pada musim kemarau
a. Tingkat erosi lahan
b. Pendangkalan danau
c. Pembuangan limbah
REFERENSI
PENGHITUNGAN DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMARAN
AIR DANAU BATUR
Pedoman Pengelolaan Ekosistem Danau (KLH, 2008)
PP No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan
Pengendalian Pencemaran Air
Kepmen LH No. 110 tahun 2003 tentang Pedoman
Penetapan Daya Tampung Beban Pencemaran Air pada Sumber Air
PermenLH No. 28 tahun 2009 tentang Daya Tampung Beban
Pencemaran Air Danau
Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Bali
Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bangli
Rencana Aksi Pengelolaan Danau Batur (2010 2014)
Hasil kajian/penelitian terkait danau Batur
Hasil pemantauan kualitas air danau Batur
Dsb.
DATA POKOK
UNTUK PENGHITUNGAN DAYA TAMPUNG BEBAN
PENCEMARAN AIR DANAU BATUR
1. Morfologi dan hidrologi danau
Luas perairan danau Batur
Kedalaman rata-rata danau
Debit air keluar danau Batur
2. Alokasi Beban Pencemaran
Baku Mutu Air Danau atau Kriteria Kelas Air
Hasil pemantauan kualitas air danau Batur
Hasil pemantauan kualitas air dari DAS atau DTA
3. Alokasi Beban Pencemaran dari parameter Phosphor
Syarat kadar P total maks. sesuai dengan jenis ikan yang
dibudidayakan
Syarat kadar P total maks. sesuai dengan BM atau kelas air
Alokasi beban P total dari DAS
Kadar parameter P total hasil pemantauan kualitas air danau Batur
DATA PENDUKUNG
UNTUK PENGHITUNGAN DAYA TAMPUNG
BEBAN PENCEMARAN AIR DANAU BATUR
Peta daerah tangkapan air danau Batur
Peta Geologi
Peta Jenis Tanah
Peta Lokasi Tambang Galian C
Peta Administrasi
Peta Topografi
Peta Lereng
Peta iklim dan curah hujan
Peta penggunaan lahan
Peta DAS Peta sempadan danau
Peta jaringan jalan
Peta sumber pencemar (cluster)
Peta rawan bencana
Peta tutupan vegetasi
Peta ekoregion
DATA PENDUKUNG
UNTUK PENGHITUNGAN DAYA TAMPUNG
BEBAN PENCEMARAN AIR DANAU BATUR
Data Potensi Sumber Daya Alam
Potensi dan ketersediaan
Jenis yang dimanfaatkan
Bentuk penguasaan
Bentuk kerusakan
Pengetahuan pengelolaan
Konflik pemanfaatan sumber daya alam
DATA PENDUKUNG
UNTUK PENGHITUNGAN DAYA TAMPUNG BEBAN
PENCEMARAN AIR DANAU BATUR
Data karakteristik dan fungsi ekosistem danau
Karakteristik Ekosistem Danau
Tipe danau berdasarkan pembentukannya
Bathimetri (topografi dasar danau Batur)
Morfometri danau Batur
Fungsi Ekosistem Danau Batur
Sumber daya air
Pemanfaatan air danau
Keanekaragaman hayati danau Batur (flora/fauna endemik)
DATA PENDUKUNG
UNTUK PENGHITUNGAN DAYA TAMPUNG
BEBAN PENCEMARAN AIR DANAU BATUR
Permasalahan ekosistem danau Batur
Fluktuasi dan kenaikan muka air danau Batur
Pendangkalan danau
Pertumbuhan gulma (tanaman liar) dan alga
Penurunan kualitas air danau
Erosi/longsor
Lahan kritis di sekitar danau Batur
DATA PENDUKUNG
UNTUK PENGHITUNGAN DAYA TAMPUNG
BEBAN PENCEMARAN AIR DANAU BATUR
Data potensi sumber pencemar
Pemukiman
Luas daerah pemukiman
Jumlah rumah, KK dan jumlah penduduk
Jumlah sarana pengendalian pencemaran (sarana
persampahan, toilet, septik tank)
Fasilitas air bersih
Pertanian
Luas lahan pertanian
Komoditas dan produktivitas pertanian
Penggunaan pupuk