Anda di halaman 1dari 18

PT.

SIARPLAN UTAMA KONSULTAN

V. Uraian Pendekatan, Metodologi


dan Program Kerja

Jenis data yang dibutuhkan untuk PENYUSUNAN DOKUMEN AMDAL RUMAH


SAKIT UMUM PUSAT mencakup data primer maupun data sekunder yang erat
hubungannya dengan dampak yang ditimbulkan dari kegiatan Pembangunan
Rumah Saskit Umum Pusat di Kota Kupang.
Pendekatan studi dilakukan dalam upaya mencapai sasaran studi adalah menelaah
kondisi rona lingkungan hidup baik di tapak proyek maupun wilayah sekitar yang
diperkirakan terkena dampak. Penelahaan diikuti dengan uaraian rencana kegiatan
yang akan dilakukan pada Tahap Pra Konstruksi, Konstruksi, dan Operasi. Setelah
itu dilakukan delineasi ruang lingkup studi untuk mengidentifikasi dampak yang
timbul terhadap lingkungan hidup, meliputi aspek geofisik kimia, aspek biologi,
serta aspek sosial ekonomi dan kesehatan masyarakat. Pada tahap berikutnya akan
dikumpulkan data primer dan data sekunder dari setiap aspek komponen
lingkungan tersebut. Berdasarkan data kolektif, pemodelan melalui rumus-rumus
matematis, professional judgement, serta analogi terhadap tempat dan jenis
kegiatan, akan diperkirakan besaran dampak terhadap komponen lingkungan
meliputi dampak yang terjadi di tapak proyek dan di luar tapak proyek. Dampak
yang terjadi selanjutnya dievaluasi dan hasil evaluasi dampak akan dituangkan
dalam bentuk rekomendasi pengelolaan dan pemantauan selanjutnya secara
terperinci akan disusun dokumen AMDAL.

USULAN TEKNIS - PENYUSUNAN DOKUMEN AMDAL RUMAH SAKIT UMUM PUSAT


PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN

5.1. METODE PENGUMPULAN DATA RONA LINGKUNGAN

5.1.1. Komponen Geofisik Kimia

a. Iklim

Data iklim yang dikumpulkan antara lain: suhu (rata-rata bulanan, maksimum dan
minimum), kelembaban, curah hujan, arah dan kecepatan angin. Data yang
dikumpulkan dapat berupa sekunder, yang diperoleh dengan cara kompilasi data
dari Instansi teknis terkait, seperti Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) atau
Stasiun Klimatologi / Cuaca setempat yang tersedia.
Analisis data iklim dilakukan untuk mengetahui klasifikasi iklim di lokasi studi
berdasarkan klasifikasi Schmidt & Ferguson yaitu dengan rumus berikut :
Q = (Rata-rata kering / Rata-rata bulan basah) x 100%
Bulan kering yaitu bulan dengan curah hujan < 60 mm/ bulan, dan bulan basah
yaitu bulan dengan curah hujan > 100 mm/ bulan. Nilai Q akan ditentukan
berdasarkan persamaan Schmidt & Ferguson.
b. Kualitas Udara dan Kebisingan

Pengambilan kualitas udara yang meliputi kandungan partikel, gas, dan tingkat
kebisingan dilakukan pada 3 (tiga) titik berdasarkan arah angin, daerah terkena
dampak di lokasi pemukiman sekitar tapak proyek ( stratified purpose sampling),
serta penilaian ahli, yaitu:
Titik 1, Di tapak proyek, mewakili daerah sumber dampak;
Titik 2, Down Windkegiatan pembangunan Gedung Pusat Hiburan Rakyat
ObyekWisata Pantai Lasianamewakili daerah terkena dampak;
Titik 3, pada area pemukiman penduduk sekitar.
Teknik pengambilan contoh udara dilakukan dengan menggunakan alat HVAS
(High Volume Air Sampling). Cara kerja alat tersebut adalah mengalirkan udara
atmosfer melalui pipa plastik yang dilewatkan ke dalam tabung impinger yang
berisikan larutan kimia tertentu. Fungsi larutan kimia adalah untuk menangkap gas
yang akan dianalisis. Tabung impinger dihubungkan dengan air flow meter untuk
mengatur besarnya volume aliran udara yang akan dimasukkan ke tabung ambien
yang telah berisikan larutan gas penangkap. Waktu pengukuran pengambilan

USULAN TEKNIS - PENYUSUNAN DOKUMEN AMDAL RUMAH SAKIT UMUM PUSAT


PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN

sampel udara dilakukan selama  60 menit untuk masing-masing daerah sampel.


Senyawa kimia yang telah bereaksi dengan udara atmosfer dimasukkan ke dalam
botol sampel untuk dianalisis di laboratorium.
c. Hidrologi

Untuk mendapatkan gambaran kondisi air permukaan dan airtanah dilakukan


pengambilan sampel yang dianggap mewakili.
c.1. Debit aliran Sesaat

Pengukuran debit aliran air sungai dilakukan dengan mengukur luas penampang
sungai dan kecepatan aliran yang terjadi. Luas penampang sungai dihitung dengan
cara membagi lebar sungai ke dalam beberapa segmen. Lebar tiap - tiap
direncanakan sepertiga dari lebar sungai dan setiap segmen dilakukan pengukuran
kedalaman. Untuk mengetahui kecepatan aliran air akan digunakan alat current
meter atau menggunakan metode pelampung. Jarak tempuh pelampung  10 m
disesuaikan dengan kondisi sungai. Pengukuran kecepatan diulang sebanyak 3 kali,
kemudian diambil nilai rata-rata.
Debit aliran dihitung dengan persamaan :
Q = v A,
dimana v adalah kecepatan dan A adalah penampang sungai yang terendam air.
Lokasi pengukuran debit sungai dilakukan pada Air Badan Air Rencana
Pembuangan yang dapat menggambarkan proses input-output yang masih berada
di dalam batas ekologi yang dikaji, yaitu:
Titik 1 (D-01), air badan air bagian hulu (up stream) Air Badan Air Rencana
Pembuangan, mewakili daerah kontrol;
Titik 2 (D-02), air badan air bagian hilir (down stream) Air Badan Air Rencana
Pembuangan, mewakili daerah terkena dampak.

c.2. Debit Rencana

Dalam perencanaan pembangunan fisik yang berpotensi mengubah tata guna


lahan perlu dilakukan pendugaan terhadap debit limpasan permukaan dalam
beberapa tahun kedepan (debit rencana). Kemudiaan hasil pendugaan itu dijadikan
acuan untuk merencanakan dimensi saluran drainase, agar saluran drainase

USULAN TEKNIS - PENYUSUNAN DOKUMEN AMDAL RUMAH SAKIT UMUM PUSAT


PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN

tersebut dapat menampung debit banjir. Untuk menghitung debit rencana


didapatkan dari data curah hujan rata – rata dalam kurun waktu 10 (sepuluh)
tahun terakhir dari Stasiun Pengamat Hujan terdekat yang tersedia dari lokasi
kegiatan (Kamiana, 2001).
c.3. Kualitas Air Badan Air

Pengambilan sampel air badan air dilakukan pada 2 (dua) titik lokasi berdasarkan
arah aliran air permukaan, lokasi kemungkinan terkena dampak ( stratified purpose
sampling) serta penilaian ahli (Professional Judgement), yaitu:
Air badan air bagian hulu (up stream) Air Badan Air Rencana Pembuangan,
mewakili daerah sumber dampak. Air badan air bagian hilir (down stream) Air
Badan Air Rencana Pembuangan, mewakili daerah terkena dampak. Beberapa
parameter yang diukur antara lain: suhu, TDS (jumlah padatan terlarut), Pb, pH,
Mn, DO (oksigen terlarut), BOD, COD, Cu, Zn, Hg, Fe, As, Se, SO4, Ba, Fluorida dan
lain-lain.c.4. Kualitas Air Bersih Pengambilan sampel air bersih / air bawah tanah
dilakukan pada 2 (dua) titik lokasi berdasarkan arah aliran air bawah tanah yang
cenderung menuju ke Utara (laut), lokasi kemungkinan terkena dampak ( stratified
purpose sampling) serta penilaian ahli (Professional Judgement), yaitu :
Air bersih didalam area project; Air sumur penduduk disekitar project.

d. Ruang dan Lahan

Data yang akan ditampilkan pada sub-bab ini adalah data tentang tata ruang dan
pemanfaatan lahan di wilayah studi yang seluruhnya merupakan data sekunder.
Data-data ini dikumpulkan dari berbagai sumber maupun pustaka, antara lain :
Rencana Umum atau Rencana Detail Tata Ruang Kupang , data tentang
pemanfaatan lahan diperoleh dari berbagai instansi, baik itu dari Badan Pertanahan
Nasional (BPN), Bappeda atau melalui instansi teknis terkait lainnya. Data-data
sekunder tersebut dapat dilengkapi dengan data primer yang diperoleh melalui
observasi lapangan maupun wawancara dengan pejabat instansional di wilayah
studi, baik itu aparat desa/kelurahan atau kecamatan setempat, tokoh masyarakat
maupun masyarakat setempat.

USULAN TEKNIS - PENYUSUNAN DOKUMEN AMDAL RUMAH SAKIT UMUM PUSAT


PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN

e. Transportasi

Aspek lalu lintas yang dikaji meliputi aksesibilitas/daya hubung jalan, kondisi dan
prasarana jalan, dan tingkat kepadatan menuju lokasi proyek.
e.1. Aksessibilitas

Data aksesibilitas ini meliputi: jarak ke pusat Kota Kupang, serta akses masuk
keluar lokasi kegiatan. Pengukuran dilakukan menggunakan odometer kendaraan
roda 4 maupun roda 2. Jalur yang diukur merupakan jalur yang umum dilewati
masyarakat bukan merupakan jalan pintas.
e.2. Tingkat Kepadatan Jalan

Metode Pengumpulan data kepadatan lalu lintas dilakukan secara kualitatif ,


diperkirakan pengaruhnya terhadap perubahan tarikan lalu lintas. Pengamatan
kepadatan lalu lintas dilakukan pada satu lokasi yaitu di depan pintu masuk tapak
proyek.
e.3. Kondisi dan Prasarana Jalan

Pengamatan kondisi jalan meliputi pengamatan klas jalan, lebar jalan, lebar bahu
jalan, tingkat hambatan samping, kondisi jalan (dimensi aspal/tanah) dan tingkat
pelayanan jalan terutama dilihat dari v/c ratio dan tingkat keamanan.

5.1.2. Komponen Biologi

a. Komunitas Flora

Pengumpulan data primer dan pengamatan sampel flora dilakukan dengan


pengamatan langsung di lapangan dan perhitungan vegetasi dengan metode
kuadrat random pada 4 titik pengamatan untuk vegetasi berhabitus pohon dan 6
titik pengamatan untuk vegetasi ground cover. Tahapan dalam pengkajian aspek
flora terdiri dari :
Pengamatan pertama terdiri dari pengamatan sepintas secara menyeluruh
terhadap tipe komunitas vegetasi di dalam dan di sekitar tapak proyek. Hal ini
dimaksudkan untuk memperoleh gambaran secara umum tentang garis besar
kelompok, komposisi flora dan bagaimana kaitannya dengan lingkungan secara
timbal balik. Pengumpulan data dilakukan dengan inventarisasi maupun wawancara

USULAN TEKNIS - PENYUSUNAN DOKUMEN AMDAL RUMAH SAKIT UMUM PUSAT


PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN

dengan penduduk untuk mengenal jenis tumbuhan yang memiliki manfaat khusus
serta mempunyai nilai ekonomis, tumbuhan yang endemik, langka dan dilindungi
oleh Undang-Undang;
Pengamatan petak contoh dilakukan guna mendapat gambaran yang mendekati
kebenaran tentang sifat-sifat populasi suatu vegetasi terhadap petak contoh yang
relatif sedikit dan dipandang dapat mewakili keadaan seluruh vegetasi yang
diamati. Pengamatan petak contoh memakai metode deskriptif sederhana.
b. Komunitas Fauna

Pengumpulan data fauna dilakukan melalui teknik observasi (penjelajahan) pada


wilayah tapak proyek dan daerah sekitarnya sampai radius ± 500 m. Kajian
terhadap potensi fauna meliputi deskripsi jenis dan kelimpahan yang sangat terkait
dengan pola kehidupan masyarakat di lokasi proyek. Keanekaragaman Jenis Fauna
dan kelimpahannya dapat diketahui dari observasi dan informasi masyarakat
sekitar yang memiliki pengetahuan tentang beragam hewan yang dikenali
masyarakat dan pengamatan lapangan meliputi kondisi ekosistem darat maupun
perairan. Kondisi jenis fauna kelas mamalia, aves, reptilia, amphibia dan serangga
akan dikaji melalui tahapan sebagai berikut:
Melalui pengamatan pertama yakni pengamatan menyeluruh terhadap habitat di
dalam atau di sekitar tapak, daftar ragam satwa, status kelangkaan jenis;
Pendataan jenis satwa dan inventarisasi dengan penjelajahan lapangan (cruising
method) dengan memperhatikan suara dan jejak pada habitat yang diperkirakan.
Sedangkan wawancara dari responden yang mengetahui tentang fauna daerah
studi, dimanfaatkan untuk melengkapi data terhadap satwa endemik dan langka
yang dilindungi Undang-undang.c. Pengumpulan dan Analisis Data Biota Air
1. Plankton

Data plankton termasuk data primer. Data-data ini dikumpulkan secara langsung di
lapangan yaitu di badan air menyesuaikan dengan pengambilan sampel kualitas air
permukaan di sekitar tapak proyek. Pengambilan sampel plankton dilakukan
dengan penyaringan air menggunakan plankton net No. 25, kemudian air yang
tersaring dimasukkan botol sampel dan ditambahkan formalin konsentrasi 4% dan
CuSO4 jenuh sebagai bahan pengawet. Identifikasi plankton dilakukan di

USULAN TEKNIS - PENYUSUNAN DOKUMEN AMDAL RUMAH SAKIT UMUM PUSAT


PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN

laboratorium sampai tingkat genus dengan menggunakan buku acuan Charles C.


Davis (1974) dan APHA (1992). Perhitungan kelimpahan plankton memakai rumus
konversi Lackey Drop Micro-Transect Counting:
T P V 1
N x x x
L p v w
di mana : N = Jumlah plankton per liter, T = Luas gelas penutup (mm 2), P =
Jumlah plankton tercacah, L = Luas lapang pandang (mm2), p = Jumlah lapang
pandang yang diamati, V = Volume sampel yang diamati (ml), v = Volume
sampel di bawah gelas penutup (ml), w = Volume air yang disaring (ml)
2. Benthos

Data plankton termasuk data primer. Data-data ini dikumpulkan secara langsung di
lapangan yaitu di badan air menyesuaikan dengan pengambilan sampel kualitas air
permukaan di sekitar tapak proyek. Pengambilan sampel makrobenthos dilakukan
dengan penyaringan lumpur di dasar perairan yang diambil dengan Eckman
Dredge/Grab. Diameter saringannya 0,5 mm. Untuk membedakan bahan organik
(benthos) dan bahan anorganik, material yang terkumpul ditambahkan larutan
rose bengal, di mana bahan organik akan ditunjukkan dengan warna merah.
Makrobenthos yang telah dipisahkan dari lumpur dan material anorganik lainnya,
kemudian dimasukkan dalam botol sampel, ditambahkan formalin 4% sebagai
pengawet. Identifikasi benthos dilakukan di laboratorium dengan acuan APHA
(1992) dan Edmunsond (1964).
Keanekaragaman jenis biota air dihitung dengan rumus Shannon-Wiener Diversity
Index (H’), yang disajikan sebagai berikut :
H'   i  1pi x lnpi
n

ni
dimana : pi = N , ni = jumlah individu jenis ke - i , N = jumlah individu semua
jenis, Ln = Log natural (log dalam kalkulator).

3. Nekton

Data nekton diperoleh dari data sekunder yang diperoleh berdasarkan hasil
wawancara dengan penduduk di sekitar sungai serta data statistik potensi produk
perikanan di Kota Dumai. Data yang dapat dihimpun terutama adalah tingkat

USULAN TEKNIS - PENYUSUNAN DOKUMEN AMDAL RUMAH SAKIT UMUM PUSAT


PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN

kekayaan jenis ikan. Wawancara dilakukan dengan penduduk dan tokoh-tokoh


masyarakat terkait. Berdasarkan data jenis dan kelimpahan masing-masing biota
perairan, maka dapat dilakukan perbandingan struktur komunitas. Dari tolok ukur
tersebut dapat ditelaah kondisi komunitas biota perairan pada saat studi dan
kemungkinan perubahannya akibat kegiatan operasional.

5.1.3. Komponen Sosial, Ekonomi, Budaya dan Kesehatan Masyarakat

Pengumpulan data primer diperoleh secara langsung dengan teknik wawancara


terstruktur menggunakan daftar pertanyaan (kuisioner) yang telah dipersiapkan.
Untuk hal-hal khusus dilakukan dengan wawancara tak terstruktur dari metode
partisipatif. Sasaran masyarakat yang diwawancarai (responden) adalah
masyarakat di sekitar studi sebanyak ±5 sampai 10% dari populasi terdampak.
Responden dipilih dapat dipilih secara random (stratified purposive random),
dengan jumlah yang mewakili populasi pada masing-masing strata. Stratifikasi
yang digunakan adalah :
Pemimpin Formal, sebagai perangkat pemerintah yang sangat memahami
karakteristik masyarakat dan kondisi daerah;
Tokoh Masyarakat, sebagai figur yang disegani masyarakat dan menjadi panutan
masyarakat, sehingga persepsi dan pendapatnya akan dapat mempengaruhi pola
pikir masyarakat;
Masyarakat Umum, sebagai obyek langsung terkena dampak.
Beberapa informasi dari aspek sosial ekonomi mencakup orientasi nilai sosial
budaya, meliputi parameter norma sosial dan adat istiadat; Kondisi lingkungan
perumahan; Kesehatan keluarga; Perekonomian keluarga; Keamanan lingkungan;
Sikap dan persepsi masyarakat terhadap proyek; dan potensi permasalah sosial
lainnya.
Data primer dilakukan identifikasi pola pemukiman, pola kelembagaan, identifikasi
sumberdaya manusia, identifikasi keterpengaruhan dan perhubungan. Dengan
teknik tabulasi dan statistik sederhana diharapkan dapat memberi informasi
tentang kondisi sosial, ekonomi dan kesehatan masyarakat serta
persepsi/tanggapan atas kegiatan pembangunan kawasan wisata pantai Lasiana..
Hal ini didukung juga oleh metode wawancara kepada masyarakat yang rentan

USULAN TEKNIS - PENYUSUNAN DOKUMEN AMDAL RUMAH SAKIT UMUM PUSAT


PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN

terkena dampak kegiatan. Dalam melakukan kajian terhadap aspek kesehatan


masyarakat, data yang menjadi sasaran pembahasan terdiri dari parameter
lingkungan:
Insidensi dan prevalensi penyakit yang terkait dengan rencana kegiatan;
Sanitasi lingkungan dan status gizi serta kecukupan pangan;
Jenis dan jumlah fasilitas kesehatan;
Cakupan pelayanan tenaga dokter dan paramedis.

5.2. METODE ANALISIS DAN PENYAJIAN DATA

Metode analisis data untuk masing-masing komponen lingkungan dilakukan sesuai


tipe data yang diperoleh.

5.2.1. Komponen Geofisik Kimia

a. Iklim, Kualitas Udara, dan Kebisingan

a.1. Iklim

Guna mengetahui kondisi iklim tapak proyek dan daerah sekitarnya dilakukan
analisis menggunakan tipe iklim Schmidt dan Fergusson. Berdasarkan tipe iklim ini,
iklim di Indonesia diklasifikasikan berdasarkan pada nilai Q, yaitu perbandingan
antara jumlah bulan kering (curah hujan <60 mm) dan jumlah bulan basah (curah
hujan >100 mm).

a.2. Kualitas Udara dan Kebisingan

Parameter kualitas udara yang dianalisis meliputi fisik (suhu, kelembaban, arah dan
kecepatan angin), kimia (CO, SO2, Pb, HC, NOx, dan O3), dan kebauan (NH3 dan
H2S. Hasil pengujian disebandingkan dengan baku mutu sesuai Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia No. 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian
Pencemaran Udara .

USULAN TEKNIS - PENYUSUNAN DOKUMEN AMDAL RUMAH SAKIT UMUM PUSAT


PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN

b. Hidrologi

b.1. Debit Air Badan Air

Nilai debit aliran sungai yang direncanakan sebagai outlet pembuangan limbah cair
saat operasional ataupun yang berpotensi terjadi penurunan kualitas air saat
tahapan konstruksi maupun operasional akan ditentukan dengan menggunakan
rumus (Suyono sosrodarsono, Kensaku Takeda,1977) :
QV xA

(HI  hn ) 
A  d  h 2  . . .  Hn-1 
 2 
Q : Debit aliran (m3/dt)
A : Luas penampang sungai (m2)
V : Kecepatan aliran sungai yang melalui penampang (m/dt)
h : Kedalaman (m)

b.2. Debit Rencana

Nilai pendugaan debit rencana ditentukan dengan menggunakan langkah – langkah


dan rumus yaitu (Kamina, 2001) :
 Mendapatkan data intensitas hujan rata – rata (I) selama kurun waktu 10
(sepuluh) tahun terakhir dalam satuan mm/jam;
 Menghitung luasan daerah tangkapan hujan (A) dalam satuan Ha;
 Memasukkan koefisien pengaliran / limpasan air (C) berdasarkan SNI 03-
2415-1991 yaitu = 0,75;
 Memasukkan konstanta tetap yaitu = 0,00278.
Rumus persamaan yang digunakan adalah :
Q = 0,00278 CIA
Dimana :
Q = Debit puncak banjir (m3/detik);
C = Koefisien limpasan yang merupakan fungsi penutup lahan (0,75);
I = Intensitas hujan (mm/jam);
A = Luas daerah tangkapan air (Ha).

USULAN TEKNIS - PENYUSUNAN DOKUMEN AMDAL RUMAH SAKIT UMUM PUSAT


PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN

b.3. Kualitas Air Badan Air

Pengujian dan analisis sifat fisika-kimia air badan air dilakukan pada laboratorium
yang ditunjuk. Beberapa parameter yang diukur antara lain: suhu, TDS (jumlah
padatan terlarut), Pb, pH, DO (oksigen terlarut), BOD, COD, Cu, Zn, Hg, SO4,
Fluorida dan lain-lain. Hasil analisis laboratorium disebandingkan dengan Baku
Mutu Air sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan
Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.
b.4. Kualitas Air Bersih

Pengujian dan analisis sifat fisika-kimia air bersih dilakukan pada laboratorium yang
ditunjuk. Hasil analisis laboratorium disebandingkan dengan Peraturan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor 416/MENKES/PER/IX/90 tentang Baku Mutu
Air Bersih .

c. Ruang dan Lahan

Data ruang dan lahan yang diperoleh dari instansi terkait akan dianalisis dengan
metode deskriptif dan disebandingkan dengan Draft Rencana Tata Ruang Kota
Kupang . Sedangkan data pengamatan lapangan kualitatif terhadap tapak proyek
dan daerah sekitarnya akan dianalisis dengan metode deskriptif.
d. Transportasi
Perhitungan kepadatan lalu lintas dalam satuan mobil penumpang tiap jam
(smp/jam) dilakukan secara kuantitatif berdasarkan faktor jumlah kendaraan yang
lewat (n) dan besaran koreksinya. Perhitungan kapasitas jalan (C) dan derajat
kejenuhan (DS) dilakukan sesuai kondisi existing sesuai persamaan berikut
(MKJI,1997) :
C  C o x FVw x FCsp x FCsf x FCcs

C : besaran kapasitas (smp/jam)


Co : faktor kapasitas arus bebas dasar (smp/jam)
FVw : penyesuaian untuk kapasitas lebar jalan
FCsp : pemisahan arah

USULAN TEKNIS - PENYUSUNAN DOKUMEN AMDAL RUMAH SAKIT UMUM PUSAT


PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN

FCsf : hambatan samping


FCcs : ukuran kota
Q
DS 
C
DS : derajat kejenuhan
Q : tingkat kepadatan (smp/jam)

Sedangkan data lalu lintas laut / pelayaran didapatkan dari sumber pustaka atau
literatur maupun sejumlah publikasi dari laporan-laporan dan data yang relefan,
yang tersedia dari setiap Dinas maupun Instansi yang terkait.

5.2.2. Komponen Biologi

a. Komunitas Flora

Dalam analisis vegetasi, parameter yang diperoleh antara lain persentase


penyebaran, kerapatan, frekuensi dan dominasi baik secara mutlak maupun relatif,
sedangkan hasilnya dipergunakan dalam perhitungan perbandingan nilai penting
(SDR) yang merupakan nilai dominansi suatu jenis tumbuhan, indeks nilai penting,
indeks kesamaan, serta indeks keanekaragaman Shannon-Wiener.
Keanekaragaman Jenis, diperlukan untuk mengetahui keragaman vegetasi tegakan
yang ada;
Densitas, merupakan kerapatan vegetasi tegakan;
Dominansi, merupakan nilai persentase penutupan oleh pohon atau vegetasi
tegakan. Nilai dominansi tertinggi akan mempunyai nilai ekonomis dari segi batang
yang dimiliki vegetasi;
Indeks Nilai Penting, Dalam pengambilan sampel vegetasi tidak hanya mempelajari
spesies apa yang ada namun juga kepentingan relatifnya dalam komunitas yang
ditunjukkan oleh penyebarannya, penguasaan lingkungannya maupun kesesuaian
lingkungannya. Jumlah nilai relatif ketiganya disebut Indeks Nilai Penting yang
digunakan untuk menentukan tipe asosiasi dari vegetasi penutup daerah studi;
Suksesi, adalah perubahan yang berkelanjutan dari suatu ekosistem menuju
kepada kondisi keseimbangan;

USULAN TEKNIS - PENYUSUNAN DOKUMEN AMDAL RUMAH SAKIT UMUM PUSAT


PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN

Potensi Pemanfaatan, Potensi flora dimanfaatkan untuk bahan bangunan, kayu


bakar, bahan makanan dan tanaman bernilai ekonomis.
Analisis vegetasi bertujuan untuk mengetahui tipe asosiasi, komposisi, dan fungsi
jenis-jenis vegetasi penutup wilayah studi. Cara yang dilakukan adalah:
Mengetahui pola penyebaran jenis yang lazim dinyatakan adalam istilah nilai
frekuensi;
Mengetahui pola kesesuaian jenis terhadap faktor-faktor lingkungan yang ada,
lazim dinyatakan dalam nilai kerapatan;
Mengetahui pola penyesuaian jenis terhadap faktor-faktor lingkungan yang ada,
lazim dinyatakan dalam dominansi.
Jumlah nilai nisbi dari ketiga pola tersebut merupakan Indeks Nilai Penting (INP)
yang selanjutnya digunakan untuk menentukan tipe asosiasi dari vegetasi penutup
daerah penelitian. Hasil analisis yang diperoleh dapat digunakan untuk menduga
sifat habitat dari lingkungan yang diduduki vegetasi tersebut serta memperkirakan
kondisi lingkungan yang bersangkutan :
Perhitungan nilai Frekuensi Mutlak (F):
F
 plot yang diduduki
 plot yang dibuat
Perhitungan nilai Frekuensi Nisbi (FN):
Frekuens i M utlak
F  x 100%
N  Frekuensi M utlak

Perhitungan nilai Kerapatan Mutlak (K):


 individu per plot
K x 10.000
 plot yang diduduk x Luas Plot

Perhitungan nilai Kerapatan Nisbi (KN):


Kerapatan M utlak
K  x 100%
N  Kerapatan M utlak
Kerapatan
Perhitungan M utlak
nilai Dominansi Mutlak (D):
K  x 100%
N  Kerapatan M utlak
individu per plot
D x 10.000
 total individu x Luas Plot

Perhitungan nilai Dominansi Nisbi (DN):


Dominansi M utlak
DN  x 100%
 Dominansi M utlak

Perhitungan Indeks Nilai Penting (INP):


INP = FN + KN +
DN

USULAN TEKNIS - PENYUSUNAN DOKUMEN AMDAL RUMAH SAKIT UMUM PUSAT


PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN

b. Komunitas Fauna

Analisis terhadap komunitas fauna dilakukan dengan metode analisis deskriptif


sedangkan analisis terhadap perubahan yang terjadi dilakukan dengan metode
inventarisasi. Keberadaan fauna berkaitan erat dengan tempat tinggal atau habitat.
Perubahan vegetasi, sebagai sumber makanan, akan mempengaruhi keberadaan
fauna. Untuk memprakirakan perubahan yang terjadi dilakukan inventarisasi jenis
dan jumlah kelimpahan fauna kembali, untuk kemudian dilakukan analisis secara
deskriptif.
c. Komunitas Plankton, Benthos, dan Nekton

Analisis terhadap komunitas plankton dan Benthos dilakukan dengan metode


analisis deskriptif indeks nilai penting, indeks kesamaan, serta indeks
keanekaragaman Shannon-Wiener. Dominasi spesies baik plankton dan benthos
akan dilengkapi literatur kegunaan dan fungsi spesies di alam ataupun bagi
kehidupan manusia secara langsung maupun tak langsung, sedangkan untuk
nekton berdasarkan kelimpahan dan divesitas dari data sekunder.

5.2.3. Komponen Sosial, Ekonomi, Budaya dan Kesehatan Masyarakat

a. Sosial Ekonomi dan Sosial Budaya

Apabila tersedia data time series, maka akan dilakukan analisis kecenderungan
(trend analysis). Adapun data kualitatif terutama komponen sosial budaya dianalisis
secara deskriptif. Hasil analisis bersifat kategoris kualitatif dan kuantitatif, bukan
merupakan analisis terpisah tetapi bersifat komplementer atau saling menjelaskan.
Perhitungan Pertumbuhan Penduduk:
 P0 (1  r) t
Pt
Pt : jumlah penduduk pada tahun ke-t
P0 : jumlah penduduk awal
r : laju tahunan pertumbuhan penduduk
t : periode waktu

Perhitungan kepadatan penduduk:


t
P (1 r)
D
L

USULAN TEKNIS - PENYUSUNAN DOKUMEN AMDAL RUMAH SAKIT UMUM PUSAT


PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN

D : kepadatan penduduk
P : jumlah penduduk pada waktu acuan
r : laju tahunan pertumbuhan penduduk
t : periode waktu
L : Luas daerah
Perhitungan kesempatan kerja di wilayah setempat :
KT
KK  15- 54
x 100%
P

KK : Kesempatan kerja (%)


KT : Kebutuhan tenaga kerja di sektor formal
P15-54 : Jumlah penduduk usia kerja 15-54 tahun

Perhitungan kegiatan perekonomian di wilayah setempat :


KPa
KP  x 100%
KPr

KP : Kegiatan perekonomian (%)


KPa : Kegiatan perekonomian awal
KPr : Kegiatan perekonomian rencana

b. Kesehatan Masyarakat

Analisis data kesehatan masyarakat sebanding dengan analisis sosial ekonomi dan
sosial budaya yaitu dengan Teknik Analisis Frekuensi. Analisis didasarkan pada
jumlah masyarakat yang menderita pada tiap-tiap jenis penyakit yang ada (10
besar penyakit masyarakat). Hasil analisis bersifat kategori kualitatif dan
kuantitatif, bukan merupakan analisis terpisah tetapi bersifat komplementer atau
saling menjelaskan.

USULAN TEKNIS - PENYUSUNAN DOKUMEN AMDAL RUMAH SAKIT UMUM PUSAT


PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN

5.4. ORGANISASI PERSONIL DAN PERALATAN PENDUKUNG

5.4.1. Organisasi

Berdasarkan pada pengalaman Konsultan dalam pelaksanaan pekerjaan studi


selama ini, sangat diperlukan struktur organisasi pelaksanaan pekerjaan yang
mantap, disertai pula dengan penempatan personil tenaga ahli yang berkualitas
sesuai dengan spesialisasi masing-masing, disamping penyediaan sarana peralatan
kerja dengan kualitas yang dapat dipertanggung jawabkan.
Untuk mencapai tujuan yang diharapkan pada akhir pekerjaan studi ini, maka tim
Konsultan telah menyiapkan organisasi pelaksanaan pekerjaan seperti yang tertera
pada Gambar Bagan Organisasi Pelaksanaan Pekerjaan. Organisasi pelaksanaan
pekerjaan menggambarkan hubungan antar personil Konsultan dan hubungan
kerja antara Konsultan dengan Pemberi pekerjaan sesuai hirarki tugas, tanggung
jawab dan wewenangnya masing-masing.

USULAN TEKNIS - PENYUSUNAN DOKUMEN AMDAL RUMAH SAKIT UMUM PUSAT


PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN

5.4.2. Personil

Dalam pelaksanaan PENYUSUNAN DOKUMEN AMDAL RUMAH SAKIT UMUM


PUSAT, untuk masing-masing kegiatan diperlukan tenaga ahli sejumlah 5 (lima)
orang tenaga ahli inti, dan 3 (tiga) orang tenaga pendukung.
Tingkat disiplin ilmu sekurang-kurangnya setingkat Strata 1 (S1) untuk Team
Leader dan Strata 1 (S1) untuk Tenaga Ahli dan D3/SMU Untuk Tenaga
Pendukung.

5.4.3. Fasilitas Dan Sarana Yang Digunakan

Konsultan akan menyediakan fasilitas dan peralatan yang diperlukan untuk


menunjang pekerjaan ini, yang meliputi antara lain :
1. Kantor/studio lengkap dengan peralatan yang diperlukan untuk
pelaksanaan pekerjaan
2. Biaya Komunikasi
3. Biaya Alat Tulis Kantor
4. 2 (empat) unit kendaraan operasional roda 2
5. 1 (satu) unit kendaraan operasional roda 4
6. Kebutuhan lainnya guna memperlancar dan menyukseskan pelaksanaan
pekerjaan ini
7. Apabila ada yang peralatan yang harus dibeli dalam kegiatan ini, maka pada
akhir penugasan barang atau peralatan yang dibeli tersebut harus
diserahkan kepada pengguna jasa.

Ruang Kerja/Kantor

Untuk kelancaran kegiatan pekerjaan pihak konsultan telah menyiapkan kantor


yang permanen Denpasar sehingga memudahkan Team Konsultan berkoordinasi
dengan pemberi pekerjaan dan setiap saat dapat asistensi/diskusi dalam
penyelesaian pekerjaan. Disamping itu diharapkan nantinya setelah selesai
pekerjaan pihak pemberi pekerjaan mudah menghubungi konsultan.

USULAN TEKNIS - PENYUSUNAN DOKUMEN AMDAL RUMAH SAKIT UMUM PUSAT


PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN

Peralatan

Peralatan yang digunakan untuk setiap pekerjaan disesuaikan dengan


kebutuhan masing-masing kegiatan, tergantung dari volume dan kapasitas alat.
Adapun volume dan kapasitas alat dari masing-masing pekerjaan tersaji pada Tabel
Daftar Peralatan Terlampir).

Jadwal Peralatan

Jadwal peralatan untuk pekerjaan akan disesuaikan dengan waktu pemakaian, dan
jadwal peralatan ini berkaitan dengan schedule pelaksanaan dan personil untuk
pelaksanaan seluruh kegiatan. Jadwal peralatan dan volume serta waktu
pemakaian tersaji pada Tabel Jadwal Penggunaan Peralatan (Terlampir).
Tabel Jadwal Penggunaan Peralatan
NO ACTIVITY TIME FRAME REMARK
BULAN
1 2 3
I KEGIATAN PRA STUDY
1 Kamera + Alat bantu
2 Kendaraan Operasional
3 Meteran Rol
II KEGIATAN STUDY DAN LAPORAN
1 Gps
2 Sound level meter
3 pH meter
4 Botol sampel
5 Thermometer
6 Counter
7 Pengujian tanah (fisik, kimia)
8 Pengujian kualitas air (fisik, kimia, biologi)
9 Peralatan Kantor

USULAN TEKNIS - PENYUSUNAN DOKUMEN AMDAL RUMAH SAKIT UMUM PUSAT